Nasional

Nasional (110)

Husnizar Hood: Indonesia Jazirah Puisi, Bukan Tanah Tumpah Hoax

Bintan, Sulutnews.com - Tiga negara, 130 penyair, 350 lebih puisi, berkumpul dalam suatu Jazirah, Kamis malam (29/11) lalu, memaknai jejak-jejak Hang Tuah. Di 'Jazirah' --yang tak lain merupakan judul buku antologi puisi setebal 400-an halaman-- Hang Tuah 'hidup' kembali.

Para penyair dari berbagai belahan ranah estetik menulis sajak tentang pahlawan Melayu paling legendaris dari abad ke-15 itu, dalam perspektif dan diksi puitika masing-masing. Riuh. Penuh gairah. Bergema bersama-sama.

Sekitar delapan dekade silam, Chairil Anwar barangkali merasa cukup baginya seorang diri menyerukan sejarah lewat puisi, memanggil-manggil nama Diponegoro, maha-wira Nusantara lainnya dari abad yang lebih muda. Abad ke-19.

"Di zaman pembangunan ini, Tuan hidup kembali," demikian Chairil berkalam mengenang Pemimpin Perang Jawa itu, "...berselempang semangat yang tak pernah mati."

Bagi Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi, hari ini diperlukan lebih banyak lagi suara-suara Chairil demi merawat-melestarikan nilai-nilai historis. Sebab itu, tiga bulan lalu, bersama Ketua Dewan Kesenian Kepri Hoesnizar Hood, Datuk Rida mengundang sastrawan tanah air dan mancanegara merayakan sosok Hang Tuah dalam bait-bait puisi, sebagai sumbangan karya sastra terhadap sejarah.

"Mulanya saya dan Husnizar ragu, jangan-jangan tema Hang Tuah ini kurang akrab di telinga para penyair."

Tapi keraguan segera pupus. Pasalnya, beberapa pekan setelah pengumuman jemputan menulis puisi jejak Hang Tuah tersiar di kalangan publik sastra, surel panitia tak henti-henti menerima kiriman naskah.

"Hampir seribu karya puisi yang masuk," terang Ketua Panitia Fatih Muftih. Setelah melalui proses kurasi yang ketat di bawah --meminjam istilah Fatih-- mahkamah  para pengadil bijak bestari, Datuk Sutardji Calzoum Bachri dan Hasan Aspahani, dari total 900-an karya puisi akhirnya hanya 350-an judul dinyatakan lolos.

Ya, 350 lebih puisi, ditulis oleh 131 penyair, dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, terhimpun dalam sebentang Jazirah, mencari ruang-ruang pemaknaan baru pada tapak besar tamaddun Melayu yang diwariskan Laksamana Hang Tuah.

Di Kamis malam yang agak renyai pada pelataran MTQ Telukbakau, Bintan, itu, kitab antologi puisi Jazirah diluncurkan secara takzim, sekaligus menandai dibukanya perhelatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan.

Ketua Dewan Kesenian Kepri, Husnizar Hood, punya pandangan menarik soal Festival Gunung Bintan. Festival ini, ujar Nizar, bukan setakat panggung para penyair untuk memberi sumbangsih akal-budi tatkala menapak-tilasi jejak kebesaran Hang Tuah yang memang berawal dari kaki Gunung Bintan.

Namun, lebih luas dari itu, Festival Gunung Bintan baginya adalah salah satu jeda atau rehat terbaik dari segala kebisingan politik. "Melalui Festival Gunung Bintan, kearifan budaya Melayu meyakinkan kita semua, bahwa Indonesia itu juga Jazirah Puisi, bukan cuma tanah tumpah hoax."(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Pada bulan Desember 2018 mendatang, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Firdaus, ketika belum lama ini ditemui pada kegiatan FGD SMSI di Semarang.

Dijelaskan Firdaus yang juga Direktur Majalah Teras dan Group ini, agenda Rapimnas, sesuai arahan ketua umum SMSI Pusat Auri Jaya, Rapimbas dilaksanakan berkisar pertengahan Desember. Saat ini sedang disiapkan oleh steering commite (SC) yang dibentuk SMSI Pusat.

