Pendidikan

Pendidikan (34)

Manado, Sulutnews.com - Perguruan Tinggi (PT) sangat mendukung 100 persen pembangunan pariwisata dan infrastruktur di Sulut . Karena bisa majukan kesejahtraan rakyat kedepan. Hal itu dikatakan Drs Jan Polii MS Rektor Universitas Nusantara Manado Rabu 17 Juli 2019 saat HUT ke 24 Universitas Nusanatara dan dilanjutkan dengan diskusi tentang Pariwisata Infrastruktur dan Perbankan Dalam Membangun Sulut.

Acara dihadiri Ketua Yayasan Universitas Nusantara  Drs Teddy Manueke MM dan ratusan undangan lainnya serta mahasiswa.

Menurut Jan Polii kebijakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey membangun sektor pariwisata kami dukung karena sangat besar potensi yang ada. Namun pembenahan infrastruktur itu harus dilakukan juga. Karena masih ada yang rusak terutama jalan menuju obyek wisata dan wilayah lainnya. Begitu juga perbankan harus berperan karena tanpa peran perbankan maka UMKM tidak bisa berkembang karena butuh modal dan banyak wisatawan ingin belanja produk UMKM. "Jadi sebagai pimpinan PT mendukung kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur. Tetapi semua masyarakat juga harus mendukung."Kata Rektor.

Universitas Nusantara akan menyiapkan SDM yang handal untuk menunjang pariwisata. Jadi peningkatan kualitas kami perhatikan terutama bahasa asing baik Ingris dam Mandarin. Saat ini sekitar ratusan mahasiswa yang ada.Termasuk staf pengajar akan terus membenahi diri.

Ketua Yayasan Teddy Manueke mengatakan pihaknya  membangun PT karena ingin kualitas SDM di Sulut meningkat. Dari data yang ada kita banyak anak anak muda tidak kulia. PT Yang kamj miliki terbuka semua masyarakat Sulut dan darerah lain. Pihaknya banga karena Gubernur telah membantu PT mereka sehinga menjadi lebih baik saat ini.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Menjawab era Revolusi industri 4.0 ( four point zero ) SMK Negri 1 Manado terus melakukan gebrakan agar tidak tertinggal baik dari segi Kwalitas Sumber Daya Manusi (SDM) maupun Kwalitas Pendidikan. berbagai pengembangan terus dilakukan, bahkan SMK I Negri Manado berhasil menjadi sekolah tujuan dari pelaksanaan Olimpiade Saint Nasional  tahun 2019.

 

Foto : SMK 1 Negri Manado

Kepala Sekolah SMK Negri 1 Manado Moodie Djerrie Lumintang, mengatakan SMK N 1 akan terus berinovasi untuk melakukan pengembangan, agar siswa yang belajar tidak kalah bersaing dengan siswa yang ada disekolah lain. "Tujuan program pendidikan OD-SK u tuk menciptakan SDM yang handal di Sulut pasti akan terus didukung oleh komuniyas SMK Negri 1 Manado," kata Lumintang.

Peran SMK Negri 1 Manado sendiri dalam menghasilkan prestasi terbukti pada penyelenggaraan OSN jenjang SMA tahun 2019 Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan, SMK Negri 1 Manado menjadi salah satu sekolah tujun para peserta OSN, karena dinilai menjadi sekolah paling siap."Ada sembilan bidang sains, yabg dioertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/ Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, dan Bidang Geografi," jelas Lumintang sambil menambahkan untuk bidang Matematika diikuti 77 peserta, Fisika 79 peserta, Kimia 74 peserta, Komputer/Informatika 75 peserta, Biologi 77 peserta, Astronomi 72 peserta, Ekonomi 77 peserta, Kebumian 77 peserta, dan Geografi 77 peserta.(/Josh Tinungki)

Minsel, Sulutnews.com - Polemik yang terjadi di tahun 2019 tentang penerimaan siswa baru disemua tingkatan sekolah dengan sistem zonasi masih jadi pembicaraan. Pasalnya sistem tersebut menuai protes dikalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Stefanus Liow, melakukan kunjungan kerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Minsel, dan disambut langsung oleh Kepala Disdikpora, Fietber Raco. Kamis (25/7/19).

Saat dikonfirmasi media ini, Liow mengakui bahwa kedatangannya di Kabupaten Minahasa Salatan (Minsel) adalah terkait penanganan sistem zonasi penerimaan siswa baru. “Jadi kedatangan saya di Minsel khsusnya di Dinas Pendidikan dan Olahraga, terkait dengan penerimaan siswa baru sistem zonasi,” ujarnya.

