Jakarta, Sulutnews.com - Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari didampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga dan Ketua Panitia Pelaksana Hari Pers Nasional Auri Jaya beserta Humas HPN Mercys Charles Loho melakukan kunjungan ke Sekertaris Jenderal Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, di lantai 7 Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Pertemuan ini selain membahas rencana pelaksanaan Hari Pers Nasional di Banjarmasin juga dalam rangka mengundang Menteri Kominfo untuk hadir dalam acara Seminar PWI dengan tema "Mimpi Tokoh Muda Indonesia 2045" yang akan digelar 16 Oktober mendatang. 

"Selain memperkenalkan Ketua Panitia Pelaksana HPN 2020, kami bermaksud mengundang Menkominfo Rudiantara untuk membuka Seminar PWI tanggal 16 Oktober 2019 di Hotel Aryaduta Jakarta dalam rangka hari Sumpah Pemuda," terang Atal S Depari.

Menurut Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, pemilihan Auri Jaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana karena dinilai berpengalaman dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan besar seperti di HPN 2019 lalu di Surabaya, dimana Auri juga bertindak sebagai pelaksana beberapa kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekertaris Jenderal Kominfo Rosarita Niken Widiastuti yang didampingi Bambang Sigit Nugroho mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung penuh berbagai kegiatan yang akan diadakan PWI Pusat demi kemajuan pers di tanah air, dan saat ini Kominfo tengah merancang Peraturan Menteri  tentang aturan main di medsos termasuk sanksi-sanksinya seperti yang akan dibahas dalam konvesi media massa di Hari Pers Nasional yang diselenggarakan masyarakat pers nasional di awal Februari 2020 mendatang.

Sementara itu Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga melaporkan juga tentang rencana kedatangan 11 wartawan dari Korea yang dipimpin langsung Ketua Persatuan Wartawan Korea JUNG KYU SUNG yang akan berkunjung ke Jakarta dan Bali dari tanggal 30 Oktober hingga 4 November 2019. (Mercys/Humas PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Untuk meningkatkan kerja sama antar kedua lembaga, Pengurus PWI Pusat bersilaturahmi dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU)

Marsekal TNI Yuyu Sutisna di ruang kerjanya, di Markas Besar Angkatan Udara di Cilangkap,Jakarta Timur, Selasa (08/10/2019).

Rombongan PWI Pusat dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Sekertaris Jenderal Mirza Zuhaldi, Dar Edi Yoga Direktur Wartawan ASEAN (CAJ),Zulkifli Gani Otto,Ketua Bidang Kerja Sama & kemitraan dan Nurjaman Mokhtar Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat.

“Atas nama TNI AU saya mengapresiasi dan terima kasih atas waktu dan kesempatan Pak Kepala Staf Angkatan Pengurus PWI Pusat, yang sudàh bersilahturahmi ke Mabes Angkatan Udara. Momentum seperti ini tentu sangat diharapkan agar kedepan ada kerja sama yang positif dan bermanfaat antara TNI AU dan PWI," Kata Sutisna.

Kasau dalam pertemuan ini di dampingi oleh Asisten Pengamanan Kasau,Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari Malik,Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto dan Kasubdispenum Dispen AU Kolonel Muhammad Yurid. 

Kasau juga menambahkan akan bersinergi terus dengan PWI dan memberi suport dan  dukungan penuh untuk kepengurusan PWI  Pusat periode 2018 - 2023. Dan tentu akan berkontribusi juga di Hari Pers Nasional Tahun 2020, yang akan dilaksanakan oleh insan Pers Indonesia yang dimotori oleh PWI.

Sementara itu Ketum PWI Pusat Atal S Depari sendiri merasa terhormat dengan diterimanya Rombongan Pengurus PWI Pusat oleh Kasau.

" TNI AU merupakan lembaga yang pertama yang dikunjungi kepengurusan PWI Pusat secara resmi. Dan tentu  PWI siap membangun hubungan baik yang positif sehingga tak ada lagi jarak antara TNI AU dan pekerja pers.  Depari mengatakan PWI yang didalamnya ada berbagai media massa tentu memiliki nilai strategis, sebagai sumber informasi juga sebagai edukasi untuk masyarakat luas.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia menjadi betul-betul berdaulat,aman hebat, adil dan makmur, tentunya tidak bisa hanya berharap kepada TNI Sebagai komponen paling depan.  tetapi hal ini harus juga dikerjakan oleh berbagai komponen bangsa termasuk didalamnya PWI dan TNI, AU” ucap Atal Depari.

