Jakarta, Sulutnews.com - Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh menyambut baik rencana pelaksanaan Hari Pers Nasional 2020 yang diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dari tanggal 5 - 10 Februari 2020 mendatang. 

Hal itu disampaikan ketika menerima kunjungan Panitia HPN 2020 yang dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari di Sekretariat Dewan Pers Jakarta, Rabu, (13/11/2019).

"Ada tiga hal yang harus dipikirkan dalam pelaksanaan Hari Pers Nasional di Banjarmasin. Pertama, ini adalah gawe kita bersama masyarakat pers. Untuk itu kebersamaan lini dunia pers sangat penting," ujar M Nuh yang didampingi Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun dan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo.

Kedua, lanjut M Nuh, setelah 20 tahun UU Pers, kira-kira apa yang bisa kita dapat? Dari situ kita kombinasikan acara-acara yang bersifat seremoni dengan pemikiran strategis, kritis terhadap dunia pers dan isu di Indonesia.  Jangan sampai hanya mengangkat isu pers juga, karena dunia per itu lintas batas. Harus ada FGD bberapa kali untuk flashback 20 tahun UU pers dan kelanjutannya seperti apa.

Ketiga, dengan dana dari Provinsi Kalsel yang cukup besar, maka kita harus menyiapkan kegiatan yang memberi dampak ekonomi buat masyarakat Kalsel, dan memiliki nilai investasi. Minimal dalam bentuk peliputan-peliputan yang mengangkat potensi daerah kalsel. 

"Menurut saya yang menarik dari Kalsel adalah Culture di Kalsel. Bukan sekedar taria-tarian, termasuk interaksi sosial masyakarakat Banjar. Kemudian potensi kewilayahan, demografi orang Kalsel. Dalam serial diskusi harus dimasukan narasumber dari daerah Kalsel," ujar Ketua Dewan Pers periode 2019-2022.

Sementara itu Ketua HPN yang juga Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari berharap Dewan Pers menjadi penyelenggara konvensi media massa yang akan diikuti seluruh perusahaan pers dan tokoh pers, bicara tentang pers seperti apa, untuk melihat wajah ke depan seperti apa, karena ada kegelisahan pelaku pers saat ini. 

"Apakah ada penggagguran besar-besaran di profesi wartawan. Salah satunya adalah kita ingin mendorong pemerintah membuat regulasi. Misalnya regulasi untuk media sosial," ujar Atal S Depari.

Selain itu, Ketua Panitia Penyelenggara HPN Auri Jaya, berencana mengadakan forum investasi yang akan melibatkan beberapa kementerian dan pengusaha serta duta besar negara sahabat, mengingat Kalsel akan menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara Indonesia yang baru.

"Kami juga akan undang platform dan start up, karena Banjarmasin Kalsel akan menjadi IKN dan sudah disematkan sebagai smart city," terang Auri Jaya.

Hadir dalam pertemuan yang penuh rasa kekeluargaan itu, Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat Abdul Azis, Ketua Bidang Luar Negeri PWI Nurjaman, Sekjen PWI Mirza Zulhadi, Wakil Sekjen Pro Suprapto, Bendahara Panitia HPN Dar Edi Yoga.(Mercys/PWI)

JAKARTA, Sulutnews.com – Provinsi Sulawesi Tenggara siap menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021.

HPN merupakan agenda tahunan yang puncak peringatannya dilaksanakan setiap 9 Februari.

Kesiapan Sultra menjadi tuan rumah tersebut disampaikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra bersama Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Syaifullah kepada Pengurus PWI Pusat, Rabu (13/11) siang di Kantor PWI Pusat jalan kebon sirih Jakarta Pusat.

Adapun bukti keseriusan Sultra untuk menjadi Panitia HPN 2021 tersebut ditandai dengan penyerahan surat permohonan secara resmi dari PWI Sultra serta surat rekomendasi sebagai bentuk dukungan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Ali Mazi selaku dan juga rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra yang ditandatangani Abdurrahman Shaleh selaku ketua.

