Parmin Simbolon

Parmin Simbolon

Bolmut, Sulutnews.com - Bupati Bolaang Mongondow Utara Drs. Hi. Depri Pontoh menghadiri Pelantikan dan Seminar Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Se-Bolaang Mongondow Utara.

Kamis (24/11/2022).

Kegiatan ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Guru, Wujudkan Profil Belajar Pancasila” dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pinogaluman Bolmong Utara.

Dalam sambutannya Bupati Bolmong Utara menyampaikan betapa pentingnya peran Guru dalam mendidik pelajar Pancasila dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila serta keteladanan. Dengan kapabilitas seorang guru terhadap kompetensi pendidikan, sehingga akan lebih mudah dalam melahirkan atau mewujudkan profil pelajar Pancasila yang menerapkan karakter Pancasilais sejati.

Disamping itu pula, Pemerintah Daerah terus berupaya mengembangkan mutu pendidikan sebaik-baiknya kepada semua peserta didik serta membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan dan keahlian agar mereka mampu menjadi generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan jaman serta memajukan dan mengangkat harkat dan martabat bangsa dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

Tentunya dengan upaya tersebut Pemerintah Daerah berharap besar terhadap peningkatan Mutu pendidikan di kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Turut Hadir, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Drs. Hi. Amin Lasena, M.Ap., Ketua 1 TP-PKK Bolmut Ny. Hj. Safwania Amin Lasena, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Abd. Nazarudin Maloho, S.Pd., M.Si., Inspektorat Daerah Sulha Mokodompis, S.Pd., MM., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut Fadly T. Usup, SE. MM., Ketua Jurusan PLB Fakultas Ilmu Pendidikan UNM DR. Aldjon Nixon Dapa, M.Pd., Dr. Juldus R. Paus, M.Pd., Camat Pinogaluman, serta seluruh Guru Se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (/Gandhi Goma).

Manado,Sulutnews.com - Polisi mengamankan seorang pria yang diduga telah melakukan pencurian di sebuah rumah di Perumahan GPI Mapanget Manado, yang terjadi pada hari Sabtu (19/11/2022).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku inisial JG (37) adalah warga Minut, ditangkap polisi di daerah Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow, pada hari Selasa (22/11/2022) sekitar pukul 02.00 Wita," ujarnya, Rabu (23/11/2022) pagi.

Dugaan aksi pencurian tersebut dilakukan oleh terduga pelaku saat rumah dalam keadaan kosong.

"Awalnya, perempuan bernama Ratna Yunan (56) pergi ke Perumahan GPI untuk mengecek keadaan rumah milik anaknya. Namun saat masuk ke dalam rumah, ia mendapati pintu belakang rumah sudah terbuka dan rusak, serta brankas milik anaknya sudah tidak ada," kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sadar telah terjadi pencurian di rumah anaknya, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mako Polsek Mapanget.

"Polsek Mapanget yang menerima laporan warga segera berkoordinasi dengan Tim Resmob Polresta Manado dan melakukan penyelidikan," lanjutnya.

Terduga pelaku bersama sejumlah barang bukti hasil curian sudah diserahkan ke Polresta Manado.

"Saat ini terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti yaitu, 2 buah HP, 3 buah jam tangan, 1 buah kalung emas, 1 buah cincin emas, 1 buah gelang titanium, 2 buah cincin titanium, 4 buah cincin batu, 2 sepasang sepatu santai dan uang sebanyak Rp. 500 ribu, sudah diserahkan ke Piket Reskrim Polresta Manado untuk proses hukum," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Cianjur,Sulutnews.com — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi korban gempa di RS Bhayangkara Cianjur, Jawa Barat, Selasa 22 November 2022.

Dalam kunjungannya, Sigit mengatakan terdapat korban gempa mengalami patah tulang yang telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Untuk memaksimalkan penanganan, Sigit telah menginstruksikkan Kapusdokkes mengirimkan tenaga medis tambahan dari Mabes Polri.

“Kita akan mengirim dokter tambahan dari Mabes untuk bisa membantu korban-korban yang rata-rata patah tulang, supaya bisa diatasi di sini,” kata Sigit kepada wartawan.

Akibat gempa, kata Sigit, sejumlah rumah sakit memang terdampak namun ia memastikan pelayanan untuk membantu penanganan korban maupun pasien yang dirawat tidak terganggu. Oleh sebab itu, Polri akan membantu untuk mendirikan tenda darurat di rumah sakit Bhayangkara sehingga tetap bisa melayani pasien maupun korban gempa yang dirawat.

