Pendidikan

Pendidikan (135)

Manado, Sulutnews.com - Kepsek SMP Negeri 2 Manado Meytha Wongkar S.Pd mengatakan, untuk menunjang proses Belajar Mengajar agar lancar aman dan nyaman, pihak pimpinan sekolah akan memperbaiki beberapa sarana dan prasarana penunjang baik ruang belajar, jaringan internet juga tanggul untuk mengantisipasi terjadi tanah longsor.

"Jadi perbaikan sarana dan prasarana itu penting agar proses blajar mengajar lancar”, kata  Kepsek Meytha Wongkar.

Dikatakan tahun lalu Pemerintah Kota Manado sudah membangun beberapa ruang kelas, namun kami masih mengusulkan ruang kelas baru dan perbaikan tangul dibelakang sekolah yang terkena longsor waktu lalu.

"Kami berharap kedepan akan lebih baik sekolahnya. Karena itu pihaknya terus bekerja 7keras memajukan sekolahnya dan berharap dukungan semua masyarakat" kata Kepsek Meytha.

Untuk jaringan internet sudah ada meski sering ada ganguan. Namun secara umum lancar.

Terkait proses pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) belajar disekolahnýa berjalan lancar, tidak ada masalah hinga selesai. IKM itu hal penting yang harus dilakukan sekolah agar kedepan lebih berkualitas dan siaap bersaing. Untuk SMP Negeri 2  Kata Meytha terus tingkatkan pelalayanan terutama kepada siswa dan guru guru. Kualitas guru kita tingkatkan agar lulusannya baik.

Untuk SMP Negeri 2 sudah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pelaksanaan  lancar dan  nyaman.(Fanny)

Manado,Sulutnews.com -  Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadis) Diknas Sulut dr Greace Punuh, M.Kes mengatakan, hasil evaluasi pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) belajar disemua SMA, SMK Negeri dan Swasta di Sulut berjalan lancar.

Hal tersebut dikatakan Kadis Diknas Sulut dr Greace Punuh M.Kes  kepada Sulutnews.com disela-sela acara HUT ke-31 SMA Negeri 9 Manado Jumat (23/9) pekan lalu. Kadis Diknas didampingi Kabid SMA Dr Sry Pasiak M.Pd dan Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Meydi Tungkagi MSi, sejumlah Kepsek SMA. Hadir ribuan siswa dan juga Guru guru serta Mantan Kepsek dan alumni SMA 9 Manado. SMA Negeri 9 merupakan SMA Akreditasi " A " Ungul di Sulut dengan siswa sekitar 2.000 lebih.

Menurut Kadis Diknas, IKM belajar itu merupakan program Kementrian Pendidikan sehinga semua sekolah harus ikut termasuk di Sulut. " Ini wajib karena IKM ini tujuannya baik demi peningkatan kualitas pendidikan secara nasional termasuk di Sulut" kata Greace Punuh.

Di Sulut IKM lancar karena semua sekolah sudah siap baik guru guru maupub sarana dan prasarana yang ada. Bahkan saat ini pembangunan sarana fisik sekolah terus dilakukan" Jadi kedepan IKM terus berjalan baik, katanya.

Terkait SMA Negeri 9 yang kualitasnya cukup baik. Kadis Greace mengatakan itu karena komitmen dan kerja keras dan kerjasama yang baik Kepsek dan Guru guru serta Komite sekolah dan semua pihak. Leadership Kepsek itu juga penting. Gaya kepemimpinan itu menentukan kualitas sekolah dan juga proses belajar mengajar itu tentunya baik sehinga lulusannya berkualitas.

Kerjasama

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Meydi Tungkagi MSi mengatakan kepada Sulutnews.com untuk sekolahnya IKM sudah berjalan lancar tidak ada masalah karena kami sudah siap dengan fasilitas dan jumlah guru yang memadai.

IKM ini baik karena lebih meningkatkan kualitas siswa kedepan.

Diusia ke-31 SMA Negeri 9 terus tingkatkan kualitas mengajar dengan baik. Karena itu siswa yang lulus setiap tahub berkualitas dan bisa melanjutkan ke berbagai Perguruan Tingi ( PT) negeri dan swasta yang terkemuka didalam dan luar negeri. Ia tidak menyangka sekolahnya mendapat julukan SMA dengan Akreditasi "A" Ungul dari Kementrian Pendidikan Nasional dan Ristek awal tahun ini." Saya tidak menyangka. Karena bagi kami proses belajar mengajar tetap dilakukan sesuai aturan dan kurikulum yang ada.

