TNI Manunggal

TNI Manunggal (719)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg ke 103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, akan segera berakhir. Sesuai rencana awal, program TMMD Rembang ini, akan ditutup pada Selasa (13/11) esok hari.

Maka, sejumlah personel baik dari jajaran TNI maupun Instansi terkait, begitu serius melakukan sejumlah persiapan pelaksanaan upacara, termasuk menggelar gladi kotor dan gladi resik upacara penutupan TMMD ke-103 kodim Rembang ini.

Gladi kotor dan gladi resik kali ini dipusatkan di lapangan sepakbola Desa Kemadu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang

Komandan Kodim 0720, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S. Sos selaku Dansatgas TMMD 103 Rembang mengatakan proses pengerjaan pembangunan TMMD ke-103 baik sasaran fisik maupun non fisik sudah tuntas pada H-2. Sehingga pada H-1 Senin kemarin, dilaksanakan gladi kotor dan gladi resik penutupan upacara TMMD.

Satgas TMMD sudah melakukan persiapan yang matang dan sudah berkoordinasi dengan instansi lain yang terkait, serta masyarakat setempat.

"Pelaksanaan gladi kotor dan gladi bersih ini dimaksudkan agar semua personel sudah mengerti, akan peran dan posisi masing-masing saat melaksanakan  upacara nanti, sehingga saat pelaksanaannya tidak ada masalah," katanya.

Pihaknya berharap, saat pelaksanaan  penutupan TMMD cuaca mendukung, serta tidak ada hambatan dari awal pelaksanaan upacara sampai dengan akhir upacara penutupan TMMD Reg ke 103 Kodim 0720/Rembang selesai.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Suparno (52) Warga Desa Pasedan RT 1/1 memberikan apresiasi dan berterimakasih setinggi-tingginya kepada Dandim 0720/Rembang beserta anggotanya yang mana telah sukses melaksanakan programnya.

Kegiatan proyek pembangunan di antaranya betonisasi dan makadam jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler 103 yang diselenggarakan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.

Suparno saat dikonfirmasi mengungkapkan, warga Pasedan mendukung dan salut atas prestasi dan kesuksesan serta lancarnya kegiatan proyek pembangunan infrastruktur sasaran fisik selesai sebelum target waktu yang ditentukan. Sehingga memperlancar percepatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

 “Atas nama WargaPasedan, kami menyampaikan terima kasih kepada Dandim selaku Dansatgas TMMD beserta anggotanya yang sudah mengubah akses jalan dan bedah rumah bagi warga miskin melalui program TMMD," ungkap Suparno, salah satu warga yang sudah merasakan dampak positif dari pembangunan akses jalan.

Suparno menilai, apa yang dikerjakan oleh TNI, jelas untuk kepentingan rakyat Kabupaten Rembang umumnya warga Pasedan khususnya.

“Harus di akui bahwa kegiatan TMMD baru kali pertama dilaksanakan di kecamatan Bulu, dan manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tutur Suparno.

Ia menambahkan, berkat program TMMD ini, dampaknya sangat baik, akses jalan makin lancar.

"Semoga kesejahteraan masyarakat makin meningkat karena untuk proses jual beli hasil pertanian lebih cepat," tegasnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Tandem Roller adalah alat berat yang berfungsi untuk memadatkan dan menghaluskan struktur tanah. Alat bantu ini selama satu bulan turut andil memuluskan jalan sepanjang 2.358 meter di DesaPasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Alat tersebut termasuk dalam kategori tandem roller, sehingga penggilasan, pemantapan hasil timbunan dapat dengan baik dengan adanya gaya dinamis terhadap tanah.

Butir-butir pasir dan kerikil cenderung akan mengisi rongga-rongga batu gunung yang kosong sehingga jalan menjadi halus dan padat. Tentunya, ini akan lebih mengawetkan akses tembus antar Dukuh Ngotoko dengan Desa Pasedan.

Hadi Susanto (52) operator tandem roller dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang turut mensukseskan pembangunan jalan TMMD Reguler 103 Kodim 0720/Rembang. Ayah dari dua orang anak tersebut mengaku bangga bisa membantu kegiatan TMMD.

“Kerja sana dengan tentara menjadi pelajaran tersendiri buat saya, kedisiplinannya dan semangatnya sungguh luar biasa,” ucapnya.

Penggalian parit di kiri-kanan jalan, guna memaksimalkan berm jalan juga tentunya akan lebih memaksimalkan daya tahan makadam terhadap beban dari atas sehingga dapat lama digunakan sebagai jalur transportasi pertanian maupun perkebunan, pendidikan, perekonomian dan kepentingan lainnya.

