Pendidikan

Pendidikan (48)

Manado,Sulutnews.com – Bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Militer III-17 Manado, Selasa tanggal 23 Februari 2021, dilaksanakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Focus Group Discussion (FGD) antara Pengadilan Militer III-17 Manado dengan Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU).

Kegiatan diawali sambutan Kadilmil III-17 Manado Letkol Chk Dwi Yudo Utomo, S.H. dan Rektor UTSU Bapak Ruano Urbanus Senduk, SE, MM. Dalam Sambutannya Kadilmil menyampaikan pentingnya sinergitas antara Insitusi Pengadilan Militer III-17 Manado dengan kalangan akademisi yang diwakili UTSU untuk menjalin kerjasama dengan prinsip saling memberikan manfaat bagi kedua Institusi”. Masih dalam sambutannya Kadilmil menyampaikan “Prestasi yang sudah diraih Pengadilan Militer III-17 Manado terutama perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tanggal 21 Desember 2020 dari KemenpanRB dijadikan momentum pencapaian predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2021 ini”.

Acara dilanjutkan dengan Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Kepala Pengadilan Militer III-17 Manado dengan Rektor Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) dan diikuti dengan penyerahan cinderamata. Dalam Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) hasil kerjasama Pengadilan Militer III-17 Manado dengan UTSU mengambil tema “Tantangan dan Peluang Kolaborasi Antara Civitas Akademika bersama Pengadilan Militer III-17 Manado”.

Kegiatan FGD menghadirkan narasumber dari kedua institusi, yaitu dari Pengadilan Militer III-17 Manado menampilkan Wakadilmil III-17 Manado a.n. Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, SH., M.H. selaku dan Pokkimil Mayor Chk Subiyatno, S.H., M.H. sedangkan dari Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU) menghadirkan Ibu Mauren Langie, S.T., M.Pd, M.MKom Dekan Fakultas Teknik UTSU, Dr. Ir. Ferdinatus Taruh, M.Si Dekan Fakultas Pertanian UTSU, Dr. Ahnes Tumbelaka, M.Si. Dekan Fakultas Sosial Politik UTSU, Henny Tumbelaka, S.Pd., M.M Dekan Fakultas Komunikasi UTSU serta Dr. Agus Walansendow, S.E,M.M., M.Si. Wakil Rektor Bidang II UTSU dengan Moderator Lady Grace Jane Giroth, S.S, M.Si. Kepala Lembaga Penelitian UTSU dan Kapten Laut (KH) Prana Kurnia Wibowo, S.H.

Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, S.H., M.H. menyampaikan materi tentang Company Profile Pengadilan Militer III-17 Manado, sedangkan Mayor Chk Subiyatno, S.H., M.H. menyajikan materi tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Inovasi Pelayanan di Pengadilan Militer III-17 Manado. Seusai penyajian materi kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara Narasumber dengan peserta yang hadir baik dari Mahasiswa, Dosen atau staf Pengadilan.(*/Ria)

Manado, Sulutnews.com - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Sulawesi Utara menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VI di Hotel Paninsula Manado, Selasa 16 Februari 2021.

Muswil VI memilih ketua dan pengurus periode 2021-2025 sesuai dengan mandat organisasi terkait berakhirnya tugas kepengurusan lama. Kegiatan ini diikuti 45 dari 46 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se Sulawesi Utara, baik Universitas, Institut, Sekolah Tinggi dan Akademi.

Kegiatan yang dibuka Gubernur Sulut, Olly Dondokambey  yang diwakili dr.Jemmy Lampus kepala Bapelitbang Sulut didampingi Ketua APTISI Pusat, Prof Dr. Ir. Budi Djatmiko. Dalam sambutan tertulis, Gubernur Sulut mendukung APTISI Wilayah Sulawesi Utara, pengambangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas utama di Provinsi Sulut.

