Nasional

Nasional (79)

Medan, Sulutnews.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara mendukung sepenuhnya agar penyelenggaraan MTQN XXVII yang akan digelar di Sumut pada 4 - 13 Oktober mendatang sukses.

Ketua PWI Sumut H Hermansjah nenyatakan hal itu, Senin (6/8) sore usai mengikuti rapat sosialisasi MTQN, di Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

"Kita berharap semua pihak menyebarluaskan informasi terkait penyelengaraan MTQN mengambil tema “MTQ Wujudkan Revolusi Mental Menuju Insan Quran.”ini, terutama kawan-kawan wartawan. Karena ini bagian dari syiar agama juga," sebut Hermansjah.

Selain itu even dua tahunan Musabaqah Tilawatil Quran ini merupakan penantian panjang Sumatera Utara, yakni 47 tahun untuk bisa menjadi tuan rumah setelah pada tahun 1971 sebagai penyelenggara MTN Nasional di Medan ketika itu.

Ketua PWI Sumut juga menyebutkan bahwa pembukaan MTQN nantinya, Sumut sudah dipimpin oleh Gubernur Sumut terpilih yakni Edy Rahmayadi bersama pasangannya H. Musa Rajekshah. Untuk itu diharapkannya, persiapan MTQN dapat dirampungkan secara matang.

"27 September nanti kan gubernur terpilih rencananya sudah dilantik. Tentunya agar jangan jadi kesan yang tidak baik dari Pj Gubsu saat ini kita ingin MTQN ini berjalan dengan sukses," ucapnya.

Persiapan-persiapan mulai dari penginapan, panggung dan lain sebagainya harus sudah tidak ada lagi kendala. Karena ia sendiri melihat hingga sejauh ini persiapannya sangat minim. Masih banyak masyarakat Sumut yang belum mengetahui bahwa provinsinya menjadi tuan rumah MTQ yang merupakan event nasional yang mengangkat harkat masyarakat dan. Menjadikan Sumut Bermartabat.

"Untuk itu, kita harus ikut menyebarluaskan informasi ini. Selain bagian dari pengabdian kita menyiarkan agama, ini juga menjadi bukti bahwa Sumut merupakan miniaturnya kerukunan umat beragama," kata Herman.

Atas dasar ini ia mengajak semua media membuktikan Sumut bagian dari kebinekaan itu dengan mengajak menyebarluaskan informasi MTQ nasional tersebut.

Menyukseskan acara MTQN nanti, Hermansjah dalam rapat juga mengusulkan sejumlah agenda antaranya membentuk Media Centre sebagai tempat berhimpunnya wartawan dari televisi, cetak, radio dan online. Sehingga melalui Media Centre lintas informasi bisa lebih menyebar luas lagi ke tengah tengah masyarakat. Tak lupa, Ketua PWI Sumut juga menyarankan agar panitia juga membuat pesan pesan singkat baik berupa jinggle iklan maupun jinggle sederhana melalui lesan gambar agar sosialisasi MTQ Ini lebih menyebar luas lagi ke tengah tengah masyarakat luas, termasuk ke tengah keluarga melalui jinggle WA.

Seperti diketahui dari rapat yang dilakukan di Kantor Gubsu, Senin (6/8) sore itu, Panita Besar Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII berharap agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan pihak terkait juga saling bersinergi menyosialisasikan MTQN XXVII. Sehingga kegiatan MTQN dapat tersosialisasi dengan baik di tengah masyarakat.(/Rel/SMSI)

Minsel, Sulutnews.com - Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu selaku Bendahara Umum APKASI bersama Bupati/Walikota, dan Gubernur se-Indonesia jalan sehat bersama Presiden RI Jokowi didampingi Ibu negara Iriana Joko Widodo di Makasar, Minggu (29/7/18).

Acara jalan sehat tersebut sekaligus menyambut Asian Games ke 18, dengan tema "Jalan Sehat Sahabat Rakyat Indonesia bersama Jokowi untuk Asian Games", dengan start dari Rumah Dinas Gubernur Makasar, finish di lapangan Karebosi, dengan jarak tempuh berkisar 5 Km.

