Pendidikan

Pendidikan (144)

Manado, Sulutnews.com - Perhatian Pemerintah pusat   hinga kedaerah terhadap guru-guru saat ini semakin baik terutama terkait kesejahtraan. Hal tersebut dikatakan sejumlah guru-guru yang ditemui Sulutnews.com  Jumat (25/11) usai acara Hari Guru ke-77.

Sementara acara puncak hari Guru  tingkat Sulut dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala Kota Manado dihadiri ribuan Guru dan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI).

Menurut guru Jemmy Jeremias S.Pd yang juga Kepsek SMA Negeri 1 Manado saat ini perhatian terhadap guru guru sudah semakin baik terutama terkait fasilitas dan kesejahtraan. Misalkan ada Sertifikasi guru. Program ini sangat baik karena guru guru diminta tingkatkan kompetensi dan mendapat sertifikasi dengan ikut aturannya. "Bila sudah ada sertifikasi pasti guru guru dapat gaji atau berupa tunjangan yang cukup baik" katanya.

Dan ada lagi tunjangan lainnya bagi guru guru Tenaga Harian Lepas ( THL) didaerah ada gaji lewat APBD Provinsi untuk guru guru THL SMA dan SMK sesuai Upah Minimum Provinsi ( UMP) Rp 3,3 juta perbulan setiap guru. Dan guru honorer dibayar lewat dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) cukup banyak juga." Jadi guru guru saya di SMA Negeri 1 saya lakukan itu  untuk guru THL dan Honorer"kata Jemmy Jeremias.

Bahkan pemerintah pusat lewat program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru guru honor dan THL diberikan kesempatan untuk ikut mendaftar. Bila memenuhi syarat dan lulus tes maka akan mendapat gaji dari pemerintah seperti Aparat Sipil Negara ( ASN). Ini sangat membantu guru guru.

Hal yang lain juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Medy Tungkagi MSi kepada Sulutnews com. Banyak perhatian pemerintah terhadap guru guru.Termasuk kesejahtraan yang penting kita bekerja baik dan ikut aturan disekolah. Guru sertifikasi dan juga program PPPK itu bagian dari perhatian Pemerintah .Untuk SMA Negeri 9 yang memiliki guru 100 lebih terus tingkatkan kualitas.(Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Walikota Manado Andrei Angouw menjadi Inspektur Upacara Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-77 yang berlangsung di Lapangan Sparta Tikala Manado, Jumat (25/11).

Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-77 tahun 2022 dilakukan serentak, dengan tema berinovasi wujudkan Merdeka Belajar “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju."

Walikota Manado Andrei Angouw berkenan membaca teks pendek Pidato Menristek RI Nadiem Makarim, dan memberi wejangan agar guru di Kota Manado berani berinovasi sesuai jaman saat ini.

Mendikbudristek Nadiem berpesan agar guru di seluruh penjuru nusantara berinovasi agar program Merdeka Belajar terwujud dan berkelanjutan, demikian dilansir dari media online.

Hadir dalan Upacara tersebut Sekretaris Pemerintah Kota Manado Dr. Micler Lakat S.H, M.H, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Daisy Lumowa,SPd,MPd, Ketua PGRI, para Kepala SKPD, Forkopimda, dan tampak pula para Kepsek dan guru pengajar SMP dan SD se Kota Manado. (yuk)

Manado, Sulutnews.com - Tiga nama Calon Rektor Unsrat periode 2022-2026 yang meraih suara terbanyak dalam penyaringan Senin (21/11) di Aula Unsrat Manado akan segera dikirim Kementrian Pendidikan dan Ristek di Jakarta hal tersebut dikatakan Ronny Maramis SH MH Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsrat kepada Sulutnews.com Selasa (22/11) di Manado.

