Riau

Riau (12)

Pekanbaru,Sulutnews.com - Kerjasama Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Riau bersama Direktorat Intelkam dan Polres Dumai berhasil menggulung 16 tersangka komplotan narkoba dengan barang bukti sebanyak 203 kilogram sabu dan 404.491 butir pil ekstasi disita hanya dalam kurun waktu 4 hari saja (11-14 September 2022).

Ini merupakan prestasi terbesar yang diraih Polda Riau dalam pengungkapan kasus narkoba.

Kapolda Riau Irjen Moh Iqbal didampingi Dir Narkoba, Dir Intelkam, Kabid Humas, Kabid Propam dan Kapolres Dumai pada konferensi pers yang digelar dihalaman mapolda Riau pada Senin sore (19/9/2022) mengatakan keberhasilan pengungkapan tersebut sebagai bukti jajarannya tetap menyatakan perang terhadap pengedar narkoba diwilayahnya.

“Tergelar barang bukti sabu 203 kg dan 404.491 butir ekstasi yang berhasil kita sita dari kasus penyalanggunaan tindak pidana narkoba. 203 kg sabu ini terdiri dari kasus TKP pertama yaitu di Taman Karya Pekanbaru, kita melaksanakan upaya paksa tentunya melalui proses penyelidikan. Tim Ditresnarkoba bekerja sama dengan Dit Intelkam berhasil mengungkap 100.000 butir ekstasi dan 100 kg sabu dengan 10 tersangka yang ada di belakang saya ini pada hari Minggu 11 september 2022,” terangnya.

“TKP kedua yaitu dihotel Holywood dan perumahan Griya Citra Pekanbaru pada esokan harinya (Senin 12 september 2022) diamankan 11 kg sabu dengan 4 tersangka ini dilakukan oleh Tim Ditresnarkoba. Dan menyusul hari Rabu 14 september 2022, TKP di Bandar Laksamana Bengkalis, giliran Tim Satuan Reserse Narkoba polres Dumai berhasil  menyita 92 kg sabu dan 304.491 butir ekstasi dari 2 tersangka,” urai lanjutnya.

Mantan Kadiv Humas Polri tersebut mengatakan bulan ini saja (September), Tim dijajarannya telah mengungkap lebih dari 250 kg sabu dan beberapa ratus ribu ekstasi.

“Ini menunjukkan bahwa kita terus berperang dengan pengedar narkoba, dan ini juga menunjukkan bahwa tim Polda Riau terus melakukan kinerja yang sangat luar biasa. Lebih dari 500 kg sabu berhasil diungkap semenjak saya disini,” tegas mantan Kapolda NTB tersebut.

“Sengaja saya ekspose disini (depan Mapolda) untuk menunjukkan bahwa mulai hari ini Polda Riau terus berperang secara masiv kepada mengedar narkoba. Kita proses tegas dan terukur serta tidak ada toleransi bagi pelaku narkoba, kita harus perangi bersama, para pengedar gelap narkoba gelap ini,” tegasnya.

Irjen Iqbal mengakui pihaknya terus melakukan upaya preentif, preventif secara terus menurus termasuk kerjasama dengan negeri jiran Malaysia.

 “Dalam waktu dekat kita akan melakukan koordinasi dengan kepolisian negara Malaysia, untuk terus  mengurangi masuknya barang barang haram ini ke wilayah kita,” tutupnya. (**/ARP)

Riau,Sulutnews.com - Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Provinsi Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, resmi diluncurkan, Senin, (15/8/2022). Peresmian dihadiri oleh Gubernur Riau Syamsuar, Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal, forkopimda Provinsi Riau dan elemen pemuda Cipayung Plus.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Iqbal mengatakan, keberadaan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Riau lahir usai dirinya berdiskusi dengan kelompok Cipayung Plus di Riau, usai hadirnya Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Jakarta.

Hasil diskusi tersebut pun disampaikan ke Gubernur Riau, Syamsuar. Gayung bersambut, Gubernur pun menyetujui tak hanya dengan memberikan izin, melainkan melihat sustansi rumah kebangsaan.

"Beliau (Gubernur) paham betul posisioning pak Gubernur tentang menjadi suatu seorang kepala daerah bukan hanya kemajuan ekonomi tetapi jugak seluruh aspek yang beliau harus pikirkan kemajuan ekonomi, keamanan, pertahanan, persatuan dan kesatuan kita paham bahwa negri ini negri yang sangat luar biasa," kata Iqbal.

Iqbal menyadari bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman, mulai dari budaya, agama, adat istiadat hingga kuliner. Hal tersebut merupakan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang tak dimiliki negara lain.

"Apabila kita tidak bisa mengelola keberagaman ini kekayaan ini dapat menjadi polarisasi menjadi suatu bencana. Apalagi ke depan bonus demografi yang ada di republik ini sangat luar biasa pemuda pemuda yang sangat luar biasa maupun yang berenergi seakan tidak pernah putus tidak pernah habis," katanya.

