MANADO, Sulutnews.Com Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Legio Luminis Indonesia (LLI) Wenny Lumentut Senin (29/11/2021) melantik pengurus Daerah LLI Kota Manado masa bakti 2021- 2025. Pada guat yang digelar di Aula Pemkot Manado tersebut turut dihadiri Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikita Richard Sualang. Saat menyampaikan sambutannya Lumentut menegaskan LLI dibentuk memiliki tujuan yang baik kehadiran LLI di Kota Manado diharapkan selalu dapat bersinergi dengan pemerintah, mengawall semua program pembangunan baik Sosial dan Ekonomi yang memiliki nilai tambah untuk kesejahtraan masyarakat.

" LLI memiliki AD/ART dan ini harus ditaati, dan diharapkan dengan pelantikan ini DPD LLI Kota Manado juga dapat mengawal semua program Pemerintah Kota Mamado," kata Lumentut.
kiranya dapat menjadi pelopor

Sementara itu Walikota Manado Andrei angouw memberi apresiasi atas pelantikan pengurus DPD LLI Kota Manado." Kehadiran LLI kiranya dapat berkontribusi bagi pembangunan di Kota Nanado," ungkap Angouw.

Hadir pada acara pelantikan tersebut Ketua Harian DPP LLI Fabian Kaloh alam kepengurusan DPD LLI Kota Manado, Walikota Manado Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang ditetapkan sebagai Dewan Penasehat LLI Kota Nanado.(josh tinungki)

Manado,Sulutnews.com - Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Mulyatno melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Kodam XIII/Merdeka, Senin (29/11/2021) pagi.

Didampingi Karo Ops Kombes Pol W. Wirawan, Dirintel Kombes Pol Budi Herwanto dan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kapolda disambut hangat Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Wanti W. F. Mamahit dan beberapa Pejabat Utama Kodam, di ruang kerja Pangdam.

Kapolda Irjen Pol Mulyatno yang baru bertugas beberapa pekan di Sulut ini sempat mengagumi kemegahan Markas Kodam XIII/Merdeka.

"Selaku Kapolda yang baru di Sulawesi Utara, kami ingin bersilaturahmi sekaligus mohon dukungan dalam pelaksanaan tugas-tugas kedepan, sehingga nantinya TNI dan Polri akan semakin solid dan sinergitas di Sulut semakin mantap untuk terus menjaga wilayah kita termasuk saat ini melakukan percepatan penanganan covid-19," ujar Irjen Pol Mulyatno.

Kapolda Irjen Pol Mulyatno juga berharap TNI dan Polri harus menjadi perekat dan pemersatu bangsa dan negara. "Kita harus jaga soliditas TNI dan Polri untuk memperkuat tugas dan menghadapi tantangan kedepan. Jangan ada kesalahpahaman antara TNI dan Polri dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," harapnya.

Kunjungan Kapolda ini mendapat apresiasi dari Pangdam XIII/Merdeka. "Terima kasih atas kunjungan Kapolda dan tentunya kami ingin TNI dan Polri menjadi seperti satu keluarga," ujar Pangdam Mayjen TNI Wanti W. F. Mamahit.

Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, kedua pimpinan TNI dan Polri di Sulut ini juga melakukan pertukaran cendera mata. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Komandan Korem 131/Santiago, Brigjen TNI Prince Meyer Putong Meyer Putong S.H, M.I.P didampingi Kasrem dan  para Kasi Kasrem menerima kunjungan  Kapolda Sulut yang baru Irjen Pol Drs. Mulyatno, S.H., M.M., di Ruang Kerja  Danrem 131/Santiago, pada hari Senin (29/11/2021) pagi.

Kunjungan Kapolda Sulut bersama rombongan di Markas Korem 131/Santiago,  disambut  Jajar Kehormatan oleh Jaga Kesatriaan Makorem 131/Santiago,  selanjutnya menuju ruang tamu Danrem.

Dalam kunjungannya Kapolda Sulut didampingi Karo Ops Kombes Pol W. Wirawan, Dirintel Kombes Pol Budi Herwanto dan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast. 

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Sulut mengatakan bahwa  kedatangannya  di Markas Korem ini bertujuan untuk  mempererat tali silaturahmi antara Korem dengan Polda Sulawesi Utara beserta jajarannya  yang selama ini sudah berjalan dan  terjaga dengan baik.