Kedepan PWI dan TNI AU juga bisa bekerja sama misalnya untuk peningkatan kapasitas serta pengetahuan tentang media menuju era 4,0. Tentu juga bersama PWI, kita bisa berdiskusi, berdialog, serta bekerja sama untuk menambah wawasan terkait hubungan antara Pers dan TNI AU masyarakat umum serta lebih khusus lagi ada pelatihan2 media di lingkup TNI AU ,” Tutupnya. (Mercys/PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Jelang Ulang Tahun TNI ke-74 yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2019, Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Indonesia. Ucapan itu disampaikan dalam sebuah tayangan video Kapolri bersama para pejabat Mabes Polri.

"Saya Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian beserta keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia mengucapkan selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-74," kata Tito dalam video tersebut.

Mantan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Papua ini berharap TNI di usianya yang ke-74 tahun semakin profesional, modern, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. "Dirgahayu TNI, TNI profesional kebanggaan rakyat," ujar Kapolri.

TNI dijadwalkan memperingati hari jadi ke-74 tahun pada Sabtu 5 Oktober 2019. Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan upacara parade dan defile yang akan digelar di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tersebut.

Pada peringatan tahun ini diusung tema 'TNI Profesional Kebanggaan Rakyat'. Kemarin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan jajaran pun ikut melakukan gladi bersih di Lanud Halim Perdanakusuma.(*/ML)

Jakarta, Sulutnews.com - Sebanyak 49 prajurit Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Papua menyandang pangkat baru satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2019. 

Upacara kenaikan pangkat diawali dengan laporan resmi kenaikan pangkat yang dipimpin Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan ) X Jayapura Letkol Marinir Rian Malfi, M.Tr.Opsla., kepada Wadan Lantamal X Kolonel Laut (P) Eko Wahyono, S. E. kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh prajurit Marinir yang telah naik pangkat satu tingkat lebih tinggi bertempat di Lapangan Apel Lantamal X Jayapura, Selasa, (1/10/19).

Dalam kesempatan itu, Komandan Satgas Letkol Marinir Romanimbun Butarbutar M.Tr.Hanla, mewakili personel Satgas yang naik pangkat mengatakan bahwa momentum kenaikan pangkat ini adalah sebagai pemacu semangat dalam menyongsong tugas-tugas kedepan.

"Janganlah kalian berpuas diri dengan apa yang telah kalian capai karena sesungguhnya sifat berpuas diri dari apa yang telah kalian capai adalah suatu kegagalan yang telah kalian persiapkan," tegas Komandan Satgas Letkol Marinir Romanimbun Butarbutar M.Tr.Hanla.

Dalam periode kenaikan pangkat ini, prajurit Marinir Satgas Pengamana Papua yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi terdiri dari 2 orang personel perwira dan 47 orang personel tamtama.(/Mercys Loho)

Jakarta, Sulutnews.com - Atal S Depari Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mengikuti Forum jurnalis "Belt and Road Initiative" 2019, Acara ini sendiri disponsori oleh Asosiasi Jurnalis China, yang diadakan di Beijing 28 September. Sebanyak 60 Pimpinan Asosiasi Jurnalis dari kurang lebih 50 Negara di Dunia ikut Berpartisipasi dalam Forum ini. Forum ini juga diselengarakan bersamaan dengan HUT Republik Rakyat Tiongkok (RRT)

"Seringkali kita larut membicarakan kemajuan teknologi komunikasi informasi dan mengagumi kemampuan kita menembus hal-hal yang selama ini membatasi arus informasi. Namun kita sering tanpa menyadari dan kita melupakan bahwa sebenarnya yang paling penting dari praktik kewartawanan adalah itikad baik," kata Atal ketika diberi kesempatan memberikan sambutan dalam sesi Integrated Development of Media, Building New Channels for Communication.

"Mengabaikan itikad baik membuat ruang publik dipenuhi ujaran kebencian, dan berita yang diwarnai kebohongan," tambahnya.

