Nasional

Nasional (349)

Rembang, Sulutnews.com - Sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103, diantaranya pengerasan jalan (macadam). Pengerjaan sasaran ini telah di mulai dari kegiatan pra sebelum TMMD sendiri dibuka pada senin 15 Oktober yang lalu. Pra TMMD dilaksanakan mengingat banyaknya sasaran yang diprogramkan TMMD.

Proyek fisik yang terbesar di TMMD Reguler 103 Tahun 2018 Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang, adalah betonisasi dan makadam jalan. Dengan waktu yang sesingkat ini, setiap harinya kami perlu memaksimalkan personil, baik dari jajaran TNI maupun warga. jelas Pasiter Kodim 0720/Rembang, Kapten Inf Wardiyana. Kamis (18/10/2018)

“Pekerjaan sudah berjalan beberapa hari, jalan makadam yang sudah terselesaikan sudah mulai terlihat hasilnya. Target keseluruhan panjang jalan madakam 2.300 meter dan lebarnya 2.5 meter.” Jelasnya

Menurut Kapten Wardiyana, TMMD yang menginjak hari ke-4 ini, personil TNI dan masyarakat setempat dimaksimalkan dibagi ke sejumlah titik sasaran. Diantaranya ke proyek makadam, betonisasi, RTLH dan pembangunan pos Kamling. Pihaknya mengucapkan banyak terimaksih kepada warga Dukuh Ngotoko dan Desa Pasedan yang antusias membantu dalam penyelesaian proyek fisik TMMD. Pungkas Kapten Wardiyana.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 saat ini masih pada tahap pengerasan dasar jalan dan pengecoran.  Terkait itu,  anggota TNI dan Polri serta warga tetap semangat melaksanakan pengerjaan jalan yang akan dibeton (betonisasi) dalam sasaran TMMD. (18/10/18)

Berbagai cara dilakukan untuk selalu menciptakan sinergitas diantara TNI, POLRI, dan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh jajaran anggota Polsek Bulu, Polres Rembang, bersama anggota Satgas TMMD dan warga masyarakat Desa Dukuh Ngotoko, Kecamatan Bulu melaksanakan kegiatan Bakti TNI dalam rangka TMMD. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat.

“Dengan kerja bakti ini dapat mewujudkan sinergitas diantara kami,” terang Danramil 05/Bulu Kapten Inf Mustamir. Terlihat anggota Satgas TMMD dan Polri bahu membahu dengan warga melakukan pengurukan pasir dan koral, yang akan dibuat jalan/betonisasi dalam program fisik TMMD.

Program TMMD Reguler ke 103 TA. 2018 Kodim Rembang dilaksanakan untuk membantu pemerintah dalam upaya memberdayakan wilayah pertahanan, meningkatkan akselerasi pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi hakekat ancaman yang ada.

Program TMMD yang melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan aspirasi dan kepentingan masyarakat di pedesaan.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Untuk mencapai sasaran pasukan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0720/Rembang yang dipusatkan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang, anggota Satgas harus berjalan kaki menuju lokasi pengecoran.

Pasukan TMMD 103 yg ke lokasi Dukuh Ngotoko di antaranya Yonif 410/Alugoro dan beberapa teknisi dari Yon Zipur 4/TK. Ada juga dibantu warga masyarakat setempat.

Serda Mochtar  salah satu anggota Satgas TMMD yang akan berangkat ke lokasi merasa senang, karena di tengah perjalanannya dia bertemu dengan Kartini-kartini pejuang desa yang juga akan berangkat menuju lokasi TMMD untuk ikut serta kerja bakti.

“Kalau saya ibaratkan perempuan-perempuan Desa Pasedan ibarat bidadari perang, mereka di rumah harus melayani suami, dan ketika di lokasi TMMD mereka bekerja bak prajurit perang yang tidak mengenal menyerah. Karena beratnya medan yang dilalui, sehingga untuk menuju lokasi TMMD dengan jalan kaki," ujar Serda Muchtar.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Pagi hari setiap akan mengawali kegiatan Komandan Kompi (Danki) Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) selalu melaksanakan pengecekan kepada personilnya.  Kegiatan ini bertujuan untuk pengecekan kesiapan personil dan materiil.

