Nasional

Nasional (99)

Juwana, Sulutnews.com - Suasana keakraban dan kehangatan terlihat saat Ketua Persit KCK Cabang XXXIX Dim 0718/Pati, Ny. Arief Darmawan, beserta Rombongan pengurus Persit KCK Koorcab XXXIX Dim 0718/Pati ke Sungai Kaligonggo  sekaligus mengenalkan Pantai Pulau Seprapat Desa Bajomulyo Kec.Juwana Kab.Pati pada hari Rabu (09/01/19).

Dalam kesempatan tersebut Ketua Persit KCK Ranting 3 Dim 0718/Pati, mendampingi Ibu Ketua KCK Koorcab XXXIX Dim 0718/Pati Ny. Ayu Darmawan, S.Sos untuk menikmati pemandangan dan keindahan Sungai Kali Gonggong Balekambang serta Pulau Sperapat dari dekat dan mereka sangat antusias menikmati pemandangan Kapal Kapal Nelayan yang lagi  Sandar di tepi sungai kali Gonggong dan di pulau seperapat tersebut.

Kunjungan Wisata Bhakti ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan KCK Koorcab XXXIX Dim 0718/Pati di wilayah Persit KCK Ranting 3 Dim 0718/Pati, Rombongan sangat terkesan dengan pantai Silogonggo dan pulau seperapat tidak seperti yang dibayangkan, daerah yang identik dengan Kapal Kapal penangkapan ikan milik Nelayan sangat nyaman, indah dan asri.

Ketua Persit KCK Ranting 3 Dim 0718/Pati, Ny, Yahudi menyampaikan Selamat datang kepada Ibu Ketua Ketua KCK Koorcab XXXIX Dim 0718/Pati Ny. Ayu Darmawan, dan terima kasih atas kesediaannya untuk menghadiri acara silaturahmi antara pengurus Ranting 3 Dim 0718/Pati, Sungai Kaligonggo ini, semoga dapat menghibur dan menambah keakraban serta kekompakan antar sesama anggota Persit juga menjadikan momen terindah, ujarnya.

” Di samping untuk memupuk tali silaturrahmi sesama anggota persit, kegiatan ini juga sebagai sarana menjaga soliditas dan solidaritas sesama anggota persit KCK Koorcab XXXIX Dim 0718/Pati ” tambahnya.(/Syaiful)

Cikadu, Sulutnews.com - Pradipta Aditya selaku Dokter di Klinik Cikadu Indah memberikan apresiasi kepada Jababeka Group selaku pengelola KEK Tanjung Lesung yang bergerak cepat untuk mengevakuasi seluruh korban.

"Jababeka selaku pengelola sangat cepat respon untuk mengevakuasi korban ke Klinik Cipadu Indah. Ada hampir 100 korban yang dievakuasi pada malam kejadian," kata Pradipta saat ditemui di Desa Cikadu, Pandeglang, Banten (24/12/2018).

Ditambahkan Pradipta, sampai pagi tadi tercatat ada 98 korban dilarikan ke Klinik Cipadu Indah yang didominasi oleh anak-anak, dan wanita. Namun, lanjutnya, setelah kondisi korban stabil, mereka kita larikan ke rumah sakit terdekat diantaranya RSUD Berkah Pandeglang, RS Sari Asih, dan Puskesmas Panimbang.

Menurut pengakuan Pradipta, korban yang dilarikan ke Klinik Cikadu didominasi oleh tamu hotel dan karyawan Tanjung Lesung. "Korban cenderung lebih banyak dari keluarga PLN dan Kemenpora, sedangkan untuk karyawan hanya beberapa orang saja," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, untuk tenaga medis yang bertugas di Klinik Cikadu hingga saat malam ini berjumlah 7 (tujuh) orang yang terdiri dari 3 Dokter dan 4 paramedis.

"Untuk bantuan medis, pihak Jababeka sudah menyalurkan obat-obatan, alat, dan tenaga medis dari President University," ungkap Pradipta.

