Jakarta, Sulutnews.com - Ada pemandagan berbeda diacara konferensi pers pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional yang digelar Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (29/1/2021).

Seorang wanita berbaju hitam tampak berdiri diantara Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dan Karo Penmas Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Wanita berkaca mata tersebut memainkan kedua tangannya dengan bahasa isyarat saat Irjen Argo berbicara. Ya, wanita tersebut adalah juru bahasa isyarat yang sengaja dihadirkan untuk melengkapi kebutuhan informasi.

Menurut Argo, Divisi Humas Polri akan mengikutsertakan juru bicara isyarat dalam setiap kegiatan konferensi pers. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi hak penyandang difabel untuk memperoleh informasi yang sama dan utuh.

 “Kegiatan konfernsi pers di Mabes Polri mulai saat ini dan seterusnya akan berbeda dengan yang sebelumnya. Kali ini mengikutsertakan juru bicara isyarat untuk kaum difabel,” kata Argo.

Pelibatan juru bahasa isyarat ini juga sebagai bentuk dukungan dari komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan ruang bagi kelompok difabel menjadi bagian Korps Bhayangkara.

Dengan kata lain masyarakat yang berkebutuhan khusus bisa mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan kompetensi. Kelompok difabel itu dapat bertugas di bidang administrasi, pelayanan, analisis terkait teknologi informasi, maupun disesuaikan dengan posisi yang memungkinkan.

"Hal itu sesuai dengan program prioritas perihal menjadikan SDM Polri yang unggul di era police 4.0," ungkap Argo.(/Dyah)

 

 

Jakarta, Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka silahturahmi untuk meningkatkan sinergitas antara lembaga Polri dan Ormas keagamaan di Indonesia.

 

Sigit bertemu langsung Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj beserta pengurus lainnya. Dalam kesempatan itu, Sigit menyebut bahwa, Polri akan meningkatkan sinergitas bersama dengan para ulama untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

 

"Meningkatkan hubungan sinergi Umara dan Ulama di dalam melaksanakan program-program Harkamtibmas," kata Sigit di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (28/1).

 

Menurut Sigit, dalam menjalankan program pemeliharaan Kamtibmas, Polri tentunya butuh dukungan dari elemen masyarakat. Sebab itu, kata Sigit, peran PBNU diperlukan lantaran salah satu Ormas Islam yang terbesar di Indonesia.

 

Sigit pun mengapresiasi Ketua Umum PBNU Said Aqil dan seluruh pengurusnya yang menyatakan siap memberikan dukungan kepada Polri untuk sama-sama menjaga perdamaian di Indonesia.

 

"Dalam kesempatan ini kami sangat berterima kasih. Beliau (Ketua Umum PBNU KH Said Aqil)  memberikan support penuh kepada Polri untuk bersama sama bisa melaksanakan seluruh program dalam rangka menjaga stabilitas Kamtibmas kita," ujar Sigit.

 

Bentuk dukungan itu, dikatakan Sigit adalah, nantinya NU di akan membantu personel kepolisian di tingkat Polsek, Polres hingga Polda jajaran. Semua itu, menurut Sigit, untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.

 

"Jadi Kapolsek dengan pengurus NU cabang, kemudian Kapolres dengan pengurus NU di atasnya, sampai dengan Polda dan kami, Kapolri bersinergi dengan pimpinan pusat PBNU pusat Pak KH. Said Aqil. Itu yang akan kami pelihara dan kami kembangkan dalam rangka memberikan rasa aman terhadap masyarakat," ucap Sigit.(/Dyah)

 

Jakarta, Sulutnews.com -  Polri menggelar acara proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) Jenderal Idham Azis kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan itu adalah penyerahan Panji Polri Tribrata.

Penyerahan Panji Polri itu sekaligus melegitimasi bahwa Korps Bhayangkara resmi dibawah komando Jenderal Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Panji Tribrata Polri itu diserahkan langsung oleh Jenderal Idham Azis kepada Jenderal Listyo Sigit. Acara berlangsung di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/2021).

Kegiatan ini menerapkan standar protokol kesehatan. Hanya sejumlah jenderal polisi yang hadir secara fisik di Rupatama Polri. Sementara, jajaran Polda mengikuti upacara ini secara virtual.

