Nasional

Nasional (79)

Pati, Sulutnews.com - Sisa waktu menjelang acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 yang dilaksanakan oleh Kodim 0718/Pati yang dijadwalkan pada tanggal 03 Mei 2018 mendatang. Para anggota Satgas TMMD memanfaatkan sisa waktunya untuk membantu pembersihan di dalam maupun diluar Sekolah. Pasalnya, SDN 03 Godo tersebut merupakan sekolah terdekat dari sasaran Fisik berupa pengecoran jalan yang telah rampung 100 persen pengerjaannya beberapa hari yang lalu.

Usai melaksanakan pekerjaan pembuatan/pengecoran badan jalan di sisa waktu para anggota Satgas TMMD melihat kondisi Sarana Pendidikan yang tampak kumuh dan kotor didalam dan luar sekolah, tanpa diminta naluri sosialnya tergerak untuk melakukan pembersihan dilingkungan sekolah tersebut, Rabu [02/05/18]

Terkait pembersihan yang dilakukan Satgas TMMD, Komandan Satgas TMMD ke-101 Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos mengatakan,” pembersihan lingkungan gedung sekolahan SDN 03 bukan merupakan program TMMD, melainkan hanya untuk kebersihan dan kerapian menjelang upacara penutupan TMMD.

“melihat kondisi luar gedung sekolah yang tampak kotor, makanya dilakukan pembersihan agar para guru dan siswa bisa lebih nyaman dan bersemangat dalam proses belajar mengajar dengan suasana yang bersih,” Jelas Dandim 0718/Pati.

Di tempat terpisah Sukardi S.Pd, Kepala Sekolah SDN 03 Godo ketika dihubungi mengatakan,” Para Satgas TMMD Reguler ke-101 melakukan pembersihan disekolahanya,"katanya.

“Tak lupa saya mengucapkan terimakasih atas kepedulian para Satgas TMMD  disaat melihat kondisi sekolah kami tampak kotor, tanpa diminta pun beliau langsung bertindak melakukan permbersihan,” ujar Sekardi.(Wono)

Pati, Sulutnews.com - Warga Desa Gado Kecamatan Winong Pati mengikuti kegiatan Penyuluhan terpadu di kegiatan penyuluhan non fisik TMMD Reguler Ke-101 Kodim Pati, di Balai Desa Godo, Selasa (1/05/18).

Saat menyelenggarakan sosialisasi pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengelolaan sampah pada program non fisik TMMD Kodim Pati, di Aula Balai Desa Godo, Winong.

Zaenuri SE MM (Dines Lingkungan Hidup) mengatakan, Hal ini dilakukan sebagai wahana pelatihan bagaimana pengelolaan sampah organik maupun anorganik. Dimana sampah-sampah organik dijadikan kompos dan bagaimana proses pembuatannya kemudian sampah anorganik dibuat sebagai kerajinan tangan.

Dalam acara tersebut juga dipaparkan bagaimana cara dan sistem pembentukan bank sampah supaya kedepan bisa memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah dan merubah mindset masyarakat bahwa sampah bisa mendatangkan rupiah bila kita mau dan bisa mengelolanya dengan baik.

Seperti disampaikan oleh Kasi Pengawasan dan Pengendalian Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Pati,

Zaenuri pada pembukaan acara sosialisasi penyuluhan. Dikemukakan, tujuan dari sosialisasi adalah untuk merubah pola pikir masyarakat mengenai sampah agar tidak menilai sampah sebagai sesuatu yang tidak bernilai guna. Melainkan, harus menilai sampah sebagai sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan bernilai guna, sehingga bisa mendatangkan rupiah, ujarnya.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati adalah desa yang letak geografisnya di sepanjang lereng pegunungan Kendeng yang memiliki luas wilayah 951,417 Hektar terdiri dari tanah pertanian seluas 221 Hektar, tegalan 176 Hektar, pekarangan 32 Hektar, hutan 518 Hektar, 27 RT, 3 RW. Desa yang berada di sebelah selatan Kabupaten Pati ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwodadi, sebelah utara berbatasan dengan Desa Kropak, sebelah barat dengan Desa Gunung Panti, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Karang Sumber.