“Tentunya ada beberapa perbaikan ke depan yang akan kita laksanakan, tapi prinsipnya kita masih bisa melayani pasien-pasien di rumah sakit bhayangkara, termasuk kita siapkan juga tenda-tenda tambahan serta tempat untuk trauma healing,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, Sigit menyampaikan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak terkait utamanya rumah sakit yang memerlukan tenaga kesehatan. Jika kekurangan SDM, ia telah memerintahkan Kapusdokkes mengirimkan personel polri yang dikhususkan untuk bidang kesehatan.

“Pak Kapusdokkes juga sudah mempersiapkan Brigade khusus untuk kita gerakan dalam penanganan gempa,” ujar dia.

Dari sisi evakuasi, sejauh ini Sigit mengatakan bahwa tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 90 persen korban meninggal dunia. Selain itu, tim anjing pelacak alias K9 juga dikerahkan untuk menjangkau lokasi terdampak untuk mencari apakah terdapat korban reruntuhan bangunan yang belum ditemukan.

“Tim K9 kita turunkan untuk membantu karena memang ada beberapa bangunan yang mungkin saat ini belum bisa dilakukan evakuasi sehingga perlu kita bantu dengan K9, tadi kita dapat laporan 7 orang sudah ditemukan dan tadi perintah Pak Presiden sudah jelas bahwa proses evakuasi dioptimalkan,” kata mantan Kabareskrim Polri ini.

Lebih lengkap Sigit menyampaikan bahwa pihaknya saat ini memfokuskan untuk evakuasi penyelamatan korban, menyiapkan lokasi pengungsian dan mempersiapkan dapur umum.

“Baru setelah itu perawatan terhadap korban-korban tentunya juga jadi prioritas,” ujar Sigit.

Untuk mencegah aksi kriminalitas terhadap rumah-rumah yang ditinggal pemilik karena mengungsi, Sigit telah memerintahkan Kapolda Jawa Barat dan Kapolres Cianjur melakukan patroli selama 24 jam.

“Tadi saya sudah perintahkan Kapolda dan Kapolres untuk melaksanakan patroli terhadap rumah-rumah yang saat ini ditinggal oleh masyarakat kemudian mengungsi, saya minta 24 jam dilaksanakan patroli,” beber dia.

Sigit menambahkan, guna menghindari perbedaan informasi terkait dengan jumlah korban akibat gempa. Polri bersama dengan, TNI, BNPB, BMKG, Basarnas dan pihak rumah sakit akan merilis secara bersama-sama setiap sore pukul 5.

“Jadi tiap sore, setiap jam 5 kita update jumlah korban, kita rilis bersama,” demikian Sigit. (**/ARP)

Kualanamu, Sulutnews.com Maskapai Lion Air menerbangkan semua anggota Kontingen PWI Aceh mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII di Malang, Jawa Timur setelah sempat tertahan satu hari di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Sumatera Utara.

Seperti diketahui, Kontingen Porwanas PWI Aceh gagal melanjutkan penerbangan ke Surabaya pada Minggu pagi, 20 November 2022 karena terjebak longsor di Jalan Nasional Aceh-Sumut, kawasan Aceh Tamiang sejak Sabtu hingga Minggu pagi, 19-20 November 2022.
Kontingen yang menggunakan tiga unit bus tersebut masuk ke Bandara KNIA pada pukul 10.30 WIB atau sekitar tujuh jam melanpaui jadwal take off Lion Air ke Surabaya pada pukul 05.30 WIB.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin mengatakan, kontingennya “terdampar” di KNIA sejak Minggu siang.
“Sepanjang hari itu kita terus membangun komunikasi dengan pihak Lion Air agar kontingen kita yang berjumlah 80 orang bisa segera diberangkatkan ke Surabaya dengan dasar tiket yang sudah ada penambahan biaya karena Gugat kondisi _force majuer_,” kata Nasir Nurdin.
Pada Minggu sore, 20 November 2022 sekitar pukul 17.00 WIB, pihak Lion Air mengonfirmasikan bahwa semua anggota Kontingen Porwanas PWI Aceh diterbangkan secara penuh (dalam waktu bersamaan) pada hari Senin, 21 November 2022 pukul 11.00 WIB.
“Terima kasih kepada pihak Lion Air dan semua yang telah membantu proses pemberangkatan Kontingen PWI Aceh dari KNIA ke Surabaya meski harus terlambat sehari dari jadwal ketibaan kami di arena Porwanas Malang Raya,” sebut Ketua PWI Aceh.

Menuai simpati

Berita ‘terdampar’-nya Kontingen Porwanas PWI Aceh di KNIA—setelah beberapa jam sebelumnya terjebak longsor di Tamiang—mendapat perhatian Sekda Aceh Bustami Hamzah.

