Nasional

Nasional (773)

Rembang, Sulutnews.com  - Menjelang berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 anggota satgas TMMD intensif melakukan komunikasi sosial (Komsos), salah satunya komsos dengan Kepala Sekolah SDN Pasedan, bapak Jaswandi S. Pd, Sabtu (10/11/).

Kedatangan anggota satgas TMMD ke   SDN Pasedan dimaksudkan untuk, koordinasi mengenai pengerahkan siswa saat upacara penutupan TMMD nantinya, selain itu juga untuk jalin tali silaturahmi yang lebih erat lagi.

"Maksud saya datang ke SDN Pasedan ini adalah untuk koordinasi dengan pihak sekolah dalam rangka upacara penutupan nanti, selain itu juga menjalin tali silaturahmi agar lebih harmonis lagi,”ujar Kapten Cba yuli.

Bagi anggota satgas, melaksanakan Komsos adalah merupakan salah satu upaya mempererat tali silaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Rakyat merupakan elemen penting bagi TNI. Bersama rakyatlah TNI kuat. Pengabdian TNI sepenuhnya untuk rakyat. Oleh karenanya, TNI melalui program TMMD  terus membangun kebersamaan bersama rakyat. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Disela-sela waktu istirahat anggota Satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang juga mengisi kegiatan yang positif dengan tidak melupakan keahlian profesi sebagai Tentara yakni menembak, Sabtu (10/11).

"Menembak adalah suatu kebanggaan yang tidak ada duanya dan termasuk olah raga yang bergengsi di dunia militer," ungkap Pratu Arbi Nurcandra.

Ilmu yang Arbi Nurcandra miliki tidak hanya disimpan begitu saja melainkan ia ajarkan pada masyarakat pasedan yang kebetulan sedang melaksanakan tugas TMMD Reguler ke 103 bersama masyarakat Pasedan.

Solikin(27) warga rt 5 rw 1 Pasedan terkagum-kagum melihat bapak tentara yang begitu hebatnya menembak, saya mengucapkan terima kasih bapak tentara yang  telah mengajari saya belajar menembak."Sehingga saya otomatis bertambah ilmu saya dan saya akan belajar terus menerus biar mahir menembak." Ucap Solikin. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Waktu Istirahat dimanfaatkan oleh Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang untuk menguji ilmunya servis tangki penyemprot hama, Sabtu(10/11).

Melihat Bapak Bahri(53) warga rt 5 rw 1 Pasedan yang sedang membetuli Tanki, dengan sigap Sertu Kuat Sujoko langsung menyambangi untuk membantu membetuli tangki tersebut "Begitu tangki saya pegang ternyata ada bautnya yang kendor sehingga mengakibatkan tangki itu tidak bisa keluar airnya untuk menyemprot tanaman yang ada di ladang," Ucap Serda Kuat Sujoko.

Dalam waktu tidak lama tangki saya sudah bisa digunakan sehingga Bahri langsung dapat menggunakannya untuk menyemprot tanaman diladang.

"Saya dapat ilmu ini sebelum saya jadi tentara karena dulu bapak saya juga memiliki tangki kayak gitu," pungkas Sertu Kuat Sujoko. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com -   Dalam program Tentara Manunggal Mambangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 kegiatan demi kegiatan sudah dilaksanakan, tinggal beberapa bagian saja belum selesai. Hari ini sudah mengijak hari ke 28, sehingga tinggal 2 hari lagi program TMMD Kodim Rembang ditutup. Rencana penutupan dilaksanakan pada hari Selasa tangal 13 Nopember 2018 yang akan datang.

Beberapa bagian kegiatan tinggal finishing atau tahap akhir saja, diperkirakan begitu waktu penutupan tiba semua kegiatan baik fisik maupun non fisik sudah selesai.

Para anggota Satgas TMMD Kodim Rembang sudah mulai berpamitan ke rumah-rumah warga Desa Pasedan dilingkungan mereka menginap. Terlihat saat itu salah satu anggota Satgas TMMD Kodim Rembang Serda Samirin sedang bertandang ke rumah warga untuk bersilahturahmi dan sekalian berpamitan, karena dalam waktu dekat mereka harus meninggalkan Desa Pasedan tempat dilaksanakannya TMMD Reguler ke 103 Kodim Rembang.

