Nasional

Nasional (361)

Rembang, Sulutnews.com -Jalan Ngotoko-Pasedan menjadi sasaran TMMD Reguler ke 103 Tahun 2018 Kodim 0720/Rembang. Kamis (18/10), sebelum kegiatan TMMD dimulai, Babinsa Desa Pasedan Serda Umar Said mendatangi kerumunan warga. Serda Umar Said memberikan pengarahan kepada warga tentang pembagian pekerjaan yang harus diselesaikan.

Disepanjang jalan Ngotoko ada 3 (tiga) pekerjaan diantaranya pembangunan jalan makadam, pengecoran dan penimbunan kanan kiri jalan yang sudah dimakadam. Serda Umar Said membagi warga tersebut menjadi 3 bagian yang akan bergabung dengan satgas TMMD dimasing-masing sektor. Pekerjaan yang dilakukan oleh Satgas TMMD ini untuk kemakmuran masyarakat.

"Satgas TMMD berada disini cuma sementara, setelah pembangunan jalan jadi mereka kembali pulang, kalian lah yang nantinya merasakan dan menikmati jalan ini, maka bantulah kami," ucap Serda Umar Said.

Bagi rakyat, yang paling dirasakan manfaat program TMMD ini adalah mengangkat keterpurukan warga untuk segera bangkit dan maju, karena persoalan minimnya sarana dan prasarana terkadang menjadi sebab kemajuan menjadi lambat, dengan adanya TMMD yang lebih dikonsentrasikan pada pengerjaan-pengerjaan yang menyentuh kepentingan warga, seperti jalan dengan perlahan kemajuan itu bisa dirasakan, transportsai semakin mudah, aksespun semakin terbuka. Semoga saja semangat kemanunggalan TNI rakyat ini terus terjaga. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Kemanunggalan TNI dan Rakyat merupakan wujud kedekatan TNI dan Rakyat. Dalam kegiatan Tentara Manunggal membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang berlokasi di Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu adalah bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat, dimana TMMD kali ini akan membangun beberapa  infrastruktur desa juga bermacam-macam kegiatan non fisik.

TNI dalam peranya selalu berbuat dan berupaya meberikan yang terbaik untuk rakyat. Disepanjang jalan yang sedang dalam pengerjaan sekitar lokasi TMMD, terlihat seorang penjual almari yang sedang melintas ini mengalami kesulitan saat melintas dijalan ini dimana almari yang di bawa untuk dijual hampir jatuh, saat itu pula salah satuanggota satgas TMMD langsung membantu memperbaiki posisi almari yang hampir roboh itu. (18/10)

“Lain kali hati-hati ya Pak.” Ungakap Sertu Umar Said Anggota Satgas TMMD yang sedang melintas menuju Poskotis.

“Terimakasih Pak Tentara atas pertolonganya dan sudah bantu saya,” ungkap penjual almari. “Mudah-mudah jalan yang dibangun oleh Bapak-Bapak TNI cepat jadi, dan saya tidak kesulitan lagi melintas dijalan ini.” Tambahnya. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Satgas TMMD Reg ke 103 Kodim 0720/Rembang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Rembang untuk memberikan penyuluhan kehutanan bertempat di Balai Desa Pasedan .

Danramil 08/Sluke Kapten Arh Sumijan yang saat ini diberi tanggung jawab kegiatan menyampaikan, penyuluhan kehutanan ini masuk dalam sasaran non fisik dalam program TMMD Ke 103 Kodim Rembang.

“Bukan hanya fokus dalam satu kegiatan sasaran fisik dan sasaran tambahan saja tetapi sasaran non fisik juga harus dilaksanakan” Terang Danramil Sluke Kapten Arh Sumijan, Kamis (18/10/2018).

Dalam kesempatan yang sama Dinas Kehutanan Kabupaten Rembang  Bpk Sumarto mengatakan, penyuluhan kehutanan sangat penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan hutan karena ada sanksi hukum bagi masyarakat yang salah memanfaatkan hutan, disamping itu masyarakat yang tinggal di sekitar hutan akan meningkatkan kesejahteraannya. Hutan merupakan ekosistem hayati yang saling berkaitan langsung dengan kelangsungan  manusia, untuk itu kita wajib untuk menjaga kelestariannya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bapak Kusman Kepala Desa Pasedan mengucapkan terimakasih kepada Kodim 0720/Rembang yang telah memberikan banyak wawasan melalui program TMMD Reg ke 103.