Seperti diberitakan, pada Jumat malam, 19 November 2022, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki diwakili Sekda Bustami Hamzah melepas secara resmi Kontingen Porwanas PWI Aceh menuju Malang. Namun sekitar 11 jam kemudian —di Bukit Seumadam, Aceh Tamiang terjebak longsor.
Berita terjebaknya Kontingen Porwanas PWI Aceh di beberapa titik longsor Bukit Seumadam menuai simpati dari berbagai pihak.

Tak kurang dari anggota DPR RI, H. Ruslan M. Daud, Nasir Djamil, Rafly Kande, dan anggota DPD RI, Fadhil Rahmi secara terus menerus memantau perkembangan kontingen.

Kejadian itu juga menjadi perhatian serius panitia dan wartawan peserta Porwanas XIII Malang.

“Tolong kabari kami terus perkembangan kontingen Aceh ya bang,” begitu pesan Ketua DKP PWI Sumut, Muhammad Syahrir yang sudah lebih duluan berada di Malang.

Menurut Nasir, pemberangkatan Kontingen PWI Aceh dari KNIA ke Surabaya tak lepas juga dengan respons cepat Sekjen Kemenhub dan jajaran Direktorat Perhubungan Udara.

“Kami juga mengapresiasi manajemen Lion Air yang telah menindaklanjuti persoalan yang dihadapi rombongan PWI Aceh dan menjadikannya sebagai kondisi _force majuer_,” kata Ketua PWI Aceh.

Pangdam BB, Mayjen TNI Muhammad Daniel Chardin, menurut Nasir juga memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang dihadapi Kontingen Porwanas PWI Aceh.

Peran awak media yang telah memberitakan permasalahan yang dihadapi Kontingen Porwanas PWI Aceh sehingga diketahui secara luas juga patut diapresiasi.

“Insya Allah Kontingen PWI Aceh bisa fokus mengikuti Porwanas XIII yang berlangsung di Malang Raya, 21-27 November 2022,” demikian Nasir Nurdin.(*/Parmin)

Tomohon,Sulutnews.com - Kepolisian Resor (Polres) Tomohon terus melakukan operasi penyakit masyarakat bersama jajaran Polsek Tomohon Tengah (Tomteng) untuk memberantas kriminalitas yang dipicu dengan Minuman Keras.

Senin (7/11/2022), Piket Polsek Tomohon Tengah di bawah pimpinan Kapolsek Kompol Arie Prakoso SIK., telah mengamankan sekelompok anak muda yang telah mengkonsumsi miras dan membuat keributan di Kelurahan Talete, tepatnya di Jalan Pinaesaan belakang RS Bethesda Tomohon, Kecamatan Tomohon Tengah.

Merespon laporan dari Perangkat Kelurahan Talete, Piket Polsek bergegas turun ke TKP dan langsung mengamankan kelompok anak muda itu ke Polsek Tomohon Tengah, karena melihat situasi saat itu warga sudah banyak warga setempat yang terkumpul di TKP," Kata Kapolsek Kompol Arie Prakoso SIK.

Lanjut Kapolsek, Setelah dilakukan interogasi, Ternyata kelompok anak muda ini berasal dari Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

"Jadi kelompok anak muda ini hanya berkunjung ke salah satu teman kost mereka yang berada di kelurahan talete dan melakukan pesta miras, ujar Kapolsek Arie Prakoso SIK.

Ditambahkan Kompol Arie Prakoso SIK., saat ini Polsek Tomohon Tengah telah membuka pengaduan 1x24 jam lewat akun Facebook, Instagram dan WhatsApp, hal ini bertujuan untuk menyampaikan pengaduan dan bisa langsung diakses oleh masyarakat 1 X 24 jam dan di mana saja tanpa perlu datang ke Kantor Polsek.


"Begitu Juga dengan Pelayanan Kepada Masyarakat Yang datang atau Melaporkan Kejadian, Kami Siap hadir Di tengah -tengah Masyarakat guna Memberikan Pelayanan Prima Ini merupakan Rutinitas Setiap Hari dan Wajib dilaksanakan demi menjaga Keamanan di Wilayah hukum Polsek Tomohon Tengah.

Kapolsek Arie Prakoso SIK.,juga menghimbau warga masyarakat (pelapor) untuk berhati-hati dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau Hoax yang semuanya bertujuan untuk memperkeruh situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di Wilayah Hukum Polsek Tomohon Tengah,“ imbuhnya. (**/ARP)

Kerajaan Kaidipang terbentuk pada tahun 1630 dengan Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot (1630-1679) sebagai raja pertama

Bolmut, Sulutnews.com - Kecamatan Kaidipang yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, ternyata memiliki nilai sejarah di masa lampau.

Camat Kaidipang Mohamad Misaala, S.Sos.MM dalam wawancara singkat akan melaksanakan kunjungan resmi ke Kesultanan Ternate untuk studi banding sejarah leluhurnya membawa masuknya ajaran Agama Islam ke Kerajaan Kaidipang. Minggu (06/11/2022).