Kepala Bagian Humas dan Protokol pemerintah Kabupaten Minsel, Henri Palit mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan kebersamaan dan persatuan, dimana kegiatan ini melibatkan masyarakat di Kota Makasar dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Jadi ini merupakan wujud kebersamaan sekaligus menyambut Asian Games 2018. Dimana jumlah peserta sebanyak 502 ribu orang, yang berasal dari berbagai wilayah, terutama Kota Makassar. Dan jarak yang akan ditempuk sejauh 5 km,” kata Henri Palit.

Menariknya usai mengikuti jalan sehat bersama Presiden Jokowi, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu menggunakan transportasi tradisional Becak kembali menuju ke tempat penginapan.(/Fw)

Jakarta, Sulutnews.com-Bertemu sahabat yang lama kenal, tentunya banyak kenangan yang kembali akan terungkit. Karena sahabat lama adalah tempat menyimpan jejak kenangan. Kawan lama ibarat buku harian yang berisi catatan kisah. Ketika bertemu, kisah itu kembali dikenang. Begitulah yang terjadi dengan Tjahjo Kumolo dan Bob Hasan, saat keduanya bertemu di Gelora Bung Karno (GBK), di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2018.

Pagi itu, Tjahjo Kumolo yang saat ini sedang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri menyambangi komplek olahraga terbesar di Indonesia itu untuk memberikan kado istimewa untuk Lalu Muhammad Zohri, pelari muda asal Nusa Tenggara Barat, yang berhasil menoreh prestasi membanggakan menjadi juara dunia dalam kejuaran atletik

Kado istimewa yang akan diberikan pada Zohri secara simbolis tak lain adalah rumah di komplek perumahan Taman Bangsa Residence yang ada di Lombok Utara NTB. Rumah tersebut menurut Tjahjo diberikan pada Zohri sebagai tanda terima kasih pada sprinter muda Indonesia. Selain hendak menyerahkan kado istimewa untuk Zohri, Tjahjo kamis pagi itu juga akan menyerahkan penghargaan untuk Bob Hasan, mantan Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Hawa pagi masih terasa ketika Tjahjo yang didampingi Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Hadi Prabowo dan beberapa pejabat teras kementerian tiba di GBK. Rombongan langsung menuju ke stadion madya Senayan yang ada di komplek GBK. Di sana sudah menunggu Zohri, para pengurus PASI dan Bob Hasan. Begitu tiba, prosesi penyerahan kado rumah langsung digelar. Zohri yang mengenakan pakaian training olahraga warna merah, pagi itu tampak sumringah. Senyumnya terkembang begitu menerima kado rumah yang diserahkan secara simbolis oleh Mendagri dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo.

Setelah itu, baru penyerahan penghargaan untuk Bob Hasan. Dalam kata sambutannya, Tjahjo berharap tanda terima kasih yang diberikan pada Zohri, bisa memacu pelari muda asal NTB itu berprestasi lebih baik lagi. Tjahjo juga berdoa, di Asian Games yang sebentar lagi akan digelar, Zohri bisa kembali menorehkan prestasi gemilang.  Sementara pada Bob Hasan, Tjahjo atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas dedikasinya memajukan dunia olahraga di Tanah Air. Khususnya atletik.

Sampai kemudian Bob Hasan memberi kata sambutan. Mantan menteri di era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha itu, bercerita bahwa ia sudah kenal dengan Tjahjo. Ia kenal mantan Sekjen PDIP itu saat masih aktif di KNPI. Seperti diketahui, Tjahjo pernah jadi ketua umum di organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia tersebut.

" Saya kenal Pak Tjahjo ini puluhan tahun sudah," kata Bob Hasan.

 

Dan yang paling Bob Hasan ingat, sosok Tjahjo yang tak neko-neko. Ketika Tjahjo masih menjadi Ketua KNPI. Sepengetahuannya, saat memimpin KNPI, Tjahjo bukan orang yang cari uang dari organisasi. Justru, dana yang didapat sepenuhnya untuk kepentingan organisasi. Karena itu, tidak heran jika sampai sekarang, hidup Tjahjo sederhana. Bahkan ia berseloroh, meski sudah menteri, Tjahjo tetap 'kere'.

"Yang saya paling ingat itu saat beliau menjadi Ketua KNPI. Ketua KNPI yang lain tidak ada pertanggungjawaban soal uangnya, kalau yang ini ada pertanggunganjawaban. Jadi uangnya bukan buat dia sendiri tapi buat anggota KNPI. Makanya sampai sekarang masih kere juga, " kata Bob Hasan.

