Pendidikan

Pendidikan (110)

Manado, Sulutnews.com - SMA Negeri 9 Manado yang merupakan SMA Negeri dengan Akreditasi A " Ungul" di Sulut hanya akan menerima 448 Siswa sesuau jumlah ruang belajar (Rumbel) yang tersedia 14 dengan jumlah 32 Siswa setiap Rumbel. Sementara siswa yang mendaftar sudah ribuan." Kami benar benar menghadapi masalah karena qouta dari Dinas Pendidikan Nasional Sulut hanyak 448. Jadi ada yang tidak diterima" kata Kepsek SMA Negeri 9 Manado Drs Meidi Tungkagi MSi kepada Sulutnews.com pekan lalu di Sekolahnya.

Kepsek mengatakan pihaknya tidak melakukan promosi banyak tentang sekolahnya. Namun kami kaget yang mendaftar  untuk studi disekolahnya sudah cukup banyak." Saya tetap pakai zonasi dan tetap seleksi ketat siswa yang akan masuk " kata Kepsek Tungkagi.

Menjawab yang lain Kepsek mengatakan kemungkinan penambahan Rumbel atau ruang belajar karena cukup banyak yang mendaftar. Kepsek hanya mengatakan tergantung pimpinan Dinas Pendidikan Nasional sebagai atasan kami. "Kalau menambah rumbel itu tergantung Diknas Provinsi" kata Kepsek.

Kepsek membantah banyaknya lulusan SMP mau masuk kesekolahnya karena keberhasilan sekolahnya. Semua sekolah sama saja, sebagai Kepsek hanyak kerja kerja saja. Tahun ini dari 668 siswa yang lulus memang sangat berkualitas. dan banyak lulus ikut kuliah dibeberapa Perguruan Tinggi ( PT) terkemuka di Indonesia dan luar negeri.

Pihaknya memang terus tingkatkan kualitas guru untuk mengajar agar para siswa berkualitas. Kemudian disiplin dan karakter siswa harus kita tingkatkan.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Untuk meningkatkan mutu pendidikan kedepan perlu ada kolaborasi dan kerjasama yang baik antara Kementrian Pendidikan Nasional dan Ristek bersama Pemda Provinsi dan semua Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia.

Tanpa adanya kolaborasi dan kerjasama yang baik maka akan sulit mutu pendidikan itu akan maju untuk bersaing diera digitalisasi yang maju modern dengan kemajuan Iptek yang cukup cepat.

Hal tersebut dikatakan Jumeri S.TP.MSi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini( PAUD) dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kementrian Pendidikan Nasional dan Ristek  Rabu (22/6) di Hotel Swisbel pada acara" Perencanaan Penatausahaan dan Pelaporan Sekolah Mengunakan  Platform SDS, Platform Raport Pendidikan dan Platform Merdeka Belajar".

Hadir dalam pembukaan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) Sulut Febrie Dien ST  yang juga pelaksana acara, Kadis Pendidikan  Nasional Sulut dr Greace Punuh SKm dan perwakilan Sekda serta Asisten dari Pemda Kabupaten dan Kota se Sulut serta Kadis Diknas dan Kepala Sekolah serta PGRI Sulut.

Menurut Dirjen PAUD Dikdasmen Jumeri S.TP kondisi mutu pendidikan kita dari data yang ada belum begitu baik. Dan sangat berat untuk bersaing diera saat ini dan kedepan. Ini tantangan kita semua termsuk di Provinsi Sulut.Untuk mengatasi itu perlu kolaborasi dan kerjasama yang baik. Agar mutu pendidikan meningkat. Apa yang dilakukan BPMP Sulut yang merupakan perwakilan Kementrian Pendidikan Nasional Ristek didaerah yang terus melakukan kerja sama yang baik dengan Pemda di Sulut itu baik dan harus terus dilakukan.