Jimmy, salah satu karyawan Tanjung Lesung yang berhasil selamat dari amukan ombak tsunami mengatakan, gelombang air menghantam setinggi hampir 2 (dua) meter lebih.

"ketinggian air hampir 2 meter lebih, semua terhempas, dan alhamdulillah saya masih bisa selamat dan langsung dievakuasi ke Klinik Cikadu," ungkap Jimmy.

Saat ditemui, kondisi kesehatan Jimmy sudah mulai membaik, dan malam ini akan segera dievakusi ke Jakarta untuk pemulihan.

Jimmy mengucapkan terima kasih kepada Jababeka selaku pengelola KEK Tanjung Lesung yang telah cepat tanggap untuk membantu mengevakuasi para korban.

Hingga berita ini diturunkan, total pengungsi di Kantor Desa Cikadu berjumlah lebih dari 200 jiwa yang berasal dari Desa Cipakis, Citereup, dan Tanjung Jaya, dan didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah sementara korban dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang.

Dan sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, serta 350 kapal dan perahu rusak.(/Nandi N)

Manokwari, Sulutnews.com - Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat, Atas S Depari, yang juga sebagai salah seorang pendiri SMSI didampingi Ketua Bidang Organisasi PWI, Firdaus, Jumat (21/12), pagi, tiba di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat.

Kadis Kominfo Mansel Maxsimatau dan Ketua DKP Papua Barat Aziz Tokan, menyambut kedatangan tersebut dengan pengalungan manik-manik dan Noken.

Kedatangan Ketum dan Ketua Bidang Organisasi Pusat ini, dalam rangka menghadiri konferensi kerja PWI Papua Barat yang  digelar di Kabupaten Manokwari Selatan (21-22) Desember 2018, tepat pukul 15.15 Wit.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, mengatakan konferensi kerja yang digelar merupakan konferensi yang pertama sejak pengurus PWI Papua Barat dilantik pada Februari 2018 lalu.

"Konferensi ini dalam rangka mewujudkan pers berkeadikan, independen dan profesional. Disamping itu saya menghimbau, anggota setiap anggota PWI  wajib mengikuti uji kompetensi wartawan," ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari menjelaskan, PWI Papua Barat menjalankan program sesuai dengan hasil konferensi kerja yang digelar.

"Program kita harus dapat dipertanggung jawabkan. Banyaknya lembaga survei yang terkesan berbayar dan tidak menutup kemungkinan akan bias. Dalam mendekati pemilu ini, PWI akan mengaktifkan kembali Mapilu PWI. PWI punya jaringan di seluruh Kota dan kabupaten yang  akan menjadi pemantau pemilu yang obyetif," pungkas Atal S Depari.

Sementara itu, Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, ST, M.Si yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengapresiasi dan berterimakasih atas  kegiatan yang digelar.

"Terimakasih kepada PWI Papua Barat yang telah mempercayaķan Mansel sebagai penyokong utama konferensi ini. Kami menaruh harapan besar kepada PWI menjadi pendorong pembangunan di daerah," tutur Bupati.

Ditambahkan Bupati, di tahun politik ini, pemerintah berharap PWI dapat menjaga indepensi karena menurut Bupati  dengan menjaga hal tersebut, media tidak akan tergilas oleh zaman. "Selanjutnya dapat menjadi agen pembangunan," tandas Bupati seraya menyebut Mansel dengan potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki,  peluang untuk berinvestasi, masih terbuka lebar.

Selanjutnya Acara Konferensi kerja di Pimpin Oleh Bustam, ketua PWI Papua Barat,  dipandu Firdaus ketua Bidang Organisasi PWI Pusat.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus yang juga Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, mengkordinasikan program PWI Barat dan pengurus SMSI Papua Barat dalam rangka menghadapi Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Salah satu agenda HPN tersebut, Akan menghadirkan narasumber Markus Waran Bupati Mansel, sebagai matahari dari Timur.(*/MS)

Husnizar Hood: Indonesia Jazirah Puisi, Bukan Tanah Tumpah Hoax

Bintan, Sulutnews.com - Tiga negara, 130 penyair, 350 lebih puisi, berkumpul dalam suatu Jazirah, Kamis malam (29/11) lalu, memaknai jejak-jejak Hang Tuah. Di 'Jazirah' --yang tak lain merupakan judul buku antologi puisi setebal 400-an halaman-- Hang Tuah 'hidup' kembali.

