TNI Manunggal

TNI Manunggal (719)

Rembang, Sulutnews.com - Prajurit - Prajurit Personil satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 di Desa Pasedan terus mengerjakan setiap tahapan rencana pembangunan fisik dan non fisik serta program tambahan lainnya yang sudah di jadwalkan. selain itu ada program – program lain, salah satunya Kemanunggalan TNI dan rakyat, Minggu (4/11)

Setiap personil satgas TMMD yang berada di Desa Pasedan dituntut untuk dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang sudah terprogram dan diharap selesai tepat waktu. Namun begitu disela-sela pelaksanaan tugas TMMD,  terlihat Serda Rustono salah satu anggota satgas TMMD dari Kodim Rembang  bermain dan bercengkrama dengan salah seorang anak Pasedan.

Untuk lebih mendekatkan diri dengan warga terutama anak – anak, Rustono terlihat memberikan susu sereal produksi TNI (Imukal). sebelumnya Rahmat Agung anak dari Pak Agung 35 tahun warga RT 03 RW 03 di berikan pengertian dan pertanyaan dahulu tentang lagu - lagu Nasional, kalau bisa jawab baru di kasih imukal. Dengan cara ini menunjukan anggota Satgas TMMD Kodim Rembang lebih dekat dengan warga Pasedan terutama anak - anak. Raut muka Rahmat sangat senang menerima pemberiannya tanpa ada rasa takut sedikitpun.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com – Sebagai Tentara Rakyat, TNI terus berupaya memperkuat Kemanunggalan dengan Rakyat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). karena kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI.

Pelaksanaan TMMD Ke – 103 Kodim 0720/Rembang yang di gelar di Desa Pasedan Kecamanatan Bulu Kabupaten Rembang, menunjukkan betapa kemanunggalan TNI dan rakyat tak lagi dapat dipisahkan. Bekerja bersama warga setempat bahu membahu mengecor jalan demi kepentingan bersama.

Saat istirahat siang para warga dan Satgas TMMD mencari tempat yang teduh untuk sekedar beristirahat dan bercengkrama. Terlihat salah satu anggota satgas TMMD dari Batalyon Infantri 410/Alugoro sedang duduk sejenak melepas lelahnya setelah berjibaku dengan adonan semen, pasir dan koral, sehingga baju loreng yang dipakainya nampak kotor, Minggu (4/11).

“Bagi Saya baju kotor tidak jadi masalah, akan tetapi kesejahteraan warga itu lebih penting.” Ungkap Prada Triyas

Keterlibatan Personil Yonif 410/Alugoro dalam kegiatan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang tahun 2018 ini sesuai perintah/petunjuk dari Komando atas guna mendukung sekaligus mensukseskan TMMD kali ini. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com – Dalam TMMD kerja sama dan gotong-royong sangat dibutuhkan. Kerjasama itulah yang terlihat saat memasuki Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, warga bersama anggota TNI dari Kodim 0720/Rembang gotong royong dalam pelaksanaan TMMD 103.

Tak hanya pria, bahkan ibu-ibu rumah tangga ikut membantu menyelesaikan pekerjaan perbaikan jalan di desa tersebut. Sabtu(3/11).

Warga melakukan hal tersebut bukan karena terpaksa, namun secara iklhas karena warga desa mendambakan akses yang layak.

Diketahui, selama puluhan tahun warga Desa Pasedan harus berjibaku melewati jalan yang terjal untuk sekedar menyambangi sanak saudara di desa ataupun dukuh tatangga.

Dengan adanya perbaikan, warga sangat berharap desanya tak lagi menjadi pemukiman terisolir, yang acap kali menjadi kendala saat ingin bepergian.

Rumlah (39) ibu rumah tangga di Desa Pasedan yang ikut berjibaku bersama anggota TNI dalam pelaksanaan pembangunan, menuturkan tak mau kalah dengan kaum adam lainya dalam kerja bakti tersebut.