Mendengar itu, Tjahjo hanya mesem-mesem saja. Bob Hasan melanjutkan kata sambutannya. Kata dia, dirinya merasa terharu dengan penghargaan yang diberikan Tjahjo pada Zohri dan juga pada dirinya. Ia mengapresiasi.

"Jadi saya belum pernah dikasih apa-apa sama Pak Tjahjo ini. Sekarang yang dikasih atlet saya. Nah artinya pemerintah itu tahu bahwasanya kita ini banyak sekali atlet-alet dari daerah dan juga dari papan bawah yang punya potensi," katanya.

Selain Zohri, atlet lari yang punya prestasi kata Bob Hasan adalah Mardi Lestari. Mardi juga atlet dari daerah. Bibit yang lahir dari kalangan orang biasa sama seperti Zohri. Dan masih banyak atlet lain dari daerah yang punya potensi. Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi pada dunia olahraga.

"Karena itu saya senang sekali pemerintah itu selalu membantu kita, Pemdanya juga. Nah sekarang ada perintah lagi dari Pak Jokowi untuk mencari bakat di daerah, ita sudah lama melakukan itu. Kita kan ada tim atletik, di daerah itu banyak sekali seperti Zohri. Lalu. Tapi begitu meningkat ke SMP itu larinya ke sepak bola, jadi belum bisa lari langsung main bola bagaimana mau menang PSSI. Inilah yang salah sebetulnya. Jadi harus belajar lari dulu baru olahraga permainan. Ini baru bisa kita maju," tuturnya.

Namun yang pasti, ia sangat berterima kasih pada Tjahjo Kumolo yang telah memberi perhatian. Baginya, perhatian dari seorang menteri sangat penting. Ini bisa memacu dan memotivasi, tidak hanya pengurus tapi juga para atletnya.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Tjahjo Kumolo selalu memikirkan orang-orang daerah yang bergiat di atletik, dari papan bawah" ujarnya.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Ada kabar menggembirakan pada perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III/ Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang akan digelar pada Rabu-Jumat, 25-27 Juli 2018 mendatang. Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo dijadwalkan berkenan menjamu dan bertukar pikiran dengan peserta Rakernas di penghujung acara.

Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Rakernas III/SMSI Yono Hartono, Mendagri Tjahyo telah diagendakan menerima para peserta Rakernas SMSI yang berasal dari pelosok Indonesia pada Jumat, 27 Juli 2018 di ruang kerjanya untuk bertukar pikiran. “Sudah diagendakan dengan Mendagri untuk brainstorming dengan teman-teman peserta dari daerah,” kata Yono.

Lantas sudah sejauh mana persiapan Rakernas? Menurut Yono, persiapan telah mencapai 95 persen. Bahkan direncanakan pada Minggu, 22 Juli 2018 akan digelar gladi kotor persiapan Rakernas di Hotel Saripan di bilangan Jalan M.H Thamrin, Jakarta.

“Jadwal masih on schedull. seluruh narasumber sudah terkonfirmasi. Hanya ada kendala pada akomodasi karena Rakernas bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games. Namun masih bisa diatasi,” kata Yono yang hingga jam 22.00 masih rapat mematangkan persiapan Rakernas di Sekretariat SMSI.

Sementara Ketua SMSI Banten Junaidi mengaku akan meramaikan Rakernas dengan mengajak seluruh pemilik media siber se-Banten untuk menghadiri Rakernas. “Jarak Banten ke Jakarta kan ngga jauh. Makanya kita mau ajak seluruh pemilik media Siber untuk hadir ke Rakernas dengan riang gembira,” kata Junaidi. (*/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Ada isu hangat yang menjadi obrolan 337 pemilik media siber menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III/Serikat Media Siber Indonesia yang dihelat di Jakarta pada Rabu-Jumat, 25-27 Juli 2018 mendatang. Pada Rakernas yang diagendakan dibuka Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara itu akan diluncurkan SMSI News Room yang diprakarsai Ketua Umum SMSI Auri Jaya.

Lalu apa itu SMSI News Room? News Room atau dalam bahasa Indonesia disebut Ruang Berita, merupakan tempat bagi jurnalis--baik itu reporter, editor, redaktur, dan produser, beserta dengan staff lainnya--bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan berita yang selanjutnya dipublikasikan melalui koran atau majalah, atau dipancarkan melalui televisi, kabel, atau radio. Dengan kata lain, alur kerja sebuah media dari mulai pengumpulan berita hingga mempublikasikannya di media massa.