“Kami mendapat dukungan serius dari Pemprov Sultra dan DPRD Sultra agar Sultra menjadi tuan rumah HPN 2021. Surat rekomendasi tersebut bahkan sudah ditandatangani Gubernur dan Ketua DPRD pada saat pelaksanaan HPN 2019 di Surabaya Februari lalu,” ujar Ketua PWI Sultra, Sarjono saat diterima Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari yang didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Mirza Zulhadi, Wasekjen Suprapto,Ketua Bidang Luar Negeri Abdul Aziz,Direktur CAJ Dar Edi Yoga dan Ketua Panitia HPN 2020 Auri Jaya serta sejumlah pengurus PWI lainnya di Sekretariat PWI Pusat.

Sementara itu Plt Kadis Kominfo Syaifullah dalam pertemuan tersebut mengatakan, jika dipercaya dan ditunjuk sebagai penyelenggara peringatan HPN dua tahun mendatang, maka Sultra sudah siap. Dia menyebutkan,Sultra telah beberapa kali menjadi tuan rumah pelaksanaan event berskala nasional bahkan internasional. Salah satunya peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 yang beberapa hari lalu sukses dilaksanakan di Sultra. Jadi kami tidak ragu lagi untuk membuat dengan kegiatan berskala besar.

Mengenai akomodasi hotel, khususnya di Kendari, Syaifullah meyakinkan kepada pengurus PWI Pusat bahwa tidak perlu kuatir akan kekurangan kamar hunian bagi peserta HPN, sebab pada peringatan Hari Pangan Sedunia  yang diikuti ribuan peserta semua terlayani dengan baik." Kata dia.

Demikian pula kesiapan teknis lainnya semua bisa dipersiapkan dengan baik jika Sultra ditunjuk sebagai tuan rumah HPN.(Mercys/PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Hj. Airin Rachmi Diany yang sehari-hari menjabat Walikota Tangerang Selatan, mendukung pelaksanaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Acara ini, merupakan bagian dari perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang puncaknya pada 9 Februari 2020.

"Kami, Apeksi, mendukung acara Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini. Sebagai upaya memunculkan tokoh-tokoh kepala daerah, dalam hal ini walikota,  yang memiliki potensi bagus, namun kiprahnya kurang nampak di panggung nasional,"  tutur Airin saat berkunjung ke Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers Lantai 4, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019) malam.

Kunjungan Airin ditrima oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari,  Sekjen Mirza Zulhadi, Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI-Pusat Yusuf Susilo Hartono, Ketua Panpel HPN 2020 Auri Jaya, dan sejumlah Pengurus PWI Pusat.

Sebagai "ketua kelas" Apeksi, Airin menambahkan, sesungguhnya yang diberi panggung oleh penghargaan ini, tidak hanya Walikota, tapi juga Bupati.   "Tapi saya tidak berani bicara mengatasnakaman bupati, karena itu wilayah Mas Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia," ujarnya sambil tersenyum.

Melihat fakta di lapangan yang ada. Airin berpandangan bahwa pemerintah kota di Indonesia sangat beragam. Misalnya, Tangsel yang berada di dekat metropolitan Jakarta, secara kultur dan tradisi-tradisinya tentu berbeda dengan pemerintah kota yang jauh dari ibukota maupun provinsi. Pihaknya berharap, keragaman ini dapat menjadi pertimbangan tim juri.

Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari memahami pandangan Airin tersebut. Tentu saja hal ini sudah diantisipasi, karena PWI Pusat sudah mempunyai pengalaman dalam menggelar Anugerah Kebudayaan pertama, pada HPN di Lombok 2016. Dengan para tokoh yang terpilih antara lain Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Barat.