“Kerjasama yang baik merupakan modal keberhasilan sekolahnya”, ujar Kadis. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud) Kota Manado Dr Deasy Lumowa M.Pd mengatakan, meski sempat tergangu jaringan internet atau servernya dalam pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di 94 SMP Negeri dan Swasta di Kota Manado sejak Senin (19/9) hinga Kamis (22/9), pelaksanaan tetap lancar dan dipastikan bisa meraih nilai yang baik.

Hal tersebut dikakatan Deasy Lumowa kepada Sulutnews.com Rabu (21/9) saat memantau ANBK di SMP Swasta Garuda Di Kelurahan Calaca. Dalam peninjauan Kadis didampingi Pengawas Dikbud dan sejumlah staf serta Kepsek SMP Garuda Dra Meity Pandeleke serta Guru guru. Sebanyak 45 siswa SMP Garuda yang ikut ANBK. Kadis Dikbud dan tim lain baik Sekdikbud dan Kabid SMP terus memantau pelaksanaan ANBK

Menurut Lomowa ganguan server itu tidak diduga akan terjadi. Namun 94 SMP Negeri dan Swasta yang melaksanakan ANBK dalam laporannya bisa teratasi. Karena bisa dilakasanakan ANBK hinga beberapa sesi disaat Server sudah baik ANKB dilanjutkan" Jadi kita bersyukur berjalan baik dan hinga Kamis (22/9) bisa lancar lancar saja" kata Kadis.

Ia mengatakan dari pantauan dilapangan ANBK berjalan sesuai aturan. Ini karena sudah ada simulasi beberapa bulan lalu. Dan juga kesiapan sekolah didukung sarana dan prasarana yang memadai bersama guru guru dan opreter yang berkualitas. Untuk SMP Garuda meskipun sekolah swasta tapi ANBK berjalan baik.

Captiion : Kepsek SMP Advent Paal II Drs Teddy Lobot .M.Pd saat memantau ANBK dikelas.

Optimis Dapat Nilai Baik

Sementara itu Kepsek SMP Garuda Dra Meity Pandeleke kepada Sulutnews.com mengakui server atau jaringan sempat tergangu namun pihaknya berupaya perbaiki dan berjalan lancar ANBK hari pertama Rabu (21/9). Untuk hari Kedua Kamis (22/9) saya optimis bisa lancar. 45 siswa semua ikut dan tidak ada ijin sakit. Semua ikut dan pakai komputer milik sekolah." Kami sekolah swasta tapi bisa laksanakan ANBK" katanya.

Hal yang lain dikatakan Kepsek SMP Adent Paal II Manado Drs Teddy Lobot M.Pd kepada Sulutnews.com secara terpisah Rabu (21/9). Pihaknya sudah laksanakan ANBK pada tahab pertama Senin (19/9) hinga Selasa (20/9) lancar lancar saja. Karena opreter dan pihak sekolah sudah melakukan antisipasi bula ada ganguan server kami langsung lakukan stategi lain. Dan itu berhasil. Kepsek Teddy optimis 45 siswa yang ikut ANBK bisa meraih nilai hijau atau baik seperti tahun lalu kami meraih nilai hijau." Kami sudah latih dan melakukan mimbingan dan serta siswa belajar terus jadi kami optimis bisa hijau bukan merah" kata Teddy Lobot

Begitu juga dengan Kepsek SMP Advent Kairagi Ibu Jois Palit S.Pd. Kepada Sulutnews.com Rabu (21/9). 45 siswa sudah ikut ANBK tahap pertama Senin (19/9) hinga Selasa(20/9) berjalan lancar meski ada ganguan server pada awal pelaksanaan. Dengan ANBK saat ini Kepsek optimis siswanya akan mendapat nilai yang baik.

Sementara Kepsek SMP Negeri 2 Manado Meitha Wobgkar S.Pd dan Kepsek SMP Negeri 8 Manado Ronald Nayoan SPd.MPd kepada Sulutnews com Rabu (21/9) mengatakan sekolah mereka ikut ANBK tahap dua Rabu (21/9) hinga Kamis (22/9). Mereka sempat ada ganguan server pada awal ANBK. Namun pada  sesi terakhir sudah lancar" Jadi ada ganguan hanya beberapa menit saja sudah lancar" kata Meitha Wongkar .45 siswa yang ikut mereka hasil pilihan jadi dipastikan akan mendapat nilai baik.

