Sergai

Sergai (58)

Sei Rampah, Sulutnews.com - Kreativitas menjadi hal utama dalam pengembangan perekonomian, apalagi saat ini kita masih hidup di masa endemi, tentunya inovasi-inovasi baru harus terus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya melalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, dalam sambutannya pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Go Digital bagi pelaku ekonomi kreatif yang diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang digelar di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat (24/6/2022).

“ Dalam era digital saat ini, kata ‘ekonomi kreatif’ atau yang biasa disingkat sebagai ekraf, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Berbagai bisnis dijalankan dengan mengutamakan konsep kreatif sehingga tidak saja memudahkan masyarakat, tapi juga mengintensifkan kreativitas,” ucap Sekdakab Faisal Hasrimy membacakan sambutan Bupati Sergai.

Bupati melanjutkan, perkembangan bidang ekonomi saat ini sudah sampai di taraf ekonomi kreatif di era industri 4.0.

Masih lanjutnya, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sergai tahun 2021 menunjukkan keadaan yang terus meningkat dari tahun 2015. Namun ia menerangkan, pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi turun sebear -0,44%  akibat pandemi Covid-19.

“ Saat ini setelah memasuki masa endemi laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sergai naik kembali menjadi sebesar 2,87%, unggul dari rata-rata laju pertumbuhan Provinsi Sumut yang ada di angka 2,61%,” rincinya.

Sedangkan untuk aspek UMKM, saat ini jumlahnya di Sergai mencapai 139.155 pelaku yang berasal dari bidang pertanian, perdagangan, jasa, dan industri kecil.

“ Hingga saat ini, hanya ada 41 UMKM yang sudah menerapkan go digital. Sedangkan total Industri Kecil Menengah (IKM) di Sergai sebanyak 2.231 dan dari situ hanya 6 IKM yang sudah go digital. Lalu pelaku usaha ekraf di Sergai berjumlah 78 pelaku usaha dan 20 di antaranya sudah go digital,” terangnya lagi.

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan pihaknya tetap melakukan pendampingan karena banyak yang harus dibenahi dalam perkembangan ekraf di Sergai.

Pada Bimtek ini, Anggota DPR RI dr. Sofyan Tan yang juga hadir, menyampaikan jika sekarang banyak orang yang masih muda tapi sudah memiliki aset dan kekayaan yang luar biasa. Zaman sekarang hal tersebut bukanlah hal mustahil jika piawai memanfaatkan peluang sektor digital.

Politisi PDI-P ini menyebut, pandemi yang baru saja jadi bencana global juga punya dampak positif karena memunculkan minat orang-orang untuk lebih mengenal dunia digital.

Kemudian Sofyan Tan berujar, Kabupaten Sergai punya banyak potensi, mulai dari alam yang cantik, potensi pariwisata, kuliner yang menarik, dan yang tak kalah penting, pemimpin yang baik.

“ Semua hal baik ini perlu mendapat dukungan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Salah satu hal yang bisa dilakukannya adalah dengan memperkuat aspek pengetahuan digitalisasi,” ujarnya.

 Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi paparan materi bertema “Digital Marketing” yang dibawakan oleh Sujonsen Huan, ST.

Hadir dalam kegiatan ini Sub-Koordinator Edukasi II Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Hana Marliana, Asisten Ekbang Drs. Nasrul Aziz Siregar, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keungan Ir. Prihatinah, M.Si, Kepala Dinas Poraparbud Drs. Zulfikar, dan para peserta Bimtek yang berasal dari berbagai kalangan baik pelaku UMKM, mahasiswa, dan lainnya.(/Daniel)

Tebing Tinggi, Sulutnews.com - Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 dengan tema “ Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting” diharapkan dapat menjadi inspirasi dan kekuatan kita dalam membangun Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang Maju Terus; Mandiri, Sejahtera, dan Religius.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sergai H Adlin Umar Yusri Tambunan saat menghadiri acara Peringatan Harganas ke-19 di Desa Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Jumat, (24/6/2022).

Wabup Adlin menegaskan jika melalui Perayaan Harganas ini, kita perkuat komitmen dan sinergitas bahwa penuntasan stunting di Tanah Bertuah Negeri Beradat menjadi tugas kita bersama antara pemerintah daerah, lintas sektor, swasta, pelaku usaha, TP PKK, organisasi profesi dan seluruh masyarakat di Kabupaten Sergai, ujarnya sambil  mngucapkan selamat datang pada kepada Deputy Bidang KB KR BKKBN RI, dr. Eni Gustina, MPH beserta rombongan.