Karena menurutnya, Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai perbedaan dengan kabupaten/kota lain dalam sistem zonasi. “Melihat dari hal tersebut di daerah lain banyak timbul permasalahan terhadap sistem zonasi, karena memang padat penduduk dan kurangnya ketersediaan sekolah." jelasnya

Berbeda dengan Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam hal ketersedian sekolah Minsel sendiri dari setiap desa/kelurahan pasti ada, bahkan ada yang lebih dari tiga sekolah baik dipemerintahan dan swasta. “Untuk itu jumlah penduduk dan ketersediaan sekolah di Minsel semua tercakup dan terlayani." terangnya.

Lanjutnya, demikian pula Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP), di 17 Kecamatan di Minsel, ada sekitar 80 lebih sekolah. Jadi tidak ada masalah yang timbul mengenai penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi, tukasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Disdikpora Minsel, Fietber Raco saat dikonfirmasi mengatakan, sangat mengapresiasi akan kunjungan kerja dari anggota DPD RI Stefanus BAN Liow. Karena menurutnya, sosok Liow sangat peduli dengan pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih berkembang dan berprestasi. “Apresiasi memang kepada Anggota DPD RI Stefanus Liow yang memiliki mempunyai kepedulian serta mau turun langsung dimasyarakat melihat permasalahan pendidikan." tutup Raco (/Ferrowaney)

Manado, Sulutnews.com - Tahun Ajaran Baru 2019-2020 SMA Kristen Eben Heazer Manado menerima peserta didik baru melalui program PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru yang pelaksanaannya dilakukan secara serentak di seluruh sekolah di Indonesia.

Kepala Sekolah SMA Kristen Eben Heazer Manado Dr Abner Matoneng,MHum,MPd saat ditemui di ruang kerjanya di Bilangan Teling Manado, Sulawesi Utara, Rabu (17/7) mengatakan, pada tahun ajaran baru 2019/2020 sekolah ini menerima 316 peserta didik baru. Mereka terbagi di 9 Rombel, dengan rencana penempatannya 1 Rombel terdapat 34 siswa. Mereka inilah yang akan belajar selama 3 tahun untuk  menjadi berprestasi, begitu kata Abner seraya tersenyum.

Kepsek Abner menjelaskan lebih jauh lagi bahwa, poses belajar mengajar pada masa Presday School ditempuh 3 hari sejak Senin 8 Juli 2019. Melalui Proses belajar mengajar tersebutlah peserta didik akan mengenali lingkungan sekolahnya dari pembelajaran PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan Ospek.

SMA Kristen Eben Heazer Manado memiliki dua Jurusan Ilmu yaitu Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial, kata Kepsek, usai menjalani PLS  dilanjutkan dengan tes jurusan untuk menentukan pilihan dan minat bersekolah maka siswa berhak untuk berprestasi seperti kakak-kakak di kelas 11 dan 12, sebut saja dua pelajar salah satunya Rivaldy Wuntu Siswa Kelas 12 yang sudah meraih Medali Perunggu Bidang Giografi pada Olimpiade Sain Nasional XVIII yang berlangsung di Manado.

Yayasan Eben Heazer sangat menghargai hak intelektual dan hak berprestasi siswa inilah sehingga sekolah harus selalu menjaga citra Pendidikan Kristen yang beriman kepada TYME, yang berjalan seimbang dengan pendidikan Ilmu Pengetahuan. Sekolah tidak mengizinkan siswa terlibat pergaulan bebas, seks bebas bahkan narkoba, ujar Kepsek Abner.

Di bagian lain Kepsek Abner menyinggung soal penggunaan Teknologi Digital. Keunggulan dunia digital ini sudah digunakan sekolah. Namun hal ini dimaksud  demi kesejahteraan peserta didik demikian pula guru. Pemanfaatan yang salah dapat menjadikan teknologi justru menjadi bumerang. Ia memberi contoh negatif penggunaan internet yaitu mengakses dan membuka-buka face book saat berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas hal ini tidak diizinkan.

