Sumatera Selatan

Sumatera Selatan (10)

Palembang,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Gedung Utama Presisi Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara M. Hasan di Palembang, Jumat (1/4/2022).

Mewakili anggota Polda Sumsel dan institusi Polri, Sigit menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel Herman Deru, seluruh jajaran DPRD dan pihak lainnya yang telah membantu menyelesaikan pembangunan gedung tersebut.

"Saya juga ucapkan terima kasih atas seluruh upaya dan kerja keras khususnya dari rekan-rekan senior dan kapolda lama bagaimana mewacanakan pembangunan gedung ini," kata Sigit dalam sambutannya.

Menurut Sigit, pembangunan gedung ini sangat bermanfaat sebagai salah satu wujud untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan optimal. Mengingat, pada bangunan baru itu, terdapat ruang Command Center yang terintegrasi dengan 358 kamera pengawas atau CCTV di Kota Palembang.

Dengan adanya hal itu, Sigit berharap, jajaran kepolisian dapat semakin optimal dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Tadi saya mendapat bisikan bahwa gedung ini juga dilengkapi ruang pertemuan, juga disiapkan satu ruang command center yang tersambung dengan CCTV yang ada di pemda tersebar di 358 titik wilayah Kota Palembang," ujar Sigit.

Nantinya, Sigit juga berharap, Command Center itu bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dengan disambungkan ke dashboard ASAP Digital. Mengingat, Sumsel merupakan salah satu wilayah yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Gedung serba guna ini juga tersambung dengan pusat pelayanan bantuan 110 dan aplikasi Songket. Kedepan kita harapkan Command Center bisa terintegrasi dengan Command Center di Mabes Polri. Saat ini, kami terus berupaya untuk mengintegrasikan Command Center sehingga semua bisa terhubung," ucap mantan Kapolda Banten itu.

Dikatakan Sigit, Command Center diharapkan akan berjalan dengan maksimal kedepannya. Pasalnya, dengan begitu akan terwujud program Prediktif Policing, sebagaimana cita-cita dalam transformasi Polri yang Presisi.

"Ini yang sedang dibangun apalagi saat ini era teknologi digital. Mau tidak mau kita harus bergerak bagaimana memanfaatkan Artificial intelligence (AI) untuk bisa membantu mewujudkan prediktif policing. Ini adalah apa yang menjadi road map kita kedepan," tutur Sigit.

Dalam kesempatan itu, mantan Kadiv Propam Polri juga mengungkapkan, pembangunan gedung ini mengandung konsekuensi dan menjadi harapan banyak orang terhadap kinerja Polri ke depan. Misalnya bagaimana mewujudkan Polri yang tegas, humanis, bisa memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga mengucapkan selamat dan apresiasi kepada kapolda dan jajaran yang hari ini, telah menyelesaikan dan meningkatkan fasilitas Rumah Sakit (RS) Bhayangkara M. Hasan.

Menurutnya, fasilitas kesehatan itu menjadi suatu kebanggaan, lantaran Polri memiliki program peningkatan kesejahteraan anggota, dalam hal ini salah satunya adalah memperhatikan masalah kesehatan.

"Dan tentunya anggota kita bukan Superman, bisa sakit dan diharapkan RS ini betul-betul bisa memberikan pelayanan sehingga anggota bisa sehat dan kembali menjalankan tugasnya dengan baik," harap Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menitipkan agar jajarannya bisa memperhatikan para personel kepolisian yang menderita penyakit menahun. Dengan memberikan perhatian khusus kepada jajaran yang telah berjuang menjalankan tugas, Sigit menyebut, hal itu dapat membuat para personel kepolisian yang menderita sakit dapat pulih sepenuhnya.

"Dan yang utama adalah bagaimana setelah kita memiliki gedung yang bagus, kemudian rumah sakit yang bagus, kita terus pertahankan, memiliki rasa memiliki atau Sense of Belonging. Jadi ini adalah gedung kita, ini milik kita. Harus kita jaga bersama. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik merawat dan segera menyembuhkan anggota yang sakit dan juga masyarakat yang membutuhkan dan tentunya harapan kita masa pakainya juga bisa lama," harap Sigit.