"Dalam menjalankan tugas SC juga menginventarisir masukan dari pengurus SMSI di daerah," ujarnya.

“Sebagai organisasi yang masih baru kami masih disibukkan dengan aktivitas membangun dan melakukan penguatan infra struktur organisasi di tingkat pusat maupun daerah,” imbuhnya.

Diungkapkan Firdaus, konsolidasi memang harus segera dilakukan dengan melihat berbagai problem terkait dengan pesatnya pertumbuhan jumlah perusahaan media siber yang semakin menjamur.

"Pertumbuhan tidak terpusat di Jakarta atau kota-kota yang menjadi ibukota provinsi saja, tetapi di hampir seluruh kabupaten/kota di tanah air," tuturnya.

Kondisi saat ini, lanjut Firdaus,  sebagian besar pengelola media siber baik yang di Jakarta maupun di ibukota provinsi, tengah berjuang untuk membesarkan kelangsungan usahanya, ditengah persaingan yang semakin ketat pada era digital kini.

"Dengan kondisi demikian,  SMSI Pusat segera mengambil langkah cepat dengan menggelar Rapimnas yang akan diikuti seluruh anggota pengurus pusat, para ketua dan sekretaris pengurus provinsi SMSI. Persoalan kesehatan keuangan perusahaan akan menjadi salah satu bahasan, karena problem ini menjadi persoalan yang menggejala secara umum," pungkasnya.

Seiring dengan semakin surutnya pasar media cetak, tambah Firdaus, semestinya kondisi itu menjadi peluang bagi media siber untuk merebut konsumen media termasuk kue iklannya.

"Namun yang terjadi belum sesuai yang diharapkan, terlebih di kalangan media siber di wilayah kabupaten/kota," tandasnya.

Diakhir perbincangan, diterangkan Firdaus, pada Rapimnas SMSI nanti, juga dimatangkan tentang PO ( Peraturan Organisasi) untuk memperluas rentang kendali dan jangkauan pelayanan organisasi terhadap anggota yang sebarannya semakin luas.(*/MS)

Semarang, Sulutnews.com - Bertempat di Aston Hotel and Convention Center Semarang, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Kementerian Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema,  "Jurnalisme Ramah Pariwisata", Sabtu (24/11).

Sejumlah media online, pelaku pariwisata serta perwakilan organisasi kepemudaan, ikut serta dalam kegiatan ini.

Guntur Saketi selaku Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, menjelasan bahwa, gerakan jurnalisme ramah pariwisata, sejak 24 Oktober lalu, telah dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta.

"FGD hari ini adalah FGD gerakan jurnalisme ramah pariwisata pertama di daerah. Nantinya kami akan menggelar FGD tahap tiga di Lombok. Setelah itu diharapkan lahir buku pedoman jurnalisme ramah pariwisata," ujarnya.

Dikatakan Guntur, SMSI bersama Kemenpar akan terus bergandengantangan karena pariwisata membutuhkan ruang hidup yang aman dan nyaman.

"Ini berkaitan dengan pemberitaan yang kerapkali berlebihan saat ada bencana, sampai-sampai negara lain merasa perlu mengeluarkan travel advice,"  tandasnya.

Ketua Umum SMSI, Auri Jaya sependapat bahwa pers berperan peting  dalam publikasi pariwisata. "SMSI menaungi 300 media online, dan pada bulan ini sedang melakukan verifikasi media-media untuk menjadi konstituen dewan pers," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal SMSI, Firdaus mengatakan, FGD tahap selanjutnya, akan dilaksanakan di Lombok dan Sumatera Utara.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Dadang Somantri mengatakan, Provinsi  Jawa Tengah saat ini tengah memicu dan memacu pariwisata. Hal tersebut, lanjut Dadang, antara lain diwujudkan dalam perbaikan infrastruktur akses pariwisata dan penambahan hotel.

