JAKARTA, Sulutnews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meminta agar para wartawan tidak melakukan peliputan selama belum memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia.

“Saya bangga sekali wartawan sekarang ini bisa menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi COVID-19, tapi saya mengingatkan harus mengutamakan kesehatan, mengutamakan kondisinya. Jangan sampai protokol kesehatan diabaikan,” ujar Ketua Umum PWI Atal S Depari dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (10/4), seperti dilansir webside gugus tugas Covid19 yang valid resmi, www.Covid19.go.id.

Di samping itu, seluruh organisasi pers termasuk PWI terus mengingatkan, mengimbau, dan menyampaikan kepada seluruh anggotanya agar prosedur yang benar saat peliputan selama pandemi COVID-19 tetap dijalankan.

Hingga sekarang ini kegiatan peliputan sudah mulai dibatasi, dalam artian tidak lagi menimbulkan kerumunan yang sejalan dengan prinsip “physical distancing”. Oleh karena itu diharapkan kegiatan peliputan yang sebelumnya masih mengundang banyak wartawan sehingga menimbulkan kerumunan untuk dihindari selama pandemi COVID-19.

“Beberapa waktu lalu, karena diundang atau apa, temen-temen wartawan masih bergerombol. Ketika kita kampanye ‘social distancing’ masih berkumpul, begitu juga di beberapa daerah,” katanya.

Dalam hal ini banyak metode peliputan yang bisa dilakukan tanpa harus mengambil risiko dengan berkerumun di lapangan, misalnya melalui televisi pool, televisi streaming, telepon seluler, dan sebagainya.

Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 selama memberikan keterangan resmi mengenai COVID-19 dari Kantor Graha BNPB melalui sistem TV Pool, Radio Pool dan rilis pers kepada para awak media melalui grup jejaring sosial yang dikelola oleh Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

“Kami meminta temen-temen wartawan lebih mengutamakan kesehatannya. Protokol kesehatan itu intinya. Sebenarnya, banyak sekali cara meliput sekarang ini, seperti TV pool, ini sudah bagus,” katanya.

Selain itu, menurut informasi perwakilan media-media asing di Indonesia pun sudah tidak menerjunkan lagi wartawannya di lapangan selama pandemi Corona demi mendukung upaya Pemerintah dalam rangka memutus penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Saya dengar beberapa perwakilan media di luar, misalnya AS, Inggris, perwakilannya di sini ga ada yang di lapangan. Apalagi, sampai mengejar pasien sampai rumah sakit (RS),” tutup Atal.(*/ML/YL)

Banten, Sulutnews.com - Wabah covid 19 yang telah menjadi pandemik global, menghantui seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia.

Tiga provinsi penderita ODP dan PDP terbesar yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat dan kemudian Provinsi Banten.

Banten dengan jumlah penduduk mencapai 12,4 pada tahun 2017 (survei BPS), sebagai daerah penyangga Ibu Kota yang kini menjadi epicentrum, memiliki peranan penting dan  erat dalam penyediaan pelayanan publik hingga perdagangan dalam rangka menjaga ketahanan Ibu Kota Negara.

Peran penting Provinsi Banten ini juga yang membuat banyak pihak bergerak berjuang bahu membahu membantu memerangi covid 9  di Banten. Hal tersebut tidak terlepas dari posisi Banten dan Jawa Barat sebagai kantung buruh migran.

Dari data yang dirilis Diskominfo Banten per tanggal 8 April 2020 kemarin, perkembangan masyarakat terdampak virus corona di Banten, mencapai 3686 orang dalam status (ODP), 520 orang dalam status (PDP) dan 152 orang dalam status positif terjangkit covid 19.

Untuk menangani wabah corona di Banten, Pemprov Banten sendiri telah  menyiapkan desain anggaran dimana  skema anggaran yang dilakukan  melalui social safety net atau jaring pengaman sosial. Dana yang disiapkan hampir 30 persennya dari APBD Provinsi Banten  atau sekitar Rp 2,4 triliun.

