Sumater Barat

Sumater Barat (4)

Padang, Sulutnews.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi, sangat gembira menyambut kedatangan empat pengendara motor Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan PWI yang didampingi Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus dan Distributor Ban Kingland di Padang, CV. Rani Ismael.

Selain Ketua PWI, juga hadir Ketua Dewan Kehormatan, Basril Basyar, dan Ketua SMSI Sumbar, Zulnadi.

"Selamat menikmati keindahan alam dan makanan ranah Minang. Kalau terlihat bagus dan enak promosikan kepada orang lain. Jika ada yang kurang, sampaikan kepada kami," ujar Gubernur Mahyeldi, menirukan motto khas rumah makan Padang, Minggu, (14/11).

Rombongan diterima Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di Istana Gubernuran, Padang, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi, kemudian lanjut ke Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Ketika berbincang dengan Gubernur, Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan (JKW) PWI itu, mengaku menikmati keindahan alam Ranah Minang, sejak dari areal perkebunan teh, hingga danau di Alahan Panjang dan Sitinjau Lauik. Mereka mengakui rute yang dilewati sangat unik dan spesifik di wilayah Sumatera Barat ini.

Salah seorang pengendara motor perempuan, Yanni Krishnayanni bahkan telah melakukan pendakian ke puncak Gunung Kerinci (provinsi Jambi) hingga ketinggian 3.805 meter diatas permukaan laut.

"Meski diterpa hujan dan angin kencang, kita tetap berusaha mendaki Gunung Kerinci, satu diantara 7 gunung yang menjadi bagian perjalanan," ujar Yanni Krishnayanni satu-satunya pengendara motor perempuan dalam Tim JKW-PWI.

Tim Riders JKW-PWI mengelilingi Indonesia dari tanggal 28 Oktober 2021 hingga mencapai puncaknya pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Kendari, Sulawesi Tenggara, 9 Februari 2022 nanti, yang rencananya akan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.

Jelajah Kebangsaan Wartawan ini mengemban misi menumbuhkan semangat nasionalisme, mengkampanyekan Prokes 3 M, mengajak masyarakat menjaga kebugaran, dan mengeksplor berbagai daerah pariwisata, kuliner nusantara, infrastruktur di Indonesia serta mengkampanyekan tertib lalulintas dan menjaga keamanan masyarakat.

Mereka terdiri 1 perempuan dan 3 laki-laki. Tiga pengendara laki-laki adalah Agus 'Blues' Asianto, Sonny Wibisono, dan Indrawan 'Ibonk'.

Menurut Ibonk, perjalanan akan menempuh jarak 17 ribu km, melintasi 15 pulau dan mengunjungi 34 provinsi di Indonesia. Hasil pengamatan dan pengalaman keliling Indonesia nanti dituangkan dalam tulisan di berbagai media dan juga buku.

Turing ini selain didukung Kemenpora, Artha Graha Peduli dan Artha Graha Network, juga disupport secara penuh oleh Kingland. Hal ini untuk menguji kualitas Ban Kingland dalam berbagai medan di Indonesia. 

"Ban Kingland sempat vakum di Sumatra Barat, karena sesuatu dan lain hal, kami berusaha kembali memasarkannya, karena kualitasnya sangat luar biasa, selain murah juga tahan dan kuat," ulas Reni Rani, General Manager CV Rani Ismael, didampingi Zulheri Rani dan Ranti Rani staf Direktur.

Zulheri menambahkan, perusahaannya memasarkan produk berkualitas. "Kualitas bagus dengan harga murah dapat membantu masyarakat, sehingga semua akan merasa bahagia, termasuk juga ban Kingland ini," tutur Zulheri Rani yang kerap dipanggil Al.(*/PWI)

Kayu Aro, Sulutnews.com - Keberangkatan Yanni Krishnayanni menuju pendakian ke puncak gunung Kerinci (3.805mdpl), dilepas secara sederhana oleh Tim JKW-PWI (Jelajah Kebangsaan Wartawan–Persatuan Wartawaan Indonesia) dengan melakukan ritual doa bersama yang dipimpin oleh Sonny Wibisono.

Pendakian gunung Kerinci ini merupakan kegiatan pendakian puncak gunung yang pertama, diantara tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia, atau populis dengan Seven Summit of Indonesia seperti yang direncanakan.

Pencapaian ini akan menjadi tonggak sejarah bagi dunia wartawan di Indonesia. 

Kegiatan pendakian yang didahului lewat perjalanan turing motor jarak jauh ini, merupakan hal yang jarang dilakukan oleh para pendaki gunung.

Terlebih lagi, dilakukan oleh seorang wanita yang sudah menginjak usia yang tidak muda lagi, 51 tahun.