Sigit menekankan, memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan internal kepolisian, merupakan tugas bersama. Segala kekurangan harus diperbaiki, dan hal yang sudah baik akan semakin ditingkatkan.

"Membeli buah duku dari OKI. Duku dikemas ke dalam peti. Gedung Presisi sudah berdiri. Saatnya bekerja dengan sepenuh hati," kata Sigit mengakhiri sambutannya dengan sebuah pantun. (ARP)

Sumsel,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan secara langsung terkait ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng di Pasar Lemabang, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/4/2022).

Dari peninjauannya, Kapolri mendapatkan laporan bahwa minyak goreng curah di pasar tersebut telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat.

"Penjualannya kemarin 2.500 liter. Sekarang 5.000 liter. Tadi kita cek di produsen minggu ini dapat memproduksi kurang lebih 120 ton sehari," kata Sigit.

Sigit pun berharap kepada para produsen dan distributor yang ada untuk mempercepat distribusi. Mengingat, sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan, yang mana kebutuhan dari masyarakat akan meningkat.

Oleh sebab itu, mantan Kabareskrim Polri ini pun meminta Kapolda, Pangdam dan jajaran Forkopimda Sumatera Selatan untuk mengawal distribusi minyak goreng ke titik-titik yang masih kosong.

"Kita harapkan satu minggu ini bisa dimaksimalkan dan minyak curah betul-betul ada di pasar dan masyarakat mudah mendapatkannya," ujar Sigit.

Ia pun mendapat laporan secara produksi seharusnya tidak terjadi permasalahan kelangkaan minyak goreng di Sumatera Selatan. Karena itu, pengawalan distribusi minyak curah tersebut harus dipastikan berjalan dengan baik.

"Dari informasi yang ada, secara produksi mestinya cukup. Tapi harus dicek apakah penyalurannya dilakukan secara optimal sehingga kemudian tak kesulitan mendapatkan minyaknya di pasar," ucap Sigit.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga mengimbau kepada para pedagang untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi kepada Satgas Pangan, terkait proses distribusi sehingga diharapkan ketersediaan minyak goreng curah tidak terganggu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan dimana permintaan terhadap sembako khususnya minyak goreng akan meningkat dari hari biasanya," tutur Sigit.

Dengan terjaminnya ketersediaan minyak goreng curah untuk masyarakat, kata Sigit, hal tersebut akan mempengaruhi harga penjualan minyak goreng curah sehingga masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Untuk itu, Polri bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan telah menerjunkan personel untuk melakukan pemantauan, serta pengawasan mulai dari pihak produsen, distributor sampai dengan pasar-pasar sehingga ketersediaannya akan terjamin bagi kebutuhan masyarakat," papar Sigit.

Lebih lanjut, Kapolri juga menyampaikan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran kewilayahan untuk melakukan pengawalan ketersediaan dan stabilitas harga melalui pengecekan pada setiap tingkatan bisnis proses minyak goreng mulai dari tingkat produsen, distributor, agen sampai dengan tingkat konsumen. 

"Untuk itu, saya harap masyarakat tidak perlu panik atau khawatir karena pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat," ungkap Sigit.

Sebelum meninjau ke pasar, Kapolri juga mengecek pabrik minyak goreng ke PT. Tunas Baru Lampung (PT. TBL), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga dari minyak goreng. (ARP)

Sumsel,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pabrik minyak goreng ke PT. Tunas Baru Lampung (PT. TBL), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (1/4/2022). Kegiatan itu untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga dari minyak goreng.

"Baru saja kita melaksanakan peninjauan untuk mengetahui secara langsung terkait produksi khususnya minyak curah, yang memang kita ingin pastikan setelah ditetapkannya harga eceran tertinggi (HET) maka minyak curah kita harapkan segera ada di pasar," kata Sigit usai melakukan peninjauan.

Dalam tinjauannya, Sigit meminta kepada pihak produsen untuk meningkatkan jumlah produksi khususnya terhadap minyak goreng jenis curah. Apalagi, kata Sigit, PT. TBL telah mendapatkan kuota produksi dari Kemenperin sebesar 1.400 ton untuk bulan April, yang tadinya di Maret hanya 560 ton/bulan.