Atal Depari juga sangat berharap Forum Wartawan Belt and Road yang didirikan oleh beberapa asosiasi jurnalis termasuk PWI Indonesia ini dapat menjadi wadah bagi semua anggota Forum untuk saling bertukar informasi yang didasarkan pada niat baik demi mencapai tujuan bersama. 

Seperti namanya, Forum Wartawan Sabuk dan Jalan didirikan untuk mendukung pelaksanaan Inisiatif One Belt One Road (OBOR) yang ditawarkan pemerintahan Xi Jinping kepada negara-negara yang terkoneksi dalam apa yang disebut sebagai jalur sutra baru dari Asia Timur hingga benua Eropa, Afrika dan Amerika. Dalam deklarasi pendirian disebutkan bahwa Forum ini akan mengerjakan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas wartawan demi memperkuat pondasi kerjasama pembangunan.

Forum Wartawan Sabuk dan Jalan ini sendiri mengadopsi empat prinsip, yakni perdamaian dan kerjasama, keterbukaan dan inklusifitas, pembelajaran bersama, serta keuntungan bersama. (/HumasPWI)

Laporan Ilham Bintang

Jakarta, Sulutnews.com - Masih ingat polwan muda, cantik,   yang berhasil membekuk Ratu Ekstasi Zarima Mirafsur lebih duapuluh tahun lalu?

Ya, dia : Vivick Tjangkung. Perempuan  kelahiran Ende-Flores 15 Maret 1971, waktu diutus ke Texas, Amerika Serikat untuk  menangkap artis Zarima. Peristiwa itu terjadi tahun 1996.

Praktis sejak itulah Vivick bersama tim ditugaskan di Direktorst Reserse Polda Metro Jaya untuk mengungkap banyak kasus narkoba. Termasuk  pengungkapqn kasus laboratorium gelap yang memproduksi narkoba di Tanah Air. Untuk urusan penanggulangan narkoba, Vivick salah satu ahlinya. Berkat itu tidak heran jika ia mengantongi banyak penghargaan dari institusi tempat dia bernaung dan Kapolri.

Vivick Tjangkung yang saat ini berpangkat Komisaris Polisi dengan jabatan Kasat Narkoba Polres di Jakarta Selatan,  tentulah memiliki segudang pengalaman. Tak heran jika peluncuran bukunya  “ Melawan Teror Narkoba 8 Penjuru” Kamis (26/9)  petang di Basque Bar De Tapas, lantai 8 Noble House,  Mega Kuningan, Jakarta, mendapat perhatian serius dari tamu undangan.

Pada kesempatan itu dua pakar penanggulangan narkoba, Irjen Pol ( Purn) Dr Benny Mamoto dan Prof Aleksius Jemady, Ph.D tampil membedah buku Vivick.

Di antara tamu undangan, tampak antara lain Komjen Pol ( Purn) Gories Mere, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, Romo Benny,  Brigjen ( Pol) Ahli BNN dr Victor Pudjiadi,  pengacara Henry Yosodiningrat, Gabriel Mahal, dan Henky Sanjaya.

Buku Vivick setebal 168 halaman yang diterbitkan oleh Grasindo  berisi berbagai pengalaman suka duka Vivick Tjangkung dalam melaksanakan tugas pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Penanganan pengguna narkoba dari kalangan artis dan selebriti dibahas satu bab khusus

“ Janji Selebritas”.  Bab lain yang tak kurang serunya kisah tentang kepungan narkoba dari luar dan dalam. Bab berikutnya penulis mengingatkan perlunya masyarakat Indonesia bersama- sama melawan kejahatan narkoba.

Dalam pengantarnya Vivick Tjangkung mengungkap kisah di tahun 2018, saat dia menangani kasus balita yang dijebloskan oleh bapaknya jadi kurir narkoba. “ Saya terenyak menghadapi fakta yang amat mengerikan, “ kata Vivick.

Turut memberi pengantar di buku itu, DR ( HC) Karni Ilyas, Benny Mamoto,  dan Aleksius Jemadu yang tampil membedah pada acara peluncuran.(/Mercys Loho)

JAKARTA, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membuka langsung Sulut Expo 2019 di gedung Smesco Exhibition dan Convention Hall, Jln Gatot Subroto Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dalam sambutanya di hadapan 15 Duta Besar dan tamu undangan lainya yang memadati Hall Smesco,Gubernur mengatakan ajang Sulut Expo ini merupakan bagian dari HUT Provinsi Sulawesi Utara yang ke-55. Dan ini untuk pertama kalinya digelar diluar Sulut.