 Tidak Mundur, Tapi Maju

Yusuf Susilo Hartono selaku Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menambahkan bahwa tujuan pokok acara ini adalah untuk memilih Bupati/Walikota yang " pro (peduli) kebudayaan dan melek media". Ia memberikan contoh Banyuwangi, bagaimana dengan kebudayaan lokal dan media, Azwar Anas mampu mengubah "kota santet" itu menjadi maju seperti sekarang. Sehingga masyarakat di Banyuwangi, tumbuh berkembang di era global di atas karakter lokal dan akarnya sendiri.  Dan Indonesia hari ini, punya "banyuwangi-banyuwangi" lain, dengan segala variannya, yang perlu diangkat ke permukaan.

"Mohon diperhatikan, Anugerah Kebudayaan PWI ini, sama sekali tidak bermaksud menarik kita mundur ke belakang, ke masa lalu. Justru sebaliknya, mengajak maju bersama, dengan memantaafkan kekayaan warisan kearifan lokal  masing-masing dan kekuatan positif media massa dan media sosial untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial, menguatkan keragaman dalam kesatuan, dengan karakter kita sendiri," ujarnya menegaskan

Menjawab Airin, Yusuf lebih jauh menjelaskan bahwa proses anugerah kebudayaan ini dilakukan bertahap.  Pertama, melalui proposal yang berisi empat aspek pokok : pemanfaatan media massa dan media sosial, peraturan daerah tentang kebudayaan, kebijakan -kebijakan yang inovatif, dan anggaran serta sarana prasarana pendukung. Proposal  dikirim ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. hingga 30 November 2019. Kedua, sebanyak 10 proposal terbaik, bupati/walikotanya akan diundang ke Jakarta, untuk presentasi secara langsung di depan tim juri. Adapun tim juri dari unsur wartawan kebudayaan, budayawan, akademisi dan pengurus PWI Pusat.

Penghargaan, akan diberikan pada puncak HPN 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari 2020. Pengalaman HPN 2016, penghargaan Anugerah Kebudayaan diberikan di depan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri serta tokoh-tokoh pers  se Indonesia yang hadir. (/Mercys/PWI)

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

Yusuf Susilo Hartono ( WA : 0812 8312 7458)

e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.,

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Jakarta, Sulutnews.com -10 November 2019 merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan,  PWI Pusat kembali menggelar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/Walikota. Ini yang kedua, setelah yang pertama 2016 pada HPN di Lombok. Sebagai pilar demokrasi ke-4, pers bertugas mendorong tidak hanya bidang politik dan ekonomi semata, tapi juga kebudayaan yang dicita-citakan sebagai landasan pembangunan.

Pendaftaran yang tadinya ditutup 15 November 2019, diperpanjang hingga 30 November 2019.  

"Untuk memberi waktu dan kesempatan pada Bupati dan Walikota ikut acara ini dengan persiapan yang matang," ujar Yusuf Susilo Hartono sebagai Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Minggu, (10/11/2019).

Dijelaskan Yusuf, tujuan  penghargaan ini  untuk memilih Bupati/Walikota yang pro kebudayaan dan melek media. Yang sepak terjangnya memberikan inspirasi dan edukasi tentang perlunya membangun kabupaten/kota berbasis kebudayaan yang berkemajuan, masyarakatnya berkarakter, melek media, dan bijak dalam memanfaatkan medsos. 

"Bupati/Walikota yang pernah mendapatkan penghargaan di tahun 2016, antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Tegal Enthus Susmono (alm), Bupati  Purwakarta Dedy Mulyadi, Bupati Wakatobi Hugua, dan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil," terang Yusuf Susilo. 