Daerah ini merupakan tempat bermukimnya sebuah kerajaan besar pada abad 17, yakni Kerajaan Kaidipang.

Dr. Demicher dalam bukunya Bolaang Mongondow Dosch Nederlandse, menyebutkan nama Kaidipang berasal dari nama kayu yang banyak tumbuh di daerah tersebut yaitu Caidipang Kayoe Doepa.

Sebelum berdirinya Kerajaan Kaidipang, daerah ini terkenal dengan nama Negeri Keydupa.

Negeri ini berada di bawah pimpinan kepala suku bernama Pugu-pugu bergelar Datoe Binangkal.

Tak diketahui pasti, kaitan dan perbedaan penyebutan gelar Datoe Binangkal dengan gelar Datoe Binangkang milik Loloda Mokoagow pada Kerajaan Bolaang Mongondow.

Negeri Keydupa merupakan wilayah yang kaya dengan hasil bumi dan hasil pertaniannya.

Negeri Keydupa sangat lekat dengan budaya Portugis yang terbawa pelaut dan pedagang saat itu.

Datoe Binangkal waktu itu beragama Katolik dan menambahkan nama Maoeritz di depan nama gelarnya.

Ketika kongsi dagang dari Belanda, VOC (1602-1799) mulai melakukan ekspansi ke wilayah Asia, eksistensi Bangsa Portugis perlahan tersingkirkan.

Saat itu, VOC mulai menjalin hubungan dengan sejumlah kerajaan besar Nusantara.

Pada tahun 1630, Pieter van den Broeke melakukan misi lawatan dari Kesultanan Ternate menuju Kerajaan Gowa di Makassar, saat itu memiliki pengaruh kuat di timur nusantara.

Pieter van den Broeke Cs, yang melewati daerah Keydupa dalam perjalanannya menuju Makassar, menyempatkan diri bertemu dengan Maoeritz Datoe Binangkal.

Komunikasi singkat yang terjadi ternyata begitu berkesan. VOC kemudian mengusulkan wilayah Keydupa untuk berganti berbentuk kerajaan.

VOC bahkan mengajak Maoeritz Datoe Binangkal untuk berkunjung ke kerajaan terbesar di Sulawesi, Kerajaan Gowa.

Maoeritz menerima tawaran tersebut, setelah meminta pendapat dan izin dari masyarakat Negeri Keydupa.

Ketika berada di Kerajaan Gowa, Maoeritz Datoe Binangkal mendapat persetujuan dan menjadi raja Kerajaan Kaidipang di hadapan Raja Gowa, Raja I Mangari Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Tumengga ri Gaukanna (berkuasa tahun 1593-1639).

Kerajaan Kaidipang resmi berdiri dengan raja bergelar Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot.

Nama belakang Korompot menurut cerita, berasal dari kata ‘Crown Pet’, sebuah topi kebesaran dari VOC, sebagai penghormatan tertinggi kepada Raja Kaidipang.

Wilayah Kerajaan Kaidipang pada awal berdiri meliputi pesisir pantai utara Sulawesi, mulai dari Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo, hingga Kecamatan Sangtombolang Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara.

Raja Maoeritz Datoe Binangkal Korompot berkuasa kurang lebih selama 50 tahun (1630-1679). Kerajaan Kaidipang terus berkembang hingga awal abad 20.

Dalam periode 3 abad tersebut, Kerajaan Kaidipang terus berkembang dan berada di bawah pimpinan 14 raja turun temurun.

Ketika masa pemerintahan raja ke-8 yaitu Raja Wellem David Korompot (1779-1817), agama Islam masuk ke Kaidipang.

Di depan Masjid Besar Al-Ikhlas, Desa Kuala Utara Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terdapat sumur tua yang sudah berusia ratusan tahun. Sumur ini merupakan salah satu bukti dan jejak sejarah masuknya agama Islam di Kerajaan Kaidipang.

Keberadaan sumur ini membuka tabir sejarah masuknya Agama Islam pada abad 17 Masehi dan kisah-kisah menyertainya yang tidak terlepas keberadaan dari Kerajaan Kaidipang.

Masuknya Agama Islam di wilayah ini tidak terlepas dari peran besar Raja Kaidipang ke 8, yang bernama Wellem David Korompot. Jika telusuri dokumen-dokumen (literatur) yang dijadikan referensi baik yang berbahasa asing (Belanda) maupun Arsip Nasional Republik Indonesia, nama Raja Wellem David Korompot ditulis sebagai Wellem David Cornput.