“Saya sebenarnya keberatan meninggalkan warga Pasedan sini, karena meraka semua sudah seperti keluarga sendiri, walaupun begitu demi menjalankan tugas kami berikutnya mau tidak mau kita harus kembali ke kesatuan kita masing-masing” ujar Samirin.

Warga pun juga merasa keberatan akan ditinggalkan oleh anggota Satgas TMMD, mereka juga sudah menganggap kehadiran Satgas TMMD Kodim Rembang seperti mendapatkan keluarga baru. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com -   Dalam program Tentara Manunggal Mambangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 kegiatan demi kegiatan sudah dilaksanakan, tinggal beberapa bagian saja belum selesai. Hari ini sudah mengijak hari ke 28, sehingga tinggal 2 hari lagi program TMMD Kodim Rembang ditutup. Rencana penutupan dilaksanakan pada hari Selasa tangal 13 Nopember 2018 yang akan datang.

Beberapa bagian kegiatan tinggal finishing atau tahap akhir saja, diperkirakan begitu waktu penutupan tiba semua kegiatan baik fisik maupun non fisik sudah selesai.

Para anggota Satgas TMMD Kodim Rembang sudah mulai berpamitan ke rumah-rumah warga Desa Pasedan dilingkungan mereka menginap. Terlihat saat itu salah satu anggota Satgas TMMD Kodim Rembang Serda Samirin sedang bertandang ke rumah warga untuk bersilahturahmi dan sekalian berpamitan, karena dalam waktu dekat mereka harus meninggalkan Desa Pasedan tempat dilaksanakannya TMMD Reguler ke 103 Kodim Rembang.

“Saya sebenarnya keberatan meninggalkan warga Pasedan sini, karena meraka semua sudah seperti keluarga sendiri, walaupun begitu demi menjalankan tugas kami berikutnya mau tidak mau kita harus kembali ke kesatuan kita masing-masing” ujar Samirin.

Warga pun juga merasa keberatan akan ditinggalkan oleh anggota Satgas TMMD, mereka juga sudah menganggap kehadiran Satgas TMMD Kodim Rembang seperti mendapatkan keluarga baru. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Suparno, (48), warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, setiap hari harus rela mengorbankan tenaganya untuk menjadi pengemudi kendaraan Pick-Upnya mengantarkan warga setempat dalam membantu pekerjaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, dari depan Balai Desa Pasedan ke Dukuh Ngotoko. Minggu (11/11)

"Karena warga banyak sekali yang ikut bekerja ya gimana lagi kalau saya tidak ikut serta membantu mengantarkan mereka, dan hal seperti itu sudah biasa disini, setiap hari saya dengan kendaraan Truk dan Patroli Kodim sama-sama pulang pergi antar jemput warga," ungkapnya Suparno.

"Kendaraan kecil tetapi jumlah orang yang menumpang banyak sekali. Tapi saya sungguh bangga dengan mereka yang mau mengorbankan waktunya untuk tujuan besar untuk kepentingan bersama, walaupun berdesak-desakan, mereka malah justru senang dan gembira, bahagia bersama dalam perjalanan dan pekerjaan." Pungkasnya. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Capek dan lelah setelah melaksanakannya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -103 tak membuat putus  semangat untuk terus melakukan kegiatan demi mengisi waktu sambil istirahat. (11/11)

Segala sesuatu ada niat dan kemauan pasti ada jalan dan bisa sesibuk apapun kegiatan TMMD Reguler ke -103 di Desa Pasedan anggota Satgas TMMD membuat sangkar burung untuk  nantinya dibawah pulang ke asrama.

Lettu Inf Supriyanto Selalu Danki Satgas TMMD Reguler ke -103 mengatakan ide kreatif seorang prajurit muncul setelah diluar asrama demi mengisi waktu istirahat meluangkan sejenak membuat sangkar burung karena di Desa Pasedan kayu begitu murah dan gampang.