Dalam perkembangannya, News Room telah berevolusi hingga bentuk keempat yang dikenal dengan News Room Generasi 4.0. Sebelum saya bercerita tentang News Room 4.0, saya ingin memaparkan dulu mengenai News Room generasi 1.0, News Room 2.0, dan News Room 3.0. News Room generasi pertama merupakan alur kerja dengan banyak jurnalis, banyak redaktur, dan banyak media massa. Dalam alur kerja ini, masing-masing jurnalis mengumpulkan berita untuk redaktur dan media massa yang spesifik. Bukan hanya spesifik secara jenis medianya saja, tetapi juga spesifik secara jenis beritanya juga, baik di tingkat jurnalis maupun di tingkat redaktur. Sehingga News Room generasi pertama mensyaratkan banyak sumber daya manusia.

Sedangkan pada News Room generasi kedua tidak memerlukan banyak jurnalis yang spesifik terhadap media. Jurnalis dituntut mampu membuat berita untuk berbagai media massa. Sedangkan yang bertugas memilah berita dan bekerja spesifik sesuai jenis medianya adalah redaktur.

Nah pada News Room generasi ketiga strukturnya lebih ramping lagi. Dalam alur kerjanya, tidak hanya jurnalis yang dituntut mampu membuat berita untuk berbagai media massa, tetapi juga sang redaktur. Redaktur dituntut untuk mampu menguasai pengolahan informasi untuk berbagai jenis media massa. Tentu saja, alur kerja ini tidak mensyaratkan banyak sumber daya manusia.

Sementara untuk News Room generasi keempat atau 4.0 lebih canggih lagi. Selain tidak perlu banyak sumber daya manusia, sang jurnalis juga diberi kewenangan untuk langsung mempublikasikan hasil liputannya. Sedangkan tugas redaktur hanya memantau dan memberi masukan tentang apa yang ditulis sang jurnalis. Selain itu, tugas redaktur fokus memikirkan konsep media berkaitan dengan animo masyarakat terhadap informasi. Model News Room generasi keempat juga akan sangat efektif bila ditunjang oleh divisi riset yang mumpuni. Divisi riset ini tugasnya mengumpulkan berbagai data dan fakta yang terjadi di masyarakat. Sumbernya pun bukan hanya dari jurnalis semata, tetapi dari masyarakat, termasuk di dalamnya praktisi, pakar, peneliti, akademisi, hingga pemerintahan. Masyarakat didorong untuk menulis dan memasukan kontennya ke dalam Content Management System (CMS) milik media. Dalam jangka panjang, hal ini sangat membantu media untuk menghadirkan konten-konten yang tidak hanya cepat, tetapi juga mendalam dan menyeluruh.

Pada news room generasi keempat, pengendalian (controling) di redaksi dilakukan dengan dua metode yakni Pre-Treatement dan Post-Treatement. Pengendalian Pre-Treatement menitikberatkan peran redaktur untuk memfilter dan menyunting bahasa dan konten reportase. Jadi, semuanya ada di tangan redaktur. Sedang pada Post-Treatment, peran redaktur hanya memberi kritik dan masukan terhadap reportase jurnalis yang telah dipublikasikan di media massa. Dalam Pre-Treatement, kebanyakan jurnalis bergantung kepada redaktur. Terkadang, reportase yang diberikan jurnalis kepada redaktur, tidak ditulis dengan sebaik-baiknya karena jurnalis berpikir bahwa semuanya akan diperbaiki oleh redaktur. Sehingga, seringkali kemampuan jurnalis tidak berkembang karena semuanya diserahkan kepada redaktur. Sedangkan dalam Post-Treatement, kemampuan jurnalis dipaksa untuk berkembang. Jurnalis dituntut membuat reportase sebaik-baiknya. Sehingga para jurnalis harus melengkapi dirinya dengan kemampuan berbahasa yang baik, pemahaman etika jurnalistik yang menyeluruh, serta pemaparan konten yang mendalam.