"Saya meminta agar para jurnalis membuat berita yang keren dan isinya enak dibaca, agar masyarakat tertarik untuk lebih tahu seluk beluk wisata alam dan budaya. Saya menunggu kontribusi teman-teman pers untuk kemajuan wisata Jateng dalam berbagai produk," tandasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sambung Dadang, membutuhkan karya-karya yang mampu menarik kedatangan masyarakat ke objek wisata.

"Kolaborasi media dan pemprov adalah sebuah keharusan," tegasnya.

FGD di Semarang kali ini, merupakan FGD kedua, setelah sebelumnya, Kemenpar dan  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sukses  mengegelar FGD pertama di Hotel Sari Pan Pasific  Jakarta, Rabu (24/10) lalu.

FGD di Semarang ini,  diisi oleh empat narasumber berkompeten yakni Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih, Kepala Disporapar Jawa Tengah Urip Sihabudin, Ketua DPD Asita Jawa Tengah Joko Suratno dan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS.

Di akhir sesi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkesempatan memberikan epilog. Dia mengaku sangat mengapresiasi forum yang diinisiasi SMSI dan Kementerian Pariwisata ini.

"Saya pernah memaparkan di luar negeri tentang kearifan lokal di Indonesia saat bencana tiba. Mereka mengatakan, oh Indonesia mistik ya. Saya katakan, tidak, itu bisa diuji secara ilmiah," katanya.

Salah satu ritual yang ia pernah amati adalah saat Gunung Merapi mengeluarkan wedhus gembel. Saat hewan-hewan di gunung turun karena merasakan hawa panas, juru kunci Merapi justru berdoa dengan caranya masing-masing.

"Jadi hal-hal inilah yang ingin kita angkat. Kita ingin agar bencana tidak selalu dilihat dari sisi yang menyeramkan, tapi ada hal-hal unik lainnya," tandas orang nomor satu di Jawa Tengah itu, kemudian menutup dengan Resmi acara FGD yang di gelar SMSI tersebut.(*/MS)

Medan, Sulutnews.com - Sebagai salah satu objek wisata unggulan di Sumatera Utara, keindahan Danau Toba, tidak perlu disangsikan lagi. Siapapun dapat dibuat terpukau akan keelokan danau yang satu ini, sehingga acara penutupan UKW PWI Sumatera Utara ke XX, yang sedianya di hotel ditepi danau, dialihkan di atas Kapal Wisata di danau Toba.

Di sela-sela penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang  diselenggarakan PWI Sumatera Utata dan difasilitasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kamis (22/11), diatas KM Wisata Kabupaten Samosir,  Firdaus ketua bidang organisasi PWI Pusat, mengatakan, dengan pesona dan potensi yang dimiliki, Danau Toba harus terus dijaga dan  pengembangan lebih lanjut  wajib didukung semua pihak terkait.

Firdaus juga mengatakan, standar kompetensi yang disematkan pada wartawan harus mampu memfilter mana berita yang layak atau tidak.

"Bisa saja beberapa perusahaan yang ingin masuk ke Simalungun untuk berinvestasi, membatalkan niatnya, dan beralih kedaerah lain akibat pemberitaan buruk, yang tidak berorientasi kepada kepentingan publik," ujarnya.

Pemberitaan yang tidak baik, lanjut Firdaus, juga akan merusak iklim usaha, bahkan dapat membuat resah investor yang sehingga tidak menutup kemungkinan mereka hengkang. Hal tersebut jika terjadi, jelas dapat merugikan masyarakat dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus juga berpesan agar semua pihak terkait khususnya wartawan yang sudah kompeten, terus menjaga investasi yang ada di Simalungun dan di Danau Toba.

"Wartawan kompeten harus mampu menempatkan dirinya sebagai pelita, karena sudah menjadi sebuah keharusan bahwa wartawan seluruh orientasi kerja wartawan untuk kepentingan publik.

Ditegaskanya,  jika wartawan bekerja tak sesuai dengan kompetensinya, apalagi terbukti kerjanya  melanggar kode etik, dan bahkan meresahkan masyarakat, kompetensi itu bisa dicabut.