Setelah penyerahan Panji Tribrata, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Umum Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari. Nantinya, istri dari Idham Azis, Fitri Idham Azis akan menyerahkan kepemimpinan organisasi itu kepada istri dari Listyo Sigit, Juliati Sigit Prabowo.

Kemudian, acara juga dilanjutkan dengan pengangkatan ibu asuh Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia.

Proses sertijab ini sendiri diatur oleh SDM Polri. Karena dilangsungkan di tengah Pandemi Covid-19, acara itupun akan berlangsung dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ekstra ketat.

"Acara ini tentunya diselenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono.(/Dyah)

Semarang,Sulutnews.com - Beberapa Wartawan yang diberi mandat oleh Redaksi masing masing untuk menjadi perwakilan Jawa Tengah mengadakan pertemuan  di Kantor Hukum Hj. Nurmalah, SH.MH Sambiroto Semarang Jateng kemarin Selasa, 26/1/2021.

Pertemuan yang dihadiri oleh Hj. Nurmalah SH.MH. dan Team  sebagai tuan rumah,  juga sembilan wartawan dengan jabatan Korwil Jateng di Media masing-masing. Adapun pertemuan tersebut bertujuan membahas tentang pembentukan wadah bagi wartawan yang  menjabat koordinator wilayah Jawa tengah untuk menyatukan visi misi, sehingga terbentuklah Persatuan Pers Korwil Jateng (PPKJ). Wadah tersebut bukan organisasi Wartawan, Ormas, LSM tapi Organisasi  Korwil Jateng untuk mempererat tali persaudaraan, menyatukan pandangan demi kemajuan media yang diampu,  siapapun boleh bergabung dengan syarat sebagai berikut :

  1. Wartawan tersebut adalah koordinator Jawa Tengah di Medianya.
  2. Medianya harus yang sudah terdaftar Terverifikasi & Faktual Dewan Pers.

Dalam kesempatannya Hj.Nurmalah SH.MH yang sekaligus sebagai konsultan Hukum PPKJ dan juga Managing  kantor Hukum HJ.Nurmalah SH. MH yang berkantor di Ruko Grand London Sambiroto Semarang  menerangkan " Ide organisasi Korwil ini sangat bagus karena  sepertinya baru kali ini ada terobosan perkumpulan korwil,  apalagi  dibelakang PPKJ ada pembina dan penasehat yang tidak diragukan lagi pengalamannya, "terang Hj.Nurmalah.

Beliau juga menyarankan " seluruh Wartawan yang menjabat Korwil Jateng  tergabung dalam PPKJ ini agar mengikuti Uji Kompetensi Wartawan ( UKW ) organisasi PWI atau organisasi lainnya yang sudah terdaftar di Dewan Pers, guna meningkatkan kwalitas sebagai jurnalis yang profesional,  "saran Hj.Nurmalah.

Berdasarkan Pertemuan musyawarah dan  kesepakatan bersama, Hj. Nurmalah menyatakan " bahwa Struktur Pengurus  PPKJ sudah resmi terbentuk,  segeralah  dibuatkan  logo PPKJ, Ad/Art, tentunya harus di legalkan ijin Notaris dan Kemenkumhamnya, "kata Hj.Nurmalah, SH.MH. Ketua DPC Peradi Palembang sekaligus Wasekjen Peradi Pusat.

Ketua PPKJ terpilih Suroto Anto Saputro mengucapkan terima kasih kepada semua rekan rekan yang sudah memberi kepercayaan, untuk itu mohon doa restunya, Insya Allah saya akan berusaha menjaga nama baik PPKJ, semoga berjalan lancar dan sukses, dengan adanya PPKJ kita bisa mempererat tali persaudaraan mementingkan kebersamaan dari pada kepentingan pribadi, "ucapnya.

Ketua PPKJ juga berharap " PPKJ bisa menunjukkan kwalitas dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai wartawan juga menjabat koordinator Wilayah Jawa Tengah,  kita harus  mengedepankan kerukunan dan kekompakan, menjalin hubungan kemitraan yang baik dengan Instansi TNI - Polri, Pemerintahan dalam menyajikan berita yang akurat kepada masyarakat tanpa Hoax, mari bersama sama menjaga nama baik PPKJ  dengan Motto BERSAMA MEMBANGUN JAWA TENGAH,  "harapnya.

