Sergai

Sergai (94)

Dolok Masihul, Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) memberikan apresiasi atas terlaksananya pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang ada di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat.  Seperti kita ketahui bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan suatu kejahatan yang luar biasa. Narkoba merupakan ancaman bagi negara maupun dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat menghadiri Pencanangan Desa/Kelurahan Bersinar Kelurahan Pekan Dolok Masihul, di Lapangan Sekolah 11 Maret, Kecamatan Dolok Masihul, Senin (26/9/2022).

Bupati Sergai menegaskan, dibutuhkan peran serta dari semua pihak untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Sinergitas itu dimulai dari pemerintah, instansi terkait, penegak hukum hingga peran masyarakat yang ada di desa.

“Oleh karena itu pencanangan Desa Bersinar merupakan bukti nyata komitmen dari seluruh stakeholder terkait dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, utamanya di Kabupaten Sergai,” ujar Bupati yang dikenal dengan panggilan Bang Wiwik ini, sembari menambahkan jika Desa Bersinar merupakan sebuah langkah yang progresif.

Bupati menerangkan, pembentukan Desa Bersinar ini dilandasi dari Keputusan Bupati tentang Pembentukan Desa/Kelurahan Bersinar No. 403/18.36 di wilayah Kabupaten Sergai yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Sei Bamban, Desa Sei Rampah, dan Kelurahan Pekan Dolok Masihul.

Menurutnya, eksistensi Desa Bersinar menjadi penting sekali khususnya dalam membentuk relawan anti narkoba. Relawan anti narkoba ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang betapa berbahayanya narkoba. Ia juga menyampaikan, langkah ini juga bisa meningkatkan keawasan masyarakat sehingga tak ragu melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang diduga tindak penyalahgunaan narkoba ke pihak yang berwajib.

Bang Wiwik menegaskan Pemkab Sergai memberi dukungan penuh terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan selalu bersinergi dengan lembaga vertikal lainnya, khususnya Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Semoga peresmian ini tidak hanya berakhir menjadi sekadar kegiatan seremonial saja, tetapi lebih dari itu mampu menjadi sebuah contoh positif dan melahirkan prestasi nyata bagi pencegahan narkoba di kelurahan Pekan Dolok Masihul dan dalam lingkup yang lebih luas dapat membantu mewujudkan visi Sergai yang Maju Terus: Mandiri, Sejahtera, dan Religius,” tandasnya.

Kepala BNNK Sergai Ir. Pinondang Poltak Marganda, M.Si, CRMO, menyampaikan jika salah satu faktor yang menyebabkan seseorang dekat dengan narkoba adalah masalah perekonomian. Maka dari itu dirinya menyebut, salah satu program yang ingin dijalankan lewat Desa Bersinar ini adalah peningkatan ekonomi masyarakat. Misalnya saja dalam sektor pertanian tanpa limbah, pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk, dan sebagainya.

“Kami juga berencana mendirikan pembangunan panti rehabilitasi di Kecamatan Dolok Masihul ini. Semoga langkah yang kita upayakan bersama ini bisa menjadi momentum untuk menjadikan wilayah ini bebas dari narkoba,” harapnya.

Sementara itu Lurah Pekan Dolok Masihul Husnul Arifin melaporkan dalam kegiatan ini dilantik 20 orang relawan anti narkoba.

“Kegiatan kali ini terlaksana karena wilayah ini merupakan salah satu area rawan penyalahgunaan narkoba. Saya berharap lewat kegiatan ini kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba bisa makin tinggi dan kita bisa terhindar dari dampak buruknya,” katanya.

Kegiatan pencanangan Desa Bersinar dihadiri antara lain Kepala Kesbangpol M. Kahar Effendi, S.Sos, Camat Dolok Masihul Muryani SE, Kapolsek Dolok Masihul AKP. Khairul Saleh, Danramil Dolok Masihul Kapt.Inf Saidun Gultom, Kepala Desa se-Kecamatan Dolok masihul, para guru, siswa SMA dan relawan.(*/Daniel)

Sei Rampah, Sulutnews.com - Untuk memastikan kondisi wilayah sungai yang sebagian masih dalam tahap normalisasi, Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, meninjau pekerjaan normalisasi Sungai Belutu di Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah, Kamis (22/9/2022). 

“Ini merupakan langkah Pemkab Sergai dalam pengentasan banjir dengan melakukan normalisasi sungai Belutu sepanjang 2.000 meter hingga diharapkan terhindar dari dampak banjir,” kata Wabup Adlin di sela-sela peninjauannya.

Adlin Tambunan menjelaskan, normalisasi sungai ini bisa terwujud berkat kerja sama antara Pemkab Sergai dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Sumatera Utara. Selain itu pihaknya juga aktif menjalin sinergi dengan pihak swasta lewat Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

“Untuk menuntaskan masalah banjir ini, perlu melibatkan banyak pihak. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat, pihak korporasi, maupun stakeholder lainnya,” ujar Adlin.

