Nasional

Nasional (846)

BLORA, Sulutnews.com - Kadesa  Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Blora, Juwartik (46), menyatakan pihaknya  sangat bersyukur dan senang karena tahun ini didesanya dijadikan sasaran  TMMD Reguler ke -104 Kodim Blora, dengan agenda sejumlah kegiatan fisik dan non fisik.

Kades Juwartik menjelaskan, tiga rumah warganya yang bakal di bedah oleh Satgas TMMD saat ini, di PRa TMMD sudah mulai disentuh Satgas dan warga. Dijelaskan, pemilihan tiga rumah yang akan direhab semata-mata  memang ketiga rumah tersebut benar-benar memprihatinkan kondisinya. ''Itu rumah tiga warga saya benar-benar tidak punya. Jadi  bukan dipilih karena dekat dengan saya,"  ujarnya.

Sementara itu Serda Suwarno anggota Koramil 02/Jepon mengatakan, di Pra TMMD hingga pelaksanaan TMMD nantinya, Satgas bersama warga akan segera membuat bagus rumah - rumah yang akan direhab tersebut. ''Setelah direhab rumah akan nyaman ditempati penguninya. Layak ditempati dan sehat," jelasnya. (/Narto)

Blora, Sulutnews.com - Amin (23), salah seorang warga Desa Jurangjero, kecamatan Bogoerjo mengatakan, bahwa dirinya salud dengan Pak Tentara Kodim Blora, yang rela berpanas - panas, kehujanan, hanya untuk membangun jalan untuk semua warga desanya, mellaui TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora.

“Terimakasih Pak Tentara jasamu tidak akan kulupakan dan nanti jalan ini buat anak cucu saya. Sekali lagi, terimakasih Pak Tentara," ungkap Amin kepada tim Pendim 0721/Blora.

Sebagaimana diketahui,  Kodim 0721/Blora melaksanakan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke- 104 Tahun 2019, dimana salah satu agendanya membangun dan melebarkan ruas jalan utama di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora.

Bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Haryanto selaku pengawas dalam pelaksaan pra TMMD mengemukakan,  untuk sasaran  fisik  pelebaran dan pembukaan jalan di desa Jurangjero sudah dikerjakan beberapa hari, meski cuaca kadang tidak mendukung. Jalan dibangun semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Dengan adanya TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora, yang membangun jalan menghubungkan dua desa membuat warga desa sasaran dan sekitarnya senang. Sumini, salah seorang pedagang sayur keliling asal Bogorejo menyatakan, dirinya  merasa beruntung jalan tembus antara desa jurangjero dan desa Ngelengkir akan oleh TNI, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0721 Blora.

Dia mengatakan, bahwa pengerasan jalan TMMD tersebut manfaatnya dirasakan langsung oleh warga masyarakat. Sumini (32), yang warga Desa Nglengkir dimana sehari-harinya jualan sayur keliling ke Desa Jurangjero, menyambut baik proyek pengerasan jalan tembus dari Dukuh Ngoloyo ke Dukuh Ketringan, Ngelengkir.

Menurutnya, setelah jadi Jalan itu nantinya akan sangat membantu aktifitasnya berkeliling berjualan sayur mayur. ''Kondisi jalan saat ini  kalau hujan tidak bisa dilalui kendaraan,  ke depan perlu lebih dirawat dan dijaga. Sehingga hasil pembangunan dari TMMD tetap awet dan lancarkan arus lalu lintas serta meningkatkan perekonomian warga.

Sumini menambajkan, setelah jalan jadi, dirinya tidak merasa khawatir lagi untuk mengemudikan motor, berjualan keliling di Dukuh Ngoloyo, Desa Jurangjero. ''Terimakasih bapak-bapak TNI yang telah membuat jalan menjadi bagus dan bermanfaat bagi masyarakat," Tambahnya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - TMMD Reguler 104 yang mengambil Desa sasaran ialah Desa Jurangjero, Peran serta anggota masyarakat dan anggota TNI khususnya anggota Pos Koramil  Bogorejo selalu bersinergi, guna mewujudkan program TNI AD yaitu TMMD.

