Pendidikan

Pendidikan (26)

Manado, Sulutnews.com - Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara menggelar Program Penguatan guru Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta se Sulut pada 26-28 April di Hotel Arya Duta Manado.

"Sebanyak 175 sekolah dari 182 SMK mengikuti Program ini, 7 sekolah masih ditunggu kabarnya karena tidak hadir." demikian kata Kepala Bidang SMK Dikda Sulut Debby Mamangkey, SPd, didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Vonny Neman, SPd kepada pers di sela-sela acara tersebut.

Menurut Kabid Debby Mamangkey program ini sangat penting karena seluruh materi akan memberikan bekal kepada kepala sekolah dan guru untuk menjadi ahli keuangan. "Program ini sangat penting.  Pendidikan dan sekolah akan mendapatkan pengetahuan bagaimana mengelola keuangan baik yang dalam jumlah kecil maupun besar," katanya.

Ia berharap sekolah yang tidak bisa hadir segera mencari tahu materi program yang disampaikan dalam forum itu untuk dipelajari secara serius terutama sekolah penerima dana BOS. Materi tidak hanya bisa dibaca saja namun yang diinginkan pengawas program adalah mengerti. Sekolah  kejuruan harus mampu mengerti dan memahami apa yamg harus dilakukan misalnya tentang isi Kepmendikbud no 3 Tahun 2019 tentang Dana Operasional Sekolah atau BOS.

Program Penguatan Guru SMK Se Sulut ini dibuka Kepala Dinas Pendikdikan Daerah Sulut Dr Grece Punuh. Tiga orang pembawa materi berasal dari Kemendikbud RI di Jakarta. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 6849 siswa Sekolah Menengah Pertama menjadi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dselenggarakan di Manado pada 22-25 April. 70 dari 32 SMP menjadi penyelenggara UNBK, demikian Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado DR Daglan Walangitan diwakili Kabid Pembinaan SMP Jongkes Mangontha,SPd,MSi.

"UNBK tingkat SMP ini dilaksanakan serentak di Kota Manado berlangsung di 70 SMP, sisanya 32 sekolah menyelenggarakan UNKP," kata Kabid Jongkes kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/4).

UNBK adalah ujian nasional yang digerakan oleh komputer dengan difasilitasi internet kemudian secara online materi ujian diterima siswa SMP peserta melalui perangkat komputer. Ujian dengan sistem UNBK SMP ini sudah berjalan lima tahun, tidak berpotensi gagal terutama dikarenakan materi ujian terjaga kerahasiaannnya dari pusat Jakarta.

Sementara UNBK di SMP Negeri 1 Manado yang terselenggara sejak hari pertama tak ada hambatan. Baik server internet dan listrik tidak ada masalah. "Tahun ini status sekolah SMP 1 sudah UNBK Mandiri," kata Kepala Sekolah Adeleida Kemur kepada sulutnews.com di ruang kerjanya SMP Negeri 1 Manado seraya menceritakan sebab yang mendorong perjuangan sekolah negeri itu untuk menyelenggarakan Ujian Komputer sistim Mandiri di tahun 2019.

Pada tahun-tahun sebelumnya, muncul banyak kendala UNBK di SMP 1 Manado seperti tidak ada perangkat yang  mengharuskan sekolah meminjam laboratorium komputer di sekolah lain. Namun melalui rapat wali-wali kelas dan orangtua maka disetujui diadakan UNBK Mandiri. Orangtua murid merespon dilanjutkan dengan bantuan 199 laptop dan 6 server hingga kemudian sekolah melaksanakan UNBK Mandiri pada ujian akhir siswa tahun ajaran 2019.

"Tahun ini ada 732 siswa ikut UNBK sedangkan 2 tidak ikut karena sakit,"kata Kepsek Adeleida.

