Pendidikan

Pendidikan (83)

Manado Sulutnews.com - Ibarat mencari intan permata, Tim Sosialisasi SMA Pradita Dirgantara dari Lanud Sam Ratulangi konsen menjaring siswa siswi terbaik Sulut. Dua tim sosialisasi penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2022/ 2023 bergerak di Minahasa Utara tepatnya di SMP Negeri 1 Airmadidi, serta SMP Negeri 2 Airmadidi, Senin (10/01/2022).

Tim pertama dikomandoi Danlanud Sam Ratulangi Manado Marsma TNI M. Satriyo Utomo, SH., bersama Ketua Cabang Yasarini Lanud Sam Ratulangi Ibu Reni Satriyo Utomo. Tim kedua dipimpin Kepala Dinas Personel Lanud Sam Ratulangi Kolonel Adm Darwis Akmal.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Airmadidi memberikan kesempatan kepada salah satu guru untuk memberikan sambutannya. “Pihak sekolah mendorong siswa-siswi untuk memiliki niat mendaftar. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk dapat bersekolah di SMA Pradita Dirgantara”, ujar Hengky Poluan, MAP., yang juga Instruktur Nasional bidang studi PPKN.

Siangnya, tim 1 melanjutkan kegiatan ke SMP Negeri 1 Dimembe yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Margaretha Rumagit, S.Pd., M.Pd. Seratusan pelajar menyimak dengan antusias pemutaran videoklip profil SMA Pradita Dirgantara.

Sekolah ini bersumber dari seluruh provinsi. Sekolah Menengah Atas ini menerapkan moving class dan tinggal di asrama. Moving Class mirip perkuliahan mahasiswa di kampus. Dimana, pengajar sudah siap di kelas sesuai dengan mata pelajaran yang ditentukan. Saat pergantian pelajaran, siswa yang datang ke kelas pengajar. SMA Pradita Dirgantara dirancang dengan visi mencetak pemimpin Indonesia di masa depan.

Selanjutnya, info dapat diperoleh melalui medsos @smapraditadirgantara dan mendatangi Lanud Sam Ratulangi Manado. Atau kontak person Letda Adm Zailado Adhi Permana 08562742193.(*/Merson)

Manado Sulutnews.com - Sejumlah sekolah di Sulut siap laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen dengan Prokes yang ketat mulai Senin (10/1).

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang diwawancarai Sulutnews.com secara terpisah Rabu (5/1). Menurut Kepsek SMK Negeri 4 Manado Drs Moudy Lumintang MPd sekolahnya sudah siap laksanakan PTM  100 persen dengan Prokes ketat untuk menghindari Virus Covid 19 terutama Varian Omigron. "Saya sudah siapkan tempat cuci tangan dan siswa harus pakai masker dengan jam belajar dua hinga empat jam" katanya.

Begitu juga dikatakan Kepsek SMK Negeri I Manado Drs Reiner Rumerung mengatakan “dengan siswa yang begitu banyak maka untuk PTM 100 persen kita awasi ketat sejak siswa masuk sekolah dengan Prokes jetat. Kemudian siswa sebagian besar sudah vaksin dan guru guru juga sudah dan staf."Saya optimis akan berjalan lancar" kata Rumerung.

Sementara itu Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Medy Tungkagi MPd mengatakan dengan 2069 siswa den 246 guru dan puluhan staf lainya memang sulit  melaksanakan PTM. Namun kita berupaya mengikuti aturan dengan Prokes ketat dan pengawasan ketat. Untuk jam belajar kita  tambah dari dua jam menjadi empat jam. Untuk siswa dan guru menurut Kepsek sudah vaksin sebagian besar kecuali ada sakit bawaan. Siswa dan guru yang sakit tidak diijinkan masuk

Sementata Kepsek SMK Negerin1 Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara Drs Viky Onibala mengatakan untuk sekolahkan akan melalukan PTM dengan ikut aturan dari atasan dan Satgas Covid. Sekolahnya kemungkinan belum 100 persen PTM.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sulut dr Greace Punuh MKes secara terpisah kepada Sulutnews.com mengatakan untuk PTM bagi SMA dan SMK Sederajat ada yang 100 persen ada yang 50 persen. Kita akan sesuaikan dengan Level Kota dan Kabupaten yang ditetapkan Satgas Covid dan Pemerintah. "Jadi kita akan sesuaikan dengan Level,1 ,2 atau 3. Kemudian jumlah siswa yang sudah divaksin termasuk guru guru dan orang tua siswa. Kadis berharap semua sekolah harus ikut Prokes ketat dalam PTM apakah 100 persn  atau masih 50 persen. (Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Dasar Negeri 06 Manado adalah salah satu sekolah favorid orangtua di Kota Manado karena terletak bersebelahan dengan dua SDN di Jalan Kartini Manado.