Dengan dilakukannya normalisasi sungai ini, Kadis PUPR Sergai Johan Sinaga, SE, MAP, yang ikut mendamping Wabup mengajak kepada seluruh masyarakat Tanah Bertuah Negeri Beradat untuk bersinergi dan bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun ini. Semoga pembangunan yang masih terlaksana ini membawa perubahan yang lebih baik untuk kabupaten kita tercinta. 

Di kesempatan itu, Johan Sinaga merinci jika program pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II sepanjang 7.320 M dengan rincian masing-masing yaitu, Sungai Belutu dilakukan normalisasi Desa Sei Rampah menuju Desa Pematang Ganjang sepanjang 2.000 M dengan bronjong sepanjang 55 M dan menurunkan 2 alat berat. Pekerjaan proyek ini sudah selesai dilaksanakan, ujar Johan.

Kemudian lanjut Johan lagi, saat ini sedang dilakukan pengerjaan normalisasi Sungai Rambung dari jembatan tol jalan Belidaan sampai muara Sungai Belutu sepanjang 2.000 M dengan menurunkan 1 alat berat Longarm. Selanjutnya proyek yang sedang dikerjakan yaitu Sungai Putih dengan membuat bronjong sepanjang 80 M yang berada di dekat jembatan dan proteksi rumah warga. 

Lebih lanjut Johan merinci, proyek yang sedang dilaksanakan normalisasi adalah di Sungai Bahilang sepanjang 1,500 M dan tembok penahan tanah sepanjang 80 M. Terakhir, Sungai Bamban yang merupakan saluran buang Sei Belutu juga sedang dilaksanakan normalisasi sepanjang 1.500 M dengan tembok penahan tanah sepanjang 160 M tepat diposisi jembatan Sei Bamban, terangnya.

Ia menambahkan jika hingga kini sudah ada sepanjang 7.300 M Sungai Belutu yang telah dilakukan normalisasi dan terbagi ke dalam dua pengerjaan. 

“Pengerjaan pertama dilakukan secara gotong-royong oleh TJSLP Sergai dengan target sepanjang 15.250 M dan terlaksana sepanjang 5.300 M dengan uraian sepanjang 2.700 M normalisasi Sungai Belutu pada Desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin. 

“Sepanjang 2.500 M pada Desa Pekan Kecamatan Tanjung Beringin. Sepanjang 100 M normalisasi dan perbaikan tanggul jebol pada Desa Silau Merawan Kecamatan Dolok Masihul,” cetusnya sembari memaparkan bahwa ada sepanjang 2000 M normalisasi Sungai Belutu oleh Balai BWS Sumatera II dari Desa Sei Rampah menuju Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah dan pembangunan beronjong sepanjang 75 M. 

Tuai Apresiasi Masyarakat

Pembangunan normalisasi yang masih berlangsung ini menuai beragam apresiasi dari masyarakat. Rodiah (53) seorang Ibu Rumah Tangga warga Kampung Maulana, Dusun IV Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah yang setiap tahunnya terdampak bencana banjir. 

"Alhamdulillah, saya, keluarga dan bersama masyarakat yang lainnya menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pak Bupati Darma Wijaya dan Pak Adlin Tambunan yang telah melakukan pengerukan sungai belutu ini," ungkapnya. 

Dirinya menyakini dengan dilakukannya normalisasi Sungai Belutu, akan memangkas ataupun meminimalisir kemungkinan besar banjir yang kerap terjadi setiap tahunnya saat musim penghujan. "Kami percaya, dengan normalisasi ini, banjir akan teratasi,” ungkapnya sembari menceritakan bahwa Bupati pernah menyampaikan tidak ingin masyarakat terus dilanda banjir, serta tidak hanya sebatas sembako saja yang diberikannya akan tetapi sebuah solusi pengentasan banjir. 

"Ternyata benar yang pernah diucapkan Pak Wiwik, bahwa dia tidak ingin melihat warga terus dihantui rasa was-was saat musim penghujan. Dan nyatanya, sungai sudah di normalisasi, dan InsyaAllah banjir akan teratasi, " pungkasnya. 

Serupa dengan Rodiah, Iriyani warga bantaran Sungai Belutu Kampung Mandailing Desa Sei Rampah mengatakan bahwa dengan selesainya normalisasi ini selain bertujuan pengentasan masalah banjir, juga membentuk wahana baru bagi masyarakat sekitar. 

"Bantaran sungai ini wahana baru bagi kami, setiap sore, sedap sekali duduk di bantaran sungai ini, anginya kencang, pemandangannya indah, terkadang ramai juga dengan masyarakat yang mancing atau menjala ikan," katanya. 

Menyinggung masalah banjir yang pernah terjadi belakangan ini, Iriyani menyebutkan bahwa Bupati Darma Wijaya dan Adlin Tambunan selalu concern terhadap masalah banjir. 