"Kami melarang penggunaan teknologi internet tidak tepat guna apalagi pada saat proses belajar mengajar dilakukan," ujarnya menegaskan. Penggunaan internet yang benar dilakukan pada edukasi berbahasa asing masih bisa diijinkan. Siswa diijinkan mengakses internet.  Namun guru berkewajiban mematikan ponsel saat sedang mengajar jika penggunaan internet tidak diperlukan lagi, ujarnya. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Revandy Wuntu (16) siswa kelas 11 SMA Rex Mundy Manado meraih Medali Perunggu untuk Bidang Study Astronomi pada Olimpiade Sains Nasional XVIII yang berlangsung di Manado Sulawesi Utara 1-4 Juli 2019.

Rivandy Wuntu adalah salah satu dari dua siswa asal Sulut yang memperoleh Medali perunggu selain satu lagi siswa asal Sulut peraih Medali Perak yang diumumkan panitia OSN XVIII hari Jumat (5/7) lalu di Aula Kantor Gubernur Jalan 17 Agustus Manado.

Usai menerima Piagam Medali Perunggu yang dikalungkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara dr Grace Punuh di atas panggung, remaja putra bermata sipit ini meloncat gembira dan kemudian mendapat kecupan hanggat di kedua pipinya oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut dr Grace Punuh ini.

"Selamat ya, Rivaldy." ujar Grace Punuh seraya tersenyum dan memberi kecupan baginya sebagai ungkapan bangga. Rivaldy menyingkirkan ribuan saingan saat adu cerdas pada Bidang Study Astronomi di OSN XVIII yang berlangsung 1 sampai dengan 4 Juli 2019. Meski belum berhasil merebut merebut Medali Emas dari juara legendaris DKI Jakarta tapi Rivaldy sudah memberikan yang terbaik kepada Sulawesi Utara, demikian ujar Grace Punuh dengan jujur kepada pers saat diwawancarai.

Dirjen Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI, DR Parwadi,Pd.D menegaskan bahwa iven OSN XVIII di Manado merupakan kegiatan yang bertujuan menyalurkan hak intelektual siswa untuk bertanding dan mendapat juara. "Pemerintah hanyalah mencari bibit baru untuk bidang teknologi sains. Harus diakui bidang ini merupakan jalan manusia untuk hidup lebih sejahtera," kata Purwadi seraya menambahkan setiap juara akan diikutsertakan di Lomba Sain tingkat Internasional. Sampai bertemu di OSN XIX Tahun 2020. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Untuk dapat menjadi siswa di sekolah pilihan seperti di SMK Negeri 3 Manado atau peserta didik baru tidak boleh bertindik di telinga. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Manado Froly Togas,S.Pd, MPd di Manado, Rabu (26/6).

Ia menjelaskan SMK Negeri 3 Manado menyiapkan 12 rombel bagi peserta didik baru. "Satu rombel terdiri dari 32 peserta didik baru."

Jalur penerimaan di SMK Negeri 3 Manado menggunakan Program PPDB Tahun Ajaran 2019-2029. Pada program tersebut aturannya sama dengan sekolah lain yaitu dimulai pada hari Senin 24 Juli dan ditutup pada tanggal 27 Juli. Pendaftaran Ulang dilakukan tanggal 1-4 Juli. Sedangkan tanggal 15 peserta didik baru sudah dapat sekolah, kata Kepsek.

Tentang Program Sonasi peserta didik tidak akan menjalani tes masuk karena jumlah siswa dibatasi hanya untuk 12 Rombel. Tes atau ujian akan dilakukan saat menentukan jurusan. (/Yuk))

Manado, Sulutnews.com - Melalui Penerimaan Peserta Didik Baru Online atau PPDB Tahun Ajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Manado menerima peserta didik baru dimulai hari Senin 24 Juni 2019.

"Kami menyediakan 8 kelas belajar untuk siswa baru melalui Program PPDB Online," kata Kepsek Sherly Kalangi di Manado, Selasa (25/6/2019).

Ada beberapa jalur bisa dimanfaatkan siswa untuk dapat diterima sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Manado, yaitu jalur biasa dan jalur prestasi. Di jalur prestasi calon siswa tidak dikenakan program sonasi. Tidak sama untuk jalur biasa yang ungul karena sonasi.

Regristrasi PPDB dilakukan pada tanggal 27 Juli. Tanggal 30 pengumuman siapa yang diterima dan tanggal 1 sampai dengan 4 pendaftaran ulang. Sedangkan pada tanggal 15 Juli siswa baru sudah mulai bersekolah.