Selain itu masih ada beberapa lagi sekolah negeri di Kota Manado yang sempat dihubungi sulutnews untuk diwawancarai karena sudah menyandang prestasi sebagai sekolah penyelenggara ujian komputer mandiri. Sekolah-sekolah itu adalah SMP Negeri 6 dengan Kepala Sekolah Sandra Thomas, SMP Negeri 7 Kepala Sekolah Syeny Waworuntu,Spd, peserta ujian 287 siswa, SMP Negeri 8 Malalayang dan SMP Negeri 12, SMP Negeri 13 serta masih ada tiga sekolah lagi. Sedangkan UNBK yang lainnya di SMP Negeri 2 masih menggunakan laboratorium komputer sekolah SMK Negeri 3 Manado. Menurut Kepala Sekolah Steven Tumiwa,SPd yang didampingi Ketua Panitia Ibu guru Ramlah jumlah peserta UNBK di sekolah sebanyak 300 lebih. Sistim UNBK mandiri akan diupayakan tahun depan, kata Steven. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com -SMA Negeri 1 Manado mencetak prestasi sebagai sekolah negeri dengan peserta UNBK terbanyak di Sulut bahkan di Indonesia.

"Jumlah peserta UNBK SMA Negeri 1 Manado pada Tahun ini capai 910 orang siswa jumlah ini terbanyak di Indonesia di daerah lain tidak ada," demikian kata Kepsek Sherly Kalangi menjawab pertanyaan pers di sela-sela pelaksanaan UNBK yang berlangsung di Gedung SMA Negeri 1Manado, Kamis (4/4).

Terbanyak kedua SMA Binsus  Negeri  9 dengan capaian 529 orang siswa ditambah 4 Sekolah bergabung menjadi 729, SMA Negeri 8 dengan capaian peserta 500-an orang siswa, SMA Negeri 7 yang populer sebagai sekolah negeri terfavorit di Indonesia hanya sebanyak 383 orang siswa dengan tambahan 10 dari SMA Karsia Manado. Sedangklan sisanya hanya dibawah dari 200 orang seperti halnya peserta di SMA Negeri 2 Manado atau Smandu dibawah binaan Kepsek Jefrey Ombong,SPd yang hanya 191 orang siswa.

Kepala Sekolah SMA Negeri Binsus 9 Manado Meddy Tungkagi,SPd,MPd mengatakan penyelenggara UNBK berjalan aman dan terkendali. Sebelum mengikuti ujian siswa sudah melewati berbagai tahap pengenalan UNBK seperti sosialisasi, pengenalan ruang ujian, penggunaan alat komputer, apa itu password dan tanda pengenal UNBK, pengenalan token serta internet dan bagaimana mengatasi kesulitan di ujian UNBK.

"Kami sangat serius sebagai penyelenggara UNBK SMA di Manado harus berjalan aman dan terkendali," kata Medy.

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Manado Grace Lowing,SPd sekolah telah melakukan kegiatan pengenalan UNBK kepada siswa dua bulan sebelumnya. Sejak dibuka sampai dengan hari kedua UNBK di SMA 7 berjalan baik dan kondusif. Ia mengakui meski sempat panik karena pada hari kedua ada gangguan listrik nanun hal itu bisa diatasi. "Sepuluh menit listrik padam maka waktu ujianpun kepada siswa akan ditambah sepuluh menit. Jadi siswa tidak akan bisa menyelesaikan soal ujian dengan tenang," katanya.

Sesuai amatan Sulutnews.com banyak dari siswa di sekolah negeri terbaik peserta UNBK itu mengeluh, soal waktu yang disediakan panitia UNBK tidak seimbang dengan banyaknya materi uji yang jumlah soal capai 50-70 pertanyaan. "Dengan jumlah soal yang begitu banyak hanya disediakan  2,5 jam dalam satu kelas sesi, waktu ini sangat kurang," kata Winda Siswa jurusan IPS SMA Negeri 7 Manado.