Ditambahkan Yusuf Susilo, pendaftaran dapat dilakukan melalui email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..  Dengan melampirkan proposal yang di dalamnya berisi empat aspek. Pertama, Aspek pemanfatan media massa dan media sosial, untuk wahana penguatan kebudayaan lokal, dan alat komunikasi lokal-nasional dan global. Kedua, Aspek Aspek Peraturan Daerah tentang kebudayaan (cagar budaya, pelestarian tradisi dan adat istiadat, bahasa, kesenian, museum, festival, pariwisata, kuliner, dll), dan bagaimana mengimplementasikannya sbg sarana pembinaan karakter, ekspresi kreatif,  mengukuhkan persatuan dalam keragaman, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, Aspek inovasi, berupa kebijakan, program hingga implementasi, yang mengarus-utamakan kebudayaan, sehingga mampu merevolusi mental masyarakat setempat, dalam mencapai kelestarian lingkungan, kemajuan, kesejahteraan (ekonomi)  yang berkeadilan (hukum). Dan keempat. Aspek pendukung   pada aktualisasi nilai-nilai lokal yang berdaya nasional/global, berupa anggaran, even2, sarana/prasarana, SDM, dan publikasi/dokumentasi yang berkelanjutan.

"Jika pada Anugerah Kebudayaan pertama memilih 7 Bupati/Walikota, pada pelaksanaan  kedua ini, direncanakan sampai 10 Bupati/Walikota. Adapun Tim Jurinya dari unsur Wartawan Senior Kebudayaan, Budayawan/akademisi, Pengurus PWI Pusat, perwakilan Apkasi dan Apeksi," jelas Yusuf. 

Dikatakan Yusuf, para Bupati/Walikota terpilih, nantinya akan menerima trofi dan piagam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada puncak perayaan Hari Pers Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari 2020. Dalam penyelenggaraan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang kedua kalinya ini, PWI Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi ) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). (/Mercys/PWI)

-Pendaftaran diperpanjang hingga 30 November 2019.

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

Yusuf Susilo Hartono ( WA : 0812 8312 7458)

e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Bali, Sulutnews.com - Melukat adalah salah satu tradisi ritual untuk membersihkan diri dari 10 sifat buruk manusia yang ada di Desa Adat Pakraman Sala, Abuan, Kabupaten Bangli Bali. Melalui ritual Malukat di sumber air suci Taman Pancamuhan, diyakini juga mampu menyebuhkan berbagai penyakit, termasuk sakit akibat black magic seperti pelet dan lainnya.

"Dengan melukat di sumber air Taman Pancamuhan, diharapkan Ida Sang Hyang Widi Wasa menganugerahkan kemampuan spiritual serta pengetahuan agar mampu dimanfaatkan dalam kehidupan," jelas Bendesa Adat Desa Sala, Abuan, Bangli, Ir I Ketut Kayana kepada rombongan wartawan dari Korea dan PWI Pusat, Minggu, (3/11/2019).

Dijelaskan Kayana, makna dari tradisi Melukat, yaitu untuk mensucikan diri melalui air utama (Toya Daha). Artinya, air yang belum digunakan siapapun untuk mandi. Secara garis besar, masyarakat sekitar percaya mandi dengan Toya Daha, dapat membersihkan diri dari 10 energi negatif(Dasamala) yang ada dalam diri seperti Kama (nafsu atau keinginan yang tidak terkendalikan), Loba (ketamakan yang selalu ingin mendapatkan lebih), Krodha

(amarah yang tidak terlampaui batas), Mada (rasa maduk yang menggelapkan pikiran), Moha (kebingungan yang menyebabkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi sehingga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna), matsarya (iri hati yang menyebabkan permusuhan).

"Ritual Melukat dimulai dari matur piuning, yaitu memohon restu pada Tuhan, agar prosesi pengelukatan berjalan lancar, serta diberikan restu oleh Tuhan. Selanjutnya prosesi mesiram di pecampuhan, yang mirip dengan pertigaan jalan," terang Ketut Kayana.

Pecampuhan ini, jelas Kayana, diyakini sebagai sebuah tempat yang sangat suci, karena pertemuan dari dua buah sungai. Diyakini pula, pada pecampuhan tersebut sebagai tempat berkumpulnya para dewa atau yang biasa disebut Dewa Prayag.