Ketua Pelaksana, Drs.Teddy Manueke, MM mendampingi Plt Ketua APTISI Wilayah Sulawesi Utara periode 2015-2020, Sahrul Poli, SE mengatakan, kegiatan ini terlambat dilaksanakan berhubung pandemi covid-19 dan penyesuaian waktu Ketua Umum APTISI Pusat, namun walau terlambat diharapkan dapat menjadi momentum PTS dalam menjalankan proses pendidikan yang sehat, dan mandiri untuk mencetak lulusan-lulusan yang berkualitas, dan berdaya saing.

Setelah pengesahan tata tertip dilanjutkan pemilihan, dimana dalam muswil ini ada 2 calon yang sudah menyatakan siap untuk maju, Apriano Ade Saerang, ST, M.Si dari Universitas Trinita dan Dr.Dra.Debby CH Rende, M.Si dari Universitas Pembagungan Indonesia (UNPI). Pemilihan ketua dilakukan dengan pemungutan suara, setiap PTS memiliki hak suara dipanggil satu persatu sesuai urutan daftar hadir. Awal perhitungan suara masing-masing calon saling susul menyusul yang membuat pendukung masing-masing calon turut bergembira. Pada akhir perhitungan Debby Rende mendapat suara 49 sedangkan Apriano Saerang mendapat 33 suara.

Sambutan Ketua Aptisi Pusat menegaskan tugas Rektor dan tugas ketua APTISI ke depan adalah “merusak sistem yang lama cara-cara lama menuju sistem yang baru, kita harus duluan sampai ke revolusi industry 5.0” tegasnya.

Budi Djatmiko berharap, ketua dan pengurus APTISI periode 2021-2025 yang terpilih dapat bekerja secara amanah dan membawa organisasi tersebut semakin maju, menjalankan fungsi sebagaimana mestinya dalam berkontribusi mencerdaskan anak bangsa.

Menyambut tantangan dan amanah sebagai ketua APTISI Sulawesi Utara, Dr.Dra Debby CH Rende menyatakan siap dan akan melakukan konsolidasi dan bersinergi dengan seluruh PTS di Sulawesi Utara. “Untuk memajukan sebuah daerah diperlukan SDM dan masyarakat yang berkualitas. Karena itu, APTISI Sulut sebagai sektor pendidikan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan lulusan yang berkompetensi dan berdaya saing” tegasnya.(/Merson)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Dua Manado siap membuka tahun belajar baru 2020/2021 dengan menerapkan protap kesehatan panduan WHO pada saat Pandemik Corona.

"Sekolah menyediakan tempat-tempat cuci tangan di seluruh sudut halamannya yang bisa berpotensi terjadi kerumunan siswa," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Drs Djefry Ombong kepada sulutnews.com, Jumat (17/7)

Menurut Kepsek Djefry Ombong, 11 rombongan belajar (kelas 10) disediakan SMA Negeri 2 pada Ajaran baru 2020-2001, semuanya sudah terisi melalui mendaftar siswa baru pada empat jalur, Zonasi, Afirmasi, Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi.

Sisanya untuk kelas 11 dan 12 tersedia ruang belajar yang cukup baik. Setiap rombel terdiri dari 32 siswi-siswa, seraya menambahkan karena sekolah saat Pandemik, maka proses belajar mengajar masih akan berlangsung  jarak jauh dari rumah menggunakan teknologi komunikasi zoom meeting aplikasi smarphone.

Menjawab pertanyaan tentang arahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19, yang jauh-jauh hari sebelumnya telah menghimbau agar SMA/SMK di Sulut, termasuk juga SMA Negeri 2 Manado, harus menjadi percontohan fasilitas, maka proses belajar mengajar saat Pandemik dilakukan dengan sistim daring atau belajar jarak jauh.

Edukasi mencuci tangan di wastafel adalah prioritas. Sekolah sudah menyediakan lima buah tempat cuci tangan, termometer memeriksa suhu badan dan wajib pakai masker, hal ini merupakan upaya kita melawan penyebaran corona dan memulai aktifitas bebas virus.

"Kami menjaga jangan ada siswa atau guru yang terjangkit corona. Sampai dengan sekarang tidak ada dari mereka yang terpapar corona," ucap Kepsek.