“Jangan anggap remeh kaum wanita seperti kami, walaupun kami perempuan tapi kami juga bisa membantu dalam pengerjaan pembangunan,” jelasnya, sabtu (03/11)

Setiap siang Rumlah selalu mendatangi lokasi pelaksanaan TMMD, pasalnya ia harus membagi waktu dengan keluarganya.

“Pagi saatnya mengurus rumah dan anak-anak, dan siang hari saat pekerjaan rumah sudah selesai saya langsung terjun ke lokasi pelaksanaan TMMD,” ucapnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Disela-sela Kegiatan Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang, anggota Satgas sambangi rumah Ibu Suharti warga Rt 3 Rw 1 Desa Pasedan pengusaha tempe dengan bungkus daun jati, Sabtu (3/11).

Kedatangan anggota Satgas TMMD kerumah ibu Suharti bertujuan untuk berkomunikasi sosial. Dan kedatangan anggota Satgas tersebut disambut hangat sang pemilik rumah sekaligus juga membantu membuat tempe.

Disamping itu anggota satgas TMMD Serda Wiji Sutrisno juga menanyakan berbagai hal seperti sejak kapan ibu buka usaha membuat tempe ini dan bagaimana cara pembuatan tempe yang membuatnya penasaran.

"Saya menekuni usaha membuat tempe ini sudah lama karena saya meneruskan usaha dari ibu saya, semenjak saya masih sekolah sudah diajari ibu saya," kata ibu Suharti.

Harga tempe yang saya jual relatif murah hanya 500 rupiah per biji dengan bungkus daun jati karena menurut masyarakat Desa Pasedan bungkus daun jati lebih enak, gurih dibandingkan plastik.

Anggota satgas TMMD mengucapkan banyak terima kasih karena panjang lebar sudah diajari ilmunya bagaimana cara membuat tempe begitu sebaliknya ibu suharti juga mengucapkan banyak terima kasih. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Pemandangan yang lain dari yang lainnya, pagi itu anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD) reguler ke 103 bersama warga masyarakat Dukuh Ngotoko melaksanakan kegiatan kerja bakti dialokasi TMMD. Pada saat itu ada seekor hewan yang biasanya dipelihara untuk jaga - jaga ikut serta.

Pino adalah nama anjing piaran milik Bapak Suntari ( 35 ) warga Dukuh Ngotoko, tak biasanya pino pagi ini setia menemani anggota satgas TMMD reguler ke-103 dan warga masyarakat yang sedang kerja bakti membuat saluran air kanan kiri jalan.

disela-sela istirahat pino tetap setia bercanda dengan anggota Satgas TMMD. Tak canggung dan ragu Praka Joko mengajak main sambil istirahat.

" Pino saya pelihara dari kecil sehingga akrab dan setia menemani saya kemanapun,saya kesawah, kehutan selalu ikut" .ucap Suntari

Secara bergiliran warga masyarakat Desa Pasedan selalu bergiliran melaksanakan kegiatan kerja bakti di lokasi TMMD reguler ke -103, kedekatan anggota satgas TMMD dan warga terlihat tidak canggung lagi mereka saling sapa, ngobrol bareng suasana lebih hidup lagi dengan kehadiran sipino pada pagi itu.

Dengan kondisi pembangunan fisik yang sudah mencapai 80% sudah terlihat wujud nyata pembangunan program TMMD reguler ke -103 Desa Pasedan yang dilaksanakan oleh Kodim 0720/Rembang. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke -103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan, bersikap penuh keakraban dengan warga masyarakat setempat. Sabtu( 3/11)

Sesuai dengan 8 wajib TNI, anggota Satgas TMMD reguler ke -103 Kodim 0720/Rembang benar - benar mengamalkan dilapangan sehingga anggota satgas TMMD reguler ke-103 tidak merasa ragu setiap melakukan kegiatan baik secara pribadi maupun kegiatan bersama - sama. Seperti yang dilakukan Praka Ahmad Sofi'i anggota satgas dari yonif 410/ Alugoro, dia terlihat akrab, ramah dan sopan santun dengan Mbah Ngaspan (66), salah satu Warga masyarakat Desa Pasedan Rt 05 Rw 01.