Selanjutnya, ditambahkan Firdaus selaku Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat yang juga menjabat Sekretaris jenderal SMSI Pusat ini, sebagai bentuk dukungan  terhadap eksistensi Danau Toba, pihaknya merencanakan akan melakukan Rapat Kerja Serikat Media Siber Indonesia (SMSI-red) yang  akan datang digelar di Danau Toba.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut Hermansjah menuturkan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan upaya peningkatan kualitas wartawan serta mengukur kompetensu wartawan dengan cara merekonstruksi tugas-tugas keseharian mereka.

"UKW angkatan berikutnya akan dilaksanakan di Tarutung,  Taput dan Medan hingga tahun 2018 ini," ucapnya.

"Kami juga  berterimakasih kepada pihak PT Japfa Compeed Indonesia Tbk yang memfasilitasi pelaksanaan pembukaan dan penutupan kegiatan yang berlangsung di atas KM Wisata Kabupaten Samosir, sembari mengelilingi kawasan Danau Toba," tuturnya.

Di atas kapal diumumkan hasil UKW yang dilaksanakan PWI Sumut angkatan 20 terdiri dari 35 orang peserta muda. Yang belum kompeten dinyatakan sebanyak 6 orang dan yang berkompeten 29 orang.

Sebelumnya, pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Sumut Angkatan XX yang diselenggarakan di kawasan Objek Wisata Danau Toba, Hotel Atsari Parapat Kabupaten Simalungun, Rabu (22-23/11), turut dihadiri Kapolresta Simalungun, Ketua Umum PWI Pusat diwakili Ketua Bidang Organisasi Firdaus, pimpinan PT JAPFA diwakili Fitri Nursanti, Kadis Kominfo Simalungun, pengurus PWI Simalungun dan panitia yang  dikordinir Khairul Muslim dan Rizal Rudi Surya.(/MS)

Jarkarta, Sulutnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengadakan seminar nasional  Pers Indonesia Melawan Berita Hoax dengan tema “Seberapa Berbahayanya Hoax Itu Mempengaruhi Ekonomi di Indonesia”. Seminar ini diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 22 November 2018 yang dihadiri oleh pelaku dunia usaha, direktur perusahaan, regulator dan Mahasiswa.

Di era media sosial seperti saat ini, sebaran hoax (berita bohong) menjadi sesuatu yang sangat serius. Dampaknya dapat mengacaukan masyarakat, tidak hanya di jagat maya, melainkan juga di kehidupan nyata. Banyak kasus buruk yang terjadi akibat hoax, karena banyak oknum yang memang sengaja memanfaatkan hoax sebagai senjata perang mereka. Terlebih di tahun politik seperti saat ini.

Akhir-akhir ini hoax menjadi perbincangan serius di negara ini seiring dengan maraknya berita palsu di jagat media sosial. Keberadaannya pun semakin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan ekonomi nasional. Wajar saja ketika Presiden Joko Widodo begitu khawatir terhadap “berita bohong” atau hoax yang akan berdampak bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia. Media sosial yang berkembang begitu cepat telah mendorong distribusi informasi ke seluruh masyarakat tanpa filter yang cukup, sehingga sulit sekali bagi orang awam untuk mengidentifikasi informasi yang valid (benar) atau tidak. Dalam konteks ekonomi, hoax punya efek yang besar terhadap perekonomian. Hoax mampu mempengaruhi ekspektasi dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan berekonomi (konsumsi dan berinvestasi). Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk preventif menjaga viralnya hoax sehingga tidak merugikan bisnis dan ekonomi secara umum.

Acara seminar diawali dengan kata sambutan dari ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari yang dan Welcome Speech dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. Hadir sebagai narasumber di acara seminar ini Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Niken Widiastuti, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, VP Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, dan Praktisi Media Sosial, Nukman Luthfie.dan diskusi panel ini di moderatori oleh pemimpin redaksi Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan.