Tentang pendaftaran ulang siswa kelas 12 dan 13, dilakukan tatap muka namun ada pula mereka menggunakan sistim daring atau meeting zoom, guna memperlancar proses proses persiapan hingga tiba saatnya new normal, katanya. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com -  Dunia pendidikan di Sulawesi Utara dikejutkan kehadiran wanita cantik terpilih sebagai Direktur Politeknik Negeri Manado, OLGA E. Melo SST MT dalam proses berat pemilihan direktur pada Jumat, akhir bulan juni yang lalu (26/6/2020).

Sempat banyak kalangan terkejut dan meragukan wanita berparas cantik dan selalu tampil penuh semangat ini, mampukah memimpin para akademisi, praktisi dunia pendidikan, yang lebih senior dan yang usianya lebih tua ?

Bisa jadi karena dunia pendidikan di Sulut saat ini membutuhkan inovasi dan program-program baru, supaya dapat bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lain, inilah alasannya.

Saat ditemui di ruang kerja Direktur Polimdo di Kampus Politeknik Manado, Olga E. Melo SST MT menanggapi bahwa terpilihnya ia sudah melalui proses demokrasi dengan tahap pemilihan yang panjang.

 "Kalau meminta tanggapan, saya pribadi bersyukur ini semua dilewati dalam Anugerah Tuhan. Akhirnya saya terpilih tentu untuk bertugas melayani civitas akademisi Polmdo ini," kata Olga E. Melo SST MT usai terpilih, beberapa waktu lalu, kepada media.

Bagaimanakah strategi kedepan untuk Pelimdo tampil beda menjadi kampus terbaik?

Ia menjelaskan dengan singkat bahwa Polimdo sebenarnya adalah institusi pendidikan avokasi yang juga sama memiliki program terbaik dengan lainnya, saya ingin di Polimdo mahasiswa didekatkan dengan dunia kerja. Di sini saya akan menata kampus dengam program-program yang disinkronisasikan dengan marwah pendidikan memasuki revolusi industri sistim 4.0.

Wanita lulusan Institut Teknoligi Bandung (ITB) ini lebih jauh, menjelaskan Pelimdo akan ditata menjadi kampus merdeka. Artinya merdeka belajar karena pun suka atau tidak suka kita harus  memiliki program pendidikan ketrampilan khusus seperti untuk menyusun big data, sistim iot bahkan visualisasi digital bisnisnya.

"Saya ingin Pelimdo menjadi sebuah kampus dengan program terbaik dalam digital bisnis, jadi meski kita sama tujuan namun lulusan harus lebih unggul. Jika lulusan kita unggul maka Indonesia akan menjadi negara kuat," katanya kepada sulutnews.com.

Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, program tersebut mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan diploma IV (D4). Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya).

Menyinggung rencana pelantikannya yang akan berlangsung 21 Juli nanti, ia mengaku siap menjalani tahapan demi tahapan. "Untuk pelantikan, ada pada proses tahapan keempat. Saya telah melewati tiga tahap yang sulit. Dan sedang bersiap untuk acara pelantikan," katanya.

Usai dilantik nanti ia akan mulai bekerja dengan mengedepankan sistem kerja yang profesional, akan tetapi ia pun tetap akan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dan transparan dengan para akademisi Polimdo, dosen dan pegawai. Masukan dan umpan balik yang diberikan padanya, akan dapat menjadi bekal dan kekuatan untuk menutup kekurangan yang ada selama ini, demikian OLGA E. Melo SST MT. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut Florens Panungkelan SE MPd mengatakan mutu pendidikan di Sulut bukan ditentukan satu institusi guru namun semua pihak baik guru orang tua murid dan pemerintah didaerah dan pusat.

Hal itu dikatakan Florens kepada Sulutnews baru baru ini. Menurut Florens pihaknya memang melakukan pelatihan bagi guru guru di Sulut. Tapi bukan kami yang menentukan Diknas dan pemerintah daerah juga. "Kami sebagai instansi fertikal sangat membantu daerah Tapi terbatas dana ."Kata Florens.