“Kami jadi mengerti tentang manfaat hutan bagi kehidupan manusia dan rasa syukur ternyata hutan juga dapat dikelola untuk meningkatkan perekonomian kami,” tuturnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Sasaran fisik dalam pelaksanaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103, diantaranya pengerasan jalan (macadam). Pengerjaan sasaran ini telah di mulai dari kegiatan pra sebelum TMMD sendiri dibuka pada senin 15 Oktober yang lalu. Pra TMMD dilaksanakan mengingat banyaknya sasaran yang diprogramkan TMMD.

Proyek fisik yang terbesar di TMMD Reguler 103 Tahun 2018 Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang, adalah betonisasi dan makadam jalan. Dengan waktu yang sesingkat ini, setiap harinya kami perlu memaksimalkan personil, baik dari jajaran TNI maupun warga. jelas Pasiter Kodim 0720/Rembang, Kapten Inf Wardiyana. Kamis (18/10/2018)

“Pekerjaan sudah berjalan beberapa hari, jalan makadam yang sudah terselesaikan sudah mulai terlihat hasilnya. Target keseluruhan panjang jalan madakam 2.300 meter dan lebarnya 2.5 meter.” Jelasnya

Menurut Kapten Wardiyana, TMMD yang menginjak hari ke-4 ini, personil TNI dan masyarakat setempat dimaksimalkan dibagi ke sejumlah titik sasaran. Diantaranya ke proyek makadam, betonisasi, RTLH dan pembangunan pos Kamling. Pihaknya mengucapkan banyak terimaksih kepada warga Dukuh Ngotoko dan Desa Pasedan yang antusias membantu dalam penyelesaian proyek fisik TMMD. Pungkas Kapten Wardiyana.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 saat ini masih pada tahap pengerasan dasar jalan dan pengecoran.  Terkait itu,  anggota TNI dan Polri serta warga tetap semangat melaksanakan pengerjaan jalan yang akan dibeton (betonisasi) dalam sasaran TMMD. (18/10/18)

Berbagai cara dilakukan untuk selalu menciptakan sinergitas diantara TNI, POLRI, dan masyarakat, seperti yang dilakukan oleh jajaran anggota Polsek Bulu, Polres Rembang, bersama anggota Satgas TMMD dan warga masyarakat Desa Dukuh Ngotoko, Kecamatan Bulu melaksanakan kegiatan Bakti TNI dalam rangka TMMD. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan dari sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat.

“Dengan kerja bakti ini dapat mewujudkan sinergitas diantara kami,” terang Danramil 05/Bulu Kapten Inf Mustamir. Terlihat anggota Satgas TMMD dan Polri bahu membahu dengan warga melakukan pengurukan pasir dan koral, yang akan dibuat jalan/betonisasi dalam program fisik TMMD.

Program TMMD Reguler ke 103 TA. 2018 Kodim Rembang dilaksanakan untuk membantu pemerintah dalam upaya memberdayakan wilayah pertahanan, meningkatkan akselerasi pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi hakekat ancaman yang ada.

Program TMMD yang melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan aspirasi dan kepentingan masyarakat di pedesaan.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Untuk mencapai sasaran pasukan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0720/Rembang yang dipusatkan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang, anggota Satgas harus berjalan kaki menuju lokasi pengecoran.

Pasukan TMMD 103 yg ke lokasi Dukuh Ngotoko di antaranya Yonif 410/Alugoro dan beberapa teknisi dari Yon Zipur 4/TK. Ada juga dibantu warga masyarakat setempat.

Serda Mochtar  salah satu anggota Satgas TMMD yang akan berangkat ke lokasi merasa senang, karena di tengah perjalanannya dia bertemu dengan Kartini-kartini pejuang desa yang juga akan berangkat menuju lokasi TMMD untuk ikut serta kerja bakti.

“Kalau saya ibaratkan perempuan-perempuan Desa Pasedan ibarat bidadari perang, mereka di rumah harus melayani suami, dan ketika di lokasi TMMD mereka bekerja bak prajurit perang yang tidak mengenal menyerah. Karena beratnya medan yang dilalui, sehingga untuk menuju lokasi TMMD dengan jalan kaki," ujar Serda Muchtar.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Pagi hari setiap akan mengawali kegiatan Komandan Kompi (Danki) Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) selalu melaksanakan pengecekan kepada personilnya.  Kegiatan ini bertujuan untuk pengecekan kesiapan personil dan materiil.