Sebelumnya Senat Unsrat Senin (21/11) di Aula Unsrat telah menjaring tiga nama Calon Rektor Unsrat dari empat nama yang ikut penyaringan. Tiga nama yang meraih suara terbanyak yakni Prof Dr Ir Oktavian Berty Sompie M.Eng ( Wakil Rektor II Unsrat saat ini) dengan meraih 32 suara. Kemudian Prof Dr Ir Grevo Gerung M.Sc ( Wakil Rektor I Unsrat saat ini) meraih 19 suara dan Prof Dr Ir Fabian Manoppo MAgr ( Dekan Fakultas Tekhik Unsrat saat ini) meraih 16 suara. Sementara Prof Dr Ir Jefrey Kindangen  DEA (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Unsrat saat ini ) meraih dua suara.Jumlah senat yang memilih 69 Senat. Dalam penyaringan dipimpin

Dr Max Rembang MSi Humas Unsrat Manado kepada Sulutnews.com Selasa (22/11) mengatakan tiga nama peraih suara terbanyak akan segera dikirim ke Kementrian Pendidikan Dan Ristek 24 November dan akan dilakukan pemeriksaan hasil penjarinhan dan akan diperiksa rekam jejak tiga nama tersebut dan wawancara. Kemudian akan akan dipilih satu dari tiga nama calon Rektor namun itu rana Kementrian Ristek. Bukan dari Senat atau panitia di Unsrat" Jadi Senat dan Panitia pemilihan Rektor Unsrat hanya sampai Senin 21 November 2022. Sesudah itu Kementrian Pendidikan Ristek yang atur hinga pemilihan Rektot bersama 35 persen suara Kementrian Pendidikan dan Ristek sementara Senat Unsrat 65 persen.

Max Rembang yang juga Dosen FISIP Unsrat menambahkan selama penyaringan berjalan lancar dan aman. Tidak ada protes atau masalah lagi. Data Sulutnews.com tiga nama calon Rektor semuanya Guru Besar, dari Fakultas Teknik dan Fakultas Perikanan.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka ( IKM) belajar disejumlah SMK Negeri di Sulut berjalan lancar hinga saat ini. Kalau ada masalah seperti ganguan   jaringan internet itu langsung diselesaikan.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SMK Negeti antara lain Kepsek SMK Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN- PP) di Kalasey Kabupaten Minahasa, Djeane Sumajow S.Pd, Kepsek SMK Negeri Tombariri Kabupaten Minahasa Vanny Motto S.Pd dan Kepsek SMK Negeri I Amurang Minahasa Selatan Ny T Ticoalu S.Pd.MSi. Mereka dihubungi Sulutnews.com pekan lalu.

Menurut para Kepsek sejak pelaksanaan IKM belajar hinga saat ini lancar lancar saja pelaksanaan. Karena para guru guru sudah ikut pelatihan dan bimbingan teknis sehinga tidak ada kendala.Bahkan dukungan fasilitas yang cukup memadai disekolah." Kalau ada ganguan Internet kita langsung selesaikan, kata Kepsek SMK- PP Kalasey Djeane Sumayow dan Kepsek SMK Negeri Tombariri Vanny Motto. Bahkan Kepsek Vanny Motto mengatakan semua guru guru sudah dilatih sehinga lancar IKM belajar. Untuk Sekolahnya memang baru mulai beberapa bulan lalu. Artinya baru mulai berbeda dengan sekolah lain. Kepsek Vanny Motto menambahkan karena sekolahnya berada jauh dari perkotaan sering jaringan internet tergangu. Dan banyak siswa yang tingalnya jauh. Namun semua siswa ikut IKM belajar karena ini harus dilakukan semua sekolah.

