TNI Manunggal

TNI Manunggal (301)

Rembang, Sulutnews.com - Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang selama ini menyandang status sebagai daerah terpencil dan terisolir. Atas dasar itulah, daerah tersebut kini menjadi Desa sasaran pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).

Upacara pembukaan TMMD dilakukan di lapangan Desa setempat, Senin (15/10/18). Hadir untuk membuka acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Komandan Korem 073 Makutarama, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Rembang.

Wakil Gubermur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi langkah TNI yang telah membuka peluang pembangunan di wilayah tersebut. Ia menyebut, program TMMD menjadi pemicu pembangunan yang bisa dilanjutkan oleh Pemda setempat.

Ini bisa jadi langkah, terlebih melihat kondisi Ngotoko inj yang seperti ini, pastinya program ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan sekali oleh masyarakat. Selanjutnya, Pemda yang melankutkan. Bukan hanya disini, Pemprov akan melakukan pemerataan pembangunan di 35 Kabupaten se Jawa Tengah.

Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arh Andi Budi selaku Komandan satuan tugas program TMMD tersebut menambahkan, rencananya pembangunan yang akan dilakukan yakni membuat jalan makadam dan cor sepanjang 2,2 kilometer yang membelah hutan setempat.

"Fisiknya yaitu pembuatan jalan, makadam, cor dan siskamling, itu sekitar 2,2 kilometer. Disitu nanti juga ada kegiatan non fisik. Sementara belum aspal, karena anggaran Pemda Kabupaten maupun pusat hanya sebesar Rp 600 juta. Tidak mungkin dana sekian untuk membangun aspal sepanjang 2,2 kilometer," paparnya.

Dukuh Ngotoko sendiri kondisinya saat ini tidak memiliki akses jalan yang layak untuk dilalui kendaraan bermotor. Untuk akses keluar masuk Dukuh, warga harus menembus hutan milik Perhutani yang kondisi jalan masih tanah. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Usai melakukan upacara pembukaan, para pejabat yang hadir meninjau langsung kondisi Dukuh yang terisolir itu. Mereka pun menaiki kendaraan khusus mobil off road untuk bisa mengakses lokasi terkait.

Program ini disambut antusias warga Desa setempat. Warga mengaku bersyukur, karena adanya program tersebut kini muncul harapan bagi warga setempat. Sejak lama mereka mengidamkan akses keluar masuk Desa yang layak.

Selama ini mereka harus bertahan dengan kondisi jalan yang terbilang tidak layak. Jalan setapak dengan kontur tanah bebatuan dan menanjak, membelah hutan wilayah Perhutani KPH Mantingan Rembang.

Kepala Desa Pasedan, Kusman bercerita Dukuh Ngotoko letaknya sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Pasedan. Seluruh fasilitas umum, seperti bidan Desa dan sekolah hanya ada di pusat Desa Pasedan.

"Anak-anak warga Ngotoko kalau mau berangkat sekolah ya harus jalan kaki. Mereka berangkat sekitar jam 05.30 setiap hari. Menempuh perjalanan kaki lebih kurang 1 jam," kata Kusman.

"Dulu juga pernah, ada ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan hendak dibawa ke bidan Desa di Pasedan. Karena aksesnya yang sangat susah ini akhirnya ibu ini melahirkan di jalan naik motor itu, beruntung semuanya kondisinya sehat," lanjutnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Komandan Kodim 073/Makutarama Kolonel Arm Moch Erwansyah S. IP M. Hum menyampaikan, selama ini jalur Desa Pasedan - Dukuh Ngotoko tidak dapat tersentuh perbaikan karena merupakan wewenang Perhutani. Untuk penyaluran program TMMD itu pun, Dandim mengakui memerlukan proses panjang mengurus perijinan dari Perhutani.

"Memang awalnya maju mundur sampai sekarang tidak dijadikan sasaran. Kenapa, karena saat itu tidak ada ijin dari Perhutani. Pada saat inventarisir kemarin, saya bertekad harus dapat ijin untuk bisa kemudian kita bangun jalan," paparnya.