Sekolah mengalami lonjakan penambahan jumlah siswa secara signifikan dan terus berinovasi menambah sarana dan prasarana ruang belajar guna terpenuhinya sekolah merdeka belajar yang berprestasi..

SDN 06 Manado yang dipimpin Kepsek Yulien Lontoh, Spd saat ini sedang dikabarkan termasuk satu dari sekolah dengan lingkungan terbersih se Kota Manado versi Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Manado.

Dihubungi media Kepsek Yulien Lontoh, S.Pd tak menapik SDN 06 memang termasuk sekolah yang paling bersih dan indah se Kota Manado.

"Sudah sejak dulu sudah hijau dan nyaman, lihat saja di luar maupun di dalam ruang sekolah SDN selalu bersolek," kata Kepsek Yulien Lontoh, ditemui usai menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Dr Dahlan Walangita di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kepaek bahkan menambahkan sekolah paling nyaman sehingga pejabat Dinas bisa betah berlama-lama. "Pak Kadis selalu merasa lebih nyaman kalau di SDN. Ia suka datang duduk di ruang kerja saya," ujar Kepsek Yulien sambil menujuk ke ruang kerjanya yang didesain dengan selera minimalis kursi sofa berwarna coklat buram.

Dalam memimpin SDN 06 Kepsek Yulien Lontoh mengaku melakukan berbagai renovasi sarana dan prasarana ruangan kelas, ruang isolasi terutama dalam menyukseskan Program pemerintah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang sudah dimulai pada tanggal 1 Oktober 2021.

Toilet sudah dipasang air dan lancar mengalir, fasilitas perpustakaan, halaman sekolah disolek semakin indah sehingga baik guru maupun siswa dalam melaksanakan fungsi belajar mengajar berjalan lancar, selanjutkan fungsi pelayanan bagi dunia pendidikan di Kota Manado juga ikut tak terabaikan.

"Di bagian depan sekolah sudah dilengkapi dengan taman hijau dan ruang tunggu tamu. Sementara di ruang guru dan kepala sekolah sudah dilengkali berbagai tanaman hias. Semua sudah ditata agar sekolah tetap asrik, katanya. (*/yuk).

Manado Sulutnews.com - Sejumlah sekolah di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa sejak Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) dimulai akhir September hinga pertengahan November berlangsung tetap lakukan protokol kesehatan (Prokes) ketat Karena itu hinga saat ini tidak ditemukan siswa atau guru dan staf disekolah terkena Virus Covid 19.

Hal itu dikatakan sejumlah Kepala Sekolah   (Kepsek) antara lain Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meydi Tungangi SPd dan Kepsek SMA Negeri 2 Manado Berti Dondokambey SPd serta Kepsek SMK Negeri 3 Manado Asyura Hulingi SPd MPd dan Kepsek SMK Negeri Tombariri Kabupaten Minahasa Vanny Motto SPd. Begitu juga Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu SPd dan SMP Negeri 8 Manado Ronald Nayoan SPd MPd.

Menurut sejumlah Kepsek yang ditemui pekan lalu secara terpisah. Karena ketatnya Prokes dalam PTM yang sudah berjalan   dua bulan lebih tidak ditemukan siswa atau guru dan staf terkena covid 19."Kita bersyukur tidak ditemukan siswa dan guru terkena covid 19 disekolahnya" kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Meydi Tungangi yang siswanya hampir 2.000. Begitu juga dikatakan Berti Dondokambey Kepsek SMA Negeri 2 Manado dan Kepsek SMK Negeri 3 Manado Ashura Hulingi. Mereka melakukan prokes ketat dengan pengawasan ketat dari satgas Covid di sekolah. Dengan PTM yang hanya 25 persen siswa setiap hari maka kita beryukur tidak ada terkena covid.