Dengan peningkatan jumlah produksi tersebut, Sigit berharap, stok atau ketersediaan minyak goreng curah dalam keadaan aman dan cukup guna memenuhi kebutuhan atau permintaan dari masyarakat.

"Tentunya kita ingin pastikan bahwa setiap hari produksi minyak curah betul-betul terdistribusi, tentunya nanti setelah kebutuhan di Palembang terpenuhi, silahkan untuk diatur ke  wilayah lain seperti Jambi dan wilayah lainnya sesuai kebutuhan  yang akan diatur," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Meski begitu, dalam tinjauannya kali ini, Sigit mengaku pihak pabrik menyampaikan ada sedikit permasalahan soal kekurangan bahan baku buah tandan segar. Mendengar hal itu, Sigit menyebut akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dengan hal tersebut.

"Namun demikian kita harapkan produksi dari target yang diberikan Kemenperin betul-betul bisa dipenuhi oleh PT. TBL," ucap mantan Kapolda Banten itu.

Ditingkatkannya produksi minyak curah, kata Sigit, juga merupakan antisipasi untuk menghindari kekurangan minyak goreng curah ketika memasuki bulan Ramadan nanti.

"Karena kita akan masuk bulan Ramadan, sehingga diharapkan segera bisa terpenuhi. Karena memang minyak ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita yang selama ini memiliki ketergantungan terhadap minyak curah, khususnya pedagang kaki lima dan kelompok masyarakat tertentu yang kita lihat sangat membutuhkan. Kita harapkan bisa ditingkatkan," tutup Sigit. (ARP)

Sumsel,Sulutnews.com - Hasil survey terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survey Opini Publik (LSOP), terkait Calon Walikota Palembang di Pilkada nantinya, kini menimbulkan sebuah nama yang tak asing bagi masyarakat kota Palembang, dan beberapa nama debutan lainnya, Senin (21/03/2022).

Wakil Walikota Palembang saat ini, Fitrianti Agustinda meraih elektabilitas tertinggi pada survey terbaru Pilkada kota Palembang, namun karena Pilkada masih 2 tahun 8 bulan lagi, masih banyak responden yang belum menentukan pilihan.

Direktur LSOP Hendri Wijaya SSi MSi menjelaskan LSOP melalukan survey dari tanggal 10 sampai 16 Maret 2022, menggunakan  metode multistage random sampling dengan 600 responden,  margin eror + - 4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengambilan sampel melalui wawancara tatap muka proporsional terbuka.

"Dari hasil wawancara secara terbuka,  tersaring   10 besar calon yang disebutkan langsung oleh pemilih," kata Hendri saat merilis hasil survey, Senin (21/3/2022)

Dari survey tersebut Fitrianti Agustinda meraih elektabilitas tertinggi yaitu 15,6 persen, kemudian Nasrun Umar 12,1persen, dan Sarimuda 7,8 persen

Diurutan berikutnya ada nama Ratu Dewa yang meraih elektabilitas 4,5 persen dan Zulinto 4,3 persen.

Mularis 1,9 persen, Akbar Alvaro 1,3 persen, dan disusul Bakal Calon Walikota Pagaralam yang kini beralih mencalonkan diri menjadi Calon Walikota Palembang, Hensyi Fitriansyah dengan 1,1 persen.

Lalu ada Zainal Abidin 0,8 persen dan Taufik Husni 0,6 persen.

Kemudian ada sebanyak 1,6 persen responden yang menyebutkan nama calon selain 10 kandidat diatas.

"Karena terbuka, maka kami tidak membatasi nama calon, semua kandidat yang disebutkan warga semuanya kami saring. Karena Pilkada masih cukup lama, dan kandidat calon yang serius belum muncul, survey proporsional terbuka, pilihan yang tepat untuk saat ini," ujar Hendri.

"Responden yang belum menentukan pilihan masih sangat besar yaitu sebesar 48,3 persen. Ini karena Pilkada Palembang masih sangat lama," katanya.