"Sejak dulu saya menetap disini, dan banjir kerap terjadi. Tapi kami selalu dikunjungi oleh Pak Bupati hampir setiap hari, baik pagi, siang ataupun sore datang melihat pengungsi dan selalu membawa buah tangan sebagai bentuk penyemangat," paparnya penuh semangat.

Sementara itu Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Maju Bersama Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, M. Pangaribuan, memuji kinerja baik Bupati dan Wakil Bupati dalam upaya menyelesaikan persoalan banjir yang sudah berlarut.

Ia menyebut, kerja keras tersebut kini telah membuahkan hasil yang sangat positif. Ini dibuktikan dengan ratusan hektar sawah di Desa Pematang Ganjang yang pada tahun ini berhasil panen walau sudah memasuki musim penghujan.

“Padahal tahun lalu, kami berulang kali gagal panen karena sawah dirusak banjir. Sekarang sejak normalisasi dan pengerukan sedimen sungai, kami bisa bercocok tanam dengan perasaan aman. Terakhir ada sekitar 150 hektar sawah yang sukses panen tahun ini,” katanya sumringah.(*/Daniel)Adidas.

Pantai Cermin, Sulutnews.com - Para Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) telah menunjukkan dedikasi, perjuangan, dan kerja ikhlas dalam mendidik generasi muda.

Pujian tersebut mengawali sambutan Wakil Bupati (Wabup) Sergai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, saat menghadiri acara HUT ke-17 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI). Acara yang dihadiri ratusan Guru PAUD dilaksanakan di Pantai Pondok Permai, Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (21/9/2022).

“Menjadi doa kita bersama agar para Guru PAUD bisa menjadi pendidik yang profesional. Terus tingkatkan kompetensi supaya bisa memenuhi kualifikasi. Jika kualifikasinya sudah baik, nantinya Guru PAUD bisa menjadi guru formal,” ucap Wabup.

Adlin Tambunan juga menyampaikan harapan agar semangat para Guru PAUD tidak surut. Pasalnya amanah yang dipegang seorang guru yang mendidik anak di usia dini sifatnya jangka panjang.

“Anak-anak yang kalian didik adalah calon generasi bangsa yang di masa depan akan menjadi pemimpin. Sehingga sejak dini, hal-hal penting seperti karakter, mental, dan kepribadian, penting untuk dipersiapkan,” katanya lagi.

Selanjutnya, Wakil Bupati menyebut HIMPAUDI menjadi wadah bagi para Guru PAUD untuk saling berkoordinasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini sesuai dengan konsep dasar pembinaan tumbuh kembang anak. Ia berharap sinergitas dan kekompakan para anggota HIMPAUDI Sergai dapat terus dirawat dan terjaga solid seterusnya.

“Saya dan Pak Bupati Darma Wijaya akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru di Sergai,” pungkasnya. 

Sementara itu Bunda PAUD Sergai Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya dalam sambutannya menyampaikan jika hari ini merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan oleh guru-guru PAUD untuk mengekspresikan diri dan kemampuannya sebagai guru atau tenaga kependidikan yang kompeten dan berkualitas.

“Tingkatkan kemampuan untuk memberikan layanan pendidikan dan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anak kita. Bersama kita pahami bahwa tanggung jawab guru PAUD merupakan tanggung jawab yang sangat besar untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa,” tambahnya lagi.

Di balik tugas dan tanggung jawab yang besar tersebut, Bunda PAUD mengatakan, para guru juga mesti menghadapi tugas-tugas harian dalam kehidupan sehari-hari yang tak kalah besar. Karena itu Guru PAUD dituntut untuk tetap sabar dan ikhlas dalam menjalani setiap amanah yang diberikan.

“Jadilah guru yang berlaku seperti pelita yang menerangi gulita. Jadilah seperti air yang mengurangi dahaga. Tetaplah kuat, jadilah Guru-guru PAUD yang hebat,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua HIMPAUDI Sergai Wagiati menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang tampak antusias menyambut HUT organisasi. 

“Semoga ini menjadi momentum bagi Guru PAUD Sergai untuk mendapat perhatian lebih sebagai kado terindah bagi mereka,” harapnya. 

Acara HUT HIMPAUDI ini juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada peserta lomba apresiasi guru PAUD tingkat kabupaten.

Hadir juga dalam acara ini Ketua GOPTKI Sergai Ny. Aini Zetara Adlin Tambunan, Ketua DWP Sergai Ny. Uke Retno Faisal Hasrimy, Para Kepala OPD serta Camat, dan para Guru-guru PAUD se-Kabupaten Sergai.(*/Daniel)

Sei Rampah,Sulutnews.com - Persoalan data menjadi sangat krusial, apalagi dalam kurun waktu belakangan di mana pemerintah sedang gencar mengadakan program bantuan terhadap masyarakat dalam menghadapi dampak perekonomian, utamanya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini. Data yang akurat mutlak diperlukan demi tepat sasarannya bantuan yang diberikan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya pada rapat koordinasi (Rakor) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kabupaten Sergai tahun 2022. Rakor ini dilaksanakan di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (19/9/2022).