Oleh karena itu, untuk menjawab keberagaman dan tantangan oleh laju masa yaitu persatuan dan kesatuan bangsa, kata Iqbal, tepatlah gagasan Presiden Jokowi mengenai cipayung plus dan juga dimotori oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menginisiasi rumah kebangsaan, yang diisi dan dimotori oleh cipayung plus yang ada di seluruh Indonesia.

"Allhamdulillah hari ini kita diijabah doa nya oleh Allah SWT. Hari ini semoga hari baik kita akan melauncing rumah kebangsaan cipayung plus provinsi Riau," ujarnya.

Ia pun berpesan kepada kelompok Cipayung Plus untuk mengisi Rumah Kebangsaan ini dengan kegiatan yang positif demi kemajuan bangsa dan negara. Selain itu, kelompok Cipayung Plus juga diminta untuk menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), dengan berkolaborasi dengan Forkopimda Provinsi Riau.

"Adik-adik harus memberikan kontribusi positif bagi seluruh masyarakat Provinsi Riau," kata dia.

Gubernur Riau Syamsuar mengucapkan terima kasih kepada kelompok Cipayung Plus yang mewujudkan lahirnya Rumah Kebangsaan. Menurutnya, munculnya Rumah Kebangsaan ini untuk meningkatkan rasa kebangsaan, kebersamaan, dan komitmen agar senantiasa memelihara kesatuan persatuan bangsa dan memelihara Provinsi Riau ini agar kondusif.

"Semua negara memiliki masalah yaitu masalah kekurangan energi, kekurangan pangan, kekurangan lingkungan dan masalah masalah lainnya. Tentulah kami mendukung adanya rumah kebangsaan dan ini menjadi tempat diskusi para pemuda harapan bangsa maupun semua kelompok. Tentunya dengan semangat ini lah kami mendukung dan sekaligus dapat senantiasa memelihara kerukunan kebersamaan termasuk meningkatkan rasa persatuan bangsa agar kita bisa maju, kita akan menghadapi indonesia emas dan adik-adik harus menyiapkan diri utuk siap memimpin bangsa Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua PMII Riau-Kepri Abdul Rouf mengapresiasi Forkopimda Provinsi Riau yang telah meresmikan Rumah Kabangsaan. Menurutnya, hadirnya Rumah Kebangsaan ini menjadi barometer pergerakan ataupun himpunan ataupun gerak perhimpunan ataupun seluruhnya bahwa provinsi Riau yang menurut data disampaikan bahwa tingkat keharmonisannya kurang, tingkat kerukunan antar umat beragama kurang, tingkat keharmonisan antar suku dan ras kurang, bisa dipatahkan.

"Bahwa yang pertama kali melaksanakan rumah kebangsaan adalah Provinsi Riau. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memajukan Riau khususnya serta Indonesia pada umumnya menjadi Garda terdepan," katanya. (**/ARP)

Riau,Sulutnews.com  - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (25/2/2022). Dalam kegiatan ini, Kapolri juga meninjau secara virtual pelaksanaan vaksinasi 34 provinsi di 6.274 titik.

Pada tinjauannya langsung kali ini, Sigit menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas antusias warga Riau yang melakukan vaksinasi. Adapun target vaksinasi serentak di Riau pada hari ini sebanyak 65 ribu dosis.

"Tadi disampaikan di lokasi ini ada 2.500 yang akan divaksin dan targetnya hari ini total di Riau 65 ribu. Saya lihat minggu sebelumnya angkanya bisa di atas target. Harapan kita tentunya bagaimana terus ditingkatkan," kata Sigit.

Dalam menekan laju pertumbuhan Covid-19 khususnya varian Omicron, kata Sigit diperlukan soliditas dan sinergitas dengan seluruh stakeholder dalam rangka pengendalian Pandemi Covid-19.

"Ini menjadi tugas kita bersama yang kita harapkan, kita pernah menghadapi varian delta dan kita menahan laju sehingga angka kita normal. Kita punya optimisme menghadapi varian omicron dengan kekompakan, soliditas, sinergitas seluruh stakeholders dan masyarakat untuk melaksanakan aturan yang dibuat pemerintah," ujar Sigit.

Ia pun yakin dengan semua hal itu dapat melalui Covid-19 khususnya varian Omicron dengan baik. Penekanan laju pertumbuhan Covid-19 juga akan berdampak pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Apalagi, kedepan Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam beberapa perhelatan event internasional maupun nasional.

"Event besar kita hadapi di beberapa tempat, kita harapkan tetap bisa dilaksanakan walaupun ada varian Omicron," ucap Sigit.

Disisi lain, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan secara umum positivity rate di wilayah Riau di angka 13 sampai dengan 14 persen. Yang artinya masih di bawah angka nasional sebesar 18 persen.

"Kesempatan ini harus dilakukan langkah-langkah untuk menjaga positivity ratenya betul-betul terjaga," tutur Sigit.

Adapun langkah-langkah untuk menjaga positivity rate adalah dengan akselerasi vaksinasi baik dosis pertama, kedua maupun vaksinasi booster. Kemudian mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker dan menjaga mengurangi interaksi apabila tak diperlukan kecuali memang kegiatannya harus dilakukan.