Bahkan menurut Berti Dondokambey untuk SMA Negeri 2 sudah bisa 50 persen siswa yang ikut PTM. Sementara Kepsek SMK Negeri Tombariri di Kabupaten Minahasa dengan 50 persen siswa yang ikut PTM belum ada terkena Covid. "Kami lakukan prokes ketat. Kalau ada siswa sakit flu atau demam dan pilek kami tidak ijinkan ikut PTM. Merekan belajar lewat daring."Katanya. Para Kepsek menambahkan sebagian besar siswa dan guru guru sudah difaksin. Kecuali yang ada sakit itu harus ada ijin dokter batu bisa ikut PTM. Untuk SMA Negeri 2 menurut Kepsek pihaknya memberikan masker bagi siswa yang tidak pakai masker atau sudah rusak masker yang dipakai.

Berikan Vitamin C

Untuk SMP Negeri di Kota Manado menurut Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu dan Kepsek SMP Negeri 8 Manado Ronald Nayoan meskipun belum semua divaksin siswanya karena masih ada yang umur dibawah 12 tahun PTM tetap berjalan lancar dan tidak ada siswa yang terkena covid 19. Bahkan untuk SMP Negeri 8 Manado menurut Kepsek pihaknya memberikan XonCe 500 Mg  dan Biskuit kepada 150 siswa yang ikut PTM setiap hari secara bergantian. Tujuannya agar imun para siswa tetap ada dan kuat. Bahkan mereka yang tidak ada masker kami berikan "Jadi kami ingin siswa tetap ikut PTM dengan prokes ketat dan imun yang kuat" kata Kepsek.

PTM tetap masih 25 persen, secara umum menurut sejumlah Kepsek baik SMA Negeri, SMK Negeri dan SMP Negeri PTM berjalan lancar dan semua siswa tetap ikut belajar baik PTM atau luring maupun daring. "Kalau ada masalah langsung diselesaikan,"Kata Kepsek SMP Negeri 8 Manado. (fani)

Minahasa,Sulutnews.com   - Universitas Negeri Manado (Unima) mengelar acara Peresmian dan Penandatanganan BA Serah Terima Kelola Gedung Kuliah Training Center UNIMA yang adalah satu-satunya Gedung Trining Center di Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (10/11)

Kegiatan tersebut diawali dengan Doa oleh panitia kemudian dilangsungkan dengan pemotongan pita oleh Direktur prasarana srategis Bapak Iwan Suprijanto, ST, MT, menyusul laporan kegiatan pembangunan gedung kuliah Unima oleh Kasatker BPPW Sulut Alfrits S.W Makalew ST, M.Si.

Rektor Unima Prof. Dr. Deitje A. Katuuk, M.Pd pada kegiatan ini yang diwakili oleh Pembantu Rektor III (PR III) Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs Jim Ronny Tuna, saat diwawancarai mengatakan bahwa mudah-mudahan Gedung Kuliah Training Center UNIMA yang telah diresmikan ini bisa bermanfaat sesuai peruntukan.

"Karena yang paling utama bagaimana kita bisa memanfaatkan, mengingat biaya maintenance atau pemeliharaan bisa berkurang," ujar Tuna.

"Semoga dengan peresmian gedung ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa bahkan dosen yang kegiatanya bersifat khusus pemusatan," jelasnya.

"Kalau dulu kita masi menggunakan tempat atau gedung lain untuk pemusatan, tapi sekarang kita sudah ada dan layak digunakan," pungkasnya.

Hadir dalam peresmian mewakili Direktur Sumber Daya Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi Bapak Naviron Musfianuddin serta para Dekan se-Fakultas Unima, Karo Umum dan PPK Unima.(Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Manado Triana Almas mengatakan, pelaksanaan Asesmen Nasional (AS) Berbasis Komputer Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) akan digelar bulan Nopember 2021.

"Waktu dan pelaksanaan serentak di Kota Manado nanti di bulan Nopember 2021 ini”, kata Triana Almas kepada media ini di Manado, Rabu (3/11).

Ia menjelaskan pelaksanaan Asesmen Nasional diikuti oleh siswa kelas 5 SD dan akan dilangsungkan di setiap sekolah penyelenggara, setiap sekolah menjadi tuan rumahnya.

Sekolah yang belum memiliki sarana komputer bisa bergabung dengan sekolah yang sudah memiliki komputer.

Selain itu karena kegiatan dalam masa Pandemik Corona, maka sekolah penyelenggara harus melaksanakannya dengan protap Covid19, saat memulai kelas  dan mengakhiri kelas Asesmen Nasional, tambahnya.

Sebelumnya tiba waktu pelaksanaan sekolah penyelenggara sudah dibekali dengan tahapan-tahapan musyawarah antara kepala sekolah dan orangtua siswa, sosialisasi serta gladi bersih.

