Nasional

Nasional (773)

Rembang, Sulutnews.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, sudah selesai dan kemarin hari Selasa (13/11) resmi di tutup. Kilas balik kita coba menelusuri bagaimana tanggapan dari beberapa warga setempat tentang pelaksanaan TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang.

Pagi ini sudah tampak ada keramaian beberapa warga di warung milik pak Oblang (Panggilan akrab), (33), Desa Pasedan, yang sedang minum kopi bersama, seperti biasa kebiasaan warga Rembang dan sekitarnya, istilah ngetrendnya sekarang "KOPDAR". Mereka berkumpul sembari main Bilyard untuk hiburan dan berkompetisi dalam ketepatan dan keakuratan membidik bola Bilyard agar masuk ke lubang. Rabu (14/11)

Hendro salah satu warga Pasedan mengatakan, "Semenjak jalan Pasedan sudah bagus, warga Ngotoko terlihat banyak yang lalu lalang dijalan, termasuk teman saya ini yang baru main Bilyard dengan saya juga orang Ngotoko."

Lebih lanjut Hendro mengungkapkan, "Saya pribadi, sangat senang jalan Desa kami dibangun TMMD, Desa kami jadi tambah ramai, dan sepertinya menambah semangat Mobilitas warga. Dimana yang sebelumnya pada males keluar karena jalannya rusak, sekarang sepertinya mereka tampak Enjoy dan sangat menikmatinya."

Dari tanggapan beberapa warga setempat, keberadaan dan hasil yang diberikan TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang, sudah mereka rasakan. Jadi tujuan program TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang sudah tepat sasaran dan sesuai apa yang diharapkan. Bersinergi dan membantu pemerintah dalam hal percepatan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat, dengan membantu kesulitan-kesulitan masyarakat dimulai dari bawah (Pembangunan Desa). (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Kebersamaan selama 30 hari prajurit TNI dan warga masyarakat seguyup rukun kompak dalam pelaksanaan kegiatan program Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103 Desa Pasedan. (14/11)

Keberadaan Bintara Pembina Desa ( Babinsa ) di tiap-tiap desa merupakan ujung tombak terdepan dalam pelaksanaan tugas sebagai aparat keamanan sebagai mitra kerja dengan kepala Desa dan perangkat desa lainnya.

Bapak Kusman selaku kepala Desa Pasedan mengucapkan terimakasih atas sinergitas Bapak Babinsa selama ini berjalan dengan baik dan selalu membantu setiap pelaksanaan tugas yang ada di desa.

" Terimakasih sekali dengan adanya Babinsa sebagai motivator setiap kegiatan dan mitra kerja untuk saling berkordinasi demi  berjalan nya pemerintah daerah yang baik dan sinergitas TNI bersama Rakyat terjalin dengan baik ". ungkapnya

Untuk daerah pedesaan apa pegunungan Babinsa dibekali Sepeda Motor dinas demi menunjang pelaksanaan tugas dilapangan dengan baik. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang, telah resmi ditutup oleh Komandan Korem 073/Mkt. Selesainya TMMD ditandai dengan upacara penutupan yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Kemadu, Kecamatan Sulang pada hari Selasa (13/11) silam.

Anggota Satgas TMMD terdiri dari beberapa satuan, diantaranya personil Batalyon Infanteri (Yonif) 410/Alugoro, yang bermarkas di Kabupaten Blora.

“Alugoro” merupakan Lambang Satuan dari Yonif 410. Lambang tersebut selalu melekat dalam sanubari anggotanya.

Dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke 103, anggota Yonif 410/Alugoro, membuat prasasti yang melambangkan satuannya.

Prasasti dibuat di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang tempat dilaksanakannya TMMD Reguler ke 103 Tahun 2018.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Pasca penutupan program TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang, masyarakat Pasedan masih merasakan kehilangan. Hal itu terlihat dari kegiatan ibu-ibu muda yang mengasuh anaknya di rumah bekas posko TMMD, Rabu(14/11).

Murni(28) warga Desa Pasedan Rt 5 Rw 1 salah satu dari mereka mengatakan bahwasanya masyarakat Pasedan merasa sangat kehilangan atas kepergian Satgas TMMD.

“Desa kami yang biasa ramai dengan kegiatan TMMD mendadak sepi, Kedekatan bapak-bapak TNI dengan warga semakin membuat perpisahan terasa mendalam,” ungkap ibu satu anak tersebut.

Program TMMD meningalkan banyak kenangan bagi warga Pasedan dan sekitarnya. Walaupun hanya dalam waktu yang singkat yaitu 30 hari, tetapi kedekatan mereka terasa sudah lama.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Murti (27) warga Dukuh Ngotoko Rt 02 Rw 8 yang sehari-hari bekerja sebagai petani merasakan tuah dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Ketika pulang dari ladang, Murti dengan berjalan kaki diatas jalan makadam yang baru dibangun Satgas TMMD Kodim Rembang beberapa hari yang lalu. Sambil menggendong kayu bakar tak henti-hentinya mulutnya berucap syukur atas dibangunnya jalan Ngotoko-Pasedan oleh Satgas TMMD.

“Alhamdulillah semuanya sekarang jadi bagus, jalan yang dulu jelek sekarang menjadi bagus, terimakasih pak tentara semuanya sekarang terasa lebih baik,” ucapnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim Rembang telah resmi ditutup. Selama sebulan penuh Satgas TMMD bergelut dengan pekerjaan demi memakmurkan dan mengatasi keterisolasian wilayah pinggiran Kabupaten Rembang.

Serda Nursalim, anggota Koramil 08/Sluke yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim Rembang,  saat ini bisa menikmati pagi harinya bersama Keluarga dirumah. Dengan segelas teh manis dan camilan seadanya, yang dihidangkan oleh istri tercinta.

