Pendidikan

Pendidikan (135)

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah sekolah di Kota Manado melakukan perlombaan olahraga dan kesenian untuk memeriahkan HUT Ke - 77 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022.

Pantauan Sulutnews.com Senin (15/8) dan Selasa (16/8) dibeberapa sekolah seperti SD GMIM 45 di Mapanget dan SD Negeri 103 Kilu Mapanget dan SD Negeri 01 di Wawonasa nampak terlihat ada lomba olahraga antara kelas dan sekolah. Begitu juga di SMP Negeri 13 Politeknik Manado ada lomba sepak bola mini antar kelas.

Menurut Kepsek SD GMIM 45 Manado Djony Manangka lomba yang dilaksanakan hanya olahraga ringan  seperti grak jalan dan juga makan kurupuk serta ada lomba kebersihan antar kelas. Jadi kita memeriahkan hari Kemerdekaan ke- 77 pada 17 Agustus 2022. Hiasan warna merah putih juga sudah terpasang disekolah.

Begitu juga dikatakan Kepsek SD  Negeri 103 Kilu Mapanget Deitje Kumaat S.Pd. Menurutnya  pihaknya buat lomba keindahan ruangan kelas dan olahraga yang diikuti oleh siswa.Lomba dilakukan Selasa 16 Agustus dan Rabu 17 Agustus dilanjutkan Upacara hari Kemerdekaan RI ke - 77.

Hal lain dikatakan Kepsek Anna Rapar S.Pd Kepsek SD Negeri 01 di Wawonasa. Menurutnya pihaknya sudah lakukan lomba olah raga antar kelas. Dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan ke- 77 juga dilakukan  lomba kebersihan dan keindahan ruang kelas.

Sementara Kepsek SMP Negeri 13 Manado Hans Labuha S.Pd M.Pd mengatakan sekolah huat lomba olahraga sepak bola selama beberapa hari. Peserta hanya utusan dari kelas diinternal Sekokah. Sementara untuk upacara dilakukan pada Rabu 17 Agustus 2022. (/Fanny)

Manado,Sulutnews.com - SMA Negeri 7 Manado terus tingkatkan kualitas baik guru- guru dan proses belajar mengajar untuk bisa menghasilkan siswa yang lulus dengan kualitas yang baik.

Hal tersebut dikatakan Kepsek SMA Negeri 7 Manado Marlina Katihokang SPd MPd kepada Sulutnews.com  Selasa (9/8) disesa sela perayaan HUT .ke- 49 SMA Negeri 7 Manado.

Perayaan dihadiri Kadis Pendidikan Nasional Sulut dr Greace Punuh SKm, dan staf serta ribuan Siswa alumni dan Guru- Guru serta Kepsek SMA dari beberapa sekolah dan orang tua siswa. Acara ditandai dengan hiburan oleh beberapa siswa dan berlangsung meriah.Bahkan Kepsek Marlina Katihokang membawakan beberapa buah lagu dalam acara sederhana namun meriah dan penuh keakrapan.

Kepsek Marlina mengatakan,  dalam beberapa tahun belakangan ini banyak lulusannya masuk perguruan tinggi negeri dan swasta baik didalam dan luar negeri.Bahkan perguruan tinggi atau sekolah milik Pemerintah seperti IPDN dan Akademi Kelautan dan Perhubungan serta TNI dan Polri.

"Cukup banyak yang lulus. Ini karena kualitas belajar semakin baik, katanya. Diera persaingan sekarang dan kedepan maka pihaknya terus tingkatkan kualitas agar tidak kalah bersaing dengan siswa dari sekolah lain. Terutama era digitalisasi yang terus maju dan  mengalami perubahan secara drastis. Kita terus tingkatkan sesuai perkembangan. Jadi intinya kualitas harus ditingkatkan termasuk aklak dan moral juga menjadi perhatian.

Captiion : Kepsek SMA Negeri 9 Manado Marlina Katihokang SPd MPd ( tengah) bersama sejumlah Kepsek dan Guru guru

Untuk pembelajaran kurikulum Merdeka belajar  saat ini sudah mulai dilakukan dan tidak ada masalah karena guru guru sudah dilatih juga."Saya optimis akan berjalan lancar pembelajaran kurikulum merdeka belajar" kata Kepsek.

