TNI Manunggal

TNI Manunggal (288)

Rembang, Sulutnews.com - Bekerja untuk rakyat, hal inilah yang diperlihatkan Pasukan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagian anggota yang terlibat dalam tugas tersebut lebih baik memilih jalan kaki dari pada menggunakan kendaraan bermotor dari kotis menuju tempat sasaran lokasi yang digunakan TMMD Reguler ke 103 Desa Pasedan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang Rabu(17/10/2018).

"Medan lokasi TMMD yang begitu luar biasa, bagi anggota Satgas TMMD Reguler ke 103 tidak menjadikan suatu alasan melemahnya semangat, tetapi mereka justru hatinya bergetar tetap berjiwa satria untuk melaksanakn tugas yang mulia ini," Pungkas serda Hariyanto.

Masyarakat sangat antusias melihat semangatnya bapak tentara yang begitu luar biasa. Sehingga membuat hati masyarakat terbangun menggugah bahu membahu bergotong royong untuk melaksanakan kerja bakti.

"Jumlah Personel yang terlibat dalam TMMD Reguler ke 103 adalah 150 orang. Yang mana 80 orang dari Kodim, 10 dari TNI AL, 40 orang dari Batalyon 410/Alugoro, 10 orang dari Polsek, dan 10 orang Pemda Rembang," Ujar Letkol Arh Andi Budi Sulistianto.

Sehingga apa yang diharapkan pimpinan dapat terwujud dan tentu hasilnya dapat dinikmati bersama terutama warga masyarakat pasedan. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Kegiatan TNI Manunggal Membagun Desa (TMMD), dilaksanakan untuk membantu warga dengan membangun desanya dibidang infrastruktur demi mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

Setelah memasuki hari ke-3 pelaksanaan TMMD Reguler ke 103 di Desa Pasedan Kecamatan Bulu, anggota TNI semakin terjalin keakraban dengan warga. Hal itu terlihat anggota Satgas  saat istirahat sejenak bersama warga, (17/10). Mereka terlihat akrab, duduk santai sambil bersenda gurau.

Menurut salah satu anggota Sertu Kuwat Sujoko menuturkan, itulah salah satu cara untuk menjalin rasa kekeluargaan, walau hanya sekedar memberikan segelas air putih bagi warga, tanpa kita sadari akan terjalin ikatan emosional TNI dan warga.

Lebih lanjut Sertu Kuwat Sujoko mengatakan, TNI membangun desa selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah juga rasa aman dan nyaman dimasyarakat bisa terwujud. "Hal ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap rakyat, sebab TNI berasal dari rakyat dan nantinya kalau sudah purna tugas akan jadi rakyat seperti pada umumnya,"pungkasnya.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Komandan Satgas TMMD Reguler 103 Kodim Rembang memlalui Kepala Staf Mayor Caj Yoyok Sunaryo S.I.P memimpin apel pagi di tepian hutan di lereng bukit dekat lokasi  TMMD Reguler di Desa Pasedan Kecamatan Bulu Rembang.

Mewakili Dansatgas Mayor Yoyok Sunaryo S.I.P pada apel pagi itu juga menekankan kepada seluruh anggota satgas yang terdiri dari personel Kodim 0720 / Rembang,Yonif 410 Alugoro,Yonzipur 4/TK, TNI AL dari Lanal Semarang dan Polres Rembang serta satuan lainnya agar senantiasa berkerja dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab

Sasaran fisik diantaranya pengecoran jalan atau rabat beton yang sudah dapat 10%, pengerasan jalan,renovasi rumah 16 unit yang tidak layak huni tersebar di beberapa dusun di Desa Pasedan akan segera dilaksanakan.

Selain itu Kasdim Rembang juga berpesan agar selama berkumpul bersama warga masyarakat pasedan di lokasi TMMD agar senantiasa berbuat yang terbaik, bertindak secara sopan dan selalu memegang teguh Sapta marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Kepada personel satgas TMMD Reguler 103. Kasdim juga memerintahkan kepada seluruh anggota selama melaksanakan operasi TMMD menginap di rumah warga supaya lebih akrab. karena dengan keakraban bersama warga, Wargapun tidak ada rasa - ragu untuk laporan jika ada suatu permasalahan.mengakhiri apel pagi Kasdim berpesan " Kondisi Masyarakat sudah susah, jangan lagi di tambah susah,apalagi sampai meninggalkan hutang".(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Ular manusia ditengah hutan Ngotoko, itulah kata perumpamaan dari semangat gotong-royong yang ditunjukkan warga Desa Pasedan, yang secara estafet melangsir batu gunung guna membantu Satgas TMMD Reguler 103 Kodim 0720/Rembang dalam mempercepat makadam, pengerasan dan pengecoran jalan. Rabu (17/10/18).