“ Semua pihak harus dapat berpartisipasi mulai dari hal yang sederhana yaitu dengan menggerakkan upaya untuk membatasi jumlah anak, generasi berkualitas yang bermula dari kelahiran yang direncanakan. Selain itu kita perkuat semangat kegotong-royongan dan rasa kebersamaan yang hari ini diwujudkan dalam bentuk orang tua asuh stunting, donatur paket sembako balita stunting yang kegiatan ini kita laksanakan tidak hanya pada saat harganas saja, akan tetapi terus berkelanjutan dan berkembang,” kata Wabup sembari mengajak semua pihak agar terus berpartisipasi sebagai orang tua asuh dan donatur stunting.

Lebih lanjut disampaikan Wabup, jika wujud dari kegotong-royongan dan  pemberdayaan masyarakat Kabupaten Sergai dalam penuntasan stunting, dapat dibentuk  dapur sehat atasi stunting (dashat) di semua kecamatan. “ Dashat adalah wadah yang tepat bagi keluarga untuk berbenah dalam memperbaiki status gizi anggota keluarga,” imbuhnya.

Diakhir sambutannya ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua asuh stunting, donatur stunting, penggiat dan pekerja KB  kesehatan, organisasi kemasyarakatan, seluruh penggiat dan pekerja sosial, penggiat dan pekerja pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan ekonomi keluarga serta semua pihak yang telah bekerja keras dalam memajukan keluarga yang berkualitas di Sergai.

“ Semoga perhelatan ini memberikan daya tarik serta motivasi bagi masyarakat dalam memperbaiki status gizi anggota keluarganya,” pungkas Wabup Adlin Tambunan.

Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Rosmaida Saragih Darma Wijaya yang hadir bersama Ketua GOPTKI Ny Aini Zetara Adlin Tambunan, Ketua DWP Ny Uke Retno Faisal Hasrimy,  menyatakan, terkait stunting pihaknya selalu melakukan sosialisasi dan masuk melalui posyandu.

“ Sosialisasi selalu dilakukan serta penyerahan asupan makanan bagi balita dan ibu hamil, pemberian albumin dan melakukan pelatihan bagi seluruh kader dalam mengolah makanan menjadi lebih bergizi," pungkasnya.

Sementara itu Deputy Bidang KB KR BKKBN RI, dr. Eni Gustina, MPH mengapresiasi Pemkab Sergai atas gelaran yang dilaksanakan luar biasa berlangsung sukses.

Ia menambahkan jika Harganas yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2022 mendatang, rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka Kota Medan, namun katanya lagi, dimundurkan menjadi tanggal 7 Juli 2022 dan akan  dihadiri  oleh Presiden RI.

Eni menyebut bahwa BKKBN telah ditunjuk sebagai koordinator pelaksana untuk penurunan stunting. “ Kita tahu bahwa keluarga adalah titik awal untuk intervensi stunting  dan di situlah mungkin Bapak Presiden menunjuk BKKBN,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala DP2KBP3A dr Helminur Iskandar melaporkan jika Perayaan Harganas ini didahului dengan Pelayanan Sejuta Akseptor  (PSA) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2022 di seluruh kecamatan se-Sergai.

“ Alhamdulillah, berkat kerjasama yang baik dari semua pihak dalam mewujudkan keluarga yang tangguh dalam ber-KB, capaian PSA MKJP dapat melampaui target yang telah ditetapkan dari target sasaran sebanyak 2.623 akseptor dapat dicapai menjadi 3.398 akseptor yang dilayani atau persentase capaian program PSA MKJP sebanyak 129,54%,” rincinya. 

Kegiatan diwarnai dengan pengukuhan orang tua asuh dari 19 balita stunting yang terdiri dari 14 balita stunting dari Kecamatan Tebing Tinggi, 1 balita dari Kecamatan Pantai Cermin, 1 balita dari Kecamatan Dolok Merawan, 1 balita dari Kecamatan Pegajahan dan 2 balita dari Kecamatan Tanjung Beringin. Kemudian  Pemilihan balita stunting yang mendapat orang tua asuh didasarkan pada pilihan dan daerah domilisi dari calon orang tua asuh yang akan dikukuhkan.

Perayaan Harganas ini dihadiri juga perangkat daerah Pemprovsu, Kepala OPD, Camat, Kader PKK, Kades serta undangan lainnya. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan launching Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung KB Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi sekaligus temu ramah dengan masyarakat yang mengelola Dashat.(/Daniel)

Sipispis, Sulutnews.com - Pasca ditetapkan sebagai satu dari 50 Desa Wisata Terbaik se-Indonesia dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis kembali mendapat momen istimewa dengan kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, Kamis (23/6/2022).