Kehidupan Masyarakat Desa godo mayoritas penduduknya berprofesi sebagai Petani namun banyak juga sebagai perantauan antar pulau dan menjadi TKI di luar Negeri, sedangkan Jumlah Kepala Keluarga (KK) 1.163 dengan jumlah penduduk 3.307 orang pada tahun 2018 sekarang ini.

Ternyata kalau ditelisik lebih dalam, banyak cerita yang sangat menarik yang berhubungan dengan Desa Godo ini yang konon dahulu merupakan cikal bakal Kabupaten Pati, menurut keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat bernama Suwito (65) yang menjabat Sekretaris Desa (Carik) yang kami temui (30/04/2018), menurut cerita para sesepuh Desa dulu Pada sekitar abad ke- XII terdapat pemerintahan Kadipaten yang bernama Paranggarudo yang sekarang menjadi Desa Godo Kecamatan Winong.

Di desa godo ini juga terdapat peninggalan kuno berupa yoni (umpak) serta batu-batu dalam ukuran besar (batu bata kuno), selain itu terdapat pula bekas peninggalan yang dikeramatkan berupa petilasan dan tiga pohon besar, pada tempat tersebut  terdapat pasar desa.

Desa godo ini juga memiliki panorama yang indah diantaranya karena dilintasi oleh sebuah sungai yang bernama sungai “Tambar Godo” yang bermata air sangat jernih dari bukit kendeng utara sebelah selatan desa Godo yang mengalir ke utara bergabung dengan sungai–sungai yang ahirnya bermuara ke arah sungai Juwana.

Namun dibalik semua cerita bersejarah tentang Desa Godo ini, terdapat salah satu Dukuh yang bernama Selowire yang letaknya terpencil dan terisolir dengan kondisi jalan yang sangat buruk sehingga untuk menuju kesana membutuhkan perjuangan yang lumayan karena harum menempuh jarak sekitar 2 KM menembus hutan jati dengan kondisi jalan berlumpur.

Untuk itulah Program TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati hadir di Desa Godo dengan sasaran utama betonisasi sepanjang 1700 meter X 2,5 meter X 12cm  sehingga dapat memberikan solusi dan juga untuk membantu tugas pemerintahan di daerah karena program ini juga merupakan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Pagi ini di Desa Godo tempat berlangsungnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Ta. 2018. TNI bersama Polri dan warga akan melakukan betonisasi jalan di Desa Godo, Kecamatan. Winong, Kabupaten. Pati, Selasa (01/05/18)

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-101 TA 2017 wilayah Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, mengatakan, kegiatan TMMD reguler ke-101 akan dilaksanakan "Sasaran fisik kegiatan adalah pembetonan jalan sepanjang 100 meter  perhari dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 Cm.

TNI bersama Polri dan warga juga akan merenovasi rumah warga yang tidak layak huni " Pembangunan jalan juga bisa mempercantik wajah desa, namun yang paling penting adalah membangkitkan semangat gotong royong masyarakat untuk membangun desa dan menjaga persatuan serta keutuhan NKRI, ujarnya.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Pagi ini di Desa Godo tempat berlangsungnya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Ta. 2018. TNI bersama Polri dan warga akan melakukan betonisasi jalan di Desa Godo, Kecamatan. Winong, Kabupaten. Pati, Selasa (01/05/18).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-101 TA 2017 wilayah Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos, mengatakan, kegiatan TMMD reguler ke-101 akan dilaksanakan "Sasaran fisik kegiatan adalah pembetonan jalan sepanjang 100 meter  perhari dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 Cm. TNI bersama Polri dan warga juga akan merenovasi rumah warga yang tidak layak huni."

Pembangunan jalan juga bisa mempercantik wajah desa, namun yang paling penting adalah membangkitkan semangat gotong royong masyarakat untuk membangun desa dan menjaga persatuan serta keutuhan NKRI, ujarnya.(Syaiful)

Pati, Sulutnews.com - Warga masyarakat Dukuh Seloweri Desa Godo sangat antusias kampungnya menjadi pusat pelaksanaan program TNI Manunggul Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 0718/Pati, Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Selasa (01/05/18).