Danki Satgas TMMD Lettu Inf Supriyanto menyampaikan ”Kami tidak mau buang-buang waktu, pukul 07.00 Wib apel pagi sudah dimulai, langsung saya lakukan pengecekan personil, berdo’a dan selanjutnya pembagian tugas di masing-masing sasaran fisik,” kata Lettu Inf Supriyanto.

 Dalam apel tersebut Komandan SSK menyampaikan evaluasi hasil kerja yang sudah dilaksanakan dan sasaran yang akan dikerjakan. Kegiatan ini rutin dilakukan sebelum melaksanakan aktivitas.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Tidak hanya berperan sebagai garda terdepan dalam mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat kompleks, seperti ikut serta membantu percepatan pembangunan di daerah. Khususnya di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0720/Rembang saat ini tengah menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang. Kamis (18/10).

Diwaktu istirahat siang pelaksanaan program TMMD ke 103 Kodim Rembang, anggota Satgas TMMD ke 103 bersama masyarakat setempat, berbincang serta bersenda gurau sambil menikmati makanan siang ala kadarnya. Tim Satgas bersama masyarakat optimis bahwa pengerjaan jalan TMMD selesai dengan waktu yang direncanakan. Walaupun dengan menu seadanya terasa nikmat saat menyantapmya.

Praka Rokim salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan guna menjalin rasa kebersamaan antara TNI dengan masyarakat sekitar. “Melalui makan bersama ini juga, kita dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan yang selama ini terwujud dengan masyarakat serta sebagai sarana komunikasi dalam kegiatan program TMMD ke 103,” ungkapnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Tim Kesehatan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) memiliki tugas mendukung dan menjaga kesehatan personel Satgas selama pelaksanaan TMMD yang telah dimulai sejak tanggal 15 Oktober 2018 lalu.

Sesuai kebijakan Komandan Satgas bahwa tim kesehatan juga turut melayani masyarakat umum yang ingin berobat. Satgas Kesehatan yang diawaki 2 (dua) personel Poskes Kodim 0720/Rembang. Disetiap harinya selalu dipadati oleh pasien yang hendak berobat, di lokasi TMMD Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Kamis (18/10/2018).

Bintara Kesehatan Serma Warko mengungkapkan, setiap hari berkeliling ke sasaran memastikan para anggota maupun warga yang turut membantu di TMMD ini tetap terjamin kesehatannya. Seperti mengantisipasi adanya luka akibat goresan maupun kecelakaan kerja lainnya, juga setiap malam posko kedatangan masyarakat untuk ikut berobat.

“Tentu saja dengan senang hati kita melayani warga meskipun pengobatan pada tahap penanganan awal dan pengobatan ringan untuk lanjutan telah berkomunikasi dengan Puskesmas setempat dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,”ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Letkol Arh Andi Budi Sulistianti membenarkan pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran khususnya tim kesehatan untuk juga melayani masyarakat khususnya di wilayah TMMD dan pengobatannya tidak dipungut biaya atau gratis.

“Meskipun kita belum menyelenggarakan pengobatan massal, namun saya menerima laporan bahwa banyak masyarakat yang datang untuk berobat. Kita sangat senang karena antusias warga untuk berobat begitu tinggi. Ini menunjukan keberadaan kita disini diterima dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,”tuturnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 wilayah Kodim 0720/Rembang resmi dibukan beberapa hari yang lalu..

Pasca dibukanya kegiatan yang menyentuh masyarakat itu, membuat semua Satgas TMMD wajib mengangkut material atau bahan baku untuk memperlancar proses pembangunan program TMMD yang difokuskan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang.

Puluhan kilometer jarak tempuh dari Kecamatan Bulu ke Dukuh Ngotoko itu dan butuh perjuangan serta kemampuan lebih dalam mengemudi kendaraan.

Pasalnya kondisi jalan yang dilintasi bagaikan medan off road, melintasi perbukitan, tanjakan tinggi, bahkan harus diterpa debu jalanan.

"Bahkan ada salah satu kendaraan satgas sempat terpeleset, kita harus menempuh perjalanan yang beresiko," ujar Wadan Satgas TMMD, Kapten Cpl Rusdi, Kamis (18/10/2018).