Kehadiran Sandiaga Uno ke Tanah Bertuah Negeri Beradat langsung diterima oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya didampingi Wakil Bupati H. Adlin Tambunan dan Sekda H M Faisal Hasrimy. Menteri kelahiran Riau ini disambut meriah dengan tarian khas Simalungun, Tor-tor Pengalo-ngaloh sebagai tanda memberi semangat dan doa restu kepada tamu. Selain itu, dirinya juga disambut oleh Tuan Raja Bajalingge dan Raja Padang.

Di kesempatan spesial ini, Darma Wijaya menyampaikan kalau kunjungan Menparekraf merupakan agenda ADWI 2022 di mana sang Menteri berkesempatan untuk menjajal langsung “jualan utama” destinasi wisata di Desa Buluh Duri, yaitu berarung jeram atau rafting di Sungai Bah Bolon.

“Pak Menteri hari ini merasakan langsung bagaimana menariknya ngarung di sungai Bah Bolon,” ucap Bang Wiwiek, sapaan akrabnya, sumringah.

Bupati Sergai menyampaikan, terpilihnya Desa Buluh Duri sebagai Desa Wisata terbaik di perhelatan tingkat nasional semacam ADWI merupakan kebanggaan besar. Bukan apa-apa, Desa Buluh Duri berhasil menyisihkan ribuan desa lain hingga masuk ke dalam 50 yang terbaik. Ini menjadi bukti jika Kabupaten Sergai tidak hanya menjadi tujuan wisata bahari melainkan mampu menyediakan atraksi wisata alternatif yang tidak kalah menarik.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu memperkenalkan secara positif suatu daerah ke publik secara luas. Momen semacam ini, di mana seorang menteri hadir langsung untuk menikmati objek wisatanya, merupakan promosi yang sangat berarti bagi Desa Buluh Duri,” cetusnya lagi.

Bukan hanya itu, Bang Wiwiek berharap, apa yang berlangsung hari ini bisa menjadi bahan bakar untuk semakin menggeliatkan perekonomian warga di tengah pemulihan pasca pandemi.

“Kita tentu sama-sama berharap, kedatangan Pak Sandiaga Uno bisa merangsang geliat pariwisata di Kabupaten Sergai, terkhusus di Desa Buluh Duri. Semoga juga di masa-masa yang akan datang, potensi wisata lain yang ada di kabupaten kita ini bisa lebih dikenal dan kembali mendapat pengakuan luas,” harapnya.

Optimisme juga disampaikan oleh Wakil Bupati Adlin Tambunan. Dirinya mengatakan, kedatangan Menparekraf tidak hanya akan berdampak baik bagi sektor pariwisata, namun diharapkan mampu memberi efek positif terhadap dunia UMKM di Sergai.

“Kesempatan ini juga jadi kesempatan para pelaku UMKM Sergai untuk mempromosikan produk-produk lokal unggulan. Pak Menteri juga berkesempatan untuk memantau dan menyerap aspirasi warga Sergai yang banyak bergerak di bidang tersebut,” ucap Adlin.

Salah satu pelaku UMKM Sergai, Eni, menitipkan harapan besar dengan kehadiran Sandiaga Uno di tanah kelahirannya. Pedagang mi glosor, makanan khas Kecamatan Sipispis, ini berharap kedatangan Menparekraf dapat membangkitkan kembali usaha masyarakat yang lesu setelah pandemi Covid-19.

“Tadi Pak Sandiaga dan Bupati mampir ke stand makanan kami. Rasanya senang sekali, sampai susah berkata-kata. Kami cuma bisa mengucapkan terima kasih kepada beliau-beliau. Semoga setelah kedatangan Pak Menteri dan rombongan, perekonomian bisa kembali pulih dan meningkat,” harapnya.

Momen langka ini juga dimanfaatkan oleh Kepala Desa Buluh Duri Dewi Yanthi Purba untuk menyampaikan aspirasinya. Secara langsung wanita yang juga merupakan ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sergai ini menyampaikan kepada Sandiaga Uno beberapa keinginannya untuk semakin meningkatkan kemajuan pariwisata di desanya.

“Ada tiga hal yang kami harapkan agar Pak Menteri bisa membantu yaitu pertama, karena bantuan tambahan perahu untuk mengakomodasi banyaknya pengunjung yang hadir. Yang kedua kami memerlukan balai pertemuan untuk menampung tamu dan gudang penyimpanan peralatan rafting. Yang ketiga, kami titipkan brosur promosi wisata Buluh Duri kepada Pak Menteri untuk diletakkan di setiap bandara yang ada di Indonesia,” sebutnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti ADWI di bantaran Sungai Bah Bolon oleh Menparekraf. Pada kesempatan ini Sandiaga juga berkesempatan untuk mengunjungi berbagai stand kuliner dan kerajinan khas Kabupaten Sergai. 