Puluhan bahkan ratusan warga, bersama Satgas TMMD Reguler bekerja sama bahu membahu secara berantai dalam melangsir batu dan pasir. Ada yang bertugas mengisi ember dengan pasir dan ada juga yang bertugas menyusun batu gunung di jalan.

Masyarakat dan Satgas terlihat solid dan guyub dibawah terik matahari untuk membangun jalan yang selama ini diimpikan oleh desa sasaran TMMD Rembang, Dukuh Ngotoko, Kecamatan Bulu Kabupaten Remban. (0720_Syaiful)

Rembanga, Sulutnews.com - Komunikasi adalah sistem aliran berita yang menghubungkan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi. Dalam melaksanakan proses pekerjaan yang menyangkut orang banyak diperlukan komunikasi aktif sehingga terjadi keselarasan dan keterpaduan dalam pekerjaan.

Pagi ini Satgas (Satuan Tugas) TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bersama warga yang membantu pekerjaan, memulai pekerjaannya diawali dengan rembugan untuk berkoordinasi agar pekerjaannya dapat tepat sesuai sasaran. Rabu (17/10).

Mereka berkumpul terlebih dahulu, yang dipimpin oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pasedan Kecamatan Bulu (Serda Umar Said) menyampaikan beberapa poin yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dihari ini.

“Kami kumpulkan semua yang bekerja dipagi ini, dengan tujuan untuk membagikan informasi mengenai apa-apa yang harus kami kerjakan dan sasaran yang sudah diplot menjadi tujuan dalam mengutamakan pekerjaan”. Tutur Umar Said.(0720_syaiful)

Rembang, Sulutnews.com - Batu belah merupakan material baku yang harus selalu tersedia untuk pembuatan makadam, sehingga untuk tetap tersedianya pecahan batu di lokasi TMMD Reg ke 103 dibutuhkan tenaga ahli dalam pemecahan batu karena mayoritas batu yang diangkut oleh Dump Truck berupa batu blonthos ataupun gelondong.

Menyikapi hal tersebut TNI bekerjasama dengan Aparat Desa Pasedan mencari tenaga ahli pemecah batu diantaranya, Sukardi, pria paruh baya yang berasal dari Sidowayah, Pancur dengan dibantu anggota TNI. Hampir semua batu yang tertata adalah hasil dari keringatnya, seperti yang diungkapkan pada saat memecah batu di lokasi TMMD siang ini, Rabu (17/10).

Sukardi mengaku senang mendapatkan kepercayaan dari Personel TMMD pada kegiatan yang berlangsung di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang. “Ini sudah menjadi tanggungjawab saya dan ini tentunya menjadi kebanggan tersendiri bisa turut andil dalam kegiatan membangun desa kali ini,” ujarnya.

Sukardi mengatakan bahwa memecahkan batu-batu sudah menjadi hal yang biasa baginya. Bahkan, dirinya pernah memecahkan satu Dump Truck batu bulat yang digunakan untuk pembuatan jalan makadam. “Sekarang, batu yang diambil dari lokasi Galian C kebanyakan batu yang belum dibelah. Jadi, saya melakukan pekerjaan ini, banyak yang menyerahkan karena mereka tak memahami serat batu,” tuturnya.

Dandim 0720/Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto, S.Sos mengungkapkan bahwa kegiatan fisik TMMD Reguler ke-103 sudah memasuki Minggu pertama. Dandim 0720/Rembang yang memimpin langsung do’a pada kegiatan TMMD hari ini mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan fisik tersebut dilakukan secara bergotong royong, dibantu dengan alat berat dan alat-alat bantu sederhana lainnya. (0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com -  Desa Pasedan Kecamatan Bulu merupakan sasaran lokasi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang utamanya Dusun Ngotoko. Pengerjaan jalan berupa Makadam sepanjang 2358 meter dan pengecoran jalan 420 meter yang sudah direncanakan, kini sudah dimulai pengerjaannya sejak dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Rabu (17/10) tampak seorang karyawan perusahaan jasa pengiriman sedang melintas menuju Dusun Ngotoko untuk mengantar sebuah paketan yang dikirim dari luar jawa kepada salah satu warga yang beralamatkan Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu. Tak jarang karyawan tersebut melintas dijalan yang sedang dibangun oleh Satgas TMMD bersama warga setempat. Sugeng (48) mengungkapkan “Saya senang karena jalan ini di bangun oleh Bapak-Bapak TNI, saya sering lewat sini dan sangat kesulitan saat melintasi jalan ini,”

