TNI Manunggal

TNI Manunggal (719)

Rembang, Sulutnews.com - Suparno, (48), warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, setiap hari harus rela mengorbankan tenaganya untuk menjadi pengemudi kendaraan Pick-Upnya mengantarkan warga setempat dalam membantu pekerjaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, dari depan Balai Desa Pasedan ke Dukuh Ngotoko. Minggu (11/11)

"Karena warga banyak sekali yang ikut bekerja ya gimana lagi kalau saya tidak ikut serta membantu mengantarkan mereka, dan hal seperti itu sudah biasa disini, setiap hari saya dengan kendaraan Truk dan Patroli Kodim sama-sama pulang pergi antar jemput warga," ungkapnya Suparno.

"Kendaraan kecil tetapi jumlah orang yang menumpang banyak sekali. Tapi saya sungguh bangga dengan mereka yang mau mengorbankan waktunya untuk tujuan besar untuk kepentingan bersama, walaupun berdesak-desakan, mereka malah justru senang dan gembira, bahagia bersama dalam perjalanan dan pekerjaan." Pungkasnya. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Capek dan lelah setelah melaksanakannya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -103 tak membuat putus  semangat untuk terus melakukan kegiatan demi mengisi waktu sambil istirahat. (11/11)

Segala sesuatu ada niat dan kemauan pasti ada jalan dan bisa sesibuk apapun kegiatan TMMD Reguler ke -103 di Desa Pasedan anggota Satgas TMMD membuat sangkar burung untuk  nantinya dibawah pulang ke asrama.

Lettu Inf Supriyanto Selalu Danki Satgas TMMD Reguler ke -103 mengatakan ide kreatif seorang prajurit muncul setelah diluar asrama demi mengisi waktu istirahat meluangkan sejenak membuat sangkar burung karena di Desa Pasedan kayu begitu murah dan gampang.

" Sambil menunggu waktu kerja saya gunakan untuk berkreasi biar nantinya ada kenangan  merupakan oleh - oleh dari penugasan TMMD dikodim 0720/ Rembang ". ucapnya

Rasa capek tidak menghalangi dalam berkreasi anggota Satgas TMMD Reguler ke -103 memang mempunyai keahlian tersendiri dan bisa berguna selain diri sendiri juga orang lain. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Aparat gabungan Satgas TMMD  dan Warga  dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga membersihkan sisa metarial, Minggu (11/11)

Pembersihan Material di Sisi Bahu Jalan Dilakukan Satgas TMMD dan Warga jelang berakhirnya program Tentara Manunggal Membangun Desa TMMD Reguler Ke-103 Kodim 0720/Rembang yang berlangsung di Desa Pasedan , Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Anggota Satgas TMMD dan warga  diterjunkan untuk mengambil dan mengumpulkan sisa - sisa matrial, karena untuk membersihkan sisa material yang masih menumpuk di bahu jalan desa itu masih dipenuhi pasir, batu kerikil dan yang bisa membahayakan pengguna jalan.

“Anggota Satgas dan Warga masyarakat ,bersatu untuk berbaur  bersama-sama membersihkan sisa matrial pasir dan split di sepanjang bahu jalan yang masih bisa  di gunakan untuk kebutuhan lainnya,” kata Danki TMMD Lettu Inf Supriyanto.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Satuan tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim Rembang di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, tidak hanya bergelut dengan alat pertukangan dan batu belah bahan makadam jalan saja. Terlihat beberapa anggota Satgas TMMD dijalan Desa Pasedan dengan membawa bambu beserta umbul-umbulnya, Minggu(11/11).

Pemasangan umbul-umbul dimaksudkan untuk memeriahkan Upacara penutupan TMMD yang dilaksanakan pada Selasa tanggal 13 November 2018 mendatang. Dipimpin Serka Sumbito, para anggota Satgas TMMD membawa dan memasang umbul-umbul yang sudah disiapkan. Serka Sumbito menyampaikan bahwa pemasangan umbul-umbul ini untuk memeriahkan Desa Pasedan.

“Karena akan dilaksanakan Upacara Penutupan TMMD, jadi desa sini harus meriah, maka kami pasang umbul-umbul sebagai tanda sedang dilaksanakannya TMMD dan siap sambut Upacara penutupan TMMD,” ujarnya.