Munculnya nama Fitri sebagai peraih elektabilitas Tertinggi saat survey dilaksanakan, karena masyarakat puas dengan kinerja Harno- Fitri, karena Harno tidak bisa lagi mencalonkan diri, maka efeknya lari ke Fitri.

"Namun sekali lagi, Pilkada Palembang masih sangat lama. Survey ini memetakan kondisi saat ini, dan semua bisa berubah tergantung pergerakan masing masing bakal calon kedepannya," jelasnya.(*/Parmin)

Bandar Lampung,sulutnews.com- Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung dan juga Ahli Pers Dewan Pers Iskandar Zulkarnain menanggapi kegaduhan yang mengatasnamakan organisasi pers dan wartawan yang terjadi di Polres Lampung Timur.

Ia mengatakan kasus tertangkapnya Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke dan dua rekannya, wartawan atas nama Muhammad Indra (36) dari resolusitv.com, Sunarso (41) dari lantainews.com, dan Ketua PPWI Lampung Edi Suryadi (48) adalah pintu masuk untuk menertibkan lagi organisasi pers dan wartawan.

"Ini adalah lampu merah bagi perusahaan pers yang tak berbadan hukum dan tidak terverifikasi di Dewan Pers, juga wartawan yang belum berkompeten untuk segera membenahi perusahaan dan organisasi pers," ujar dia, dalam keterangannya, di Bandarlampung, yang dirilis dari kantor berita Antara, Selasa (15/3/2022).

Menurutnya lagi, Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999 mengamanatkan bahwa perusahaan pers harus berbadan hukum dan terverifikasi di Dewan Pers. Termasuk juga wartawan harus mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) atau uji kompetensi jurnalis (UKJ).

"Jadi publik harus tahu mana perusahaan pers yang benar-benar terdaftar dan mana wartawan bodong yang berbuat melanggar hukum," ujarnya pula.

Pemimpin Redaksi Harian Umum Lampung Post itu menjelaskan perusahaan pers dan wartawan harus mematuhi segala regulasi UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan peraturan pers lainnya.

Terlebih lagi Dewan Pers dalam menangani kasus sengketa pers sudah menandatangani nota kesepahaman bersama Polri, Kejaksaan Agung RI, dan Mahkamah Agung.

"Apabila sudah terverifikasi di Dewan Pers dan wartawan telah mengikuti uji kompetensi akan memudahkan Dewan Pers, kepolisian, juga hakim untuk menyelesaikan sengketa pers yang bersandar pada UU No 40/1999," ujarnya lagi.

Selain itu, kata Iskandar, wartawan juga harus bisa memilih organisasi profesi wartawan dan asosiasi perusahaan pers yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers, yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), dan Serikat Perusahaan Pers (SPS).

(*/Adrian)

Sumsel,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR), Kajang, Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (24/2/2022). Kegiatan vaksinasi juga dilakukan serentak di 34 Provinsi.

"Baru saja hari ini saya didampingi pak Gubernur, Kapolda dan Pangdam meninjau langsung kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Hari ini dilaksanakan vaksinasi sebanyak 2 ribu orang," kata Sigit.

Ia pun mendapatkan laporan bahwa hari ini target pencapaian laju suntikan harian ditingkatkan dari biasanya di angka 50-60 ribu menjadi 90 ribu. Atas hal tersebut, ia pun memberikan apresiasi atas kerja sama dari forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dan peran serta masyarakat yang bersedia untuk melaksanakan program vaksinasi.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini mengingatkan bahwa saat ini varian omicron masih terus meningkat. Bahkan mulai ada pergeseran ke wilayah luar Jawa dan Bali.

"Walaupun Jawa Bali masih tinggi tapi trennya menurun. Sementara di luar Jawa Bali trennya mulai naik dan kalau kita lihat angka kematian nasionalnya juga neningkat," ujar Sigit.

Untuk itu, kata Sigit, mau tak mau yang harus dilakukan yakni mempersiapkan masyarakat sebelum varian Omicron ini terus meningkat.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan yakni dengan meyakinkan masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin baik dosis pertama dan kedua untuk didorong melakukan percepatan vaksin dosis ketiga.