Kades Godo Bpk Suwondo Mengatakan, Antusiasme masyarakat ditunjukkan dengan turun langsung dan selalu memberikan bantuan demi suksesnya program-program TMMD kali ini. Berbagai cara dilakukan warga untuk membantu pekerjaan fisik, seperti misalnya mengangkat tanah timbunan untuk memadatkan jalanan yang sedang dibangun.

 Kapten Kav Sugeng selaku Perwira Pengawas TMMD ke-101, mengatakan, TMMD ke-101 yang dilaksanakan di Dukuh Selowire Desa Godo Kampung Kaliam sudah masuk dalam Pengecoran jalan, Program pembangunan jalan yang merupakan salah satu sasaran fisik TMMD, kini sudah mencapai 5 persen. "Ini semua tidak terlepas dari kebersamaan anggota Satgas TMMD ke-101 dengan warga setempat yang telah tercipta selama pembukaan TMMD," ujarnya.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com-Minggu malam (29/04/2018) 5 hari menjelang penutupan Program TNI Manunggal membangun desa (TMMD) Reguler ke-101 Kodim Pati yang saat ini dilaksanakan di desa Godo kecamatan winong, Pati Jawa Tengah, untuk menghibur masyarakat beserta Satgas TMMD yang sudah hampir sebulan berjibaku dengan pekerjaan, maka dilaksanakanlah acara nonton bareng pagelaran Kethoprak cilik “Atmojo Budoyo” SDN Kudur, Kecamatan Winong yang terselenggara berkat kerjasama antara Kodim 0718/Pati dan Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pati.

Kethoprak cilik “Atmojo Budoyo” ini memang sudah banyak dikenal dan tidak asing lagi bagi masyarakat Pati karena sudah sering kali SDN Kudur mengikuti kegiatan-kegiatan seni budaya dan sering pentas disekitar Pati diantaranya yakni pernah ikut pentas di Stadion Joyo Kusumo dalam rangka sosialisasi pilkada dan Hari Jadi Kota Pati pada 2016 silam, malam tahun baru 2017 juga pernah pentas di perempatan jago dekat Alun-alun Kota Pati, bahkan ketoprak SDN Kudur Kecamatan Winong, Pati bisa ikut melenggang di pentas seni internasional di Borobudur beberapa waktu lalu, tak heran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pati memberikan kepercayaan kepada Kethoprak cilik “Atmojo Budoyo” SDN Kudur untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Desa Godo dan juga untuk melestarikan seni budaya warisan leluhur yang identik dengan Kabupaten Pati ini.

Pagelaran seni Kethoprak yang mengambil tempat di lapangan sepak bola depan rumah Kepala Desa Godo ini berlangsung sangat meriah yang disaksikan oleh warga masyarakat Godo bersama anggota satgas TMMD semalam mengambil cerita yang berjudul “Kebo Marcuet Mbalelo (memberontak)”, sebelum dimulai acara tersebut, Komandan satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati Letnan Kolonel Arm Arief Darmawan, S.Sos memberikan sambutan untuk mengawali acara pada malam tersebut yang didampingi Kepala Desa Godo, Muspika Winong, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Paryanto, S.Pd, MM.

Dalam sambutanya Arief Darmawan mengatakan, ”Hari ini kita memasuki hari yang ke-26, sekitar 4 hari lagi TMMD Reguler ke-101 tahun anggaran 2018 yang dilaksanakan oleh Kodim 0718/Pati beserta jajaran akan segera ditutup, dalam kegiatan TMMD Reguler ke-101 ini yang punya gawe adalah giliran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sewajarnya kalau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati turut serta memeriahkan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa ini,” ujar Arief.

“Malam ini kita akan menyaksikan kethoprak cilik “Atmojo Budoyo” SDN Kudur persembahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati yang sebelumnya juga ikut berpartisipasi memberikan kegiatan penyuluhan serta pelatihan kepada masyarakat Desa Godo,” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu juga pengelola sanggar seni kethoprak  “Atmojo Budoyo” Ki Dalang wibowo asmoro saat ditemui media mengatakan, “Saya adalah diberikan kepercayaan oleh bapak Kabid Kebudayaan (Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan) Kabupaten Pati untuk mengelola sanggar ini melatih anak-anak untuk menjaga atau melestarikan seni tradisional jawa terutama kethoprak yang merupakan ikon budaya Pati,” jelasnya.