“Dan tak jarang pula saya terjatuh dijalan ini.” tambahnya.  Keberadaan TMMD Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang di Desa Pasedan Kecamatan Bulu diharapkan bisa membawa perubahan yang positif bagi warga setempat. TNI selalu berbuat yang terbaik untuk rakyat, bersama rakyat TNI kuat, bersama rakyat pula TNI menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnew.socm - Kebersamaan dalam menjalankan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke 103 Tahun 2018 di wilayah Kodim 0720/Rembang tidak hanya terlihat disaat melakukan kegiatan fisik saja tetapi ada diluar kegiatan fisik yaitu non fisik.

Akan tetapi disaat sarapan pagi, dirumah bapak ibu Supiah terlihat rukun dan akrab pada saat sarapan pagi, makan bersama Ini menandakan begitu dekat dan menyatunya TNI dengan rakyat. Dalam kegiatan TMMD kali ini para personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ditempatkan di rumah-rumah warga. Hal ini mempunyai tujuan supaya kebersamaan TNI-Rakyat semakin kokoh. Suasana yang begitu nyaman dan terasa akrab, ditunjukan oleh prajurit yang mengikuti Satuan Tugas TMMD yang sedang menikmati sarapan pagi bersama dengan masyarakat. Rabu (17/10)

“Dengan menginap di sini kami merasa senang dan merasa TNI menjadi bagian dari keluarga serta merasa mendapat kehormatan bisa makan bersama anggota Tentara di rumah saya, karena hal seperti ini jarang bisa terjadi dan ini merupakan sebuah pengalaman yang tidak bisa terlupakan.” ujar Ibu Supiah.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com- Pembangunan wilayah pedesaan menjadi prioritas sasaran pembangunan nasional. Dalam pembangunan desa peran serta perempuan sangat menunjang. Ini terbukti peran serta para  ibu-ibu dari Desa Pasedan, Rembang. Pada saat melaksanakan kerja bakti pengecoran jalan yang menghubungkan Dukuh Ngotoko dengan Desa Pasedan peran ibu-ibu sangat nyata. Rabu(17/10).

Adalah Ibu Sukati salah satu dari mereka yang ikut melaksanakan kerja bakti tersebut mengatakan,”Saya ikhlas kerja disini pak, ini untuk kebaikan kita semua. Kami akan senang melihat anak-anak semangat belajar karena perjalanan mereka sekarang lancar. Sepatu mereka tidak kotor saat perjalanan,” tandasnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto memastikan bahwa pihaknya tidak menuntut kepada masyarakat sekitar atau ibu-ibu di lokasi TMMD untuk ikut membantu kerja para tentara.

"Kami tak memaksa warga membantu kami. Tapi ternyata mereka sukarela ikut bekerja bersama personel-personel kami. Inilah bentuk kemanunggalan TNI bersama rakyat," tandas perwira yang juga sebagai Dansatgas TMMD Reguler ke-103 itu.(0720_Syaiful)

Rembang, Sulutnews.com -  Pelaksanaan TMMD ( TNI Manunggal Membangun Desa ) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang, yang dilaksanakan di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang sudah berjalan beberapa hari yang lalu. Penggarapan sasaran fisik memasuki tahapan inti. Para prajurit TNI dan warga masyarakat setempat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan yang ada. Rabu (17/10)

Bagaikan membentangkan karpet beton di sepanjang jalan Desa Pasedan menuju Dukuh Ngotoko. Jalan yang dulunya tidak layak untuk jalur transportasi gini disulap oleh Satuan Tugas (Satgas) TMMD Kodim Rembang. Dibantu oleh Warga setempat tanpa mengenal panas dan lelah mereka bekerja bersama-sama. Ini adalah bukti nyata pengabdian TNI untuk Bangsa dan Negara.

Praka Mulyama salah satu anggota Satgas TMMD mengatakan, “Saya salut dan bangga dengan warga desa Pasedan, mereka bekerja penuh semangat. Disaat waktu istirahat pun mereka mengajak kami ke rumahnya untuk sekedar beristirahat dan menikmati makanan khas desa.” Ujarnya.(0720_Syaiful)