Dikatakan peningkatan mutu guru penting kedepan, karena mutu atau kualitas guru dibutuhkan juga kedepan diera persaigan digital. Saat ini untuk mendapat sertifikasi guru sudah sangat sulit saat ini, berbeda dengan sebumnya. Jadi guru guru yang akan ikut sertifikasi harus siap dengan belajar banyak. Semua Kabupaten dan Kota kami lakukan kerja sama untuk peningkatan kualitas guru.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado Prof Dr Benny Pinontoan minta kepada Sarjana Yang baru lulus dari FMIPA Unsrat harus aplikasikan atau praktekan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas. Hal itu penting karena para sarjana itu diperlukan warga. Jadi ilmu jangan disimpan tapi harus dipraktekan ke masyàrakat.

Hal itu dikatakan Prof Benny Pinontòan saat pelepasan 99 sarjana FMIPA pekan lalu di Hotel Aryaduta Manado. Acara dihadiri orang tua mahasiswa dan undangan.

Dekan menambahkan perkembangan Iptek saat ini semakin maju. Ini butuh sarjana-sarjana berkualitas. FMIPA setiap tahun terus tingkatkan kualitas sesuai kebutuhan zaman.

FMIPA banyak peminat saat ini, karena memang dibutuhkan. Para lulusan diharapkan untuk memanggil saudara dan keluarga dan teman-teman untuk kuliah di FMIPA. Kualitas dan kuantitas  Dosen serta sarana-prasarana setiap tahun terus titingkatkan.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Rektor Politekbik Negeri Manado Ir E Slat MT mengatakan diusia ke 32 Politeknik Manado terus tingkatkan kualitas, terutama para lulusan dan juga program studi terus didorong untuk mendapat akreditasi A.

Hal itu dikatakan Rektor Politeknik Negeri Manado Ir E Slat MT Senin 11 November disela sela Diesnatalis ke 32 di Kampus Politeknik Manado. Acara dihadiri sekitar 4.200 mahasiswa dosen dan Alumni. Serta peresmian Aula Prof Dr Ir Ruddy Tenda DEA .   Gubernur Sulut diwakili Kepala Penanaman Modal Dr Frangky Manumpil.

Menurut Rektor dari beberapa program studi satu Program Studi Akuntansi Perpajakan sudah meraih Akreditasi A. Sebagian tahun depan akan dapat. Lulusan politeknik siap bersaing dan siap masuk pasar kerja dan menciptakan lapangan kerja.

Tidak kalah bersaing lulusan politeknik negeri Manado. Bahkan di Indonesia dari puluhan politeknik ada empat terpilih bekerja sama dengan Ingris untuk membangun kemaritiman. Politeknik Manado salah satu yang terpilih. Ini kebangaan kami. Frangky Manumpil mengatakan Pemda berharap peningkatan kualitas dalam memasuki era digital. Politeknik negeri Manado harus siap bersaing.

Ketua Panitia Diesnatalis Julien Kalele SE MT mengatakan dalam rangka diesnatalis ada beragam acara yang dilakukan baik bakat seni budaya dan talenta para mahasiswa dan kegiatan sosial. Tema Dies tahun ini yakni Meningkatkan Kualitas memasuki era Industri 4.0 .(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Memanfaatkan kemajuan teknoligi dalam pelaksanaan kurikulum belajar mengajar telah dilakukan di lingkup SMK Yadika Manado sejak tahun 2018 dan hal ini terus dikembangkan bahkan kebijakan memanfaatkan teknologi kembali dilakukan lewat inovasi Pemilihan Ketua Osis (Pilkasis) yang digelar Kamis (24/10/2019). Kepala Sekolah SMK Yadika Manado, Drs David Legi mengatakan sistem e-votting terbukti sangat baik digunakan apalagi untuk pemilihan yang demokrasi dan transparan

“Sistem E-Voting untuk Pilkasis. Lebih efektif, efisien dan transpran, tidak ada kecurangan. Ini juga pesta demokrasi dilingkungan sekolah, dan dengan sistem e-Votting telah berhasil dilaksanakan. Kami optimalkan seluruh siswa yang memiliki hak suara. Manfaat lainnya, kami beri pemahaman agar para siswa menggunakan hak pilih dengan baik dan puji Tuhan Pilkasis SMK Yadika Manado berlangsung sukses,” jelas Legi.