"Ini penting karena kita pernah mengalami laju varian delta yang sangat tinggi dan dampaknya saat itu luar biasa. Tingkat kematian saat itu tinggi," ucap Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini menuturkan, saat ini angka kematian akibat varian Omicron masih rendah yakni sekitar dua sampai tiga persen. Namun demikian tentunya ini akan mengganggu aktivitas masyarakat dan tetap berisiko bagi usia lansia yang vaksinasi belum lengkap.

Ia pun mengatakan akan meningkatkan target minimal minggu ini dimana seluruh wilayah diharapkan vaksinasi dosis kedua mencapai 70 persen dan dosis pertama 90 persen.

"Ini menjadi sesuatu yang harus dan didorong untuk meyakinkan bahwa masyarakat kita memiliki kesiapan, imunitas sehingga bisa terhindar dari risiko yang pernah terjadi," tutur Sigit.

Selain vaksinasi, Sigit pun mengingatkan pengetatan protokol kesehatan (prokes), salah satunya pemakaian masker khususnya di tempat-tempat kerumunan agar mencegah laju penularan Covid-19.

Kemudian bagi wilayah yang positivity ratenya tinggi, ia pun mendorong agar dilakukan upaya memaksimalkan tempat isolasi terpusat (isoter), manakala upaya melaksanakan isoman tak berjalan dengan baik.

"Karena di Isoter dokter dan obat-obatannya lengkap dan juga tentunya setiap hari progres kesehatan masyarakat diikuti. Pilihan-pilihan ini menjadi pilihan bagi seluruh wilayah melakukan strategi dalam rangka mencegah laju varian omicron," papar Sigit.

Terakhir, ia pun mengharapkan jajaran forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar selalu kompak dan solid menghadapi Covid-19, khususnya varian Omicron.

"Kita harapkan terus kompak dan bersinergi meyakinkan semua wilayah siap dalam menghadapi varian omicron," kata Sigit.

Selain meninjau kegiatan vaksinasi, Sigit juga memberikan pengarahan secara langsung kepada seluruh wilayah di Indonesia terkait penanganan dan pengendalian Covid-19. (Adrian)

Sumsel,Sulutnews.com - Hibah Rp 2 triliun dari pengusaha Akidi Tio diduga palsu atau bohong. Terbukti baru - baru ini Heriyati, anak bungsung Akidi Tio kekinian ditangkap aparat Polda Sumatera Selatan Senin (2/8/2021).

Heriyanti dijemput langsung oleh Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro.

"Kami bawa ke mapolda untuk dimintakan keterangan," kata Ratno Kuncoro.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, Heriyanti akan ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus bohong hibab Rp 2 triliun.

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel dan langsung digiring masuk ke ruang Ditreskrimum Polda Sumsel, dengan pengawalan sejumlah petugas. 

Dia yang memakai batik biru dan bercelana panjang hitam, berusaha menghindari awak media. Heiryanti terus berjalan cepat seraya menutupi wajahnya menggunakan tangan.  Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. 

"Tidak hanya Heriyanti, Polisi juga menjemput Prof Dr Hadi Darmawan sebagai Dokter keluarga Akidi Tio.

Sementara Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Hisar Siallagan, kepada Wartawan saat dikonfirmasi, enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heriyanti. 

Sebelumnya polemik mengenai sumbangan almarhum Akidi Tio ini ramai diperbincangkan. Sejumlah tokoh di Indonesia bahkan mengapresiasi apa yang dilakukan keluarga dermawan ini.

Namun belakangan aparat Polda Sumsel mencium kecurigaan, sehingga akhirnya mengamankan Heryanti yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka penipuan.

Diketahui, beberapa waktu lalu, tepatnya pada Senin (26/7) Pemprov Sumsel mendapat bantuan hibah dana penanganan Covid-19 dari dermawan sebesar Rp2 triliun.

Penyerahan bantuan ini dilakukan dengan seremonial yang luar biasa dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan jajaran Polda Sumsel.

Mengingat hubungan baik antara Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri dengan keluarga Akidi Tio semasa bertugas di Aceh, maka dana besar itu dititipkan kepada Kapolda untuk diatur pembagiannya sedemikian rupa.

