. Pri Utami, M.Sc., Ph.D . Pri Utami, M.Sc., Ph.D

ALMI Melaksanakan Sisialisasi Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia 2045

Written by  Oct 02, 2017

Tomohon, Sulutnews.com - Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) melaksanakan sosialisasi agenda ilmu pengetahuan Indonesia 2045, merupakan agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia 2045 (SAINS45) sebuah dokumen hidup yang berisi buah pikiran dari 17 orang (representasi tanggal kemerdekaan) ilmuwan Indonesia yang dikelompokkan ke dalam 8 gugus pertanyaan (representasi bulan kemerdekaan Indonesia) dan dijabarkan menjadi 45 (representasi tahun kemerdekaan), Senin 2 Oktober 2017.

Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) adalah organisasi para ilmuwan muda Indonesia bereputasi internasional yang dinaungi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI, yang didirikan dengan Undang-Undang No 8 Tahun 1990). ALMI dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 2016. Saat ini ALMI beranggotakan 40 orang.

Acara sosialisasi dikemas dalam acara yang bertajuk Scientist Goes to School: North Sulawesi Chapter ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan budaya ilmiah pada komunitas akademik khususnya sekolah-sekolah menengah tingkat atas. SMU Santo Nikolaus, Tomohon dipilih menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang diikuti oleh sekitar 400 orang siswa dan 60 orang guru dari 10 Sekolah di Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa dan Kota Manado.  North Sulawesi Chapter terlaksana atas kerjasama yang baik antara ALMI dengan Yayasan Pendidikan Lokon, Universitas Gadjah Mada, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Kota Tomohon, dan Kabupaten Minahasa.

Sosialisasi dilaksanakan oleh salah seorang penulis SAINS45 Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D yang merupakan anggota Komisi Ilmu Rekayasa ALMI dan pakar geologi panas bumi Indonesia yang telah lama berkarya di Sulawesi Utara. Pri Utami didampingi oleh Aldina Yebelanny, mahasiswi berprestasi dari Fakultas Ilmu Budaya Universtas Gadjah Mada yang turut memotivasi pelajar-pelajar yang mengikuti acara ini untuk selalu mengedepankan perilaku ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang dikemas secara interaktif ini dimeriahkan dengan penampilan brass band SMU Santo Nikolaus dan Kolintang SMP Santo Nikolaus, serta pameran sains karya guru dan siswa.

Gugus pertanyaan ilmiah inspiratif yang diangkat meliputi (1) Identitas, keragaman dan budaya (2) Kepulauan, kelautan dan sumber daya hayati (3) Kehidupan, kesehatan dan nutrisi (4) Air, pangan dan energi (5) Bumi, iklim dan alam semesta (6) Bencana dan ketahanan masyarakat terhadap bencana (7) Material dan sains komputasi (8) Ekonomi, masyarakat dan tatakelola, tegas Pri Utami.

Dari kegiatan ini diharapkan agar generasi muda menyadari pentingnya ilmu pengetahuan dalam membawa bangsa Indonesia menyongsong satu abad kemerdekaannya menjadi bangsa yang mandiri, berda yasaing, dan disegani dalam percaturan dunia. Bila pelajar-pelajar ini sekarang berusia sekitar 12 – 17 tahun maka di tahun 2045 mereka akan berusia sekitar 40 – 45 tahun,  suatu usia prima sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan di segala bidang. Sehingga, dengan kesadaran akan budaya ilmiah yang tertanam sejak dini generasi ini akan mampu mengedepankan ilmu pengetahuan dalam menahkodai perjalanan bangsa.

Scientist Goes to Schools telah dilaksanakan di berbagai penjuru Nusantara oleh anggota-anggota ALMI yang lain. Pri Utami yang merupakan Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Universitas Gadjah Mada dan dosen tamu diUniversity of Auckland, New Zealand dan di United Nations University, Jepang, mendapat kesempatan melaksanakannya di Maluku, Sulawesi Utara, dan Jawa. Pri mengaku bahwa di masaremaja ia mulai menemukan jalan hidupnya ilmuwati berkat sebuah buku yang berjudul “Exploring Earth Science”, serta sebuah kalender tua bergambar fenomena-fenomena geologi, peninggalan dari ayahandanya yang pernah mengabdi di KawasanTimur Indonesia.

Last modified on Monday, 02 October 2017 14:46