Winda mengakui pula sikap ramah dari guru pengawas dan guru pembimbing UNBK tidak akan membantu siswa jika waktu yang disediakan tidak seimbang dengan jumlah pertanyaan dan soalnya. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Membangun dan meningkatkan pendidikan di Sulut ditempuh pemerintah dengan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan itu adalah Program Biaya Operasional Sekolah atau yang dikenal dengan BOS.

Program BOS di Sulut berjalan sesuai yang diharapkan pemerintah, yaitu membiayai kebutuhan operasional sekolah. Mulai dari pengadaan buku cetak, perpustakaan, dan tersedianya ruang literasi siswa dari tingkatan SD, SMP dan SMA/SMK.

Kepala Bidang Dikmenti Diknas  Sulut Drs Arthur Tumipa, MSi mengatakan, Program dana BOS dicairkan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerinah pusat dengan sasaran peserta didik atau siswa.

"Semua sekolah di Sulut mendapatkan BOS. Sekolah yang belum mendapatkan BOS akan diminta segera melengkapi berkas permohonan dan uang BOS akan dicairkan sesuai sistim tetap penyaluran BOS sebagaimana tahun sebelumnya," kata Arthur Tumipa di Manado.

Sekolah yang letak gedungnya jauh dari ibukota dengan ketiadaan bank penyalur seperti di kepulauan atau wilayah tertinggal maka keterlambatan itu bisa saja terjadi, kata Tumipa. Untuk mencegahnya Pemerintah terus melakukan tindakan pengawasan agar dana yang disediakan terserap dengan baik.

BANK SulutGo Penyalur BOS

Pemerintah menciptakan keharmonisan antar lembaga pendidikan dan perbankan untuk menjadi kekuatan program BOS di Sulut. Bank SulutGo adalah bank yang ditujuk pemerintah menjadi lembaga penyalur dana BOS.

Kepala Cabang Utama Bank SuluGo Manado Else Monginsidi,SE kepada sulutnews.com di kantornya belum lama ini mengatakan, Bank SulutGo ada di tiap-tiap daerah. Untuk kegiatan transaksi, harus ada permintaan dahulu baru dilakukan penyaluran sesuai mekanisme perbankan terkini.

"Dana akan disalurkan ke dalam rekening sekolah apabila sudah ada permintaan membayar yang dibuktikan dengan surat perintah membayar dari tiap-tiap kantor diknas," demikian Else Monginsidi, SE.

Sekolah yang berada di kepulauan jauh dari Kantor Bank SulutGo, maka transaksi bisa dilakukan dengan mendatangi kantor yang terdapat di kota Manado, ujarnya.

Direktur BOS Sulut Teddy Rondonuwu,SE menambahkan, Dana disalurkan Triwulan pertama 20 persen, triwulan kedua 40 persen, triwulan ketiga 20 persen dan triwulan keempat 20 persen. Tahun 2019, penyaluran dana BOS untuk Sulut dilakukan dalam proses Penandatanganan Memorandum Of Standing (MOU) yang berlangsung awal bulan Pebruari ini, katanya.

Berikut jumlah sekolah di Sulut penerima BOS tahun 2018-2019.

  1. SMA 226 sekolah 57.752 siswa.
  2. SMK 189 sekolah 49.406 siswa.
  3. SMP 715 sekolah 118.901 siswa.
  4. SD 2116 sekolah 137.417 siswa.

Sedangkan SLB :

  1. SLB 25 sekolah 1.271 siswa.

(/Yuk).

Manado, Sulutnews.com – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati SE MSc PhD menjadi pemateri di Kuliah Umum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dihadiri sekitar 4.000 orang, Kamis (17/1/2019) di Gedung Auditorium Unsrat.

Sri Mulyani puji ekonomi Sulut yang sangat baik. karena makro ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi mencapai 5.6 persen diatas rata rata nasional. Kemajuan ini sangat membangakan dan harus ditingkatkan, Kata Menkeu DR Sri Muliani, juga menjelaskan kemajuan ekonomi nasional selama tahun 2018. Pendapatan negara naik drastis. kemajuan ekonomi nasional karena kerja keras kita dibawa kepemimpinan Presiden Jokowi. Tahun ini tantangan ada namun kita harus optimis jangan pesimis.