Hadir di kesempatan ini Unsur FORKOPIMDA Kabupaten Sergai, Sekdakab Sergai Ketua TP-PKK Sergai Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Ketua DWP Ny Uke Retno Faisal Hasrimy, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Tim Penilai ADWI, dan rombongan, serta warga sekitar.(/Daniel)

Jakarta,Sulutnews.com- Mewujudkan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang Maju Terus; Mandiri, Sejahtera, dan Religius tentu banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Oleh karenanya Pemkab Sergai akan segera membentuk 6 (enam) Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sebagai pilot project di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Demikian disampaikan Bupati Sergai H Darma Wijaya saat melakukan kunjungan kerja ke Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati di Jalan Medan Merdeka Barat No.15 Jakarta, Kamis (16/6/2022).

“Pembentukan DRPPA ini punya tujuan untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sergai. 6 Desa ini akan menjadi pilot project yakni Desa Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Cinta Air dan Sei Naga Lawan di Kecamatan Perbaungan, Desa Dolok Sagala Kecamatan Dolok Masihul, Desa Pegajahan Kecamatan Pegajahan dan Desa Pekan Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin,” sebut Bupati yang hadir didampingi Wabup Adlin Tambunan, Sekdakab Faisal Hasrimy dan Kadis P2KBP3A dr. Helminur Iskandar.  

Ia menambahkan bahwa kehadiran DRPPA ini nantinya diharapkan mampu menurunkan angka stunting. Dalam hal ini masyarakat akan diberikan pemahaman dan inovasi seperti mengenai manfaat dan pengolahan seperti ikan lele dan ikan gabus, ujar Bupati mencontohkan sembari menyampaikan jika DRPPA ini juga akan dibentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Bang Wiwiek, demikian akrab disapa, juga berharap banyak dukungan dari berbagai pihak, terkhusus dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar program ini dapat segera terealisasi, pungkasnya.

Dikesempatan serupa Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyambut baik program DRPPA ini. Pihaknya juga akan mendukung penuh terlaksananya kegiatan tersebut.

“ Ini sangat bagus, sebagai langkah inovasi pemerintah daerah dalam mendukung penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak secara nasional. Begitu juga stunting, melalui kegiatan ini juga secara nasional angkanya dapat menurun," pujinya.

Kadis P2KBP3A Kabupaten Sergai dr. Helminur Iskandar melaporkan jika angka pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun lalu sekitar 35 laporan.

" Ditahun ini, hingga April laporan kekerasan sebanyak 13 laporan dengan rincian 10 kasus kekerasan terhadap anak dan 3 kekerasan terhadap perempuan. Sedangkan angka stunting di Sergai hingga kini mencapai 826 kasus dan ditargetkan pada tahun 2024 turun menjadi 14 persen,” pungkasnya.(/Daniel)

Sei Rampah,Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meraih Penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Repormasi Birokrasi (Menpas RB) sebagai 15 Peserta Terbaik Kategori Unit Pengelolaan Pelayanan Publik (UPP) dalam Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (P4) Ke-4.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Keasistenan Utama Pengaduan Masyarakat Ombudsman RI Patnuaji Agus Indarto, SS, kepada Kadis Dukcapil Kabupaten Sergai Fitriadi, S.Sos, M.Si di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan Jakarta, Kamis (16/6/2022). Demikian disampaikan oleh Kadis Kominfo Sergai Drs H Akmal AP M.Si usai menerima informasi dari Kadis Dukcapil Sergai langsung dari lokasi kegiatan. 

Lebih lanjut dikatakan Akmal, berdasarkan informasi dari Kadis Dukcapil bahwa para peserta terbaik pada Kompetisi P4 ke-4 ini menerima Piala Anggakara Birawa dari Menpan RB Tjahjo Kumolo. 

“Total seluruhnya ada 17 pemenang yang di ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi lanjutan berupa wawancara melalui ruang virtual zoom meeting yang telah dilaksanakan pada tanggal 23-30 Mei 2022 oleh Tim Evaluasi secara independen. 17 Pengelola Pengaduan Terbaik tersebut terdiri dari 2 Instansi Pemerintah (IP) Kategori Outstanding Achievement, 10 Instansi Pemerintah dengan kategori Aspek Pengelolaan dan Perubahan Terbaik, Aspek Keberlanjutan, Konektivitas, dan Dampak Terbaik, serta 5 Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) terbaik,” kata Akmal.          