Hasil E-Voting Pilkasis SMK Yadika, Manado tahun 2019 ini berhasil menetapkan Novena Sahabati sebagai Ketua dan Christy Lensun sebagai Sekretaris.

Selain itu, SMK Yadika juga sudah menerapkan absensi online dengan menggunakan kartu siswa serta pelaksanaan ujian semester berbasis android.

“Masih banyak inovasi yang akan kami kembangkan sesuai perkembangan teknologi informasi agar setelah tamat, siswa SMK Yadika siap kerja dengan memiliki kompetensi ahli dibidangnya masing-masing,”pungkas Legi.(josh tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel didampingi Wakapolresta, AKBP Faisol Wahyudi dan para Pejabat Utama, ngopi bareng dengan sejumlah Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan se-Kota Manado, Selasa (15/10/2019) sore, di Warung Kobong, Pumorouw.

Hadir saat itu, para Ketua maupun perwakilan pengurus dari sejumlah Organisasi Kemahasiswaan di Kota Manado, antara lain, HMI MPO, IMM, KAMMI, GMNI, LMND, GMKI, PMII, PMKRI, HMI DIPO dan KMHDI.

Dalam obrolan bernuansa penuh kekeluargaan itu, dibahas situasi terkini menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) hasil Pemilu 2019, yang akan dilaksanakan 20 Oktober mendatang, serta hal-hal lainnya.

Mengawali obrolannya, Kapolresta menerangkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum di Kota Manado, terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI.

“Secara umum situasi di Manado aman dan kondusif. Kami terus mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI,” imbaunya.

Sementara itu dalam sesi diskusi, Ketua PMII Cabang Metro Manado, Mulyadi Tuhatelu menilai kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan dengan turut melibatkan masyarakat. Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak seluruh pihak untuk mencegah masuknya paham radikal.

Kemudian, Ketua HMI MPO Manado, Didink Mahyun yang menyoroti maraknya postingan provokatif di group media sosial yang mengatasnamakan Polresta Manado.

Terkait hal itu, Kapolresta menjelaskan bahwa group Face Book yang mencatut nama Polresta Manado saat ini telah ditutup. Namun demikian, lanjutnya, muncul akun baru yang juga mengatasnamakan institusi Polresta Manado.

“Sehingga ke depan akan dibuat akun baru yang resmi, yang nantinya akan disortir setiap anggota yang bergabung, karena memang banyak postingan maupun komentar yang tidak sehat,” kata Kapolresta.

Di tengah-tengah ngopi bareng ini Kapolresta juga mengulas tentang aksi unjuk rasa. Dijelaskannya, penyampaian pendapat di muka umum harus ada surat pemberitahuan tiga hari sebelumnya.

“Agar pihak kepolisian dapat mengawal jalannya unjuk rasa, sehingga berlangsung dan berakhir dalam situasi yang aman, tertib dan lancar,” tuturnya.

Sementara itu menyikapi perkembangan situasi nasional terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI, Kapolresta menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah.

“Di antaranya menyiapkan peleton Dalmas yang setiap saat dapat digeser ketika terjadi aksi unjuk rasa, ini untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan,” pungkasnya.

Manado, Sulutnews.com - Dukungan terlaksananya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih hasil Pemilu 2019 secara aman dan damai terus mengalir dari berbagai pihak dan kalangan.

Salah satunya dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Drs. Tuerah August Musa Ronny Gosal, M.Si.

“Kami mendukung pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih tahun 2019 dan menolak segala aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” tegas Gosal, Selasa (15/10) siang, di Gedung Rektorat Unsrat.

Diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang, di Jakarta.

Lanjut Gosal, pihaknya juga mengutuk keras aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung anarkis bahkan hingga menimbulkan korban. Ia berharap mahasiswa Unsrat tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelantikan tersebut.

“Untuk itu, kami juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Universitas Sam Ratulangi untuk tidak melakukan demonstrasi yang bersifat anarkis,” tandasnya mengimbau.(/IT)