Lebih lanjut Kapolda menambahkan disamping silaturahim juga untuk membangun komunikasi dengan jajaran TNI terkait tugas yang akan dihadapi kedepanya,  sehingga diharapkan TNI - Polri dalam tugas sehari hari   tetap terbangun kekompakan dan  selalu berkolaborasi dalam setiap pelaksanaan  tugas,  dihadapkan dengan kondisi  saat ini masih situasi pandemi Covid 19 dan  sekilas membahas tentang  kondisi  keamanan wilayah Provinsi Sulawesi Utara  dalam  menghadapi  perayaan hari Raya Natal dan Tahun baru.  Ujar Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan  sebagai pejabat baru kami harus berkunjung disemua instansi terkait, untuk saling mengenal dan meningkatkan kerja sama kedepan, guna  melanjutkan kebijakan  yang sudah di rintis oleh Kapolda sebelumnya  sehingga  tetap terjaga Sinergitas TNI - Polri yang kokoh dan kuat  demi  menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara, sesuai Tupoksi masing- masing.

Dalam Kesempatan yang sama, Brigjen TNI Meyer (Danrem 131/Santiago) kepada media  menyampaikan  ucapan  terima kasih dan apresiasi setinggi tingginya atas kunjungan Kapolda Sulut  beserta rombongan di Markas Korem.

“Kami atas nama keluarga besar  Korem  sangat menyambut baik dengan penuh rasa bangga kepada Kapolda Sulut yang sudah meluangkan waktu   untuk datang  bersilahturahmi dengan kami semua, hal ini menunjukan kepada kita  bahwa TNI-Polri adalah mitra karib yang saling besinergi serta berkolaborasi  dalam setiap  tugas guna  menciptakan kondusifitas keamanan di wilayah khususnya Provinsi Sulawesi Utara.  Ucap  Danrem.

Danrem 131/Santiago juga menambahkan disamping   Silaturahmi juga  membicarakan terkait  situasi  penanganan pandemi  Covid 19, penerapan Prokes dan PPKM termasuk perkembangan situasi saat ini,  sehingga diharapkan  diwilayah Sulut tetap terjaga kondisi  keamanannya dengan baik, apalagi dalam menghadapi perayaan hari raya Natal dan Tahun baru yang sebentar lagi akan kita rayakan oleh umat kristiani di Sulawesi Utara. 

Selama kegiatan kunjungan Kapolda Sulut di Markas Korem dapat berjalan aman dan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid 19,  selanjutnya kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kolonel Franky J. H Watuseke,  Karo Ops Kombes Pol W. Wirawan, Dirintel Kombes Pol Budi Herwanto dan Kabid Humas Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kasiintel Kolonel Inf Bram Pramudia SE, Kasiren Kolonel Chb Moch. Arfah Ashari, Kasipers Kolonel Inf George  Zorro Sumilat, Kasilog Kolonel Czi Agung Isa Rakhman SH. M.Tr (Han) dan Kapenrem 131/Stg Mayor Inf Saul Malangkas. (Adrian)

Tomohon,Sulutnews.com – Tim Totosik Polres Tomohon mengamankan lelaki berinisial GR, tersangka penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Tinoor I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (28/11/2021) terhadap korban bernama Dirk Rompis.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Tomohon AKP Hani Goni, kejadian berawal dari perselisihan antara tersangka dengan lelaki Dirk Rompis di sebuah pesta tukar cincin.

“Perselisihan antara keduanya terjadi karena lelaki Dirk minta lagu yang dinyanyikan oleh ayah tersangka dihentikan dan diganti dengan lagu lain, sehingga terjadi adu mulut. Tersangka lantas menendang lelaki Dirk sehingga tersungkur ke jalan,” ujar AKP Hani Goni.

Mendapatkan laporan warga, Tim Totosik langsung menuju TKP dan membawa keduanya ke Mako Polres Tomohon Utara.

“Perselisihan keduanya akhirnya diselesaikan dengan damai lewat musyawarah mufakat dan saling memaafkan, yang turut disaksikan oleh masing-masing keluarga,” kunci AKP Hani Goni.(Adrian)

Manado, Sulutnews.com – Kegiatan vaksinasi DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan Angelica Tengker didukung penuh oleh KODAM XIII/Merdeka, dilaksanakan selama tiga hari, 29 November 2021 - 1 Desember 2021..

Sebelumnya DPP KKK telah melakukan kegiatan vaksinasi bersama dengan KOREM 052 Wijayakrama yang dilaksanakan pada tanggal 11 November 2021 lalu di aula KODIM 0506 Tangerang.