Para penyair dari berbagai belahan ranah estetik menulis sajak tentang pahlawan Melayu paling legendaris dari abad ke-15 itu, dalam perspektif dan diksi puitika masing-masing. Riuh. Penuh gairah. Bergema bersama-sama.

Sekitar delapan dekade silam, Chairil Anwar barangkali merasa cukup baginya seorang diri menyerukan sejarah lewat puisi, memanggil-manggil nama Diponegoro, maha-wira Nusantara lainnya dari abad yang lebih muda. Abad ke-19.

"Di zaman pembangunan ini, Tuan hidup kembali," demikian Chairil berkalam mengenang Pemimpin Perang Jawa itu, "...berselempang semangat yang tak pernah mati."

Bagi Datuk Seri Lela Budaya Rida K Liamsi, hari ini diperlukan lebih banyak lagi suara-suara Chairil demi merawat-melestarikan nilai-nilai historis. Sebab itu, tiga bulan lalu, bersama Ketua Dewan Kesenian Kepri Hoesnizar Hood, Datuk Rida mengundang sastrawan tanah air dan mancanegara merayakan sosok Hang Tuah dalam bait-bait puisi, sebagai sumbangan karya sastra terhadap sejarah.

"Mulanya saya dan Husnizar ragu, jangan-jangan tema Hang Tuah ini kurang akrab di telinga para penyair."

Tapi keraguan segera pupus. Pasalnya, beberapa pekan setelah pengumuman jemputan menulis puisi jejak Hang Tuah tersiar di kalangan publik sastra, surel panitia tak henti-henti menerima kiriman naskah.

"Hampir seribu karya puisi yang masuk," terang Ketua Panitia Fatih Muftih. Setelah melalui proses kurasi yang ketat di bawah --meminjam istilah Fatih-- mahkamah  para pengadil bijak bestari, Datuk Sutardji Calzoum Bachri dan Hasan Aspahani, dari total 900-an karya puisi akhirnya hanya 350-an judul dinyatakan lolos.

Ya, 350 lebih puisi, ditulis oleh 131 penyair, dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, terhimpun dalam sebentang Jazirah, mencari ruang-ruang pemaknaan baru pada tapak besar tamaddun Melayu yang diwariskan Laksamana Hang Tuah.

Di Kamis malam yang agak renyai pada pelataran MTQ Telukbakau, Bintan, itu, kitab antologi puisi Jazirah diluncurkan secara takzim, sekaligus menandai dibukanya perhelatan Festival Sastra Internasional Gunung Bintan.

Ketua Dewan Kesenian Kepri, Husnizar Hood, punya pandangan menarik soal Festival Gunung Bintan. Festival ini, ujar Nizar, bukan setakat panggung para penyair untuk memberi sumbangsih akal-budi tatkala menapak-tilasi jejak kebesaran Hang Tuah yang memang berawal dari kaki Gunung Bintan.

Namun, lebih luas dari itu, Festival Gunung Bintan baginya adalah salah satu jeda atau rehat terbaik dari segala kebisingan politik. "Melalui Festival Gunung Bintan, kearifan budaya Melayu meyakinkan kita semua, bahwa Indonesia itu juga Jazirah Puisi, bukan cuma tanah tumpah hoax."(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Pada bulan Desember 2018 mendatang, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Firdaus, ketika belum lama ini ditemui pada kegiatan FGD SMSI di Semarang.