Rektor Unsrat Prof  Ellen Kumaat DEA menilai kehadiran menteri keuangan terbaik dunia sangat dibangakan, karena memberikan manfaat besar bagi Unsrat.

Tampak Hadir mewakili Gubernur, Sekprov Edwin Silangen serta jajaran Forkompimda.(/Fanny)

Juwana, Sulutnews.com -  Kedekatannya TNI dengan Rakyat tidak hanya slogan saja, tapi kenyataan di lapangan betul-betul terbukti, dan sangat terlihat sekali dengan Siswa Siswi  MI AL-FATAH terletak di Desa Dukutalit Kec. Juwana Kab. Pati, Sabtu 17-11-18.

Sertu Moch Saeri Seorang Babinsa Koramil 02/Juwana Sangat terlihat akrab sekali dengan Siswa-Suswi tengah Kegiatan Pesantren Kilat saat memberikan materi Wasbang " mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan menghindari penyimpangan - penyimpangan sosial yang dapat merusak norma-norma dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia,

Sertu Moch Saeri  berharap seluruh Prajurit yang bertugas di Kewilayahan atau teritorial harus bisa menempatkan diri seperti di umpamakan Bunglon yang bisa berubah warna dengan menyesuaikan lingkungan sekitar.

Kita juga seperti itu pada waktu berkumpul dengan para tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh pemuda dan tokoh adat kita harus bisa menyesuaikan dan menempatkan diri.

Di saat kita bersama anak-anak sekolah kita harus lebih banyak momong dan bercanda yang terarah seperti main tebak-tebakan dan saling bertanya.”ucap Saeri

Salah Satu Guru MI AL-FATAH membenarkan bahwa, ” Selama ini anggota TNI yang berdinas di Koramil 02/Juwana atas nama bapak Sertu Moch Saeri sering sekali datang ke sekolahan kami, untuk memberi pelajaran pada saat jam pelajaran kosong dengan materi kedisiplinan dan baris berbaris.

“Kami dari pihak MI AL-FATAH Tengah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada TNI atau bapak Babinsa yang tidak mengenal capak dan lelah untuk memberi pelajaran tambahan pada siswa-siswi kami. “Tandasnya.(/Syaiful)

Tomohon, Sulutnews.com Siswa SMP Negeri 1 Tomohon utusan Kota Tomohon akan mewakili Provinsi Sulawesi Utara dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia Olimpiade Literasi Siswa Nasional tingkat SMP yang dilaksanakan 27-31 Oktober 2018 di Jakarta.

Keikutsertaan kegiatan ini ditandai dengan acara pelepasan disertai penyerahan Beasiswa Tomohon Cerdas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Dr Juliana D Karwur M Kes MSi mewakili Walikota Tomohon disela kegiatan pengembangan materi belajar mengajar dan metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi di AAB Guest House Tomohon, kamis (25/10/18). Pelepasan disaksikan oleh orang tua dari siswa, bersama kepala sekolah dan guru pendamping.

Terpisah, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak mengapreasi akan prestasi yang diraih siswa yang menjadi utusan Kota Tomohon. "Menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kota Tomohon, bersama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, karena keikutsertaan Provinsi Sulut dalam lomba ini pesertanya adalah siswa SMP dari Kota Tomohon", ujar Eman.