Dan seminar nasional ini terselenggara atas kerjasama PWI Pusat dengan mitra diantaranya adalah Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank BCA dan Pertamina.

Banyak manfaat yang didapat para  dari seminar ini, beberapa diantaranya seperti bagaimana perusahaan menghadapi berita hoax, bagaimana cara menyikapi berita hoax dan memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bagaimana kiat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoax.(/MS)

Jakarta –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), bekerjasama dengan PT Gajah Tunggal sukses menggelar Ujian Kompetensi  Wartawan (UKW) ke 35.

UKW kali ini diikuti oleh 38 peserta dari wartawan media massa nasioanl baik, cetak, elektronik maupun online, meliputi tingkat Utama, Madya, dan Muda. Acara ini dihelat di Hotel Merlynn Park Hotel Jakarta pada 26-27 Oktober 2018.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Sugeng Rahardjo, menuturkan wartawan merupakan corong informasi yang punya integritas dan independesi tinggi terhadap pembangunan Indonesia. Oleh karenanya, kami dari Gajah Tunggal senantiasa memberikan support atas kemajuan-kemajuan wartawan. Salah satunya dengan adanya kerjasama dalam UKW ini bersama PWI. “Lewat tulisannya wartawan ikut serta berkontribusi dalam membangun bangsa. Makanya kami senantiasa memberikan dukungan lebih agar wartawan di Indonesia mempunya kompetensi dan kualitas yang mumpuni,” tutur Sugeng, saat menghadiri acara penutupan UKW ke-35, di Hotel Merlynn Park Jakarta, Sabtu (27/10).
UKW ini, tambah Sugeng,  merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas seorang wartawan, agar mampu mengemban tugas mulia dalam mengemas suatu berita sehingga menjadi informasi yang sehat untuk membangun bangsa dan negara.

Di tempat yang sama, Firdaus Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat menyampaikan
“Di era digital, berita hoax tengah menggerogoti persatuan dan kesatuan bangsa. Disinilah peran wartawan sebagai filter agar berita hoax bisa diredam,” ujar Firdaus yang juga kini menjabat Sekretaris Jenderal, Serikat Media Siber Indonesis (SMSI) pusat ini.

Selain itu, firdaus juga menyampaikan terimakasih atas kontribusi dan supporting PT Gajah Tunggal atas terselenggaranya UKW ke 35 ini. “Dukungan dari Gajah Tunggal sangat berarti atas terselengaranya UKW 35 ini. Makanya saya mewakili teman-teman dari PWI maupun semua yang mengikuti Ujian ini sangat berterimakasih pada Gajah Tunggal,” katanya.

Adapun tim penguji dalam UKW ke 35 PWI Jaya ini diantaranya ; Firdaus, Hendri CH Bangun, Marah Sakti Siregar, Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Katharina M. Kaupoly.(*)

Solo, Sulutnews.com - Atal Sembiring Depari, akhirnya terpilih sebagai ketua umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2108-2023.

Atal menakhodai PWI Pusat terpilih dalam Kongres XXIV di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah setelah unggul atas Hendri CH Bangun melalui pemungutan suara, Sabtu (29/9/2018). 

Sehari sebelumnya para pendukung masing-masing calon Ketum PWI telah berkumpul melakukan konsolidasi, Voucke Lontaan Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara telah mempersiapkan surat pernyataan dukungan kepada Atal S Depari menjadi Ketum PWI Pusat, “Selamat Kepada Bang Atal” Kata Voucke.

Sementara itu, Ilham Bintang kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat periode 2018-2023.(/JS)

Jakarta,Sulutnews.com-Sebanyak 51 tokoh atau kelompok menerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Plaza Insan Berprestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Salah satunya  Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kategori Pemerintah Daerah.

Selain Walikota Tomohon ada Beberapa tokoh yang menerima penghargaan ini antara lain Ebiet G. Ade (musik), Glen Fredly (musik), Sidi Saleh (film), Eko Supriyanto (tari), Afrizal Malna (Sastra), Abah Engkus (silat), Ashadi Siregar, Katamsi Martohardjo  dan lainnya.