Ditengah upaya yang dilakukan pemerintah daerah,  Perkumpulan Urang Banten (PUB) dibawah komando Taufiequrachman Ruki atau biasa disapa Ki Empik selaku Ketua Umum PUB yang juga sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, Kamis (9/4/2020), mengerahkan jajarannya ambil bagian dalam barisan memerangi Covid 19 dengan memberi bantuan berupa baju Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 1000 pcs, sanitaizer ukuran 5 liter sebanyak 8 drum drigen dan sanitaizer ukuran 100ml sebanyak 200 botol kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.

Pada kesempatan tersebut hadir Laksmana TNI, Ir, Eden Gunawan, M.M, selaku Sekjen PUB yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Banten, Tb. Sukatma WKU PUB, Firdaus Ketua Umum SMSI, KH. AM Romly Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Lesman Bangun Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Banten, dr Reni, Nana Sujana, Nyi Syifa.

Rombongan diterima oleh Dr. dr. Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Amanat Taufiequrachman Ruki, yang disampaikan Eden selaku Sekretaris Jenderal PUB, bantuan yang diberikan, merupakan bentuk kepedulian perkumpulan Urang Banten terhadap mewabahnya covid 19 di Banten, sertamerupakan hasil swadaya.

Taufiequrachman Ruki yang diwakili Eden Gunawan juga berharap, partisipasi yang dilakukan PUB, dapat bermanfaat dan menggugah semangat semua pihak untuk berjuang bersama dalam memerangi wabah corona di Banten.

KH. Romly selaku Ketua MUI Banten, pada kesempatan tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi covid 19 dengan mengikuti ketentuan pemerintah dan selalu optimis serta tawakal kepada Allah.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI,  Firdaus yang juga menjabat Waketum PUB Bidang Media berharap, insan pers dapat ikut berperan aktif dalam mendukung program penanganan covid 19 yang dilakuan oleh pemerintah daerah.

"Media dengan fungsinya, harus ikut mendukung dan mengawal langkah yang diambil pemerintah dalam menangani wabah corona ini dengan menyajikan informasi yang jernih, dan mendorong optimisme ditengah masyarakat" ungkap Firdaus, seraya berpesan agar para awak media dalam bertugas tetap berhati-hati dan berpegang pada protokol standar peliputan covid 19.

Tb. Sukatma, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, untuk tidak ikut serta menyebarkan hoax, karena dampaknya akan membuat pesimisme dan silang sengketa ditengah masyarakat juga dapat terkena delik.

Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS.  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengatakan, dirinya  mewakili Bapak Gubernur, mengucapkan terimakasih kepada PUB atas bantuannya untuk memerangi Covid.19 di Banten.

Dokter yang dikenal ramah, cerdas dan cekatan ini juga mengatakan, perhatian PUB, SMSI dan seluruh rombongan merupakan stimulus untuk kita terus bersama menggerakkan masyarakat memberantas covid.

"Sesungguhnya seluruh lapisan masyarakat dapat membantu kami, bantuan itu tidak harus dengan memberi bantuan APD, Hand Sanitizer dan perlengkapan lainnya, tetapi dengan tetap berdiam dirumah dan mengikuti anjuran pemerintah, sesungguhnya telah sangat membantu kami," pungkas Ati lirih. (*/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com – Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, menghadiri rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Laut.Bertempat di Ruang rapat Kalimantan, Gedung Wisma Antara lantai 10, Jalan Medan Merdeka Selatan No, 17, Gambir Jakarta Pusat. Jumat (31/01/2020) kemarin.

Rapat koordinasi dipimpin Kasub Direktur Jasa Angkutan Laut, Pujo Pujianto, untuk menindak lanjuti rencana pembangunan Kapal Wisata Glass Bottom, berdasarkan peraturan Presiden, serta arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perhubungan pada tanggal 16 Agustus 2019 yang menugaskan kepada Menteri Perhubungan untuk membangun kapal yang dapat melihat pemandangan bawah laut di Labuan Bajo dan Bunaken Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.

“Menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Perhubungan Jakarta untuk pembangunan Kapal Wisata Glass Bottom buat Manado dan Labuan Bajo dan direncanakan dua kapal wisata ini selesai 2021. Manado siap menerima dan mengoperasikan kapal wisata tersebut. ” Ujar Walikota Vicky Lumentut.