Ia kemudian merinci jika Dinas Dukcapil Sergai masuk dalam 15 kategori peserta UPP bersama peserta lain seperti; Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kantor Kementrian Kota Administrasi Jakarta Timur-Kementrian Agraria dan Tata Ruang BPN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementrian Keuangan, Rumah Tahanan Negara Kelas II A Manado, Institut Teknologi Sepuluh Nopember-Kemendikbud Riset, dan Teknologi.

Selanjutnya, Direktorat Registrasi Pangan Olahan-BPOM, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, DPMPTSP Provinsi Riau, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Provinsi Bali, DPMPTSP Kabupaten Siak, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, RSUD Bendan Kota Pekalongan dan Puskesmas Jati Kota Malang, beber Akmal sembari menambahkan jika kompetisi ini juga didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP).

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA dalam laporannya mengungkapkan pemerintah menyadari laporan atau pengaduan pelayanan publik merupakan amunisi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Karenanya, pemerintah menggelar kompetisi ini untuk kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik adalah sebagai bentuk motivasi, kepada penyelenggara pelayanan publik untuk membangun pengaduan pelayanan publik yang terintegrasi, partisipatif dan juga memberikan manfaat untuk perbaikan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,” tutur Diah.

Diah Natalisa juga menyampaikan bahwa jumlah peserta yang turut dan siap diverifikasi sebanyak 434 peserta dari sebanyak 573 yang mendaftar, atau hampir 3 kali lipat dibanding dengan tahun 2018 yang hanya 162 instansi Pemerintah.

Dalam puncak penganugerahan ini juga, Sekretaris KemenPANRB Rini Widyantini yang mewakili Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, berpesan kepada pengelola pengaduan agar menciptakan birokrasi yang tidak berbelit, terutama dalam alur pengaduan. “Pemerintah tidak boleh menutup mata dan telinga terhadap aduan masyarakat,” pungkas Akmal.(/Daniel)

Dolok Masihul,Sulutnews.com -  “Jangan hanya sekadar bicara, tapi kita semua perlu bukti nyata.” Demikian disampaikan oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Drs. Nasrul Aziz Siregar saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) Pengembangan Desa Wisata Kampung Tahu yang dilaksanakan di Kantor Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Rabu (15/6/2022).

“Bapak Bupati dan Wakil Bupati Sergai sangat concern dalam pengembangan potensi wisata yang ada di Kabupaten Sergai. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Desa Wisata Buluh Duri yang ada di Kecamatan Sipispis, sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik se-Indonesia dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” jelas Nasrul Azis.

Dirinya menyebut, Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat punya banyak potensi wisata yang perlu digali lagi. Selama ini, katanya, Sergai dikenal dengan pilihan destinasi wisata bahari yang beragam. Hal ini didukung oleh kondisi geografis Sergai yang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Selain pantai, Asisten Ekbang menyebut Kabupaten Sergai juga punya Pulau Berhala yang merupakan salah satu pulau terluar dengan panorama yang sangat indah bagi tiap wisatawan yang melancong kesana.

Namun Sergai bukan melulu wisata bahari, akan tetapi juga ada berbagai macam destinasi wisata menarik lainnya. Selain bisa berarung jeram atau rafting di Desa Buluh Duri, wisata kuliner di Kampung Tahu, di Dolok Manampang, juga bisa menjadi pilihan menarik bagi wisatawan lokal, nasional bahkan internasional.

Akan tetapi Azis demikian akrab disapa, menyebut potensi ini perlu lebih dimaksimalkan dan dikemas dengan lebih baik lagi. Sehingga untuk itu dibutuhkan koordinasi lintas lini untuk menggarap dengan baik aset wisata kabupaten ini.

 “Semua OPD terkait harus memberikan sumbangsih, kontribusi terbaik, demi mengembangkan wisata Kampung Tahu ini. Selain meningkatkan pendapatan asli daerah, berkembangnya Kampung Tahu ini akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat lokal,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Bupati dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, Kadis Poraparbud Drs.Zulfikar, Kadis Kesehatan Selamat Hartono, SKM, M.Kes, Kabid PIKP Dinas Kominfo Kamaluddin Saragih, SPdI, M.Si, dan perwakilan Bank Sumut, PTPN III serta OPD terkait lainnya.(/Daniel)

Sei Rampah,Sulutnews.com - Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya membuka acara fasilitasi pelayanan publik tentang kepatuhan terhadap standar pelayanan publik di lingkungan Pemkab Sergai, yang dilaksanakan di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (13/6/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Sergai menyampaikan pelayanan publik adalah kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, bagi setiap warga dan penduduk atas barang jasa dan pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

“ Guna menjamin kelancaran penyelenggaraan pelayanan publik maka saya sebagai Bupati mempunyai tugas melakukan pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dari penanggungjawab sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,” beber Darma Wijaya.

