Pendidikan

Pendidikan (30)

Manado, Sulutnews.com - Revandy Wuntu (16) siswa kelas 11 SMA Rex Mundy Manado meraih Medali Perunggu untuk Bidang Study Astronomi pada Olimpiade Sains Nasional XVIII yang berlangsung di Manado Sulawesi Utara 1-4 Juli 2019.

Rivandy Wuntu adalah salah satu dari dua siswa asal Sulut yang memperoleh Medali perunggu selain satu lagi siswa asal Sulut peraih Medali Perak yang diumumkan panitia OSN XVIII hari Jumat (5/7) lalu di Aula Kantor Gubernur Jalan 17 Agustus Manado.

Usai menerima Piagam Medali Perunggu yang dikalungkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara dr Grace Punuh di atas panggung, remaja putra bermata sipit ini meloncat gembira dan kemudian mendapat kecupan hanggat di kedua pipinya oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut dr Grace Punuh ini.

"Selamat ya, Rivaldy." ujar Grace Punuh seraya tersenyum dan memberi kecupan baginya sebagai ungkapan bangga. Rivaldy menyingkirkan ribuan saingan saat adu cerdas pada Bidang Study Astronomi di OSN XVIII yang berlangsung 1 sampai dengan 4 Juli 2019. Meski belum berhasil merebut merebut Medali Emas dari juara legendaris DKI Jakarta tapi Rivaldy sudah memberikan yang terbaik kepada Sulawesi Utara, demikian ujar Grace Punuh dengan jujur kepada pers saat diwawancarai.

Dirjen Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan RI, DR Parwadi,Pd.D menegaskan bahwa iven OSN XVIII di Manado merupakan kegiatan yang bertujuan menyalurkan hak intelektual siswa untuk bertanding dan mendapat juara. "Pemerintah hanyalah mencari bibit baru untuk bidang teknologi sains. Harus diakui bidang ini merupakan jalan manusia untuk hidup lebih sejahtera," kata Purwadi seraya menambahkan setiap juara akan diikutsertakan di Lomba Sain tingkat Internasional. Sampai bertemu di OSN XIX Tahun 2020. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Untuk dapat menjadi siswa di sekolah pilihan seperti di SMK Negeri 3 Manado atau peserta didik baru tidak boleh bertindik di telinga. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Manado Froly Togas,S.Pd, MPd di Manado, Rabu (26/6).

Ia menjelaskan SMK Negeri 3 Manado menyiapkan 12 rombel bagi peserta didik baru. "Satu rombel terdiri dari 32 peserta didik baru."

Jalur penerimaan di SMK Negeri 3 Manado menggunakan Program PPDB Tahun Ajaran 2019-2029. Pada program tersebut aturannya sama dengan sekolah lain yaitu dimulai pada hari Senin 24 Juli dan ditutup pada tanggal 27 Juli. Pendaftaran Ulang dilakukan tanggal 1-4 Juli. Sedangkan tanggal 15 peserta didik baru sudah dapat sekolah, kata Kepsek.

Tentang Program Sonasi peserta didik tidak akan menjalani tes masuk karena jumlah siswa dibatasi hanya untuk 12 Rombel. Tes atau ujian akan dilakukan saat menentukan jurusan. (/Yuk))

Manado, Sulutnews.com - Melalui Penerimaan Peserta Didik Baru Online atau PPDB Tahun Ajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Manado menerima peserta didik baru dimulai hari Senin 24 Juni 2019.

"Kami menyediakan 8 kelas belajar untuk siswa baru melalui Program PPDB Online," kata Kepsek Sherly Kalangi di Manado, Selasa (25/6/2019).

Ada beberapa jalur bisa dimanfaatkan siswa untuk dapat diterima sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Manado, yaitu jalur biasa dan jalur prestasi. Di jalur prestasi calon siswa tidak dikenakan program sonasi. Tidak sama untuk jalur biasa yang ungul karena sonasi.

Regristrasi PPDB dilakukan pada tanggal 27 Juli. Tanggal 30 pengumuman siapa yang diterima dan tanggal 1 sampai dengan 4 pendaftaran ulang. Sedangkan pada tanggal 15 Juli siswa baru sudah mulai bersekolah.

Sesuai amatan sulutnews.com sejak pukul 5 pagi pelamar sudah memadati halaman sekolah SMA Negeri 1 Manado. Pada hari pertama pelamar hanya dibatasi pada jumlah 150 calon siswa. Hingga hari keempat sudah bertambah jumlah menjadi 450. (/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Setelah mengukir banyak cerita indah bagi peserta didiknya akhirnya sebanyak 161 siswa-siswi Tikala Adventis Elementari School (SD) dan Junior High School (SMP) Advent 1 Manado Angkatan Ke-56 berhasil dinyatakan lulus dalam Acara Penamatan yang digelar di Aula Kantor Walikota Jalan Tikala No.1 Manado, Sulawesi Utara, Selasa siang (11/6/2019).