Sayangnya, hingga ditetapkan sebagai tersangka hari ini, apa yang telah dilakukan Heryanti telah membuat malu Kapolda Sumsel dan jajaran.

Setelah menghebohkan Indonesia, jeratan pidana menanti Heriyanti yang kini sedang dimintai keterangan oleh pihak berwajib di Mapolda Sumsel. (Adrian)

Sumsel,Sulutnews.com - Polda Sumsel mendapat bantuan dana penanggulangan covid-19 sebesar Rp.2 Triliun. Bantuan ini diberikan oleh keluarga alm Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur melalui dokter keluarga mereka di Palembang, Prof dr Hardi Darmawan. Penyerahan dana bantuan turut diserahkan ke Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, dan disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

"Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan covid-19"

"Bantuan berupa uang sebesar Rp. 2 triliun," ujar Gubernur Sumsel H Herman Deru saat ditemui setelah penyerahan bantuan covid-19 sebesar Rp 2 T di Mapolda Sumsel, Senin (26/7/2021).

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, Akidi Tio adalah keluarga yang ia kenal saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.

Perwakilan keluarga lalu menyampaikan kepada dirinya bahwa akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak covid-19.

Meski Kapolda sendiri tak menampik sempat sedikit dibuat terkejut dengan nominal fantastis dari bantuan yang diberikan.

"Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu"

"Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan"

Sementara Gubernur Hernan Deru turut mengapresiasi bantuan yang diberikan keluarga almarhum Akidi Tio.

"Sumsel dapat bantuan COVID-19. Dananya sekitar Rp 2 triliun," kata Deru usai penyerahan dana hibah COVID-19 di Polda Sumsel. (Adrian)

Tanjungenim, Sulutnews.com - PT Bukit Asam Tbk yang merupakan perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia kembali menunjukkan komitmen sebagai perusahaan yang memiliki misi Peduli dan Membangun Rakyat dengan mendukung penuh Program 100 Gerobak UMKM Terdampak Covid yang diusung Forum Silahturahmi Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) bekerjasama dengan SMSI Sumsel. Komitmen ini dinyatakan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) PT Bukit Asam Tbk, Suryo Eko Hadianto ketika menerima audiensi Pengurus FSPSS dan SMSI Sumsel di Ruang Tamu Direksi PT Bukit Asam Tbk Tanjung Enim, Kamis (29/4).

Didampingi  Sekretaris Perusahaan Apollonius Andwie, Dirut PTBA yang baru menjabat di lingkungan perusahaan batubara ini menekankan pada prinsipnya perusahaan milik negara ini selalu memperhatikan dengan ikut andil dalam kegiatan terutama kegiatan sosial kemasyarakatan. "Pada prinsipnya kita sangat mendukung kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan apalagi dalam situasi pandemi seperti ini di mana UMKM juga sangat merasakan," ujar Suryo yang juga menyebutkan selama Ramadhan pihaknya sudah melakukan serangkaian kegiatan di antaranya memberi santunan kepada 74 Pengurus Masjid dan 64 Musholla, membagikan masker serta mengadakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan percepatan penanggulangan wabah Covid 19.

Di tempat yang sama, Ketua FSPSS, Ir Deliar Marzukie, MM mengatakan Program 100 Gerobak Peduli UMKM Terdampak Covid 19 ini rencananya akan direalisasikan dengan merangkul SMSI Sumsel sebagai mitra dalam mempromosikan gerakan peduli UMKM di Sumsel ini. "FSPSS mengusung program ini dalam rangka ikut andil membangkitkan kembali perekonomian masyarakat terdampak dalam hal ini UMKM yang terkena imbas pandemi Covid. Kita berharap dengan Program 100 Gerobak ini akan ikut membantu Program yang diusung Pemprov Sumsel, Sumsel Maju untuk Semua," ujar Deliar seraya menambahkan bahwa dalam program ini akan terserap 200 tenaga kerja di mana satu gerobak akan melibatkan 2 orang yang akan mengelola penjualan pisang goreng serta makanan kecil lainnya yang diusung per gerobak.