Material batu dan pasir sudah mulai di kirim ke lokasi walaupun menuju Medan yang sangat sulit, tetapi semangat para pekerja tak mengenal menyerah. Para prajurit TNI dan warga bergotong-royong agar semua kelihatan ringan.

Mbah Sarbin walaupun usia sudah berkepala lima namun semangatnya seperti anak muda yang berumur dua puluhan tahun.

''Saya kepengen punya jalan yang bagus seperti di kota, dan jalan bisa ramai lihat anak - anak naik sepeda. Kalau sekarang masih licin jalannya kasihan anak-anak kalau jatuh,"  jelas Mbah Sarbin.

Sementara itu, Serda Suwarno anggota Koramil 02/ Jepon menyampaikan, bahwa warga diminta maksimal ikut kerja bhakti, terutama melangsir material. Hal itu dimaksudkan supaya  akan mempercepat pembangunan jalan agar menjadi bagus. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - salah satu dari tiga rumah yg akan direhab (RLTH) dalam program TMMD Reguler ke - 104 Kodim 0721/Blora, adalah rumah 

Mbah Saki (65), janda beranak tiga yang tinggal di Dukuh Nggoloyo RT 02/ RW 03, Desa Jurangjero. Kondisi rumahnya memang cukup memprihatinkan, menyusul dia sudah lama ditinggal suaminya, sementara di sehari - harinya Mbah Saki  bekerja menjadi pembantu  di rumah Kades Juwartik. Dikemukakan, ketiga anaknya sudah berkeluarga dan berumah sendiri.

"Kulo urip kiyambakan anak kulo sampun pisah, wonten seng merantau neng  Philipina" (saya hidup sendirian, anaknya sudah berkeluarga dan pisah ada anaknya yg merantau di Philipina-Red)", ujarnya.

Serda Suwarno anggota Koramil 02/ Jepon yang bertandang ke rumahnya,  menyampaikan melalui TMMD Reguler Kodim Blora,  nanti rumahnya akan direhab menjadi bagus. "Mbah mangke griyane badhe direhab kaleh Bapak TNI dibantu masyarakat", (Nek nanti rumahnya akan dibetulin sama tentara dibantu warga desa),'' ungkapnya. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Apa yang menjadi kesusahan masyarakat pun TNI siap membantu. Seperti di Pra TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora dengan desa sasaran Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, salah satu anggota Satgas, Serda Rusdiyono yang anggota Koramil Jepon membantu kegiatan petani.

"Saya walaupun sedang melaksanakan Pra TMMD, kebetulan dekat lokasi ada petani yang sedang panen jagung, hati saya secara spontan dengan rasa tulus dan ikhlas tergugah ikut membantunya,” ujar Serda Rusdiyono.

Dengan aksi-aksi anggota TNI Kodim Blora di loksi TMMD, banyak warga yang menyatakan salut.  ''Saya sebagai masyarakat (petani) betul - betul salud dengan  Babinsa, sampai saya sendiri merasa malu dibantunya. pasalnya bapak-bapak Tentara  sedang melaksanakan Pra TMMD,” ujar Sudarmi, warga Desa Jurangjero, sambil mendoakan agar pekerjaan TMMD sukses. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com -  Pengerjaan sasaran salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora, yakni plat beton sering terhambat dengan kondisi cuaca. Jika turun hujan dipastikan pengerjaanya mundur dari target yang telah ditentukan.

''Kalau hujan dipastikan target pekerjaan mundur. Hanya saja semua itu tidak menjadi hambatan bagi para pekerja baik itu dari anggota Koramil 02/Jepon, maupun dari warga Desa Jurangjero,'' tandas Pasiter Kodim 0721/Blora, Kapten Inf.Puryanto.

Sekedar diketahui, pembangunan plat beton yang berukuran panjang 5 meter X  1 meter X  dengan tinggi 1 Meter, harus dikerjakan awal untuk megerjakan sasaran fisik selanjutnya.  Jika saja pekerjaan plat beton tersebut tidak segera diselesaikan, untuk pengerjaan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter X 2,5 meter susah dikerjakan . ''Sebelum plat beton jadi truk material tidak mungkin bisa lewat,'' jelas Bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Suharyanto.