Hadir juga dalam rapat tersebut, Asisten III Setda Kota Manado, Bart Assa, Kadis Perhubungan Kota Manado, Michael Tandirerung, Kadis Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu, Kabag Pem-Humas Setda Kota Manado, Sonny Takumansang. (*/MS)

 

Banten, Sulutnews.com - Dalam rangka memerangi covid 19, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, siap  mendukung program Pemerintah Pusat dalam penanganan covid 19. Hal ini disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus saat menggelar rapat terbatas di  Gedung Journalist Boarding School (JBS) yang juga merupakan Pusdiklat Serikat Media Siber Indonedia (SMSI), yang terletak di Cilegon Banten, Jumat 3 April 2020.

Hadir dalam rapat, Penanggungjawab JBS, Rian Nopandra yang juga menjabat Ketua PWI Banten, Ketua Harian BPD-PHRI Provinsi Banten sekaligus  Konsultan Journalist Boarding School (JBS) GS Ashok Kumar, Sekretaris Litbang SMSI Pusat, Eddy Muhdi Zein. Rapat digelar  di ruang Meeting Hendro S Effendy.

Rapat digelar usai Presiden RI Joko Widodo memberi arahan terbaru dalam penanganan covid 19 pada Kamis (02/04/2020), yakni Rapid test massal, libatkan tokoh agama, stop ekspor alat kesehatan, insentif UMKM,  stok pangan dan jangan liburan.

Konsultan JBS, Ashok Kumar mengatakan, guna mendukung program penanganan covid 19 oleh Pemerintah Pusat, JBS yang terletak di Krotek, Cibeber Kota Cilegon, siap digunakan untuk membantu dalam penanganan covid 19 baik sebagai tempat menginap paramedis dan tenaga kesehatan atau media center covid 19. Oleh karena itu, menurut Ashok, pihaknya juga siap bersinergi dengan Gugus Tugas Covid 19 Pemerintah daerah.

"Agar terlaksana dengan baik, maka harus ada dukungan dari Pemkot Cilegon agar saling bahu membahu memerangi covid 19," ujarnya.

Senada dikatakan Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, menurutnya, terkait dukungan penanganan covid 19, pihaknya siap setiap saat untuk bersinergi.

"Sesuatu yang tidak dapat ditolak, jika JBS sebagai Pusdiklat SMSI  akan digunakan untuk penanggulangan tempat Tinggal Tim Medis atau tenaga kesehatan, maka selaku penjab Pusdiklat SMSI Pusat, kami siap sepenuhnya mendukung" ungkap Rian Nopandra yang akrap dipanggil Opan.

Opan juga mengatakan, dalam memerangi covid 19 perlu langkah nyata dalam penangannnya. Oleh karena itu, masyarakat pers tidak boleh tinggal diam, dengan terus membantu dan mendukung penanggulangannya.

"Membasmi covid 19 ini perlu kerjasama semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan juga pers. Semoga dengan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, covid 19 segera bisa dibasmi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Pusat,  Firdaus berharap masyarakat jangan panik dan tetap waspada.

 

"Jangan panik, apalagi selalu muncul rasa takut yang tidak perlu. Seandainya terjadi hal yang terburuk, kita terjangkiti virus itu, kita tetap harus berfikir positif dan tawakal bahwa  kemungkinan besar kita akan pulih," ucap Firdaus.

Pada kesempatan tersebut, Firdaus mengungkapkan,  JBS sebagai Pusdiklat SMSI akan disiapkan dalam rangka ikut berperan aktif mendukung program pemerintah dalam penanganan covid 19.

Usai rapat yang dilaksanakan marathon, dari pukul 13.00 wib, rombongan makan siang di Lobi Machmud Matangara, kemudian dilanjutkan ngopi bareng dan santap malam  di Coffe Shop Amir Machmud dan diakhiri dengan meninjau ruangan Journalist Boarding Scool(JBS) yang terdiri dari 10 standar room, 3 superior dan 2 Junior suite room ditambah dengan fasilitas meeting room, kitchen dan gudang serta coffee shop.(*).

JAKARTA, Sulutnews.com - Kamis, 26 Maret PWI Peduli Pusat, mulai mengirimkan paket bantuan kesehatan  untuk mencegah virus corona. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menerima bantuan pertama dari PWI Peduli Pusat yang kini  tengah menggalang dana dari masyarakat luas guna memerangi virus corona dan membantu penanggulangan dampaknya.