Bupati Darma Wijaya menjelaskan, Regsosek merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Data Regsosek, sebutnya, akan menjembatani koordinasi dan “berbagi pakai” data lintas lembaga dan lintas daerah untuk memastikan pemakaian data yang konsisten karena terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.

“Ragsosek menjadi penting untuk menghindari kesimpangsiuran di tengah masyarakat, apalagi perkara penyaluran bantuan. Tak jarang kita temui di lapangan terjadi mis-informasi di tengah masyarakat akibat data sasaran bantuan yang tidak presisi. Untuk meminimalisir hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Sergai saya harapkan dapat melaksanakan pengumpulan data secara komprehensif, sesuai dengan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Darma Wijaya melanjutkan, dengan akurasi data yang baik, bantuan yang dialokasikan dapat lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang memang memenuhi kriteria. Apalagi ia mengakui jika kenaikan harga BBM berdampak cukup signifikan bagi masyarakat.

“Naiknya harga bahan bakar tentu pengaruhnya ke biaya produksi. Ini tentu akan berakibat pada laju pertumbuhan ekonomi yang melambat, daya beli menurun, dan masyarakat yang paling terdampak tentu masyarakat ekonomi lemah,” ujarnya lagi sembari menambahkan jika insentif yang diberikan pemerintah pusat menjadi bantuan yang berarti bagi masyarakat.

Sebagai penutup, Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini berharap data yang diperoleh dapat disempurnakan lewat kolaborasi dan sinergi seluruh pihak.

“Yang terpenting bagaimana hasil akhir dari Ragsosek ini bisa kita manfaatkan untuk menyusun kebijakan daerah,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak BPS Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Fadjar Wahyu Trijono menyampaikan Ragsosek merupakan salah satu langkah yang dilakukan menunju “Satu Data Indonesia”. Satu Data Indonesia adalah kebijakan tata kelola data pemerintah untuk menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antara instansi pusat dan instansi daerah.

“Sistem dan basis data seluruh penduduk ini meliputi profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis datanya hingga tingkat desa. Kolaborasi lintas sektoral sangat kami harapkan untuk kesuksesan Regsosok,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan, Kepala BPS Sergai Herman, SE., M.Si, Dandim 0204/DS Letkol Czi Yoga Febrianto SH, M.Si, Ketua DPRD Sergai dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM, Waka Polres Sergai Kompol Sofyan, para Asisiten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag serta para Camat.(*/Daniel)

Binjai,Sulutnews.com - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya selaku Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), membuka kejuaraan daerah (Kejurda) Gulat Tahun 2022 Provinsi Sumut yang diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Binjai, Kota Binjai, Jumat (16/9/2022).

Membuka sambutannya, Bupati Sergai menyampaikan Kejurda Provinsi Sumut ini merupakan program kerja pengurus PGSI Sumut yang bertujuan untuk memilih atlet-atlet berprestasi yang berasal dari kabupaten/kota yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti program pelatihan daerah (Pelatda) jangka panjang.

Ia menyebut, Pelatda bertujuan untuk memperkuat kontingen Sumut pada cabang olahraga gulat dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 tahun 2024 mendatang yang nantinya akan diselenggarakan di Sumatera Utara dan Aceh.

“Event ini tentunya sangat berarti bagi para peserta karena ini adalah awal bangkitnya gulat di Sumut untuk bisa berbicara banyak di berbagai kompetisi dan meraih prestasi,” ujar Bang Wiwik, sapaan akrab Bupati, sembari menambahkan jika Kejurda ini akan memperlombakan 18 nomor. 

Bupati Sergai meyakini seluruh peserta yang berasal dari 19 kabupaten/kota hadir dengan motivasi tinggi untuk menjadi juara.

“Saya percaya kalian semua adalah para atlet yang telah mendedikasikan diri untuk berlatih, dengan keringat dan air mata, demi meraih hasil terbaik. Namun jangan lupa, tetap jaga sportivitas dalam bertanding,” ucap Bang Wiwik.

Sebagai Ketua PGSI Provinsi Sumut, dirinya tentu akan melaksanakan program kerja yang terukur dan terarah untuk keberlanjutan hasil dari Kejurda ini nantinya. Misalnya saja dengan mendatangkan pelatih yang kompeten atau mengirim atlet-atlet potensial untuk menimba ilmu dan referensi dari para profesional.

“Kami akan berusaha dengan tim bagaimana cara terbaik bagi Sumut untuk mendapatkan minimal 30% mendali emas di PON nantinya. Semua rencana program tersebut tentu akan mampu terwujud bila kita bersatu dan saling mendukung untuk bersama-sama membawa kejayaan gulat Sumut,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, Prof. Dr. Agung Sunarno, M.Pd, berpesan kepada seluruh atlet dan official wasit agar benar-benar menampilkan  performa dan keterampilan terbaiknya di gelaran Kejurda ini. Hal itu karena para atlet yang menjadi pemenang dalam Kejurda ini akan dipilih untuk membawa nama provinsi.