Kepala Sekolah SMP Advent I Manado Hendro Pungus,S.Pd mengatakan siswa dan siswi yang lulus di jenjang pendidikan SMP itu sebanyak 84 anak didik, sementara di jenjang SD adalah 74 anak didik. Di lain pihak Kepala Sekolah SD Irijna Wungkana Tani,S.Pd sama-sama mengatakan harus diakui bahwa  siswa yang lulus pada angkatan 56 tersebut adalah yang terbaik karena mampu melewati ujian akhir sekolah dengan baik.

Harus diakui pula SD dan SMP Advent 1 Manado memang merupakan sekolah Advent yang terbaik di Kota Manado dan juga menjadi favorit terutama oleh orangtua yang mengharapkan putra dan putrinya dapat menikmati pendidikan yang berguna bagi masa depan.

Sekretaris Kota Manado Micler Lakat selaku alumni SD dan SMP Advent 1 Tikala berkenan hadir didampingi jajara dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Manado, Pdt Ronald Rompas, STh dan Ketua KUB Sulut dan Maluku Utara DR Femmy Togas.

Foto : Kepsek SD Advent 1 Manado Dra Irij Wungkana Tani

Dalam sambutannya Sekot Micler Lakat memberikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan wisudawati SD dan SMP Advent 1 Tikala Angkatan Ke-56 yang lulus dengan mulus untuk siap menempuh pendidikan yang berlebih tinggi lagi. Mickler Lakat mengingatkan pentingnya ilmu untuk mengejar cita-cita. Ilmu dapat diperoleh seumur hidup manusia hingga ia dapat meraih cita-citanya. "Dengan bersekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maka juga  kesempatan untuk bekerja sebagai pegawai negeri akan lebih besar manfaatnya," katanya. Dia menyentil soal standar nasional tenaga kerja saat ini haruslah sarjana. demikian pula untuk menjadi pegawai negeri maka sangat dihimbau kepada anak-anak untuk tetap bersekolah. Saat ini mereka yang bergelar S1 atau S2 bahkan S3 dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaannya. Karena kini standar nasional pelamar haruslah S1 atau S2 baru bisa bekerja menjadi pegawai negeri.

"Lewat Nawacita pendidikan saya mengajak marilah bersam sama bersinergis mendorong memajukan dan meningkatkan pendidikan anak-anak kita," ujar Sekot.

Sementara itu Kepala Dinas Dan Kebudayaan Kota Manado yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMP Youngky Magonta,S.Pd,M.Pd mengharapkan pula agar para lulusan yang dinyatakan lulus untuk berbangga serta dengan prestasi kelulusan. Dan pula dihimbau tidak berpuas diri namun terus berjuang untuk mendapatkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi lagi. "Saya nengharapkan orangtua siswa juga ikut membantu putra dan putrinya untuk berjuang mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi lagi," kata Kabid.

Foto : Kepsek SMP Advent I Tikala Manado Hendro Pungus saat menamatkan siswa dan siswi kelas 9

Acara Penamatan atau yang diberi tajuk Exercise ini dibekali pula dengan ibadah bersama para guru, lulusan, orangtua murid dan undangan yang dipimpin Pdt Ronand Rompas. Pria ini mengangkat tema ibadah tentang pentingnya menjadi anak-anak terang Kristus yang menerangi dunia dengan takut akan Tuhan dan menjahui laranganNya. "Ciri-ciri orang yang bersinar adalah tidak iri cemburu dan senantiasa berbuat baik kepada orangtua, teman, keluarga dan guru-guru. "Kedua karakter ini harus dimiliki anak-anak Tuhan yang senantiasa takut dan serta taat pada ajaranNya," kata Pendeta Ronald Rompas. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara menggelar Program Penguatan guru Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta se Sulut pada 26-28 April di Hotel Arya Duta Manado.

"Sebanyak 175 sekolah dari 182 SMK mengikuti Program ini, 7 sekolah masih ditunggu kabarnya karena tidak hadir." demikian kata Kepala Bidang SMK Dikda Sulut Debby Mamangkey, SPd, didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Vonny Neman, SPd kepada pers di sela-sela acara tersebut.