Persatuan Pers Korwil Jateng ( PPKJ )

Alamat Sekretariat :

Kompleks Terminal Bahurekso Weleri, Jenar Sari,  Kecamatan Gemuh - Kendal

Telp / Wa : 082137689708

                  : 087899585127                

E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Struktur Pengurus PPKJ

Periode 2021 - 2026

Pembina : H.Julianto  S.Pd.I, SH

Penasehat : Kompol Sukarsa, SH.MH.

Penasehat : Muhammad Yadi,  SH., M.Sc.

Konsultan Hukum / Advokat : Hj. Nurmalah SH . MH.

Ketua      : Suroto Anto Saputro

Sekretaris : Peni Kusumawati S.Pd.

Bendahara  : Nyaman

Humas       : Handoko

Humas       : Ir. Sugiarto

Anggota     : Agus Wahyudi

Anggota   : Santoso

Anggota  : Dyah Nurhayati

 ( Team Korwil Jateng )

Kendal,Sulutnews.com - Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, S.I.K. memimpin serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Gemuh yang digelar di Aula Polres Kendal, Rabu (27/1/2021). Dalam sertijab ini AKP Irianto Budi Tjahjono, S.H. menempati jabatan baru sebagai Kapolsek Gemuh menggantikan pejabat lama AKP Abdullah Umar, S.H. yang berpindah tugas menjadi Kasubbag Humas Bagops Polres Kendal.

Dalam upacara serah terima jabatan yang digelar di Aula Polres Kendal ini, Kapolres Kendal AKBP Raphael Sandhy mengucapkan selamat datang dan bergabung kepada Kapolsek Gemuh sebagai pejabat baru di jajaran Polres Kendal dan mengucapkan terimakasih kepada pejabat lama yang telah memberikan dedikasi yang tinggi pada saat menjalankan dinas di kesatuan lama.

Selain itu Kapolres Kendal juga menambahkan bahwa mutasi adalah hal yang biasa terjadi dalam organisasi Polri untuk penyegaran baik personel maupun institusi. Kapolres juga menegaskan kepada para personel agar melaksanakan tugas fungsi masing-masing dengan semangat.

 “Agar seluruh anggota selalu semangat dalam melaksanakan tugas sesuai fungsi masing-masing, dan ikhlas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara”, tegas AKBP Raphael Sandhy.

Kapolres Kendal juga menekankan kepada seluruh jajarannya agar secara penuh mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran corona sehingga bisa menekan angka dan memutus mata rantai penularan virus Covid-19.(/Dyah/SAP)

Jakarta, Sulutnews.com - Penunjukan Komisaris Jenderal (Komjen Pol.) Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri membawa angin segar di tubuh Polri. Karena mampu melanjutkan reformasi Polri. Tentu harus siap dengan berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya. 

Komjen Listyo merupakan Akpol Angkatan 1991. Dari lima nama Jenderal yang diajukan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo, dia merupakan jenderal termuda.

Dipilihnya Listyo juga menuai sorotan, karena akan melangkahi dua angkatan setelah kapolri saat ini Jenderal Idham Azis, yang merupakan Akpol Angkatan 1988.

Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas, Gardi Gazarin mengatakan, tantangan yang harus bisa dilalui oleh Komjen Listyo ialah bukan hanya mencegah kejahatan konvensional melainkan mampu menjaga soliditas. 

"Pertama, tantangan masalah aksi teror atau kelompok radikal lainnya. Tapi yang penting kalau saya cermati masalah soliditas internal Polri dengan soliditas tinggi maka apapun tantangannya, ke depan akan lancar," katanya dalam diskusi virtual yang diadakan Beranda Ruang Diskusi dan dipandu Yophiandi dari Kompas TV, Jumat (22/1).

Apalagi selama ini pergantian Kapolri dalam kurun waktu setahun hingga dua tahun belakangan tidak pernah lepas dari soliditas. Hal itu juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

"Kan apalagi era pandemi dicari soliditas internal, menyusul dengan institusi terkait. Seperti TNI kemudian dari Satgas Covid-19 termasuk dengan stake holder lain," jelasnya. 

"Dari Kapolri sekarang yang dibutuhkan kekompakan. Karena dengan Kapolri ini kompak di internal maupun di luar saya yakin semua beres," tambahnya. 

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad, Prof. Muradi menyatakan, ketika Presiden sudah menunjuk satu nama menjadi Kapolri, maka di tubuh Pori semuanya akan ikut nurut.