"Semoga melalui momentum ini, para siswa siswi di semua tingkatan yang ada di Kota Tomohon terajak, termotivasi untuk lebih giat belajar dan berprestasi. Selamat berlomba dan semoga sukses", ucap JFE.(/Prise)

Manado, Sulutnews.com - Dua siswa wakil Provinsi Sulawesi Utara meraih Juara Nasional. Keduanya adalah Jillistia Rembet dari SMK Negeri 1 Manado dengan Medali Emas pada Lomba Penyanyi Solo, serta Ester Nadie Emor dari SMA Binsus 9 Manado dengan Medali Perak untuk Olimpiade Sains Bidang Ekonomi di Ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) yang berlangsung di Aceh, demikian release Dinas Pendidikan Sulut yang diterima, Senin, (01/10)

Sementara penghargaan internasional World Matematika Invitational Seoul Korea diraih Imanuel Taro Satoshi Roeroe dari SD GMIM IV Tomohon dengan Medali Emas dan Hillary Kandouw dari MIS Minut dengan Medali Perunggu, namun tanda penghargaan itu baru diberitahukan secara tak diduga, diumumkan panitia FLSSN di Aceh tanggal 1 awal September lalu.

Selain itu masih ada delapan lagi pelajar dan satu guru peraih penghargaan di FLSSN Bidang Sains, Olahraga dan Vokalia Putri yang diumumkan menjadi juara pada September. Mereka peraih juara itu masing-masing, Jesika Ongkawijaya (SMA Kr Eben Heazer) peraih Medali Perunggu Olimpiade Sains Bidang Kebumian, Jesika Pritianti Tundu (SMP Negeri 1 Tomohon) mendapat Medali Emas untuk Cabang Olahraga Atletik, Erin Patoli (GMIST Bunga Lawang Sangihe) meraih Medali Emas Olahraga Siswa Nasional katagori Karate Putri, Aptiah Sweetha Makadada (SMP Negeri 4 Tondano) meraih Medali Emas Cabang Pencak Silat Putri, Aisay Bilondatu (SMA Negeri Tombatu) meraih Medali Perak pada Cabang Olahraga Katagori Lompat Jauh Putri, Refly Syah Matara (Mi.Al-Khairat Mogolaing Kotamobagu) meraih Medali Perunggu Bidang Olahraga Pencak Silat, Angelia Grace Mamuaja (SMP Negeri 1 Kotamobagu) meraih Medali Perunggu bidang Olahraga Renang putri SMP, dan Geral Tairas (SLB Kasih Angelia Bitung) meraih Medali Emas bidang Desain Grafis ABK. Ada pula Olimpiade Guru Tingkat Nasional untuk juara tiga Medali Perunggu diraih Hanny Afian Runtuwene,S.Pd dari SD Negeri Tomohon.

FLSSN diikuti kurang lebih 500 siswa peserta utusan dari 31 provinsi di Indonesia. Sulawesi Utara sampai dengan saat ini telah dua tahun berturut-turut meraih juara di berbagai Olimpiade Sains, Olah Raga, Menari dan Seni Suara. (yw/*)

Tomohon,Sulutnews.com-Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Harold V. Lolowang, M.Sc. menghadiri kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional Kota Tomohon Tahun 2018 yang dilaksanakan di Anugerah Hall Tomohon.Kamis 20 /9/2018.

Sekretaris Daerah Kota Tomohon mengatakan bahwa Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 diselenggarakan dengan memperhatikan suara anak Indonesia khususnya dari perwakilan suara anak Indonesia melalui forum anak nasional.

Diharapkan momen peringatan anak nasional Kota Tomohon tahun 2018 ini dapat menggugah dan meningkatkan kepedulian setiap individu, orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media dan anak serta pemerintah pusat dan daerah akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Tema Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 adalah GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon DR. Juliana D. Karwur, M.Kes. M.Si., dalam laporannya mengatakan bahwa manfaat dari peringatan hari anak nasional kota Tomohon ini yaitu untuk mendorong dan memotivasi semua stakeholders dalam memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada anak di Kota Tomohon.