Sekolahnya karena kualitas lulusan sangat baik maka terus meningkat jumlah siswa yang mendaftar. Ini karena orang tua melihat kualitas sekolah. Saat ini siswa yang masuk sekitar 400 lebih.Dengan jumlah keseluruhan sekitar 1.600 siswa di SMA Negeri 7 Manado. " Saya tidak menyangka banyak siswa yang masuk." Katanya.

Kedepan kata Kepsek akan melakukan pembenahan beberapa ruang belajar dan ruang guru serta  kantor sekolah." Saya sudah usulkan lewat atasan dan tingal menungu" katanya. Beberapa bangunan sekolah memang sudah lama dan perlu ada renofasi lagi karena sudah tidak memsdai lagi. (*/Fanny)

Manado.Sulutnews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekola Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Manado yang baru Altje Salele SPd akan memperjuangkan sekolahnya menjadi SMK Negeri Pusat Ungulan terutama jurusan Keperawatan yang cukup banyak siswanya.

“Sekolah kami akan kita perjuangan menjadi SMK Negeri Pusat Ungulan ke Kementrian Pendidikan Nasional dan Ristek "kata Kepsek SMK Negeri 6 Manado Altje Salele kepada Sulutnews.com pekan lalu di Sekolahnya.

Saat ini siswanya sekitar 1.300 lebih dan jurusan Keperawatan banyak siswanya selain jurusan lainnya. Kalau SMK Negeri yang lain mereka ungul dalam  jurusan Tata Boga dan Pariwisata serta Bidang Pertanian. Sementara Sekolah saya akan diperjuangan bidang Keperawatan dengan membangun Klinik Keperawatan" Jadi kita akan berjuang untuk bisa dapat bantuan pembangunan Klinik Kesehatan dan bisa dibuka untuk umun dan kerjasama dengan Puskesmas dan Rumah Sakit terdekat dan siswanya bisa praktek" kata Kepsek  baru yang sebelumnya Guru di SMK Negeri 3 Manado.

Altje yang baru dilantik pekan lalu oleh Pj Sekprov Sulut Dr Praseno Hady SE AK sebagai Kepsek menambahkan pihaknya sudah berlakukan pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar untuk kelas 10. Sementara kelas 11 dan 12 tetap pakai Kurikulum 13.

Untuk guru guru tidak ada masalah, kami optimis SMK Negeri 6 bisa sukses kedepan dan bisa menghasilkan siswa siswa yang berprestasi. Pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap yang masih kurang dan yang sudah baik hasil kerja Kepsek yang lama kita pertahankan.

“Karena banyak kemajuan yang dicapai Kepsek yang lama Vicky Umboh SPd MPd. Bahkan siswanya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini.Jadi kita bangga dengan Kepsek yang lama”, ujar Altje.

Dari data yang ada di Kota Manado ada SMK Negeri Pusat Ungulan yakni SMK Negeri 3 yang bidang jurusan Tata Boga sehinga ada Restoran yang dibangun Kementrian. Kemudian SMK Negeri 1 Manado dibangun sarana Hotel. Dan SMK Pembangunan Pertanian di Kalasey Kabupaten Minahasa menjadi SMK Pusat Ungulan dalam bidang Pertanian.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah Kepala Sekolah ( Kepsek) SMA dan SMK serta Guru guru menyatakan bangga ikut Assessment Potensi dan Kompetensi yang dilakukan Pemda Sulut di Aula Mapalus Kantot Gubernur Senin (1/8) yang dibuka Pj Sekdaprov Sulut Dr Praseno Hadi Ak.

Assessment Potensi dan Kopetensi diikuti sekitar 297 peserta terdiri dari Pengawas, Kepsek, dan Guru guru dari SMA, SMK dan SLB se- Sulut. Dalam acara tersebut setiap Guru dan Kepsek diuji oleh penguji secara bergantian hinga sore hari dari Inspektorat dan Badan Pengembangan SDM Pemda Sulut serta pejabat terkait.

" Saya senang dan banga ikut Assessment Potensi dan Kompetensi karena kami diuji kemampuan sebagai Kepsek, kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Meydi Tungkagi MSi kepada Sulutnews.com usai acara. Ia mengatakan dengan Assessment ini saya juga ditanya bagaimana mengatur Sekolahnya yang siswanya banyak 2.000 lebih. Dan setiap tahun meningkat. Kepsek mengatakan Sekolahnya kita tingkatlan kualitas belajar sehinga lulusannya berkualitas.