“ Makanya kita mulai dari usia anak-anak sudah kita kenalkan bahwa budaya Jawa tradisional, kita bisa bangga dengan adanya kebudayaan, karena kebudayaan ini adalah milik bangsa, terutama budaya ini untuk mengenalkan unggah-ungguh, sopan-santun dan juga tata krama,” pungkasnya.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com -Terasa sangat singkat dirasakan kebersamaan yang terjalin antara Satuan tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 Kodim 0718/Pati bersama warga Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah yang pada hari senin  (30/04/2018) sudah memasuki hari yang ke-27. Praktis sesuai hitungan tinggal tiga hari lagi untuk mengahiri kebersamaan pelaksanaan kegiatan TMMD karena pada tanggal 3 mei 2018 rencana akan ditutup oleh Kasdam IV/Diponegoro. 

Kegiatan TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati sekarang ini yang diberikan kepada desa Godo, karena berbagai pertimbangan diantaranya adalah karena situasi serta kondisi yang telah dialami desa Godo Kecamatan winong khususnya Dukuh selowire yang sudah lama ada, bahkan sudah puluhan tahun keberadaanya, namun letak geografisnya yang terpisah dari Desa Godo kurang lebih 2 KM dan tersekat hutan jati yang terhampar, sehingga membuat Dukuh tersebut seakan terisolir, hal ini disebabkan karena infrastruktur jalan menuju ke Selowire sangatlah buruk, berlumpur, jalan tak rata sehingga tidak jarang untuk menuju kesana harus melalui perjuangan yang acap kali harus jatuh bangun karena terhalang buruknya kondisi jalan.

Namun seiring datangnya Program TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati ini, sedikit-demi sedikit harapan warga Desa Godo khususnya Dukuh Selowire mulai terwujud. Jalan yang kondisi semula layaknya sebagai jalur motor cross, setelah datang bantuan program TMMD ini telah merubah 180° kondisi jalan tersebut seperti kondisi jalan TOL (jalan bebas hambatan) sepanjang 1700 meter X 2,5 meter  dengan ketebalan 12 cm, memang tak sia-sia selama kurang lebih satu bulan warga bersama Satgas TMMD Kodim Pati bergotong-royong silih berganti menyelesaikan pekerjaan yang menjadi sasaran utama TMMD Reguler ke-101 Tahun anggaran 2018.

Bukan hanya itu saja sasaran pembangunan infrastruktur yang dibangun, dalam kegiatan ini juga diberikan bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 3 unit, pembuatan pos Kamling 2 unit, bantuan jambanisasi untuk warga 20 unit dan sasaran tambahan lainya, tak sampai disitu saja masih banyak kegiatan yang sifatnya Nonfisik juga yang dilaksanakan dalam kegiatan TMMD ini, artinya bukan hanya membangun bangunan fisik saja tetapi juga membangun non fisik melalui pelatihan-pelatihan Yang bermanfaat untuk masyarakat seperti pelatihan membatik, meubeler, pengobatan gratis, pelayanan KB, dan masih banyak lagi kegiatan nonfisik yang lainya.

Komandan satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati Letnan Kolonel Arm Arief Darmawan, S.Sos saat ditemui media (30/04) mengatakan, “Program TMMD yang sedang berlangsung di Desa Godo ini secara umum sesuai dalam UU TNI diartikan sebagai membantu tugas pemerintahan di daerah, ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk ikut membangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa lainnya,” ujarnya.

“Program ini juga merupakan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana, disinilah kehadiran TNI bersama Pemerintah dibutuhkan dan Insya Allah TNI akan selalu siap,” Pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga Suwondo Kepala Desa Godo juga menyampaikan, “Program semacam inilah yang kami butuhkan yang ternyata program-programnya menyentuh langsung ke masyarakat kecil yang berada di daerah pinggir/pelosok dan langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kami, bantuan pembangunan infrastruktur dan juga banyak pelatihan serta kegiatan yang lain yang sangat bermanfaat untuk warga kami,” ungkap Kepala Desa.