Terobosan

Dirjen mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai terobosan untuk  peningkatan mutu pendidikan  dengan perbaikan sarana pendidikan dan peningkatan kualitas guru dan distribusi guru kedaerah daerah baik di Paud dan SD serta SMP. Bahkan kami sudah tawarkan program Merdeka Belajar dan Sekolah Pengerak serta Guru Pengerak. Program ini sudah mulai berjalan.

Untuk sekolah pengerak ini harus didukung semua pihak karena dengan sekolah pengerak diharapkan kedepan akan meningkat mutu pendidikan.

Kepala BPMP Sulut Febri Dien ST dalam laporannya mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dan kerjasama dengan Pemda Sulut dan 15 Kabupaten dan Kota di Sulut. Tujuannya agar sektor pendidikan menjadi perhatian semua pihak.BPMP juga melakukan peningkatan mutu guru guru. Dien optimis Sulut akan menibgkat mutu pendidikannya.

Sementara itu Drs Arthur Tumipa Asisten III Kabupaten Minsel dalam testimoni didepan Dirjen dan  peserta mengatakan Pemkab Minsel mendukung 100 persen Program Merdeka belajar dan Sekolah Pengerak.Saat ini ada 36 sekolah yang akan ikut seleksi Sekolah Pengerak.Dukungan yang sama dikatakan Pemkab Bolmut. Boltim dan Kota Mobagu yang disampaikan oleh perwakilan Pemkab dan Kota. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kadis Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Manado 7, Dr Deasy Lumowa M.Pd.,  minta semua Kepala Sekolah ( Kepsek) SD harus berhubungan baik dengan guru guru siswa dan orang tua.

"Kepsek jangan berkelahi atau bermusuhan dengan guru guru. Tidak akan berhasil dalam tugas kalau berkelahi dan bermusuhan" Hal tersebut dikatakan Dr Deasy Lumowa M.Pd Rabu (22/6) di Aula SD Negeri 11 Jln Sarapung  Manado saat memberikan pengarahan pada acara serah terima sekitar 69 Kepsek SD Negeri dari Kepsek yang lama kepada yang baru termasuk sekolah sekolah yang merjer.

Menurut Lumowa sebagai Kepsek harus mengayomi guru guru dan jangan sombong arogan.Kita harus tetap harmonis. Karena dengan berhubungan baik maka tugas kepsek itu akan berhasil.

Penandatanganan brita acara serah terimah jabatan Kepsek

Dalam bagian lain Kadis Diknas mengatakan Kepsek jangan mengeluh kalau kalau menjadi Kepsek pada sekolah yan sedikit murid." Kita harus tetap bekerja meski sedikit siswanya. Kepsek jangan   hanya memilih sekolah yang banyak siswa" kata  Lumowa. Kepsek yang baru diserahterimahkan harus bersyukur masih ada jabatan. Karena dari 114 Sekolah ada 14 Kepsek yang dimerjer tidak mendapat jabatan . Diharapkan tetap terus tingkatkan kualitas pendidikan disemua SD baik swasta maupun Negeri.

Kepsek jangan hanya membawah Cap tapi tidak kerja baik.Kedepan kualitas pendidikan di SD kita akan tingkatkan terus diera digitalisasi.

Kepsek yang baru maupun kita akan evaluasi tiga bulan kedepan. Pantauan Sulutnews.com banyak Kepsek yang banga masih diberikan kepercayaan menjadi Kepsek." Saya banga masih diberikan jabatan lagi sebagai Kepsek" kata Olga Rori S.Pd. Hal lain juga dikatakan Royke Liuw S.Pd  yang tetap menjadi Kepsek disekolah lain.(/Fanny)

Manado,Sulutnews.com - Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Sulut dr Greace Punuh MKs mengatakan semua  SMA dan SMK di Sulut sudah buka pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2022/2023.