“Jakarta kan tempat kumpulnya para duta besar negara sahabat juga para investor. Makanya kali ini kita sediakan wadah untuk mengenalkan potensi Sulut,” terang Olly.

Olly mengaku sangat optimis Provinsi Sulut sudah sangat siap menuju Sulut " Gateway Pacifik in Indonesia" sesuai dengan tema sulut expo tahun ini. Intinya kata dia Sulut sudah sangat siap menjadi Pintu Gerbang Pasifik di Indonesia.

"Saya berharap, efek pameran di Sulut Expo 2019 kali ini bisa menarik perhatian investor-investor dari luar daerah untuk dapat menanamkan modalnya di Bumi Nyiur Melambai " Ujarnya

Keyakinanya bertambah karena pemerintah pusat sendiri telah menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang sebagai salah satu objek yang masuk status super untuk dikembangkan.

Saat ini banyak investor mengincar sulut dan tertarik untuk berinvestasi di daerah ini. Untuk itu dengan makin banyaknya investasi secara otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Asiano Gemmy Kawatu, Ketua Umum Panitia Sulut Expo mengatakan Sulut Expo 2019 akan diwarnai dengan berbagai acara yakni Launching Flight Garuda Indonesia ke Davao,Penandatanganan Letter of Understanding antara industri pariwisata Filipina dan Sulut.

Setelah pembukaan, sesuai tema acara pada hari pertama “Kearifan Lokal” berbagai pertunjukan seni budaya Sulut akan ditampilkan di Smesco Exhibition. ada juga Investor Gathering & Digital Economy in North Sulawesi” dan promosi daerah Kabupaten Kota se Sulut. Selanjutnya di hari ketiga Sulut Expo dengan mengambil tema “Akses Global & Travel Exhibition” dimana akan diramaikan juga dengan pagelaran fasion batik Sulut, dan pentas seni budaya, seni budaya tradisi Sulut yang akan ditampilkan seperti Maengket, Masamper, Katrili, Tarian Kabela, dan budaya lainnya.

Sementara untuk hari terakhir menjadi ujung rangkaian Expo akan diakhir dengan “Travel Exhibition & Malam Puncak Sulut Expo 2019”.

“Selama pelaksanaan Sulut Expio sejumlah penyanyi terkenal seperti Ruth Sahanaya, Ermy Kulit, Conny Mamahit, Nindy Ellese, Angel Karamoy, dan Mikha Tambayong” tutup Gemmy.(/Mercys)

Jakarta, Sulutnews.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menganugerahi gelar kepada Presiden ketiga RI sebagai Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia atas kebijakannya yang membuka keran kebebasan dan kemerdekaan pers di Indonesia. 

"Kami sadar betul kebebasan pers didapatkan di era Pak Habibie," kata Ketua Umum PWI Atal S Depari, di kediaman mendiang BJ Habibie, di Jakarta, Senin (16/9/2019). Ia didampingi jajaran pengurus PWI, antara lain Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, Sekretaris Jenderal PWI Mirza Zulhadi, dan Ketua Bidang Pengembangan Daerah PWI Akhmad Munir, Ketua Bidang Luar Negeri Abdul Aziz, Wakil Sekjen Suprapto, Anggota Dewan Kehormatan Asro Kamal, Direktur CAJ Dar Edi Yoga.

Jajaran pengurus PWI ditemui putra sulung mantan presiden itu, Ilham Akbar Habibie, di kediaman Habibie, di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut Atal, Habibie semakin menegaskan komitmennya terhadap kemerdekaan pers dengan menandatangani UU Nomor 40/1999 tentang Pers. 

"Saya kira dari situ euforia pers muncul, sampai orang bilang kebebasan pers sudah jadi kebablasan," katanya.