Mbah Ngaspan dan Ibu Sukinah (58) mengatakan saya rela ngobrol bareng sebelum mencari pakan hewan peliharaan. Saya merasa senang sekali bisa ketemu bapak - bapak Tentara, di desa kami sekarang ramai, kebetulan rumah Mbah  Ngaspan (66) juga ditempati anggota satgas TMMD reguler ke-103 .

" Saya bangga walaupun rumah saya jelek tetapi Bapak Tentara mau tidur dan makan di rumah, ini tidak akan saya lupakan, nanti bisa saya ceritakan kepada anak saya yang bekerja di Jakarta ". ucapnya

Sementara dari anggota satgas TMMD, Praka Ahmad Sofi'i mengatakan kebersamaan dan bergaul yang dengan warga masyarakat tidak pandang bulu tua, muda selalu disapa ini merupakan bentuk rasa kebersamaan yang patut kita syukuri bisa ketemu Mbah Ngaspan.

" Saya senang bisa ngobrol dengan Mbah Ngaspan, jadi mengingatkan kepada orang tua saya, sebelum ke sawah biasanya ngopi ngobrol bareng " . tandasnya

Disamping kegiatan TMMD reguler ke - 103 melaksanakan pembangunan fisik juga kegiatan non fisik  ini merupakan wujud nyata bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke -103 bisa diterima oleh semua warga masyarakat . (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Kerjasama dan penuh semangat gotong-royong saat warga dan Satgas TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang terlihat disatu sisi pengerjaan saluran air disepanjang penggarapan makadam jalan penghubung Dusun Ngotoko dengan Desa Pasedan.

Ditengah-tengah pengerjaan saluran air, warga dan satgas TMMD mengalami kesulitan karena ada bongkahan batu besar tepat pada saluran air. Pantang menyerah dan seakan tak kenal lelah warga dan Satgas TMMD bahu membahu menghancurkan bongkahan batu tersebut secara manual dan dengan memanfaatkan alat yang ada. Sabtu (3/11)

“Bongkahan batu ini harus dihancurkan, karena saat musim hujan nanti saluran air akan tersumbat dan tidak berfungsi,” ungkap Serda Umar Said.

Sedikit demi sedikit bongkahan batu tersebut mulai mengecil dan hancur, sehingga penggarapan saluran airpun dapat berjalan lancar. Pengerjaan makadam jalan penghubung tersebut sudah mencapai titik akhir antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa pembangunan infrastruktur Desa Pasedan, Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang sudah mulai terlihat dan membawa perubahan diwilayah ini. (0720_Syaiful)

Rembang, Suluttnwes.com – Sebagai Tentara Rakyat, TNI terus berupaya memperkuat Kemanunggalan dengan Rakyat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). karena kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI.

Pelaksanaan TMMD Ke – 103 Kodim 0720/Rembang yang di gelar di Desa Pasedan, Kecamanatan Bulu, Kabupaten Rembang, menunjukkan betapa kemanunggalan TNI dan rakyat tak lagi dapat dipisahkan.

“Kemanunggalan TNI dan Rakyat terlihat secara nyata dengan kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat bahkan tidur di rumah masyarakat dan makan bersama masyarakat. Hal tersebut membuktikan TNI dan Rakyat memang tidak terpisahkan,” ucap Kapten Inf Wardiyana selaku Pasiter Kodim 0720/Rembang.

Pasiter Kodim 0720/Rembang juga menambahkan, pengerjaan pembangunan 16 unit RLTH program TMMD Ke-103 juga turut dibantu masyarakat sekitar. Masyarakat kampung Pasedan sangat antusias dan saling bahu-membahu untuk membantu menyelsaikan pembangunan 16 unit RLTH program TMMD Ke-103.