Paket dikirimkan oleh Sekretaris PWI Peduli Pusat Elly Pujianti via jasa pengiriman setelah berkoordinasi dengan Ketua M Nasir dan Bidang Distribusi Karim Paputungan.

Paket berupa sanitizer, masker beserta vitamin diterima oleh Wakil Ketua PWI Kota Bogor Billy Adhyaksa di Kantor Jalan Kesehatan, Tanah Sereal.

Hanupis

"Hanupis (Hatur Nuhun Pisan - Terima Kasih Banget," ucap Kang Billy dalam Bahasa Sunda via pesan WhatsApp kepada Elly.

Isolasi

Diberitakan sebelumnya, belasan wartawan menjalani isolasi mandiri setelah mengikuti jumpa pers Wali Kota Bogor Bima Arya yang belakangan diketahui positif terinsfeksi virus corona.

Dia sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan selama sepekan.

Bima Arya berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan menjalani isoladi di RSUD Bogor sejak pekan lalu.

Dari lingkaran keluarga diperolah informasi, Bima Arya tidak menjalani tindakan medis ataupun diinfus, kecuali dikasih vitamin. Isolasi dimaksudkan supaya tidak menyebarkan virus ke orang lain.

"Al-hamdulillah sekarang Kak Bima sehat banget. Kuncinya enjoy life dan social media distancing," tulis kerabatnya.

"Apa pesan Bima Arya?"

"Stay positif, stay happy and healthy," katanya merujuk pada sikap positif, bahagia dan jaga kesehatan.

Diungkapkan pula bahwa Wali Kota Bogor berpuasa mengkonsumsi pesan-pesan di media sosial yang bernada negatif.

Isolasi Mandiri

Adapun wartawan Bogor yang hadir pada kesempatan jumpa pers pekan lalu juga menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Paket dari PWI Peduli itu dimaksudkan sebagai bantuan pendamping.

Bantuan yang disalurkan oleh PWI Peduli itu sendiri berasal dari  titipan pengurus PWI, dan anggota, serta masyarakat antara lain pengusaha asal Kota Tangerang,  Kurniawan Tan dan Denny. (/PWI)

JAKARTA, Sulutnews.com - Pimpinan MPR bersama Kadin Indonesia, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, PWI Jaya, Komunitas ojek online Garda (Gabungan Aksi Roda Dua), MBI (Motor Besar Indonesia), Gerak BS, Mustika Ratu dan Yayasan Puteri Indonesia membagikan seribu paket alat penunjang kesehatan kepada wartawan dan pengemudi motor.

Aksi Solidaritas MPR unuk memerangi virus corona (COVID-19) ini dilaksanakan di lobi Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin siang (Senin, 23/3/2020).

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR, Bambang Soesatyo secara simbolis menyalurkan seribu paket berisi masker, sarung tangan, hand sanitizer, vitamin C hingga jamu kemasan siap minum melalui setiap perwakilan.

"Apa yang kita lakukan baru seujung kuku kecil, hanya seribu paket yang kita siapkan untuk saudara-saudara kita yang bekerja di lapangan, wartawan dan yang menarik ojek online," kata Bamsoet.

"Ya ini kan ada seribu, semua ada seribu tapi dibagikan ke perwakilannya langsung dari ojek online pakai mobil box diantar ke sentra-sentra ojek pangkal," lanjutnya.

Mantan ketua Komisi III dan ketua DPR periode 2014-2019 itu pun menyerukan agar anggota dewan dapat menyisihkan gaji atau dana resesnya untuk membantu penanggulangan penyebaran virus corona.

"Jadi MPR mendorong solidaritas untuk fight melawan corona," ucapnya.

Lebih lanjut, Bamsoet juga mengajak kementerian dan lembaga pemerintahan juga melakulan hal yang serupa.

"Misalnya, suasana libur gini di gerbang kementerian diberikanlah bantuan. Misalnya, atau melalui cara lain yang bisa membantu saudara-saudara kita yang di lapangan," pungkas Bamsoet.

Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari mengapresiasi kerja sama ini. Ia pun berharap kegiatan semacam ini juga diikuti instansi/lembaga lainnya demi meringankan beban masyarakat di masa tanggap bencana nasional COVID-19 yang telah ditetapkan sejak Jumat (20/3/2020) lalu.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsyah menyampaikan bahwa PWI Jaya Peduli saat ini tengah menggalang donasi yang nantinya dibelikan kebutuhan APD untuk dibagikan kepada wartawan dan warga pekerja informal.

Menurut Sayid pula, masyarakat sekarang sudah banyak menyadari pentingnya mencegah penularan virus corona. Salah satunya dengan mengikuti imbauan pemerintah agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama 14 hari ke depan dan social distancing.

Acara ini diikuti para Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Zulkifli Hasan, Fadel Muhammad, Arsul Sani, dan Jazilul Fawaid.

Kemudian tampak pula pimpinan Fraksi PPP MPR RI Syafullah Tamliha, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan  P Roeslani, Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandarsya, Ketua PWI Peduli M Nasir Koordinator Wartawan Parlemen Romdoni Setiawa, anggota DPD RI Yorrys Raweyai, Pengurus Yayasan Puteri Indonesia Mustika Ratu Mega Angkasa, Puteri Indonesia yang juga Duta MPR RI, Ayu Maulisa Putri dan Kalista Iskandar serta Ketua Umum Gerak BS Aroem Alzier.

Seperti diketahui jumlah orang positif corona di Indonesia saat ini sudah mencapai 579 orang. Rinciannya 49 meninggal dunia dan 30 orang sudah dinyatakan sembuh.(/PWI)

Qlue dan MDI Ventures meluncurkan Indonesia Bergerak, sebuah platform pelaporan warga dan informasi lengkap seputar Covid-19 di Indonesia


Jakarta, Sulutnews.com - 21 Maret 2020 - Qlue bersama beberapa startup Indonesia lainnya di bawah MDI Ventures, meluncurkan Indonesia Bergerak (https://indonesiabergerak.com/), sebuah insiatif anak bangsa yang bertujuan untuk membuat platform berbasis integrasi data, chatbot, dan pelaporan warga terkait perkembangan Covid-19 yang dapat diakses oleh publik. Masyarakat dapat melaporkan suspect Covid-19, kerumunan masyarakat, dan rumah sakit yang penuh melalui aplikasi QlueApp.

Founder & CEO Qlue, Rama Raditya, menjelaskan Qlue menambahkan tiga kategori baru di dalam aplikasi QlueApp sehingga masyarakat dapat melaporkan berbagai hal terkait virus corona. Laporan dari masyarakat akan divisualisasikan dalam bentuk peta yang dapat diakses oleh publik di dashboard https://indonesiabergerak.com/laporan-warga. Laporan masyarakat akan diintegrasikan dengan data-data lainnya, sehingga membantu orang untuk melihat sebaran Covid- 19 di seluruh Indonesia, mengurangi penyebaran corona dengan laporan kerumunan masyarakat, dan melihat data rumah sakit yang penuh.

“Sebagai startup dengan misi untuk mengakselerasi perubahan positif di Indonesia, Qlue menggunakan seluruh sumber daya dan inovasi teknologi yang kami kembangkan untuk membantu pemerintah Indonesia bergerak bersama dalam mengatasi pandemi Covid-19. Mulai hari ini Qlue mengaktifkan ekosistem smart city dengan menyediakan QlueApp sebagai platform warga untuk melaporkan dan memantau perkembangan Covid-19 dan aplikasi QlueWork (aplikasi manajemen tenaga kerja/workforce management) yang digunakan petugas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di lapangan untuk mengoordinasikan berbagai tugas secara efektif dan efisien,” kata Rama Raditya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, partisipasi dari Qlue dan startup anak bangsa lainnya membantu BNPB dalam memberikan pemahaman dan informasi yang cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam melaporkan suspect Covid-19, kerumunan masyarakat yang dapat berpotensi menyebarkan virus corona, hingga data rumah sakit yang penuh sangat dibutuhkan BNPB sebagai data untuk analisis dan menentukan langkah selanjutnya dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

Doni menyatakan, “Peran startup karya anak bangsa seperti Qlue ini patut kita apresiasi sebagai wujud nyata peran sinergi antara BNPB dengan seluruh pihak untuk tetap fokus mengurangi dampak penyebaran Covid-19. Inisiatif startup karya anak bangsa ini akan membantu BNPB membuat kebijakan strategis dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kolaborasi BNPB bersama Qlue ini telah kami rintis sejak 2017 lalu untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana di seluruh Indonesia, dan saat ini BNPB meningkatkan kerjasama dengan Qlue untuk berada di gerbong yang sama untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.”