Raja Wellem David Korompot memerintah kurang lebih 32 tahun (1750 – 1782). Resmi naik tahta pada tanggal 25 Mei 1750 dihadapan Residen Jan Ellias Van Mijlendonk.


Raja Wellem David Korompot menandatangani akte/ Kontrak terakhir di Benteng Oranye Ternate dihadapan Gubernur Jenderal Maluku Alexander Corbone pada tanggal 1 November 1782.
Raja Wellem David Korompot (Cornput) dicatat lembaran dan terdokumentasi dalam sejarah sebagai Raja Kaidipang dan Bolangitang.

Tertulis dalam Silsilah Keluarga Raja Wellem David Korompot selama hidupnya berpermaisurikan :

1. Permaisuri Elisabeth / Joule Boki (Belanda).
2. Permaisuri Deinuli (Deinulio).
3. Permaisuri Vanivulawa Papeo.
4. Permaisuri Vuntinene (Bolu).

Raja Wellem David Korompot Raja Kaidipang yang pertama memeluk Agama Islam dan kemudian diikuti seluruh rakyatnya. Setelah memeluk Islam Raja Wellem David Korompot disebut sebagai Raja WALLADIN.

Diceritakan, dalam satu kesempatan dan urusan tertentu Raja Wellem David Korompot menemui Gubernur Jenderal di Ternate. Ternyata lawatan inilah yang merubah sang Raja secara spiritual dari yang sebelumnya beragama Nasrani sebagai mana para leluhurnya, bahkan Raja Wellem David Korompot hingga ke Sultanan Sulu (Islam) di Philipina Selatan.

Setelah kembali ke Kaidipang menunjuk dua orang tokoh yang oleh Raja Wellem David Korompot dianggap cakap dan pintar untuk berguru. (Dalam istilah orang-orang tua, untuk mengambil Ajaran Agama Islam di Kesultanan Ternate)

Dua tokoh ini bernama MISAALA dan BOLOTA yang juga guru spiritual Sang Raja, ini dibuktikan Makam Raja Wellem David Korompot berdampingan dengan kedua tokoh Misaala dan Bolota yang makam ini disebut Jere Kecil.

Sumur tua tersebut diatas, menjadi saksi bagaimana Raja ke 13 Lui Gongala Korompot (1898 – 1902) tegas memerintahkan rakyatnya menunaikan ibadah Sholat, yang mana Raja Lui Korompot memegang cambuk dan tidak segan mencambuk rakyat jika hanya melewati Masjid disaat waktu Sholat.

Dari air sumur ini jenazah Raja Manopo Antogia/ Mahmud Korompot (1904 – 1910) dimandikan karena pelaksanaan fardhu kifayah terhadap Raja Manopo Antogia dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas sekarang ini, tepatnya pada tanggal 7 Februari 1910.

Di lokasi Sumur tua ini menjadi bukti kuat dan oleh Balai Arkeologi telah ditetapkan sebagai Situs Peninggalan Kerajaan Kaidipang. Bahkan dari sumur tua ini sebagai bukti bahwa di lokasi menjadi bukti Masjid tertua di Bolaang Mongondow Utara.

Sumur bersegi 4 berukuran 2 X 2 meter belum mempergunakan semen tapi menggunakan kapur (sumur Kapulo)

Raja Wellem David Korompot kemudian menjadi pemeluk Islam dan berlanjut hingga generasi setelahnya.

Saat raja ke-14, Raja Mahmud Manoppo Korompot Antogia (1908-1910) mangkat pada 7 Februari 1910, Kerajaan Kaidipang mengalami kekosongan pemerintahan.

Kekosongan pimpinan kerajaan ini berlangsung cukup lama, hingga kurang lebih dua tahun (1910-1912).

Dalam masa ini terjadi pergolakan antara beberapa putra mahkota untuk menjadi raja pengganti Raja Mahmud Manoppo Korompot Antogia.

Selama masa dua tahun, roda pemerintahan berada di bawah kendali Jogugu (Panglima) Kerajaan Kaidipang yaitu Mbuingo Papeo.

Melihat pergolakan internal yang berlangsung lama tersebut, Kerajaan Bolaang Itang berencana untuk menggabungkan wilayah dua kerajaan.

Kerajaan Bolaang Itang yang saat itu berada di bawah pimpinan Raja Ram Suit Pontoh, berhasil mengunifikasi dua kerajaan bertetangga tersebut.

Daftar raja raja Kaidipang

1) 1630-1677: Raja Mauritz Datoe Binangkal Korompot dengan permaisuri Tohomiong, puteri Raja Limboto. Raja dan permaisuri masih memeluk agama Kristen Katolik.
2) 1677-1699: Raja Tiaha Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
3) 1699-1703: Raja Dodoali Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
4) 1709-1735: Raja Philip Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
5) 1710-1735: Raja Piantai Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
6) 1735-1745: Raja Antogia Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik.
7) 1745-1770: Raja Gongala Korompot, masih memeluk agama Kristen Katolik. Permaisuri bernama Bua Kaeba Manopo Mamonto dari Dumoga.