Tujuan dari kegiatan vaksinasi ini adalah sebagai bentuk kepedulian DPP KKK untuk turut mensukseskan program pemerintah dalam mencapai 70% warga Indonesia yang tervaksinasi agar terbentuk ‘herd immunity’ di Republik Indonesia.

Kegiatan vaksinasi di Sulawesi Utara dilaksanakan berdasarkan informasi bahwa masih ada daerah yang belum mencapai 70% herd immunity. Hal ini menggerakkan DPP K3, organisasi yang berdiri 48 tahun lalu dan saat ini dipimpin oleh Angelica Tengker.

DPP KKK melakukan kegiatan vaksinasi di 3 kabupaten di Sulawesi Utara yaitu di Minahasa, Minahasa Tenggara dan Minahasa Utara mulai hari ini, 29 November 2021.

Adapun lokasi kegiatan di tempat-tempat berikut ini :

Tanggal 29 November 2021

- GMIM Jemaat Riedel Wawalintouan, Tondano Barat, Minahasa

- Balai Desa Atep, Desa Atep, Langowan Selatan, Minahasa

- Pastori GMIM Eben Haesar, Desa Manembo, Langowan Selatan, Minahasa

Tanggal 30 November 2021

- Desa Pangu, Kecamatan Ratahan, Minahasa Tenggara

- Balai Desa Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara

Tanggal 1 Desember 2021

- Tugu Walanda Maramis, Maumbi, Minahasa Utara

Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker Menyerahkan Seragam KKK ke Pangdam XIII Merdeka Mayjen Frangky W Mamahit

Selain kegiatan serbuan vaksinasi, di tempat yang sama juga diadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat gratis, pemeriksaan mata serta pemberian kaca mata secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, hal ini berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Sulawesi Utara dan Dinas Kesehatan dari ketiga Kabupaten.

Adapun target vaksinasi diharapkan dapat mencapai 300 orang di setiap kabupaten.

Bapak Mayjen Franky Mamahit sebagai Pangdam XIII / Merdeka turut hadir menyaksikan pelaksanaan vaksinasi, pemeriksaan kesehatan dan mata di GMIM Jemaat Riedel Wawalintouan, Tondano Barat, Minahasa.

Mayjen Franky Mamahit dalam pernyataan pers nyamenyampaikan bahwa “KODAM XIII / MERDEKA yang melingkupi 3 provinsi yaitu : Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah mendukung kegiatan ini dengan satu prinsip yaitu berorientasi pada penambahan jumlah orang yang di vaksin agar herd immunity terbangun dan keadaan semakin aman.”

Beliau juga menyampaikan bahwa “Provinsi Sulawesi Utara sudah mencapai lebih dari 50% herd immunity dan akan terus dikejar untuk dapat mencapai jumlah yang ditentukan.”

Angelica Tengker selaku Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua menyampaikan, “Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Mayjen TNI Franky Mamahit atas dukungan penuh dari KODAM XIII / Merdeka serta Pemerintah Daerah Sulawesi Utara Bapak Gubernur Olly Dondokambey melalui Dinas Kesehatan Sulawesi Utara dan juga Dinas Kesehatan dari Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara dan Minahasa Utara.

Harapan kami, DPP Kerukunan Keluarga Kawanua berperan serta mensukseskan program pemerintah sebelum hari besar Natal dan Tahun Baru, agar melalui kegiatan vaksinasi, pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata sudah semakin banyak masyarakat Sulawesi Utara yang terbentuk imunitasnya serta kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. Sulut Sehat – Ekonomi Kuat.”

Sekjen KK Michael Lakat yang didampingi Kepala Infokom KKK Jimmy Endey menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kepedulian terhadap warga Sulut yang dilanda pandemi Covid-19. Hingga kini vaksinasi masih belum mencapai hasil signikan di seluruh Indonesia."Biarlah kita memulai dari hal yang kecil," tukas Lakat

Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat KKK yang juga hadir di Sulut antaranya Silvya Tumatar, Lisa Malonda, Petra Dondokambey, Victor Octovian, Izer Lisangan dan Yahya Maramis.(/Merson)

Manado,Sulutnews.com – Tim Tarsius Presisi Polsek Maesa mengamankan dua pelaku penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang pelajar di Kota Bitung, yang sempat viral di media sosial.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

“Kedua pelaku berinisial VT (16) dan FM (15), warga Pakadoodan, Maesa, Bitung. Keduanya ditangkap di Pakadoodan, pada Jum’at (26/11/2021), sekitar pukul 22.00 WITA,” ujarnya, Minggu (28/11) siang.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan, keduanya menganiaya seorang pelajar bernama Kris Paruntu (16), warga Watudambo, Minahasa Utara, pada Jum’at (26/11), sekitar pukul 12.00 WITA, di wilayah Bitung Barat Dua, Maesa.