Menurut Kabid Debby Mamangkey program ini sangat penting karena seluruh materi akan memberikan bekal kepada kepala sekolah dan guru untuk menjadi ahli keuangan. "Program ini sangat penting.  Pendidikan dan sekolah akan mendapatkan pengetahuan bagaimana mengelola keuangan baik yang dalam jumlah kecil maupun besar," katanya.

Ia berharap sekolah yang tidak bisa hadir segera mencari tahu materi program yang disampaikan dalam forum itu untuk dipelajari secara serius terutama sekolah penerima dana BOS. Materi tidak hanya bisa dibaca saja namun yang diinginkan pengawas program adalah mengerti. Sekolah  kejuruan harus mampu mengerti dan memahami apa yamg harus dilakukan misalnya tentang isi Kepmendikbud no 3 Tahun 2019 tentang Dana Operasional Sekolah atau BOS.

Program Penguatan Guru SMK Se Sulut ini dibuka Kepala Dinas Pendikdikan Daerah Sulut Dr Grece Punuh. Tiga orang pembawa materi berasal dari Kemendikbud RI di Jakarta. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Sebanyak 6849 siswa Sekolah Menengah Pertama menjadi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dselenggarakan di Manado pada 22-25 April. 70 dari 32 SMP menjadi penyelenggara UNBK, demikian Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado DR Daglan Walangitan diwakili Kabid Pembinaan SMP Jongkes Mangontha,SPd,MSi.

"UNBK tingkat SMP ini dilaksanakan serentak di Kota Manado berlangsung di 70 SMP, sisanya 32 sekolah menyelenggarakan UNKP," kata Kabid Jongkes kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/4).

UNBK adalah ujian nasional yang digerakan oleh komputer dengan difasilitasi internet kemudian secara online materi ujian diterima siswa SMP peserta melalui perangkat komputer. Ujian dengan sistem UNBK SMP ini sudah berjalan lima tahun, tidak berpotensi gagal terutama dikarenakan materi ujian terjaga kerahasiaannnya dari pusat Jakarta.

Sementara UNBK di SMP Negeri 1 Manado yang terselenggara sejak hari pertama tak ada hambatan. Baik server internet dan listrik tidak ada masalah. "Tahun ini status sekolah SMP 1 sudah UNBK Mandiri," kata Kepala Sekolah Adeleida Kemur kepada sulutnews.com di ruang kerjanya SMP Negeri 1 Manado seraya menceritakan sebab yang mendorong perjuangan sekolah negeri itu untuk menyelenggarakan Ujian Komputer sistim Mandiri di tahun 2019.

Pada tahun-tahun sebelumnya, muncul banyak kendala UNBK di SMP 1 Manado seperti tidak ada perangkat yang  mengharuskan sekolah meminjam laboratorium komputer di sekolah lain. Namun melalui rapat wali-wali kelas dan orangtua maka disetujui diadakan UNBK Mandiri. Orangtua murid merespon dilanjutkan dengan bantuan 199 laptop dan 6 server hingga kemudian sekolah melaksanakan UNBK Mandiri pada ujian akhir siswa tahun ajaran 2019.

"Tahun ini ada 732 siswa ikut UNBK sedangkan 2 tidak ikut karena sakit,"kata Kepsek Adeleida.

Selain itu masih ada beberapa lagi sekolah negeri di Kota Manado yang sempat dihubungi sulutnews untuk diwawancarai karena sudah menyandang prestasi sebagai sekolah penyelenggara ujian komputer mandiri. Sekolah-sekolah itu adalah SMP Negeri 6 dengan Kepala Sekolah Sandra Thomas, SMP Negeri 7 Kepala Sekolah Syeny Waworuntu,Spd, peserta ujian 287 siswa, SMP Negeri 8 Malalayang dan SMP Negeri 12, SMP Negeri 13 serta masih ada tiga sekolah lagi. Sedangkan UNBK yang lainnya di SMP Negeri 2 masih menggunakan laboratorium komputer sekolah SMK Negeri 3 Manado. Menurut Kepala Sekolah Steven Tumiwa,SPd yang didampingi Ketua Panitia Ibu guru Ramlah jumlah peserta UNBK di sekolah sebanyak 300 lebih. Sistim UNBK mandiri akan diupayakan tahun depan, kata Steven. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com -SMA Negeri 1 Manado mencetak prestasi sebagai sekolah negeri dengan peserta UNBK terbanyak di Sulut bahkan di Indonesia.

"Jumlah peserta UNBK SMA Negeri 1 Manado pada Tahun ini capai 910 orang siswa jumlah ini terbanyak di Indonesia di daerah lain tidak ada," demikian kata Kepsek Sherly Kalangi menjawab pertanyaan pers di sela-sela pelaksanaan UNBK yang berlangsung di Gedung SMA Negeri 1Manado, Kamis (4/4).