Meski demikian kata Rusdi, hal itu justru membuat semangat pihaknya bersama personel satgas TMMD untuk terus berjuang, membangun sejumlah item pekerjaan untuk kebutuhan desa setempat seperti makadam jalan sepanjang 2,3 kilometer.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Ujung penantian Mbah Wasmi (63) akhirnya tiba, jalan yang setiap hari dilaluinya di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang dibangun oleh Satgas TMMD ke 103, Kamis (18/10/2018)

Belasan personil TNI dari personel Satgas TMMD dan warga sekitar masyarakat ikut serta berpartisipasi bahu membahu bergotong royong ngecor jalan yang kondisinya memprihatinkan.

Kapten Inf Mustamir selaku Danramil 05/Bulu ketika dikonfirmasi di lokasi kegiatan mengatakan, bahwa program perbaikan jalan yang dialokasikan pada TMMD ke 103 sepanjang 2,3 Km yang menghubungkan antara Dukuh Ngotoko dengan Desa Pasedan.

“Perbaikan jalan dilakukan karena hal ini dinilai paling vital, karena untuk sampai ke Desa Pasedan warga Dukuh Ngotoko harus berjalan kaki sekitar 3 Km, Terutama bagi anak-anak yang akan bersekolah mereka berjalan kaki saat berangkat dan pulang, terang Kapten Mustamir.

Mekanisme yang dilaksanakan dalam pengerjaan pada tahap awal dengan melibatkan jumlah personel yang banyak, karena pada tahap awal intensitas pekerjaan sangat banyak, kata Kapten Mustamir.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Bekerja untuk rakyat, hal inilah yang diperlihatkan Pasukan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagian anggota yang terlibat dalam tugas tersebut lebih baik memilih jalan kaki dari pada menggunakan kendaraan bermotor dari kotis menuju tempat sasaran lokasi yang digunakan TMMD Reguler ke 103 Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang Rabu(17/10/2018).

"Medan lokasi TMMD yang begitu luar biasa, bagi anggota Satgas TMMD Reguler ke 103 tidak menjadikan suatu alasan melemahnya semangat, tetapi mereka justru hatinya bergetar tetap berjiwa satria untuk melaksanakn tugas yang mulia ini," Pungkas serda Hariyanto.

Masyarakat sangat antusias melihat semangatnya bapak tentara yang begitu luar biasa. Sehingga membuat hati masyarakat terbangun menggugah bahu membahu bergotong royong untuk melaksanakan kerja bakti.

"Jumlah Personel yang terlibat dalam TMMD Reguler ke 103 adalah 150 orang. Yang mana 80 orang dari Kodim, 10 dari TNI AL, 40 orang dari Batalyon 410/Alugoro, 10 orang dari Polsek, dan 10 orang Pemda Rembang," Ujar Letkol Arh Andi Budi Sulistianto.

Sehingga apa yang diharapkan pimpinan dapat terwujud dan tentu hasilnya dapat dinikmati bersama terutama warga masyarakat pasedan. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Kegiatan TNI Manunggal Membagun Desa (TMMD), dilaksanakan untuk membantu warga dengan membangun desanya dibidang infrastruktur demi mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Setelah memasuki hari ke-3 pelaksanaan TMMD Reguler ke 103 di Desa Pasedan Kecamatan Bulu, anggota TNI semakin terjalin keakraban dengan warga. Hal itu terlihat anggota Satgas  saat istirahat sejenak bersama warga, (17/10). Mereka terlihat akrab, duduk santai sambil bersenda gurau.

Menurut salah satu anggota Sertu Kuwat Sujoko menuturkan, itulah salah satu cara untuk menjalin rasa kekeluargaan, walau hanya sekedar memberikan segelas air putih bagi warga, tanpa kita sadari akan terjalin ikatan emosional TNI dan warga.

Lebih lanjut Sertu Kuwat Sujoko mengatakan, TNI membangun desa selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah juga rasa aman dan nyaman dimasyarakat bisa terwujud. "Hal ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat, sebab TNI berasal dari rakyat dan nantinya kalau sudah purna tugas akan jadi rakyat seperti pada umumnya,"pungkasnya.(0720_Syaiful)