Danrem 073 Makutarama, Kolonel Moch Erwansjah menyebut program TMMD tersebut sebagai stimulan bagi pemerintah daerah setempat untuk bisa memprioritaskan dan melanjutkan pembangunan di wilayah setempat.

"Kita sistemnya satu kegiatan menyasar satu titik lokasi. Kedepan, kalau memang ini masih memerlukan sejumlah pembangunan, agar dilanjutkan oleh pemda setempat," katanya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com – Tidak banyak yang tahu, Dusun Ngotoko Desa Pasedan, Kecamatan Bulu ternyata memiliki potensi alam mengagumkan, meski kondisi geografisnya berada di kawasan terpencil tengah hutan, perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Blora.

Potensi terpendam itu berupa buah durian, makam kakak beradik yang dipercaya dulunya murid Pangeran Diponegoro dan 4 buah gua.

Kepala Desa Pasedan, Kusman menjelaskan buah durian Ngotoko sudah cukup terkenal, memiliki rasa manis dan legit. Pihaknya ingin membuat kawasan agrowisata, dengan mengoptimalkan lahan milik desa, bekas SD N II Pasedan yang telah lama diregrouping.

Agrowisata tersebut nantinya akan digabungkan dengan wisata religi dan wisata alam Gua Lawa. Kebetulan terdapat 4 buah gua, tapi yang paling besar adalah Gua Lawa.

“Disebut Gua Lawa, karena banyak kelelawarnya. Saat masuk paling depan memang sempit, tapi setelah itu luas sekali. Lokasi ini air bawah tanahnya juga besar. Lha antar 1 gua dengan gua lain, berjarak 1 kilo meteran lah. Pihak kecamatan sudah pernah ke sini survei kok, “ kata Kusman.

Terkait wisata religi, menurutnya di Dusun Ngotoko ada makam kakak beradik, Surogino dan Surogendogo. Berdasarkan cerita turun temurun, keduanya murid Pangeran Diponegoro yang mengasingkan diri, saat dikejar pasukan penjajah Belanda.

“Jaraknya nggak terlalu jauh dari kampung kok. Saya pikir kalau potensi – potensi ini diberdayakan, akan mampu menjadi daya tarik warga luar desa untuk mau datang ke Ngotoko, “ terangnya.

Kusman menimpali akses jalan dari Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko, sebagian besar sudah diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler tahun 2018, sehingga dapat menunjang gagasan besar berikutnya. Tinggal mematangkan konsep kerja sama dengan pihak Perhutani.

“Jadi tanaman durian sama gua ini kebanyakan kan masuk cakupan wilayah Perhutani. Ketika konsep sudah jadi, kami ingin bicarakan lebih lanjut. Termasuk upaya bersih – bersih di sekitar lokasi. Masyarakat siap mendukung pokoknya, “ imbuh Kusman.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Danyon 410/Alugoro Letkol Inf Irvan C Tarigan  melaksanakan kegiatan sosial membantu pengantaran anak – anak sekolah kembali kekampung setelah selesai melaksanakan kegiatan belajar di SDN 1 Pasedan Kec Bulu kabupaten Rembang .

Setiap hari ayu (8th) dan Dila harus menempuh jalan 2,9 KM untuk sampai ke sekolahnya, mereka melintasi jalan berbatu dan penuh debu ketika musim kemarau tiba, bagi para pelajar yang berlokasi sekolah di seberang Tentu, mereka memerlukan waktu tempuh yang cukup lama untuk sampai di sekolah agar tepat waktu dan tidak terlambat tak heran kalau kedua bocah ini harus berangkat paling tidak pukul 05.00 dari rumahnya di Dusun Ngotoko untuk menuju ke sekolah ya yang terletak di Desa Pasedan .