Tingkat kepercayaan kepada jurnalis dalam news room generasi keempat sudah cukup tinggi. Jurnalis di News Room 4.0 memiliki kemampuan yang baik dalam keredaksian dan apa yang ditulisnya bisa dipertanggung jawabkan kepada publik. Konsep News Room 4.0 ini memang masih relatif baru. Namun, sangat efektif diterapkan pada media yang tidak mampu mempekerjakan banyak orang. Contohnya saja di Selandia Baru. Sebuah media massa di sana hanya memiliki 30 orang jurnalis. Namun, media massa ini mampu menghasilkan 1.600 halaman konten dalam seminggu. Sedangkan di Indonesia, media massa koran yang memiliki 500 orang jurnalis, hanya mampu menghasilkan konten 32 halaman per hari atau 224 halaman per minggu.

Dengan konsep News Room generasi keempat ini pula, manusia tidak lagi dianggap sebagai sumber daya (resources), tetapi telah menjadi investasi. Sehingga ketika menjadi investasi, manusia lebih dihargai lantaran telah menjadi kebutuhan vital sebuah perusahaan. Analisis kebutuhan informasi di masyarakat pun, mudah diketahui bila media massa menggunakan konsep News Room generasi keempat. Hal ini bisa dilihat dari kecenderungan konten dari masyarakat yang telah terkumpul di CMS milik media. Dengan kemudahan menganalisis kebutuhan informasi di masyarakat ini, media massa bisa dengan mudahnya membuat media baru yang lebih tematik. Karena bermain di tingkat kebutuhan masyarakat, modal dan iklan pun relatif mudah didapatkan.

Lalu model news room seperti apa yang akan diluncurkan SMSI? Merujuk diskusi dengan Ketua Umum SMSI Auri Jaya, Didampingi Firdaus Sekretaris Jenderal SMSI untuk sementara SMSI akan meluncurkam news room generasi ketiga. Alasannya, masih minimnya ketersediaan database dan konten yang dimiliki di Indonesia.  Terlebih News Room 4.0 membutuhkan data dan konten internet yang terekam dengan baik.Namun dalam perkembangannya kedepan, news room SMSI akan menyiapkan divisi riset dan mengelaborasi dalam CMS yang dimilikinya sehingga bermetaformosis menjadi news room 4.0.

Meskipun demikian News Room 3.0 yang akan digunakan SMSI akan dapat mengefektifkan sumber daya manusia. Terlebih bagi pemilik media siber sudah tentu akan sangat terbantu dalam peningkatan kualitas konten sesuai segmentasi media siber di daerah. SMSI news room bukan menjadi kompetitor para pemilik media siber namun akan bersinergi dan bekerja untuk banyak media. SMSI news room harus bisa memutuskan bahwa sebuah berita memang tepat dan layak dipublikasikan di media tertentu. SMSI news room juga harus memastikan bahwa bahasa yang digunakan cocok untuk segmentasi media anggotanya. Dan ini adalah teroboson yang spektakuler untuk memperkuat jejaring media siber.(/SMSI)

Tangerang, Sulutnews.com - Memperingati Hari Koperasi Nasional ke 71 tahun 2018, Pemerintah menggelar Harkopnas Expo di Indonesia Convention Exhibition ICE-BSD Kabupaten Tangerang Provinsi Banten kamis (12/7), untuk tema peringatan kali ini "Penguatan Koperasi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional".

Dalam peringatan tersebut Pemerintah Kota Tomohon ikut berpartisipasi melalui stand pameran dengan menghadirkan hasil-hasil kerajinan tangan serta produk-produk makanan khas yang diproduksi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari Kota Tomohon.

Dalam acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Kami akan melakukan reformasi total koperasi melalui tiga langkah strategis untuk meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, langkah strategis tersebut yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan" kata Menteri Koperasi Puspayoga mewakili Presiden Jokowi.

"Kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi," tambahnya.

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak melalui Kadis Koperasi UKM Jane Mendur SE disela kegiatan mengatakan Pemerintah Kota Tomohon siap menyukseskan program yang berkaitan dengan koperasi. "Dalam menumbuhkembangkan perekonomiam di Kota Tomohon kami akan terus berupaya berbenah dan memajukan SDM dalam berkoperasi sehingga melalui peran koperasi dapat benar-benar sekaligus berdampak baik dalam pertumbuhan ekonomi", ujar Mendur didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tomohon Michael Joseph SSTP. Ikut mendampingi Kadis Koperasi Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Lantje Kapoyos SE bersama jajarannya.(/Prise)

Jakarta, Sulutnews.com - Senin 9 juni 2018. Dalam pelaksanaan acara Press confrence dari sebagian media wartawan temu langsung mewawancarai anggota DPD RI Marhani Pua.Di ruang Kementerian Pariwisata Jakarta.