Hal sama dikatakan Ronald Nayoan. 45 siswa di SMP Negeri 8 yang ikut ANBK itu pilihan yang dipastikan akan mendapat nilai yang baik. Sedangkan Kepsek SMP Advent di Sario Jefri Tumimomor SPd secara terpisah kepada Sulutnews.com Rabu (21/9) mengatakan pihaknya hanya pakai pulsa data lewat henphon siswa ditahap pertama ANBK. Pihaknya  optimis 45 siswa yang ikut bisa mendapat nilai yang baik. Bahkan Kadis Dikbud Deasy Lumowa sempat memantau langsung disekolah. Menurut Kepsek Kadis banga dengan pelaksanaan ANBK disekolahnya (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pelaksanaan acara puncak HUT ke- 62 SMA Negeri I Manado Jumat (16/9) berlangsung meriah.

Hadir Kepsek Jemmy Jeremias S.Pd , Kabid SMA Diknas Sulut Dr Sry Pasiak M.Pd, ribuan siswa dan orang tua serta guru guru dan alumni baik guru dan siswa bahkan mantan Kepsek.

Kepsek SMA Negeri 1 Jemmy Jeremias S.Pd kepada Sulutnews.com mengatakan, SMA Negeri 1 Manado diusia yang ke- 62 sudah meluluskan ribuan orang dan banyak yang berhasil dalam pekerjaan karena kualitas baik.

Lulusan SMA Negeri 1 banyak yang sukses dan berhasil baik menjadi pengusaha pejabat pemerinta guru atau dosen menjadi TNI dan Polri serta berbagai keberhasilan karena berkualitas. " Karena masa lalu Sekolah ini berkualitas maka kedepan kita tingkatkan kualitas juga" kata Jemmy Jeremias.

Ia mengatakan kualitas bukan hanya dalam bidang mata pelajaran namun bidang olahraga dan seni budaya serta bakat bakat lainnya.Sekolahnya kita benahi terutama sarana dan prasarana serta pembenahan kualitas guru guru.

" Saya optimis SMA Negeri I Manado akan berjaya lagi seperti yang lalu selalu ungul" katanya. Dalam rangka HUT ke-62 banyak rangkaian acara baik olahraga Basket dan berbagai kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan pekan lalu. Acara HUT diakhiri dengan makan bersama alumni dan guru guru. Saat ini jumlah siswa sekitar .1.800 lebih dan jumlah guru terus ditambah sesuai kebutuhan. (Fanny)

Manado,Sulutnews.com – Ancaman bagi keberlangsungan pendidikan, pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) mendapat penolakan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah 16B Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang  disuarakan langsung oleh Ketua Dr.Debby Rende, SE,M.Si, bersama Sekretaris APTISI Sulut Rosdiana Simbolon, SE M.Si, di Manado, Kamis 22 September 2022.

Menurutnya Debby Rende, keberadaan RUU Sisdiknas merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesia.. RUU Sisdiknas yang disusun oleh Kemdikbud Ristek, akan dibuat dalam bentuk omnibus law karena menggabungkan UU No.20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi.

"APTISI Sulut menolak keras pengesahan RUU Sisdiknas karena menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan pendidikan di Indonesia," ujarnya.

Debby Rende menyoroti beberapa poin dalam RUU ini. Di antaranya penghapusan Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen. Penghapusan itu akan memasukkan guru dan dosen negeri ke dalam UU ASN, sedangkan guru dan dosen swasta masuk UU Ketenagakerjaan.

Ia menilai dimasukkanya guru dan dosen ke UU ASN dan UU Ketenagakerjaan adalah pelecehan terhadap profesi guru dan dosen.

"Dengan pemberlakuan UU Sisdiknas yang baru nantinya, guru dan dosen bukan lagi profesi, tapi menjadi karyawan atau buruh dan ini sangat melecehkan profesi guru dan dosen," katanya

Debby Rende menyerukan semua pihak untuk menghentikan pengesahan RUU Sisdiknas yang dalam prosesnya tidak transparan dan minim partisipasi publik.