Dijelaskan Firdaus yang juga Direktur Majalah Teras dan Group ini, agenda Rapimnas, sesuai arahan ketua umum SMSI Pusat Auri Jaya, Rapimbas dilaksanakan berkisar pertengahan Desember. Saat ini sedang disiapkan oleh steering commite (SC) yang dibentuk SMSI Pusat.

"Dalam menjalankan tugas SC juga menginventarisir masukan dari pengurus SMSI di daerah," ujarnya.

“Sebagai organisasi yang masih baru kami masih disibukkan dengan aktivitas membangun dan melakukan penguatan infra struktur organisasi di tingkat pusat maupun daerah,” imbuhnya.

Diungkapkan Firdaus, konsolidasi memang harus segera dilakukan dengan melihat berbagai problem terkait dengan pesatnya pertumbuhan jumlah perusahaan media siber yang semakin menjamur.

"Pertumbuhan tidak terpusat di Jakarta atau kota-kota yang menjadi ibukota provinsi saja, tetapi di hampir seluruh kabupaten/kota di tanah air," tuturnya.

Kondisi saat ini, lanjut Firdaus,  sebagian besar pengelola media siber baik yang di Jakarta maupun di ibukota provinsi, tengah berjuang untuk membesarkan kelangsungan usahanya, ditengah persaingan yang semakin ketat pada era digital kini.

"Dengan kondisi demikian,  SMSI Pusat segera mengambil langkah cepat dengan menggelar Rapimnas yang akan diikuti seluruh anggota pengurus pusat, para ketua dan sekretaris pengurus provinsi SMSI. Persoalan kesehatan keuangan perusahaan akan menjadi salah satu bahasan, karena problem ini menjadi persoalan yang menggejala secara umum," pungkasnya.

Seiring dengan semakin surutnya pasar media cetak, tambah Firdaus, semestinya kondisi itu menjadi peluang bagi media siber untuk merebut konsumen media termasuk kue iklannya.

"Namun yang terjadi belum sesuai yang diharapkan, terlebih di kalangan media siber di wilayah kabupaten/kota," tandasnya.

Diakhir perbincangan, diterangkan Firdaus, pada Rapimnas SMSI nanti, juga dimatangkan tentang PO ( Peraturan Organisasi) untuk memperluas rentang kendali dan jangkauan pelayanan organisasi terhadap anggota yang sebarannya semakin luas.(*/MS)

Semarang, Sulutnews.com - Bertempat di Aston Hotel and Convention Center Semarang, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bersama Kementerian Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema,  "Jurnalisme Ramah Pariwisata", Sabtu (24/11).

Sejumlah media online, pelaku pariwisata serta perwakilan organisasi kepemudaan, ikut serta dalam kegiatan ini.

Guntur Saketi selaku Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, menjelasan bahwa, gerakan jurnalisme ramah pariwisata, sejak 24 Oktober lalu, telah dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Jakarta.

"FGD hari ini adalah FGD gerakan jurnalisme ramah pariwisata pertama di daerah. Nantinya kami akan menggelar FGD tahap tiga di Lombok. Setelah itu diharapkan lahir buku pedoman jurnalisme ramah pariwisata," ujarnya.

Dikatakan Guntur, SMSI bersama Kemenpar akan terus bergandengantangan karena pariwisata membutuhkan ruang hidup yang aman dan nyaman.

"Ini berkaitan dengan pemberitaan yang kerapkali berlebihan saat ada bencana, sampai-sampai negara lain merasa perlu mengeluarkan travel advice,"  tandasnya.

Ketua Umum SMSI, Auri Jaya sependapat bahwa pers berperan peting  dalam publikasi pariwisata. "SMSI menaungi 300 media online, dan pada bulan ini sedang melakukan verifikasi media-media untuk menjadi konstituen dewan pers," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal SMSI, Firdaus mengatakan, FGD tahap selanjutnya, akan dilaksanakan di Lombok dan Sumatera Utara.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Dadang Somantri mengatakan, Provinsi  Jawa Tengah saat ini tengah memicu dan memacu pariwisata. Hal tersebut, lanjut Dadang, antara lain diwujudkan dalam perbaikan infrastruktur akses pariwisata dan penambahan hotel.