“Tiket kalian ikut PON 2024 ditentukan di sini. Tapi jangan lupa di setiap pertandingannya selalu menjaga sportivitas dan keluarkan kemampuan sebaik mungkin. Kepada wasit saya berpesan agar mempunyai kredibilitas yang bisa menentukan yang terbaik,” tuturnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Harian PGSI Sumut AKBP. Robin Simatupang, SH, M.Hum, Sekda Kota Binjai H. Irwansyah Nasution, S.Sos, para pengurus KONI, dan para peserta Kejurda.(*/Daniel)

Perbaungan,Sulutnews.com - Beragam upaya dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang religius, salah satunya adalah dengan menggelar kegiatan Tabligh Akbar Dambaan. Seperti yang dilaksanakan pada Senin, (12/9/2022) di Lapangan Kelurahan Batang Terap Kecamatan Perbaungan. 

Bupati Sergai H. Darma Wijaya bersama unsur Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Ketua MUI Sergai, Alim Ulama serta jamaah pengajian tumpah ruah menyambut kehadiran seorang Da’i kondang Ustadz Dr. H. Das’ad Latief, S.Sos., S. Ag., M.Si., Ph.D. 

Di hadapan seluruh yang hadir, Bupati Sergai H Darma Wijaya menyampaikan jika gelaran ini merupakan wadah silaturahim untuk dapat mempererat dan menumbuhkembangkan ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan semacam ini, mari kita jadikan sebagai wahana pengajian diri dan peningkatan kesadaran spiritual tentang makna keadilan, makna dari diri kita di muka bumi ini yang pada akhirnya dapat memperteguh komitmen moral yang kuat,” kata Bupati.

Ia menambahkan jika tabligh akbar ini sebenarnya momentum yang digelar setiap 6 (enam) bulan sekali dengan memanggil ustadz (penceramah) dari luar daerah. Kemudian, kata Bupati lagi, setiap sebulan sekali juga diadakan pengajian dan mendapat pendampingan dari Ketua MUI Sergai, cetusnya sembari menyebut jika seluruh pihak harus dapat memanfaatkan setiap momen dan tempat yang strategis untuk dijadikan wadah dalam melakukan kegiatan positif.  

Kemudian di kesempatan ini, Bupati Sergai menyampaikan kalau melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sergai, pihaknya telah mengeluarkan insentif bagi bilal mayit dan guru mengaji pada semester pertama tahun 2022 di 17 kecamatan. 

“Sebanyak 2.487 orang saudara-saudara kita yang jadi bilal mayit dan guru mengaji, sudah menerima santunan sebesar 500 ribu rupiah. Santunan ini akan diberikan dalam 2 semester setiap tahunnya. Sementara itu ada sebanyak 1037 orang yang telah didaftarkan ke BPJS Tenagakerja,” terang Bang Wiwik.

Terakhir, Bupati menyampaikan jika dirinya bersama Wabup H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, kerap turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi kondisi masyarakat sekaligus melihat infrastruktur yang ada di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. 

“Tujuan kami adalah ingin melihat kondisi  masyarakat Sergai secara langsung. Selain itu untuk menjaring beragam informasi sehingga pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya. 

Di kesempatan itu, Ustadz Das'ad Latief mengucapkan syukur alhamdulilah atas kesempatannya bisa hadir di Kabupaten Sergai untuk kesekian kalinya.

Ia memuji Bupati dan Wakil Bupati Sergai yang menurutnya contoh pemimpin yang membawa masyarakatnya dalam kebaikan. Ustadz Das’ad Latief meneruskan, apa yang dilakukan pada hari ini adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Usai di Perbaungan, Tabligh Akbar kembali dilaksanakan Lapangan Bola Kaki, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul. Di momen ini, Bupati Sergai juga menyerahkan secara simbolis insentif kepada Guru Mengaji dan Bilal Mayit Kecamatan Sipispis sejumlah 239 orang yang ada.

Hadir dalam acara Tabligh Akbar ini Ketua TP-PKK Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Ketua GOPTKI Sergai Ny. Aini Zetara Adlin Tambunan, Ketua DWP Ny. Uke Retno Faisal Hasrimy, para Assisten, Staf Ahli, para Kepala Perangkat Daerah, Kabag, perwakilan Polres Sergai dan Dandim 0204/DS, Ketua MUI sekaligus BAZNAS Sergai H. Haspul Huznain, para Camat, Ketua FKUB Irfan El Fuadi Lubis, serta para undangan dan masyarakat.(*/Daniel)

Sei Rampah, Sulutnews.com - Dalam menghadapi inflasi, terkhusus pada sektor pangan, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), melakukan serangkaian kebijakan dan aksi strategis yang mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPI).