Siang itu, lanjutnya, korban bersama seorang temannya sedang duduk di samping sebuah cafe di Bitung Barat Dua.

“Tiba-tiba VT dan FM bersama beberapa teman mereka langsung memukul korban dan temannya. VT lalu menikam rusuk kiri korban menggunakan pisau badik, sedangkan FM memukul dan menendang korban,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah korban tak berdaya akibat mengalami luka cukup parah, para pelaku pun langsung melarikan diri. Kejadian ini kemudian dilaporkan pihak korban ke Polsek Maesa.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menambahkan, VT ditangkap saat sedang berpesta miras bersama teman-temannya.

Petugas pun mendapati barang bukti sebilah pisau badik di dalam kamar VT. Sedangkan FM ditangkap saat sedang tidur di rumahnya.

“Kedua pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Maesa untuk diperiksa lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Adrian)

Manado,Sulutnews.com - Sekolah Dasar Negeri 06 Manado adalah salah satu sekolah favorid orangtua di Kota Manado karena terletak bersebelahan dengan dua SDN di Jalan Kartini Manado.

Sekolah mengalami lonjakan penambahan jumlah siswa secara signifikan dan terus berinovasi menambah sarana dan prasarana ruang belajar guna terpenuhinya sekolah merdeka belajar yang berprestasi..

SDN 06 Manado yang dipimpin Kepsek Yulien Lontoh, Spd saat ini sedang dikabarkan termasuk satu dari sekolah dengan lingkungan terbersih se Kota Manado versi Pemerintah Kota Manado, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Manado.

Dihubungi media Kepsek Yulien Lontoh, S.Pd tak menapik SDN 06 memang termasuk sekolah yang paling bersih dan indah se Kota Manado.

"Sudah sejak dulu sudah hijau dan nyaman, lihat saja di luar maupun di dalam ruang sekolah SDN selalu bersolek," kata Kepsek Yulien Lontoh, ditemui usai menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Dr Dahlan Walangita di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kepaek bahkan menambahkan sekolah paling nyaman sehingga pejabat Dinas bisa betah berlama-lama. "Pak Kadis selalu merasa lebih nyaman kalau di SDN. Ia suka datang duduk di ruang kerja saya," ujar Kepsek Yulien sambil menujuk ke ruang kerjanya yang didesain dengan selera minimalis kursi sofa berwarna coklat buram.

Dalam memimpin SDN 06 Kepsek Yulien Lontoh mengaku melakukan berbagai renovasi sarana dan prasarana ruangan kelas, ruang isolasi terutama dalam menyukseskan Program pemerintah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas yang sudah dimulai pada tanggal 1 Oktober 2021.

Toilet sudah dipasang air dan lancar mengalir, fasilitas perpustakaan, halaman sekolah disolek semakin indah sehingga baik guru maupun siswa dalam melaksanakan fungsi belajar mengajar berjalan lancar, selanjutkan fungsi pelayanan bagi dunia pendidikan di Kota Manado juga ikut tak terabaikan.

"Di bagian depan sekolah sudah dilengkapi dengan taman hijau dan ruang tunggu tamu. Sementara di ruang guru dan kepala sekolah sudah dilengkali berbagai tanaman hias. Semua sudah ditata agar sekolah tetap asrik, katanya. (*/yuk).

Manado,Sulutnews.com - Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Mulyatno menyambut kedatangan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri dalam rangka Supervisi Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) 2.000 Noken Polda Papua Tahun Anggaran (T.A.) 2021 di Polda Sulut, Sabtu (27/11) pagi.

Usai penyambutan sekaligus pertemuan di Mapolda Sulut, Kapolda Sulut dan Kapolda Papua didampingi beberapa Pejabat Utama masing-masing Polda, melaksanakan supervisi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulut, Karombasan Manado.

Kedatangan Kapolda Sulut dan Kapolda Papua di SPN disambut dengan lagu dan tarian khas Papua, yang dipersembahkan oleh para peserta didik asal Papua, yang sedang menjalani Diktukba di SPN Polda Sulut. Dilanjutkan penyampaian arahan di Ruang Tribrata SPN Polda Sulut.

Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno dalam sambutannya, menyatakan bangga mendapat titipan peserta didik asal Papua yang berjumlah 45 orang.

"Walaupun jumlahnya sedikit, anda telah menghadirkan Tanah Papua di sini," ujar Irjen Pol Mulyatno, disambut aplaus antusias para peserta didik.

Lanjutnya, Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah pulau terbanyak di dunia, yakni 17.504 pulau.

"Kita adalah bangsa yang paling mejemuk di dunia. Kita memiliki 1.340 suku bangsa, dan juga banyak keragaman. Kita memang diciptakan penuh dengan keperbedaan. Namun, Indonesia besar bukan karena persamaan, tetapi karena perbedaan. Oleh karena itu mari kita syukuri, kita terima perbedaan itu sebagai perekat pemersatu bangsa kita," tuturnya memotivasi.

Irjen Pol Mulyatno mengajak para peserta didik asal Papua untuk bersyukur dan bangga karena akan dilantik menjadi Anggota Polri pada 22 Desember mendatang.

"Walaupun menjalani pendidikan dalam waktu singkat, tetapi di sini anda bisa belajar, memahami, dan merasakan beragamnya bangsa Indonesia. Kita dari bangsa yang beragam ini mencari titik temu persatuan dari bangsa Indonesia yang majemuk. Lalu dipertemukan dan dipersatukan dengan Pancasila. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia harus selalu patuh dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ajaknya.

Irjen Pol Mulyatno berharap, ilmu yang diperoleh selama menjalani masa pendidikan di SPN Polda Sulut ini hendaknya dijadikan bekal dalam nanti melaksanakan tugas-tugas kepolisian maupun dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

"Sebagai Anggota Polri harus selalu meningkatkan kualitas dan memiliki keunggulan dan daya saing, agar Polri semakin hebat, modern, terpercaya, dan dicintai masyarakat, demi terwujudnya Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan," tutup Irjen Pol Mulyatno.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri saat mengawali arahannya, mengapresiasi Polda Sulut yang telah mendidik dan membimbing para peserta didik asal Papua.

"Saya datang ke sini untuk melihat anak-anak Papua yang hebat-hebat, yang sedang menjalani masa Diktukba di 18 SPN, salah satunya di SPN Polda Sulut ini. Terima kasih saya sampaikan kepada Kapolda Sulut, Kepala SPN beserta para tenaga pendidik, instruktur dan pelatih, yang sudah mendidik, menyiapkan generasi garda terdepan di kepolisian dalam hal melayani masyarakat," kata Irjen Pol Fakhiri.

Lanjutnya, peserta Diktuba 2.000 Noken T.A. 2021 diajak untuk bersyukur, karena terpilih untuk mendarmabaktikan diri di institusi Polri.

"Sekali lagi saya mengajak peserta didik asal Papua untuk bersyukur. Bahwa Tuhan telah memilih kalian untuk mendarmabaktikan diri kalian di tugas kepolisian," ucap Irjen Pol Fakhiri.

Dijelaskanya, mengapa Polda Papua menggunakan istilah Noken dalam seleksi penerimaan bintara Polri T.A.2021, karena Noken bagi masyarakat Papua memliki fungsi penting sebagai alat untuk menampung berbagai barang, di antaranya hasil kebun.

"Diharapkan peserta Diktukba 2.000 Noken bisa menampung semua aspirasi masyarakat. Kalian ini adalah pionir-pionirnya. Saya minta nanti kalian setelah dilantik menjadi Anggota Polri agar melayani masyarakat dengan hati, dan bekerjalah dengan baik," pinta Irjen Pol Fakhiri.

Mengingat waktu pendidikan yang hanya tersisa kurang lebih 25 hari, Irjen Pol Fakhiri mengajak seluruh peserta didik asal Papua untuk memanfaatkannya dengan baik.

"Gali sebanyak-banyaknya ilmu kepolisian. Berbaurlah dengan peserta didik yang berasal dari daerah lain, berkolaborasilah, belajar, dan beradaptasilah dengan baik. Supaya hal-hal yang baik-baik ini menjadi bekal kalian untuk nanti kembali ke Tanah Papua," pungkas Irjen Pol Fakhiri.

