Ban Liow Menilai UU No 14 Tentang Guru Dan Dosen Sudah Saatnya Dirubah

Written by  Prise Jul 26, 2018

Tomohon, Sulutnews.com - Kamis 26 Juli 2018, Mantan Dosen ITM (institud Teknologi Minaesa) dan Unima Tondano (Universitas Manado). yang juga sebagai anggota DPD RI Ir.Stefanus Ban Liow cenderung menilai bahwa UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan Dosen sudah saatnya di rubah dan di ganti.

SBANL (Stefanus Berty Arnicotje Nicolass Liow) sapaan akrabnya senator dari provinnsi sulut komite III yang juga membidangi pendidikan sekaligus ketua komisi P/KB sinode GMIM periode 2014-2018 ini mengatakan bahwa perubahan/penggantian ini sementara menjadi inisiasi DPD RI.

Oleh karena itu dengan menjadi tujuannya untuk  menyelesaikan permasalahan yang teridentifikasi didalam pasal-pasal ambigu dan merumuskan norma-norma ideal dari UU tersebut.

SBANL juga mengatakan bahwa kegunaan perubahan/penggantian untuk memberikan kepastian hukum dalam memenuhi kebutuhan yang berimbang bagi guru dan dosen dalam hak dan kewajiban konstitusional mencerdaskan kehidupan bangsa.

SBANL mengidentifikasi juga banyak permasalan yang terkait dengan guru dan dosen seperti rendahnya kualitas akademik/kompetensi guru dan dosen,  kesejahteraan guru dan dosen, perlindungan profesi guru dan dosen, pembayaran tunjangan yang belum melekat dengan gaji, keilmuan profesi guru dan dosen belum sepenuhnya diakui, guru-guru non formal belum mendapatkan pengakuan, sertifikasi guru dan dosen dalam jabatan belum dilaksanakan secara otomatis, perhatian kepada guru yang mengabdi dipedalaman dan pelosok, keseimbangan perhatian kepada guru dan dosen swasta termasuk status guru honorer.(/Prise)

Last modified on Sunday, 29 July 2018 01:11