TNI Manunggal

TNI Manunggal (301)

Torut,Sulutnews.com - Pada hari Kamis 15 Oktober 2018 tepat jam 09.00 Wib Di Lapangan Desa Karre Penanian Kec. Nanggala Kab. Torut, telah dilaksanakan Upacara Pembukaan TMMD Reg Ke 103 dengan tema ''TNI MENUNGGAL DENGAN RAKYAT DALAM MEWUJUTKAN DESA YANG MAJU SEJAHTRAH DAN DEMOKRATIS." Berdiri sebagai Irup (Inspektur Upacara) Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si Bupati Toraja Utara berjalan dengan lancar dan aman.

Hadir dalam Upacara Pembukaan TMMD Reg Ke 103 sebagai berikut : Kolonel Inf. Taufik Sobri ( Danrem 142 / Tatag ), Letkol Inf. Muh Imasfi, SE. ( Dandim 1403 / SWG), Letkol Inf. Agung Ismail Akbar ( Danyon 721 / mks), Letkol Caj Iwayan W. (Kasi pers 142 / Tatag) , Kasi Ter Rem 142 / Tatag, Mayor Inf. Muh. Amin (Kasi ops 142 / Tatag) , Letkol Chb. Jupri (Dandem Hub. Rem142 Tatag), Letkol Cpm. Tabi Pasenggong, SH., MH. (Danden Pom pare-pare), AKBP Julianto Sirait, SH., Sik. (Kapolres tator), Rinto Kadang, ST. ( Wakil Bupati Torut), Jefry P. Makadepua, SH., MH. (Kajari Makale Tana Toraja), Timotius Djemei, SH., MH. (Kepala Pengadilan Makale Tana toraja), Para OPD Kab. Torut beserta Tamu dan Udangan kurang lebih  500 orang.

Pelaksanaan TMMD Reg 103 yang akan dilaksanakan di Karre Penanian ini, adalah sebagai sarana Silaturahmi bagi Instansi Pemerintah, TNI maupun Polri bagi masyarakat, serta sebagai wujud pemeliharaan dan pembangunan insfraktustur bagi daerah pedesaan agar dalam perkembangannya desa-desa terpencil maupun yang masih tertinggal dapat secara perlahan sejajar dengan desa-desa lainnya. Serta dapat memperbaiki perekonomian dengan mempermudah akses maupun jalur dan insfrakturtur didalam desa tersebut.(/Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Disepanjang jalan menuju lokasi upacara pembukaan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang Desa Kemadu Kecamatan Sulang, banyak warga yang dengan antusias menantikan kedatangan Wagub Jateng Bapak Tajyasin Maiamoen besrta rombongan dalam kegiatan Upacara Pembukaan TMMD.Senin (15/10)

Saat kedatanganya, Wagub langsung menyalami pelajar SD sebelum menuju tenda kehormatan yang sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara. Walau hanya sesaat Wakil Gubernur Jateng menyempatkan bersalaman dengan pelajar SD Negri 1 Sulang yang dengan antusias menyambut kedatangannya. Penuh rasa bangga dan senang para pelajar SD Negeri 1 Sulang ini karena bisa langsung bersalaman dengan  wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

TMMD bukan hanya sekedar membangun infrastruktur didesa, akan tetapi  TMMD  Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang juga mempersatukan semua kalangan. Terbukti orang nomor 2 di provinsi jawa tengah itu terlihat sangat dekat dan penuh keakraban dengan para pelajar SD. Moment tersebut menjadikan TMMD  membawa dampak yang positif dan TMMD akan selalu dikenang.(0720_Wunardi)

Rembang, Sulutnews.com - Bukan hanya dari adat serta budaya lokal Jawa Tengah saja yang turut memeriahkan upacara pembukaan TMMD Reguler ke-103 yang berlangsung di Dukuh Ngotoko Desa Pasedan, Senin (15/10). Para Persit Kodim 0720/Rembang ikut unjuk gigi memeriahkan Tari Gemu Famire.

Sejenak mengulik tentang tari Gemu famire  adalah salah satu tarian tradisional yang diperankan oleh Persit Kodim Rembang. Tarian ini juga termasuk jenis tarian masa kini yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Tak pandang jenis kelamin baik pria mau pun wanita, tak pandang usia baik tua mau pun muda. Tari gemu famire ini merupakan salah satu tarian tradisional yang sudah terkenal  dan sering ditampilkan di berbagai acara, baik  hiburan, mau pun acara budaya lainnya.