Salah satunya terlihat pada hari ini, Selasa (13/9/2022), ketika Pemkab Sergai melaksanakan dua kegiatan sekaligus yaitu pencanangan Gerakan Menanam (Gernam) cabai merah dan operasi pasar murah, di halaman Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah.

Bupati Sergai H. Darma Wijaya dalam sambutannya menyampaikan jika kegiatan hari ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Pemkab Sergai untuk menstabilkan angka inflasi pangan yang oleh Bank Indonesia (BI) sebut penyumbang utamanya adalah cabai merah dan bawang merah.

“ Pada hari ini Pemkab Sergai melalui OPD mencanangkan gerakan menanam cabai. Ada kurang lebih 4.500 bibit cabai yang akan serentak ditanam. Bibit ini berasal dari sinergi antara Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, dan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (FTJSLP). Mudah-mudahan lewat Gernam ini, bisa menjadi motivasi bagi segenap pihak, terutama petani kita, untuk lebih semangat dalam meningkatkan hasil produski komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi pangan, seperti cabai merah dan bawang merah,” ujar Bang Wiwik, sapaan akrabnya.

Ia mengatakan, dalam mengendalikan inflasi pihaknya juga sudah sejak tahun lalu menggelar Grebek Dahsyat atau Gerakan Belanja Bersama Kebutuhan Dapur dan Harian di Pasar Rakyat. Lewat Grebek Dahsyat, Bupati menjelaskan kalau ASN Pemkab Sergai dilibatkan untuk setiap minggu membelanjakan uangnya di pasar-pasar rakyat yang ada di Sergai.

“ Dengan Grebek Dahsyat, diharapkan perputaran uang di pasar lokal bisa meningkat. Uang tidak keluar dari Sergai, sehingga perekonomian kembali hidup,” ucapnya lagi.

Di kesempatan ini, Bupati juga menyampaikan terima kasih atas inisiatif Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sergai untuk mengadakan pasar murah. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak baik pada pengendalian inflasi, namun juga bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian seperti telur, gula, cabai merah, bawang merah, dan sebagainya.

Sementara itu Ketua IPEMI Sergai Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya menyampaikan kalau kegiatan pasar murah ini digelar dengan bekerjasama dengan BI Provinsi Sumut dan Pemkab Sergai. Tujuannya adalah untuk membantu menstabilkan harga akibat dampak kenaikan harga BBM.

“Kami juga mengajak para wanita Sergai bergabung dengan IPEMI untuk bersama-sama berkontribusi membangun Sergai,” ucapnya lagi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PW IPEMI SUMUT Hj. Yulidar Bugis, Kapolres Sergai AKBP Dr. Ali Machfud, SIK, MIK, Kepala Biro Perekonomian Provsu Dr. Naslindo Sirait, SE, MM, Kasdim 0204/DS Mayor CZI. TM Panjaitan, perwakilan BI dan bank-bank Sergai, para Asisten Ahli, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, serta para ASN Pemkab Sergai.

Perbaungan,Sulutnews.com - Minat baca di kalangan pelajar masih tergolong rendah. Padahal lewat aktivitas membaca, banyak manfaat yang bisa didapat. Yang utama tentu wawasan bertambah. Jika wawasan luas, cara pandang dan kualitas pemikiran seseorang bisa makin baik. Selain buku, salah satu sumber referensi bacaan yang gampang diakses dan berkualitas adalah koran.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, saat membuka Kampanye Gemar Membaca Koran Milenial, yang dilaksanakan di Lapangan Bola Kaki, Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Rabu (14/9/2022).

Pada acara yang diikuti kurang lebih 1.500 siswa/i SMP negeri dan swasta di Kecamatan Perbaungan ini, Wabup bercerita jika dirinya sempat berlangganan surat kabar. Ia gemar mencari tahu informasi terbaru terkait ekonomi, politik, budaya, dan terutama olahraga sepakbola.

“Isi berita yang ada di koran ini diterbitkan setelah menjalani proses yang ada standarnya. Sehingga isinya bisa lebih dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan informasi yang berseliweran di media sosial. Adik-adik sekalian bisa menjadikan surat kabar sebagai salah satu sumber referensi terpercaya untuk menambah wawasan,” ujar Adlin Tambunan.

Dirinya berpesan kepada siswa/i SMP yang jadi peserta dalam kegiatan ini agar mulai membiasakan diri gemar membaca, salah satunya dengan rajin membaca surat kabar.

“Tidak semua tempat bisa dijangkau oleh badan, tapi cukup dengan membaca, kita bisa melihat dunia,” ungkapnya lagi.

Ia pun mengapresiasi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Sumatera Utara yang telah menggagas terlaksananya kampanye membaca koran hari ini. Dia berharap agar kegiatan semacam ini bisa berkontribusi terhadap kualitas literasi generasi muda Sergai.

Di kesempatan ini juga, Wabup menyampaikan jika dalam waktu yang tidak lama lagi Pemkab Sergai akan membangun gedung perpustakaan. Diproyeksikan, bangunannya akan berdiri di sekitaran gerbang tol Teluk Mengkudu.