Pelaksanaan TMMD di Desa Pasedan sudah berjalan beberapa pekan yang lalu. Saat ini TMMD sudah memasuki tahap akhir. Beberapa kegiatan pembangunan sudah selesai dilaksanakan dan sudah bisa dinikmati oleh warga. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, berhasil merubah jalan desa menjadi jalan rabat beton. Jalan yang dibangun tersebut menghubungkan Dukuh Ngotoko dengan Desa Pasedan.

Guna meralisasikan perbaikan jalan tersebut, warga setempat juga rela mengorbankan sebagian tanahnya. Tercatat, belasan warga harus rela sebagian tanahnya dipakai untuk perluasan jalan. Salah satunya adalah Mbah Seger (55) warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan. "Saya ikhlas memberikan tanah ini untuk dipakai perluasan jalan. Warga mendapat banyak keuntungan jika kondisi jalan sudah halus," ujar Mbah Seger.

Selain melancarkan mobilitas warga, jalan yang diperbaiki dan diperlebar secara otomatis juga membuat harga tanah di desa setempat naik drastis. Sebelum jalan diperbaiki, harga tanah hanya sekitar Rp 20 juta per petak (250 m²). Itupun sangat jarang warga tertarik membeli tanah di desa setempat karena akses jalan yang hanya bisa dilalui sepeda motor.

"Setelah jalan diperbaiki, harga tanah berangsur naik. Ada salah satu warga yang sudah menjual tanahnya, dan laku Rp 25 juta per petak," jelas Mbah Seger. Jum’at (09/11)

Warga lain, Ngadimin juga mengaku senang karena jalan desa sudah diperbaiki lewat program TMMD. Kondisi jalan menjadi halus dan lebih lebar.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang menyimpan berbagai macam sumber daya alam, banyak nya batu membuat inspirasi dan kreativitas bagi warga masyarakat Dukuh Ngotoko.

Sebelum adanya program Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103 kegiatan warga masyarakat Dukuh Ngotoko belum di ketahui oleh luar Desa Pasedan, dengan adanya Program TMMD sehingga segala sesuatu termasuk pengrajin pembuat batu asah pisau bisa terkenal dan menjual batu asah ke luar daerah seperti Bapak Nuryanto (30).

Bapak Nuryanto asal Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan Rt 01 Rw 08 mengatakan saya menjadi pengrajin batu asah sudah lama, tanpa menyia-nyiakan kesempatan saya gunakan untuk berkreasi dengan menggunakan batu alam ternyata batu asah asal Dukuh Ngotoko sangat diminati banyak orang bukan di Desa Pasedan saja.

Dengan alat gerinda untuk membuat batu asah dia mengatakan, “Dukuh Ngotoko banyak sekali potensi alamnya, termasuk goa Lawa, durian dan banyak lagi ". ungkapnya

Sikap sederhana yang ditunjukkan oleh dua bapak ini dengan renda hati pelan tapi pasti membuat batu asah yang sudah banyak pesanan. (0720_syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -103 Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, seluruh anggota Satgas TMMD harus menempati rumah warga masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang erat dengan anggota satgas TMMD dan anggota keluarga. (10/11)

Pemandangan terindah tempat sederhana tanpa kasur berbusa tanpa guling ini yang menjadi tempat tidur bagi anggota satgas TMMD Reguler ke -103, kesederhanaan ini tidak semewah hotel berbintang anggota Satgas TMMD dengan pulas dan nikmat nya tidur di atas velbet.

Dandim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto.S.Sos mengatakan saya perintahkan seluruh anggota yang tergabung satgas TMMD Reguler ke -103 harus tidur, makan dan mandi dirumah warga masyarakat biar selalu terjalin keakraban dan tali silaturahmi biar setelah purna menjadi kenangan terindah bagi warga masyarakat Desa Pasedan.

" Semua anggota satgas TMMD harus bisa menyatu dengan warga masyarakat yaitu harus tidur dirumahnya ini bentuk kemanunggalan TNI bersama Rakyat ". jelasnya

Memang TNI selalu bersama Rakyat di lokasi TMMD Reguler ke-103 ini merupakan bentuk bahwa TNI tidur seperti ini layak nya hotel berbintang sehingga benar - benar merasakan seperti inilah kehidupan sehari-hari Rakyat pedesaan .