“Kami berharap untuk program TMMD ini selalu berlanjut jangan berhenti sampai disini, kalau bisa tahun depan apabila diijinkan lagi saya bersana warga desa Godo mau nenerima bantuan lagi,” seloroh suwondo sambil tersenyum.(/Syaiful)

Pati, Sulutnews.com-Mamasuki hari ke-24 kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101, Satgas TMMD Kodim Pati bersama warga masih melanjutkan kerja bhakti bergotong-royong pengecoran rabat beton di jalan Dukuh selowire Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

 Kebersamaan yang sangat erat terlihat pada hari ini minggu, 29/04/2018 adalah kesan yang timbul apabila kita menyaksikan momen yang mungkin bisa dikategorikan langka, sebuah pemandangan yang sangat luar biasa yang dipertontonkan kepada kita semua yang pada akhir-akhir ini selalu disuguhi berita-berita hoax.

Pemandangan yang elok tersebut dapat kita saksikan di lokasi TMMD Reguler ke-101 Ta.2018 di Desa Godo kecamatan Winong, kemesraan antara TNI bersama masyarakat tersebut dapat kita jadikan contoh betapa pentingnya kerukunan, semangat kekeluargaan dan semangat gotong-royong yang sudah mulai pudar di masyarakat kita dewasa ini.

Masyarakat Desa Godo begitu antusias, pria, wanita, tua, muda sampai anak-anak tumpah ruah di sasaran pengecoran jalan Dukuh selowire yang menjadi sasaran utama TMMD Kodim Pati, mereka dengan suka-rela bekerja sesuai dengan peran masing-masing dengan satu tujuan untuk menyukseskan kegiatan TMMD di Desa mereka dengan harapan jalan di Desa mereka menjadi mulus sehingga memperlancar aktivitas masyarakat.

Kebersamaan dan semangat gotong-royong adalah sebuah nilai-nilai sangat sederhana namun memiliki arti yang sangat mendalam, "mari kita contoh kebersamaan serta kemesraan tersebut demi cita-cita yang sangat mulia yaitu terciptanya Negara Indonesia yang Damai, jauh dari kekerasan dan penuh cinta kasih kepada sesama," ujar Dandim Pati yang juga Dansatgas TMMD Reg 101 Letkol Arm Arief Darmawan S.sos saat ditemui di Lokasi TMMD.(/Syaiful)

PATI, Sulutnews.com - Suara dan putaran mesin molen yang digunakan dalam pengecoran jalan menuju Dukuh Selowire, Desa Godo, Kecamatan Winong, oleh Satgas TMMD Reguler ke 101 Kodim 0718/Pati ini sebentar lagi tidak akan terdengar.

Hari ini adalah penghujung pengerjaan proyek pengecoran jalan yang menjadi sasaran fisik program TMMD di Desa Godo, Jum'at (27/04). Semuanya akan berganti dengan pemandangan jalan beton yang mulus dan banyaknya warga yang beraktifitas melintasinya.

Hal itu lantaran tidak lama lagi gelaran TMMD Reguler ke-101 di Desa Godo akan berakhir. Begitu mesin molen tidak berputar lagi di jalan yang dulunya cuma makadam, dengan bebatuan dan tanah yang licin, kini sudah berubah drastis menjadi jalanan berbeton.

Hiruk pikuk TNI dan warga yang mengerjakan sasaran fisik TMMD ini berganti dengan situasi tenang, sejuk dan indahnya jalan yang sudah terpoles dengan baluran adonan cor. Pemandangan pun berganti warga yang lalu lalang berseda/sepeda motor dan petani memanggul cangkul ke sawah.

''Situasi seperti ini pun sangat disukai warga Dukuh Selowire Desa Godo. Dengan kondisi jalan seperti ini kami akan cepat dan lancar dalam beraktifitas keluar masuk Dukuh Selowire,'' ungkap Sudarmanto, pemuda asli Dukuh Selowire Desa Godo Kecamatan Winong. (Wono/Jasm)