Diakui Deliar, program ini membutuhkan support banyak pihak karena konsep "Langsung Dorong" yang diusung yaitu per gerobak sudah siap semuanya tinggal jual di mana mulai dari keberadaan fasilitas gerobak yang representatif dengan segala fasilitas mulai dari tenaga operasional, stok pisang dan peralatan seperti minyak goreng dan tepung dan yang lainnya. "Pokoknya tinggal dorong saja. Itu maunya kita. Insya Allah kita berharap program ini akan sangat  mendukung dalam rangka membangkitkan perekonomian di Sumsel," kata Deliar seraya berharap BUMN dan BUMD lain di Sumsel juga ikut peduli dan andil terhadap program ini.

Sementara itu, Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri, S.Sos mengatakan SMSI Sumsel dengan Program Kampung Ekonomi Kreatif Digital yang diusung SMSI secara nasional ikut andil dalam Program 100 Gerobak UMKM Terdampak Covid ini. "Kita sinkronkan dengan Program Ekonomi Kreatif Digital di mana dengan kekuatan seluruh anggota SMSI di Sumsel khususnya dan dukungan SMSI secara nasional kita berharap Program 100 Gerobak Peduli UMKM ini dapat dipromosikan gaungnya baik secara regional maupun nasional. Kita berharap SMSI Sumsel juga ikut andil dalam mendukung Program Pemerintah Provinsi Sumsel, Sumsel Maju Untuk Semua," ujar Jon Heri. (/Jonheri/SMSI)

Palembang, Sulutnews.com - Sebanyak 130 anggota Peradi dilantik dan diambil sumpah, bertempat di Hotel Aston Palembang. Selasa, 19/1/2020. Acara pelantikan dihadiri langsung  pejabat Peradi Pusat dan Pengurus DPC Peradi  Kota Palembang yang saat ini di bawah komando Hj Nurmalah SH MH dan Sekretaris DPC Peradi Kota Palembang MR. Soki SH MH.

Hj Nurmalah SH MH yang saat ini juga sudah dipercaya DPN Peradi Pusat sebagai  Wakil Sekjen DPN Peradi Pusat  juga Managing kantor Hukum Hj.Nurmalah SH.MH yang berkantor  di Ruko Citra Grand London c 15 mengatakan," Pelantikan dan  Penyumpahan Advokad Peradi sebanyak 130 peserta, dengan demikian jumlah anggota Peradi Sumsel sebanyak 1.438 anggota termasuk

anggota baru ini. Ini setelah dikurangi ada juga anggota yang meninggal dunia dan lain-lain,” kata wanita yang memiliki seabrek aktivitas ini.

Dia bersyukur di tengah saat ini yang marak bermunculan organisasi advokad, Peradi tetap menunjukkan kualitas diri dengan penerapan berbagai aturan yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

”Di tengah situasi banyaknya organisasi advokat, Peradi tetap The Best. Banyak yang ingin masuk tapi kita punya standar tersendiri di antaranya harus ada keterangan magang, sarjana hukum, harus pendidikan dulu baru ikut tes dan pengangkatan advokad benar-benar ikuti prosedur dan standar UU Advokat No 18 Tahun 2003.

Selain itu, usia ijazah sarjana hukumnya minimal 2 tahun, kurang satu hari pun tidak bisa ikut ujian kita. Selain itu, usia minimal 25 tahun baru bisa di￾lantik,” tambah advokat perempuan Sumsel yang saat ini tengah menempuh Pendidikan S3 di Kota Semarang dan baru saja meresmikan Kantor Advokad Hj Nurmalah SH MH di Ruko Citra Grand London c 15  kota Semarang.

Saat dimintai keterangan media melalui selular Rabu, 20/1/2021 Hj. Nurmalah SH. MH menyampaikan,"  Dengan adanya pelantikan sebanyak 130 orang Advokat Peradi ini, menunjukan peradi masih yang terbaik dan provesi Advokat masih menjadi pilihan.  Semoga mereka yang dilantik amanah Dalam menjalankan profesi tentunya tetap harus patuh pada kode etik dan UU Advokat no.18 th 2003," pungkas beliau.(/Dyah)