“Saya mengajak SPS nantinya bisa ikut berkontribusi mengisi fasiltas literasi yang ada di perpustakaan tersebut, misalnya dengan membuat corner berita atau semacamnya,” ucap Wakil Bupati.

Sementara itu Ketua SPS Sumut Farianda Putra Sinik mengaku bangga dan bahagia atas terlaksananya Kampanye Gemar Membaca Koran Milenial ini. Ia melihat bagaimana ramai dan antusiasnya para peserta dari kalangan siswa/i SMP.

“Alhamdullilah, pelaksanaan perdana kampanye ini di Sergai berjalan dengan baik. Sebelumnya juga, Bupati Sergai Pak Darma Wijaya dan Pak Adlin juga merespons dengan baik keinginan kami untuk mengadakan gelaran ini. Kabupaten Sergai merupakan lokasi pertama di Provinsi Sumut diselenggarakannya kegiatan ini. Selanjutnya kegiatan serupa akan kami gelar di Kabupaten Langkat,” ujarnya.

Farianda berharap besar agar apa yang dilaksanakan pada hari ini bisa meningkatkan minat baca di kalangan pelajar sekaligus mengurangi ketergantungan pada gadget.

“Informasi yang ada dalam koran adalah produk jurnalistik, jadi isinya sudah teruji, tidak boleh sembarangan. Karena itu informasi yang ada di dalamnya bisa adik-adik sekalian jadikan sebagai referensi dan menambah khazanah pengetahuan,” pesannya.

Selain membaca koran massal, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi kerja jurnalistik dan serba-serbi perusahaan pers yang materinya dibawakan oleh Sekretaris SPS Sumut, Rianto Ahgly.

Dalam Kampanye Gemar Membaca Koran Milenial ini, ada 10 media cetak yang ikut berpartisipasi yaitu Waspada, Analisa, Sumut Pos, Sumut 24, Medan Pos, Berita Sore, Metro 24, Harian Orbit, Sinar Indonesia Baru, dan Realitas.

Hadir pada kegiatan ini mewakili Polres Sergai, mewakili Dandim 0204/DS, mewakili Kajari Sergai, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, Asisten Ekbang Drs Nasrul Azis Siregar, Kadis Kominfo Drs. H. Akmal, AP, M.Si, Kadis Perpustakaan dan Arsip Elinda Setianur, SE, Kadis Lingkungan Hidup Hedi Novria, SH, mewakili Kadis Pendidikan Sergai, Camat Perbaungan Muhammad Fahmi S.STP, M.AP, para pengurus SPS Sumut dan para guru pendamping siswa/I SMP di Kecamatan Perbaungan.(*/Daniel)

Bintang Bayu,Sulutnews.com - Pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya dan Wakil Bupati (Wabup) H Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, M.SP terus digenjot. Hal ini dapat terlihat di beberapa desa yang jalannya kian menghitam (diaspal). 

Kamis, (19/9/2022) Bupati bersama Wabup  kembali meresmikan jalan Bandar Pinang Kebun Kecamatan Bintang Bayu menuju Kecamatan Serba Jadi.

" Ini merupakan implementasi program Sapta Dambaan (Sapda) yaitu infrastruktur yang terintegrasi. Bukan hanya pengaspalan jalan, namun perbaikan irigasi dan pembangunan infrastruktur lainnya juga menjadi perhatian kami," kata Bupati Darma Wijaya sembari mengimbau masyarakat untuk taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) agar pembangunan infrastruktur dapat terus berjalan.

Ia menambahkan, jika pembangunan jalan mulai dari Kuala Bali, Bandar Pinang ke Serba Jadi dan tembus ke Dolok Masihul diselesaikan tidak lebih dari 5 tahun. Oleh karenanya, jalan yang dibangun ini diharapkan mampu bertahan mulus hingga 10 tahun kedepan. Ia juga meminta agar seluruh pihak menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun. Selain iru, peran serta tokoh masyarakat dan pemerintah desa sangat dibutuhkan, agar kendaraan yang melebihi tonase dilarang, pintanya.

Tak lupa juga Bang Wiwik sapaan akrab Bupati mengajak masyarakat untuk terus membayar PBB, sebab Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh saat ini, salah satunya untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Sergai.

"Pembangunan akan terus kita lakukan secara merata, namun pembangunan juga butuh dana, makanya masyarakat diajak buat bayar PBB, jadi pembangunan akan bisa terus berlanjut. Saat ini APBD Sergai hanya Rp1, 5 Triliun. Sementara PAD kita hanya 10 persen atau hanya Rp150 miliar dari APBD," tandas Bupati sambil menambahkan jika sebuah kabupaten yang baik, minimal menghasilkan PAD sebesar 20 persen dari jumlah APBD. Oleh sebab itu, kita bersama-sama harus berperan serta dalam pembangunan Sergai dengan meningkatkan PAD-nya. 