Terkait  dengan hari anak nasional di tahun 2018 yang baru selasai di laksanakan telah memberi  makna yang besar dengan adanya kegiatan ini di laksanakan di aula terbuka agar dapat dilihat langsung oleh publik dan dapat juga di saksikan  orang tua untuk melihat bakat dan kreativitas anak - anak mereka,karena juga dengan kegiatan hari anak nasional ini tidak hanya  sebagai acara ceremonial melainkan dapat meningkatkan minat dan bakat dan di hari ceremonial ini yang juga  telah diawali beberapa kegiatan-kegiatan minggu yang lalu  dan hari ini merupakan  puncak dengan mempringati hari anak nasional yang sudah melibatkan dari paud sampai tingkat SMP karena dapat memahami semua hari anak nasional hari milik kita semua.

Anak juga adalah bagian milik kita,karena dalam segala keterbatasan tentunya menjadi sebuah bagian yang kurang lebih dari 25 rb yang hadir ,yang ada di kota tomohon yang diwakili oleh ribuan anak di anugarah hall,

Dan hari anak nasional ini menjadi bagian anak yang sangat penting merupakan progam prioriti dari dinas pendidikan dari tahun ke tahun karna  paud juga yang hadir didalam kegiatan ini adalah 60% anak di usia dini  dan maka anak paud adalah sebuah pilar utama untuk membangun dan menumbuh kembangkan,membina mereka agar menjadi anak yang mempunyai bakat dan kreativitas,agar minat bakat mereka dapat dikembangkan.Anak juga bisa memberi arti dalam kecerdasan minat bakat mereka."tutup karwur".

Pada kegiatan ini Bunda Paud Kota Tomohon Ir. Miky Wenur, MAP. mengukuhkan Bunda Paud Kecamatan dan Kelurahan se- Kota Tomohon dan memasangkan selempang Bunda Paud kepada masing-masing Bunda Paud yang dikukuhkan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda Paud Kota Tomohon selaku Ketua DPRD Kota Tomohon Ir. Miky Wenur, MAP., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon DR. Juliana D. Karwur, M.Kes. M.Si., Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Tomohon Ibu Joice Worotikan, Jajaran Pemerintah Kota Tomohon, Anak-anak Paud serta Siswa-Siswi TK, SD dan SMP se- Kota Tomohon.(/Prise)

Ratahan, Sulutnews.com - Siswa SMA Negeri 1 Ratahan menggelar pesta demokrasi pemilihan calon ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) priode 2018/2019, Rabu (12/09/2018).

Pemilihan yang dihelat di halaman sekolah, Tosuraya Bar., Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, berlansung layaknya pemilihan umum.

Tidak jauh beda dengan proses Pemilu, terdapat kotak suara dan bilik suara yang disediakan penyelenggara pemilihan OSIS di tengah lapangan. Pemilihan dilakukan oleh seluruh siswa kelas X, XI dan XII.

Sebelum melakukan pencoblosan, Kepala SMA Negeri 1 Ratahan Very Wanta meminta kontestan yang mengikuti pemilihan agar dapat menerima hasil penghitungan suara nantinya.

"Saya berharap kandidat yang bersaing dapat menerima apapun hasil yang diperoleh dan yang terpilih nantinya menjadi sosok dapat memberi contoh positif bagi teman-temannya," ujar Very Wanta.

Pemilihan calon ketua osis akhirnya dimenangkan oleh Felani siswa kelas XI MIA 1 umur 15 tahun dengan Visi” Unggul Terampil Dan Beriman”. Semua siswa yang hadir terlihat begitu antusias menyambut calon osis yang baru tahun ajaran 2018/2019.

Felani Omie Timpal adalah mantan Putri Pramuka Tahun 2017 Kabupaten Minahasa Tenggara, mantan Putri Remaja Teladan  Wilayah Minahasa Tenggara. Felani adalah Anak dari Bapak Meidy Timpal Hukum Tua Desa Wioi 2 Kec Ratahan Timur dan Ibu Julien Kula S.Kep.Nrs. Sebagai Kepala Puskesmas Ratahan Timur.(/MS)