Di sekitar sumber air suci Taman Pancamuhan terdapat beberapa air terjun dan juga beberapa kolam air tempat masyarakat melakukan ritual suci. Setiap orang yang ingin melaksanakan ritual Malukat wajib menggunakan kain merah sebagai perlindungan dari sanf pencipta, yakni Dewa Brahmana.(Mercys)

Bali, Sulutnews.com - Keindahan Danau Batur, Kintamani telah membuat kagum rombongan wartawan dari Journalist Association of Korea Korea, (JAK), yang terdiri dari 10 wartawan dari berbagai media di Korea Selatan saat mengunjungi tempat wisataToya Devasya Hiker's Camp yang terletak dipinggir danau kaldera aktif seluas 16 kilometer persegi.

"Awalnya kami merasa capek karena perjalanan yang jauh, namun rasa capek itu menjadi sirna ketika melihat keindahan danau ini," puji Ketua JAK Kyu Sung, Jumat, (1/11).

Menurut Kepala Bagian Promosi Dinas Pariwisata Bangli Wayan Merta, spot dari Toya Devasya sangat baik untuk menikmati keindahan Danau Batur dari pinggir danau, karena dapat melakukan berbagai aktifitas seperti camping, mandi air panas dan lainnya.

Kedatangan rombongan wartawan dari Korea disambut hangat pemilik Toya Devasya, I Ketut Mardjana yang merasa senang karena tempat wisatanya dikunjungi wartawan dari korea dan rombongan dari PWI Pusat dan PWI Bali. Sebelumnya rombongan CAJ juga melakukan kunjungan ke TVRI Bali dan diterima Kepala TVRI Bali I Ketut Leneng.

Rombongan JAK sendiri terdiri Mr. Moon Kwanhyun (Vice President Yonhap News Agency), Mr. Jang Taeyeoup (VP Jellaibo), Mr. Chioi Sukhwan (VP Money Today), Mr. Lee Juhyung (President of Daegu-Gyeongbuk Journalist Association, Daego Ilbo), Mr. Park Jikyoung (The Kwangju Ilbo), Mr. Park Sang Joun (The Maeil Shinmun), Mr. Kwon Ki Taek (Busan Ibo), Mr. Lim Jinsu (President of CBS Branch), Mr. Kim Soo Han (President of The Herald Business Branch), dan Mr. Lee Won Hee (Director of JAK

Sementara dari PWI Pusat dipimpin Sekjen Mirza Zulhadi dan 2 Direktur CAJ Bob Iskandar dan Dar Edi Yoga. Dari PWI Bali dipimpin oleh IGMB Dwikora Putra didampingi Agus Eriyana dan para pengurus lainnya.

Kunjungan Wartawan dari Korea mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata serta Kementrian Komunikasi dan Informatika. (Mercys/PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Rombongan wartawan dari Journalist Association of Korea Korea, (JAK), yang terdiri dari 11 wartawan dari berbagai media di Korea Selatan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dari tanggal 30 Oktober hingga 3 November mendatang.

Kegiatan kali ini diawali pertemuan dengan Kementrian Pariwisata yang diwakili oleh Director of Tourism Marketing for Asia Pacific Ardi Hermawan dan sejumlah asisten di Gedung Sapta Pesona Jakarta Pusat, Kamis, (31/10/2019). 

Dalam kesempatan tersebut Ardi Hermawan memaparkan tentang target kunjungan 9 juta wisatawan dari Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II di tahun 2019, dan berharap arus wisatawan dari Korea Selatan semakin meningkat.

"Tahun 2019 ini ditargetkan 483.400 wisatawan dari Korea Selatan akan mengunjungi Indonesia," ujar Ardi Hermawan.