8) 1770-1817: Raja Wellem David Korompot, memeluk agama Islam dengan nama Waladin Korompot.

9) 1817-1835: Raja Toruru Korompot, telah memeluk agama Islam. Memiliki 2 permaisuri, Ladio dan Mow.
10) 1835-1863: Raja Tiaha Korompot, memiliki 2 permaisuri: Mamongo dan Telehulawa. Permaisuri kedua memiliki seorang Putera bernama Husain Korompot yang menjadi Jogugu di kerajaan Buol.
11) 1863-1866: Raja Moh. Nurdin Korompot; memiliki 2 permaisuri: Telehaji dan Lauko. Raja ini sangat menentang kolonialis belanda dan diasingkan ke pulau Ambon, Batu Merah. Makam raja terbaring di kompleks Masjid Al’Hilal, Ambon, Batu Merah. Keturunannya membawa nama Kaidupa.
12) 1866-1898: Raja Gongala Korompot II, yang mendapat gelar Raja Bintang. Memiliki 4 permaisuri: Sinir, Salimburung, Miihing dan Hembeso.
13) 1898-1908: Raja Lui Korompot. Raja membangun Masjid Jami di desa Kuala.
14) 1908-1910: Raja Mahmud Manopo Antogia Korompot. Raja ke-14 adalah raja terakhir di kerajaan Kaidipang, yang wafat pada tanggal 7 Februari 1910, sehingga kerajaan Kaidipang mengalami kevakuman selama kurang lebih 2 tahun (1910-1912). Atas musyawarah dewan Raja, tokoh adat dan persetujuan keluarga Korompot, disepakati sebagai pelaksana tugas adalah Jogugu kerajaan Kaidipang Mbuingo Papeo.

15) 1910-1912: Mbuingo Rapeo, pejabat sementara karena raja Mahmud Manoppo Korompot tidak setuju penggabungan kerajaan Kaidipang dan Bolaang-Itang. Akibat kekosongan ini, berdasarkan usul Lancong Korompot saudara kandung Mahmud Manoppo Korompot dan dengan persetujuan Residen Manado Van Marle pada tanggal 12 Agustus 1912 berdirilah kerajaan Kaidipang besar dengan raja pertama Ram Suit Pontoh (1912-1950).

Raja Ram Suit Pontoh ini merupakan raja pertama sekaligus terakhir dari kerajaan Kaidipang Besar karena dengan berdirinya Republik Indonesia, maka sistem kerajaan di Bolaang Mongondow menjadi hilang/dihapus.

Info dari Taufik Kaidupa Korompot:
Makam raja Muhammad Nurdin Korompot (Vandis) berada di Negeri Adat Batu Merah Ambon dan terbaring di dalam Kompleks Mesjid Agung An Nur Batu Merah, (salah satu mesjid tertua di kota Ambon). Karena tekanan daripada Belanda Sang Raja Vandis mengubah Marga Korompot menjadi Kaidupa untuk melindungi keluarga dan keturunannya dari kejaran Belanda.

Kerajaan baru berdiri bernama Kerajaan Kaidipang Besar.

Tanggal 26 April 1913, Raja Ram Suit Pontoh menjadi Raja Kaidipang Besar (1913-1950). Namun, masa Kerajaan baru tersebut ternyata tak berlangsung lama.

Raja Ram Suit Pontoh tercatat menjadi raja pertama sekaligus raja terakhir dari Kerajaan Kaidipang Besar.

Pada bulan Juli 1950 terjadi penghapusan Daerah Swapraja di Bolaang Mongondow sekaligus berakhirnya era pemerintahan Raja Ram Suit Pontoh Kerajaan Kaidipang Besar.

Daerah ini kemudian masuk menjadi Kecamatan Kaidipang di bawah kepemerintahan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Pada 8 Desember 2006, DPR RI menyetujui pemekaran Kabupaten Bolmong Utara.

Pada tanggal 23 Mei 2007, Kabupaten Bolmong Utara resmi menjadi kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara. Editor : Gandhi Goma.