Penyerahan penghargaan tersebut telah dilakukan sejak tahun 2012.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP menjelaskan penghargaan ini adalah bentuk komitmen untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia, Program apresiasi ini sebagai salah satu alat menginternalisasikan nilai budaya, diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia dan juga Penghargaan ini adalah bentuk komitmen untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia agar tetap mengakar dengan cara menghargai tokoh Indonesia yang secara konsisten berkarya dan berkontribusi dalam kebudayaan.

Untuk diketahui Kota Tomohon merupakan satu-satunya Kota yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Kategori Pemerintah Daerah Kota, sedangkan Kategori Pemerintah Daerah Kabupaten diterima oleh Kabupaten Wonosobo.

Penghargaan ini diberikan karena komitmen dan kerja keras Pemerintah dan Masyarakat Kota Tomohon untuk menjadikan Kota Tomohon sebagai Kota Pariwisata berbasis kebudayaan. Berbagai kegiatan yang digelar seperti Tomohon Internasional Flower Festival  yang diikuti oleh 19 negara , Mapalus sebagai bagian dari tradisi kerja sama para leluhur, Pengucapan Syukur, dan kegiatan budaya lainnya merupakan upaya dari Pemerintah Kota untuk menjadikan Tomohon sebagai Kota Budaya.

“Kami sangat mensyukuri penghargaan Anugerah Kebudayaan ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota Tomohon untuk melestarikan budaya lokal yang ada di Kota Tomohon", kata Eman disela kegiatan.

"Raihan penghargaan ini tentu adanya dukungan dari seluruh masyarakat Kota Tomohon dalam menyukseskan berbagai program yang ada", tambah JFE.

Mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, PhD. Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dr. Nadjamuddin Ramly dan pejabat Eselon 1 lainnya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Adapun ikut mendampingi Walikota Tomohon dalam menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon Dr. Juliana Dolvin Karwur,M.Kes.MSi dan Kabag Humas dan Protokol Michael Joseph,SSTP.MSi.(/Prise)

Lembang,Sulutnews.com-Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan mewakili Walikota Tomohon Jimmy Feydie  Eman. SE,Ak menghadiri sekaligus menjadi pembawa materi dari lima Narasumber yang diundang pada kegiatan Koordinasi Kerjasama Pelaku Usaha Lintas Kawasan Agribisnis Florikultura untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat , yang di gelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia  (Kemenko Perekonomian) dan berlangsung di Lembang, Jawa Barat, Jumat, 21/09/2018.

Wawali memaparkan tentang Potensi dan Prospek Pengembangan Kawasan Florikultura di Kota Tomohon seperti jenis tanaman Florikultura yang di kembangkan di kota Tomohon, yaitu Bunga Krisan, Mawar, Aster, Gladiol, Poikok, Anthurium, Kreklely, dan lainya.

“Dukungan pemerintah kota Tomohon untuk pengembangan Florikultura antara lain dengan memberikan bantuan sarana produksi, alsintan, screen house setiap tahun, Peningkatan SDM Petani, Petugas, Dekorator, pengembangan dan perluasan serta dukungan sarana prasarana pada balai perbenihan dan agrowidyawisata (Show Window) dan dana talangan ketika terjadi over produksi bunga.” Ujar Sompotan

Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Ir. Vonny F. Pontoh, MBA yang ikut hadir mendampingi Wakil Walikota pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa Kota Tomohon saat ini telah menjadi contoh pengembangan florikultura untuk kerja sama kawasan secara nasional. Dimana  tanaman bunga yang ada di kota Tomohon dikenal luas menjadi komoditi  agrobisnis yang bernilai ekonomi tinggi  sebagai salah satu sumber penyedia lapangan kerja dan penggerak ekonomi daerah khusus kalangan petani bunga.

“Sebagai Kota Bunga, tentu Pemkot telah melaksanaan berbagai upaya mengembangkan tanaman bunga dan memberdayakan masyarakat petani sekaligus memperhatikan pengembangan bunga di Kota Tomohon.” Tambahnya.