"Ketika Presiden sudah menunjuk satu nama. Maka di internal biasanya manut jarang sekali ada dinamika yang akan membuat terbelah dan sebagainya," imbuh Prof. Muradi. 

Mengenai penunjukan Kapolri yang statusnya lebih muda dari angkatan Polri lainnya sudah pernah terjadi sebelum masa reformasi. Dia memandang hal tersebut tidak masalah.

"Penunjukan Kapolri yang lebih mudah, saya kira bukan pengalaman pertama. Kalau di era reformasi dua kali. Sebelumnya ada zaman pak Harto jauh lebih muda. Saya kira normal-normal saja," ujarnya. 

Menurutnya pembawaan calon Kapolri tunggal itu cukup supel. Apalagi ketika DPR menyetujuinya menjadi Kapolri, Listyo langsung melakukan kunjungan ke petinggi partai politik.

"Pak Sigit punya pendekatan yang mirip dengan Pak Tito. Ini memang agak lebih lentur mugkin lebih banyak bergaul juga dengan berbagai pihak. Salah satunya politisi," tuturnya.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara menyebut salah satu tantangan ke depan Kapolri adalah menurunkan angka aduan kepolisian. Karena hampir setiap tahun angkanya peringkat pertama, sebagai institusi yang paling banyak diadukan.

"Pekerjaan rumah bersama kita. Bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tapi jadi tanggung jawab Komnas HAM. Bukan soal bicara kasus saja, tapi ada peningkatakan kapasitas," kata Beka. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono meyakini, bahwa calon Kapolri Komjen Listyo dapat membawa instutusi Polri menjadi semakin baik. Serta lebih dicintai oleh masyarakat  

"Ke depan komitmen dari Komjen Listyo ketika menjadi Kapolri nanti bagaimana membawa institusi ini lebih baik. Dipercaya dan dicintai oleh masyarakat," jelas Rusdi.

Sementara itu Ahli Pers Dewan Pers yang juga Dosen Hukum Media Universitas Atma Jaya Christiana Chelsia Chan berharap kepada Kapolri baru agar MoU antara Dewan Pers dengan Kepolisian Republik Indonesia dapat disosialisasikan hingga ke seluruh jajaran kepolisian resort agar masalah terkait pemberitaan diselesaikan di Dewan Pers sesuai dengan UU 40/1999 tentang Pers.

"Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri Nomor 2/DP/MoU/II/2017 pasal 4 ayat 1 menyebutkan para pihak berkoordinasi terkait perlindungan kemerdekaan pers dalam pelaksanaan tugas di bidang pers sesuai dengan peraturan perundang-undangan," jelas Chelsia.

Chelsia menyatakan agar tidak ada lagi kekerasan terhadap wartawan dalam melaksanakan tugasnya, dan juga agar Polri tidak melakukan kriminalisasi wartawan melalui UU ITE, seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

"Pasal 8 UU Pers memberikan wartawan dalam melaksanakan tugas profesi nya mendapat perlindungan hukum" pungkas nya.(*/PS)

Jakarta, Sulutnews.com - Calon Kapolri tunggal Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyoroti soal cara anggotanya menangani pelanggaran lalu lintas (lalin). Listyo akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau elektronik tilang (ETLE) yang akan diterapkan bertahap.

 “Kemudian, khusus lalu lintas. Penindakan pelanggaran lalin, secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektoronik atau biasa disebut ETLE,” kata Listyo Sigit Prabowo dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Listyo menjelaskan, ETLE ini bertujuan untuk mengurangi interaksi dalam proses penilangan, guna menghindari terjadinya penyimpangan saat anggota melaksanakan proses tersebut. Karena itu, dia menegaskan bahwa saat polisi lalin turun ke lapangan, mereka hanya mengatur lalin yang macet dan tidak perlu lakukan tilang.

 “Ke depan, saya harapkan anggota lalin turun ke lapangan, kemudian mengatur lalin yang sedang macet, tidak perlu melakukan tilang,” tegas Kabareskrim itu.

Menurut Listyo, dengan cara ini diharapkan bisa menjadi ikon dan membantu perubahan perilaku Polri, khususnya di sektor pelayanan masyarakat.