"Kami akan fokus untuk menghentikan pengesahan RUU ini. Tidak ada kata lain, kita harus melawan," tegasnya.

Rosdiana Simbolon juga memprotes tidak adanya lagi pendidikan gratis bagi anak-anak, karena ini melawan konstitusi.

Ia menyayangkan tidak dihargainya sama sekali peran lembaga pendidikan swasta selama ini, terutama pada saat penerimaan peserta didik baru.

"Ini sama saja dengan menutup ruang bagi swasta untuk terus melanjutkan kiprahnya mengabdi untuk negeri," katanya

Sebagai informasi, saat ini pemerintah sudah mengusulkan RUU Sisdiknas masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas pada 2023 mendatang.

RUU Sisdiknas usulan pemerintah ini akan mengintegrasikan dan sekaligus mencabut tiga undang-undang terkait pendidikan, sehingga menuai protes keras dari kalangan guru dan dosen.(*/Yayuk)

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah Kepsek SMP Negeri di Kota Manado optimis pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer ( ANBK) disekolahnya Senin (19/9) hinga Selasa (20/9) akan berjalan lancar.

Hal tersebut dikatakan Kepsek SMP Negeri 11 Saul Enock SPd, Kepsek SMP Negeri I Drs Salm6on Rosang MPd dan Kepsek SMP Negeri 7 Syeny Waworuntu SPd. Mereka dimintai keterangan Sulutnews.com secara terpisah Senin (19/9) terkait pelaksanaan ANBK disejumlah SMP Negeri dan Swasta tahap pertama Senin (19/9) dan Selasa (20/9). Tahap dua Rabu ( 21/9) dan Kamis (22/9). Pelaksanaan ANBK dibuka Walikota Manado Andrei Angouw di SMP Negeri I Manado Senin (19/9) didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Dr Deasy Lumowa MPd dan Kepsek SMP Negeri 1 Drs Salmon Rosang MPd.

Menurut Saul Enock sekitar 45 siswa kelas VIII yang ikut ANBK dengan tiga sesi.Ia mengatakan saat pelaksanaan sempat ada masalah jaringan namun hinga selesai tidak ada masalah dihari pertama. ANBK di SMP Negeri 11 sempat dipantau Kadis Pendikan dan Kebudayaan Kota Manado Dr Deasy Lumowa. Sementara Syeny Waworuntu mengatakan di SMP Negeri 7 sekitar 45 siswa kelas VIII yang ikut ANBK dan semua ikut dihari pertama. Tidak ada masalah dalam pelaksanaan ANBK dan Kepsek optimis hinga hari kedua akan lancar. Sedangkan Kepsek SMP Negeri 1 Manado Salmon Rosang mengatakan untuk sekolahnya tidak ada masalah. ANBK berjalan lancar dan dibuka langsung Walikota Manado." Saya optmis lancar apalagi dibuka Walikota Manado" kata Rosang.

Kualitas Pendidikan

Sementara itu Walikota Manado Andrei Angouw Senin (19/9) membuka pelaksanaan ANBK di SMP Negeri 1 Manado. Dalam sambutannya Walikota mengatakan A NBK saat ini penting untuk melihat kemampuan dan kualitas siswa. Ia mengatakan kualitas pendidikan itu penting. Walikota optimis dengan ANBK akan meningkat kualitas pendidikan di Kota Manado kedepan.

Sementara Kadis Dikbud Kota Manado Dr Deasy Lumowa MPd mengatakan ANBK saat ini  merupakan program kementrian Dikbud dan Ristek untuk melihat kemampuan siswa. " Jadi semua SMP Ikut dan akan berlangsung hinga Kamis (22/9)" katanya.  Saat memantau ANBK di SMP Negeri 11 di Sumompo Kecamatan Tuminting Kadis Dikbud Deasy Lumowa optimis akan lancar ANBK termasuk di SMP Negeri 11. " Saya lihat baik persiapan di SMP Negeri 11" kata Lumowa. Sesuai data sekitar puluhan SMP Negeri dan Swasta di Kota Manado laksanakan ANBK namun dibagi  dua tahap yakni tahap pertama Senin (19/9) hinga Selasa (20/9). Tahap dua Rabu (21/9) dan Kamis (22/9).(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pelaksanaan acara puncak HUT ke- 62 SMA Negeri I Manado Jumat (16/9) berlangsung meriah.