Bang Wiwiek, sapaan akrabnya, melanjutkan pada tahun 2021 Pemkab Sergai telah dinilai oleh Tim Penilaian Ombudsman Indonesia perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) terhadap standar pelayanan dengan hasil nilai rata rata sebesar 77,02. Nilai ini, sambungnya, dikategorikan dalam predikat zona kuning.

“ Hal ini merupakan hasil kumulatif dari penilaian terhadap Pemkab Sergai atas empat perangkat daerah yang ditetapkan oleh Ombudsman sebagai lokus penilaian. Untuk itu pada tahun 2022, Ombudsman RI perwakilan Provsu kembali akan melakukan penilaian. Saya memerintahkan kepada seluruh kepala perangkat daerah agar fokus dan segera melakukan identifikasi evaluasi serta melakukan pemenuhan terhadap standar pelayanan, sebagaimana telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya lagi.

Dikatakan oleh Bang Wiwiek, penilaian yang akan dilakukan oleh Ombudsman RI tidak hanya mencari dan memperoleh predikat semata, namun merupakan kewajiban dan janji sebagai penyelenggara pelayanan yang dituangkan dalam maklumat pelayanan untuk dipenuhi. Dirinya meminta kepada seluruh perangkat daerah agar hasil penilaian yang disampaikan oleh Ombudsman RI dapat dijadikan sebagai instrumen dan tolok ukur perbaikan dalam kepatuhan terhadap standar pelayanan untuk peningkatan pelayanan menuju pelayanan prima.

“ Pemkab Sergai mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat dan kami mengharapkan agar Ombudsman RI yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik untuk terus memberikan pendampingan kepada kami melalui Bagian Organisasi Setdakab Sergai dan terus mendorong sehingga tercapainya kepatuhan terhadap standar pelayanan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Ombudsman RI perwakilan Provsu, Abyadi Siregar, menerangkan kalau survei kepatuhan opini pelayanan publik memiliki sumber penilaian berdasarkan keterpampangan atribusi standar pelayanan publik baik secara manual maupun elektronik, pemahaman petugas layanan terkait layanan publik, survei masyarakat pengguna layanan, pelaksanaan Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP), dan Pelaksanaan Laporan Hasil Akhir (LHA) kajian Ombudsman RI.

Di kesempatan ini, Abyadi mengatakan ada beberapa kiat yang harus dilakukan untuk mendapatkan predikat zona hijau, yaitu keseriusan pencapaian dari OPD, saling koordinasi antar OPD, Bagian Organisasi dan Tata Kerja selalu memonitor dinas mana yang tidak berjalan ataupun kurang kinerjanya.

“Selain itu, pihak Pemkab dapat meminta kepada Ombudsman untuk melakukan survey sampai di tingkat kecamatan. Kemudian yang tak kalah penting adalah inventarisir pelayanan yang diberikan,” terangnya.

Dalam kegiatan ini hadir antara lain para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, dan Camat se-Sergai.(/Daniel)

Teluk Mengkudu,Sulutnews.com - Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Puskesmas Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu menggelar Gebyar Pengobatan Gratis di Kantor Desa Pematang Setrak Kecamatan Teluk Mengkudu, Senin (13/6/2022).

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Sergai Ny Hj Rosmaida Saragih Darma Wijaya disambut antusias oleh masyarakat yang ingin melakukan pengobatan serta pemeriksaan kesehatan.

“ Gebyar Pengobatan Gratis yang di Gagas Puskesmas Teluk Mengkudu ini sangat baik dan banyak membawa manfaat bagi kesehatan masyarakat. Oleh karenaya, saya bangga atas inisiasi dalam memprakarsai kegiatan ini dan tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat Sergai,” kata Hj. Rosmaida dalam sambutannya di hadapan seluruh yang hadir diantaranya; Anggota DPRD Sergai Hari Ananda, Camat Teluk Mengkudu Sri Rahayu, unsur Forkopimcam Teluk Mengkudu, Kapus Teluk Mengkudu dr. Sri Eva Purba, Kades Pematang Setrak Rustian Handoko, Kapus se-Sergai, para tenaga medis Puskesmas Teluk Mengkudu serta masyarakat Desa Pemantang Setrak.

Ia berharap kegiatan seperti ini harus terus di laksanakan di desa-desa dan bukan hanya di KecamatanTeluk Mengkudu, akan tetapi di seluruh desa yang ada di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Ia menambahkan jika pengobatan gratis ini jangan hanya di buat sekali saja namun harus dilakukan berkelanjutan. Oleh karenanya, kita sebagai pelayanan masyarakat dapat hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kesehatan mereka.