Diketahui, pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan Lomba Stand Pameran Bunga. Stand Pameran Bunga  Kota Tomohon meraih juara II dalam lomba Stand tingkat nasional tersebut dan mendapatkan piala serta piagam penghargaan yang diserahkan oleh Asdep. Pangan Kemenko Perekonomian Prof. Budi Marwoto.

Turut hadir mendampingi Wakil Walikota pada kegiatan tersebut Asisten Umum Ir. Corry Caroles, Kadis Lingkungan Hidup Novi A.H Politon, SE, TP PKK Kota Tomohon dan Kabag Humas & Protokol Michael Joseph, S.STP, M.Si.(/Prise)

Jakarta, Sulutnews.com – Wartawan senior Aat Surya Safaat mengapresiasi bakal calon Presiden Prabowo Subianto yang telah menunjuk mantan Panglima TNI Djoko Santoso untuk memimpin Tim Pemenangan Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno pada Pilpres 2019.

“Sepanjang yang saya amati, Djoko Santoso adalah jenderal yang sangat berdedikasi, mempunya kemampuan lobi yang mumpuni, dan bisa diterima di semua kalangan, tetapi dia dikenal tetap rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri,” katanya di Jakarta, Rabu.

Penulis buku “Djoko Santoso Bukan Jenderal Kancil” itu mengemukakan keterangan tersebut menanggapi penunjukan Djoko Santoso sebagai ketua Tim Pemenangan Pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019 sebagaimana dikemukakan Prabowo pada ulang tahun Djoko Santoso pekan lalu.

Aat lebih lanjut mengemukakan, Djoko Santoso adalah sosok yang bisa berfikir jernih dan tajam untuk berbagai urusan, mulai dari strategi tempur, manajemen pengelolaan massa, reformasi TNI, penciptaan perdamaian, sampai mendorong kembali gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional.

“Djoko Santoso juga berpegang pada adagium jawa ‘Sepi ing pamrih rame ing gawe’, alias karya nyata yang diutamakannya ketimbang berwacana sampai berbusa-busa di depan media untuk kepentingan pencitraan,” kata mantan Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA yang juga pernah menjadi Kepala Biro ANTARA di New York itu.

Menurut Aat, Djoko Santoso sendiri berulangkali menyatakan ingin memberikan kontribusi nyata dalam membayar hutang sejarahnya sebagai rakyat yang meniti karier militer mulai dari bawah hingga menduduki posisi tertinggi di TNI, yakni sebagai Panglima TNI.

Ia juga menjelaskan, Djoko Santoso adalah tokoh yang mampu meredam konflik di Ambon pada 2002. Sebelumnya banyak kalangan berpendapat, konflik berdarah-darah yang bernuansa SARA dan sangat mengerikan itu akan selesai dalam 50 tahun.

Dua Pangdam XVI/Pattimura sebelumnya gagal meredam konflik tersebut. Tetapi ketika Djoko Santoso menjadi Pangdam Pattimura, konflik Ambon dapat diselesaikan dalam enam bulan. Para tokoh agama di Ambon, apakah Kristen, Katolik atau Islam mengakui prestasi gemilang putera Solo kelahiran 8 September 1952 itu. 

Sebelumnya, saat menjadi Danrem 072/Pamungkas di Yogya pada 1998, Djoko Santoso juga berhasil menjadikan demo sejuta massa untuk menjatuhkan Soeharto berjalan aman dan damai, bahkan tak satupun kaca retak, sementara Jakarta, Makassar, bahkan Solo saat itu bergolak, rusuh, dan mencekam.

Tentang Djoko Santoso, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj beberapa kali mengatakan, Djoko Santoso adalah jenderal yang bersih dari pelanggaran HAM dan korupsi. Dia juga adalah tokoh di balik reformasi TNI. Dia juga bisa tegas terhadap Malaysia, bahkan terhadap Amerika, saat menjabat sebagai Panglima TNI.(/*SMSI)