Hadir Kepsek Jemmy Jeremias S.Pd , Kabid SMA Diknas Sulut Dr Sry Pasiak M.Pd, ribuan siswa dan orang tua serta guru guru dan alumni baik guru dan siswa bahkan mantan Kepsek.

Kepsek SMA Negeri 1 Jemmy Jeremias S.Pd kepada Sulutnews.com mengatakan, SMA Negeri 1 Manado diusia yang ke- 62 sudah meluluskan ribuan orang dan banyak yang berhasil dalam pekerjaan karena kualitas baik.

Lulusan SMA Negeri 1 banyak yang sukses dan berhasil baik menjadi pengusaha pejabat pemerinta guru atau dosen menjadi TNI dan Polri serta berbagai keberhasilan karena berkualitas. "Karena masa lalu Sekolah ini berkualitas maka kedepan kita tingkatkan kualitas juga" kata Jemmy Jeremias.

Ia mengatakan kualitas bukan hanya dalam bidang mata pelajaran namun bidang olahraga dan seni budaya serta bakat bakat lainnya.Sekolahnya kita benahi terutama sarana dan prasarana serta pembenahan kualitas guru guru.

"Saya optimis SMA Negeri I Manado akan berjaya lagi seperti yang lalu selalu ungul" katanya. Dalam rangka HUT ke-62 banyak rangkaian acara baik olahraga Basket dan berbagai kegiatan lainnya yang telah dilaksanakan pekan lalu. Acara HUT diakhiri dengan makan bersama alumni dan guru guru. Saat ini jumlah siswa sekitar .1.800 lebih dan jumlah guru terus ditambah sesuai kebutuhan. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Manado digelar sejak 12 September 2022

Ratusan pelajar kelas 8 SMP menjadi peserta ANBK 2022,  demikian tulis Kepala Bidang Pembinaan SMP Diknas Manado Grace Sondakh, Rabu pagi (14/9) melalui whatshapp.

Sejak tahun pertama peluncuran 2021, ANBK kali kedua ini dilaksanakan dengan melibatkan lembaga pendidikan 92 SMP, kecuali SMPN 16 Manado yang tidak memiliki peserta didik kelas 8 sebagai syarat kesertaan, tambah Kabid Grace Sondakh.

Hasil amatan media di lokasi, Pelaksanaan ANBK 2022 ini ikut dipantau Kepala Dinas Pendidikan Nasional Manado Deisy Lumowa,Spd,Mpd dan para Kepala Sekolah (Kepsek) penyelenggara ANBK.

Ditemui sebelum berlangsungnya ANBK, Kepsek SMPN 7 Manado Senny Waworuntu,Spd,Mpd mengatakan ada 40 lebih siswa kelas 8 yang mengikuti. "Tahun ini ada 40 anak jadi peserta ANBK SMPN 7 Manado," katanya singkat.

Ia berharap tahun depan siswa yang mengikuti ANBK akan lebih siap sebagai peserta didik kelas 9, mahir menggunakan teknologi komputer di Ujian Akhir Sekolah.

Pelaksanaan berlangsung aman dan kondusif. Tidak ada peserta didik yang melanggar protap kesehatan bahkan tak ada yang jatuh sakit. Jumlah peserta bertambah tetapi terjadi penurunan penerapan social distancing (jaga jarak)antar peserta dengan yang lainnya selama pelaksanaan kegiatan ANBK 2022 tersebut. (yuk)

Bitung, Sulutnews.com - Pelaksanaan kurikulum merdeka belajar disejumlah sekolah SMP, SMA dan SMK di Kota Bitung berjalan lancar karena guru guru sudah ikut pelatihan dan didukung sarana yang memadai.

Hal tersebut dikatakan Kepsek SMP Negeri 2 Kota Bitung Tommy Paat SPd, Kepsek SMP Negeri 1 Kota Bitung Bastian Lungingi SPd serta Kepsek SMK Negeri II Bitung Meryati Taengetang SPd dan Kepsek SMA Negeri I Kota Bitung  Syane Buisang SPd kepada Sulutnews.com Kamis (8/9) secara terpisah.