"Saya meminta agar para jurnalis membuat berita yang keren dan isinya enak dibaca, agar masyarakat tertarik untuk lebih tahu seluk beluk wisata alam dan budaya. Saya menunggu kontribusi teman-teman pers untuk kemajuan wisata Jateng dalam berbagai produk," tandasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sambung Dadang, membutuhkan karya-karya yang mampu menarik kedatangan masyarakat ke objek wisata.

"Kolaborasi media dan pemprov adalah sebuah keharusan," tegasnya.

FGD di Semarang kali ini, merupakan FGD kedua, setelah sebelumnya, Kemenpar dan  Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sukses  mengegelar FGD pertama di Hotel Sari Pan Pasific  Jakarta, Rabu (24/10) lalu.

FGD di Semarang ini,  diisi oleh empat narasumber berkompeten yakni Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih, Kepala Disporapar Jawa Tengah Urip Sihabudin, Ketua DPD Asita Jawa Tengah Joko Suratno dan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS.

Di akhir sesi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkesempatan memberikan epilog. Dia mengaku sangat mengapresiasi forum yang diinisiasi SMSI dan Kementerian Pariwisata ini.

"Saya pernah memaparkan di luar negeri tentang kearifan lokal di Indonesia saat bencana tiba. Mereka mengatakan, oh Indonesia mistik ya. Saya katakan, tidak, itu bisa diuji secara ilmiah," katanya.

Salah satu ritual yang ia pernah amati adalah saat Gunung Merapi mengeluarkan wedhus gembel. Saat hewan-hewan di gunung turun karena merasakan hawa panas, juru kunci Merapi justru berdoa dengan caranya masing-masing.

"Jadi hal-hal inilah yang ingin kita angkat. Kita ingin agar bencana tidak selalu dilihat dari sisi yang menyeramkan, tapi ada hal-hal unik lainnya," tandas orang nomor satu di Jawa Tengah itu, kemudian menutup dengan Resmi acara FGD yang di gelar SMSI tersebut.(*/MS)

Medan, Sulutnews.com - Sebagai salah satu objek wisata unggulan di Sumatera Utara, keindahan Danau Toba, tidak perlu disangsikan lagi. Siapapun dapat dibuat terpukau akan keelokan danau yang satu ini, sehingga acara penutupan UKW PWI Sumatera Utara ke XX, yang sedianya di hotel ditepi danau, dialihkan di atas Kapal Wisata di danau Toba.

Di sela-sela penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang  diselenggarakan PWI Sumatera Utata dan difasilitasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kamis (22/11), diatas KM Wisata Kabupaten Samosir,  Firdaus ketua bidang organisasi PWI Pusat, mengatakan, dengan pesona dan potensi yang dimiliki, Danau Toba harus terus dijaga dan  pengembangan lebih lanjut  wajib didukung semua pihak terkait.

Firdaus juga mengatakan, standar kompetensi yang disematkan pada wartawan harus mampu memfilter mana berita yang layak atau tidak.

"Bisa saja beberapa perusahaan yang ingin masuk ke Simalungun untuk berinvestasi, membatalkan niatnya, dan beralih kedaerah lain akibat pemberitaan buruk, yang tidak berorientasi kepada kepentingan publik," ujarnya.

Pemberitaan yang tidak baik, lanjut Firdaus, juga akan merusak iklim usaha, bahkan dapat membuat resah investor yang sehingga tidak menutup kemungkinan mereka hengkang. Hal tersebut jika terjadi, jelas dapat merugikan masyarakat dan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus juga berpesan agar semua pihak terkait khususnya wartawan yang sudah kompeten, terus menjaga investasi yang ada di Simalungun dan di Danau Toba.