Sedangkan nama tari gemu famire sendiri sangat mudah dipelajari, sehingga Instansi manapun setiap ada kegiatan lomba senam gemu famire dengan penuh keceriaan. Sehingga sangat cocok untuk semua warga khususnya diwilayah Rembang. .

Dalam kegiatan upacara pembukaan TMMD yang berlangsung di wilayah Kabupaten Rembangi, ada yang menarik untuk disimak dan disaksikan. Yaitu pemandangan dan atraksi seni budaya yang jarang ditampilkan di seputar wilayah Jawa Tengah. Pentas seni dan budaya yang ditampilkan setelah kegiatan upacara pembukaan TMMD ini dibawakan oleh putra-putra asli Rembang.

Tidak heran mereka  telah biasa dan tampak luwes dalam membawakan tarian gemu famire yang dipertontonkan dalam kegiatan upacara pembukaan TMMD tersebut.  Sehingga membuat penonton begitu antusias, ini dikarenakan pada saat sebelum ditampilkan mereka sudah terbiasa dan sering melakukan tarian gemu famire  yang sangat populer bukan hanya di  Rembang  saja tapi sudah banyak dikenal di nusantara.(0720_Wunardi)

Rembang, Sulutnews.com - Salah satu dari tugas pokok TNI selain melaksanakan Operasi Militer Perang ( OPM ) Juga melaksanakan Operasi Militer Selain Perang ( OMSP ) seperti yang di lakukan oleh Komando Distrik Militer ( Kodim ) 0720/Rembang yaitu melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) Reguler ke - 103 di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu. Senin(15/10)

Para anggota satgas TMMD Reguler ke -103 saat ini memanggul senjata sudah biasa, tetapi bila ada TNI membawa Cetok, Cangkul dan kebyok ( sapu lidi-red ) itu luar biasa bersama warga masyarakat untuk melaksanakan pengecoran jalan.

Kegiatan program TMMD Reguler ke-103 yang di laksanakan kodim 0720/rembang mendapat tanggapan positif dan luar biasa dari warga masyarakat Desa Pasedan karena baru kali ini ada program seperti ini.

Bapak Kusman selaku Kepada Desa mengucapkan terima kasih sekali dengan adanya program TMMD Reguler ke -103 Dukuh Ngotoko bisa tersentuh dan kedepannya bukan hanya Dukuh Ngotoko aja tetapi warga masyarakat sekitar Desa Pasedan bisa menikmatinya nya.

Hal ini yang luar biasa bagi anggota satgas TMMD Reguler ke-103 adalah setiap pagi setelah apel yang di bawa nya  cangkul,Cetok kemudian bekerja bakti bareng masyarakat,ini sebuah kegiatan yang luar biasa apalagi dilakukan selama satu bulan penuh.

Yang lebih menarik,para anggota satgas TMMD Reguler ke-103 rela meninggalkan keluarga nya untuk berbakti kepada masyarakat,tanpa ada alasan apapun mereka selalu siap di tempat kan dimana saja.

"Selama satu bulan mereka harus meninggalkan keluarga, kemudian juga selama program TMMD Reguler ke -103 senjata yang biasanya dipakai Laras panjang kini hanya menggunakan cangkul,Cetok dan kebyok, inilah pengabdian yang tulus TNI kepada masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata di wilayah". Ujarnya(0720_Wunardi)

Rembang,Sulutnews.com - TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 TA. 2018 Kodim 0720/Rembang,  telah secara resmi oleh Wakil Gubernur Jateng H. Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) di lapangan Desa Kemadu Kec. Sulang Kab. Rembang Propinsi Jawa Tengah.(15/10/18).

Kedatangan Wagub Jateng tersebut disambut dengan tari Gambyong yang diperagakan oleh siswi-siswi SMAN 1 Kecamatan Sulang Asuhan Ibu utari Guru SMAN 1 Sulang.

Tari gambyong adalah salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Tari ini dipertunjukkan pada saat upacara panen dan hendak akan menanam padi. Masyarakat percaya tarian ini untuk memanggil Dewi Sri atau Dewi Padi agar ia memberikan berkah kepada sawah mereka dengan hasil panen yang maksimal.

Namun tarian ini di pertunjukkan untuk menyambut kedatangan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen yang akan membuka kegiatan upacara pembukaan TMMD reguler tahun 2018 yang berkaitan dengan kemakmuran rakyat setempat.