Arahan ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta didik dengan Kapolda Papua, serta pertukaran cendera mata. (Adrian)

Jakarta,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung salah satu lokasi yang melaksanakan kegiatan 'Vaksinasi Serentak Indonesia' di Pusat Pengembangan (Pusbang) SDM Perhubungan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan akselerasi vaksinasi Covid-19 tersebut digelar serentak di 3.822 titik se-Indonesia, dengan target 1,1 juta masyarakat. Dengan adanya hal ini diharapkan target vaksinasi 70 persen di akhir tahun sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dapat terwujud.

"Hari ini dilaksanakan secara serentak dengan target 1,1 juta sampai 1,6 juta. Harapan kita ini bisa tercapai dan khususnya di kabupaten Bogor yang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Jabar, saya kira memang harus terus laksanakan akselerasi. Sehingga kemudian target pencapaian di akhir Desember ini bisa kita capai," kata Sigit kepada wartawan usai meninjau kegiatan 'Vaksinasi Serentak Indonesia'.

Menurut mantan Kapolda Banten ini, akselerasi vaksinasi ini sebagai salah satu strategi untuk antisipasi terjadinya laju pertumbuhan Covid-19 di periode Natal 2021 dan Tahun 2022 (Nataru).

Dalam masa libur Nataru, Sigit menyebut, ada potensi pergerakan masyarakat. Sehingga, kata Sigit, pengalaman pada tahun lalu harus dijadikan pembelajaran dan kesiapan yang lebih baik guna mencegah lonjakan kasus Covid-19.

"Sehingga tentunya menjadi perhatian kita semua agar di masa Nataru nanti laju pengendalian angka Covid-19 yang saat ini sudah behasil kita jaga, tidak kemudian meningkat. Karena pengalaman beberapa tahun lalu pasca-Nataru sempat terjadi kenaikan dua kali lipat. Pasca Idul Fitri mencapai kenaikan yang tertinggi. Sehingga kita ingin memastikan bahwa akselerasi vaksinasi menjelang Nataru betul-betul bisa kita tuntaskan," ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri tersebut menekankan, dengan akselerasi vaksinasi, diharapkan bisa tetap mempertahankan tren positif pengendalian angka Covid-19 dewasa ini yang sudah sangat baik.

"Angka Covid-19 yang saat ini bisa kita kendalikan untuk berada di bawah 1 positivity ratenya, lalu BOR-nya juga di bawah 4 sampai 5 persen betul-betul kita jaga," ucap Sigit.

Dengan terbentuknya kekebalan komunal dan imunitas di masyarakat, lanjut Sigit, hal itu akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Serta, Indonesia akan semakin siap menggelar perhelatan event nasional dan internasional kedepannya.

Keberhasilan pengendalian Covid-19 ini tentunya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dimana pada kuartal II 2021 perekonomian Indonesia Tumbuh 7,07 persen dan 3,51 persen pada kuartal III 2021. Tentunya kita berharap Pandemi Covid-19 terus terkendali sehingga bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 3,7-4,5 persen.

"Karena memang ini semua berdampak pada aktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang saat ini mungkin sudah dirasakan oleh seluruh masyarakat. Harapan kita dengan pengendalian laju Covid-19, ini maka pertumbuhan ekonomi dan juga kegiatan event nasional maupun internasional yang akan kita laksanakan kedepan semuanya bisa berjalan dengan baik. Dan ini sangat penting buat posisi Indonesia, di mata internasional," papar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menyempatkan untuk menyapa langsung secara virtual wilayah lainnya yang menggelar kegiatan 'Vaksinasi Serentak Indonesia'. Diantaranya adalah, Aceh, Maluku dan Papua.

Saat menyapa wilayah Aceh, Sigit menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh agama, masyarakat dan adat yang telah ikut berperan aktif dalam percepatan akselerasi vaksinasi.

"Salam untuk seluruh tokoh adat, agama dan masyarakat yang saya yakin dengan bantuan dari seluruh tokoh yang ada maka percepatan vaksinasi untuk Aceh bisa dilaksanakan. Tentunya TNI-Polri siap untuk kerja siang malam. Kami tentunya akan pantau terus. Apabila memang stok mulai habis segera diinformasikan sehingga kita bisa distribusi," kata Sigit.

Sementara saat menyapa Papua, Sigit menekankan untuk seluruh instansi terkait dan masyarakat terus bersinergi dalam rangka percepatan pembentukan kekebalan dan imunitas warga terhadap virus corona.