Mantan Kapolda Banten ini juga menuturkan bagaimana melakukan disiplin isolasi mandiri (isoman) dan mendorong masyarakat, khususnya yang memiliki komorbid yang tidak memiliki tempat isoman yg standar untuk didorong ke tempat isoter, karena memang lokasi itu, lebih baik dari sisi fasilitas maupun tenaga kesehatan yang ada.

"Rumah sakit rujukan untuk gejala sedang dan berat betul-betul harus dicek fasilitasnya sehingga pada saat masyarakat masuk khususnya yang komorbid dan lansia bisa dirawat dengan baik. Hal itu dilakukan untuk menjaga angka fatalitas agar tak meningkat," papar Sigit.

Secara umum, kata Sigit ada pergeseran dan penurunan tren angka Covid-19 di beberapa wilayah. Hal ini menjadi kabar baik, namun di kota lain ada peningkatan sehingga mau tak mau kita semua melakukan strategi terkait akselerasi vaksinasi, peningkatan protokol kesehatan, persiapan isoman yang baik, isoter dan rumah sakit rujukan untuk merawat pasien.

Selain meninjau, Sigit juga melakukan dialog dengan seluruh jajarannya di Indonesia yang menggelar akselerasi vaksinasi serentak. Ia mengimbau untuk terus melakukan upaya dan strategi dalam hal penanganan dan pengendalian Covid-19. (Adrian)

Siak, Sulutnews.com - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 Tingkat Provinsi Riau dan HUT ke-76 PWI, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah SSos melakukan audensi dan silaturrahmi dengan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, Rabu (19/01/2022).

Pada pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Jalan Raja Kecik Kabupaten Siak ini, Bupati didampingi Plt Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Siak Jamaluddin dan Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Statistik (IKPS) Dinas Kominfo Siak, Paula Chandra.

Sedangkan turut bersama Ketua PWI Riau antara lain  Wakil Bendahara Herlina, Sekretaris Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 Tingkat Provinsi Riau dan HUT ke-76 PWI Zulmiron, Wakil Seksi Hukum Ipung Sadewo, Ketua PWI Siak Wiwik Widaningsih, Sekretaris PWI Siak Sahril, Bendahara PWI Siak Indra, Wakil Bendahara PWI Siak Diana Sari dan anggota PWI Siak Yanti Sugerrianti.

Usai melakukan pertemuan, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWI Riau yang telah menunjuk dan menetapkan Siak sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional Tingkat Provinsi Riau tahun 2022 dan HUT ke-76 PWI. Yang mana kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 sampai 20 Maret 2022 mendatang. Dan tentu ini adalah momentum yang sangat baik bagi Kabupaten Siak untuk mempromosikan pariwisata, kebudayaan dan pembangunan daerah. Karena nanti akan banyak wartawan dari berbagai daerah datang ke Kabupaten Siak.

"Tentu nanti kami akan membutuhkan publikasi baik itu terkait dengan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) maupun pariwisata. Karena Ketua PWI Riau menyampaikan salah satu temanya UMKM Bangkit di Riau, termasuk di Kabupaten Siak. Karena di Siak Insya Allah, program kami yang sudah masuk di RPJMD adalah 1.000 UMKM. Dan Insya Allah ini bisa 1.000 sampai 1.200 tahun ini," jelas Alfedri.

Kemudian untuk pariwisata, sebut Bupati, Kabupaten Siak ini adalah salah satu ikon pariwisata di Provinsi Riau, yakni Siak The Truly Malay. Banyak wisata sejarah di Siak yang layak dipublikasi untuk diketahui masyarakat luas.

Tidak itu saja, Pemkab Siak juga saat ini mengusulkan Tengku Buang Asmara sebagai Pahlawan Nasional. Sultan Siak ke-2 yang telah berjuang melawan Belanda di Selat Guntung yang terkenal dengan Perang Guntung.

"Selat Guntung ini berada di Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. 71 orang Belanda meninggal saat itu. Ini yang akan kita upayakan. Karena pengusulannya sudah mulai beberapa tahap sebelumnya, bahkan sudah sampai ke seminar lokal. Dan tahun ini Insya Allah seminar nasional. Pengusulannya telah disampaikan ke Kementerian Sosial melalui Pemerintah Provinsi Riau. Ini juga perlu dukungan wartawan," terang Alfedri.

"Tentu, HPN Siak ini akan memberikan motivasi bagi kami. Apalagi ditunjuk sebagai tuan rumah, tentu kami akan menyiapkan acara ini sebaik-baiknya dan menyukseskan acara ini. Sukses HPN, Sukses Promosi Daerah. Ini akan kami sambut dengan baik dan akan kita upayakan sebaik mungkin. Tentu ini akan menambah keinginan kami untuk membangun daerah ini menuju masyarakat Siak yang lebih sejahtera dimasa mendatang," ujar Bupati menambahkan.