Sesuai amatan sulutnews.com sejak pukul 5 pagi pelamar sudah memadati halaman sekolah SMA Negeri 1 Manado. Pada hari pertama pelamar hanya dibatasi pada jumlah 150 calon siswa. Hingga hari keempat sudah bertambah jumlah menjadi 450. (/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Setelah mengukir banyak cerita indah bagi peserta didiknya akhirnya sebanyak 161 siswa-siswi Tikala Adventis Elementari School (SD) dan Junior High School (SMP) Advent 1 Manado Angkatan Ke-56 berhasil dinyatakan lulus dalam Acara Penamatan yang digelar di Aula Kantor Walikota Jalan Tikala No.1 Manado, Sulawesi Utara, Selasa siang (11/6/2019).

Kepala Sekolah SMP Advent I Manado Hendro Pungus,S.Pd mengatakan siswa dan siswi yang lulus di jenjang pendidikan SMP itu sebanyak 84 anak didik, sementara di jenjang SD adalah 74 anak didik. Di lain pihak Kepala Sekolah SD Irijna Wungkana Tani,S.Pd sama-sama mengatakan harus diakui bahwa  siswa yang lulus pada angkatan 56 tersebut adalah yang terbaik karena mampu melewati ujian akhir sekolah dengan baik.

Harus diakui pula SD dan SMP Advent 1 Manado memang merupakan sekolah Advent yang terbaik di Kota Manado dan juga menjadi favorit terutama oleh orangtua yang mengharapkan putra dan putrinya dapat menikmati pendidikan yang berguna bagi masa depan.

Sekretaris Kota Manado Micler Lakat selaku alumni SD dan SMP Advent 1 Tikala berkenan hadir didampingi jajara dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Manado, Pdt Ronald Rompas, STh dan Ketua KUB Sulut dan Maluku Utara DR Femmy Togas.

Foto : Kepsek SD Advent 1 Manado Dra Irij Wungkana Tani

Dalam sambutannya Sekot Micler Lakat memberikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan wisudawati SD dan SMP Advent 1 Tikala Angkatan Ke-56 yang lulus dengan mulus untuk siap menempuh pendidikan yang berlebih tinggi lagi. Mickler Lakat mengingatkan pentingnya ilmu untuk mengejar cita-cita. Ilmu dapat diperoleh seumur hidup manusia hingga ia dapat meraih cita-citanya. "Dengan bersekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maka juga  kesempatan untuk bekerja sebagai pegawai negeri akan lebih besar manfaatnya," katanya. Dia menyentil soal standar nasional tenaga kerja saat ini haruslah sarjana. demikian pula untuk menjadi pegawai negeri maka sangat dihimbau kepada anak-anak untuk tetap bersekolah. Saat ini mereka yang bergelar S1 atau S2 bahkan S3 dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaannya. Karena kini standar nasional pelamar haruslah S1 atau S2 baru bisa bekerja menjadi pegawai negeri.

"Lewat Nawacita pendidikan saya mengajak marilah bersam sama bersinergis mendorong memajukan dan meningkatkan pendidikan anak-anak kita," ujar Sekot.

Sementara itu Kepala Dinas Dan Kebudayaan Kota Manado yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMP Youngky Magonta,S.Pd,M.Pd mengharapkan pula agar para lulusan yang dinyatakan lulus untuk berbangga serta dengan prestasi kelulusan. Dan pula dihimbau tidak berpuas diri namun terus berjuang untuk mendapatkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi lagi. "Saya nengharapkan orangtua siswa juga ikut membantu putra dan putrinya untuk berjuang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi," kata Kabid.

Foto : Kepsek SMP Advent I Tikala Manado Hendro Pungus saat menamatkan siswa dan siswi kelas 9

Acara Penamatan atau yang diberi tajuk Exercise ini dibekali pula dengan ibadah bersama para guru, lulusan, orangtua murid dan undangan yang dipimpin Pdt Ronand Rompas. Pria ini mengangkat tema ibadah tentang pentingnya menjadi anak-anak terang Kristus yang menerangi dunia dengan takut akan Tuhan dan menjahui laranganNya. "Ciri-ciri orang yang bersinar adalah tidak iri cemburu dan senantiasa berbuat baik kepada orangtua, teman, keluarga dan guru-guru. "Kedua karakter ini harus dimiliki anak-anak Tuhan yang senantiasa takut dan serta taat pada ajaranNya," kata Pendeta Ronald Rompas. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara menggelar Program Penguatan guru Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta se Sulut pada 26-28 April di Hotel Arya Duta Manado.

