Pendidikan

Pendidikan (19)

Manado, SulutNews.com-Sebanyak 400 siswa SMA/SMK berprestasi se Sulut, Senin (26/2) dijadwalkan sudah mulai menerima beasiswa di Bank SulutGo.

"Penyaluran bantuan beasiswa itu sudah dimulai hari Senin 26 Pebruari di Bank SulutGo Jln Sarapung Manado. Diharapkan siswa segera menikmatinya," ujar Kabag Dikmenti Diknas Sulut, Artur Tumipa di Manado, Rabu (28/2).

Ia menjelaskan, bantuan pendidikan diberikan bagi siswa yang tidak mampu namun berprestasi di SMA dan SMK  dengan dibuktikan hasil pendataan kepala sekolah. Saat ini Pemerintah Profinsi Sulut bersama Diknas Sulut memang telah menganggarkan dana beasiswa dari APBD sejak tahun 2017 lalu, ujarnya.

Manager umum Bank SulutGo Revino Senewe saat ditemui sulutnews.com di ruang kerjanya, menerangkan telah melakukan proses transer kepada siswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa sekolah sejak hari Senin. Siswa harus memiliki rekening Bank SulutGo terdekat di masing masing sekolahnya.

Setiap siswa menerima Rp.2,4 jt. proses transer uang berlangsung berdasarkan hasil data terbaru yang dimasukan sekolah, jika baik maka proses transer segera dilakukan hanya butuh waktu satu hati, katanya.(yy)

Manado, sulutnews.com-Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado Samuel Layuck. SKM. Msi, Melalui humas Rommy Watuseke ditemui di ruang kerjanya mengatakan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado mempunyai 7 jurusan 11 program studi, yang 4 program S1 yaitu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan serta Gisi. Sedangkan D3 Farmasi, Analis Kesehatan serta Keperawatan Gigi.

Secara keseluruhan dari 7 jurusan, 11 program studi sudah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional(BAN), Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan serta institusi interen Poltekes Kemenkes Manado. 10 Program studi terakreditasi B sedangkan 1 Analis Kesehatan Akreditasi A, 10 program studi teragreritas B itu sudah bagus. Kami juga akan berusaha ke semua program studi akan terakreditasi A  2018.

Rommy juga yakinkan Poltekes Kemenkes Manado selesai menempuh program studi sudah siap kerja, Karena 60 persen praktek lapangan sedangkan 40 persen teori, tidak seperti Unsrat 60 persen teori, 40 persen praktek lapangan.

Watuseke mengharapkan Politeknik Kesehatan Kememkes Manado, Menjadi baro meter institusi fokasional terbaik di Indonesia Timur, ini menjadi kebanggaan Kota Manado khususnya pada umumnya Propinsi Sulawesi Utara.

Dengan mutu pendidikan yang di buat oleh Poltekes Kemenkes Manado mendapat pengakuan oleh BAN, Lembaga Akreditasi Perguruan Tinggi Kesehatan serta Institusi Interen, Juga menerima penghargaan ISO 9000 tahun 2008 IWA 2 serta ISO 9001 IWA 2 Bidang Pendidikan. Kami juga akan membuka progaram baru Ners, Fonkes serta Keperawatan Anastesi, ini Profesi Keperawatan. Poltekes Kemenkes Manado akan menjadi Badan Layanan Umum dari 13 Daerah Poltekes kemenkes Manado salah satu. tuturnya (mansur)

Manado, sulutnews.com-Dengan adanya perkembangan Teknologi ITE sekarang ini mau tidak mau kita harus siap, Kementerian pendidikan Nasoinal menganjurkan pelaksanaan ujian  Nasional 2018 ini harus berbasis komputer.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Manado Sulawesi Utara Grace Lowing di Ruang kerjanya mengatakan kepada wartawan  pelaksananan ujian Nasional yang berbasis komputer kami sudah siap walau masih kurang peralatan terutama komputer.  Di mana komputer yang ada pada Sekolah 50 buah,  kita akan berusaha menambah memimjam pada murid  yang mempunyai laptop sebanyak 50 unit, tentu mereka murid akan meminjamkan, katanya. 

Masih dari kepala sekolah Grace  peserta ujian nasional sesuai data peserta didk ( Dapodik) Kementrian pendikan sebanyak 370 peserta. Ini sudah berkurang  dikarenakan di keluarkan ( di pindakan )  ke sekolah lain    karena mereka pelanggaran berat yang tidak bisa lagi kami binana,  pelanggaran mereka tawuran antara sekalah. Dan ini kami sudah panggil orang tua mereka ( murid ) tersebut  dan bicara untuk memindahkan yang terlibat tawuran dan sudah kesepakatan orang tua bersama sekolah. 

pelaksana ujian  berbasis komputer akan kami bagikan 3 shif di karenakan sesuai komputer yang ada,  ia juga meminta pada guru-guru untuk persipan ujian nanti lebih giat menambah (Extra ) jam belajar, pengayaan di luar jam belajar  supaya bisa mempertahan capain hasil tahun lalu, nilai standard yang diberikan oleh kementerian pendikan nasional,  Lebih tinggi bahkan tertinggi tingkat nasional,  di mana sekolah kami bisa di perhitungan tingkat nasional, Lowing menambahkan.(Mansur)

Minsel, Sulutnews.com - Dana Sertifikasi Guru dengan anggaran kurang lebih 13 miliar, memasuki tahap triwulan ke dua. Dimana sedikitnya 1200-lebih guru sudah menerima dana tersebut sesuai dengan SK Dirjen yang di keluarkan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan DR. Fietber Raco. M,Pd. M,Si kepada media ini, Rabu 08/11/2017 mengatakan sesuai dengan SK Dirjen, telah melakukan pembayaran sertifikasi guru untuk triwulan dua.

