Pendidikan

Pendidikan (46)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Dua Manado siap membuka tahun belajar baru 2020/2021 dengan menerapkan protap kesehatan panduan WHO pada saat Pandemik Corona.

"Sekolah menyediakan tempat-tempat cuci tangan di seluruh sudut halamannya yang bisa berpotensi terjadi kerumunan siswa," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Manado Drs Djefry Ombong kepada sulutnews.com, Jumat (17/7)

Menurut Kepsek Djefry Ombong, 11 rombongan belajar (kelas 10) disediakan SMA Negeri 2 pada Ajaran baru 2020-2001, semuanya sudah terisi melalui mendaftar siswa baru pada empat jalur, Zonasi, Afirmasi, Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi.

Sisanya untuk kelas 11 dan 12 tersedia ruang belajar yang cukup baik. Setiap rombel terdiri dari 32 siswi-siswa, seraya menambahkan karena sekolah saat Pandemik, maka proses belajar mengajar masih akan berlangsung  jarak jauh dari rumah menggunakan teknologi komunikasi zoom meeting aplikasi smarphone.

Menjawab pertanyaan tentang arahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19, yang jauh-jauh hari sebelumnya telah menghimbau agar SMA/SMK di Sulut, termasuk juga SMA Negeri 2 Manado, harus menjadi percontohan fasilitas, maka proses belajar mengajar saat Pandemik dilakukan dengan sistim daring atau belajar jarak jauh.

Edukasi mencuci tangan di wastafel adalah prioritas. Sekolah sudah menyediakan lima buah tempat cuci tangan, termometer memeriksa suhu badan dan wajib pakai masker, hal ini merupakan upaya kita melawan penyebaran corona dan memulai aktifitas bebas virus.

"Kami menjaga jangan ada siswa atau guru yang terjangkit corona. Sampai dengan sekarang tidak ada dari mereka yang terpapar corona," ucap Kepsek.

Tentang pendaftaran ulang siswa kelas 12 dan 13, dilakukan tatap muka namun ada pula mereka menggunakan sistim daring atau meeting zoom, guna memperlancar proses proses persiapan hingga tiba saatnya new normal, katanya. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com -  Dunia pendidikan di Sulawesi Utara dikejutkan kehadiran wanita cantik terpilih sebagai Direktur Politeknik Negeri Manado, OLGA E. Melo SST MT dalam proses berat pemilihan direktur pada Jumat, akhir bulan juni yang lalu (26/6/2020).

Sempat banyak kalangan terkejut dan meragukan wanita berparas cantik dan selalu tampil penuh semangat ini, mampukah memimpin para akademisi, praktisi dunia pendidikan, yang lebih senior dan yang usianya lebih tua ?

Bisa jadi karena dunia pendidikan di Sulut saat ini membutuhkan inovasi dan program-program baru, supaya dapat bersaing dengan lembaga pendidikan tinggi lain, inilah alasannya.

Saat ditemui di ruang kerja Direktur Polimdo di Kampus Politeknik Manado, Olga E. Melo SST MT menanggapi bahwa terpilihnya ia sudah melalui proses demokrasi dengan tahap pemilihan yang panjang.

 "Kalau meminta tanggapan, saya pribadi bersyukur ini semua dilewati dalam Anugerah Tuhan. Akhirnya saya terpilih tentu untuk bertugas melayani civitas akademisi Polmdo ini," kata Olga E. Melo SST MT usai terpilih, beberapa waktu lalu, kepada media.

Bagaimanakah strategi kedepan untuk Pelimdo tampil beda menjadi kampus terbaik?

Ia menjelaskan dengan singkat bahwa Polimdo sebenarnya adalah institusi pendidikan avokasi yang juga sama memiliki program terbaik dengan lainnya, saya ingin di Polimdo mahasiswa didekatkan dengan dunia kerja. Di sini saya akan menata kampus dengam program-program yang disinkronisasikan dengan marwah pendidikan memasuki revolusi industri sistim 4.0.

Wanita lulusan Institut Teknoligi Bandung (ITB) ini lebih jauh, menjelaskan Pelimdo akan ditata menjadi kampus merdeka. Artinya merdeka belajar karena pun suka atau tidak suka kita harus  memiliki program pendidikan ketrampilan khusus seperti untuk menyusun big data, sistim iot bahkan visualisasi digital bisnisnya.