Semua pakai kurikulum yang sama jadi bagi saya harusnya semua sekolah harus sama kualitas lulusan sehinga banyak siswa yang masuk. Kalau sekolah saya banyak siswa itu mungkin karena kualitasnya. Hal yang sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 7 Manado Marlina Katihokang SPd MPd secara terpisah. Semua yang ditanya dijawab dengan baik karena itu senang ikut Assessment Potensi dan Kompetensi.

Bagitu juga dikatakan Kepsek SMK Negeri 9 Manado Noldie Pangemanan SPd kepada Sulutnews.com. Menurutnya dengan ikut Assessment itu suatu kebangaan karena diuji kemampuan dalam memimpin sekolah. Hal yang lain dikatakan Vanny Motto SPd MPd Kepsek SMK Negeri 1 Tombariri Kabupaten Minahasa. Menurut Kepsek Assessment Potensi dan Kompetensi ini sangat penting bagi dirinya. Karena ditanya soal kepemimpinan disekolahnya." Pokoknya sangat baik Assessment ini dan saya bangga dan senang" kata Vanny Motto

Sementara itu Pj Sekdaprov Sulut Dr Praseno Hady Ak saat membuka acara tersebut mengatakan Assessment Potensi Kompetensi ini sangat baik dan penting. Karena ini salah satu prasyarat bagi Kepsek Guru guru dan pengawas dalam tugas. Praseno ingatkan agar tingkatkan kualitas karena masa depan itu yang penuh tantangan harus baik kedepan dan pendidikan terutama kualitas harus baik saat ini agar 20 tahun kedepan generasi muda kita baik kualitas.

Untuk itu Kepsek dan guru guru harus tingkatkan kualitas. Dan harus menjadi teladan .Yang tidak mau jadi teladan mundur saja. Gubernur dan Wakil Gubernur berharap Kepsek dan Guru guru harus perlihatkan keteladanan dalam tugas sebagai Kepsek dan Guru guru. Hadir dalam acara Kepala Inspektorat Sulut Drs Meky Onibala MSi, Kepada Badan Pengembsngan SDM Sulut Drs Roy Tumiwa MPd, Kepala BKD Sulut Drs Cley Dondokambey , Kadis Pendidikan Sulut dr Greace Punuh SKm dan sejumlah pejabat lainya. ( Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pelaksanaan kurikulum merdeka belajar disejumlah sekolah SD, SMP hinga SMK sejak dimulainya proses belajar mengajar pada Senin (18/7) pekan lalu hinga saat ini Selasa (26/7) berjalan lancar. Para guru guru dan siswa dapat mengikui dengan baik pelaksanaan kurikulum merdeka belajar.

Hal tertersebut dikatakan sejumlah Kepsek SD, SMP dan SMK dikota Manado kepada Sulutnews.com Selasa (26/7) secata terpisah. Kepsek yang ditemui yakni Kepsek SDN 53 Ranomuut Jemmy Kamu SPd, Kepsek SDN 06 Manado  Jouke Mandagi SPd, Kepsek SDN 12 Tuminting Gusty Naray SPd , Kepsek SD Inpres Kayuwatu Olke Saerang SPd dan Kepsek SMP Negeri 11 Tuminting Saul Enock SPd serta Kepsek SMK Negeri Negeri 9¥ Manado Noldy Pangemanan serta Kepsek SMKN 6 Manado Vicky Umboh SPd MPd.

Menurut para Kepsek SD mereka pembelajaran dengan kurikulum merdeka belajar berjalan lancar karena para guru sudah ikut pelatihan dan bintek

Menurut Gusty Naray Kepsek SD Negeri 12 pihaknya mengunakan Mandiri berubah. Bukan mandiri belajar atau mandiri berbagi." Sangat lancar karena guru guru sudah diberikan pelatihan dan bintek" kata Gusty Natay.

Baik Gusty Naray dan Jemmy Kamu dan Olke Saerang hanya kelas satu dan empat yang kami ikut merdeka belajar mandiri berubah. Hal yang sama dikatakan Kepsek SDN 6 Jouke Mandagie.