Sumber :
https://detiksulawesi.com/opini/344-tahun-negeri-kaidipang-1677-2021/

https://newsantara.id/2017/12/04/kaidipang-kerajaan-kaya-yang-disegani-voc/

https://detiksulawesi.com/bolmut/sumur-tua-dan-jejak-islamisasi-di-kaidipang/

http://kpmibmcabangmanado.blogspot.com/2011/12/raja-raja-kerajaan-kaidipang.html

https://manado.tribunnews.com/2015/02/27/peninggalan-rumah-raja-kaidipang-besar-jadi-lokasi-wisata-di-bolmut

Jakarta,Sulutnews.com - Kembali perjuangkan berbagai infrastruktur, Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe Rinny Silangen Tamuntuan, melaksanakan Audens dengan Direktur sumber daya air, yang diwakili oleh ibu R. Nuzulina Ilmiaty Ismail, Kasubag direktorat III direktorat Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air di Kementerian PUPR di Jakarta. Kamis (06/10/2022).

Di pertemuan itu Bupati membahas terkait Pengusulan Pembangunan pengamanan dan pengendali banjir d Sangihe. Bupati menjelaskan bahwa ada dua lokasi usulan pembangunan tanggul, yaitu tanggul pantai kalasuge dan tanggul pantai pananekeng.

Dijelaskan oleh Tamuntuan, tanggul pantai Kalasuge dan Pananekeng pada saat ini mengalami abrasi dikarenakan ombak besar disaat air laut pasang dan mencapai 10 - 20 Meter serta pada tebing pantai sehingg mengakibatkan longsor kecil mengancam ruas jalan nasional juga pemukiman penduduk dan mengancam sarana terminal stasion kabel laut palapa.

Pada pertemuan itu Bupati, berharap bantuan dari pemerintah Pusat khususnya Direktorat Sumber Daya Air untuk memenuhi usulan pembangunan Tanggul di Sangihe.

"Kami berharap apa yang di usulkan untuk kepulauan Sangihe dapat terealisasi" kata Bupati. (Andy Gansalangi)

Boltim, Sulutnews.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Dinas Pendidikan (Disdik) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kabupaten Boltim, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) tentang petunjuk teknis (juknis) pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Guru Tahun 2022.

Kegiatan tersebut, berlangsung selama 3 hari yang di mulai sejak Tanggal 26-28 September, bertempat di Hotel fourpoint Makasar, di selenggarakan oleh tiga Kementerian, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang hadir sebagai Pemateri.

Kepala Bidang Guru dan Ketenagaan (GTK) Disdik Boltim Dahri Lentang saat dijumpai oleh awak media Kamis 29 September 2022 mengatakan, kegiatan itu membahas tentang mekanisme dan tahapan seleksi PPPK tenaga Guru pada Instansi Daerah. bahwah Pengadaan PPPK guru tahun 2022 ini, berbeda dengan tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya proses pengadaanya melalui seleksi Computer Assisted Test (CAT) berbeda dengan tahun ini, yang sistem penilaian PPPK tenaga guru khususnya, melalui kesesuaian kinerja yang dilakukan oleh Panselda.

“Artinya proses seleksinya sudah merupakan kewenangan dari masing - masing Daerah, melalui Panitia seleksi Daerah atau Panselda yang kemudia akan diserahkan ke-Panselnas, tentunya dalam hal ini Daerah merupakan penentu hasil akhir. Ini merupakan kado Bupati Sam Sachrul Mamonto buat para Guru yang nantinya akan mengikuti seleksi calon PPPK khusunya bagi Tenaga Guru tahun 2022 ini, sebab Daerah sudah ada andil dalam hal ini,”Jelas Dahri.

Lanjut dia, dari hasil Rakor yang menjadi prioritas dalam pengadaan PPPK tahun ini, adalah tenaga Pendidik yakni tenaga Guru, tentunya ini adalah kabar baik bagi Kita semua, sebab banyak Putra - putri Daerah khususnya yang ada di Boltim akan diberdayakan melalui pengadaan PPPK ini.

“kita yang ada di Daerah, sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah pusat untuk melakukan penilaian atau melakukan seleksi kompetensi pelamar dengan cara melakukan kesesuaian atau verifikasi kualifikasi akademik, kompetensi, kinerja, dan pemeriksaan latar belakang (background check), tentunya ini juga merupakan upaya dari Pemda dalam hal ini Bupati Boltim,”Kuncinya. (*)

Manado,Sulutnews.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Ir. Stefanus B.A.N Liow, MAP mengatakan bahwa dengan adanya kenaikan BBM, maka sangat berdampak akan perekonomian masyarakat dan daerah.

Pasalnya belum selesai pergumulan covid-19, maka datang lagi pergumulan ekonomi keluarga dan masyarakat, akibat kenaikan BBM yang berpengaruh juga pada transportasi masyarakat baik darat, laut maupun udara.

Hal ini disampaikan Senator Stefa (SBANL) dalam rapat kerja Komite II DPD RI dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI), di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (12/9).

Senator Stefa meminta Kemenhub RI agar benar-benar memperhatikan kebutuhan dan kelancaran transportasi masyarakat, termasuk di daerah kepulauan.