Para penari gambyong juga selalu menggunakan selendang sebagai pelengkap kostum tarian mereka. Selendang yang digunakan bewarna kuning ini menurut pengasuhnya warna kuning melambangkan kekayaan dan hijau sebagai lambang kesuburan.

Para penari ini juga dirias dengan cantik supaya terlihat lebih mempesona ketika menarikan tarian gambyong ini. Selain itu, para penari dihias oleh beragam aksesoris seperti: Gelungan, sampur, kemben, stagen, jarit, gelang, dan kalung.

Secara terpisah Komandan Kodim 0720/Rembang Letnan Kolonel  Arh Andi Sulistianto S.Sos.  mengucapkan terima kasih kepada kelompok-kelompok seni yang mau ikut memeriahkan pelaksanaan upacara pembukaan TMMD, karena tanpa dimintapun mereka mau ikut memberi dukungan moril kepada Satgas kami dilapangan. (0720_Wunardi)

Rembang, Sulutnews.com - Dalam Upacara pembukaan TMMD Reg 103 di dukuh Ngotoko Desa Pasedan komunitas Jeep ikut meramaikan pelaksanaandalam  pembukaan upacara di lapangan Kemadu Kecamatan Sulang, (Senin, 15-10-2018)

Warga Desa Pasedan sangat senang karena bisa terlibat di dalam kegiatan seperti ini,karena momen ini sangat jarang bisa di ikuti selain itu juga komunitas Jeep  di Rembang ikut berpartisipasi dalam kegiatan TMMD karena ikut menyumbang dana untuk pembangunan RTLH untuk warga yang tidak mampu.

Bapak Kusman (Kepala Desa) Pasedan menyatakan kegiatan seperti ini sangat bermangfaat bagi komunitasnya karena dapat membantu warga yang membutuhkan.

Komunitas Jeep juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto. S.Sos karena di ijinkan untuk ikut membantu kegiatan tersebut dan nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Bapak Kusman (Kades) sangat berharap kedepannya bila ada kegiatan yang bersifat sosial,komunitas Jeep di Rembang selalu siap membantu dalam bentuk apapun.

Beliau juga menyampaikan pesan moralnya,”Apa yang bisa kamu lakukan dengan hobby mu,bukan apa yang kau dapat dari hobby mu.Sebuah renungan untuk bersama bagaimana selalu bisa berbuat yang berguna untuk orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. (0720_Wunardi)

Rembang,Sulutnews.com - Kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103. TA. 2018 sudah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah. Kegiatan dilokasi TMMD ditengah cuaca yang begitu panas dan terik membuat anggota satgas membutuhkan air minum yang lebih Senin 15/10/2018.

Sebuah warung kecil di lokasi TMMD, sebut saja Mbak Mariyati. Mengungkapkan bersyukur dengan adanya TMMD di desa, karena Bagangan saya laris manis dibeli TNI yang bekerja, penjualan saya tambah karena bapak TNI mampir minum dan jajan di warung saya,ungkapnya.

Disela waktu istirahat siang, anggota Satgas tidak sedikit yang sengaja datang untuk istirahat dan menikmati jajanan di warung mbak Mariyati yang bertempat Desa Pasedan Kecamatan Bulu yang terkenal enak dan murah serta pelayanan yang ramah, sehingga banyak dikenal oleh anggota Satgas.

"Selain tempatnya yang strategis dan murah, nyaman juga untuk sekedar menghilangkan capek, dan jajanan yang cocok untuk dinikmati saat cuaca panas seperti ini," ucap serda hindarto Satgas TMMD.(0720_Wunardi)

Rembang, Sulutnews.com - Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103 Kodim 0720/Rembang Ta.2018 Desa Pasedan resmi di buka Senin (15/10/2018 ) semarak upacara pembukaan mulai terlihat dengan datang nya truk pengangkut siswa-siswi SDN 1 Pasedan.(15/10 )

Seksi angkutan (Siang) Komando Distrik Militer ( KODIM ) 0720/Rembang mulai dari pagi sudah menjemput siswa-siswi SDN 1 Pasedan untuk ikut dalam kegiatan upacara TMMD Reguler ke - 103 dilapangan sepak bola Desa  Kemadu, dengan keterbatasan Desa Pasedan yang tidak mempunyai lapangan sepak bola sehingga untuk pelaksanaan upacara pembukaan TMMD Reguler ke-103 pinjam lapangan sepak bola desa tetangga.

Sertu Sukri anggota Siang Kodim 0720/Rembang mengatakan persiapan sudah di laksanakan semenjak gladi bersih upacara yang dilaksanakan Sabtu (13/10/2018 ) jadi segala sesuatu sudah dipersiapkan.