Hal tersebut dikatakan  Kadiknas Sulut dr Greace Punuh MKs kepada Sulutnews.com Selasa (21/6) usai mengunjungi SMA Negeri 7 di Teling Manado.Kadiknas yang didampingi Kepsek SMA Negeri 7 Marlina Katihokang SPd MPd memantau juga proses pendaftaran siswa baru di Aula SMA Negeri 7. Pendaftaran ada lewat online dan langsung kesekolah.

Menurut Kadiknas Greace Punuh proses pendaftaran akan berlangsung beberapa hari kedepan.Dan harus sesuai ketentuan dengan mengunakan sistim zonasi. Setiap sekolah sudah ada qouta masing masing.

Sementara Kepsek SMA Negeri 7 Marlina Katihokang mengatakan pihanyak membuka pendaftaran secara online dan ada juga datang kesekolah untuk melengkapi berkas. Ia mengatakan gouta disekolahnya 315 siswa yang akan diterima sesuai jumlah ruang kelas yakni 9 dengan 35 siswa setiap ruangan. Kalau yang mendaftar cukup banyak pihaknya tetap tidak akan menambah menambah. Kecuali ada ijin dari Diknas." Jadi kita ikut aturan saja" katanya.

Sementara Wakil Kepsek SMA Negeri 8 di Politeknik Manado Dra Caroline J Paulus kepada Sulutnews.com Selasa (21/6) disela sela acara pelepasan 353 siswa yang baru lulus mengatakan,  sekolahnya hanyak tersedia delapan ruangan kelas dengan jumlah siswa 35. Dengan demikian hanya 280 siswa yang akan diterimah tahun ini. Kemungkinan akan ditambah tergantung atasan. Pendaftaran lewat online.

Sementara terkait acara pelepasan 353 siswa yang lulus tahun jni Wakil Kepsek Caroline Paulus mengatakan semua 100 persen lulus sesuai dapodik. Mengenai kualitas lulusan tidak perlu diragukan.Karena selama studi di SMA Negeri 8 baik belajar daring maupun luring tetap berjalan baik.

Siswa Mulai Mendaftar.

Dari pantauan Sulutnews.Selasa (21/6) banyak orang tua siswa mendatangi SMA Negeri 7, SMA Negeri 1 Dan SMA Negeri 8 untuk mendaftarkan anak anak mereka. Ada yang sudah mendaftar lewat online namun karena sering ganguan jaringan orang tua datang kesekolah. Sejumlah orang tua siswa yang engan menyebutkan namanya kepada Sulutnews.com mengatakan anak anak mereka ingin masuk sekolah favorit seperti SMA Negeri 1 dan 7 serta 8.(Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Sejumlah SMP dan SD Negeri serta Swasta di Kota Manado sudah mulai menerima Siswa baru untuk tahun ajaran 2022/2023.

Hal itu dikatakan sejumlah  Kepsek  kepada Sulutnews.com secara terpisah Kamis (16/6) menyusul dibukanya pendaftaran siswa baru lewat Internet untuk SMP dan SD mulai hari ini.

Kepsek yang ditemui yakni Kepsek SMP Negeri 4 Manado Dr Alwin Palit SPd MPd, Kepsek SMP Negeri 2 Manado Meitha Wongkar SPd, Kepsek SMP Katholik Santa Teresia Malalayang Paula Rumondor SPd dan Kepsek SD GMIM Nafiri Malalayang Eva Purukan SPd.

Menurut para Kepsek mereka akan ikut petunjuk dari Dinas mengenai Quota siswa baru. Semua persyaratan harus diikuti. Bahkan ada yang pakai zonasi." Jadi sekolah saya pakai Zonasi untuk menerima siswa baru, kata Kepsek SMP Negeri 4 Alwin Palit dan Kepsek SMP Negeri 2 Meitha Wongkar.

SMP Negeri 4 menurut Kepsek Alwin Palit  akan menerima sekitar 384 siawa baru.Jumah ini bisa bertambah. Namun kita sesuaikan dengan  ruang kelas.Tahun ini yang baru lulus sekitar 244 siswa.