"Saya ingin Pelimdo menjadi sebuah kampus dengan program terbaik dalam digital bisnis, jadi meski kita sama tujuan namun lulusan harus lebih unggul. Jika lulusan kita unggul maka Indonesia akan menjadi negara kuat," katanya kepada sulutnews.com.

Pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, program tersebut mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan diploma IV (D4). Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya).

Menyinggung rencana pelantikannya yang akan berlangsung 21 Juli nanti, ia mengaku siap menjalani tahapan demi tahapan. "Untuk pelantikan, ada pada proses tahapan keempat. Saya telah melewati tiga tahap yang sulit. Dan sedang bersiap untuk acara pelantikan," katanya.

Usai dilantik nanti ia akan mulai bekerja dengan mengedepankan sistem kerja yang profesional, akan tetapi ia pun tetap akan meningkatkan komunikasi yang lebih baik dan transparan dengan para akademisi Polimdo, dosen dan pegawai. Masukan dan umpan balik yang diberikan padanya, akan dapat menjadi bekal dan kekuatan untuk menutup kekurangan yang ada selama ini, demikian OLGA E. Melo SST MT. (*/yuk)

Manado, Sulutnews.com - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulut Florens Panungkelan SE MPd mengatakan mutu pendidikan di Sulut bukan ditentukan satu institusi guru namun semua pihak baik guru orang tua murid dan pemerintah didaerah dan pusat.

Hal itu dikatakan Florens kepada Sulutnews baru baru ini. Menurut Florens pihaknya memang melakukan pelatihan bagi guru guru di Sulut. Tapi bukan kami yang menentukan Diknas dan pemerintah daerah juga. "Kami sebagai instansi fertikal sangat membantu daerah Tapi terbatas dana ."Kata Florens.

Dikatakan peningkatan mutu guru penting kedepan, karena mutu atau kualitas guru dibutuhkan juga kedepan diera persaigan digital. Saat ini untuk mendapat sertifikasi guru sudah sangat sulit saat ini, berbeda dengan sebumnya. Jadi guru guru yang akan ikut sertifikasi harus siap dengan belajar banyak. Semua Kabupaten dan Kota kami lakukan kerja sama untuk peningkatan kualitas guru.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado Prof Dr Benny Pinontoan minta kepada Sarjana Yang baru lulus dari FMIPA Unsrat harus aplikasikan atau praktekan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas. Hal itu penting karena para sarjana itu diperlukan warga. Jadi ilmu jangan disimpan tapi harus dipraktekan ke masyàrakat.

Hal itu dikatakan Prof Benny Pinontòan saat pelepasan 99 sarjana FMIPA pekan lalu di Hotel Aryaduta Manado. Acara dihadiri orang tua mahasiswa dan undangan.

Dekan menambahkan perkembangan Iptek saat ini semakin maju. Ini butuh sarjana-sarjana berkualitas. FMIPA setiap tahun terus tingkatkan kualitas sesuai kebutuhan zaman.

FMIPA banyak peminat saat ini, karena memang dibutuhkan. Para lulusan diharapkan untuk memanggil saudara dan keluarga dan teman-teman untuk kuliah di FMIPA. Kualitas dan kuantitas  Dosen serta sarana-prasarana setiap tahun terus titingkatkan.(/Fanny)

Manado, Sulutnews.com - Rektor Politekbik Negeri Manado Ir E Slat MT mengatakan diusia ke 32 Politeknik Manado terus tingkatkan kualitas, terutama para lulusan dan juga program studi terus didorong untuk mendapat akreditasi A.

Hal itu dikatakan Rektor Politeknik Negeri Manado Ir E Slat MT Senin 11 November disela sela Diesnatalis ke 32 di Kampus Politeknik Manado. Acara dihadiri sekitar 4.200 mahasiswa dosen dan Alumni. Serta peresmian Aula Prof Dr Ir Ruddy Tenda DEA .   Gubernur Sulut diwakili Kepala Penanaman Modal Dr Frangky Manumpil.

Menurut Rektor dari beberapa program studi satu Program Studi Akuntansi Perpajakan sudah meraih Akreditasi A. Sebagian tahun depan akan dapat. Lulusan politeknik siap bersaing dan siap masuk pasar kerja dan menciptakan lapangan kerja.