"Tugas pokok Siang adalah melakukan pengangkutan baik itu personel maupun material dan siap melayani setiap kegiatan Kodim". ucapnya

Pembukaan TMMD Reguler ke-103 yang di hadiri H. Taj Yasin Maemoen Wakil Gubernur Jawa tengah selaku Inspektur Upacara, hadir dalam acara tersebut Danrem 073/Mkt, Dandim 0720/Rembang, Bupati Rembang, Kapolres Rembang, Kejaksaan Negeri Rembang, Danpos AL Rembang ,Dandenpom Blora, Kepala Depag Rembang dan pejabat lainnya, sorak - Sorai siswa-siswi menambah suasana jadi hidup dan lebih meriah.

Kegembiraan ini di alami siswa yang bernama Falih ketika naik truk terasa gembira, pengalaman ini tidak terulang kalau tidak ada acara TMMD Reguler ke -103 sambil membawa bendera merah putih teriak merdeka.

" Senang sekali bisa naik truk bapak Tentara bersama teman-teman nya walaupun berdesakan suasana jadi rame". Ucapnya(0720_Wunardi)

Rembang, Sulutnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bersama PMI Kabupaten Rembang, Senin(15/10/2018).melaksanakan donor darah di Desa Kemadu, kecamatan Bulu Kabupaten Rembang. Setidaknya terdapat 65 Pendonor dari warga setempat yang ikut menyumbangkan darah mereka bagi warga yang membutuhkan.

Letkol Arh Andi Budi Sulistianto mengatakan saat ini stok darah PMI membutuhkan darah yang banyak untuk mengantisipasi masyarakat yang memerlukan bantuan darah secara darurat pihaknya pun mengapresiasi respon masyarakat yang ikut menyumbangkan darahnya dalam kegiatan donor darah.

"Donor ini merupakankan kegiatan sosial, semoga ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, donor darah juga membuat pendonornya akan lebih sehat lantaran ada regenerasi darah dalam tubuh," ujarnya.

Sementara itu Sutari, warga yang mendonorkan darahnya di PMI Kabupaten Rembang. Setidaknya setiap tahun 2 sampai 3 kali mendonorkan darahnya.

"Ketika Habis donor darah itu kok badan terasa "enteng" dan segar. Kata dokter Budi, memang disarankan demikian rajin donor, alhamdulillah saya jarang sakit juga," ujarnya.(0720_Wunardi)

Rembang, Sulutnews.com - Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) Reguler ke -103 bersama warga Dukuh Ngotoko,,Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang membereskan samping kanan-kiri jalan makadam dengan alat tradisional yaitu Cangkul.Senin( 15/10)

Kegiatan warga bersama anggota satgas TMMD tidak mengenal lelah,panasnya matahari tidak membuat surut untuk terus menggali tanah tentunya menguras tenaga yang melelahkan. Semangat dalam menjalankan pekerjaan karena jalan yang dilewati akan menjadi lebih bagus dari sekarang.

Program TMMD Reguler ke-103 kodim 0720/Rembang tahun 2018 di Desa Pasedan merupakan kegiatan yang dilakukan bersama warga masyarakat untuk menumbuhkankan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap desanya,

Bapak Rusaman warga Dukuh Ngotoko Rt 1 Rw 8 mengatakan, “ Kulo kerja injih ikhlas wong niki deso kulo piyambak. Mugi-mugi dados berkah panjengan lan Kulo didamelake radosan sae injih namung meniko saget biyantu bapak tentara kerjo damel radosan nak mboten wonten progam kados ngeniki mboten di bangun". Ucapnya.

Sertu Sutahan anggota satgas TMMD Reguler ke-103 menyampaikan kebanggaan tersendiri bisa ikut dalam pelaksanaan kegiatan bersama warga masyarakat Dukuh Ngotoko. Cangkul dan ikrak merupakan alat tradisional yang dibawa para pekerja dalam menyelesaikan pekerjaan karena kalau kanan kiri jalan tidak di berem ( urug -red) nanti apabila musim hujan sudah datang membuat makadam jalan terkikis air hujan.

Jalan yang terjal berbatu kalau tidak ada sentuhan dari aparatur pemerintah bersama warga masyarakat terus kapan lagi ini semua demi kemanunggalan TNI bersama rakyat,demi memajukan perekonomian dan taraf hidup yang layak. (0720_Wunardi)