Serupa dengan Bupati, Wabup Adlin Tambunan menambahkan, bahwa pemerintah daerah dituntut untuk membangun secara terfokus. Saat ini fokus Pemkab Sergai membangun infrastruktur, maka dari itu semua potensi yang ada harus di gerakkan.

"Dahulu pembangun jalan hanya sepotong-sepotong. Namun saat ini kita jadikan panjang. Jadi pembangunan 1 jalan langsung selesai," tambahnya.

Ia bersama Bupati menyakini jika infrastruktur baik akan berdampak baik pula bagi ekonomi masyarakat.

 "Yang kita bangun ini sebuah areal potensi ekonomi bagi masyarakat. Ada perkebunan, peternakan dan itu harus didukung infrastruktur jalan yang baik, "pungkasnya.

Ponidi, tokoh masyarakat Bintang Bayu mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Sergai di bawah pimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wabup Adlin Tambunan yang sudah membangun akses bagi masyarakat. 

"Kami masyarakat Sergai sangat mengidam-idamkan pembangunan jalan ini. Kami siap mendukung program pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Sergai," cetusnya.(*/Daniel)

Pantai Cermin, Sulutnews.com - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya diundang hadir sekaligus menjadi narasumber dalam acara “Temu Aspirasi dengan Para Pengusaha dalam Rangka Pengupahan Tahun 2023”. Kegiatan ini berlangsung di Theme Park PanQtai Cermin, Kamis (15/9/2022).

Bupati Sergai membuka sambutannya dengan menyampaikan harapan agar kegiatan temu aspirasi  ini dapat menjembatani kebutuhan, tantangan, dan peluang baik yang dihadapi oleh para pengusaha maupun para pekerja. Menurutnya, meskipun dampak pandemi Covid-19 semakin berkurang namun adanya konflik Rusia-Ukrania baru-baru ini terasa sangat memengaruhi pulihnya perekonomian.

Ia melanjutkan, sebagaimana diketahui bersama bahwa pengupahan merupakan permasalahan klasik antara pengusaha dan pekerja.  Bagi Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini, pengertian dan batasan berapa upah yang layak merupakan hal yang paling sulit untuk disepakati antara pengusaha dan pekerja.

“Dan tugas kami, dalam hal ini Pemkab Sergai, adalah menjembatani kepentingan pengusaha dan pekerja dengan mengacu pada perundangan-undangan maupun peraturan pemerintah yang berlaku,” jabarnya.

Masih lanjut Darma Wijaya, upah ninimum kabupaten (UMK) di Sergai 2 tahun berturut-turut tidak mengalami kenaikan akibat pandemi Covid-19, yakni sebesar Rp2.869.292. Dalam catatan yang ia punya, perusahaan yang menerapkan nilai UMK ini sebanyak 73 perusahaan (37.7%) dan yang belum melaksanakannya ada sejumlah 150 perusahaan (62.3%).

Kepada perusahaan dan pengusaha yang sudah mematuhi regulasi, Bang Wiwik mengucapkan terima kasih. Sebab menurutnya hal ini sangat berpengaruh besar dalam meningkatkan perputaran perekonomian di Sergai.

Bupati Sergai mengakui, dunia usaha menghadapi tantangan besar karena bulan ini pemerintah pusat mengeluarkan keputusan sulit yaitu menaikkan harga bahan bakar minyak (BB,) yang dampaknya sudah mulai dirasakan yakni naiknya harga bahan-bahan pokok. Tentu ini akan memengaruhi daya beli masyarakat dan biaya produksi dunia usaha. Namun ia menegaskan, pemerintah pusat telah mempersiapkan berbagai program bantuan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kenaikan BBM tersebut.

“Pemkab Sergai juga telah memulai melakukan Gernam (Gerakan Menanam) cabai merah dan operasi pasar murah untuk mengendalikan inflasi pangan dan daya beli masyarakat. Saya pun mengapresiasi  beberapa perusahaan di Sergai yang telah memberikan semacam insentif kerajinan untuk membantu pekerjanya menghadapi dampak kenaikan BBM,” ujarnya lagi sembari menambahkan jika Pemkab Sergai sangat mendorong iklim berusaha yang kondusif salah satunya dengan cara melaksanakan pelayanan birokrasi yang efektif dan efisien.

Terakhir, Darma Wijaya mengutarakan jika temu aspirasi ini merupakan wadah bagi pemerintah untuk memahami kendala yang dihadapi pengusaha dalam hal pengupahan yang sesuai dengan ketentuan UMK. 

“Harapan kami, masukan dari rekan-rekan pengusaha dapat meningkatkan kesejahteraan warga Sergai terkhusus para pekerja dan buruh sekaligus meningkatkan iklim berusaha yang kondusif di kabupaten ini sehingga visi kabupaten yang “Maju Terus: Mandiri, Sejahtera, dan Religius” dapat terwujud,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Mikro Drs. Fajar Simbolon, M.Si, serta 30 orang pengusaha Sergai.(*/Daniel)