“ Semoga kegiatan ini mendapat sambutan baik dari masyarakat sehingga apa yang menjadi program Pemkab Sergai sesuai dengan salah satu Sapta Dambaan (Sapda) yaitu masyarakat sehat dan religius dapat terwujud,” harapnya.

Diakhir arahannya, Ketua TP PKK Sergai berpesan agar kita semua terus bekerja dengan tulus dan ikhlas seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Teluk Mengkudu ini, karena sebagai pelayan masyarakat harus memberikan pelayanan maksimal dan sebaik mungkin."tutupnya.

Dikesempatan serupa, Kades Pematang Setrak Rustian Handoko, SH, atas nama masyarakat Desa Pematang Setrak mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Sergai yang hadir langsung dalam kegiatan pengobatan grafis ini. Semoga dengan kegiatan seperti ini masyarakat kami dapat terkontrol kesehatannya.

Sebelumnya Kepala Puskesmas Teluk Mengkudu dr. Sri Eva Purba menyampaikan  kegiatan pengobatan gratis ini merupakan program dari Puskesmas Teluk Mengkudu. Ini dilakukan sesuai dengan pengalaman ketika mendatangi ke rumah warga dan ingin tahu kondisi di masyarakat serta melihat kondisi kesehatan masyarakat yang tidak bisa datang ke Puskesmas,” imbuhnya.

“ Program ini kami laksanakan di setiap desa dan tidak hanya pengobatan di Puskesmas saja, namun saat ini kami juga ke desa dan dusun untuk melaksanakan pengobatan gratis kepada masyarakat yang tidak memungkinkan untuk datang ke Puskesmas. Kami juga akan langsung datang ke rumah masyarakat yang sakit melalui bidan desa."terangnya

Tak lupa Ia mengimbau kepada masyarakat jangan ragu untuk menyampaikan keluhan terkait kesehatan dan untuk datang berobat dan kami akan memberikan pelayanan yang ramah dan maksimal untuk menuju Kabupaten Sergai yang Maju Terus, pungkas Kapus Teluk Mengkudu.(/Daniel)

Sei Rampah, Sulutnews.com - Tergabung dalam kloter 2 embarkasi Medan, 74 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dilepas Bupati H Darma Wijaya di Komplek Masjid Agung Sergai, Sei Rampah, Sabtu (11/6/2022) untuk menuju Asrama Haji Medan. 

Pelepasan tersebut penuh dengan rasa haru dan bahagia dari para CJH n keluarganya. Dengan menumpang bus, pelepasan CJH turut disaksikan oleh unsur Forkopimda Sergai, Sekdakab H M Faisal Hasrimy, Ketua TP PKK Ny Hj Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Ketua DWP Ny Uke Retno Faisal Hasrimy serta keluarga yabg turut melepas CJH asal Sergai. 

Sebelum melepas, Bupati Sergai H Darma Wijaya berpesan kepada CJH untuk selalu menjaga kesehatan dan fokus menjalankan ibadah di tanah suci Mekkah. 

"Setibanya di Bandara Madinah nanti, saya harap jangan panik, terutama dalam mencari barang-barang karena ada petugas yang telah mengatur semuanya. Fokus saja pada ibadah. Jaga kesehatan dan ikuti aturan," pesan pria yang akrab disapa Bang Wiwiek ini.

Ia juga mengingatkan agar para jamaah  tidak terlalu euforia dan memikirkan oleh-oleh yang akan dibawa pulang untuk sanak saudara.

" Belilah oleh-oleh secukupnya saja. Jangan semua diborong. Nanti repot karena keterbatasan bagasi. Semoga pergi dan kembali dalam keadaan selamat dan sehat," ucapnya. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sergai, Zulkifli Sitorus dikesempatan serupa mengatakan, para jamaah dijadwalkan memasuki asrama paling lama pukul 17.00 WIB. Kemudian akan diberangkatkan melalui Bandara Kualanamu menuju Madinah pada Minggu, (12/6/2022).

"CJH asal Sergai tergabung dalam kloter 2 bersama dengan Binjai, Labusel, Tebing Tinggi, dan Karo. Besok, sekitar pukul 16.00 WIB bergerak dari asrama haji menuju bandara dan dijadwalkan berangkat pada pukul 20.00 WIB," katanya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa perjalanan udara memakan waktu sekitar 8 jam sehingga para CJH akan tiba di bandara Madinah pada pukul 00.00 waktu Madinah dan akan kembali ke tanah air pada 24 Juli 2022. 