" Sambil menunggu waktu kerja saya gunakan untuk berkreasi biar nantinya ada kenangan  merupakan oleh - oleh dari penugasan TMMD dikodim 0720/ Rembang ". ucapnya

Rasa capek tidak menghalangi dalam berkreasi anggota Satgas TMMD Reguler ke -103 memang mempunyai keahlian tersendiri dan bisa berguna selain diri sendiri juga orang lain. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Aparat gabungan Satgas TMMD  dan Warga  dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga membersihkan sisa metarial, Minggu (11/11)

Pembersihan Material di Sisi Bahu Jalan Dilakukan Satgas TMMD dan Warga jelang berakhirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa TMMD Reguler Ke-103 Kodim 0720/Rembang yang berlangsung di Desa Pasedan , Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Anggota Satgas TMMD dan warga  diterjunkan untuk mengambil dan mengumpulkan sisa - sisa matrial, karena untuk membersihkan sisa material yang masih menumpuk di bahu jalan desa itu masih dipenuhi pasir, batu kerikil dan yang bisa membahayakan pengguna jalan.

“Anggota Satgas dan Warga masyarakat ,bersatu untuk berbaur  bersama-sama membersihkan sisa matrial pasir dan split di sepanjang bahu jalan yang masih bisa  di gunakan untuk kebutuhan lainnya,” kata Danki TMMD Lettu Inf Supriyanto.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Satuan tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim Rembang di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tidak hanya bergelut dengan alat pertukangan dan batu belah bahan makadam jalan saja. Terlihat beberapa anggota Satgas TMMD dijalan Desa Pasedan dengan membawa bambu beserta umbul-umbulnya, Minggu(11/11).

Pemasangan umbul-umbul dimaksudkan untuk memeriahkan Upacara penutupan TMMD yang dilaksanakan pada Selasa tanggal 13 November 2018 mendatang. Dipimpin Serka Sumbito, para anggota Satgas TMMD membawa dan memasang umbul-umbul yang sudah disiapkan. Serka Sumbito menyampaikan bahwa pemasangan umbul-umbul ini untuk memeriahkan Desa Pasedan.

“Karena akan dilaksanakan Upacara Penutupan TMMD, jadi desa sini harus meriah, maka kami pasang umbul-umbul sebagai tanda sedang dilaksanakannya TMMD dan siap sambut Upacara penutupan TMMD,” ujarnya.

Pelaksanaan TMMD di Desa Pasedan sudah berjalan beberapa pekan yang lalu. Saat ini TMMD sudah memasuki tahap akhir. Beberapa kegiatan pembangunan sudah selesai dilaksanakan dan sudah bisa dinikmati oleh warga. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, berhasil merubah jalan desa menjadi jalan rabat beton. Jalan yang dibangun tersebut menghubungkan Dukuh Ngotoko dengan Desa Pasedan.

Guna meralisasikan perbaikan jalan tersebut, warga setempat juga rela mengorbankan sebagian tanahnya. Tercatat, belasan warga harus rela sebagian tanahnya dipakai untuk perluasan jalan. Salah satunya adalah Mbah Seger (55) warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan. "Saya ikhlas memberikan tanah ini untuk dipakai perluasan jalan. Warga mendapat banyak keuntungan jika kondisi jalan sudah halus," ujar Mbah Seger.

Selain melancarkan mobilitas warga, jalan yang diperbaiki dan diperlebar secara otomatis juga membuat harga tanah di desa setempat naik drastis. Sebelum jalan diperbaiki, harga tanah hanya sekitar Rp 20 juta per petak (250 m²). Itupun sangat jarang warga tertarik membeli tanah di desa setempat karena akses jalan yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

"Setelah jalan diperbaiki, harga tanah berangsur naik. Ada salah satu warga yang sudah menjual tanahnya, dan laku Rp 25 juta per petak," jelas Mbah Seger. Jum’at (09/11)

Warga lain, Ngadimin juga mengaku senang karena jalan desa sudah diperbaiki lewat program TMMD. Kondisi jalan menjadi halus dan lebih lebar.(0720_Syaiful)