 “Ini kita harapkan menjadi icon perubahan prilaku polri, khususnya di sektor pelayanan lini terdepan yaitu anggota kita di lalin,” ucapnya.

Selain itu, mantan Kapolda Banten ini menegaskan bahwa Polri mendukung inovasi dan industri kreatif yang memberikan kontribusi kepada perubahan dan kemajuan kehidupan masyarakat. Jadi, apa yang dilakukan kepolisian harus dapat mendorong kemajuan, bukan mengganggu hadirnya inovasi dan kreativitas yang hidup di masyarakat.

 “Contohnya, bila masyarakat memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi, berkreativitas dan menciptakan suatu produk, atau inovasi,” urai Listyo.

Namun, lanjut dia, jika masyarakat belum sempat mengajukan izin atas buah inovasi dan kreativitasnya, Polri tidak akan langsung tangkap, tapi akan lebih dulu memberikan edukasi dan membantu bila diperlukan agar orang tersebut mendapatkan izin.

Tapi, Listyo menegaskan, apabila inovasi atau kreativitasnya membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, Polri akan tetap lakukan penegakan hukum.

 “Polri juga tidak boleh jadi alat kekuasaan, karena sejatinya Polri alat negara, oleh karena itu setiap tindakan Polri harus mendukung kemajuan Indonesia dalam bingkai NKRI,” tegasnya.(/Dyah)

Jakarta, Sulutnews.com -- Tahapan penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 memasuki babak akhir dan melahirkan sejumlah pemenang. 

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari,  mengumumkan pemenang anugerah jurnalistik tertinggi dan paling bergengsi di Indonesia ini, dalam acara Indonesia Bicara di TVRI, 20 Februari 2021 malam. 

Atal S. Depari memandang para peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 membuktikan bahwa masih banyak wartawan yang menulis berkualitas.

"Karya-karya berkualitas yang bisa jadi juara. Jadi Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang paling tinggi di pers nasional. Di Hari Pers Nasional selalu kita menyerahkan hadiah di depan presiden, cukup membanggakan kan. Ada enam kategori," ucap Atal S. Depari yang juga penanggung jawab HPN 2021. Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2020 secara virtual mengingat situasi masih pandemi COVID-19.

Terdapat enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman  untuk media cetak; liputan berkedalaman  untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; foto berita untuk media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

  • Untuk Media Cetak dan Siber

Kategori Media Cetak dimenangi Devy Ernis bersama timnya Aisha Saidra dan Dini Pramita dari Majalah Tempo bertajuk "Jalan Pedang Dai Kampung" yang diterbitkan 27 Juli 2020.

"Isu kekinian, dekat dengan kita, tulisan memberi pemahaman yang lebih baik mengenai masalah," komentar Ketua Dewan Juri Media Cetak wartawan senior Maria D. Andriana. Dua juri lainnya, wartawan kawakan Asro Kamal Rokan dan Ahmed Kurnia S.

Kategori Media Siber dimenangi Jonathan Pandapotan Purba dan Windi Wicaksono dari Liputan6.com berjudul "Vaksinasi, Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi COVID-19" yang diterbitkan 23 Oktober 2020.

Untuk pemenang kategori ini, Priyambodo RH selaku ketua dewan juri, memberi komentar singkatnya. "Reportase aktual, mendalam, multimedia-konvergensi," ujarnya. Namun, ia juga memberi catatan penjurian, terutama bagaimana membedakan antara konten web dan konten cetak.

"Konten cetak naratif dan santai, konten web harus langsung ke intinya," jelas Priyambodo. Wartawan senior Antara ini mengingatkan, pembaca web selalu terburu-buru, berbeda dengan pembaca media cetak.

Dr.Artini dan Prof.Rajab Ritonga sebagai anggota Dewan Juri Media Siber sependapat. Secara umum karya Jonathan Pandapotan dan Windi tersebut berhasil menyampaikan pesan sesuai karakter media siber.

"Ada kebaharuan dan kekinian yang masih menjadi fenomena yang belum terselesaikan," ujar Artini. Meski diakuinya, keterbatasan masih pada bahasa. "Media siber masih belum bisa lepas dari karakter media cetak," katanya.

  • Kategori Televisi dan Radio

Diraih Rivo Pahlevi Akbarsyah dan Eko Hamzah dari Trans 7, bertajuk "Bencana Alam di Tengah Pandemi" yang tayang pada 30 November 2020.