Adapun total keseluruhan yang berangkat asal Sergai untuk tahun 1443 H/2022 M ini sebanyak 80 orang. Dimana 5 CJH cadangan tergabung dalam kloter 1 dan sisanya 74 orang ditambah 1 orang pemandu haji daerah (PHD) berada di kloter 2, ujar Kakan Kemenag mengakhiri sambutannya.(/Daniel)

Dolok Masihul, Sulutnews.com - Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendapat tamu istimewa dengan kehadiran Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki. Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM ini dalam rangka peninjauan lahan sawit dan dialog dengan anggota koperasi, yang berlangsung di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kamis (10/6/2022).

Di hadapan Menteri dan rombongan, Bupati Sergai H. Darma Wijaya didampingi Wabup H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, M.SP menyampaikan selamat datang di Kabupaten Sergai dan ucapan terima kasih karena telah berkenan hadir di sela-sela kesibukan.

“ Semoga kehadiran Bapak, memberikan semangat dan menguatkan tali silaturahmi antara Pemerintah Pusat dengan Pemkab Sergai serta segenap masyarakat di Tanah Bertuah Negeri Beradat yang kita cintai ini,” ucap Bang Wiwiek, sapaan akrabnya.

Dirinya menceritakan, pada tanggal 27 November 2017 di lokasi yang sama Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan dana Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) serta bibit jagung kepada petani. Selain itu, Presiden juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemberdayaan hak atas tanah masyarakat bagi pelaku UKM, petani, nelayan, dan pembudidayaan ikan serta peluncuran skema KUR khusus PSR.

“ Perlu kami sampaikan kepada Bapak, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, total luas areal kelapa sawit pekebun sesuai rekomendasi teknis tahun 2017-2021 yang mengikuti PSR adalah 17.773,8145 Ha. Dan untuk data total luas areal dan produksi tanaman kelapa sawit perkebunan rakyat tahun 2021 yaitu 12.517,30 Ha,” rinci Bang Wiwiek.

Ia melanjutkan, kondisi saat ini jumlah koperasi aktif di Kabupaten Sergai sebanyak 75 koperasi. Darma Wijaya menyebut, dominan jenis koperasinya bergerak di bidang konsumen dan simpan pinjam. Untuk itu, dia mengharapkan melalui kunjungan Menteri ke Kabupaten Sergai pada hari ini, dapat memberikan gambaran tentang program koperasi petani yang salah satu sasarannya adalah petani sawit melalui organisasi koperasi, sebagai upaya untuk turut ambil bagian dalam memproduksi dan mengolah minyak makan merah.

Selain itu pada kesempatan ini Bang Wiwiek menuturkan, saat ini permasalahan dari petani sawit adalah harga yang naik turun, sehingga membuat para petani sawit ragu untuk melakukan replanting.

“ Tapi dengan kehadiran program dari Bapak Presiden lewat PSR, Alhamdulillah nampak hasilnya. Petani kelapa sawit itu tidak ragu lagi untuk replanting karena adanya bantuan anggaran untuk replanting sawit rakyat.  Kami berharap kehadiran bapak ini dapat membawa petani kelapa sawit ini dapat berkelanjutan,” harapnya.

Masih kata Bupati, dirinya menyebut jika ada informasi terkait rencana pembangunan pabrik minyak kelapa sawit merah melalui koperasi.

 

“Kalau bapak berkenan kami akan menyiapkan tempatnya terkhusus di Kecamatan Sipispis, karena Sipispis itu adalah kecamatan yang termasuk penghasil kelapa sawit terbesar di Sergai, namun di sana belum ada pabriknya,” ucap Bang Wiwiek.

Menteri Koperasi dan UKM RI, dalam sambutannya, menyampaikan jika pihaknya ditugaskan untuk memperkuat koperasi pangan. Dia berharap, petani sawit yang masih berusaha sendiri agar bergabung dalam koperasi supaya dapat mengambil manfaat dalam proses bisnisnya.

“ Petani sawit dapat mengolah hasil sawit nya tidak hanya dijual tetapi dapat memproduksi sawit itu sendiri sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani sawit tersebut. Kita harapkan koperasi petani sawit dapat mengolah hasil sawitnya sendiri menjadi minyak goreng. Ini diharapkan dapat memperkuat supply minyak makan ke masyarakat. Setelah kunjungan ini akan saya laporkan kepada Bapak Presiden agar koperasi petani sawit bisa di-backup,” terangnya.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi, Staf Khusus Menteri Riza Damanik, Dirut LPBD Supomo, Ketua TP-PKK Sergai Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Ir. Suherman, M.Si, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit M. Edwin Syahputra Lubis, Unsur Forkopimda, Kepala OPD, dan para pimpinan perusahaan kelapa sawit di Sergai.(/Daniel)