Pada kesempatan itu, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang menyampaikan, pada puncak perayaan HPN Tahun 2022 Tingkat Provinsi Riau dan HUT ke-76 PWI di Kabupaten Siak nanti Insya Allah akan dihadiri oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari atau Sekretaris Jendral PWI Pusat Mirza Zulhadi. Disamping itu juga akan dihadiri Gubernur Riau Drs Syamsuar MSi, Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal SIk MH dan Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan.

"Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih sudah diterima hari ini. Setelah ini kami akan temui Pak Gubernur dan akan kami sampaikan juga salam Pak Bupati. Dan nanti akan kami sampaikan siapa-siapa yang akan hadir. Namun yang sudah menyatakan hadir pada HPN Siak adalah Pak Kapolda Riau dan Pak Danrem. Kemarin sewaktu datang ke PWI menyatakan siap datang ke Siak," sebut Zulmansyah.(*/Merson)

Pekanbaru, Sulutnews.com  - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I Pahala Nugraha Mansury meresmikan tiga pembangkit tenaga biogas milik PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) sebagai anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).  Peresmian itu merupakan bagian dari upaya mendukung komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim yang disampaikan Presiden Jokowi pada World Leader Summit COP26 di Glasgow, Skotlandia, beberapa waktu lalu. 

Ketiga pembangkit tenaga biogas (PTBg) yang diresmikan tersebut adalah PTBg Sungai Pagar dan PTBg Sei Tapung yang berlokasi di Kabupaten Kampar serta PTBg Lubuk Dalam di Kabupaten Siak, Riau.  Saat ini PTPN telah dan segera memiliki Biogas Plant sejumlah 10 unit terdiri dari : 2 Unit PLTBG @1MW di PKS PTPN2, 1 Unit PLTBG di Sei Mangkei (2 MW) sudah dipakai , 1 Unit PLTBG di Hapesong (1MW), 1 unit PLTBG di Pasir Mandoge (2 MW), 2 unit dekarbonisasi PLTBg di PTPN V yaitu PKS Tandun dan di PKS Terantam, 3 unit Biogas Cofiring terdiri dari 1 unit di PKS Sei Pagar sebagai hasil kerja sama dengan BPPT/BRIN, dan 2 unit lainnya di PKS Lubuk Dalam dan PKS Sei Tapung, PLTS 2 MW di Sei Mangke sudah beroperasi (kerjasama dengan PPI).

Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury bersama Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr Mego Pinandito didampingi Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, Direktur SDM PTPN III (Persero) Seger Budiarjo, dan Direktur PTPN V Jatmiko Krisna Santosa  meresmikan langsung ketiga PTBg yang memanfaatkan teknologi mutakhir tersebut.  "Saya ucapkan selamat kepada PTPN V atas kerja kerasnya melakukan transformasi dan sinergi bersama BRIN yang telah membangun PTBg," kata Pahala di Kabupaten Kampar, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan bahwa PTPN V sebagai anak perusahaan yang memiliki pertumbuhan kinerja dan produksi tinggi di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara, perusahaan plat merah yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau ini juga terus mewujudkan transformasi dan inovasi, salah satunya melalui pembangunan ketiga PTBg tersebut.  Dengan diresmikannya ketiga PTBg, PTPN V sendiri tercatat sebagai perusahaan perkebunan milik negara terbesar yang mengelola pembangkit biogas di lingkungan PTPN Group, dengan memanfaatkan gas metana dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).  

Keberadaan PTBg ini, lanjut dia, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam melaksanakan dekarbonisasi menuju Indonesia Net Zero Emissions pada 2060 mendatang.  "Ini memang tidak mudah, tapi kita terus berupaya.  PTPN Group sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi 29 persen pada tahun 2030, termasuk mengubah energi yang digunakan.  Hari ini yang kita saksikan dimana biogas mengganti energi yang digunakan selama ini.  Terima kasih kepada BRIN yang aktif mewujudkan dekarbonisasi bersama PTPN," urainya. 

Sementara itu, Direktur Utama PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan bahwa PTBg yang terpasang di PKS Sei Pagar PTPN V ini merupakan model yang efesien karena memanfaatkan reaktor. Keberadaan PTBg ini, lanjut Ghani, selain memberikan dampak efesiensi bagi perusahaan, juga memberikan keuntungan insentif harga produk premium.  "Tahun ini kita dapat insentif dari sertifikasi ISCC hampir Rp 150 miliar, dimana Rp 40 miliar nya berasal dari PTPN V.  Keberadaan PTBg PTPN V yang sebagian hasilkan listrik dan sebagian lain menghasilkan gas untuk bahan bakar boiler sangat bermanfaat. Program ini akan senantiasa kita teruskan," tuturnya. 

Ghani pun memaparkan sebelum adanya Biogas Cofiring, PKS Sei Pagar menghasilkan emisi CH4 sekitar 809 ton/tahun atau setara emisi karbon kurang lebih 17.000 ton CO2 eq per tahun, dengan dioperasikan Cofiring Biogas, maka emisi tersebut menjadi nol.  “Saat ini PTPN telah memiliki Biogas Plant sejumlah 10 unit dan akan terus dibangun sesuai total PKS di PTPN sebanyak 75 unit selambatnya tahun 2050 melalui dana sendiri ataupun kerjasama dengan pihak lain”, jelas Ghani.

Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional Dr Mego Pinandito mengatakan bahwa program PTBg yang dilakukan PTPN V bersama BRIN merupakan terobosan konteks teknologi dalam isu lingkungan.  Lebih luas, dia berharap keberadaan yang memanfaatkan limbah menjadi energi listrik maupun gas dapat membantu menggerakkan sirkular ekonomi dan menekan pencemaran tanah maupun udara.  "Meningkatkan pembangunan ekonomi lebih hijau, kita ingin waste itu jadi nol atau zero waste.  Dalam konteks riset dan inovasi menuju Indonesia maju 2045 BRIN akan berperan penting dalam pemanfaatan teknologi dan riset lebih kuat," paparnya. 

Melengkapi Mego, Direktur PTPN V Jatmiko Krisna Santosa mengatakan pembangunan PTBg tersebut sejalan dengan program reduksi emisi CO2, untuk mengurangi potensi gas rumah kaca dalam satu siklus budidaya perkebunan, mulai dari pengambilan raw material, proses produksi, hingga pengelolaan limbah.  "Sejalan dengan grand strategy perusahaan untuk menghasilkan produk sustainable palm oil yang mulai diimplementasikan sejak 2019, upaya dekarbonisasi menjadi salah satu program yang terus kita akselerasi,” katanya. 

PTPN V kini menjadi perusahaan perkebunan milik negara terbesar yang memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengelolaan pengelolaan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent atau POME.   Hingga kini, tercatat 5 dari 12 pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN V telah memiliki pembangkit biogas, dan diharapkan pada awal tahun depan dapat bertambah satu melalui operasional Biogas Co-firing di Rokan Hulu.

Perusahaan negara yang memproduksi crude palm oil, palm kernel oil, dan palm kernel meal itu mulai membangun pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) pertama di unit kebun PKS Tandun, Rokan Hulu, Provinsi Riau.  Pembangkit pertama di PTPN Group tersebut mengkonversi limbah cair sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi listrik berkapasitas 1,6 MW.  Selain menghemat biaya penggunaan bahan bakar fosil hingga Rp 5,8 miliar pertahun, PLTBg tersebut juga turut menekan angka ambang batas rumah kaca mencapai 358,18 CO2eq atau jauh di bawah standar angka yang biasanya dimintakan oleh pembeli minyak sawit di 1.000 CO2eq. 

Selanjutnya pembangkit kedua ada di PKS Terantam berkapasitas 0,7 MW hasil kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang saat ini berada di bawah BRIN.  Keberadaan PLTBg Terantam menekan biaya produksi hingga Rp 2,4 miliar pertahun. Selain itu, PLTBg Terantam juga berkontribusi menekan angka gas rumah kaca sebesar 352,45 CO2Eq.

“Pada fasilitas PLTBG Terantam ini pula, telah dibangun pilot project Bio-methane Compressed Natural Gas/Bio-CNG yang mampu memurnikan methane sehingga hasilnya cocok untuk kendaraan ataupun gas rumah tangga.  Ini adalah salah satu bentuk komitmen kita untuk terus mendukung program pemerintah menuju net zero emissions", tambah Jatmiko.(/Mercys)

IKWI Riau Gelar Pelatihan Membuat Sabun dan Panganan

Pekanbaru,Sulutnews.com - Dalam rangka membangun ekonomi keluarga di era Covid-19, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Riau tiada henti melatih istri-istri wartawan agar terampil membuat produk bernilai jual.

Antara lain membuat abon ayam, tata rias kecantikan, membuat label produk dengan sablon sederhana, hidroponik, membuat sabun dengan alat dan bahan sederhana serta membuat makanan dan jajanan berbahan dasar sagu.

Ketua IKWI Provinsi Riau Hj Hastuti Salta mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan ini besar manfaatnya bagi istri-istri wartawan yang rata-rata adalah ibu rumah tangga. Apalagi saat ini masih dalam kondisi masa pandemi covid-19, yang sudah tentu berdampak terhadap perekonomian keluarga wartawan.

"Kita berharap, dengan adanya pelatihan-pelatihan yang sudah diselenggarakan akan bisa membangkitkan ekonomi keluarga yang selama terimbas oleh dampak pandemi covid-19. Tentunya, semua itu kita kembalikan kepada anggota IKWI yang telah mengikuti pelatihan bisa mengambil  potensi mana yang cocok untuk dijadikan peluang dijadikan usaha rumah tangga," tutur Hastuti Salta usai kegiatan pelatihan membuat sabun dengan alat dan bahan sederhana serta membuat makanan dan jajanan berbahan dasar sagu di ruang pertemuan Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (13/11/2021).

Istri tercinta dari Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang yang akrab disapa Tuti ini menyampaikan, pelatihan yang diselenggarakan pada minggu kedua November 2021 ini, instruktur yang membimbing peserta yakni Mirsal dan Raja Arbaiyah.