Untuk SMP Negeri 2 menurut Kepsek Meitha Wongkar sekitar 300 lebih siswa yang akan diterima dengan pakai zonasi. Menurut Wongkar tahun ini yang lulus sekitar 200 lebih

Sementata Kepsek SMP Katholik Santa Teresya Malalayang Paula Rumondor mengatakan sebagai sekolah swasta pihaknya hanya menerima 120 siswa dengan empat rombel.Sekolah kami tidak mau menerima lebih karena terbatas ruangan. PIhaknya sudah buka pendaftaran sudah banyak yang mendaftar.

Hal lain juga dikatakan Kepsek SD GMIM Nafiri Malalayang  Eva Purukan. Sudah sejak beberapa bulan lalu telah membuka pendaftaran karena skolah swasta. Menurut Kepsek Eva Purukan  pihaknya tetap akan seleksi ketat siswa baru. Bukan asal terima saja tanpa seleksi ketat.. Sementara itu Dinas Pendidikan Nasional  kota Manado mulai Kamis 16 Juni sudah membuka webside alamat pendaftaran siswa baru.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kakanwil Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sulut H.Anwar Abubakar S.Ag.M.Pd mengapresiasi prestasi yang dicapai Sekolah Madrasa Man Model I Manado karena kualitas 507  siswa yang baru lulus tahun ini sangat baik.

Hal itu dikatakan Kakanwil Kemenag Sulut H Anwar Abubakar kepada wartawan Sabtu (18/9) usai menghadiri acara penamatan 507 siswa di Man Model 1 Tuminting  Manado. Kakanwil Kemenag bersama Kepala Sekolah Man Model  H.Syarif  Afiat Salim Raya S.Ag.MM.M.Pd. Hadir ribuan undangan dan orang tua siswa dan para guru serta Komite sekolah.

Menurut Anwar Abubakar prestasi yang dicapai atau diraih Man Model itu sudah sejak beberapa tahun lalu hinga saat ini. Ini yang kami bangakan, karena Man Model itu menjadi wilayah pembinaan kami." Prestasi yang diraih harus dipertahankan tetutama kualitas para siswa" kata Kakanwil Kemenag.

Sementara Kepsek Man Model I Manado H.Syarif Afiat Salim Raya kepada wartawan mengatakan prestasi yang diraih karena kerja keras semua pihak. Jadi 507 siswa yang lulus kualitas baik karena kerja keras semua terutama guru guru dan juga dukungan dari Kakanwil terutama sarana dan prasarana penunjang. Dari 507 siswa yang lulus dari empat jurusan yakni jurusan IPA, IPS, Bahasa dan Agama. Sekitar 200 lebih lulusan dari jurusan IPA. Menurut Kepsek Syarif kualitas siswa cukup baik meski pandemi covid 19 melanda daerah ini. Tapi tidak ada masalah karena belajar daring sudah biasa dilakukan.

Karena kualitas baik maka saat ini ada hampir  100 lebih siswa yang lulus masuk Perguruan Tingi ( PT) Negeri baik di Sulut maupun di Pulau Jawa dan Sumatra. Ada yang lulus masuk UI, ITB.IPB dan UGM. Bahkan beberapa sekolah kedinasan serta TNI dan Polri.

Selain itu ada beberapa siswa yang lolos ikut Paskibraka di Kota Manado dan Sulut. Bahkan ikut studi ke Amerika Serikat." Jadi lulusan Man Model tidak kalah bersaing dengan sekolah lain." Katanya. Dalam bidang olahraga dan lomba lomba bidang matapelajaran selalu tampil dan menjadi juara.