”Jadi untuk pembayaran Dana sertifikasi guru, yang kurang lebih 1200-san guru, saya mengharapkan agar bisa di pergunakan semestinya, seperti beli Laptop dan sarana pendukung lainnya, untuk menunjang akan proses administrasi sesuai dengan profesi Guru Sertifikasi, jangan di pergunakan hal-hal yang tidak penting”, ujar Raco.

Lanjutnya, adapun pembayaran dana sertifikasi untuk triwulan 3 dan 4, terlebih triwulan 3 rencananya akan di bayar pada minggu depan di sesuaikan SK Dirjen.

”Untuk itu bagi Guru-guru Sertifikasi agar melakukan tugas dan fungsi sebagai Guru yang profesional, karena pembayaran triwulan 3 ini jika kedapatan sebagian guru belum membeli akan kebutuhan penunjang seperti laptop dan lain-lain, maka Dana tersebut tidak bisa di bayarkan, untuk itu diharapkan agar pergunakan Dana tersebut sebagai bahan penunjang dalam melengkapi sebagai Guru Profesional”, tutupnya.(Ferrowaney)

Tomohon, Sulutnews.com - Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) melaksanakan sosialisasi agenda ilmu pengetahuan Indonesia 2045, merupakan agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia 2045 (SAINS45) sebuah dokumen hidup yang berisi buah pikiran dari 17 orang (representasi tanggal kemerdekaan) ilmuwan Indonesia yang dikelompokkan ke dalam 8 gugus pertanyaan (representasi bulan kemerdekaan Indonesia) dan dijabarkan menjadi 45 (representasi tahun kemerdekaan), Senin 2 Oktober 2017.

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) adalah organisasi para ilmuwan muda Indonesia bereputasi internasional yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI, yang didirikan dengan Undang-Undang No 8 Tahun 1990). ALMI dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 2016. Saat ini ALMI beranggotakan 40 orang.

Acara sosialisasi dikemas dalam acara yang bertajuk Scientist Goes to School: North Sulawesi Chapter ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan budaya ilmiah pada komunitas akademik khususnya sekolah-sekolah menengah tingkat atas. SMU Santo Nikolaus, Tomohon dipilih menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang diikuti oleh sekitar 400 orang siswa dan 60 orang guru dari 10 Sekolah di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa dan Kota Manado.  North Sulawesi Chapter terlaksana atas kerjasama yang baik antara ALMI dengan Yayasan Pendidikan Lokon, Universitas Gadjah Mada, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa.

Sosialisasi dilaksanakan oleh salah seorang penulis SAINS45 Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D yang merupakan anggota Komisi Ilmu Rekayasa ALMI dan pakar geologi panas bumi Indonesia yang telah lama berkarya di Sulawesi Utara. Pri Utami didampingi oleh Aldina Yebelanny, mahasiswi berprestasi dari Fakultas Ilmu Budaya Universtas Gadjah Mada yang turut memotivasi pelajar-pelajar yang mengikuti acara ini untuk selalu mengedepankan perilaku ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang dikemas secara interaktif ini dimeriahkan dengan penampilan brass band SMU Santo Nikolaus dan Kolintang SMP Santo Nikolaus, serta pameran sains karya guru dan siswa.

Gugus pertanyaan ilmiah inspiratif yang diangkat meliputi (1) Identitas, keragaman dan budaya (2) Kepulauan, kelautan dan sumber daya hayati (3) Kehidupan, kesehatan dan nutrisi (4) Air, pangan dan energi (5) Bumi, iklim dan alam semesta (6) Bencana dan ketahanan masyarakat terhadap bencana (7) Material dan sains komputasi (8) Ekonomi, masyarakat dan tatakelola, tegas Pri Utami.

Dari kegiatan ini diharapkan agar generasi muda menyadari pentingnya ilmu pengetahuan dalam membawa bangsa Indonesia menyongsong satu abad kemerdekaannya menjadi bangsa yang mandiri, berda yasaing, dan disegani dalam percaturan dunia. Bila pelajar-pelajar ini sekarang berusia sekitar 12 – 17 tahun maka di tahun 2045 mereka akan berusia sekitar 40 – 45 tahun,  suatu usia prima sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan di segala bidang. Sehingga, dengan kesadaran akan budaya ilmiah yang tertanam sejak dini generasi ini akan mampu mengedepankan ilmu pengetahuan dalam menahkodai perjalanan bangsa.

Scientist Goes to Schools telah dilaksanakan di berbagai penjuru Nusantara oleh anggota-anggota ALMI yang lain. Pri Utami yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Universitas Gadjah Mada dan dosen tamu diUniversity of Auckland, New Zealand dan di United Nations University, Jepang, mendapat kesempatan melaksanakannya di Maluku, Sulawesi Utara, dan Jawa. Pri mengaku bahwa di masaremaja ia mulai menemukan jalan hidupnya ilmuwati berkat sebuah buku yang berjudul “Exploring Earth Science”, serta sebuah kalender tua bergambar fenomena-fenomena geologi, peninggalan dari ayahandanya yang pernah mengabdi di KawasanTimur Indonesia.