Tidak kalah bersaing lulusan politeknik negeri Manado. Bahkan di Indonesia dari puluhan politeknik ada empat terpilih bekerja sama dengan Ingris untuk membangun kemaritiman. Politeknik Manado salah satu yang terpilih. Ini kebangaan kami. Frangky Manumpil mengatakan Pemda berharap peningkatan kualitas dalam memasuki era digital. Politeknik negeri Manado harus siap bersaing.

Ketua Panitia Diesnatalis Julien Kalele SE MT mengatakan dalam rangka diesnatalis ada beragam acara yang dilakukan baik bakat seni budaya dan talenta para mahasiswa dan kegiatan sosial. Tema Dies tahun ini yakni Meningkatkan Kualitas memasuki era Industri 4.0 .(/Fanny)

Manado, Sulutnews.Com - Memanfaatkan kemajuan teknoligi dalam pelaksanaan kurikulum belajar mengajar telah dilakukan di lingkup SMK Yadika Manado sejak tahun 2018 dan hal ini terus dikembangkan bahkan kebijakan memanfaatkan teknologi kembali dilakukan lewat inovasi Pemilihan Ketua Osis (Pilkasis) yang digelar Kamis (24/10/2019). Kepala Sekolah SMK Yadika Manado, Drs David Legi mengatakan sistem e-votting terbukti sangat baik digunakan apalagi untuk pemilihan yang demokrasi dan transparan

“Sistem E-Voting untuk Pilkasis. Lebih efektif, efisien dan transpran, tidak ada kecurangan. Ini juga pesta demokrasi dilingkungan sekolah, dan dengan sistem e-Votting telah berhasil dilaksanakan. Kami optimalkan seluruh siswa yang memiliki hak suara. Manfaat lainnya, kami beri pemahaman agar para siswa menggunakan hak pilih dengan baik dan puji Tuhan Pilkasis SMK Yadika Manado berlangsung sukses,” jelas Legi.

Hasil E-Voting Pilkasis SMK Yadika, Manado tahun 2019 ini berhasil menetapkan Novena Sahabati sebagai Ketua dan Christy Lensun sebagai Sekretaris.

Selain itu, SMK Yadika juga sudah menerapkan absensi online dengan menggunakan kartu siswa serta pelaksanaan ujian semester berbasis android.

“Masih banyak inovasi yang akan kami kembangkan sesuai perkembangan teknologi informasi agar setelah tamat, siswa SMK Yadika siap kerja dengan memiliki kompetensi ahli dibidangnya masing-masing,”pungkas Legi.(josh tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel didampingi Wakapolresta, AKBP Faisol Wahyudi dan para Pejabat Utama, ngopi bareng dengan sejumlah Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan se-Kota Manado, Selasa (15/10/2019) sore, di Warung Kobong, Pumorouw.

Hadir saat itu, para Ketua maupun perwakilan pengurus dari sejumlah Organisasi Kemahasiswaan di Kota Manado, antara lain, HMI MPO, IMM, KAMMI, GMNI, LMND, GMKI, PMII, PMKRI, HMI DIPO dan KMHDI.

Dalam obrolan bernuansa penuh kekeluargaan itu, dibahas situasi terkini menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) hasil Pemilu 2019, yang akan dilaksanakan 20 Oktober mendatang, serta hal-hal lainnya.

Mengawali obrolannya, Kapolresta menerangkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum di Kota Manado, terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI.

“Secara umum situasi di Manado aman dan kondusif. Kami terus mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI,” imbaunya.

Sementara itu dalam sesi diskusi, Ketua PMII Cabang Metro Manado, Mulyadi Tuhatelu menilai kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan dengan turut melibatkan masyarakat. Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak seluruh pihak untuk mencegah masuknya paham radikal.

Kemudian, Ketua HMI MPO Manado, Didink Mahyun yang menyoroti maraknya postingan provokatif di group media sosial yang mengatasnamakan Polresta Manado.

Terkait hal itu, Kapolresta menjelaskan bahwa group Face Book yang mencatut nama Polresta Manado saat ini telah ditutup. Namun demikian, lanjutnya, muncul akun baru yang juga mengatasnamakan institusi Polresta Manado.

“Sehingga ke depan akan dibuat akun baru yang resmi, yang nantinya akan disortir setiap anggota yang bergabung, karena memang banyak postingan maupun komentar yang tidak sehat,” kata Kapolresta.