"Menjawab pertanyaan Senator Stefa adanya keluhan publik di Sulut atas tidaknya beroperasi selama beberapa bulan armada perintis sabuk nusantara yang melayani kebutuhan vital transportasi bagi masyarakat pulau terluar perbatasan Nanusa dan Miangas Kepulauan Talaud, langsung direspon oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub RI Capt. Hendry Ginting, MM.

Menurut Capt. Hendry Ginting bahwa setelah masuk dok, maka terhitung sejak 11 September 2022 armada yang melayani rute tersebut telah beroperasi kembali.

Disela-sela Raker yang dipimpin Ketua Komite II DPD RI Yorrys Reweyei, Senator Stefa mengingatkan Kemenhub RI untuk kedepan jika ada armada yang masuk dok, harusnya diantisipasi dengan kapal lainnya karena sangat besar dampak negatif terutama terkait perekonomian dan kesehatan warga, karena tidak ada lagi pilihan lain masyarakat setempat.

Disisi lain, Senator Stefa meminta juga Kemenhub RI untuk benar-benar menaruh perhatian akan sarana prasarana perhubungan, karena Sulut sebagai destinasi pariwisata prioritas.

"Mengenai program padat karya sebagai perwujudan sinergitas Kemenhub RI dengan Komite II DPD RI dan Komisi V DPR RI tidak hanya Direktorat Perhubungan Laut melalui UPT KSOP dan kampus di daerah tetapi juga melebar dengan Ditjen Perhubungan Udara di bandara dan Ditjen Perhubungan Darat di terminal dengan mengikutsertakan peserta yang begitu terdampak akibat kenaikan BBM seperti nelayan, sopir, ojek dan kalangan masyarakat lainnya.

'Program padat karya ini meski anggaran tidak terlalu besar, tetapi setidaknya membuktikan bahwa negara hadir untuk masyarakat apalagi yang terdampak Covid-19 dan kenaikan BBM,'' tegas Senator Stefa yang terus menjembatani aspirasi dan kepentingan daerah dipusat. Mengenai usulan Senator Stefa, Sekjen Kemenhub RI Novie Riyanto merespons positif dan akan menindaklanjuti kedepan. (**/ARP)

Minahasa,Sulutnews.com - Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan bukti, akhirnya OK alias Orny kuntua Desa Tountimomor Kecamatan Kakas, ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pemalsuan surat-surat tanah di Desa Tontimomor, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa.

Hal ini disampaikan Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK, melalui kasat Reskrim AKP Edi Susanto saat dikonfirmasi Wartawan, Senin (12/09/2022).

"Ada dua yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu ER (53) dan OK (59),"ucap Kasat Reskrim. Kedua tersangka diketahui suami istri dalam kasus dugaan pemalsuan surat-surat tanah tersebut.

Keduanya lanjut Kasat Reskrim Polres Minahasa, dijerat dengan pasal 263 ayat (2) sub 263 ayat (1) jo pasal 55 ayat 1 ke 1,2 KUHP.

Hanya saja, perempuan ER dan lelaki OK masih terlalu sakti sehingga belum ditahan oleh pihak Polres Mjnahasa. Pihak Polres Minahasa masih akan melengkapi dokumen dalam waktu dekat ini, sebelum melakukan penahanan terhadap kedua tersangka tersebut.

Diketahui, kasus ini berawal saat Mathilda Diamare pemilik lahan terkejut lantaran kapleng yang dijualnya kepada kepada Wildy Tuju, belakangan muncul surat kepemiikan lain atas nama Elvi Rompis.

Matilda kaget sebab namanya masuk dalam prosesi jual beli tanah. Sehingga ia (Matilda) membantah dianggap telah bersekongkol OK dalam penerbitan surat keterangan jual beli tanah yang diduga palsu.

Matilda pun mengaku tidak pernah menjual tanah kepada Elvi Rompis. Apalagi telah menandatangani surat keterangan jual beli yang sedang menjadi permasalahan saat ini.

Padahal menurut Mathilda, dia hanya menjual lahannya (kavling) yang berada di Desa Tountimomor kepada Helmy Sigar -ibu dari Wildy- sekitar Oktober 2020 dengan surat perjanjian jual beli yang diketahui Pemerintah Desa yang juga ditanda tangani oleh Hukum Tua OK pada saat itu.

Dia pun heran kepemilikan tanah seharusnya berada pada Helmy Sigar ternyata muncul surat kepemilikan lain yang diduga palsu atas nama Elvi Rompis dan ditanda tangani oleh Kumtua OK

dan Elvi Rompis kepada Polres Minahasa, dengan STTLP Nomor : LP/B/270/V/2022/SPKT/POLRES MINAHASA/POLDA SULAWESI UTARA. (**/ARP)