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga, menyambut baik dan mengapresiasi langkah Qlue dan startup lainnya di bawah koordinasi perusahaan modal ventura Telkom Indonesia, MDI Ventures, yang berinisiatif membantu pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kementerian BUMN melalui MDI Ventures menyiapkan inovasi digital yang dapat membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan, pelaporan, dan sosialisasi mengenai penyebaran Covid-19 terhadap masyarakat.

Arya menambahkan, “Sesuai arahan Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir, Kementerian BUMN fokus untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin. Seluruh BUMN sedang berusaha untuk memutus persebaran rantai Covid-19 di Indonesia. Indonesiabergerak.com merupakan wujud nyata dari BUMN di bidang digital untuk menekan persebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Semoga kolaborasi di bawah MDI Ventures ini bisa membantu masyarakat dalam membantu pemerintah menekan laju persebaran Covid-19.”

Managing Partner MDI Ventures, Kenneth Li, menjelaskan sebagai perusahaan modal ventura di bawah Telkom Indonesia, MDI Ventures terpanggil untuk membantu Indonesia untuk bergerak bersama dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Dalam waktu singkat, kami mempersiapkan Qlue dan startup lainnya di bawah MDI Ventures untuk berkolaborasi menyiapkan sebuah platform yang dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan perkembangan informasi secara real-time serta berpartisipasi dalam melaporkan perkembangan virus corona di lingkungannya.

Kenneth Li mengatakan, “Kami bangga bisa menciptakan wadah di mana startup-startup terbaik di bawah MDI Ventures berkolaborasi dan membuat sesuatu yang nyata dan positif bagi Indonesia. Dengan menggabungkan inovasi teknologi dari Qlue, Kata.ai, Qiscus, dan Volantis, masyarakat Indonesia bisa bergerak dengan melaporkan berbagai isu terkait Covid-19 melalui aplikasi QlueApp atau memantau potensi wilayah pandemi Covid-19 melalui platform https://Indonesiabergerak.com. Semoga platform ini bisa memacu startup lain dalam mengembangkan sesuatu untuk membantu pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid- 19.”

“Dalam situasi seperti ini kita semua harus bersatu dan bahu membahu agar Indonesia dapat mengalahkan virus corona. Kami percaya, pandemi ini dapat dihentikan jika seluruh masyarakat bersatu untuk saling menjaga, dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus dan melaporkan potensi penyebaran virus corona melalui aplikasi QlueApp. Satu langkah kecil bisa menyelamatkan kesehatan ribuan orang di sekitar Anda. Saya yakin kita semua dapat melalui ini bersama.” tutup Rama Raditya.

Qlue - Indonesia Bergerak 2: Laporan Warga terkait COVID-19 dapat dilihat secara real-time di https://indonesiabergerak.com/laporan-warga

*QlueApp tersedia di dalam App Store dan Google Play secara gratis

Tentang Qlue

Didirikan pada 2016 lalu, saat ini Qlue telah menjadi startup teknologi yang menghadirkan solusi kota pintar paling komprehensif di Indonesia. Dengan misi mempercepat perubahan positif di seluruh dunia, Qlue membangun platform solusi smart city berbasiskan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT) dan Mobile Workforce. Selama tiga tahun, Qlue menerima berbagai penghargaan, seperti pemenang Global Smart City oleh World Smart City Organization di London (2018), Best M-Government Service Award dari World Government Summit di Dubai (2019), Startup of the Year (Asia Pacific) dari Jumpstart Magazine, Hong Kong (2019) dan The Best IoT ASEAN dari RiceBowl Startup Awards, Malaysia (2020).