Di tengah-tengah ngopi bareng ini Kapolresta juga mengulas tentang aksi unjuk rasa. Dijelaskannya, penyampaian pendapat di muka umum harus ada surat pemberitahuan tiga hari sebelumnya.

“Agar pihak kepolisian dapat mengawal jalannya unjuk rasa, sehingga berlangsung dan berakhir dalam situasi yang aman, tertib dan lancar,” tuturnya.

Sementara itu menyikapi perkembangan situasi nasional terutama menjelang pelantikan Presiden dan Wapres RI, Kapolresta menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah.

“Di antaranya menyiapkan peleton Dalmas yang setiap saat dapat digeser ketika terjadi aksi unjuk rasa, ini untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan,” pungkasnya.

Manado, Sulutnews.com - Dukungan terlaksananya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih hasil Pemilu 2019 secara aman dan damai terus mengalir dari berbagai pihak dan kalangan.

Salah satunya dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Drs. Tuerah August Musa Ronny Gosal, M.Si.

“Kami mendukung pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih tahun 2019 dan menolak segala aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” tegas Gosal, Selasa (15/10) siang, di Gedung Rektorat Unsrat.

Diketahui, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang, di Jakarta.

Lanjut Gosal, pihaknya juga mengutuk keras aksi demonstrasi mahasiswa yang berujung anarkis bahkan hingga menimbulkan korban. Ia berharap mahasiswa Unsrat tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelantikan tersebut.

“Untuk itu, kami juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Universitas Sam Ratulangi untuk tidak melakukan demonstrasi yang bersifat anarkis,” tandasnya mengimbau.(/IT)

Manado, Sulutnews.com - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih hasil Pemilu 2019 akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang, di Jakarta. Tak dipungkiri, masih ada saja pihak-pihak yang berupaya menentang pelantikan tersebut.

Meski begitu, ternyata jauh lebih banyak pihak dan kalangan yang mendukung penuh terlaksananya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia itu dengan aman, damai dan lancar.

Dukungan tersebut salah satunya datang dari Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc., DEA.

“Saya Rektor Universitas Sam Ratulangi, dengan ini menyatakan bahwa kami mendukung pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih tahun 2019 dan menolak aksi yang bersifat radikalisme dan terorisme yang membuat pecah belah bangsa,” tegas Rektor, Selasa (15/10) siang, di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau segenap civitas akademika Unsrat Manado untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa Universitas Sam Ratulangi untuk tidak melakukan demonstrasi yang bersifat anarkis,” pungkas Rektor.(/IT)

Manado, Sulutnews.com – Meski sibuk dengan rutinitasnya sebagai anggota Polri, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto, SH, MSi masih meyempatkan diri memenuhi undangan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk menjadi salah satu Tim Penguji dari eksternal dalam rangka Ujian Tertutup yang dilakukan Unsrat untuk Mahasiswa calon Doktor S3.

Pelaksanaan ujian dilangsungkan di gedung Pasca Sarjana Unsrat Manado, Kamis (2/10/2019) dipimpin oleh Wakil Direktur II Pasca Sarjana Unsrat Dr. Eng Pingkan Peggy Egam, ST, MT. Ujian tertutup tersebut merupakan ujian yang keempat dari 5 kali ujian yang harus dilaksanakan oleh Mahasiswa calon Doktor di bidang hukum.

Kehadiran Kapolda Sulut ini mendapat apresiasi baik dari para Dosen, maupun dari kalangan mahasiswa, termasuk mahasiswa bernama Serfie Djemson Bokko yang hari itu sebagai promovendus calon Doktor S3 Hukum, yang memaparkan hasil tulisannya dihadapan para Tim Penguji.

“Sebagai mahasiswa kami sangat mengapresiasi atas kehadiran Kapolda sebagai Penguji Eksternal dan semua dosen sangat mengapraesiasi sekali,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi karena Kapolda bisa dipercaya dan diangkat sebagai Dosen Luar Biasa pada Pasca Sarjana Unsrat Manado khususnya pada Prgram Studi Ilmu Hukum.

“Memang pantas karena ada persoalan-persoalan dalam rangka penegakkan hukum, mahasiswa bisa tanyakan kepada Kapolda langsung. Kalau tidak salah Kapolda juga mengajarkan tentang Perbandingan Hukum,” ujarnya.(*/IT)