Ia menuturkan pada dasarnya Asesmen nasional tujuannya mempersiapkan siswa kelas 5 SD kelak siap belajar secara mandiri. Dan siap menjadi peserta ujian akhir nasional saat duduk di kelas 6.

"Mereka nanti secara mandiri akan lebih baik dalam kegiatan ujian akhir berbasis komputer saat bersekolah di SD, dan saat memasuki jenjang pendidikan lanjutan di SLTP," alasan Alma. (*/yuk)

Manado,Sulutnews.com - Sebanyak 43 Paket tender berupa rehabilitasi gedung SMA dan SMK Tahun Anggaran 2021, di Kabupaten Bolaang Mongondouw, 90 persen rampung.

Sementara 26 paket lanjutan di tahun 2020/2021, sedang dipacu selesai tepat waktu.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah Pemkab Bolaang Mongondow, Dinas Pendidikan Daerah Prov Sulawesi Utara Ricky Lembong, Rabu (3/11) mengatakan gedung sekolah yang direhap tersebut antara lain SMA Negeri 1 Dumoga dan sekolah yayasan swasta lainnya.

Ia menuturkan proyek sedang dikebut, pasalnya waktu yang dibutuhkan tersisa dua bulan jika tidak diselesaikan maka pemborong akan didenda sesuai PERPU Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Kalau sampai batas waktu belum selesai maka sangsi kepada pemborong berupa ganti rugi senilai kontrak kerja," kata Lembong.

Meski begitu, lanjutnya, untuk mengawasi kegiatan agar tidak terjadi belum rampungnya proyek, pihaknya sudah sering turun lapangan bersama pengawas konsultan proyek dalam rangka memantau kinereja para pemborong.

Mulai dari lahan dan gedung sekolah, kualitas bahan material, kerangka bangunan dan tiang bangunan pun harus sesuai dengan aturan yang berlaku, sering diawasi hingga  diakuinya kegiatan berjalan lancar.

"Hasil pemantauan pada minggu lalu, kami bahkan melihat hasilnya sudah 90 kegiatan pembangunan berhasil dikerjakan," ucap Ricky dengan pasti.

Jika dalam pelaksanaannya didapat hal-hal yang tidak diharapkan maka pihaknya dapat memutuskan kontrak secara sepihak.

Ia menambahkan kegiatan rehap sekolah di Pemkab Bolmong ini bertujuan menyediakan sarana gedung sekolah yang baik sebagai sarana belajar mengajar. (*/yuk)

Manado,Sulutnews.com - SMP Negeri 7 Kota Manado sudah buka sekolah mengikuti arahan pemerintah menerapkan Pendidikan Tatap Muka (PTM) Terbatas asalkan gedung sekolahnya berada di wilayah yang sudah rendah tingkat penularan Covid19.

Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Kota Manado Shenie Waworuntu SPd MPd, mengatakan karena sekolah berada di wilayah yang rendah jumlah kasus Covid19 maka sudah PTM Terbatas.

"PTM Terbatas sudah dijalankan dan berlangsung baik serta aman," kata Kepsek Shenie Waworuntu Spd,Mpd, kepada media di Manado, Jumat (22/10).

Menerapkan sistim sift dimana 50 persen siswanya belajar di sekolah dan sisanya belajar dalam jaringan (daring) internet, selama ini tidak ada masalah semua kegiatan belajar mengajar kelas 7 hingga 9 berjalan dengan baik dan sukses, tambahnya.

Meski begitu Kepsek lebih jauh menambahkan, melakukan PTM Terbatas ini dengan kehati-hati, tetap menerapkan prokes Covid19, dan berlangsung dengan pengawasan Satuan Tugas Sekolah (Satgaslah).

Satgaslah bertugas memberi edukasi, memeriksa suhu tubuh siswa, mencuci tangan, menggunakan disifektan dan menyediakan stok masker. Satgas bisa mengawasi jalannya proses belajar mengajar sebelum dan sesudah pembelajaran dilakukan, tambah wanita berambut sebahu ini.

Edukasi ini sukses karena sudah dijalankan pada awal datangnya Pandemik baik kepada guru pengajar selalu diingatkan, setiap ke sekolah haruslah memakai masker dan mencuci tangan di tempatnya difasilitasi sekolah.

Siswa yang belum berusia 12 tahun yakni pada kelas 7 sesuai arahan Gubernur belum akan divaksin.siswa sudah divaksin jumlahnya sedang direkap. "Namun secara umum semua guru dan siswa sudah divaksin sinovac," ucapnya.