"Walaupun kita baru saja laksanakan kegiatan nasional PON.  Harapan kita capaian vaksinasi bisa terlaksana dengan baik. Sehingga seluruh masyarakat Papua betul-betul memiliki kekebalan dan imunitas. Karena masih terjadi fluktuasi dan beberapa negara mengalami peningkatan. Saya harapkan Papua segera dipercepat vaksinasinya sehingga masyarakat semuanya dalam kondisi kuat, kondisi lebih imunitas dalam hadapi situasi Pandemi Covid-19," tutur Sigit.

Sedangkan wilayah Maluku, Sigit menerima laporan adanya kendala soal distribusi dan tempat penyimpanan vaksin Covid-19. Sebab itu, Sigit akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kalau demikian nanti kita infokan terkait dengan sistem penyimpanan dan distribusinya. Sehingga vaksinnya tetap baik. Saya kira progresnya mudah-mudahan berjalan baik. Dua minggu kedepan saya akan cek pencapaiannya seperti apa. Saya kira dengan semangat yang ada pencapaiannya bisa dilaksanakan," ujar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit menerima laporan bahwa seluruh Indonesia sudah tidak adalagi masyarakat yang tidak mau atau menolak untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.

Tak lupa, Sigit menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI-Polri, tenaga kesehatan, Pemda, Forkopimda, vaksinator, relawan dan unsur masyarakat lainnya yang terus berusaha melakukan akselerasi vaksinasi meskipun di hari libur seperti saat ini.

Untuk diketahui, kegiatan vaksinasi serentak se-Indonesia ini juga menyalurkan paket sembako ke warga yang paling terdampak perekonomiannya akibat Pandemi Covid-19. (Adrian)

Jakarta,Sulutnews.com - Pemerintah, TNI, Polri dan instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk membahas soal antisipasi potensi lonjakan Covid-19 saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan, sebagaimana instruksi dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), koordinasi antar-lembaga sangat diperlukan untuk tetap mempertahankan tren positif laju pertumbuhan Covid-19 yang saat ini sudah dapat dikendalikan dengan baik. Sehingga, saat memasuki libur Nataru, tidak mengalami lonjakan.

"Seperti perintah Bapak Presiden pada ratas lalu, persiapan menghadapi kemungkinan laju pertumbuhan Covid-19 saat Nataru harus diantisipasi. Sehingga dilakukan langkah-langkah koordinasi bersama dengan semua pihak," kata Sigit dalam Rakor lintas sektoral.

Indonesia, kata Sigit, saat ini berada di peringkat pertama dalam hal penanganan dan pengendalian Covid-19 di Asia Tenggara berdasarkan Indeks Nikkei. Tak hanya itu, berdasarkan pusat pencegahan penyakit (CDC) Amerika Serikat, Indonesia masuk dalam kategori zona hijau Covid-19 dengan tingkat penularan kasus berada di level 1 sehingga aman untuk dikunjungi.

Mantan Kapolda Banten ini menyebut, selain menjadi prestasi Pemerintah, hal itu juga hasil dari kerja keras seluruh pihak terkait dan elemen masyarakat. Jika tren positif ini bisa dipertahankan saat Nataru, Sigit mengatakan, hal tersebut bisa menjadi semakin membangkitkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Mengingat, kedepannya Indonesia akan menggelar perhelatan agenda nasional maupun internasional. Yang dimana, hal itu akan membangkitkan sektor perekonomian masyarakat Indonesia. Karenanya, Sigit berharap, kesuksesan PON di Papua, Konferensi Polwan Internasional di NTT dan World Superbike di NTB, dapat terjadi di agenda kedepan lainnya.

"Ini modal dasar kita untuk tetap menjaga laju pertumbuhan Covid-19. Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi bisa bertumbuh. Oleh karena itu bagaimana kita menjaga saat kegiatan Natal dan Tahun Baru yang akan kita hadapi beberapa hari kedepan. Sehingga agenda nasional ataupun internasional di tahun mendatang tetap terkendali. Semua pengalaman yang selama ini harus dijadikan pembelajaran untuk kita semua," ujar Sigit.

Saat memberikan pengarahan, Sigit menekankan semua pihak harus benar-benar mewaspadai dan menyiapkan antisipasi pencegahan di kabupaten yang memiliki potensi peningkatan laju pertumbuhan Covid-19 dewasa ini. Pasalnya, Sigit mendapatkan laporan dari Kemenkes soal adanya peningkatan angka virus corona di 17 kabupaten.