Yanni Krishnayanni yang mendapat pendampingan para riders, Sonny Wibisono (Otomotif1.com), Agus Blues Asianto (terminalnews.id), dan Indrawan Ibonk (Journey of Indonesia.com), sehingga akan menjadi Yanni Krishnayanni (askara.co) merasakan lebih nyaman dalam perjalanan yang akan  menembus 17.000km ini.

Dengan menggunakan motor Kawasaki, keempat rider akan melintas di 15 pulau dan 34 provinsi di Indonesia.

Selain memperoleh dukungan dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang memberikan 2 unit Kawasaki W175TR, Kawasaki KLX 230, dan Kawasaki KLX 150. Perjalanan Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan – PWI, pun mendapat dukungan penuh produsen ban Kingland, PT United Kingland, juga perlengkapan turing dari Continmoto Jakarta, Trooper Custom Helmet, Djarum Foundation dan Artha Graha Peduli. 

Hingga waktu menjelang sore (Selasa, 9 Nop 2021), tim Jelajah Kebangsaan belum mempperoleh informasi apapun tentang perkembangan dari perjalanan pendakian Yanni.

Tebalnya awan yang menyelimuti punggung gunung Kerinci hingga ke puncak, sempat membuat tim khawatir.

“Apalagi, sampe jam 5 sore ini kami belum menerima kabar apapun dari Yanni. Padahal, Yanni sudah dibekali alat komunikasi telpon satelit untun memberikan informasi apapun tentang pendakiannya,” ujar Indrawan Ibonk.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh anggota tim yang lain dipenginapan Nayla Homestay dari dikaki gunung Kerinci.

“Kegiatan kami hanya berkutat seputar pengolahan data-data yang akan digunakan sebagai bahan tulisan, foto dan vidio selama perjalanan motoran,” tukas Agus ’Blues’ Asianto selaku Road Captain.

Namun, tepat pukul 19.00 tim sempat disambangi oleh pengurus PWI Kerinci yang diwakili oleh Ady, Jony dan Dedi 

Selanjutnya, Ibonk mengatakan, “Kehadiran rekan-rekan wartawan lokal dari PWI Kerinci ini menjadi penghiburan bagi kami yang belum menerima kabar apapun tentang pendakian Yanni.”

“Kami juga banyak berbincang soal kisah perjalanan tim mulai dari pelepasan hingga seputaran kegiatan kunjungan ke wilayah Provinsi yang kami lalui,” lanjut Ibonk.

Ia sempat menyampaikan kekhawatiran tim yang belum menerima kabar dari Yanni tentang pendakiannya yang dimulai sejak pagi hari itu.

Kumpulan awan yang menggelayut dipunggung hingga puncak gunung memang menutup tebal dan mulai menampakkan tanda-tanda akan turun hujan.

“Curah hujan diseputaran Kayu Aro hingga puncak Gunung Kerinci memang sedang tinggi sebulan terakhir ini,”  ungkap Yovansha Esa Putra, seorang pengurus penginapan Nayla Homestay, tempat tim Jelajah Kebangsaan Wartawan - PWI bermalam di Kayu Aro, Jambi.

Kehadiran Ady dan rekan-rekan dari PWI Kerinci memang tidak sekedar berkunjung dan berbincang soal kisah perjalanan tim saja.

Tetapi, mereka juga melakukan koordinasi kepada rekan-rekan pendaki di lokalan gunung Kerinci khususnya di pos-pos pantau pendakian Kerinci.

Menurut Ady, Yanni terpantau melintas bersama Andrean dari pos-pos pendakian secara estafet dan melalui informasi dari para pendaki yang turun dari pendakian.

Dar Edi Yoga, selaku Ketua Pelaksana kegiatan turing dan hiking Tim Jelajah Kebangsaan Wartawan pun tak tinggal diam untuk segera mencari informasi pendakian Yanni.

“Kami berharap Yanni dalam keadaan baik-baik saja. Mengingat cuaca dipenginapan kami di kaki gunung terus diguyur hujan sepanjang hari,” kata Sonny.

Lantas lanjut Sonny, “Semoga Allah melindungi Yanni selama pendakian hingga menyelesaikan pendakian dengan selamat, Amin”.(*/Parmin)

Padang,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kedisplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilaksanakan atau tidak boleh kendor. Meskipun, angka harian Covid-19 saat ini sudah mengalami penurunan drastis.

Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sumatera Barat (Sumbar), di Rumah Dinas Gubernur, Padang, Rabu (3/11/2021).

"Saat ini di wilayah Sumbar banyak penurunan level. Artinya penurunan level ada kelonggaran, maka prokes mulai diabaikan. Ini harus diingatkan," kata Sigit dalam arahannya.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perkembangan kasus aktif harian virus corona di Sumbar memang mengalami penurunan. Namun, di beberapa daerah masih ada yang cukup tinggi.