Kepsek mengatakan untuk tahun ini Man Model Sudah buka pendaftaran sudah menerina 512 siswa baru dari 700 lebih yang mendaftar. Jumlah yang diterima ini sesuai ruangan dan guru." Jadi jumlah yang diterima sesuai qouta" kata Kepsek yang dulu pernah menjadi wartawan. (Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Kualitas pendidikan terutama karakter bagi 130 siswa yang baru lulus di SMP Garuda Manado cukup baik. Karena selama tiga tahun belajar disekolahnya di genjot terus mengenai karakter dan perilaku siswa selain penguasaan pendidikan matapelajaran lainnya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah ( Kepsek)   SMP Garuda Manado Dra Meity Pandeleke Jumat (17/6) 2022 dalam acara Penamatan 130 Siswa yang baru lulus bertempat di Aula Ignatius Manado. Sekolah swasta yang terletak di Kawasan pusat Kota Manado tersebut dalam acara pelepasan dihadiri ratusan orang tua murid dan undangan.

Menurut Kepsek Meity Pandeleke sekolahnya memang  sejak lama selalu memperhatikan pendidikan karakter. Karena dengan karakter dan aklak  yang baik maka siswa dikemudian hari akan sukses. Kalau pandai belum tentu akan sukses atau berhasil kalau karakter tidak baik.

Kepsek mengatakan kualitas lulusan SMP Garuda tidak diragukan meski sempat dilanda pandemi Civid 19 selama dua tahun dengan belajar daring dan luring. Pembelajaran tetap berjalan baik, karena itu kualitas baik. Memang sekolahnya sejak tahun tathun sebelum pandemi kualitas baik. Karena banyak contoh lulusan SMP Garuda yang melanjutkan ke beberapa SMA dan SMK kualitas baik. Kepsek menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang mempercayakan sekolahnya untuk mendidik anak anak para orang tua.

Foto : Pelepasan 684 Siswa SMP Negeri 1 Manado

Sementara itu SMP Negeri 1 Lepas 684 Siswa,  Jumat (17/6)  dengan acara dipelepasan yang berlangsung meriah dihadiri sekitar 1.000 lebih orang tua dan undangan dikompleks sekolah. Kepada Sulutnews.com Kepsek Salmon Hosang SPd mengatakan pelepasan siswa kami lakukan sederhana namun neriah dan tanpa pungutan biaya dari siswa.

Tahun ini kualitas siswa yang lulus 100 persen cukup baik. Sementara SMP Katholik Santu Rafael Jalan Santuyoseph Jumat kemarin melepas 140 siswa yang baru lulus. Kepsek Dra Henny Lany Tayu mengatakan kepada Sulutnews.com pelapasan dilakukan disekokah secara sederhana dan orang tua siswa semua hadir. Menururnya kualitas lulusan baik dan siap lanjutkan ke SMA dan SMK dan sekolah lainnya. Kepsek banga karena setiap tahun bertambah jumlah lulusan.(/Fanny)

Manado,SulutNews.Com - Kerja hebat yang menjadi tekat Walikota Manado Andrei Angouw SE dan Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang di tahun 2022 diwujudnyatakan Dinas Pendidikan Kota Manado yang kini dinakodai Kadis Deisy Lumowa,SPd.

Diknas Manado sukses menggelar Acara Sosialisasi Pendaftaran Peserta Didik Baru sejak awal bulan Juni 2022 bagi Kepala Sekolah SD dan SMP se Kota Manado.

Peluncuran Webside PPDB 2022 serta arahan penggunaannya, dan lain hal aturan menerima siswa baru pada Tahun Ajaran Baru 2022-2023, menjadi topik pembahasan dalam sosialisasi, kata Kepala Bidang Pembinaan SD Diknas Kota Manado Tryana Almas,SPd,Mpd kepada sejumlah media, Selasa (14/6)

Adapun pelaksanaan sosialisasi dilangsungkan tidak hanya satu hari saja, tetapi bertahap karena aturannya disesuaikan dengan zonasi.