"Pertempuran sementara ini kita yang memenangkan, namun pertempuran itu belum usai. Saya kira dengan angka dalam waktu ini terjadi penurunan, namun tanpa kita sadari mulai ada peningkatan betul kata pak Menkes 17 kabupaten. Tentunya angka ini harus kita waspadai. Kalau kita lihat di level assesmen disatu sisi keberhasilan kita semua. Namun di satu sisi kita harus waspadai dengan adanya PPKM level akan ada penurunan mobilitas," ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Demi mengantisipasi laju pertumbuhan Covid-19 saat Nataru, Sigit telah memberikan sejumlah strategi dan instruksi kepada seluruh jajaran agar mencegah laju pertumbuhan Covid-19 saat Nataru. Diantaranya adalah strategi penanganan dari hulu dan hilir. Kemudian, pengawasan ketat protokol kesehatan (prokes) di seluruh moda transportasi laut, udara dan darat.

Menurut Sigit, strategi antisipasi pencegahan laju pertumbuhan Covid-19 akan diterapkan dalam Operasi Lilin untuk mengawal kebijakan PPKM Level 3 saat Nataru.

"Dalam upaya antisipasi Nataru kepolisian akan laksanakan Operasi Lilin. Namun tentunya akan disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah. Tentunya Polri akan mengawali 1 minggu sebelum dan 1 minggu setelah diberlakukan PPKM Level 3, dengan tujuan mengurangi transmisi angka Covid-19," tutur Sigit.

Terkait strategi penanganan hulu ke hilir, Sigit memaparkan untuk memberlakukan skenario pengetatan prokes mulai dari pra-keberangkatan hingga lokasi tujuan bagi masyarakat yang tetap mudik, melalui Posko PPKM mulai dari tingkat RT/RW. Bagi warga yang harus melaksanakan perjalanan, harus menyertakan surat keterangan mudik, sertifikat vaksin dua kali dan hasil Swab Antigen ataupun PCR.

Polri, kata Sigit juga menyiapkan pos-pos yang akan digunakan untuk  vaksinasi masyarakat. Lalu, ada juga tempat yang disiapkan untuk melakukan karantina apabila diketemukan warga yang hasil Swab-nya dinyatakan positif.

"Kami siapkan pos pelayanan untuk laksanakan vaksinasi manakala ada masyarakat yang belum vaksin.  Untuk membantu masyarakat yang belum vaksin ini merupakan strategi kita. Juga disiapkan pos karantina apabila dalam pelaksanaan Swab dinyatakan reaktif dan aplikasi PeduliLindungi warna hitam agar dilaksanakan karantina sementara," kata Sigit.

Polisi juga akan membentuk pos untuk Checkpoint guna memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Pada Bandara, polisi juga akan meningkatkan pengawasan para pelaku perjalanan dari luar negeri, guna mencegah masuknya varian baru Covid-19.

Strategi selanjutnya adalah, Sigit menegaskan, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat akan terus melakukan akselerasi percepatan vaksinasi untuk mencapai target Presiden Jokowi sebesar 70 persen di akhir tahun.

"Artinya perlu adanya langkah yang perlu kita lakukan untuk antisipasi capaian bulan November dan di Desember minimal 70 persen. Jadi bagi wilayah yang dibawah rata-rata nasional, sehingga perlu langka-langkah khusus dan menjadi perhatian kita semua. Akselerasi vaksinasi ini kita harapkan sebelum dilaksanakan Operasi Lilin untui menjaga agar vaksinasi berjalan dan prokes berjalan dengan baik," ujar Sigit.

Sigit juga mengimbau agar perayaan Natal dilakukan dengan memanfaatkan cara online atau virtual. Ataupun jika dilaksanakan secara Offline maka kapasitas baiknya hanya dihadiri 50 persen. Tak hanya itu, aplikasi PeduliLindungi juga harus terpasang di rumah ibadah.

Sementara itu, untuk pusat perbelanjaan atau Mall, selain dipasangi PeduliLindungi, harus disediakan pula posko vaksinasi dan karantina. Sedangkan di tempat wisata, bisa dilakukan dengan cara One Gate System dan juga tersedia pos vaksin serta karantina.

Kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berharap kepada TNI-Polri untuk terus berada di garda terdepan dalam mengantisipasi laju pertumbuhan Covid-19.

"TNI-Polri sudah sangat kompak. Kita harus menjaga pertumbuhan ekonomi. Covid-19 landai ekonomi pun harus semakin baik," kata Muhadjir.(Adrian)