Dewan juri yang terdiri wartawan senior di bidang televisi (Nurjaman Mochtar, Imam Wahyudi, dan Immas Sunarya) sepakat bahwa topik yang dipilih Rivo bersama timnya betul-betul mempunyai nilai jurnalistik yang tinggi. Rivo seakan menyatu dengan venue dan suasana batin para korban bencana alam.

Ketiga juri memuji atmosfer venue tayangan itu terasa sangat kuat. Dari segi presentasi, meski di lokasi gelap dan sulit pun mampu disajikan prima. Begitu pula angle-angle gambarnya detail.

"Tidak ada rangkaian visual yang "jumping". Pemilihan dan penempatan "sound bite" juga tepat. Saling mendukung antara script dan reportase lapangan. Salut buat editor, keren," komentar tim juri Kategori Media Televisi.

Untuk kategori Radio dimenangkan Muhammad Aulia Rahman dari RRI Banjarmasin berjudul " Nasalis Larvatus di Antara Konflik dan Kepunahan" yang disiarkan pada 30 November 2020. Tim juri kategori ini terdiri dari para tokoh radio, yaitu Errol Jonathans, Fachry Mohamad, dan Cahyono Adi.

“Peliputan bekantan ini sarat dengan informasi auditif yang dihimpun dari berbagai sumber dan investigasi lapangan,” komentar Ketua Dewan Juri Radio Errol Jonathans. “Efek theatre of mind bertambah kuat setelah tim produksi memasukkan beragam ambience, seperti suara bekantan, suara para narsumber utama, hingga deru mesin perahu klotok,” tambah Errol.

  • Foto dan Karikatur

Oscar Motulo, Tagor Siagian, Reno Esnir – ketiganya fotografer andal di Indonesia – menjadi juri Kategori Foto Berita. Ketiganya memilih karya Totok Wijayanto dari Kompas bertajuk "Pemakaman Jenazah Korban Covid" sebagai pemenang kategori Foto Berita. Karya ini telah diterbitkan pada 28 Juli 2020.

“Tahun 2020 adalah tahun pandemi. Secara global Corona telah mencengkeram bahkan hingga di antartika. Foto pemakaman jenasah pasien Covid-19 yang dipetik malam 27 Juli 2020 ini adalah suatu imaji foto jurnalistik yang luar biasa,” komentar Oscar Motuloh, Ketua Dewan Juri Foto Berita.

 

Untuk Kategori Karikatur Opini, tim juri yang diketuai karikaturis senior Gatot Eko Cahyono memutuskan pemenangnya Muhammad Syaifuddin Ifoed dari Harian Indopos dengan tajuk "Dari Dulu Juga Sudah WFH" yang terbit 28 Maret 2020.

"Karya satir ini, tidak hanya bicara soal pandemi, tapi juga bicara persoalan kemiskinan yang melilit bangsa ini, yang belum juga bisa diberesin dari satu pesiden ke presiden berikutnya," ujar anggota Dewan Juri Karikatur Opini, Yusuf Susilo Hartono.

Karya karikatur ini dalam penampilan visualnya, menurut Yusuf, sangat terasa kontrasnya. "Hasil permainan, dua bidang yang berlawanan," sebutnya.

Anggota Dewan Juri Karikatur lain, Wina Armada – wartawan senior dan kolektor karya seni – menekankan bahwa kekuatan karikatur pemenang ini terletak pada tiga faktor utama. Pertama, mengandung ironi dengan humorostik tinggi, yakni antara kaum jelata dan kaum berpunya.

"Bagi kaum jelata sudah sejak awal selalu bekerja di rumah, dan bukan sejak adanya pandemi COVID-19. Anjuran untuk bekerja di rumah buat mereka menjadi sesuatu yang tak berarti apa-apa," kata Wina.

Kedua, sebut Wina, karikatur ini mampu mengangkat tema yang sedang aktual di tengah masyarakat. "Dan ketiga, dari segi  komposisi garis dan letak memiliki kekuatan menonjol," urainya.

Keenam pemenang akan menerima hadiah @Rp20 juta, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021 yang diserahkan di depan Presiden Joko Widodo pada acara puncak HPN 9 Februari 2021.(*/PS)

Serang, Sulutnews.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Rabu (20/1/2021) membangun jalan dan sanitasi berupa bangunan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) untuk warga kota Serang, Provinsi Banten.

