Workshop Panas Bumi Sebagai Muatan Lokal Tingkat SLTA Se-Sulut

Written by  Aug 06, 2018

Tomohon, Sulutnews.com - Pada hari Senin tanggal 6 Agustus bertempat di SMA Negeri 1 Tomohon sekitar 60 orang guru yang dipilih oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara mengikuti Workshop Panas Bumi Sebagai Muatan Lokal Untuk Siswa SLTA. Workshop ini terselenggara atas kerjasama antara Universitas Gadjah Mada dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang tanggap akan potensi sumber daya alam daerah.

Seperti kita ketahui bahwa Sulawesi Utara merupakan Provinsi yang paling banyak menggunakan panas bumi sebagai sumber energi bersih dan terbarukan dalam menopang kebutuhan listriknya. Alam pegunungan volkanik Sulawesi Utara yang ditandai dengan banyaknya manifestasi panas bumi, serta adanya proses pemanfaatan sumber energi ini untuk pembangkit listrik dan untuk pemanfaatan langsung, seharusnya menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Kegiatan ini telah diawali pada tahun 2015 dengan pengenalan tentang energi panas bumi untuk para guru, dilanjutkan dengan penyususnan bahan ajar dan buku panduan oleh tim UGM. Kemudian pada tahun 2016 dilakukan penjaringan masukan dari para guru tentang silabus, isi dan bobot materi, serta proses pembelajaran.  Pada workshop kali ini telah diserahkan buku ajar untuk siswa dan slide panduan mengajar untuk para guru. Dalam arahannya Kepala Dinas Pendidikan Cabang Tomohon dan Minahasa Melinda Mamesakh, S.Pd., mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Gadjah Mada atas kepeduliannya terhadap pendidikan tingkat lanjutan atas di Sulawesi Utara.

Kepala SMA Negeri 1 Tomohon Dra. Meytha J. Tambengin, M.M., menyampaikan kegembiraannya menjadi tuan rumah bagi kegiatan ini dan memacu semangat para peserta workshop agar mampu melakukan pengajaran panas bumi di tengah keragaman kesiapan yang dimiliki oleh tiap-tiap sekolah.

Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi UGM yang juga merupakan ketua tim penyusun buku mulok panas bumi, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa Provinsi Sulawesi akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang akan memberikan pembekalan panas bumi pada siswa tingkat SLTA. Pri Utami, peneliti panas bumi yang telah lama berbakti di bumi Nyiur Melambai ini juga  memotivasi para guru untuk kreatif dalam menyampaikan pengajarannya, dengan banyak mengambil contoh-contoh yang ada alam Sulawesi Utara. Sekolah-sekolah juga disarankan untuk melakukan kunjungan-kunjungan langsung di lapangan dengan bekerjasama dengan para praktisi industri panas bumi serta operator lokasi-lokasi pariwisata di daerah ini.

Tim peneliti panas bumi yang turut hadir sebagai nara sumber yaitu Dr. Khasani dan Dr. Indra Perdana memaparkan bahwa teknologi informasi yang kian maju dan mudah diakses oleh guru dan siswa juga harus dimanfaatkan dalam mencari bahan-bahan pengetahuan kepanasbumian dan ilmu-ilmu yang terkait. Sementara itu para guru dan Kepala Sekolah yang hadir mengharapkan agar Pemerintah Provinsi segera memberikan petunjuk pelaksanaan pengajaran muatan lokal panas bumi dan memberikan fasilitasi pendalaman materi bagi para guru. Para guru mengharapkan adanya pelatihan-pelatihan lanjutan oleh UGM dan dukungan dari Pemerintah Daerah untuk memantapkan pelaksanaan mulok panas bumi ini.

Pada akhir workshop mulok dipaparkan presentasi oleh Dr. Khasani tentang Universitas Gadjah Mada serta skema-skema penerimaan mahasiswa baru di UGM yang semuanya bersifat transparan. Diharapkan agar ke depan banyak putra-putri asal Sulawesi Utara dapat menempuh pendidikan tinggi di universitas tertua di Indonesia yang kini juga telah dinobatkan menjadi salah satu universitas papan atas dunia. Motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi juga telah disampaikan oleh mahasiswa UGM kepada sekolah-sekolah yang mereka ajak bermitra dalam pelaksanaan kegiatan KKN bertema panas bumi di wilayah Tomohon dan Minahasa yang telah berlangsung sejak tahun 2015.(/Merson Simbolon)

 

Last modified on Monday, 06 August 2018 11:15