Sementata Kepsek SMK Negeri 1 Amurang Minahasa Selatan Ny T Ticoalu mengatakan semua guru sudah ikut pelatihan. Sehinga pelaksanaan IKM disekolahnya berjalan baik. Sebelumnya Kepala Badan Peningkatan Mutu Pendidikan ( BPMP) Perwakilan Sulut Febry Dieng ST.MT mengatakan semua sekolah harus laksanakan IKM belajar. Karena IKM itu program Kementrian Pendidikan dan Ristek . Hasil evaluasi cukup baik pelaksanaanya. Banyak guru guru sudah ikut bintek.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sulut di  Minahasa Selatan Max Lengkong kepada Sulutnews com secara terpisah pekan lalu mengatakan untuk IKM belajar di wilayah Minahasa Selatan  yang mereka  awasi berjalan  lancar. Pihaknya terus mengawasi ketat pelaksanaan IKM di Minahasa Selatan." Karena IKM itu penting" kata Lengkong.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah Kepsek baik SMA, SMK dan SMK di Sulut mendorong Guru- guru Tenaga Harian Lepas ( THL) disekolahnya untuk ikut seleksi tenaga guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK)  karena qouta untuk tenaga guru di Sulut sekitar 3.279.

Demikian dikatakan sejumlah Kepsek kepada Sulutnews.com Selasa (8/11) secara terpisah. Mereka antara lain Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy J. Jeremias S.Pd, Kepsek SMK Negeri 9 di Taas Manado Noldie Pangemanan S.Pd dan Kepsek SMP Negeri 7 Teling Manado Syenny Waworuntu S.Pd.M.Pd.

Mereka mengatakan banyak guru- guru THL disekolahnya sudah puluhan tahun bekerja. Karena itu kami mendorong ikut seleksi PPPK. Karena program pemerintah ini baik dan sangat membantu" Saya sudah sampaikan kepada puluhan guru-guru THL disekolahnya ikut seleksi PPPK. Karena quota untuk SMA Negeri I Manado sekitar 40 guru" kata Kepsek Jemmy Jeremias. Mereka diminta belajar dan siapkan berkas agar bisa lulus nanti.

Hal sama dikatakan Kepsek SMK Negeri 9 Manado Noldie Pangemanan. Sekitar 15 guru THL disekolahnya kami minta ikut seleksi karena ini peluang besar untuk lolos. Guru THL sudah lama bekerja sebagai guru. Ada lima tahun ada yang lebih. Hal yang sama dikatakan Kepsek SMP Negeri 7 Manado Syenny Waworuntu. Ada belasan guru THL disekolahnya yang didorong ikut seleksi PPPK." Saya optimis bisa lolos ikut seleksi karena mereka sudah lama merindukan menjadi pegawai negeri" kata Waworuntu.

Sejumlah Guru Senang

Sementara itu sejumlah guru-guru THL ketika ditemui Sulutnews.com namun engan menyebutkan namanya Selasa (8/11) menyatakan gembira karena sudah puluhan tahun masih THL. Dengan ikut seleksi PPPK saya senang dan optimis lulus" Kata salah satu guru THL disalah satu sekolah SMA di Manado. Hal sama7 dikatakan guru THL disalah satu SMP di Manado. " Saya sudah lama ingin menjadi pegawai tetap. PPPK akan saya ikut dan optimis akan lulus" kata guru THL yang engan menyebutkan namanya.

Pantauan Sulutnews.com Selasa (8/11) sore puluhan Guru-guru THL dari sejumlah SMK Negeri dan swasta di Kota Manado  ikut sosialisasi terkait seleksi PPPK di SMK Negeri I Manado. Sejumlah Kepsek juga ikut. Sosialisasi dari Dinas Pendidikan Sulut.

Sementara itu menurut data yang diterima Sulutnews.com untuk Sulut dapat jatah PPPK sekitar 9.500. Sekitar 9.200 untuk tenaga guru.Dan itu tersebar di 15 Kabupaten dan Kota. Untuk Pemda Sulut jatah sekitar 3.279 untuk tenaga guru. Seleksi PPPK telah dibuka dan  akan berakhir 14 November.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - 5 Bakal Calon Rektor Unsrat yang mendaftar hingga  hari terakhir Kamis (3/11) siap bersaing dalam pemilihan Rektor Unsrat periode 2022-2026 .