Meski demikian, Atal mengatakan kebebasan pers harus terus dipertahankan, dan jangan ada lagi upaya membuat pers kembali terkekang. Selamat jalan Habibie, kebijakannya yang berpihak kepada kemerdekaan pers yang telah diwariskan harus terus dipertahankan hingga masa mendatang

"Kami berharap agar apa yang sudah diukir Pak Habibie tetap bertahan. Tidak boleh ada upaya membuat pers tidak bebas. Kami berharap tetap bebas sampai kapanpun, bebas yang bertanggung jawab," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang mengatakan, kalau ada yang bertanya kenapa baru sekarang Pak Habibie mendapatkan penghargaan ini, sebenarnya tidak. Pada 2013 Hari Pers Nasional, itu memberi penghargaan medali kemerdekaan pers kepada Pak Habibie . 

"Ini bapaknya kemerdekaan pers," ujar Ilham Bintang.

Sementara itu, Ilham Akbar Habibie merasa terhormat atas gelar yang diberikan PWI kepada sang ayah atas komitmen dan upayanya terhadap kemerdekaan pers. "Dari dulu Bapak menerangkan kepada kami kenapa itu (kemerdekaan pers) diberikan begitu cepat, sebab kebebasan pers adalah pondasi negara yang berdemokrasi," katanya. 

Kebebasan pers, kata dia, diperlukan sebagai upaya "check and balance" terhadap jalannya pemerintahan, karena sebelumnya seluruh informasi dimonopoli oleh negara. "Bapak sangat merasakan, kualitas informasi yang didapatkan Bapak bisa bertentangan, karena ada banyak sumber yang harus tetap kita kurasikan sendiri. Tetapi, itu diperlukan," katanya. 

Bagaimanapun, tegas Ilham, kemerdekaan pers menentukan kualitas pemerintahan karena elemen data dan informasi adalah bagian integral semua negara yang berdemokrasi. (/ASD)

Rejang Lebong, Sulutnews.com - Sejak dua tahun lalu, Hasan Han (51) petani Rejang Lebong, merasa mendapat musibah setelah kedua matanya tidak bisa melihat lagi karena katarak. Dia sering merasa frustrasi ketika ia ingin melihat istrinya dan anak-anaknya yang lucu-lucu.

Sejak penglihatan matanya terganggu, Hasan  juga tidak pernah  membaca Alqur’an.

“Rasanya kesal terhadap keadaan. Sebenarnya saya juga  pingin baca Qur’an, ingin mendengarkan suara saya mengaji. Tapi ya bagaimana mata gelap. Saya yakin masih bisa baca Alqur’an , kalau katarak saya sudah diambil,” tutur Hasan Han, warga Desa Airpikat, Kecamatan Bermaniulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Jumat, 13 September 2019.

Foto : Hasan Han Antre operasi katarak gratis di Rejang Lebong

Hasan Han adalah salah seorang dari 96  warga yang mendapat layanan operasi katarak gratis atas kerja sama Univeritas Yarsi Jakarta, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, dan RSUD Rejang Lebong, dan Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu di Jakarta. “Terima kasih, saya mendapat kesempatan operasi katarak gratis di sini. Semoga Allah membalas kebaikan ini,” kata Hasan yang ditemani istrinya, Mulyanah (48) dan anak-anaknya.

Mulyanah berharap setelah operasi katarak, suaminya bisa bekerja seperti semula sebagai buruh tani, dan tidak dituntun-tuntun lagi.

Operasi katarak dipimpin oleh dr Saskia Mokoginta, Sp.M. Menurut Saskia, dokter yang menangani operasi katarak tujuh orang, lima dari Universitas Yarsi, dua dokter dari Bengkulu. Pelaksanaan operasi katarak berjalan lancar.    Sebenarnya banyak warga yang datang, tapi tidak semua dapat dioperasi antara lain karena tekanan darah tinggi, dan gula darahnya melampai batas aman untuk menjalani operasi. Jadi, warga yang dapat dilayani seluruhnya 96 orang.