Qlue berkomitmen untuk menerapkan berbagai solusi teknologi kota pintar untuk sektor pemerintah dan swasta di Indonesia. Solusi Qlue saat ini terdiri dari QlueApp (aplikasi pelaporan warga), QlueVision (analisis video CCTV berbasis kecerdasan buatan), QlueWork (mobile workforce management), QlueDashboard (platform visualisasi data), dan QlueSense (solusi produk berbasis IoT). Solusi teknologi Qlue membantu pemerintah dan swasta dalam pengambilan keputusan berbasis data. Saat ini, Qlue dipercaya oleh lebih dari 50 klien dari lembaga pemerintah, organisasi bantuan bencana, kota satelit, perusahaan swasta di berbagai industri, dan agen pemerintah di Indonesia.(*/)

Jakarta, Sulutnews.com - Beberapa hari yang lalu, tepatnya Rabu, 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah virus corona Covid-19 secara resmi telah mencapai tingkat pandemi.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Dewan Mohammad Nuh, dalam siaran persnya yang diunggah ke Youtube https://youtu.be/fEnQgiwJsAI, Rabu (18/3/2020), mengatakan bahwa, bangsa indonesia sedang mengalami ujian yang sungguh sangat luar biasa yaitu covid 19. Oleh karena itu dalam suasana yang seperti ini, lanjut Nuh, kebersamaan bersatu untuk melawan Covid 19, menjadi kuat dibandingan kita semua.

Namun demikian menurut M. Nuh, dunia media terutama kawan – kawan jurnalis yang ada di depan, harus terus meliput, memberikan informasi apa  yang sedang berkembang di masyarakat tentang Covid 19.

"Tetapi tetap, urusan etika jurnalistik obyektifitas menjadi bagian dari yang tidak terpisahkan, saya memberikan apresiasi yang sungguh sangat luar biasa kepada kawan- kawan jurnalis," ujar M. Nuh.

"Meskipun suasana sangat khusus tetapi kawan – kawan jurnalis tetap menjalankan tugas suci  yaitu memberikan informasi yang proper kepada masyarakat," imbuh M. Nuh.

Masih dalam siaran persnya, M. Nuh juga  berpesan kepada para insan pers untuk benar-benar menjaga kesehatan.

"Kita  tidak ingin kawan –kawan jurnalis tertular covid 19. Sehingga prinsip-prinsip dasar di dalam peliputan yang terkait dengan covid 19, APD (Alat Pelindung Diri-red), tetap harus diperhatikan dengan baik, jangan sampaik kita meliput Covid 19 tetapi sekali lagi Na’udzubillah justru itu ada kawan-kawan  yang terpapar Covid 19," papar M. Nuh.

Selain berpesan kepada para awak media, M. Nuh juga  berharap perusahan pers  di suasana ekosistem perusahan pers saat ini, tetap harus mengacu pada protokol-protokol penangan Covid 19.

"Kami dari dewan pers memberikan dukungan penuh  agar kita semua dapat bersama –sama  bersatu melawan Covid 19. Sehingga Indonesia tetap tegak, teguh dan semakin jaya," pungkas M. Nuh.(*/SMSI)

JAKARTA, Sulutnews.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat khusus terkait perkembangan kasus Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari di Kantor PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebonsirih, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020).

Rapat digelar sebagai bentuk partisipasi aktif PWI Pusat dalam menghambat penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan membuat instruksi dan imbauan kepada semua pihak.

  1. Pertama, PWI Pusat menginstruksikan kepada semua pengurus PWI untuk menunda semua kegiatan sampai minimal 2 minggu ke depan atau mengikuti keputusan pemegang otoritas terkait penanganan Covid-19.
  2. Kedua, PWI Pusat meminta kepada mitra PWI baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah untuk memahami kebijakan terkait penundaan sejumlah kegiatan tersebut hingga sekurang-kurangnya sampai 2 minggu ke depan.
  3. Ketiga, PWI Pusat mengimbau kepada para wartawan agar tetap melengkapi alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan saat melakukan liputan terkait Virus Corona atau Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari setelah menggelar rapat khusus yang dihadiri para pengurus harian.