5  Bakal Calon  Rektor yang telah mendaftar satu diantaranya perempuan yakni Dr Flora Kalalo SH MH  mantan Dekan Fakultas Hukum Unsrat. Sementara empat lainnya laki-laki antara lain Prof Dr Ir Fabian Manoppo M.Agr ( Dekan Fakultas Teknik Unsrat saat ini), Prof Dr Ir Oktavian Berty Sompie, M.MEng (Wakil Rektor III Unsrat), Prof Dr Ir Jefrey Kindangen, DEA (Mantan Dekan Fakultas Teknik Unsrat) dan Prof Dr Ir Grevo S Gerung M.Sc (Wakil Rektor I Unsrat saat ini).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsrat Dr Ronny Maramis SH MH yang juga menjabat Wakil Rektor II Unsrat ketika dikonfirmasi Sulutnews.com Jumat (4/11) membenarkan bahwa hanya lima bakal calon Rektor yang mendaftar hinga hari terakhir batas pendaftaran Kamis (3/11). "Jadi hanya lima bakal calon Rektor yang mendaftar dan siaap diproses administrasinya" kata Ronny Maramis.

Bila sudah selesai pemeriksaan berkas dan dinyatakan memenuhi syarat maka bakal calon Rektor siaap menyampaikan fisi misi dan dipilih tiga calon pada 17 hinga 21 November untuk dikirim ke Kementrian Pendidikan dan Ristek.

Rektor terpilih nanti akan mengantikan Rektor Unsrat yang sudah dua periode yakni Prof Dr Ir Ellen Kumaat M.Sc.  Unsrat hinga saat ini memiliki 11 Fakultas antara lain Fakultas  Peternakan, Pertanian, Kedokteran, Fakultas Teknik, Hukum, FISIP, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Fakultas MIPA. FKM dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com -  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Utara (Sulut)  akan terus memperjuangkan aspirasi guru baik kesejatraan maupun peningkatan kualitas serta sarana dan prasarana pendidikan agar mutu pendidikan semakin  baik kedepan  terutama didaerah daerah terpencil.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umun PGRI Sulut Drs Staf Wowor dalam Seminar Pendidikan Senin (31/10) di Hotel Aston Manado. Seminar sehari dihadiri sejumlah pembicara yakni  Wakil Rektor I Unima Prof Dr Urbanus Naharya MS, Kepala Badan Peningkatan Mutu  Pendidikan ( BPMP) Sulut  Febry Dieng ST MT, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan ( Kabid GTK) Diknas Sulut Debby Mamangkey MPd. Sementara ratusan peserta itu terdiri dari pengurus PGRI Kabupaten dan Kota  serta Kepala Sekolah baik SD, SMP dan SMA serta SMK baik Negeri dan Swasta serta pemerhati pendidikan.

Star Wowor yang menutup acara tersebut sekaligus membaca bagian rekomendasi dari seminar pendidikan. Wowor mengatakan tugas guru guru itu sangat mulia namun berat diera saat ini dan kedepan. Karena itu selain kesejahtraan itu harus memadai. Peningkatan kualitas dan kompetensi itu penting terutama guru guru didaerah terpencil" Jadi kami akan perjuangkan semua aspirasi yang disampaikan peserta seminar", katanya.

Menjawab pertanyaan Ketua PGRI Kabupaten Talaud Dr Sry Pasiak MPd adanya sejumlah  guru yang ada didaerahnya yang terlalu cepat dimutasi. Star Wowor mengatakan akan diperhatikan. Ini tidak boleh terjadi lagi. Bahkan  Kabid GTK Diknas Sulut Debby Mamangkey mengatakan pihaknya akan memperhatikan. Menurutnya untuk Guru didaerah terpencil memang diharapkan 10 tahun baru bisa pindah. Bukan baru tiga tahun.