Sementara itu, salah satu warga Pasedan Parman, mengatakan program TMMD sangat membantu masyarakat Pasedan. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak mempunyai rumah layak huni. Bahkan dalam 1 rumah biasanya dihuni oleh 2 Kepala Keluarga (KK). (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Ternyata tak hanya manusia dan makhluk hidup saja yang kelelahan, peralatan bangunan ternyata juga merasakannya, seperti yang terlihat Pratu Bona La Bunay Satgas (Satuan Tugas) TNI Manuggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 sedang berusaha membetulkan dan memperbaiki Angkong (Gerobak roda satu) yang sedang sakit atau cidera (Rusak) dalam pengecoran jalan beton di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, program TMMD Reg-103 Kodim 0720/Rembang, Sabtu (3/11).

“Mur as rodanya lepas ini, tadi waktu saya pakai membawa beban,” kata Bona.

“Dipakai terus tanpa perawatan dan pengecekan, ya wajar kalau ada kejadian gini tidak tahu. Tapi sudah bisa kok, Mur yang copot untung tadi ketemu.” Jelasnya.

Dalam pekerjaan TMMD Reg-103, Angkong sangat penting sekali perannya untuk mendukung lancarnya pekerjaan, karena selain menghemat tenaga juga menghemat waktu. Kalau kita tidak menyesuaikan dengan perkembangan jaman, kita akan tergerus dengan waktu. Dan bahkan peralatan yang lebih canggih seperti yang sudah ada di Luar Negeri, dalam pengecoran sudah tidak memerlukan tenaga manusia lagi, karena semua sudah mengandalkan mesin dan elektronik dalam melakukan suatu pekerjaan. Tetapi kalau mengikuti itu semua, berbanding sebaliknya, manusialah yang tergerus oleh waktu dan oleh ilmunya itu sendiri. Disini TMMD mengajarkan kita rasa kebersamaan yang tidak bisa dinilai dan dibandingkan dengan Ilmu dan Teknologi apapun. Karena kebersamaan dan rasa saling berbagi dalam suatu pekerjaan, harus melalui proses dan waktulah yang menentukan. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Satgas TMMD ke-103 Kodim 0720/Rembang Serda Wiji terlihat asyik Bercengkerama dengan anak-anak SD di Jalan Ds. Pasedan Kec. Bulu. Keakraban dan kebersamaan di antara mereka terlihat jelas dari bahasa tubuh mereka. Mereka bersalaman dan memberikan penghormatan layaknya militer. Mereka terlihat saling bersenda gurau bersama.

"Saya sengaja memanfaatkan waktu untuk mengenalkan dunia Tentara kepada anak-anak, termasuk rutinitas sehari-hari dan menyampaikan bahwa TNI itu asalnya dari rakyat dan untuk rakyat bersama-sama membangun NKRI. Selain itu biar mereka juga mengerti, walaupun terlihat garang, tetapi Tentara itu lembut hatinya dan menyayangi anak-anak," kata Serda Wiji.

Bapak Jamari Kepala Sekolah SDN 01 Pasedan mengucapkan banyak terima kasih kepada Serda Wiji karena sudah berbagi ilmu dan cerita dengan anak anak. Orang tua mereka ikut senang karena sejak adanya TMMD anak-anak menjadi disiplin bahkan setiap ketemu pak tentara atau orang tuanya selalu menghormat dan berjabat tangan.

"Saya dan para guru sangat terkesan karena dengan datangnya Bapak TNI kesini, secara aspek psikologis dapat membuat suasana lingkungan sekolah menjadi menyenangkan dan membuka wawasan murid jika Tugas seorang tentara itu tidak berperang, tetapi juga mengayomi dan menghibur masyarakat tidak terkecuali anak anak," katanya. (0720_Syaiful)