Melihat anak – anak tersebut, Danyon 410/Alugoro Letkol Inf Irvan C Tarigan,merasa sangat bangga melihat  semangat ya untuk belajar di sekolah sangat tinggi walaupun harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan medan yang bervariasi tapi keadaan seperti itu tidak menyurutkan semangat ya untuk belajar,maka sangatlah tepat kalau sasaran TMMD Reguler 103 kali ini berlokasi di dusun Ngotoko."Demikian tegas Danyon(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com – Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Rembang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merasa miris, saat Senin siang (15 Oktober 2018) datang ke Dusun Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, lokasi yang menjadi sasaran Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler.

Rombongan pejabat naik mobil off road. Saat pulang dari Ngotoko, sejumlah mobil bahkan harus diderek, karena kesulitan melewati tanjakan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengaku tidak bisa membayangkan, bagaimana sebelum program TMMD masuk memperbaiki jalan. Karena penataan baru tahap pertama, pihaknya mengisyaratkan perbaikan jalan terus dilanjutkan. Ia juga memerintahkan untuk mengidentifikasi potensi di Dusun Ngotoko, sehingga kedepan bisa dikembangkan.

“Pemerintah harus turun, makanya ketika saya ditawari pak Wagub mau ke lokasi, langsung saya iyakan. Tadi saya nanya, potensinya di sini tembakau. Kita carikan solusi, bagaimana pengelolaan tembakau, termasuk memungkinkan ada tidaknya pabrik, “ tutur Wakil Gubernur.

Taj Yasin menambahkan masih cukup banyak dusun terpencil di Jawa Tengah. Hal itu turut menyumbang angka kemiskinan, pada kisaran 11 %. Salah satu upaya Pemprov yakni ingin mengurangi ketertinggalan dusun – dusun terpencil, sehingga kemiskinan bisa dikurangi 1 digit.

“Di Ngotoko SD nggak ada, dikaji bagaimana baiknya. Di Jawa Tengah masih banyak dusun seperti Ngotoko, pembangunan kita ratakan. Jadi nggak hanya berjalan, melainkan harus sudah berlari ini. Matur nuwun sama TNI, sudah ikut bantu buka akses, “ imbuhnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Tahun 2018 Korem 073/Makutarama digelar di wilayah Kodim 0720/Rembang, TMMD ini resmi dibuka dengan ditandai upacara yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun selaku Inspektur Upacara (Irup) didampingi Mayor Arm Fathan selaku Komandan Upcarana (Danup), Senin (15/10) pagi di lapangan Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

Dengan mengangkat tema "TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera Dan Demokrasi", TMMD tahun ini berlangsung resmi mulai 15 Oktober sampai selesai di daerah lokasi sasaran di Kabupaten Rembang.

Wakil Gubernur, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi bantuan untuk mendukung kelancaran TMMD. Namun program ini tak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan semua pihak yang terlibat.

"TMMD adalah program lintas sektoral, baik dari Kementerian, lembaga, Pemprov, Pemkab, dan masyarakat selama tiga kali dalam setahun. Kegiatan membantu percepatan pembangunan desa ini, tidak bisa berjalan oleh TNI AD saja. Namun juga kerjasama dan koordinasi antar pihak terkait," tutur Taj Yasin.

Hadir dalam upacara ini antara lain Danrem 073/Mkt, Asisten, unsur Forkopimda Kab Rembang, serta tamu undangan dan hadirin semuanya. Dalam rangkaian kegiatan selesai upacara pembukaan dilanjutkan dengan rakyat, penampilan kesenian Reog dan senam maumere bersama.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan Dusun Ngotoko sudah lama menjadi perhatian. Kali pertama ia menawarkan kepada warga, ingin listrik dulu atau penataan jalan. Ternyata warga menghendaki listrik dulu dan terealisasi tahun 2014 lalu. Setelah itu, baru penataan infrastruktur jalan. Pemkab Rembang berkomitmen untuk membangun infrastruktur di wilayah tersebut.

“Sudah lama kami komitmen dengan Dusun Ngotoko, karena daerah terisolir. Waktu warga datang, saya tanya listrik dulu apa jalan dulu. Secara bertahap sudah kami akomodir, “ jelasnya.