Sementara Kepsek SMP Negeri 11 Enock Saul untuk sekolahnya sudah pakai merdeka belajar. Tidak ada masalah justru lancar karena guru guru sudah dilatih.  Begitu juga dikatakan Kepsek SMK Negeri 9 Noldie Pangemanan serta Kepsek SMK Negeri 6 Vicky Umboh. Mereka menilai para siswa mampu menyesuaikan dengan kurikulum baru. Begitu juga dengan guru guru.(/Fanny)

Manado, SulutNews.Com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau dahulu dikenal dengan Ospek telah menjadi kegiatan wajib bagi semua siswa baru selama tiga hari berturut-turut, tak terkecuali di SMA Negeri 2 Manado. Ratusan siswa baru mendapat ilmu mengenali lingkungan sekolahnya yang baru dari seniornya

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Berty Dondokambey,SPd, mengatakan, proses MPLS ini berlangsung sejak Tahun Ajaran baru dimulai tanggal 11 Juli 2022, dan selanjutnya proses belajar mengajar dimulai 100 persen tatap muka dengan prokes anti Covid19.

"Pada tahun ini kami membuka 20  rombel tetapi yang terisi hanya 18 rombel dengan jumlah keseluruhan yang diterima ada 248 siswa" kata Berty Dondokambey, SPd ditemui di ruang kerjanya usai memberi pengarahan bagi guru dan siswa yang akan melakulan proses belajar mengajar baru-baru ini.

Sebenarnya kita kekurangan siswa tahun ini, tambah Kepsek Berty Dondokambey. Namun jika dihitung mundur pada UN baru lalu yang lulus 220 siswa, yang masuk seleksi 248 siswa, jadi sebenarnya siswa baru bertambah 28.

"Jumlah ini masih seimbang karena tahun lalu sekolah ini pun terdaftar memiliki 18 rombel gtkelas 10. Yakni 1 rombel terisi 32 siswa, sehingga tahun ini tidak ada siswa belajar di luar kelas, tambahnya.

Pelaksanaan belajar mengajar nanti akan dilakukan dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Kalau prosesnya daring kita gunakan daring. Sedangkan pada kelas 11 dan 12 masih dengan menggunakan Kurikulum 13, pungkas Kepsek Berty Dondokambey. (*/Yayuk)

Manado, SulutNews.Com - Tujuh pelajar dari SMA Negeri 2 Manado di Profinsi Sulawesi Utara maju ke ajang Kompetisi Sains Nasional OSN  tingkat Profinsi yang direncankan  sudah digelar bulan Juli atau Agustus 2022.

Ketujuh pelajar ini merupakan peserta didik kelas 11 saat pelaksanaan digelar masih duduk di kelas 10 SMAN 2 Manado.

"Tujuh pelajar ini masih merupakan peserta didik kelas 10 waktu pelaksanaan diadakan," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Berty Dondokambey kepada media secara singķat di Manado, Selasa (19/7).

Ia mengatakan, mereka lulus secara tak terduga ketika mengikuti seleksi di tingkat sekolah dan maju pada Kompetisi Sains Nasional OSN tingkat profinsi. Mereka merupakan pelajar yang memiliki bakat tinggi pada ilmu Fisika, Biologi dan Ekonomi, tambah Berty Dondokambey.

Sebelum maju pihak sekolah telah memberi pengayaan masing-masing bidang study oleh guru senior. Jadi nanti  mereka dibina lebih pandai sebagai juara, ujarnya.

Berikut nama ketujuh pelajar SMA Negeri 2 Manado yang maju di KSN atau OSN tingkat profinsi.

1. Daniel Yoel, P-Fisika.
2. Edward Beneďict, P-Fisika.
3. Joshua Wongkar, P-Fisika.
4. Mutiara S Maramis,P-Ekonomi.
5. Verenita Masya Rewur, P-Ekonomi.
6. Wynne Thio, P-Biologi.
7. Triana Yulia Kosim, P-Ekonomi.

(yuk).

Manado, Sulutnews.com - Kepala Bidang ( Kabid) SMP Dinas Pendidikan Nasional  Kota Manado Greace Sondakh SPd.MPd mengatakan  95 SMP Negeri dan Swasta di Kota Manado belum semua pakai kurikulum Merdeka  belajar dalam tahun ajaran baru bagi siswa di kelas tujuh.

Hal tersebut dikatakan  Greace Sondakh SPd.MPd kepada Sulutnews.com Senin (18/7) dikantornya. Menurutnya dari laporan yang ada sebagian SMP pakai kurikulum 13  yang lain juga pakai Kurikulum Merdeka." Ini tidak ada masalah. Bagi yang sudah siap memakai kurikulum Merdeka  Belajar silakan lakukan. Dan yang belum siap silakan pakai Kurikulum 13." Kata Sondakh.