Atal S Depari menambahkan, beberapa kegiatan yang ditunda itu di antaranya adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Safari Jurnalistik, Sekolah Jurnalisme Indonesia, sejumlah pememberiaan penghargaan atau award yang akan diselenggarakan oleh SIWO PWI Pusat.

“Di samping itu, PWI Pusat juga meminta PWI Provinsi untuk menunda rencana pelantikan pengurus PWI yang semula telah dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2020 ini,” ujar Atal S Depari.

Beberapa pelantikan pengurus PWI Provinsi yang ditunda adalah PWI Provinsi Bali dan PWI Provinsi Jawa Timur.

Demikianlah siaran pers pernyataan PWI Pusat terkait kasus Covid-19 ini disampaikan, Atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

Sekjen PWI Pusat

Mirza Sulhadi

No HP: 0818213831

Jakarta, Sulutnews.com - Setelah sebelumnya melakukan diskusi secara bergilir dari Menara Kompas dan di iNews Centre MNC,  Media Task Force Sustainability yang dibentuk Dewan Pers kembali menggelar kajian rutinnya di Gedung Dewan Pers, Jumat (13/3/2020).

Seperti sebelumnya, pada diskusi ini dihadiri perwakilan dari asosiasi media dan wartawan untuk membahas keberlangsungan media di Indonesia. Kali ini mendatangkan beberapa narasumber: Grace Amelia, Group Digital Director Dentsu Aegist Network Indonesia, Edi Taslim, CEO Kaskus/GDP Group. Suryo Utomo, Dirjen Pajak Menteri Keuangan

Sebagaimana diketahui, kelompok kerja keberlanjutan Media (Media- Sustainability) ini adalah sebuah kelompok kerja yang dibentuk berdasar SK Dewan Pers No 12/SK-DP/I/2020, dengan masa kerja selama satu tahun, dimulai dari 7 Januari hingga 31 Desember 2020.

yang bertugas untuk mengurai problem media di era digital serta merumuskan alternatif regulasi bagi pemerintah dan stake holders media untuk menjaga keberlangsungan media di Indonesia.

Agus Sudibyo sebagai Koordinator Task Force, mereview terlebih dahulu rumusan-rumusan yang sudah disepakati sebelumnya.

Pria berkacamata ini mengingatkan bahwa tujuan Task Force ini bukanlah untuk menolak keberadaan platform digital di Indonesia, meski dalam banyak hal sudah merugikan media di Indonesia secara ekonomis, tapi untuk merumuskan rancangan regulasi supaya kompetisi media di Indonesia berlangsung secara fair dan transparant.

Menurutnya, platform digital sebagai new media, mesti duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan media konvensional yang sudah ada.

Kelompok kerja (Pokja) Keberlanjutan Media (Media- Sustainability) yang di bentuk Dewan Pers ini, terdiri dari Agus Sudibyo (koordianator merangkap anggota), Arif Zulkipli (sekretaris merangkap anggota), Ahmad Djauhar (anggota), Agung Dharmajaya (anggota), Mirza Zulhadi (PWI), Abdul Manan (AJI), Makroen Sanjaya (IJTI), Purwanto (SPS), Santi Ruwyastuti (ATVSI),   Teguh Suharjono (AVTLI), Candra Sinaga (PRRSNI), Wenseslaus Manggut ( AMSI), Wilson Lumi (SMSI), Kemal Effendi Gani (Forum Pemimpin Redaksi), Andry Novelino (PFI), Agung Suprio (KPI Pusat), Bambang Harymurti (tokoh masyarakat), dan Imam Suyudi (tokoh masyarkat).

Bernardus Wilson Lumi, perwakilan dari  SMSI, sewaktu ditanyakan tentang materi-pembahasan dalam diskusi,  mengatakan, materi  terkait rumusan regulasi, masih terus dalam penggodokan tim. Jika ditanyakan hasilnya, saya tidak punya wewenang untuk menyampaikan kepada publik. Saya secara berkala melaporkan hasil diskusi kepada Ketua Umum SMSI, karena kami di tunjuk untuk mewakili SMSI. "Apapun materinya, secara berkala saya bersama Deliarnur terlebih dahulu akan menyampaikannya kepada ketua Umum" ujarnya.(*/SMSI Pusat)