Kerjasama

Sementara itu Kepala BPMP Sulut Febry Dieng mengatakan terkait mutu dan kompetensi  dan kualitas guru itu kita terus tingkatkan. Pihaknya terus melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten dan Kota. Karena saat ini kualitas guru dibutuhkan terkait dengan program Kementrian Pendidikan dan Ristek mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka ( IKM) belajar yang sementara berjalan." Kita semua harus ikut laksanakan IKM belajar karena ini menyederhanakan kurikukum sebelumnya" kata Febry Dieng. Sementara itu Wakil Rektor I Unima Prof Dr Urbanus Naharya MS menantang pihak guru guru untuk bisa studi lanjut S2 dan S3 di Unima. Bahkan ikut melakukan penelitian bersama dengan biaya dari Kementrian Pendidikan dan Ristek lewat Unima.

Prof Urbanus mengatakan pihaknya akan terus tingkatkan lulusan Unima terutama calon guru. " Kita terus benahi perkuliahan agar para lulusan Unima bisa menjadi guru yang berkuitas" katanya Sementara sejumlah peserta seperti Kepsek SMA Negeri I Manado Jemmy Jeremias S.Pd mengatakan peningkatan kompetensi dan kualitas guru sangat dibutuhkan saat ini. Bahkan ia mengatakan banyak lulusan SMA yang berkualitas engan melanjutkan studi atau kuliah untuk menjadi guru. Tetapi mengambil jurusan lain "Ini masalah penting yang harus kita atasi" kata Jeremias yang juga guru Matematika. Sedangkan Dosen Fakultas Peternakan Unsrat Ir Richard Montong MSc yang hadir mengatakan kualitas sekolah itu penting. Karena kalau berkualitas pasti banyak peminat dan berapapun biaya sekolah atau SPP pasti orang tua mampu bayar seperti contoh beberapa sekolaj di Sulut." Jadi kualitas sekolah baik mutu pelajaran dan disiplin serta ahklak itu sangaat penting" kata Montong.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Pembangunan di sektor pendidikan menjadi perhatian pemerintah dibuktikan dengan hadirnya proyek rehabilitasi gedung SMA/SMK di Provinsi Sulawesi Utara yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022-2023.

SMK dan SMA tersebut yang memperoleh proyek rehabilitasi gedung tersebar di berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Utara, demikian Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Prov Sulut Vecky Pangkerego SPd,MPd ditemui media di ruang kerjanya, Senin (24/10).

"Jadi ada pemerataan untuk pembangunan khusus rehabilitasi gedung SMK ada 46. Bisa diihat hasilnya di SMK Paramita Bintauna di Bolmut," ucap Vecky Pangkerego, SPd,MPd.

Tidak ada sumber anggaran lainnya untuk proyek rehap gedung kecuali dari DAK. Proyek diberikan melalui lelang tender dan kepada kontraktor diisyaratkan bekerja selama satu tahun anggaran. Kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya di tahap satu pencairan, maka tidak akan mendapat tahap dua dan tiga, ucap Vicky Peangkerego yang juga pejabat PPTK Rehabilitasi gedung SMK ini.

Ditambahkannya informasi tentang ada sekolah kejuruan kebagian dua sumber anggaran DAK dan APBN hal ini tidak benar. Sekolah-sekolah yang sudah mendapat alokasi DAK tidak lagi mendapat anggaran dari APBN, apalagi untuk biaya proyek lanjutan tahun lalu, begitu ujar mantan Kepsek SMKN 01 Tondano ini. (yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah Sekolah Dasar ( SD) Negeri dan Swasta di Kota Manado siap melaksanakan Asesment Nasional Berbasis Komputer ( ANBK) pada Kamis (27/10) pekan depan. Saat ini sementara dilakukan simulasi atau latihan agar pekan depan bisa berjalan lancar pelaksanaan ANBK.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepala Sekolah ( Kepsek) SD Negeri dan Swasta di Kota Manado yang ditemui Sulutnews.com secara terpisah Senin (17/10) dan Selasa (18/10) .Kepsek yang  ditemui antara lain Kepsek SD Negeri 12 Tuminting Meyti S Piri S.Pd .M.Pd, Kepsek SD Inpres 03 Kaiwatu  Maissye Watania S.Pd, Kepsek SD Negeri Mapanget Barat Dety Ratag S.Pd, Kepsek SD Negeri 103  Perumahan Kilu Mapanget Dientje Kumaat S.Pd dan Kepsek SD GMIM 54 Mapanget Djony Manangka S.Pd.M.Pd dan SD Katolik O9 Hati Kudus  Tuminting  Paulin Rawung S.Pd