Materi yang disampaikan yakni terkait cara membuat sabun dengan alat dan bahan sederhana serta membuat makanan dan jajanan berbahan dasar sagu.

"Alhamdulillah, apa yang disampaikan instruktur bisa dipahami oleh seluruh peserta pelatihan. Terbukti, peserta bisa praktek langsung cara membuat sabun dan makanan seperti Lempeng dan Laksa," sebut Tuti sembari mengucapkan terima kasih kepada instruktur yang telah berbagi ilmu pengetahuan kepada para peserta pelatihan yang diselenggarakan oleh IKWI ini. Semoga semua materi yang disampaikan oleh instruktur bisa menjadi bekal bagi ibu-ibu IKWI untuk dipraktekkan di rumah masing-masing.

'Kita berharap kepada ibu-ibu yang tergabung ke dalam IKWI ini bisa menangkap peluang ini. Kalau perlu, jadikan potensi ini untuk membuka usaha, sehingga kedepan dapat menunjang perekonomian keluarga," harapnya.(/ria)

Pekanbaru,Sulutnews.com -  Gubernur Riau Syamsuar, Senin (1/11/2021) sore ini akan melepas langsung keberangkatan kontingen Riau yang akan tanding pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Riau Jaya Kusuma mengatakan, acara pelepasan kontingen Riau digelar di Balai Pelangi Komplek Rumah Dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Gubernur  akan melepas sekitar 175 orang, terdiri dari atlet, pelatih, dan official tim kontingen Provinsi Riau.

"Pelepasan Kontingen Riau menuju Peparnas XVI Papua, bertempat di Gubernuran Jalan Diponegoro, dan insaya Allah dilepas langsung oleh Gubri Syamsuar dan dihadiri Forkompinda dan seluruh atlet, pelatih dan official tim," ujar Jaya Kusuma, Senin (1/11/2021).

Usai pelepasan dijadwalkan  keberangkatan kontingen NPC Riau menuju Peparnas Papua pada Selasa, 2 November 2021.

"Pada prinsipnya kami siap untuk mengikuti acara pelepasan sesuai protokol yang di tetapkan," terangnya.

Jaya Kusuma berharap dengan di kukuhkan dan di lepasnya Kontingen Riau, akan memberi semangat dan memacu motivasi atlet dalam bertanding di Peparnas nanti. Serta seluruh keberangkatan Kontingen dapat berjalan lacar tanpa ada kendala.

"Kalau pemberangkatan atlet secara umum sudah siap, dan persiapan di Papua seperti penginapan bagi atlet sudah siap juga. Kita berharap atlet semakin termotivasi untuk berjuang secara  maksimal dalam meraih medali sebanyak-banyaknya bagi marwah Riau,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya Provinsi Riau menargetkan meraih 5 besar pada Peparnas XVI Papua ini. NPC Riau mengirimkan 108 atlet dan 67 pelatih serta official tim yang akan turun di 9 cabang olahraga (Cabor), dari total 12 cabor yang dipertandingkan pada Peparnas Papua.

"Kita menargetkan bisa mengumpulkan sekitar 34 medali atau masuk di urutan 5 besar," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya atlet NPC Riau telah melaksanakan TC penuh yang di pusatkan di Pekanbaru, dengan mengkonsentrasikan pada pematangan teknis pertandingan. Jaya mengaku, pihaknya juga ingin menumbuhkan kepada seluruh para atlet semangat bertanding, kesetiakawanan mereka kemudian bagaimana atlet berangkat membawa harkat dan martabat masyarakat Riau.

"Ini yang kita tumbuhkan, jadi perlu ada kebersamaan walaupun kita perlu terus melakukan evaluasi dalam pendisiplinan Prokes," tutupnya.(*/Parmin)

Pekanbaru,Sulutnews.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau bekerjasama denga Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyelenggarakan Webinar Media Hulu Migas Update, Sosialisasi LKTJ Migas se Provinsi Riau dan Pelatihan Meraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro di Hotel The Zuri Pekanbaru, Jumat (22/10/2021).

Webinar yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus.

Keynote speaker Webinar Media Hulu Migas Update, PWI Riau menghadirkan Mantan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Prof Dr Ing Ir Rudi Rubiandini RS Dipl Ing, DR Rawa El Amady (Dosen Pascasarjana Universitas Riau di bidang Antropologi dan Sosiologi) dan Yanin Kholison dari SKK Migas Sumbagut. Sedangkan Pelatihan Anugerah Jurnalistik Adinegoro, PWI Riau menghadirkan Panitia Tetap Anugerah Jurnalistik Adinegoro Rita Sri Hastuti dari PWI Pusat, penerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2017 dan 2019 H Muhammad Amin serta Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Riau Harry B Koriun.

Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang mengawali sambutan menyampaikan terima kasih kepada mitra PWI Riau, terutama SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Riau yang tergabung di dalamnya, yang telah memberi support luar biasa untuk kegiatan pelatihan wartawan se- Provinsi Riau.