Mengenai nasib anak – anak Dusun Ngotoko ketika sekolah harus berjalan kaki sekira 6 kilo meter pulang pergi ke SD N Pasedan I, Hafidz menganggap perlu ada kajian layak tidaknya didirikan SD di dusun tersebut.

“Kalau belum layak, mengingat jumlah KK nya baru 68 KK, kemungkinan solusi sementara, Pemkab Rembang membantu sarana transportasi untuk antar jemput anak sekolah, “ ungkap Hafidz.

Pembukaan TMMD sendiri terpusat di lapangan Desa Kemadu Kecamatan Sulang, karena lapangan Desa Pasedan Kecamatan Bulu kurang layak. Dalam pembukaan TMMD kali ini, diadakan pula pasar murah, donor darah, pengobatan gratis dan pelayanan KTP elektronik.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan terletak di Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang , walaupun desa ini tidak begitu dikenal luas oleh penduduk Kabupaten Rembang tetapi Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan ini memiliki Potensi pesona alam dan sejarah religi yang indah.

Keindahan alam tidak hanya kita dapat nikmati seperti di pantai-pantai terkenal, pegunungan yang menjulang tinggi, danau-danau yang menawarkan keindahan lekukan dan air tawarnya tapi kita juga dapat menikmati keindahan alam di pedesaan baik dari suasananya, keramahan penduduknya dan bahkan hasil perkebunannya.

“Sebuah desa dan disekitar desa ini mempunyai potensi yang menarik dan akan menjadi desa wisata yang potensional apabila di kembangkan dan di dukung dari pihak-pihak terkait,” ujar Kusman, Kepala Desa Pasedan. Selasa (16/10).

Potensi inilah yang menjadi salah satu tujuan dilaksanakannya TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang. Untuk mengangkat keterbelakangan dan terisolasinya wilayah Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan program TMMD menyasar infrastruktur wilayah ini.

Kita harus menjaga kelestarian pemandangan alam dan potensi wilayah yang indah ini. Jangan sampai merusak lingkungan sekitar, agar generasi penerus kita dapat melihat kelestarian alam yang indah dimasa yang akan datang.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Pada Upacara pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 TA. 2018 Kodim 0720/Rembang, di lapangan sepakbola Desa Kemadu, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, terlihat FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI dan Polri) ikut serta dalam kemeriahan Upacara pembukaan TMMD Reg-103 tersebut. Senin (15/10/2018).

Dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan TNI terkhususnya yang berkaitan selain tugas pokok, FKPPI selalu ada didalamnya, hal tersebut dimaksud untuk senantiasa menjalin tali Silaturahmi antara TNI dengan FKPPI dimana Notabenya adalah keluarganya sendiri. Adapun sejarah terbentuknya FKPPI yaitu Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (FKPPI) berdiri pada tanggal 12 September 1979 di Jakarta. Mulai tahun 1982 arti singkatan FKPPI berubah menjadi Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI dan Polri sampai dengan saat ini.

Sesuai perkembangan yang dihadapi, pada tahun 1995 FKPPI melaksanakan temu kader FKPPI yang salah satu hasilnya adalah kesepakatan untuk membentuk suatu wadah yang mampu menggalang potensi yang bukan saja dari unsur kepemudaan. Yayasan yang dikelola yaitu yayasan Swa Dharma Eka Kerta yang bergerak dalam bidang jasa. Visi FKPPI (Menghimpun putra putri purnawirawan dan putra putri TNI dan Polri untuk ikut serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945) dan Misinya (Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kalangan pemudi anak purnawirawan TNI dan Polri.

Suparno (45), salah satu anggota FKPII mengatakan, “Saya senang sekali bisa mendukung dalam setiap kegiatan TNI dan Polri, dan Partisipasi saya dalam Upacara pembukaan adalah sebagian wujud pengabdian saya kepada masyarkat, bangsa dan Negara”.(0720_Syaiful)