Usai dari Kementrian Pariwisata, Rombongan JAK yang dipimpinJung Kyu Sung itu melanjutkan kunjungan ke PWI Pusat yang diterima oleh Sekjen PWI Mirza Zulhadi, tiga orang Direktur PWI yaitu Mohammad Nasir, Bob Iskandar dan Dar Edi Yoga. Selain itu JAK juga berkunjung ke Dewan Pers yang diterima Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun.

Rombongan JAK sendiri terdiri Mr. Moon Kwanhyun (Vice President Yonhap News Agency), Mr. Jang Taeyeoup (VP Jellaibo), Mr. Chioi Sukhwan (VP Money Today), Mr. Lee Juhyung (President of Daegu-Gyeongbuk Journalist Association, Daego Ilbo), Mr. Park Jikyoung (The Kwangju Ilbo), Mr. Park Sang Joun (The Maeil Shinmun), Mr. Kwon Ki Taek (Busan Ibo), Mr. Lim Jinsu (President of CBS Branch), Mr. Kim Soo Han (President of The Herald Business Branch), dan Mr. Lee Won Hee (Director of JAK

Media massa di Korea Selatan ada sekitar 4.250 media dengan 30.000 wartawan. Di Korea Selatan penyiaran sebagian besar dilakukan melalui televisi. JAK sendiri memiliki anggota 188 media dan sekitar 10.000 anggota. 

Kunjungan Wartawan dari Korea mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata serta Kementrian Komunikasi dan Informatika.(Mercys/PWI)

Tabanan, Sulutnews.com -  Sebelas Wartawan Delegasi Journalist Association of Korea (JAK) akan mengunjungi Bali selama tiga hari, 1-3 November mendatang. Kunjungan jurnalis Korsel ini memiliki arti tersendiri karena bisa dijadikan ajang untuk mempromosikan Bali.

Tabanan merupakan salah satu kabupaten yang bakal dikunjungi selama Delegasi JAK melakukan kunjungan jurnalistik di Pulau Dewata.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pun sangat antusias merespon kunjungan Delegasi JAK. Bahkan, Bupati Eka bersama OPD terkait, khususnya Dinas Pariwisata, siap menjamu rombongan wartawan Korea yang banyak di antaranya adalah pemilik dan pemimpin redaksi media di Negeri Ginseng itu.   

Hal itu mengemuka saat Pengurus PWI Bali yang dipimpin ketuanya, IGMB Dwikora Putra, diterima langsung oleh Bupati Eka didampingi Kabag Humas Setda Tabanan I Ketut Ridia di Kantor Bupati Tabanan, Rabu (30/10).

Bupati Eka menyambut baik rencana kunjungan jurnalis Korea Selatan ke Tabanan. Dikatakan, kunjungan ini sangat bagus sebagai bagian untuk memperkenalkan pariwisata Bali, khususnya Tabanan kepada masyarakat Korea nantinya. “Ini  sangat bagus untuk promosi pariwisata meski Bali bukan sesuatu yang asing bagi luar negeri,” tandasnya.

Bupati Eka menjelaskan, konsep pengembangan pariwisata di Tabanan bersinergi dengan pertanian dengan mengembangkan desa wisata. Di Tabanan sendiri sudah ada 22 desa wisata  dan rencananya di akhir tahun 2021 seluruh desa di Tabanan sebanyak 133 sudah bisa menjadi desa wisata. Hal ini sebagai upaya  agar pariwisata  dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

Di desa wisata, kata politisi PDIP itu, masyarakat terlibat langsung untuk memberikan fasilitas  dan  menyiapkan akomodasi termasuk  untuk penyiapan pangan  yang menjadi hasil masyarakat setempat. “Ke depan, kami menyiapkan konsep  pariwisata berbasis desa dengan membentuk desa wisata sehingga masyarakat bernar-benar terlibat di dalamnya dan menikmati manfaatnya,” pungkas Bupati Eka.