“Mulai hari ini saya sudah tidak ke Desa Pasedan, karena TMMD sudah ditutup, biasanya pagi-pagi sekali saya sudah berangkat ke lokasi karena jaraknya yang cukup jauh, kini segelas teh buatan istri dapat saya nikmati bersama keluarga,”ungkapnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Berpisah dengan seseorang yang disayangi merupakan sesuatu yang sangat menyakitkan, kadang air mata mewarnainya Namun bagi Serma Sutarja, anggota Satgas TMMD Reguler 103 Kodim 0720 Rembang, kebersamaan terakhirnya dengan Rohmad (42) dipergunakan untuk berbincang-bincang mengeluarkan isi hati masing-masing.

Tak lupa juga ia memberikan wejangan positif yang membangun dan pesan-pesan demi kemajuan Desa Pasedan setelah TMMD selesai.

“Pergunakan fasilitas dan akses yang telah dibangun oleh Satgas TMMD, dan juga rawatlah sebaik baiknya agar dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Ucapnya.

Memberikan pesan serta inspirasi bagi salah satu warga desa sebelum dirinya undur diri setelah Upacara Penutupan TMMD 13 November 2018 ini, dan kembali ke kesatuan serta bertemu dengan keluarga yang sudah satu bulan lebih menunggunya di rumah.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Dengan di hadiri ketua RT Bapak Suraji beserta warga dan juga Babinsa Desa Pasedan Serda Umar Said  hari ini doa bersama di gelar, Rabu(14/11).

Wujud rasa syukur dan terimakasih warga kepada Tuhan YME atas suksesnya program TMMD di Dukuh Ngotoko, Desa Pasean, Kabupaten Rembang dengan menggelar syukuran kecil-kecilan.

Dengan membawa hidangan sederhana masakan dari warga ngotoko, syukuran hari ini berlangsung penuh khidmat

Warga ngotoko yang di wakili oleh bapak suraji selaku ketua RT mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME dan juga Babinsa Desa Pasedan mewakili para satgas TMMD  yang telah berjuang membangun jalan desa mereka sehingga menjadi lebih baik lagi.

Lebih lanjut lagi pak suraji mengungkapkan semoga kedepannya meski tidak lagi bertemu hubungan kekeluargaan di antara warga dan satgas dapat terus terjalin dengan baik.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Jalan di Desa Pasedan menuju Dukuh Ngotoko lokasi TMMD Reguler ke – 103 Kodim 0720/Rembang tampak sepi. Hanya satu dua motor yang melintas itu pun dari satu motor ke motor lainnya terdapat jeda cukup lama. Jelas kondisi ini sangat kontras dengan suasana beberapa hari sebelumnya.

TNI Manunggal Membangun Desa  Ke-103 Tahun 2018 di wilayah Kodim 0720/Rembang usai sudah. Upacara penutupan sebagai tanda rampungnya pembangunan infrastruktur, makadam dan cor jalan sepanjang 2.358 kilometer dan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Desa Pasedan ke Dukuh Ngotoko, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang pun sudah dilaksanakan. Maka tak heran kegiatan yang melibatkan personel TNI dan warga dalam membuat jalan dengan dana anggaran pemerintah kini sudah tak tampak lagi.

Dikala kerja suara molen dan canda tawa pun tak terdengar lagi. Suasana terasa sepi dan hening. Pak Suwawi warga Dukuh Ngotoko yang rumahnya ditempati prajurit satgas TMMD tidur dan makan dan bersama warga lainnya merasa kehilangan. “Kini tak ada lagi prajurit ramah yang membantu kami setiap hari,” ujar Suwawi.

Masih teringat dalam dirinya, warga dan personel TNI bahu membahu saling bekerjasama membuat jalan. Mengangkat batu bersama, menggali saluran di kedua sisi jalan hingga malam hari duduk dan ronda di pos Kamling.

Pasalnya juga personel Satgas TMMD yang berasal dari Yonif 410/Alg  tinggal dirumah, menurut pengakuannya bahwa bukannya merepotkan, malah sangat membantu.

“Kami juga belajar disiplin dari mereka,” kata dia.

Saya merasa bangga kedatangan personel TNI. Puluhan hari menginap beraktivitas bersama, terus terang saya merasa sudah seperti keluarga. Karenanya, pasca TMMD ini saya sangat kehilangan. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Upacara penutupan TMMD Reguler ke-103 Tahun 2018 Kodim 0720/Rembang resmi ditutup, segala kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan fisik maunpun Non-fisik telah terselesaikan.

Warga Dukuh Ngotoko Desa  Pasedan yang dulu jalanya susah dilalui pada saat turun hujan karena tanahnya berlumpur kini bisa melenggang dengan santai. Rasa bahagia juga dirasakan oleh Lasiman(27) warga Ngotoko RT 01/08 mengatakan Tmmd sangat membantu warga Dukuh Ngotoko dan sekitarnya.

“Setelah adanya program TMMD Reguler ke 103 dari Kodim 0720/Rembang, jalan dari Desa Pasedan sampai Dukuh Ngotoko sekarang sudah enak tidak ada batu yang kelihatan. Kalau keluar malam tidak takut bannya bocor lagi ditengah hutan,” ungkapnya.

Turunya Prajurit yang tergabung Satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang telah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Program TMMD Reguler 103 juga telah menyatukan pandangan masyarakat dengan prajurit TNI, Rakyat merasa bersatu dengan TNI yang melaksanakan kegiatan TMMD, sehingga pandangan masyarakat dengan prajurit TNI. Rakyat merasa bersatu dengan TNI yang melaksanakan kegiatan TMMD ini. (0720_Syaiful)