Menurutnya tidak ada masalah kalau belum pakai kurikulum Merdeka Belajar bagi siswa kelas tujuh. Karena tahun ini masih  permulaan. Kalau tahun ini belum bisa dilakukan tahun depan.

Ia menambahkan peoses belajar mengajar yang sudah dimulai hari ini Senin 18 Juli berjalan baik dan lancar di semua 95 SMP Negeri dan swasta di Kota Manado.

Sementara itu Kepsek SMP Negeri 8 di Malalayang Manado Ronald Nayoan SPd MPd kepada Sulutnews.com Senin (18/7)  mengatakan pihaknya pakai kurikulum 13 dan Merdeka Belajar dalam proses belajar mengajar bagi siswa baru kelas tujuh. "Jadi 489 siswa baru kelas 7 ada belajar dengan kurikulum 13 ada kurikulum merdeka belajar" kata Nayoan. Kepsek menilai tidak ada masalah dalam prosea belajar mengajar. Untuk kelas delapan dan sembilan masih pakai kurikulum 13 semuanya. Kepsek optimis akan berjalan lancar proses belajar mengajar disekolahnya.

SMA Negeri 1

Sementara itu untuk  SMA menurut Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jeremias SPd kepada Sulutnews.com Senin (18/7) mengatakan pihaknya memakai kurikulum Merdeka belajar untuk semua siswa baru kelas 10. Sementara siswa kelas 11 dan Kelas 12 pakai kurikulum 13.

Ia mengatakan kesiapan sekolahnya untuk memakai kurikulum Merdeka belajar sudah disiapkan sejak lama. Seperti guru guru sudah siap dengan program Merdeka belajar. "Jadi tidak ada masalah dengan Merdeka Belajar di SMA Negeri 1 Manado”, katanya.

Pihaknya akan terus berjuang menjadikan SMA Negeri 1 ungul dan kualitas lebih meningkat kedepan. Pihaknya menerima siswa baru tahun ini 400 lebih. Pantauan Sulutnews.com Senin (18/7) di beberapa sekolah baik SMP dan SMA  dikota Manado proses belajar mengajar hari pertama berjalan lancar, seperti di SMA Negeri 1 Manado. Dan SMP Negeri 8 Manado. (Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Pelaksanaan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)   bagi siswa baru sejak hari pertama Senin (11/7)   hinga Selasa (12/7) hari kedua  disejumlah sekolah baik SMP, SMA dan SMK di Kota Manado berjalan lancar. Bahkan hinga hari terakhir Rabu (13/7) dipastikan tetap lancar terus  MPLS sebelum masuk proses belajar mengajar..

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMP, SMA dan SMK yang ditemui Sulutnews.com Selasa (12/7) disela- sela pelaksanaan MPLS bagi siswa baru. 

Kepsek yang ditemui antara lain Kepsek SMP Negeri 7 di Teling Manado Syenny Waworuntu SPd, Kepsek SMP Negeri 4 di Karombasan Manado Dr Alwin Palit SPd.MPd dan Kepsek SMA Negeri 9 di Kleak Drs Meidy Tungkagi MSi, Kepsek SMK Negeri 6 di Pakowa Vicky Umboh SPd MPd dan Kepsek SMK Negeri 9 di Taas Manado Noldie Pangemanan SPd.

Menurut para Kepsek hinga hari kedua Selasa (12/7) pelaksanan MPLS bagi siswa baru berjalan lancar. Bahkan mereka optimis hinga hari ketiga atau hari terakhir pada Rabu (13/7) pelaksanaan MPLS tetap berjalan lancar sejak pagi hinga siang hari.

Menurut Kepsek SMP Negeri 7 Syenny Waworuntu dan Kepsek SMP Negeri 4 Alwil Palit tidak ada kekerasan dalam MPLS. Mereka memperkenalkan kondisi sekolah dan juga memperkenalkan proses belajar disekolah mereka." Jadi lancar lancar saja MPLS bagi 300 lebih siswa barunya, kata Waworuntu. Begitu juga dikatakan Alwin Palit sekitar 280 lebih siswa baru yang ikut MPLS tidak ada masalah. Bahkan kami juga memperkenalkan proses belajar digital disekolahnya yang menjadi " Percontohan" bagi sekolah lain.