Sedangkan jumlah siswa ada 1042, sebelum Pandemik dan saat PTM jumlah ini sudah berkurang karena beberapa siswa ada yang pindah mengikuti orangtua tugas ke luar daerah, ada pula yang pindah dengan alasan lain. (*/yuk/tl)

Manado, Sulutnews.com - Kepala Bidang SMA Diknas Sulut Arthur Tumipa M.Ed mengatakan sejak dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 230 SMA baik negeri dan swasta yang ada di 15 Kabupaten Kota sejak awal September hinga awal Oktober  belum ada laporan ada siswa atau guru yang terkena covid 19. "Jadi kita bersyukur belum ada yang terkena Covid 19 baik siswa dan guru guru serta staf" kata Arthur Tumipa kepada Sulutnews Rabu (13/10) dikantornya.

Menurut Tumipa dalam PTM dengan siswa sekitar 100 ribu pihaknya melakukan pengawasan ketat bekerja sama degan satgas Covid disetiap sekolah. Setiap sekolah harus lakukan prokes ketat. "Sekolah yang lalai dan tidak lakukan Prokes ketat diberikan sangsi."Ujar Tumipa.

Dikatakan dalam PTM ada sekolah yang lakukan satu sif ada juga dua sif terutama sekolah yang banyak siswa. PTM hanya dua jam. Siswa yang belum mendapat ijin dari orang tua untuk ikut PTM tetap mengikuti lewat belajar daring"Tidak ada siswa yang tidak belajar. Semua harus ikut belajar baik PTM maupun belajar daring"kata Tumipa.

Sementara itu Kepala Sekolah ( Kepsek) SMA Negeri 2 Manado Berti Dondokambey SPd secara terpisah mengatakan PTM disekolah berjalan lancar dan prokes ketat. Hinga saat ini belum ada yang terkena Covid 19. Usai PTM siswa langsung pulang kerumah.(fany)

Manado,Sulutnews.com - Dalam kegiatan Pendidikan Tatap Muka (PTM) Terbatas terdapat Siswa dan siswi SMP serta SD di Kota Manado menjadi pesertanya, sebagai tanda dimulainya Program belajar mengajar tahun 2021/2022 di Manado.

Pendidikan Tatap Muka Terbatas dilangsungkan di wilayah yang sudah rendah tingkat resiko penularan covid19, salah satunya terdapat di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala Bidang Pembinaan SMP Diknas Kota Manado Sonne Denny Wenses Engka, S.Pd mengatakan meskipun begitu Program PTM Terbatas dilakukan sejumlah sekolah SLTP dengan sangat hati-hati dengan tetap menggunakan protap Covid19.

Diharapkan nanti akan berangsur terjadi pemulihan sehingga kelak dapat menghasilkan pendidikan yang diinginkan bersama yakni siswa kita kembali bersekolah, dan meningkatkan mutu pendidikan.

Disamping itu dapat pula menciptakan siswa yang maju dalam teknologi komputer serta ilmu pengetahuan.

"Pastinya PTM Terbatas 1 Oktober diharapkan akan dapat menjadi semangat kita menghadapi pembangunan mutu pendidikan," kata Sonne Engka ditemui sulutnews.com di ruang kerjanya, Selasa (12/10).

Bukan saja akan ada kemajuan dari siswa, ujar Sonne, tetapi PTM Terbatas ini diharapkan akan jadi alat pendorong untuk menghadirkan guru yang hebat sebagai fungsi mempersiapkan proses belajar mengajar dengan penjabaran kurikulum.

Dari hasil pantauan, tambah mantan Kepsek SMP Negeri 10 Manado ini, siswa sudah banyak yang masuk sekolah, sebagian besar mereka sudah rindu untuk sekolah, meskipun dijalaninya dengan protap ketat covid19.

"Siswa SMP Madrasah juga sudah mulai tatap muka terbatas dan berlangsung sukses tak ada kendala, contohnya siswa-siswi SMP Madrasah Kombos 2 Manado," tambahnya.

Jikalau masih ada sekolah SD dan SMP Madrasah yang belum PTM Terbatas nanti akan ada evaluasi kinereja, karena semua siswa pasti sudah ingin kembali ke sekolah.

"Sekolah dari rumah itu dapat dilakukan apabila orangtua tidak mengijinkan, misalnya karena  pertimbangan kesehatan atau lainnya," tuturnya Kabit Sonne. (*/yuk)