Selain dirinya dan alat tersebut, faktor lainnya adalah cuaca, semangat para anggota Satgas TMMD dan masyarakat, ketersediaan material dengan dropping yang prima, serta karunia Tuhan yang menghadirkan TMMD Reguler 103 ke Desa Pasedan guna membuka keterisoliran penduduk dengan dusun, desa dan kecamatan lainnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Semua orang sudah tahu jika Indonesia memiliki beragam cerita dan tradisi unik, termasuk dalam hal makanan alias kuliner yang extrim. Salah satunya adalah “ Enthung “ begitu sebutan dari hewan itu, yang hidup di bawah daun jati kering, adanya hanya di kawasan hutan jati  seperti di Dukuh Ngotoko Desa Pasedan yang menjadi sasaran TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) Reguler ke – 103 Kodim 0720/Rembang.

Untuk menemukan kepompong ulat jati, penduduk Ngotoko mencari hewan kecil yang banyak mengandung protei ini di bawah daun kering pohon jati. Untuk menikmatinya pun bisa di goreng saja , karena dipercaya bisa menjadi jamu serta kaya akan protein.

Warga Ngotoko sering mengkonsumsi hewan ini dikala waktu menjelang musim penghujan seperti saat ini. Kebetulan di Ngotoko ada pelaksanaan TMMD yang besok pagi sudah penutupan, maka sekarang kami kenalkan kepada Satgas bahwa kepompong ulat jati ini ( enthung ) bisa dimakan. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang dilaksanakan di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Secara resmi TMMD dibuka tanggal 15 Oktober 2018 dengan ditandai pelaksanaan upacara pembukaan.

Pokok pelaksanaan TMMD berjalan dalam waktu satu bulan, kini tiba saatnya TMMD berakhir dan tentunya pada akhir TMMD juga ditandai dengan upacara penutupan yang rencana akan dilaksanakan besok tanggal 13 November 2018. Sebelum pelaksanaan upacara penutupan TMMD lebih dulu hari ini pukul 08.00 Wib dilaksanakan gladi bersih pelaksanaan upacara penutupan TMMD. Senin (12/11)

Upacara penutupan TMMD rencananya akan dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro yang didaulat sebagai Inspektur Upacara. Dalam gladi bersih ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S.Sos, yang juga sebagai Dansatgas TMMD Reguler ke 103.

Selesai gladi upacara Dandim menjelaskan bahwa “Gladi Upacara merupakan keharusan bagi kami sebelum dilaksanakannya upacara pokok, agar nanti pada pelaksanaan upacara dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses” (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com -    Kegiatan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 yang dilaksankan di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, hasilnya sangat dirasakan oleh warga Desa Pasedan terutama warga dukuh Ngotoko, karena akses jalan yang menjadi sasaran perbaikan dalam program tersebut adalah jalan satu-satunya menuju Dukuh Ngotoko.

Warga yang selama ini tidak pernah menikmati bagaimana mereka bisa jalan di jalan yang baik dan halus, tetapi saat ini mereka sudah merasa lega, karena jalan mereka sekarang sudah jauh lebih baik. Semua itu karena keberadaan Satgas TMMD Kodim Rembang yang secara bergotong-royong bersama warga memperbaiki akses jalan mereka.

Kegembiraan itu uga tak luput dirasakan oleh anak-anak Dukuh Ngotoko yang saat ini masih menuntut ilmu di SDN1 Pasedan. Mereka tampak dengan riang melintas dijalan barunya. Sambil bersendau gurau mereka berjalan melenggang bebas tanpa takut terantuk batu lagi.

“Kami senang jalanku sekarang sudah halus, sehingga tidak lagi takut jatuh’ terima kasih pak Tentara” ungkap salah satu anak Dukuh Ngotoko dengan wajah polosnya.

Tidak sedikit dari mereka dulu kakinya terantuk batu ataupun terpeleset, karena keadaan jalan sebelum diperbaiki oleh Satgas TMMD Kodim Rembang sangat memprihatinkan, jalan yang dulu berbatu dan berlumpur saat hujan. Kini sudah halus dan rata.

Diharapkan dengan adanya perbaikan jalan dari program TMMD Kodim Rembang saat ini, akan membawa perubahan yang positif kepada warga Desa Pasedan khususnya anak-anak dalam menuntut ilmu bisa lebih nyaman lagi. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -103 tinggal menghitung hari tinggalkan Desa Pasedan, seluruh kegiatan sudah selesai rasa gembira dan keakraban diluapkannya dengan cara Bakaran ikan bersama warga masyarakat Desa Pasedan, Sabtu(11/11)

Semenjak datang tidak kenal dalam pertengahan timbul keakraban dan saat ini perpisahan itu bagi anggota Satgas TMMD Reguler ke -103 sudah biasa tetapi bagi warga masyarakat Desa Pasedan merasa kehilangan, selama 30 hari bersama pasti ada kenangan yang tersimpan.

Anggota satgas TMMD Reguler ke -103 mempunyai cara unik untuk malam perpisahan menjelang purna TMMD melaksanakan Bakaran ikan dan makan bersama warga masyarakat. Sederhana tapi rasa kebersamaan membuat keakraban bagi warga masyarakat Desa Pasedan tidak pernah terlupakan. Sosok seorang TNI sopan santun dan ramah selama dilokasi maupun di rumah warga teringat sekali selama ini sudah membantu membangun jalan arah Dukuh Ngotoko.