Pembangunam jalan tersebut merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021, yang digelar SMSI sebagai organsasi wadah berhimpunnya 1.224 perusahaan media pers siber.

Sebagai organisasi konstituen Dewan Pers, SMSI ingin membawa angin baru dalam  Hari Pers Nasional (HPN) 2021 sehingga tak lagi terfokus pada acara serimonial namun bersama-sama melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat.

Jalan yang dibangun merupakan jalan baru dengan panjang 750 meter dan lebar 2,5 meter.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, mengatakan, pembangunan jalan tersebut selesai sesuai target yaitu sebelum puncak acara HPN 9 Februari 2021.

“Ini sumbangan SMSI untuk warga, ini merupakan bantuan masyarakat pers untuk masyarakat dalam rangka memperingati HPN. Hari ini pembangunan jalan telah selesai dan kita pastikan peresmiannya dapat diwujudkan sebelum acara puncak HPN,” kata Firdaus saat memantau pembangunan jalan di Kampung Jaha, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu (20/1/2021).

Dikatakan, pembangunan jalan tersebut sudah dimulai  beberapa pekan lalu yang diawali dengan pembebasan lahan, perataan tanah dan penebangan pohon.

“Pelaksanaan pembangunan kedua proyek sosial itu ditangani SMSI Pusat dengan melibatkan SMSI Provinsi Banten yang paling dekat dengan lokasi  proyek tersebut serta didukung sepenuhnya oleh PT Dwi Ratna Putra,” katanya.

Firdaus saat meninjau lokasi bhakti sosial tersebut didampingi Sekretaris Jenderal SMSI M Nasir, Ketua Departemen Organisasi dan Daerah SMSI Pusat Andi Setiadi sekaligus sebagai Koordinator Bhakti Sosial Pembangunan Jalan Panitia HPN 2021, Humas SMSI Pusat Izaac M Tulalessy, Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun dan Ketua Bidang Organisasi SMSI Provinsi Banten Sahatma Refindo.

Selain pembangunan jalan, SMSI di lokasi yang sama juga sementara membangun 16 unit MCK.

Sementara itu, jajaran Muspika Walantaka, Kota Serang, Banten, sangat mengapresiasi program pembangunan jalan dan MCK warga yang dilakukan SMSI.

Mereka berharap, program SMSI yang dilakukan dalam rangka Hari Pers Nasional 2021 tersebut bisa bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, serta memperlancar program kamtibmas.

“Kami sangat berterimakasih kepada SMSI yang tahun ini mengadakan kegiatan, dalam rangka menyambut ulang tahun pers yang lokasinya berada di wilayah kami ini, dengan mengadakan pembangunan jalan yang tentu sangat bermanfaat bagi kami, masyarakat kami,” ujar Camat Walantaka, Karsono, saat meninjau pengaspalan jalan tersebut, Rabu (20/1/2021).

Apalagi, kata Karsono, saat ini anggaran pemerintah daerah masih sangat terbatas. “Mengingat anggaran kami sangat terbatas, pemerintah kota, kelurahan juga sangat terbatas anggarannya. Dengan adanya ini, kami tentu saja merasa sangat senang dan ini bisa membantu masyarakat kami dalam memperlanjar mobilitas masyarakat sehari-hari,” katanya.

Karsono menjelaskan saat ini masih banyak permasalahan infrastruktur di Kecamatan Walantaka yang masih belum dibangun.

“Tidak hanya jalan,  MCK juga bagi masyarakat kami masih menjadi malasah karena masih ada banyak yang belum mempunyai MCK, jadi saat ini kami dengar tadi ada pembuatan MCK buat 16 KK, jadi itu tentu kami sangat menyambut gembira. Dan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat kami,” jelasnya.

Menurut Karsono, program bakti sosial yang dilakukan SMSI sudah pasti disambut baik masyarakat karena bisa memperlancar aktivitas masyarakat, yang sebagian besar petani

“Kalau saya melihat, saya yakin masyarakat sangat gembira dan menyambut baik. Kalau jalan bagus tentu saja kegiatan masyarakat semakin lancar, kegiatan sehari-hari, kegiatan ekonomi juga makin tambah lancer,” ungkapnya.