Terbanyak kedua SMA Binsus  Negeri  9 dengan capaian 529 orang siswa ditambah 4 Sekolah bergabung menjadi 729, SMA Negeri 8 dengan capaian peserta 500-an orang siswa, SMA Negeri 7 yang populer sebagai sekolah negeri terfavorit di Indonesia hanya sebanyak 383 orang siswa dengan tambahan 10 dari SMA Karsia Manado. Sedangklan sisanya hanya dibawah dari 200 orang seperti halnya peserta di SMA Negeri 2 Manado atau Smandu dibawah binaan Kepsek Jefrey Ombong,SPd yang hanya 191 orang siswa.

Kepala Sekolah SMA Negeri Binsus 9 Manado Meddy Tungkagi,SPd,MPd mengatakan penyelenggara UNBK berjalan aman dan terkendali. Sebelum mengikuti ujian siswa sudah melewati berbagai tahap pengenalan UNBK seperti sosialisasi, pengenalan ruang ujian, penggunaan alat komputer, apa itu password dan tanda pengenal UNBK, pengenalan token serta internet dan bagaimana mengatasi kesulitan di ujian UNBK.

"Kami sangat serius sebagai penyelenggara UNBK SMA di Manado harus berjalan aman dan terkendali," kata Medy.

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Manado Grace Lowing,SPd sekolah telah melakukan kegiatan pengenalan UNBK kepada siswa dua bulan sebelumnya. Sejak dibuka sampai dengan hari kedua UNBK di SMA 7 berjalan baik dan kondusif. Ia mengakui meski sempat panik karena pada hari kedua ada gangguan listrik nanun hal itu bisa diatasi. "Sepuluh menit listrik padam maka waktu ujianpun kepada siswa akan ditambah sepuluh menit. Jadi siswa tidak akan bisa menyelesaikan soal ujian dengan tenang," katanya.

Sesuai amatan Sulutnews.com banyak dari siswa di sekolah negeri terbaik peserta UNBK itu mengeluh, soal waktu yang disediakan panitia UNBK tidak seimbang dengan banyaknya materi uji yang jumlah soal capai 50-70 pertanyaan. "Dengan jumlah soal yang begitu banyak hanya disediakan  2,5 jam dalam satu kelas sesi, waktu ini sangat kurang," kata Winda Siswa jurusan IPS SMA Negeri 7 Manado.

Winda mengakui pula sikap ramah dari guru pengawas dan guru pembimbing UNBK tidak akan membantu siswa jika waktu yang disediakan tidak seimbang dengan jumlah pertanyaan dan soalnya. (*/Yuk)

Manado, Sulutnews.com - Membangun dan meningkatkan pendidikan di Sulut ditempuh pemerintah dengan berbagai kebijakan. Salah satu kebijakan itu adalah Program Biaya Operasional Sekolah atau yang dikenal dengan BOS.

Program BOS di Sulut berjalan sesuai yang diharapkan pemerintah, yaitu membiayai kebutuhan operasional sekolah. Mulai dari pengadaan buku cetak, perpustakaan, dan tersedianya ruang literasi siswa dari tingkatan SD, SMP dan SMA/SMK.

Kepala Bidang Dikmenti Diknas  Sulut Drs Arthur Tumipa, MSi mengatakan, Program dana BOS dicairkan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerinah pusat dengan sasaran peserta didik atau siswa.

"Semua sekolah di Sulut mendapatkan BOS. Sekolah yang belum mendapatkan BOS akan diminta segera melengkapi berkas permohonan dan uang BOS akan dicairkan sesuai sistim tetap penyaluran BOS sebagaimana tahun sebelumnya," kata Arthur Tumipa di Manado.

Sekolah yang letak gedungnya jauh dari ibukota dengan ketiadaan bank penyalur seperti di kepulauan atau wilayah tertinggal maka keterlambatan itu bisa saja terjadi, kata Tumipa. Untuk mencegahnya Pemerintah terus melakukan tindakan pengawasan agar dana yang disediakan terserap dengan baik.

BANK SulutGo Penyalur BOS

Pemerintah menciptakan keharmonisan antar lembaga pendidikan dan perbankan untuk menjadi kekuatan program BOS di Sulut. Bank SulutGo adalah bank yang ditujuk pemerintah menjadi lembaga penyalur dana BOS.