Sebagai anggota DPD RI Marhani Pua menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi dan menjadi rasa bangga terhadap seluruh pemerintah kota Tomohon dan seluruh masyarakat kota Tomohon karna progam TIFF ini sudah dari tahun ke tahun sudah berjalan dengan baik dan luar biasa yang telah mewarnai kota Indonesia.

Menjadi harapan juga dari DPD RI berharap agar disupport penuh  oleh kementerian pariwisata dan dalam progam Tiff  seperti ini pula harus menjadi ikon Indonesia agar bisa menyampaikan kepada dunia mempunyai potensi pariwisata khususnya bunga yang berbagai variasi dengan berbagai variasi potensi alam yang luar biasa yang dimiliki indonesia.

Dan oleh karena itu  Tiff ini juga yang sudah menjadi daya tarik sendiri bagi dunia maka dari itu sudah sangat tepat pada hari ini sudah diacarakan dengan kementerian pariwista sebagai sebuah deklarasi launching bahwa Tomohon sebagai kota bunga telah menjadi pelopor dalam wisata Indonesia.

Dimana juga menjadi support yang diadakan nantinya DPRI akan memberikan supporting secara financial yang akan di sokong oleh APBN yang pastinya progam ini akan menjadi lebih baik pula dan anggaran negara juga dapat mendukung karna selama ini partisipasi dari masyarakat dan tertanggalkan di APBD dan APBN yang harus lebih besar perannya karna saat ini Indonesia sudah di kenal  dunia DPD juga akan mendukung berbagai sarana prasana yang dapat dihadirkan untuk dapat mensukseskan Tomohon flower.

Menjadi harapan agar pemerintah Tomohon dapat berkoordinasi apa yang dapat dinperjauangkan melalui DPDRI dan DPRRI sehingga dapat berkoordinasi bersama kementerian pariwisata Indonesia untuk memberikan support semaksimal mungkin.Dan acara ini juga  bukan saja hanya setahun ini melainkan sampai tahun mendatang.Karna progam seperti ini sudah menjadi agenda Tahunan yang selalu sukses dalam pelaksnaannya."tutup pua.(/Prise)

Jakarta, Sulutnews.com - Funk Walk Road to Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2018 berlangsung semarak, Minggu (8/7/2018). Ivent promosi di sela-sela Car Free Day (CFD) Jakarta ini pun mengambil start dari Kementerian Pariwisata RI dan finish di Bundaran Hotel Indonesia (HI)

Selaku staff kementerian pariwisata ibu esthi reko astuti mengatakan dikegiatan ini merupakan suatu promosi yang akan di laksanakan di Tomohon pada tanggal 8 agustus 2018 di Tomohon.

Ivent inipun merupakan salah satu dari 100 award wonderfull yang sudah di kurasi oleh kementrian pariwisata yang cukup juga dibanggakan dan begitu luar biasa bisa mendatangkan wisatawan dari mancanegara di setiap tahun yang selalu juga diselingi berbagai parade yang ada juga akan ada ikon - ikon yang akan di ikuti"ujar astuti.

Menjadi harapan juga dalam kegiatan seperti ini bisa hadir pada tanggal 8 agustus nanti yang sudah di persiapkan dan yang pasti juga akan menghadirkan tamu- tamu.Dan dalam iven tersebut masyarakat pertanian yang telah ikut membantu juga"tutup astuti

Disamping itu pula Walikota mengapresiasi serta mendukung akan terlaksananya kegiatan ini dan tak ketinggalan juga walikota pun berterima kasih   kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat  yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

TIFF 2018 kali ini memberi Tema Beautiful Tomohon.Tak ketinggalan pula  menampilkan Kabasaran Pemkot Tomohon ,Flawer fashion mini Karnival,drum band dan tarian kabasaran komunitas pelaku budaya."tutup eman

Disela kegiatan tersebut selaku kepala Dinas pendidikan olahraga Yusak T Pandeiroth mengatakan bahwa  sudah menjadi kewajiban seluruh perangkat pemerintah yang ada di kota Tomohon yang lebih khususnya juga dinas olahraga Tomohon sangat mendukung pelaksanaan turnamen flower festifal dan juga dapat di publikasikan bahwa kota tomohon sudah ke 8 kalinya melaksanakan Turnamen festifal flower.