Ia berharap SMSI ke depan bisa melakukan program yang lebih meluas. “Harapan ke depan mudah-mudahan kegiatan ini lebih luas lagi cakupannya dan mudah-mudahan media, rekan-rekan wartawan semakin jaya, makin bisa membantu masyarakt kami, untuk membantu mereka semakin sejahtera dengan membangun jalan seperti ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Walantaka AKP Sudibyo mengaku sangat mendukung program SMSI karena sangat menunjang program keamanan dan ketertiban. “Program SMSI sangat menunjang dan membantu keamanan dan ketertiban, terutama di wilayah Walantaka,” ujarnya.

AKP Sudibyo berharap agar program SMSI bisa dilanjutkan oleh banyak pihak.

“Mudah-mudahan Pemkot Serang juga bisa membantu kegiatan masyarakat sehingga terasa lebih nyaman. Karena kalau jalan-jalan sudah bagus tentu saja ekonomi juga  menunjang. Yang penting pihak kepolisian sangat mendukung kegiatan yang dilakukan SMSI,” ungkapnya,

Apresiasi terhadap program SMSI juga diutarakan Danramil Walantaka Kapten Inf Tumiran.

Ia mengaku program pembangunan jalan dan MCK yang dilakukan SMSI sangat menunjang aktivitas masyarakat dan ia berharap agar hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memperlancar peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (*/Melvin)

Jakarta, SulutNews.com - Hingga hari Rabu (20/01/2021) tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 40 korban atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Tim DVI melakukan rekonsiliasi terhadap data ante mortem dan post mortem korban. Selanjutnya korban akan diserahkan kepada pihak maskapai dan keluarga.

Daftar Korban Teridentifikasi Insiden Sriwijaya Air SJ-182:

  1. Okky Bisma (29), Laki-laki, warga Jakarta, teridentifikasi melalui sidik jari pada 11 Januari 2021
  2. Asyhabul Yamin (37), Laki-laki, warga Jakarta, teridentifikasi melalui sidik jari pada 12 Januari 2021
  3. Fadly Satrianto (39), Laki-laki, warga Jatim, teridentifikasi melalui sidik jari pada 12 Januari 2021
  4. Khasanah (51), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi melalui sidik jari pada 12 Januari 2021
  5. Indah Halimah Puteri (27), Perempuan, warga Sumsel, teridentifikasi melalui sidik jari pada 13 Januari 2021
  6. Agus Munarni (48), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi melalui sidik jari pada 13 Januari 2021
  7. Rico Mahulette (32), Laki-laki, warga Sulsel, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  8. Ihsan Adlan Hakim (33), Laki-laki, warga Pekanbaru, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  9. Supianto (37), Laki-laki, warga Pinrang, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  10. Pipit Piyono (23), Laki-laki, warga Lampung, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  11. Mia Terestiani Wadu (23), Perempuan, warga Bali, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  12. Yohanes Suherdi (37), Laki-laki, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  13. Toni Ismail (59), Laki-laki, warga Kalbar, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  14. Dinda Amelia (16), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  15. Isti Yudha Prastika (34), Perempuan, warga Tangerang Selatan, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  16. Putri Wahyuni (25), Perempuan, warga Pekanbaru, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  17. Rahmawati (59), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  18. Rosi Wahyuni (51), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  19. Rizky Wahyudi (26), Laki-laki, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  20. Neli (49), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  21. Beben Sofian (58), Laki-laki, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  22. Mahrufatul Yeti Sriyaningsih (30), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  23. Arifin Ilyas (26), Laki-laki, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  24. Arneta Fuzia (38), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  25. Fau Nuntius Zai (11 bulan), Laki-laki, Warga Banten, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  26. Yuni Dwi Saputri (34), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  27. Iskandar (52), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  28. Okke Durotul Zanah (24), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  29. Keluarga tidak bersedia identitas korban disampaikan.
  30. Didi Gunardi (49), Laki-laki, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  31. Atharizky Riawan (8), Laki-laki, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  32. Dita Lestari Dewi (36), Perempuan, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  33. Fatimah Asalina Marhen (2), Perempuan, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  34. Rahmania Eka Nanda (39), Perempuan, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  35. Kolisun (37), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  36. Grislend Gloria Natalies (28), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  37. Faisal Rahman (30), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  38. Andi Syifa Kamila (26), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  39. Shinta (23), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  40. Mulyadi (39), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021

(M.Alghifari)