Sebelumnya, Dwikora Putra menjelaskan, rencana kunjungan wartawan Korea sebagai bagian dari kerja sama jurnalis Korea Selatan dengan Indonesia, khususnya PWI. Selain 11 wartawan Korea Selatan, selama di Bali rombongan akan didampingi Pengurus PWI Pusat dan PWI Bali. Mereka akan melakukan kunjungan ke obyek-obyek wisata yang ada di Bangli, Tabanan dan Badung.

Ke Tabanan sendiri, rombongan JAK akan berkunjung Sabtu (2/11). Awalnya mereka akan diagendakan mengunjungi  Museum subak, Jatiluwih dan Tanah Lot. Namun kemudian mereka sudah menetapkan lokasi kunjungan  ke DTW Ulundanu Beratan dan Tanah Lot. Rombongan JAK ini ingin mengetahui banyak soal pertanian yang disinergikan dengan pariwisata atau agrowisata, sehingga pihaknya berharap Bupati Eka bersedia menerima langsung bersama jajaran terkait  dan dapat memberikan penjelaskan dengan konsep pengembangan pariwisata di Bali, khususnya Tabanan, bersinergi dengan pertanian. 

“Mereka sangat tertarik untuk mempelajari tentang konsep agrowisata,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bangli I Made Gianyar juga sudah menyatakan siap menerima kunjungan JAK. Bahkan, ia berharap Delegasi Wartawan Korea ikut mempromosikan pariwisata Bangli di Negeri Ginseng. Bupati Made Gianyar menyampaikan hal itu saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesdia (PWI) Provinsi Bali di Caldera Restaurant Kintamani, Bangli, Senin (21/10/2019) sore.

Bupati yang didampingi Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra, Kadis Pariwisata  I Wayan Adnyana dan  Kabag Humas dan Protokol  Cokorda Bagus Gaya Dirga, berharap kunjungan wartawan dari Negeri Ginseng itu nantinya dapat lebih mempopulerkan potensi pariwisata Kabupaten Bangli di Korea Selatan.

“Melalui kunjungan wartawan Korea Selatan ini kita harapkan nama Kabupaten Bangli bisa lebih dikenal di mancanegara, terutama di Korea Selatan. Dengan demikian, kunjungan turis Korea Selatan ke Bali khususnya ke Kabupaten Bangli bisa meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Rombongan JAK diagendakan dua kali mengunjungi Bangli. Hari pertama Jumat (1/3), usai melakukan media visit d TVRI Bali rombongan akan dijamu makan siang oleh Bupati Bangli di Toya Devasya di Toya Bungkah, Kintamani. Kemudian akan menikmati kawasan wisata Kintamani hingga Pura Batur. Minggu (3/10), rombongan JAK akan menikmati desa wisata Panglipuran dan desa wisata Sala yang menyuguhkan obyek wisata spiritual.

Dwikora Putra menjelaskan, kunjungan JAK ke Bali kali ini adalah untuk keempat kalinya. Sementara Delegasi JAK  yang akan berkunjung ke Bali berjumlah 11 orang. Yakni Mr.  Jung Kyu Sung (President of JAK), Mr. Moon Kwanhyun (Vice President Yonhap News Agency), Mr. Jang Taeyeoup (VP Jellaibo), Mr. Chioi Sukhwan (VP Money Today), Mr. Lee Juhyung (President of Daegu-Gyeongbuk Journalist Association, Daego Ilbo), Mr. Park Jikyoung (The Kwangju Ilbo), Mr. Park Sang Joun (The Maeil Shinmun), Mr. Kwon Ki Taek (Busan Ibo), Mr. Lim Jinsu (President of CBS Branch), Mr. Kim Soo Han (President of The Herald Business Branch), dan Mr. Lee Won Hee (Director of JAK).(/Mercys/PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, didampingi Sekertaris Jendral Mirza Zuhaldi, Wakil Sekretaris Jenderal Suprapto dan Direktur Kerjasama Asean, Dar Edi Yoga menerima kunjungan perwakilan Telkomsel.