Dan inipun merupakan salah satunya untuk mempublikasikan adalah acara saat ini yang telah dilakasanakan dijakarta saat ini.

Turut hadir juga Forkopimda  Tomohon ketua DPRD Ir Miky Wenur , anggota DPD RI Steva Liow, Wakil Walikota Tomohon Syerly Sompotan, mewakili Gubernur sulut Kadis Pariwisata Sulut, Pejabat Pemkot Tomohon dan jajaran pemkot dan  JIT serta warga kawanua dan masyarakat.(/Prise)

Jakarta, Sulutnews.com-Mengawali rencana bekerja mulai 22 Juni yang akan datang, Tim Pencari Fakta atau TPF PWI Pusat, Rabu, 20/6, mulai adakan pertemuan  pertama di sekretariat PWI Pusat, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu  dibahas pemetaan pokok  masalah yang terjadi sampai wartawan on line Kemajuan Rakyat Muhammad Yusuf tewas pada tanggal 10 Juni dalam masa tahanan Kejaksaan. Penahanan almarhum sudah dilakukan sejak polisi menangkap Yusuf 5 April. Selanjutnya menjadi tahanan kejaksaan  di Lapas Kotabaru, Kalimantan Selatan.

 “Dalam  pertemuan tadi saling mencocokkan beberapa fakta  temuan anggota. Dari fakta- fakta itu kami sudah mulai menemukan fokus untuk dikonfirmasi dengan berbagai pihak,”  kata ketua TPF PWI Pusat Ilham Bintang.

Ilham menjelaskan, TPF akan menyelisik seluruh prosedur dan mekanisme yang berhubungan dengan tewasnya M Yusuf. Mulai sejak pengaduan dan pemeriksan di Dewan Pers, Kepolisian, Kejaksaan  sampai penahan serta kematiannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dengan demikian TPF akan mewawancarai seluruh narasasumber yang terkait dengan kasusnya secara independen. “Kami nantinya akan mengambil kesimpulan dan memberikan rekomendasi yang objektif,” tandas Ilham.

TPF tediri dari 9 orang, masing-masing,  Ilham Bintang sebagai ketua, wakil ketua Marah Sakti Siregar, dan Wina Armada Sukardi sebagai sekretaris. Sedangkan sebagai anggota masing-masing Uni Lubis, Teguh Santosa, Firdaus,  Zanal  Helmy, Agus Sudibyo dan Gusti Rusdi Effendi.

Dalam rapat disepakati dalam waktu secepat TPF akan mewawancarai para narasumber baik di Jakarta maupun di daerah termasuk dari kalangan pers, pejabat Pemda, kepolisian, tokoh masyarakat dan  para pengusaha yang namanya terkait. Hasil wawancara akan dibawa untuk dibahas dalam rapat berikutnya.(*SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com-Tim Pencari Fakta PWI minggu depan  turun lapangan ke Kota Baru dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan untuk mencari fakta terhadap tewasnya wartawan M Yusuf di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kotabaru, Kalsel.

Anggota TPF akan menemui berbagai pihak dalam rangkan verifikasi dan klasifikasi terkait data dan fakta yang telah dikumpulkan terkait kasus tewasnya wartawan media KemajuanRakyat.com. Anggota TPF yang juga ketua PWI Provinsi Kalimatan Selatan (Kalsel), Zainal Helmie,  menegaskan hal tersebut Jumat sore, 22/6, sesaat setelah  sidang paripurna TPF PWI Pusat di Jakarta.

     Dalam kesempatan itu  Helmie tegas membantah TPF dipengaruhi apalagi dibiayai oleh pihak-pihak tertentu.  Helmie menegaskan seluruh biaya TPF PWI murni dibiayai sendiri oleh PWI Pusat.   

Menurut Helmie,  berbagai berita yang beredar yang menuding  TPF disponsor pengusaha hitam merupakan hoax dan fitnah.”Kami sedang mempertimbangkan  untuk melaporkan ke polisi sumber dan     penyebar informasi dan media-media yang memuat menyebarkan fitnah itu,” tandas Helmie.

    Sementara itu ketua TPF PWI Pusat, Ilham Bintang, mengungkap TPF sudah mulai menemukan pokok-pokok atau akar masalah yang ada.”Kami akan melakukan penelitian dan verifikasi terhadap berbagai penemuan sementara TPF,” katanya. (*SMSI)