Terkait kasus kematian Covid-19, Sigit menuturkan bahwa, harus ada strategi vaksinasi terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Mengingat, masyarakat yang menjadi korban akibat virus corona, banyak dari kalangan usia lanjut. Karena itu, Sigit menekankan, untuk melakukan percepatan vaksinasi terhadap kelompok lansia.

"Tentunya perlu dilakukan langkah khusus, yang meninggal biasanya usia rentan atau lansia, ini harus dipikirkan strategi vaksinasi terhadap masyarakat yang memiliki kerentanan Covid-19. Dari 131 kabupaten/kota yang naik, tren kenaikan ada 8 kab/kota di Sumbar yang ikut naik. Jadi mohon diperhatikan jangan sampai meningkat dan terjadi klaster," ujar Sigit.

Dengan tidak abai terhadap prokes dan melakukan akselerasi vaksinasi, kata Sigit, hal itu juga sebagainya upaya antisipasi untuk mencegah laju pertumbuhan Covid-19 ketika libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Akan ada risiko apalagi menghadapi Nataru yang biasanya menghadapi masyarakat melakukan aktivitasnya. Dari perjalanan setiap libur ada peningkatan," ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Disisi lain, Sigit mengimbau kepada Forkopimda Sumbar untuk tidak menyelenggarakan acara apapun yang berpotensi memicu terjadinya kerumunan massa. Sigit menyarankan, kegiatan lebih baik digelar secara virtual atau daring.

"Sehingga kegiatan secara hybrid atau virtual itu lebih baik. Tempat wisata tolong dipasang aplikasi PeduliLindungi," tutur Sigit.

Sigit menyebut, sinergitas dan soliditas, TNI, Polri, Pemprov, tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terus diperkuat. Menurutnya, faktor itu salah satu kunci dalam strategi pengendalian Covid-19 saat ini. Apalagi, Indonesia menempati peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan dan pengendalian virus corona.

Oleh sebab itu, Sigit menegaskan, tren positif tersebut harus dipertahankan. Karena, kata Sigit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu menekankan untuk tidak abai ataupun lalai mencegah lonjakan Covid-19 dengan kedisiplinan prokes dan akselerasi vaksinasi.

Disisi lain, Panglima dan Kapolri juga menyampaikan apresiasi terhadap Forkopimda Sumbar terkait dengan percepatan vaksinasi karena telah menggagas Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) di Tanah Minang. Meskipun, kedepannya harus terus lebih ditingkatkan lagi.

"Terkait progres vaksinasi yang dilaksanakan, Alhamdulilah progres tersebut terlihat dari minggu lalu di posisi 32 saat ini di posisi 24-26. Jadi saya kira ini hasil kerja keras rekan-rekan Forkompimda dan tim vaksinasi. Dalam hal ini saya mngapresiasi bersama Panglima," tutur Sigit.

Tak hanya memimpin rapat Forkopimda, Panglima dan Kapolri meninjau langsung kegiatan vaksinasi serentak Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) di GOR H. Agus Salim, Padang, Sumbar. Acara itu dilakukan bersamaan di 221 titik lokasi.

Pada kesempatan tersebut, mereka berdua juga menyempatkan menyapa wilayah lain di Sumbar secara virtual, untuk mendengarkan langsung penanganan dan pengendalian Covid-19. (Adrian)

Padang, Sulutnews.com - Duka mendalam dirasakan kawan-kawan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Barat dan karyawan RRI Padang, atas berpulangnya ke rahmatullah, sahabat, senior, dan kakak bagi banyak teman di Padang, Idham Hamid, Kamis, (25/3/2021) di kediaman keluarganya, sekira pukul 08.30 WIB.   

Idham Hamid yang biasa dipanggil Da Am, meninggal dalam usia 68 tahun, di perumahan Taman Raya, Bekasi, Blok E2/25, RT 008, RW 021, Mangun Jaya, Tambun Selatan, Bekasi.

Demikian berita yang tersiar luas di media-media siber di Sumatera Barat seperti dapat dibaca di  Minangsatu.com dengan pemimpin redaksi Heranof Firdaus, sahabat baik almarhum.

Heranof, Ketua PWI Sumbar ternyata yang menulis sendiri obituari almarhum.

Begitu pula Zulnadi, SH, Pemimpin Redaksi Semangatnews.com juga menulis  berita kematian Idham Hamid, sekaligus memberikan kesaksian kebaikannya.

“Kami kehilangan kawan baik Da Am,” kata Zulnadi, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumbar yang juga Sekretaris DKP PWI Sumbar, ketika dihubungi Ketua PWI Peduli Pusat M. Nasir.