"Wartawan kompeten harus mampu menempatkan dirinya sebagai pelita, karena sudah menjadi sebuah keharusan bahwa wartawan seluruh orientasi kerja wartawan untuk kepentingan publik.

Ditegaskanya,  jika wartawan bekerja tak sesuai dengan kompetensinya, apalagi terbukti kerjanya  melanggar kode etik, dan bahkan meresahkan masyarakat, kompetensi itu bisa dicabut.

Selanjutnya, ditambahkan Firdaus selaku Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat yang juga menjabat Sekretaris jenderal SMSI Pusat ini, sebagai bentuk dukungan  terhadap eksistensi Danau Toba, pihaknya merencanakan akan melakukan Rapat Kerja Serikat Media Siber Indonesia (SMSI-red) yang  akan datang digelar di Danau Toba.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut Hermansjah menuturkan, Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan upaya peningkatan kualitas wartawan serta mengukur kompetensu wartawan dengan cara merekonstruksi tugas-tugas keseharian mereka.

"UKW angkatan berikutnya akan dilaksanakan di Tarutung,  Taput dan Medan hingga tahun 2018 ini," ucapnya.

"Kami juga  berterimakasih kepada pihak PT Japfa Compeed Indonesia Tbk yang memfasilitasi pelaksanaan pembukaan dan penutupan kegiatan yang berlangsung di atas KM Wisata Kabupaten Samosir, sembari mengelilingi kawasan Danau Toba," tuturnya.

Di atas kapal diumumkan hasil UKW yang dilaksanakan PWI Sumut angkatan 20 terdiri dari 35 orang peserta muda. Yang belum kompeten dinyatakan sebanyak 6 orang dan yang berkompeten 29 orang.

Sebelumnya, pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Sumut Angkatan XX yang diselenggarakan di kawasan Objek Wisata Danau Toba, Hotel Atsari Parapat Kabupaten Simalungun, Rabu (22-23/11), turut dihadiri Kapolresta Simalungun, Ketua Umum PWI Pusat diwakili Ketua Bidang Organisasi Firdaus, pimpinan PT JAPFA diwakili Fitri Nursanti, Kadis Kominfo Simalungun, pengurus PWI Simalungun dan panitia yang  dikordinir Khairul Muslim dan Rizal Rudi Surya.(/MS)

Jarkarta, Sulutnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengadakan seminar nasional  Pers Indonesia Melawan Berita Hoax dengan tema “Seberapa Berbahayanya Hoax Itu Mempengaruhi Ekonomi di Indonesia”. Seminar ini diadakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 22 November 2018 yang dihadiri oleh pelaku dunia usaha, direktur perusahaan, regulator dan Mahasiswa.

Di era media sosial seperti saat ini, sebaran hoax (berita bohong) menjadi sesuatu yang sangat serius. Dampaknya dapat mengacaukan masyarakat, tidak hanya di jagat maya, melainkan juga di kehidupan nyata. Banyak kasus buruk yang terjadi akibat hoax, karena banyak oknum yang memang sengaja memanfaatkan hoax sebagai senjata perang mereka. Terlebih di tahun politik seperti saat ini.

Akhir-akhir ini hoax menjadi perbincangan serius di negara ini seiring dengan maraknya berita palsu di jagat media sosial. Keberadaannya pun semakin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan ekonomi nasional. Wajar saja ketika Presiden Joko Widodo begitu khawatir terhadap “berita bohong” atau hoax yang akan berdampak bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia. Media sosial yang berkembang begitu cepat telah mendorong distribusi informasi ke seluruh masyarakat tanpa filter yang cukup, sehingga sulit sekali bagi orang awam untuk mengidentifikasi informasi yang valid (benar) atau tidak. Dalam konteks ekonomi, hoax punya efek yang besar terhadap perekonomian. Hoax mampu mempengaruhi ekspektasi dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan berekonomi (konsumsi dan berinvestasi). Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk preventif menjaga viralnya hoax sehingga tidak merugikan bisnis dan ekonomi secara umum.