Menurut Kepsek SD Negeri 12 Meity Piri sekitar 30 siswa yang akan ikut ANBK dengan lima cadangan. Semua sudah ikut simulasi sehinga 30 siswa sudah siap pada ANBK nanti. Begitu juga dikatakan  Kepsek Maissye  Watania Kepsek 03 Kaiwatu. Sekolahnya hari Selasa (18/10) hinga Rabu (19/10)  melakukan simulasi. Dan lancar hari pertama 15 siswa yang ikut nanti sesi kedua besok ( 19/10) sekitar 15 siswa ikut. Hal lain juga dikatakan Dety Ratag dan Djony Manangka serta Dientje Katuuk." Sekolah kami sudah siap 100 persen untuk ikut ANBK pekan depan" kata Kepsek Dientje Katuuk.

Bahkan Djony Manangka mengatakan sekitar 30 siswa yang akan ikut ANBK  dan saat ini sudah ikut simulasi. Sementara Kepsek Deity Ratag 30 siswanya sudah ikut simulasi hari ini dan siaap ikut ANBK 27 Oktober nanti.

Menurut para Kepsek  untuk sarana penunjang tidak ada masalah. Kecuali listrik padam itu bisa tergangu. " Simulasi ANBK disekolahnya berjalan lancar"kata Kepsek Djony Manangka

Kepsek Maissye Watani dan Kepsek .Deyti Ratag  optimis bisa terlaksana ANBK 27 Oktober nanti. Sementara. Fentje Lengkong salah satu pengawas Dikbud  Kota Manado kepada Sulutnews.com saat memantau di SD Negeri 12 .nengatakan pelaksa naan  simulasi  saat ini lancar. " Saya optmis ANBK di sejumlah SD  akan sukses" kata Fentje  Lengkong. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kepsek SMP Negeri 2 Manado Meytha Wongkar S.Pd mengatakan, untuk menunjang proses Belajar Mengajar agar lancar aman dan nyaman, pihak pimpinan sekolah akan memperbaiki beberapa sarana dan prasarana penunjang baik ruang belajar, jaringan internet juga tanggul untuk mengantisipasi terjadi tanah longsor.

"Jadi perbaikan sarana dan prasarana itu penting agar proses blajar mengajar lancar”, kata  Kepsek Meytha Wongkar.

Dikatakan tahun lalu Pemerintah Kota Manado sudah membangun beberapa ruang kelas, namun kami masih mengusulkan ruang kelas baru dan perbaikan tangul dibelakang sekolah yang terkena longsor waktu lalu.

"Kami berharap kedepan akan lebih baik sekolahnya. Karena itu pihaknya terus bekerja 7keras memajukan sekolahnya dan berharap dukungan semua masyarakat" kata Kepsek Meytha.

Untuk jaringan internet sudah ada meski sering ada ganguan. Namun secara umum lancar.

Terkait proses pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) belajar disekolahnýa berjalan lancar, tidak ada masalah hinga selesai. IKM itu hal penting yang harus dilakukan sekolah agar kedepan lebih berkualitas dan siaap bersaing. Untuk SMP Negeri 2  Kata Meytha terus tingkatkan pelalayanan terutama kepada siswa dan guru guru. Kualitas guru kita tingkatkan agar lulusannya baik.

Untuk SMP Negeri 2 sudah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pelaksanaan  lancar dan  nyaman.(Fanny)