"Sebanyak 175 sekolah dari 182 SMK mengikuti Program ini, 7 sekolah masih ditunggu kabarnya karena tidak hadir." demikian kata Kepala Bidang SMK Dikda Sulut Debby Mamangkey, SPd, didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Vonny Neman, SPd kepada pers di sela-sela acara tersebut.

Menurut Kabid Debby Mamangkey program ini sangat penting karena seluruh materi akan memberikan bekal kepada kepala sekolah dan guru untuk menjadi ahli keuangan. "Program ini sangat penting.  Pendidikan dan sekolah akan mendapatkan pengetahuan bagaimana mengelola keuangan baik yang dalam jumlah kecil maupun besar," katanya.

Ia berharap sekolah yang tidak bisa hadir segera mencari tahu materi program yang disampaikan dalam forum itu untuk dipelajari secara serius terutama sekolah penerima dana BOS. Materi tidak hanya bisa dibaca saja namun yang diinginkan pengawas program adalah mengerti. Sekolah  kejuruan harus mampu mengerti dan memahami apa yamg harus dilakukan misalnya tentang isi Kepmendikbud no 3 Tahun 2019 tentang Dana Operasional Sekolah atau BOS.

Program Penguatan Guru SMK Se Sulut ini dibuka Kepala Dinas Pendikdikan Daerah Sulut Dr Grece Punuh. Tiga orang pembawa materi berasal dari Kemendikbud RI di Jakarta. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 6849 siswa Sekolah Menengah Pertama menjadi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dselenggarakan di Manado pada 22-25 April. 70 dari 32 SMP menjadi penyelenggara UNBK, demikian Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado DR Daglan Walangitan diwakili Kabid Pembinaan SMP Jongkes Mangontha,SPd,MSi.

"UNBK tingkat SMP ini dilaksanakan serentak di Kota Manado berlangsung di 70 SMP, sisanya 32 sekolah menyelenggarakan UNKP," kata Kabid Jongkes kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/4).

UNBK adalah ujian nasional yang digerakan oleh komputer dengan difasilitasi internet kemudian secara online materi ujian diterima siswa SMP peserta melalui perangkat komputer. Ujian dengan sistem UNBK SMP ini sudah berjalan lima tahun, tidak berpotensi gagal terutama dikarenakan materi ujian terjaga kerahasiaannnya dari pusat Jakarta.

Sementara UNBK di SMP Negeri 1 Manado yang terselenggara sejak hari pertama tak ada hambatan. Baik server internet dan listrik tidak ada masalah. "Tahun ini status sekolah SMP 1 sudah UNBK Mandiri," kata Kepala Sekolah Adeleida Kemur kepada sulutnews.com di ruang kerjanya SMP Negeri 1 Manado seraya menceritakan sebab yang mendorong perjuangan sekolah negeri itu untuk menyelenggarakan Ujian Komputer sistim Mandiri di tahun 2019.

Pada tahun-tahun sebelumnya, muncul banyak kendala UNBK di SMP 1 Manado seperti tidak ada perangkat yang  mengharuskan sekolah meminjam laboratorium komputer di sekolah lain. Namun melalui rapat wali-wali kelas dan orangtua maka disetujui diadakan UNBK Mandiri. Orangtua murid merespon dilanjutkan dengan bantuan 199 laptop dan 6 server hingga kemudian sekolah melaksanakan UNBK Mandiri pada ujian akhir siswa tahun ajaran 2019.

"Tahun ini ada 732 siswa ikut UNBK sedangkan 2 tidak ikut karena sakit,"kata Kepsek Adeleida.

Selain itu masih ada beberapa lagi sekolah negeri di Kota Manado yang sempat dihubungi sulutnews untuk diwawancarai karena sudah menyandang prestasi sebagai sekolah penyelenggara ujian komputer mandiri. Sekolah-sekolah itu adalah SMP Negeri 6 dengan Kepala Sekolah Sandra Thomas, SMP Negeri 7 Kepala Sekolah Syeny Waworuntu,Spd, peserta ujian 287 siswa, SMP Negeri 8 Malalayang dan SMP Negeri 12, SMP Negeri 13 serta masih ada tiga sekolah lagi. Sedangkan UNBK yang lainnya di SMP Negeri 2 masih menggunakan laboratorium komputer sekolah SMK Negeri 3 Manado. Menurut Kepala Sekolah Steven Tumiwa,SPd yang didampingi Ketua Panitia Ibu guru Ramlah jumlah peserta UNBK di sekolah sebanyak 300 lebih. Sistim UNBK mandiri akan diupayakan tahun depan, kata Steven. (*/Yuk)