Menurut Kepsek Tommy Paat .SMP Negeri II yang dia pimpin sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar tanpa hambatan meskipun cukup banyak siswa baru. Ia mengatakan guru guru sudah ikut pelatihan sehinga berjalan lancar dan baik. Begitu juga dikatakan Kepsek SMP Negeri 1 Bastian Langingi .Menurutnya kurikulum merdeka belajar memang wajib dilakukan dan sekolahnya berjalan lancar sejak pelaksanaan merdeka belajar. Sementara itu Kepsek SMK Negeri II Meryati Taengetang SPd mengatakan sekolahnya sudah dua tahun melaksanakan kurikulum merdeka belajar.Sebagai sekolah pengerak dan pusat ungulan hasil evaluasi berjalan lancar pelaksanaan merdeka blajar. Hal lain dikatakan Kepsek SMA Negeri I Bitung Syane Buisang SPd.Untuk SMA Negeri I Bitung sebagai sekolah pengerak sudah dari 2021 melaksanakan kurikulum merdeka belajar. Dari evaluasi berjalan lancar karena guru guru sudah ikut pelatihan sehinga tidak ada masalah.

Kepsek optimis sekolahnya akan sukses dan kualitas lulusannya baik dan siap bersaing nanti. Kepsek SMK Negeri II Bitung Meryati menambahkan berbagai sarana dan prasarana terus dibenahi disekolahnya dengan siswa sekitar 2.000 lebih. Sebagai SMK terbesar di Kota Bitung Kepsek optimis siswanya siap bekerja bila lulus dan tidak akan kalah bersaing dengan siswa lain. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Bidang ( Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud) Kota Manado Greace Sondakh S.Pd.M.Pd  mengatakan semua sekolah SMP baik negeri dan swasta di Kota Manado sudah siap lakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) tahun depan.

Hal tersebut dikatakan Kabid SMP Greace Sondakh kepada Sulutnews.com disela sela memantau persiapan UNBK di SMP Negeri 7 Teling baru baru ini.

Dalam kunjungan tersebut Kabid didampingi staf dan Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syeny Waworuntu S.Pd.M.Pd dan sejumlah guru guru. SMP Negeri 7 memiliki sisw sekitar 1.000 lebih.

Menurut Greace Sondakh dari pantauan dilapangan semua SMP Negeri dan Swasta sudah siap. Memang sebelumnya sulit dilakukan karena ada Pandemi Covid 19. Tapi tahun depan kita optimis bisa dilakukan karena mulai redah Pandemi Covid 19.

Dikatakan siswa kelas IX yang ada saat ini sudah ikut pelatihan atau simulai dan tidak ada  masalah. Bahkan siswa siswa kelas VIII juga sudah ikut simulasi atau pelatihan agar dua tahhn depan sudah siap.

Mengensi sarana dan prasarana pendukung baik itu komputer dan jaringan internet dan ruang kelas sudah tidak ada masalah.

Sementara sementara itu Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu S.Pd.M.Pd kepada Sulutnews.com meengatakan sekolahnya sudah siap untuk melaksanakan UNBK tahun depan." Sekolah kami sudah siap, kata Kepsek. Siswa siswa sudah ikut pelatihan dan simulasi tidak ada masalah. Hal yang sama dikatakan Kepsek SMP Negeri 8 Malalayang Ronald Nayoan S.Pd.M.Pd secara terpisah kepada Sulutnews.com.Semua siswa kelas IX sudah ikut pelatihan dan didukung sarana dan prasarana yang memadai. Jadi bagi sekolahnya tidak ada hambatan dengan jumlah siswa kelas IX sekitar 450 lebih.

Sementara Kepsek SMP Negeri 4 Karombasan Dr Alwin Palit .S.Pd.M.Pd kepada Sulutnews.com mengatakan sekolahnya sudah lakukan UNBK tahun ini dan sangat baik sangat efisien dan efektif dan hasil evaluasi siswa dan guru guru senang. Menurutnya UNBK itu berjalan baik karena sarana pendukung memadai" Jadi kami siapkan semua komputer ataupun leptop yang berkualitas" katanya.

Sejumlah siswa SMP Negeri 7 dan 8 serta SMP Negeri 4 yang ditemui Sulutnews.com menyatakan siap ikut UNBK" Saya sudah siap tahun depan" kata Siswa siswa  SMP Negeri 7 dan 8 namun engan menyebutkan namanya. Hal yang sama dikatakan Siswa di SMP Negeri 4 kelas IX. (Fanny)