Terpisah, Babinsa Koramil 02/Jepon, Serda Suwarn0 mengatakan,  plat beton tersebut merupakan satu-satunya akses jalan supaya tidak melangsir material terlalu jauh. ''Ada saja kendala yang muncul, seperti material pasir yang kemarin kami langsir dan rencananya untuk pengecoran, ternyata hanyut oleh derasnya air hujan yang mengguyur Desa Jurangjero semalam,'' tutur Serda Suwarno. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com  - Menyusul kondisi geografis Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo yang menjadi sasaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora berbukit-bukit, dan kondisi infra strukturnya juga parah, membuat kendala yang dihadapi untuk menyelesaikan semua kegiatan fisik cukup bervariasi.

Kendala tersebut diantaranya mulai dari cuaca maupun medan yang sangat sulit, terutama di sasaran fisik utama berupa pembangunan jalan makadam sepanjang 1.360 Meter dengan Lebar 2,5 Meter.

''Salah satu kendala yang bisa dibilang agak berat adalah mendan Desa Jurangjero yang berbukit dan bebatuan. Unuk itu para pekerja yang ada di lapangan harus kerja ekstra keras untuk memenuhi standard ukuran jalan yang sedang dibangun tersebut biarpun itu harus membelah batu yang tertanam,'' ungkap Bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Suharyanto.

Ditanya tentang target ? Peltu Suharyanto menyatakan di Pra TMMD, dengan semangat tinggi para personil dengan dibantu warga optimis sasaran fisik akan tampung seratus persen,  ''doanya, kami sudah menerapkan strategi khusus harapannya semua sasaran fisik bisa rampung sebelum TMMD ditutup,'' tambah Peltu Suharyanto. (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Memasuki Pra TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora, masyarakat Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, dan anggota Koramil 02/Jepon, terus kebut pembangunan  Mushola "Al-barokah" yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang secara resmi akan dibuka pada 26 Pebruari mendatang.

Di kegiatan itu, tampak kekompakan antara TNI dan warga Desa Jurangjero (sasaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora) bergotong royong memasang batu bata jenis herbel. Untuk mempercepat dan meringankan pekerjaan, "herbel" dan bahan adukan dipindahkan secara estafet ke lokasi perehaban Mushola.

Sejumlah warga mengemukakan, warga akan terus bersemangat untuk meperbaiki Mushola yang akan mereka gunakan sebagai tempat ibadah di lingkungan Rt 02/RW 1 itu.  Komandan Pos Bogorejo, Peltu Rudi memberi arahan kepada masyarakat yang ikut bergotong royong. ''Kami berharap pembangunan Mushola yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD bisa cepat selesai. Harapannya Mushola bisa segera digunakan warga untuk menjalankan kegiatan keagamaan di lingkungan RT 2/RW 1.'' (/Narto)

BLORA, Sulutnews.com - Tentara yang satu ini, Sertu Imam, yang sehari-harinya bertugas di Koramil 02/Jepon itu, ternyata mahir operasionalkan alat berat bego. Hal itu dilakukan semata-mata untuk mensukseskan gelaran TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora dengan desa sasaran Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo.

''Alat berat jenis escavator ini mestinya yang mengoperasionalkan seorang profesional. Hanya saya melakukan ini demi membantu suksesnya pelaksanaan TMMD, dimana salah satunya adalah membangun jalan sepanjang 1,360 Meter yang harus menggunakan alat berat untuk membuka lahan,'' ungkap Sertu Imam.

Tampak Sertu Imam begitu mahir operasikan alat berat bego untuk meratakan tanah,batu dan bongkahan akar kayu yang sulit di cabut oleh tenaga manual.

"Saya cuman mengingat memori saya dulu pernah memegang alat berat ini waktu di Bataliyon zipur,'' ujar Sertu Iman. (/Narto)