Melalui program TMMD Reguler ke -103 TNI bersama pemerintah daerah untuk melaksanakan mengentaskan program kemiskinan dengan cara dimulai pembangunan diwilayah pedesaan apalagi Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu tempat nya boleh dibilang terpencil dan terisolir maka TNI dan pemerintah daerah menyentuhnya dengan program TMMD. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com – Jalan dikaki gunung ceker memang semula terjal tapi dengan adanya Program TMMD Reguler ke -103 sudah baik dan bisa dilewati, memang belum begitu sempurna terkendala masalah anggaran dan jarak pembangunan yang begitu panjang, untuk proses selanjutnya akan diteruskan oleh pemerintah desa.

Program Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD) Reguler ke -103 sudah 99%. Sekarang bisa dilewati kendaraan roda empat, nampak siswa - siswi sekolah dasar negeri 1 Pasedan pulang sekolah ikut mobil angkut material TMMD. Jum’at(10/11)

Kapten Inf Wardiyana selaku pasiter Kodim 0720/Rembang menyatakan program TMMD Reguler ke-103 awal pembangunan fisik berupa pengecoran jalan dan makadam untuk proses selanjutnya akan dilanjutkan oleh pemerintah desa.

" Proses pembangunan jalan arah Dukuh Ngotoko harus proses pengerasan dulu atau makadam, karena jalan yang semula sempit terjal kalau langsung di aspal nanti bisa ambles ". ucapnya

Pembangunan fisik berupa pengecoran jalan arah Dukuh Ngotoko tidak semuanya dicor hanya tanjakan saja yaitu 420 meter,dan yang lainnya makadam 2.358 meter.

Dengan kondisi jalan sekarang yang bisa dilewati membuat anak- anak sekolah dasar ini merasa senang dan ceria seperti yang di ungkapkan oleh Gading ( 10 )

"Saya merasa senang karena sekarang bisa naik sepeda motor kalau pergi sekolah kali ini saya ikut numpang mobil milik Tentara," jelasnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Hari ini tampak Wagiman, (40), warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, dengan warga lainnya, sedang membuat saluran PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) untuk fasilitas warga sekitar, di jalan masuk ke arah Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. Sabtu (10/11)

“Saluran PDAM ini kami buat karena warga sekitar akhir-akhir ini sudah mulai kekurangan air bersih, rencananya kami akan membuat tempat penampungan air untuk kepentingan bersama, dan terkait hal tersebut kemarin sudah dibahas dalam Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa),”kata Wagiman.

“Sebelumnya kami juga mendapatkan bantuan air bersih berkali-kali dari pak TNI yang sedang melaksanakan TMMD di Dukuh Ngotoko, berhubung masih banyaknya kebutuhan warga dengan air maka kita mempunyai kesepakatan untuk membuat saluran PDAM ini,” lanjutnya.

“Terimakasih banyak kepada pak TNI yang sudah membantu kami disini, dengan jalan yang baru diperbaiki di Dukuh Ngotoko, seolah membuat kami mempunyai semangat baru,” imbuhnya.

“Nanti rencananya setelah pekerjaan ini selesai, kami juga akan membantu pekerjaan TMMD, tapi mungkin agak siangan. Sepertinya pekerjaan TMMD juga sudah mau selesai, jadi dalam membantu tidak seperti dulu pada saat-saat awal pekerjaan.” Pungkasnya. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Sebelum berangkat menuju lokasi pengerjaan makadam dalan dan pengecoran jalan diwilayah ini, terlihat seorang warga sedang menujukkan sesuatu kepada salah satu Anggota Satgas TMMD dibelakang rumahnya. Sabtu (10/11)

Berbagi ilmu antara Satgas TMMD dengan warga dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko. Keakraban pun terjalin antara warga masyarakat setempat dengan Satgas TMMD seiring berjalannya waktu mereka saling mengenal dan sangat akrab.

Dengan penuh rasa yakin Bapak Agung (42) warga Dusun Ngotoko Rt 02/01 Desa Pasedan menunjukkan tanaman pohon “wangon” kepada Serda Haryanto. Dimana tanaman tersebut konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

“Ini tanaman apa Pak” Tanya Serda Haryanto.

“Orang sini menyebutnya pohon wangon Pak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat, dan bisa menyembuhkan beberapa penyakit.” Jawab Pak Agung. “Caranya pun sangat mudah, cukup dengan merebus daunnya setelah dingin lalu diminum airnya.” Pungkasnya.

Dari obrolan ringan tersebut Serda Haryanto mendapatkan satu ilmu lagi dari warga setempat. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi yang terjalin antara warga dan Satgas TMMD  sangat baik dan positif.  (0720_Syaiful)