Serda Bambang dari Yonif 410/ Alugoro yang tergabung Satgas TMMD Reguler ke -103 Kodim 0720/Rembang mengatakan selama bergaul dilokasi TMMD membuat warga masyarakat antusias Bekerja bersama bergotong royong melakukan kegiatan.

"Perpisahan secara sederhana tetapi banyak makna. Bakaran ikan dan makan bareng warga masyarakat membuat kenangan tersendiri ". ungkapnya

Kompak ada yg mencari kipas, kayu bakar dan menyiapkan nasi memang antusias warga masyarakat Desa Pasedan benar - benar timbul dari hati yang paling dalam sehingga selama kegiatan TMMD selalu dengan tulus ikhlas dalam melaksanakan setiap kegiatan. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulultnews.com - Di lapangan Sepakbola Desa Kemadu, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat Upacara Penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim Rembang, tanggal 13 November 2018 besok. Senin (12/11)

Karena tidak adanya lapangan di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, tempat upacara penutupan akhirnya dilaksanakan di Lapangan Desa Kemadu. Hasil koordinasi  antara Pasiter Kodim Rembang dengan Danramil Bulu Kapten Inf Mustamir supaya cari lapangan upacara yang bisa mencukupi pasukan upacara berskala besar. Karena upacara nantinya akan melibatkan pasukan dari TNI-Polri, Dishub, Yonif 410/Alugoro Blora, Siswa Siswi SMAN 1 Sulang, Siswa Siswi MTs Arrohman Bulu dan satuan pendukung lainnya serta warga masyarakat setempat.

Adapun persiapan yang tengah dilakukan Satgas TMMD antara lain pemasangan steger untuk Baliho, pemasangan umbul-umbul dan penyiapan lapangan serta melengkapi peralatan yang dibutuhkan selama upacara penutupan. Tampak hari ini Satgas TMMD telah mendirikan steger untuk pemasangan baliho dengan ukuran besar.

Termasuk didalamnya koordinasi dengan berbagai pihak untuk kegiatan tambahan yang akan mewarnai pelaksanaan upacara penutupan seperti pentas seni dan kegiatan lainya. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Menjelang berakhirnya kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu ini berbagai macam kegiatan pun terus dilaksanakan diwilayah ini oleh Satgas TMMD.

Salah satunya yaitu membantu pelayan posyandu yang disenggarakan diwilayah Desa Pasedan setiap sekali, tepatnya di lokasi sekolah PAUD Azzahro. Antusias warga setempat mengikuti kegiatan rutin tiap bulan ini sangat baik, sebab dengan kegiatan posyandu tersebut warga masyarakat Desa Pasedan dapat mengetahui perkembangan anaknya secara teratur. Senin (12/11)

Dalam kesempatannya Kapten Infanteri Budi Santoso menyempatkan diri untuk membantu petugas posyandu untuk menimbang berat badan anak-anak. Kebersamaan yang terjalin sejak dilaksanakannya kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang semakin akrap pula antara TNI dan warga setempat tak terkecuali ibu-ibu dan anak-anak diwilayah ini.

“Kegiatan posyandu tersebut untuk mengotrol dan mengetahui sejauh mana perkembangan anak-anak, baik itu kesehatan maupun berat badan,” Ungkap Kapten Budi Santoso. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com – Ada pertemuan pasti ada perpisahan, pernah bertemu sekarang berpisah ini merupakan gambaran tentang tugas pengabdian Satgas TMMD kepada warga masyarakat dalam mewujudkan impian warga masyarakat Desa Pasedan, yang ingin mempunyai akses jalan yang baik dan layak arah Dukuh Ngotoko.

Kebahagiaan dirasakan oleh Bapak Alwi (38) Desa Pasedan Rt 05 Rw 01 Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang setelah 29 hari rumahnya menjadi tempat tidur dan makan anggota Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -103.

Kenangan terindah yang dialami keluarga Bapak Alwi (38) bisa selama kegiatan TMMD bisa sama-sama dengan anggota satgas TMMD bercerita, bercanda saat ngopi bareng menjelang istirahat malam.

Bapak Alwi (38) Desa Pasedan mengatakan kebersamaan ini kok cuma sebentar berat sekali melepas kepulangan anggota Satgas TMMD Reguler -103 ini tapi saya menyadari mereka punya anak istri dan tugas berat sudah menanti, Senin (12/11)

" Saya sekeluarga minta maaf bila ada salah. Doa saya sekeluarga selalu menyertai anggota satgas TMMD semoga diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas". pungkasnya

Kebersamaan dan antusias warga masyarakat Desa Pasedan dalam menyambut program TMMD Reguler ke-103 sehingga selama dalam pelaksanaan kegiatan selalu di mudahkan dalam setiap urusan, semoga pembangunan fisik dan pembangunan non fisik bermanfaat bagi seluruh warga masyarakat Desa Pasedan dan sekitarnya. (0720_Syaiful)