Pengawasan Ketat

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meidy Tungkagi mengatakan MPLS yang diikuti sekitar ratusan siswa baru dilakukan pada tiga tempat didalam sekolah. Meskipun banyak tetap berjalan lancar tanpa kekerasan." Kami mengawasi ketat bahkan saat masuk sekolah pagi hari hinga pelaksanaan MPLS kami awasi hinga selesai pada siang hari" katanya.

Untuk SMK menurut Kepsek SMK Negeri 6 Vicky Umboh sekitar 391 siswa baru semua ikut MPLS. Karena MPLS penting agar siswa sebelum ikut proses belajar mengajar sudah tau kondisi sekolah termasuk mengenal guru guru dan kurikulum. Begitu juga dengan SMK Negeri 9. Menurut Kepsek Noldie Pangemanan meski 6hanya 75 siswa baru tetap ikut MPLS sebelum proses blajar mengajar.

Sejumlah siswa baru kepada Sulutnews.com mengatakan banga bisa ikut MPLS. Karena dengan ikut MPLS bisa mengetahui kondisi sekolah dan saling mengenal sesama siswa" Jadi saya banga sekali" kata salah satu siswa baru di SMA Negeri 9 Manado namun engan menyebutkan namanya. Begitu juga dikatakan Siswa di SMP Negeri 7 Manado." Saya banyak teman dan sudah mengetahui kondisi sekolah dan guru guru" kata sisw baru namun engan menyebutkan namanya.( Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Animo masuk SMK Negeri 3 Manado tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut dikatakan Plt Kepsek SMK Negeri 3 Manado Dra Selvie Mpd kepada Sulutnews.com Senin (11/7) disekolahnya.

Menurut Kepsek Selvie siswa yang baru lulus sekitar 400 lebih tahun ini yang diterima sekitar 544 siswa baru. Ini berarti banyak orang tua siswa yang ingin anaknya mela jutkan studi di SMK Negeri 3 karena memang ada beberapa jurusan yang banyak disukai. Seperti tata boga, TKJ, Parawisata dan juga  Kecantikan. Menurut Kepsek jurusan yang ada ini terus banyak peminatnya. SMK Negeri 3 di Jalan TNI Tikala Ares Manado juga ada Restoran dan rencana kedepan bangun hotel. Karena untuk lokasi praktek. Begitu juga Salon Kecantikan yang  akan dikembangkan lebih besar dan bisa melayani masyaramat umum. Untuk restoran saat ini dibuka untuk umum sehinga siswa siswa sudah terlatih dengan baik.

Terkait kualitas menurut Kepsek tidak ada masalah. Karena SMK Negeri 3 guru gurunya berkualitas dan juga didukung sarana yang memadai.

Jurusan Otomotif

Sementara itu secara terpisah Kepsek SMK Negeri 2 di Jalan Pumorow, Robin Kolowai SPd MPd kepada Sulutnews.com mengatakan untuk SMK Negeri 2 tahun ini siswa yang masuk belum sesuai qouta. Pihaknya berharap sama dengan jumlah siswa yang lulus baru baru ini 431 siswa. Namun yang terdaftar baru 300 lebih. "Saya optimis bisa bertambah lagi hinga waktu pembelajaran karena sering ada pindahan" katanya.

Menurut Kepsek tingal  beberapa beberapa jurusan saja yang banyak peminat. Seperti otomitif dan listrik. Yang lainnya sangat sedikit. Kepsek berharap kedepan SMK Negeri 2 bisa menjadi SMK Negeri yang bisa membuka jurusan lain seperti keperawatan dan jurusan lainnya.

Mengenai kualitas guru dan sarana pendukung sangat baik.Bahkan kedepan ada perbaikan beberapa bagunan praktek.

Pantauan Sulutnews.com Senin (11/7) pagi di SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 3 proses belajar mengajar sudah mulai termasuk siswa siswa baru sehinga cukup ramai. Sejumlah siswa baru namun engan menyebutian namanya mengatakan senang masuk SMK Negeri 3 jurusan tata boga." Ini pilihan saya" kata sejumlah siswa kepada Sulutnews.com.

Hal lain dikatakan Siswa baru SMK Negeri 2. Menurut salah satu siswa mereka memilih jurusan Otomotif karena sudah lama diinginkan" Jadi saya pilih jurusan Otomotif" kata salah satu siswa yang engan menyebutkan namanya.(/Fanny)