Heranof Firdaus sahabat dekat almarhum menulis obituari di media yang dipimpinnya, Minangsatu.com sebagai berikut:

Kepergian almarhum mengagetkan banyak pihak, karena selama bulan Februari dan awal Maret 2021 ini, Da Am masih aktif berkomunikasi lewat grup WA, bahkan video call dengan sesama mantan (pensiunan) karyawan RRI Padang, seperti Indra Bakti Yusuf, Hakri, Daryos Darman yang sama-sama berada di Jakarta, dan merantau ke Jawa.

Tidak ada tanda-tanda sakit berat yang diderita Idham Hamid, yang diketahui sebelumnya. "Saya sebulan sekali kontrol dan berobat ke RS Gatot Subroto," ungkap almarhum dalam suatu pertemuan di RRI Padang, dua tahun lalu. Malah, dalam video call terakhir, dia menyatakan berniat kembali ke Padang untuk memperingati Hari Radio di RRI Padang. "Insya Allah kita bertemu nanti di Padang, Om Ranof," katanya kepada saya kadang lewat handphone, atau lewat video call. Selalu optimis dan bersemangat. Itu kesan  yang ditunjukkan almarhum Idham Hamid. Barangkali juga dirasakan oleh teman-teman pengurus PWI Sumbar lainnya yang pernah video call dengannya, Gusfen Khairul, Basril Basyar, dan Zulnadi.

Ketika ditelpon pagi tadi, istri almarhum Ni Upik (Ernie Ranti Syahidin-juga pensiunan RRI), dengan tangis yang tak tertahankan menyebutkan, suaminya terlihat sesak nafas dan merasa nyeri di dada kanan.

“Hanya itu keluhannya," urai Ernie. "Maafkan segala kesalahan Da Am, ya Nof, sampaikan kepada teman-teman di Padang, mintakan maaf atas kepergian Da Am," getar suaranya di balik gagang telpon.

Am Hamid, begitu biasa dipanggil teman-teman seangkatannya yang jadi wartawan generasi tahun 70-an seperti Darlis Syofyan (alm), Dr.H. Mafri Amir (sekarang dosen UIN Jakarta), Akmal Darwis (Singgalang), dan banyak lagi yang lain, dikenal sangat akrab dan mudah bergaul.

Tidak jarang teman-teman almarhum juga mengenal keluarganya. Ni Upik (istri almarhum) juga mengenal dekat teman-teman suaminya. Berteman bagi Da Am, tidak hanya sebatas pada jam kantor di RRI Padang. Di luar jadwal dinasnya, almarhum sering bergaul dengan sesama wartawan dari hampir semua media yang ketika itu beroperasi di Padang, Harian Haluan, Singgalang dan Semangat, dan media radio, Arbes dan Febrianta.

Beberapa jabatan di kepengurusan PWI Sumbar, pernah dipercayakan kepadanya, sebagai Bendahara dan anggota Dewan Kehormatan Daerah (sekarang Dewan Kehormatan Provinsi).

Di RRI Padang, ia terbilang beruntung dengan bekal ijazah SMA, mampu menjadi sebagai Kasi Pemberitaan dan promosi sebagai Kepala Bidang Siaran, di RRI Medan, hingga pensiun tahun 2012. Teman-teman seangkatanya, tentu merasa kehilangan orang yang bersahaja ini. H. Nasril Nazar, H. Alex Lincoln.

Di RRI Padang tempat almarhum mengabdi paling lama, ia pernah menggarap banyak acara. Salah satunya yang bertahan cukup lama, acara Pacar (Padang Bicara) yang idenya dilahirkan bersama rekan Alda Wimar (alm). Dalam acara itu, ia menyebut dirinya dengan panggilan khas, "Om Bolang" yang selalu ceria menyapa pendengarnya. Acara ini membahas persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah kota Padang. Sering terdengar dialognya didampingi narasumber pejabat pemko Padang, bahkan kadang kala menghadirkan Wali Kota Padang, ketika itu Fauzi Bahar.

Saya mengenalnya sangat dekat karena lama bergaul sejak dari penyiar sampai menjadi anggotanya ketika bertugas sebagai reporter di redaksi Seksi Pemberitaan RRI Padang. Ciri positif yang melekat ketika dia menjadi Editor Berita, selalu mendiskusikan suatu kalimat dengan cara bersahabat.

“Kalau dirubah begini kalimatnya, gimana..? Bagus ndak.." Itu gaya bahasanya ketika ingin memperbaiki berita yang saya tulis.  Sungguh kenangan indah dan tak terlupakan.

Selamat jalan sahabat senior, semoga Ni Upik dan keluarga diberi ketabahan dan meneruskan hidup dengan penuh kesabaran, sehat dan berbahagia dengan anak cucu.(/MS)