Danki Satgas TMMD Lettu Inf Supriyanto menyampaikan ”Kami tidak mau buang-buang waktu, pukul 07.00 Wib apel pagi sudah dimulai, langsung saya lakukan pengecekan personil, berdo’a dan selanjutnya pembagian tugas di masing-masing sasaran fisik,” kata Lettu Inf Supriyanto.

 Dalam apel tersebut Komandan SSK menyampaikan evaluasi hasil kerja yang sudah dilaksanakan dan sasaran yang akan dikerjakan. Kegiatan ini rutin dilakukan sebelum melaksanakan aktivitas.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Tidak hanya berperan sebagai garda terdepan dalam mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat kompleks, seperti ikut serta membantu percepatan pembangunan di daerah. Khususnya di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0720/Rembang saat ini tengah menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang. Kamis (18/10).

Diwaktu istirahat siang pelaksanaan program TMMD ke 103 Kodim Rembang, anggota Satgas TMMD ke 103 bersama masyarakat setempat, berbincang serta bersenda gurau sambil menikmati makanan siang ala kadarnya. Tim Satgas bersama masyarakat optimis bahwa pengerjaan jalan TMMD selesai dengan waktu yang direncanakan. Walaupun dengan menu seadanya terasa nikmat saat menyantapmya.

Praka Rokim salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan guna menjalin rasa kebersamaan antara TNI dengan masyarakat sekitar. “Melalui makan bersama ini juga, kita dapat menjaga kekompakan dan kebersamaan yang selama ini terwujud dengan masyarakat serta sebagai sarana komunikasi dalam kegiatan program TMMD ke 103,” ungkapnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Tim Kesehatan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) memiliki tugas mendukung dan menjaga kesehatan personel Satgas selama pelaksanaan TMMD yang telah dimulai sejak tanggal 15 Oktober 2018 lalu.

Sesuai kebijakan Komandan Satgas bahwa tim kesehatan juga turut melayani masyarakat umum yang ingin berobat. Satgas Kesehatan yang diawaki 2 (dua) personel Poskes Kodim 0720/Rembang. Disetiap harinya selalu dipadati oleh pasien yang hendak berobat, di lokasi TMMD Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Kamis (18/10/2018).

Bintara Kesehatan Serma Warko mengungkapkan, setiap hari berkeliling ke sasaran memastikan para anggota maupun warga yang turut membantu di TMMD ini tetap terjamin kesehatannya. Seperti mengantisipasi adanya luka akibat goresan maupun kecelakaan kerja lainnya, juga setiap malam posko kedatangan masyarakat untuk ikut berobat.

“Tentu saja dengan senang hati kita melayani warga meskipun pengobatan pada tahap penanganan awal dan pengobatan ringan untuk lanjutan telah berkomunikasi dengan Puskesmas setempat dalam mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,”ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Letkol Arh Andi Budi Sulistianti membenarkan pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran khususnya tim kesehatan untuk juga melayani masyarakat khususnya di wilayah TMMD dan pengobatannya tidak dipungut biaya atau gratis.

“Meskipun kita belum menyelenggarakan pengobatan massal, namun saya menerima laporan bahwa banyak masyarakat yang datang untuk berobat. Kita sangat senang karena antusias warga untuk berobat begitu tinggi. Ini menunjukan keberadaan kita disini diterima dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,”tuturnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 wilayah Kodim 0720/Rembang resmi dibukan beberapa hari yang lalu..

Pasca dibukanya kegiatan yang menyentuh masyarakat itu, membuat semua Satgas TMMD wajib mengangkut material atau bahan baku untuk memperlancar proses pembangunan program TMMD yang difokuskan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang.

Puluhan kilometer jarak tempuh dari Kecamatan Bulu ke Dukuh Ngotoko itu dan butuh perjuangan serta kemampuan lebih dalam mengemudi kendaraan.

Pasalnya kondisi jalan yang dilintasi bagaikan medan off road, melintasi perbukitan, tanjakan tinggi, bahkan harus diterpa debu jalanan.

"Bahkan ada salah satu kendaraan satgas sempat terpeleset, kita harus menempuh perjalanan yang beresiko," ujar Wadan Satgas TMMD, Kapten Cpl Rusdi, Kamis (18/10/2018).

Meski demikian kata Rusdi, hal itu justru membuat semangat pihaknya bersama personel satgas TMMD untuk terus berjuang, membangun sejumlah item pekerjaan untuk kebutuhan desa setempat seperti makadam jalan sepanjang 2,3 kilometer.(0720_Syaiful)