Utusan peserta sosialisasi ini adalah para Kepsek SD dan SMP, namun tidak semua peserta berkumpul mengikuti sosialisasi, tetapi per satu kecamatan selanjutnya mereka diijinkan mempelajari penggunaan websise PPDB ini tambahnya.

"Semuanya Kepala Sekolah telah sepakat tanggal 16 Juni 2022, PPDB  serentak dibuka online dan tatap muka," ujar alumni SPDN ini. (/*yuk)

Boltim, Sulutnews.com - Pendidikan memang sangat penting bagi setiap individu guna terus meningkatkan ilmu pengetahuan. Seperti halnya dilakukan oleh Bupati Sam Sachrul Mamonto.S.Sos.M.Si.

Diusia yang tak muda lagi ia kembali melanjutkan studi S3 atau Doktor.

Informasi yang diterima, orang nomor satu di Kabupaten Boltim ini mengambil program doktor atau S3 di Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar.

Sebelum itu mantan ketua DPRD Boltim ini baru saja meraih gelar strata dua (S2) Magister Sains, di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Kabar Bupati mengambil program doktor dibenarkan langsung oleh Bupati sendiri, mengatakan kemarin barusan ujian masuk program doktor di Universitas Hasanudin Makasar.

“Ya, kemarin saya barusan ujian mengambil program doktor di Unhas,“kata Bupati saat melepas Kafila MTQ Boltim di rumas dinas Modayag, Minggu 12 Mei 2022.

Kuliah S3 Menurut Bupati ia ambil sebagai motivasi bagi masyarakat dan anak-anak Bolaang Mongondow Timur, dimana walau bupati umurnya sudah tua namun masih mau belajar.

“Belajar itu tidak mengenal umur. Jadi jangan pernah malu atau berhenti untuk belajar,“ungkap bupati.(*/Mudrik)

Manado, Sulutnews.com - Kualitas lulusan SMK Negeri dan Swasta di Sulut terus meningkat dan siap bersaing dalam pekerjaan diera modern dengan kemajuan teknologi digitalisasi.

Hal itu dikatakan Kepsek SMK Negeri 6 Manado Drs Vicky Umboh MPd dan Kepsek SMK Swasta Pelayaran Niaga Purna Bahari Manado Dr G Manayang kepada Sulutnews.com secara terpisah Senin (6/6) di Manado.

Menurut Kepsek Vicky Umboh 461 Siswa SMK Negeri 6 yang baru lulus dan dilepas pekan kalu   dari berbagai jurusan tidak diragukan kualitasnya. Memang sempat dilanda Pandemi Covid 19 sekitar dua tahun sehinga belajar dari rumah dilakukan. Namun semua belajar daring berjalan baik. Bahkan untuk praktek sempat mengalami kesulitan karena SMK itu harus praktek. Tetapi itu tidak ada kendala dan semua siswa bisa lulus.

Hal lain juga dikatakan Kepsek SMK Pelayaran Niaga Purna Bahari Dr G Manayang. Memang tahun ini hanya 51 siswa yang ikut dan lulus semua. Tetapi kualitas cukup baik. Karena sudah siap kerja karena ada yang sudah ada sertifikat untuk bekerja dikapal dalam dan luar negeri. Bahkan kapal tengker juga bisa. Karena beberapa tahun lalu sudah terbukti banyak yang sukses bekerja dikapal asing.

Baik Vicky Umboh dan G Manayang menyatakan lulusan mereka siap bersaing dengan lulusan dari sekokah lain dipasar kerja pada era modern dengan teknologi digital yang maju pesat.

Vicky Umboh mengatakan pelepasan 461 Siswa SMK Negeri 6 sudah dilakukan pada Jumat 3 Mei pekan lalu dihadiri ratusan orang tua siswa dan undangan. Sementara SMK Pelayaran Niaga Purna Bahary akan dilakukan Jumat 10 Juni nanti. (Fanny)