"Wartawan yang tergabung dalam PWI Provinsi Riau ini jumlahnya 1.191 orang wartawan. Untuk acara pelatihan ini, yang mendaftar 208 orang wartawan. Yang sudah ikut secara daring (dalam jaringan) jumlahnya 108 dan luring (luar jaringan) sebanyak 50 orang wartawan. Jadi yang sudah joint jumlahnya 158 orang untuk mendengarkan materi dari Pak Rudi dan Pak Rawa," sebut Zulmansyah.

Kegiatan diklat PWI ini, sebut Zulmansyah, memang salah satu amanah dari Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT). Juga program dari PWI Provinsi Riau untuk meningkatkan profesionalisme dan kapasitas wartawan.

"Di PWI Riau ini diamanahkan 10 program. Yakni pelatihan, pelatihan, pelatihan dan satu program happy-happy namanya. Kebetulan hari ini kita buat pelatihan, nanti diujung-ujung acara juga ada happy-happynya, yaitu doorprize. Tentu yang paling pokok yang harus kita dengarkan adalah pemaparan materi pelatihan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Migas. Juga Anugerah Karya Jurnalistik Adinegoro. Khusus yang migas, kita telah sepakat dengan SKK Migas hadiahnya Rp55 juta. Terima kasih kepada SKK Migas yang sudah menjadi mitra PWI Riau," ujar Zulmansyah.

Dikatakan Zulmansyah, Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang sudah 19 tahun digelar. Alhamdulillah PWI Riau sudah dua kali anggotanya mendapatkan penghargaan yakni atas nama Musthamir Thalib dan Muhammad Amin. Khusus Muhammad Amin, mendapat Anugerah Jurnalistik Adinegoro sebanyak dua kali.

Setelah pelatihan Anugerah Jurnalistik Adinegoro, kata Zulmansyah lagi, akan ada tiga seri pelatihan lagi yang akan diselenggarakan untuk wartawan anggota PWI Riau dan semuanya mendapat dukungan dari SKK Migas dan K3S. "Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas dan K3S," ujar Zulmansyah.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan untuk pelatihan bagi wartawan dalam rangka Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) dari sisi industri hulu migas.

"Kami melaksanakan kegiatan ini untuk membekali teman-teman wartawan dengan up-to-date informasi," sebut Rikky sembari menyebutkan, informasi yang baik dan benar dihadirkan melalui kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang baik, mulai dari mencari, mengeksploitasi, serta memproduksikannya menjadi satu pendapatan negara.

"Dari sisi lain, kita undang juga narasumber Rawa El Amady untuk juga memberikan insight bagaimana kearifan lokal dalam rangka mendukung kegiatan industri hulu migas sehingga bisa seiring sejalan dalam tercapainya target untuk sinergi pencapaian 1 juta barel di tahun 2030," katanya.

Kegiatan ini, sebut Rikky, merupakan bagian dari free forum. Kegiatan besar akan diadakan tanggal 16 hingga 18 November 2021. "Disitulahnanti  akan diumumkan siapa yang akan menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah dalam LKTJ Migas," kata Rikky

"Pengelolaan potensi sumber daya alam migas dan dukungan daerah dalam perancangan operasi hulu migas menuju 1 juta barel" merupakan tema yang diambil dalam LKTJ Migas. Harapannya hal ini memberikan kontribusi yang nyata dalam hal sinergi antara SKK Migas yang bertugas melaksanakan pengawasan pengendalian kegiatan hulu migas serta kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang kami tugaskan untuk melakukan pencarian dan berkonsentrasi dan fokus dalam upaya-upaya pencarian," tambah Rikky lagi.

Untuk itu, katanya, kegiatan KKKS seharusnya dan seyogyanya fokus dan tidak terganggu oleh hal-hal yang menghambat kegiatan yang dimaksud.

"Itulah artinya sinergi informasi maupun kontribusi dari seluruh stakeholder dalam mensukseskan target nasional ini," sebut Rikky sembaru berharap, melalui Webinar ini rekan-rekan media akan mendapatkan informasi yang terbaru dan terupdate.

"Dua hari lalu Kepala SKK Migas menyampaikan langsung pencapaian-pencapaian tahapan di kuartal III tahun 2021. Masih ada kerja keras yang harus kita lalui di satu kuartal terakhir. Mudah-mudahan target kita dapat tercapai dengan baik," katanya.(*/Parmin)

Pekanbaru,Sulutnews.com – Dalam upaya menangkal berita Hoax selama tahapan Pemilu dan Pilkada, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru melakukan pertemuan dengan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau, Selasa (12/10/2021).

Pada pertemuan itu, rombongan KPU Kota Pekanbaru dipimpin langsung oleh Ketua Ketua KPU Kota PekanbarubAnton Merciyanto didampingi Divisi Sosialisasi dan Parmas Yelli Nofiza, Divisi Hukum dan SDM Ariya Ghuna Saputra, Divisi Program dan Data, Zulfajri dan Kasubag Teknis Hupmas Rianti Agustriani serta staf bagian Tekmas Fitri Andriani.