Acara seminar diawali dengan kata sambutan dari ketua umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari yang dan Welcome Speech dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara. Hadir sebagai narasumber di acara seminar ini Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Niken Widiastuti, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, VP Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, dan Praktisi Media Sosial, Nukman Luthfie.dan diskusi panel ini di moderatori oleh pemimpin redaksi Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan.

Dan seminar nasional ini terselenggara atas kerjasama PWI Pusat dengan mitra diantaranya adalah Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank BCA dan Pertamina.

Banyak manfaat yang didapat para  dari seminar ini, beberapa diantaranya seperti bagaimana perusahaan menghadapi berita hoax, bagaimana cara menyikapi berita hoax dan memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bagaimana kiat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoax.(/MS)

Jakarta –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), bekerjasama dengan PT Gajah Tunggal sukses menggelar Ujian Kompetensi  Wartawan (UKW) ke 35.

UKW kali ini diikuti oleh 38 peserta dari wartawan media massa nasioanl baik, cetak, elektronik maupun online, meliputi tingkat Utama, Madya, dan Muda. Acara ini dihelat di Hotel Merlynn Park Hotel Jakarta pada 26-27 Oktober 2018.
Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk, Sugeng Rahardjo, menuturkan wartawan merupakan corong informasi yang punya integritas dan independesi tinggi terhadap pembangunan Indonesia. Oleh karenanya, kami dari Gajah Tunggal senantiasa memberikan support atas kemajuan-kemajuan wartawan. Salah satunya dengan adanya kerjasama dalam UKW ini bersama PWI. “Lewat tulisannya wartawan ikut serta berkontribusi dalam membangun bangsa. Makanya kami senantiasa memberikan dukungan lebih agar wartawan di Indonesia mempunya kompetensi dan kualitas yang mumpuni,” tutur Sugeng, saat menghadiri acara penutupan UKW ke-35, di Hotel Merlynn Park Jakarta, Sabtu (27/10).
UKW ini, tambah Sugeng,  merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas seorang wartawan, agar mampu mengemban tugas mulia dalam mengemas suatu berita sehingga menjadi informasi yang sehat untuk membangun bangsa dan negara.

Di tempat yang sama, Firdaus Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat menyampaikan
“Di era digital, berita hoax tengah menggerogoti persatuan dan kesatuan bangsa. Disinilah peran wartawan sebagai filter agar berita hoax bisa diredam,” ujar Firdaus yang juga kini menjabat Sekretaris Jenderal, Serikat Media Siber Indonesis (SMSI) pusat ini.

Selain itu, firdaus juga menyampaikan terimakasih atas kontribusi dan supporting PT Gajah Tunggal atas terselenggaranya UKW ke 35 ini. “Dukungan dari Gajah Tunggal sangat berarti atas terselengaranya UKW 35 ini. Makanya saya mewakili teman-teman dari PWI maupun semua yang mengikuti Ujian ini sangat berterimakasih pada Gajah Tunggal,” katanya.

Adapun tim penguji dalam UKW ke 35 PWI Jaya ini diantaranya ; Firdaus, Hendri CH Bangun, Marah Sakti Siregar, Sayid Iskandarsyah, Rita Sri Hastuti, Katharina M. Kaupoly.(*)

Solo, Sulutnews.com - Atal Sembiring Depari, akhirnya terpilih sebagai ketua umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2108-2023.

Atal menakhodai PWI Pusat terpilih dalam Kongres XXIV di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah setelah unggul atas Hendri CH Bangun melalui pemungutan suara, Sabtu (29/9/2018). 

Sehari sebelumnya para pendukung masing-masing calon Ketum PWI telah berkumpul melakukan konsolidasi, Voucke Lontaan Ketua PWI Provinsi Sulawesi Utara telah mempersiapkan surat pernyataan dukungan kepada Atal S Depari menjadi Ketum PWI Pusat, “Selamat Kepada Bang Atal” Kata Voucke.

Sementara itu, Ilham Bintang kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat periode 2018-2023.(/JS)