Kunjungan silaturahmi perusahaan pelat merah itu berlangsung di Kantor PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Kebon sirih Jakarta, Senin (28/10/2019).

Dalam kunjungan tersebut pihak Telkomsel diwakili Manager Media Relation Kurnia Purwanto beserta seorang staf Telkomsel, Aditia Putranto.

"Kunjungan dari Telkomsel hari ini, sebagai bagian dari mempererat silaruhami antar Telkomsel dan PWI Pusat, serta memberikan bantuan seperangkat komputer guna memperlancar tugas kesekretariatan PWI Pusat," ujar Kurnia Purwanto.

Dalam pertemuan tersebut juga dijajaki beberapa program kerjasama seperti safari jurnalistik dan kegiatan lainnya. Selama ini Telkomsel  selalu aktif ikut mendukung penyelenggaraan Hari Pers Nasional.

“Semoga kunjungan ini dapat lebih  meningkatkan kerjasama dengan Telkomsel, terlebih bila Telkomsel berkenan melakukan kerjasama safari jurnalistik dengan PWI," ujar Ketua Umum PWI Pusat Attal S Depari.

Menanggai hal itu, Kunia Purwanto menyambut baik rencana kerjasama safari jurnalistik yang diusulkan, karena pada prinsipnya Telkomsel selalu terbuka dan mendukung kerja sama dengan pihak PWI Pusat.(Mercys/PWI)

Jakarta, Sulutnews.Com - Sejarah perpolitikan Nasional lewat lembaga DPR-RI kembali tercatat setelah Felly Estelita Runtuwene asal daerah pemilihan Sulawesi Utara dari partai Nasdem mencatat sejarah baru dengan berhasil terpilih sebagai Ketua Komisi IX DPR-RI

Kepada wartawan, Minggu, 27 Oktober 2019 Felly menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada rakyat Sulut yang telah mempercayakan dirinya duduk di Senayan. Dan kepada Partai Nasdem yang telah memberikan kepercayaan besar kepadanya untuk bekerja maksimal untuk seluruh rakyat Indonesia di Komisi IX.

Jelasnya, Semua ini atas perkenanan Tuhan dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Utara, serta kepercayaan Ketua Umum DPP Partai Nasdem dan seluruh jajaran.

Mantan anggota DPRD Sulawesi Utara dua periode ini juga mengkisahkan perjalanannya untuk bisa mendapatkan kepercayaan Partai Nasdem sehingga bisa terpilih menjadi Ketua Komisi IX.

Jelasnya, Ini sebenarnya challenge yang diberikan oleh partai pada tahun 2018 lalu. Jika sukses meraih jumlah kursi yang ditargetkan akan diprioritaskan menjadi pimpinan komisi. Dan Nasdem Sulut menjawabnya dengan meraih dua kursi untuk Nasdem di DPR RI.

Karena itu, tegasnya  dengan capaian besar Partai Nasdem Sulut ini, maka adalah tanggung jawab besar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sulut di DPR RI melalui komisi yang dipimpinnya.

Baik masalah-masalah kesehatan dan ketenagakerjaan di Sulut akan saya perjuangkan. BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan akan jadi fokus dirinya  nanti, dengan mengangkat masalah-masalah yang ada di Sulut ke nasional.

Jejak karir politik Felly Runtuwene terbilang mencengangkan. Dua periode di DPRD Sulut, ia berulang kali meraih penghargaan Forum Wartawan DPRD Sulut sebagai wakil rakyat paling kritis. Ia juga, sebagai Koordinator Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Partai Nasdem Sulut sukses membawa partainya meraih 9 kursi di DPRD Sulut, dan kursi pimpinan DPRD di hampir seluruh kabupaten/kota. Dan puncaknya adalah dua kursi di DPR RI, yang membawanya menduduki jabatan ketua Komisi IX untuk periode 2019-2024.(/Josh Tinungki).