Sementara dari organisasi perusahaan siber dihadiri Ketua SMSI Provinsi Riau Novrizon Burman, Wakil Ketua Bidang Tanggap Bencana Ardiansyah MZ Tanjung, Wakil Ketua Bidang Teknologi dan Informasi Anthony Harry, Sekretaris Zulmiron, Wakil Sekretaris Jinto Lumban Gaol, Bendahara Luna Agustin, Wakil Bendahara Herlina dan Koordinator Sosial Ekonomi Kreatif Martalena.

Dalam sambutannya, Anton mengatakan, KPU Kota Pekanbaru sudah menyiapkan langkah-langkah persiapan menyongsong Pemilu 2024. Hal itu untuk mengantisipasi munculnya persoalan-persoalan seperti Pemilu sebelumnya. Salah satunya adalah mengantisipasi munculnya hoax selama tahapan Pemilu/Pilkada. Sehingga KPU merasa perlu membentuk Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kab/kota.

"Meskipun tahapan belum ditetapkan, tapi kita sudah melaksanakan persiapan-persiapan. Salah satunya dengan membentuk Bakohumas. Dasarnya adalah SK KPU RI No. 172/HM.02-Kpt/06/KPU/III/2021 tentang Badan Koordinasi Kehumasan KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota. Bakohumas ini akan dibentuk paling lambat pertengahan Oktober 2021.Untuk itu perlu kita sosialiasaikan," jelas Anton.

Bakohumas ini, sebut Anton, nantinya berisi perwakilan dari instansi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, lembaga pers dan lainnya. Tujuannya untuk membantu KPU Kota Pekanbaru dalam menyebarkan informasi yang benar dan akurat seputar Pemilu.

"Jadi melalui Bakohumas ini, kita memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Tidak hanya berita-berita negatif yang beredar tentang KPU," sebut Anton.

Selain tentang Bakohumas, Anton juga menjelaskan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang terus dilakukan KPU Kota Pekanbaru melalui sejumlah media sosial seperti Youtube, Instagram, Facebook, website dan instrumen online lainnya.

“Setelah kunjungan ini, nanti akan dibentuk grup WA. Sehingga memudahkan bertukar informasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua SMSI Riau Novrizon Burman mengatakan, SMSI Riau sebagai konstituen Dewan Pers siap bersinergi dengan KPU untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

"Kami (SMSI) siap bersinergi dengan KPU dalam mencegah berita hoax. Artinya, masyarakat harus mendapatkan informasi yang tepat," ujar Novrizon.

Menurut Novrizon, informasi terkait penyelenggaraan pemilu/pilkada harus tersosialisasi dengan baik dan perlu ada semacam wadah koordinasi.

"Kalau ada informasi terbaru dari KPU tinggal kita share ke kawan-kawan media yang sudah bergabung menjadi anggota SMSI Riau. Yang mana sampai saat ini sudah berjumlah 103 perusahaan media," sebut Novrizon.(*/BS)

Pekanbaru, Sulutnews.com - Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Riau berupaya memberdayakan ekonomi keluarga wartawan di tengah masa pandemi ini. Salah satunya dengan menggelar pelatihan keterampilan membuat abon ayam. 

Pelatihan keterampilan yang diselenggarakan di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (02/10/2021) ini menghadirkan narasumber dari praktisi tata boga Riau Hj Koesbintari.

Ketua IKWI Riau Hj Hastuti Salta menyampaikan, pelatihan keterampilan membuat abon ayam ini sebagai bentuk dukungan IKWI untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga wartawan.

"Dengan adanya pelatihan ini, semoga dapat membantu ekonomi keluarga. Minimal dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sendiri atau bisa dijadikan produk usaha kecil menengah, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga di masa pandemi covid-19," terangnya.

Hastuti yang akrab disapa Tuti ini mengakui, dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 masih dirasakan oleh masyarakat, khususnya keluarga wartawan. Meskipun kehidupan sudah berjalan agak normal, namun pemulihan ekonomi masih jauh dari harapan. Dan dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa menambah keterampilan seorang ibu dalam menyiapkan menu keluarga. Selain itu juga dapat menciptakan wirausaha baru.

"Jika keterampilan ibu-ibu nanti dikembangkan, akan bisa menambah income keluarga sehingga dapat membantu perekonomian keluarga di masa pandemi ini. Karena itu, pelatihan pembuatan abon diharapkan dapat membantu memulihkan ekonomi peserta dan keluarganya Dan yang pertama dan utama kami memang ingin  peserta punya keterampilan (dari pelatihan itu) agar bisa membuka usaha untuk menambah pemasukkan keluarga,” katanya.

Sementara Praktisi Tata Boga Riau Hj Koesbintari menyebutkan, pembuatan abon cukup gampang dan prospeknya juga bagus. Sebab abon banyak dibutuhkan masyarakat, baik untuk campuran kue maupun untuk dikonsumsi langsung.

"Saya yakin, jika keterampilan itu dimanfaatkan dan ditekuni, maka akan mendatangkan keuntungan ekonomi. Karena yang namanya usaha tentu tidak langsung besar, tapi dimulai dari bawah, harus sabar,” katanya.(*/Ria)