Foto : Rektor Universitas Yarsi Jakarta Fasli Jalal ketika berbincang-bincang dengan pasien katarak sebelum menjalani operasi di RSUD Rejang Lebong

Hadir dalam acara pembukaan baksos katarak, antara lain Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu se-Jabodetabek Mulyadi Kahar, Ketua Himpunan Keluarga Manna Bengkulu Selatan di Jakarta Dokter Lilian, tokoh masyarakat Rejang Lebong di Jakarta Laksamana Pertama Dr H Faisal Manaf,  Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi, Rektor Universitas Yarsi Prof dr Fasli Jalal, PhD, dan Ketua PWI Peduli Pusat M Nasir yang juga Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat Persatuan Watawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Ketua Bidang Komunikasi dan Publikasi PWI Peduli Pusat Nurcholis MA Basyari.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja sama, juga kepada PWI Peduli Pusat yang kerja sama dengan Universitas Yarsi, sehingga bakti sosial berjalan sukses,” kata Fasli Jalal didampingi Wakil Rektor III Universitas Yarsi yang menangani bidang pengabdian masyarakat Dr Himmi Marsiati, Ms.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Baksos tersebut, Dr Suhirman Madjid, SE, MSi, Ak, CA, yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi, bakti sosial (baksos) yang berlangsung dua hari, 13- 14 September itu berhasil melayani operasi katarak gratis 96 orang, sunatan massal 54 anak, penyuluhan dana desa 167 orang, dan penyuluhan kesehatan 160 orang.

Baksos kali ini dilakukan bersama kegiatan penyuluhan penggunaan dana desa dan penyuluhuan kesehatan, serta bela negara.

Dalam penggunaan dana desa bupati Ahmad Hijazi meminta para aparat desa berhati-hati dan jangan sampai masuk penjara. “Kalau staf desa ada yang masih muda, kuliahkan dengan uang dana desa di jurusn akuntansi supaya bisa menghitung dan membuat laporan dana desa,” kata Hijazi.(*/PWI)

CILEGON, Sulutnews.com - Tim relawan pemenangan Firdaus yang di usung masyarakat pers untuk maju dalam kontestasi politik pada Pilkada 2020 di Kota Cilegon, berkumpul di Journalist Boarding School (JBS), menyatukan pandangan untuk perubahan di Kota Cilegon.

Para relawan dari seluruh Kecamatan Se-Kota Cilegon, berkumpul di ruang Mahmud Matangara guna merumuskan strategi pemenangan Firdaus dalam Pilkada Kota Cilegon 2020 (20/8).

Pertemuan Relawan diawali acara makan malam dan bakar sate di Teras Amir Mahmud, usai makan malam Relawan dan tim pemenangan baru kemudian diskusikan strategi pemenangan hingga larut.

Sebagaimana diketahui, di JBS tersedia 20 kamar untuk santri, dan para tamu.  Kamar-kamar dinamai dengan nama para aktifis pers seantero Nusantara.  Ada kamar  Ramon Damora, Edward Thahir, Ocktap Riadi, Abdul Munib, Bustam, Sarjono, Haris TVRI, Voucke Lontaan, Zugito, Izaac M. Tulalessy, Faturahman Boy, Zulmansyah Sekedang, Tarmilin Usman, Supriadi Alpian, Nizwar, Ganda Khalik, Hermansyah, Loby Agus Salim, Loby Mahmud Matangara, Musholla Mirza Zulhadi, Teras Amir Mahmud.

Pada gelaran tersebut, Family Room Ramon Damora menjadi ruang favorit bagi para relawan yang berkumpul, selain memiliki ruang tamu dan pantry, letaknya juga di depan lobby dekat dengan Front Desk memungkinkan bagi para penikmat rokok, ketika kebelet merokok, dapat langsung keluar menuju teras.

Dalam kesempatan gelaran Relawan dan Tim Pemenangan tersebut, selain hadir para relawan dan TIM, kemudian juga hadir Ketua PA 212 Cilegon M. H. Joni yang juga digadang sebagai Calon Walikota Cilegon pada Pilkada 2020 datang bersilaturahmi dalam rangka menyatukan persepsi tentang perubahan Kota Cilegon lebih maju.

Selaku direktur JBS, Firdaus berharap kedepan JBS selain tempat Kawah Candradimuka bagi insan pers, juga dapat menjadi simbol persaudaraan.

"Diniatkan JBS ini sebagai Kawah Candradimuka bagi  insan pers, yang kelak akan melahirkan jurnalis propetik yang independen dan memiliki pengetahuan agama yang baik dan juga sebagai simbol persaudaraan" tandasnya. (*SMSI)