Kepala Cabang Utama Bank SuluGo Manado Else Monginsidi,SE kepada sulutnews.com di kantornya belum lama ini mengatakan, Bank SulutGo ada di tiap-tiap daerah. Untuk kegiatan transaksi, harus ada permintaan dahulu baru dilakukan penyaluran sesuai mekanisme perbankan terkini.

"Dana akan disalurkan ke dalam rekening sekolah apabila sudah ada permintaan membayar yang dibuktikan dengan surat perintah membayar dari tiap-tiap kantor diknas," demikian Else Monginsidi, SE.

Sekolah yang berada di kepulauan jauh dari Kantor Bank SulutGo, maka transaksi bisa dilakukan dengan mendatangi kantor yang terdapat di kota Manado, ujarnya.

Direktur BOS Sulut Teddy Rondonuwu,SE menambahkan, Dana disalurkan Triwulan pertama 20 persen, triwulan kedua 40 persen, triwulan ketiga 20 persen dan triwulan keempat 20 persen. Tahun 2019, penyaluran dana BOS untuk Sulut dilakukan dalam proses Penandatanganan Memorandum Of Standing (MOU) yang berlangsung awal bulan Pebruari ini, katanya.

Berikut jumlah sekolah di Sulut penerima BOS tahun 2018-2019.

  1. SMA 226 sekolah 57.752 siswa.
  2. SMK 189 sekolah 49.406 siswa.
  3. SMP 715 sekolah 118.901 siswa.
  4. SD 2116 sekolah 137.417 siswa.

Sedangkan SLB :

  1. SLB 25 sekolah 1.271 siswa.

(/Yuk).

Manado, Sulutnews.com – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati SE MSc PhD menjadi pemateri di Kuliah Umum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dihadiri sekitar 4.000 orang, Kamis (17/1/2019) di Gedung Auditorium Unsrat.

Sri Mulyani puji ekonomi Sulut yang sangat baik. karena makro ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi mencapai 5.6 persen diatas rata rata nasional. Kemajuan ini sangat membangakan dan harus ditingkatkan, Kata Menkeu DR Sri Muliani, juga menjelaskan kemajuan ekonomi nasional selama tahun 2018. Pendapatan negara naik drastis. kemajuan ekonomi nasional karena kerja keras kita dibawa kepemimpinan Presiden Jokowi. Tahun ini tantangan ada namun kita harus optimis jangan pesimis.

Rektor Unsrat Prof  Ellen Kumaat DEA menilai kehadiran menteri keuangan terbaik dunia sangat dibangakan, karena memberikan manfaat besar bagi Unsrat.

Tampak Hadir mewakili Gubernur, Sekprov Edwin Silangen serta jajaran Forkompimda.(/Fanny)

Juwana, Sulutnews.com -  Kedekatannya TNI dengan Rakyat tidak hanya slogan saja, tapi kenyataan di lapangan betul-betul terbukti, dan sangat terlihat sekali dengan Siswa Siswi  MI AL-FATAH terletak di Desa Dukutalit Kec. Juwana Kab. Pati, Sabtu 17-11-18.

Sertu Moch Saeri Seorang Babinsa Koramil 02/Juwana Sangat terlihat akrab sekali dengan Siswa-Suswi tengah Kegiatan Pesantren Kilat saat memberikan materi Wasbang " mewujudkan sikap dan tingkah laku yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan menghindari penyimpangan - penyimpangan sosial yang dapat merusak norma-norma dan nilai-nilai kebudayaan Indonesia,

Sertu Moch Saeri  berharap seluruh Prajurit yang bertugas di Kewilayahan atau teritorial harus bisa menempatkan diri seperti di umpamakan Bunglon yang bisa berubah warna dengan menyesuaikan lingkungan sekitar.

Kita juga seperti itu pada waktu berkumpul dengan para tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh pemuda dan tokoh adat kita harus bisa menyesuaikan dan menempatkan diri.

Di saat kita bersama anak-anak sekolah kita harus lebih banyak momong dan bercanda yang terarah seperti main tebak-tebakan dan saling bertanya.”ucap Saeri

Salah Satu Guru MI AL-FATAH membenarkan bahwa, ” Selama ini anggota TNI yang berdinas di Koramil 02/Juwana atas nama bapak Sertu Moch Saeri sering sekali datang ke sekolahan kami, untuk memberi pelajaran pada saat jam pelajaran kosong dengan materi kedisiplinan dan baris berbaris.

“Kami dari pihak MI AL-FATAH Tengah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada TNI atau bapak Babinsa yang tidak mengenal capak dan lelah untuk memberi pelajaran tambahan pada siswa-siswi kami. “Tandasnya.(/Syaiful)