Josh Tinungki

Josh Tinungki

Manado, Sulutnews. Com - Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut setuju soal wacana penundaan Pilkada serentak. Menurutnya hal ini perlu diseriusi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara, mengingat saat ini pemerintah sedang fokus dalam penanganan pendemik Virus Corona. 

" Komisi Pemilihan Umum selaku pihak penyelenggara dapat menseriusi wacana Pilkada ditunda, kalau perlu nanti digelar tahun 2021 mendatang, karena saat ini fokus memberi dukungan kepada pemerintah untuk perangi Corona, dan Keadaan sekarang tidak nyaman dan berisiko," kata Lumentut.

Politisi Gerindra yang saat ini mencalonkan diri di Pilwako Tomohon ini juga mengatakan, penundaan Pilkada patut didukung agar penanganan Virus Corona di Indonesia cepat diselesaikan dan juga pemanfaatan anggaran lebih diarahkan untuk penanggulangan virus.

"Anggaran yang digunakan untuk Pilkada serentak bisa digeser untuk menanggulangi dan merehabilitasi korban akibat wabah corona," ungkap Lumentut.

Darurat Virus Corona yang ditetapkan pemerintah akan cepat berakhir jika kita sama-sama mendukung semua langkah pemerintah yang sementara dilakukan.

"Gelar Piala Eropa dan Olimpiade Jepang diputuskan ditunda, mengandung makna jika saat ini, tidak ada kegiatan yang paling penting selain memerangi virus corona," pungkas Lumentut.(josh tinungki) 

Manado, Sulutnews. Com - Menyikapi kondisi Anggota DPRD Sumatra Utara Aulya Agsa yang positif Virus Corona setelah kungker di Manado dan menggelar pertemuan bersama pihak Sekertariat DPRD Sulut, yang saat ini menjadi pembahasan intens di medsos, patut diantisipasi dengan cara melapor ke Satgas Covid19 Sulut untuk kemudian akan diperiksa kesehatan. Menurut Anggota DPRD Sulut Fabian Kaloh, perlunya pemeriksaan kesehatan selain untuk menjamin jika pejabat dan staf Setwan bebas virus corona juga untuk menghapus image yang saat ini telah berkembang ditengah masyarakat. 

“Walaupun begitu saya punya keyakinan Sekwan dan staff tidak tertular, pertemuannya kan cuman sebentar saja. Teman2 Aulya Agsa yang datang berkunjung sekitar 20 orang, mereka toh sehat-sehat." tegas Kaloh. 

Personil Fraksi PDIP DPRD Sulut ini juga berharap agar masyarakat tetap memproteksi diri dari penyebaran virus corona dengan mengurangi interaksi dengan orang banyak, menerapkan pola beraktifitas dari rumah, rajin mencuci tangan dengan Detergen, menggunakan masker, mengkonsumsi air minum yang cukup, rutin berolah raga. "Hadapi pendemik virus corona dengan pola hidup sehat," tegas Kaloh. 

Saat ini di Sulawesi Utara sudah ada Dua Orang positif Corona dan telah ditangani oleh Satgas Covid 19 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. (josh tinungki)

Manado, Sulutnews. Com - Ketua komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene dalam agenda kerja di Daerah Pemilihan Sulawesi Utara Selasa (24/3/2020) kemarin menggelar pertemuan bersama Dinas Kesehatan guna mengetahui Politikus NasDem ini menggelar rapat guna mengetahui sejauh mana kesiapan pemprov dalam penanganan Covid-19.

“Virus Corona adalah persoalan serius, saya ingin tahu apa saja ya g sudah dilakukan, apalagi ada alokasi anggaran sebesar 45 miliar,” kata Runtuwene.

Juga dia berharap pihak dinas kesehatan dapat menginventarisir permintaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan rumah sakit."Terinformasih Sulut sedang menyiapkan Alat Pelindung Diri sebanyak 50.000. Jika itu disiapkan Kami memberi apresiasi karena ini bisa dikatakan langkah antisipasi. Sebab Dari rapat saya dengan Persatuan Direktur Rumah Sakit (PERSI) begitu banyak RS belum siapkan APD,” kata Runtuwene. 

Terkait APD, dia meminta pemerintah juga ikut mendistribusikan ke RS swasta. “Bukan hanya di RS pemerintah. RS Swasta juga harus diberikan. Pemakaiannya pun tak sebatas di ruang isolasi. namun sampai di UGD harus pakai APD,”ungkap Runtuwene.

Mantan Anggota DPRD Sulut ini berharap, sosialisasi masif di masyarakat terkait virus Covid 19 dapat terus dilakukan dan ini sangat penting.(josh tinungki) 

 

 

Manado, Sulutnews. Com - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw memberikan dukungan penuh atas dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, tentang penetapan Sulut sebagai daerah berstatus Siaga Darurat Penanganan Virus Corona. Menurutnya ini adalah langkah bijaksana guna memproteksi penyebaran virus mematikan tersebut diwilayah Provinsi Sulawesi Utara. 

"Kami sangat mendukung langkah dan kebijakan Gubernur yang memberlakukan status siaga darurat penanganan Virus Corona," kata Angouw. 

Juga kata politisi PDIP ini, dengan ditetapkannya surat keputusan (SK) Nomor 97 Tahun 2020 tentang penetapan status siaga darurat penanganan virus corona atau Covid-19, diharapkan masyarakat dapat menaatinya agar kita semua terhindar dari virus corona. "Penetapan status siaga darurat penanganan Virus Corona, dapat kita jawab dengan mematuhi dengan melaksanakan berbagai himbauan Pemerintah lewat Dinas Kesehatan," kata Angouw. .

Sebagaimana diketahui Surat Keputusan, status siaga darurat berlangsung hingga 29 Mei 2020, dimana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan 13 rumah sakit penunjang yang akan membantu RSUP Prof Kandou Malalayang Manado yakni RSUD Sam Ratulangi Minahasa, RSUP Ratatotok Buyat, dan RSUD Katomobagu yang jadi rujukan untuk pasien yang diduga terinfeksi Covid-19.

Sementara itu sebagaimana disampaikan Juru bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara dr Steven Dandel, untuk wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), seluruh rumah sakitnya dijadikan penunjang rujukan.(josh tinungki) 

Tomohon, Sulutnews. Com - Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut menyerahkan bantuan masker di Kantor Sinode GMIM. Penyerahan bantuan yang dilakukan pada Senin (23/3/2020) diterima langsung Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR Hein Arina.

"Ini untuk membantu pekerja gereja dilingkup kantor Sinode GMIM agar terhindar dari virus corona yang saat ini sementara mewabah," kata Lumentut. 

Juga kata dia, saat ini kegiatan bagi-bagi masker kepada warga di Kota Tomohon, karena sangat sulit mendapatkan masker sementara anjuran pemerintah mewajibkan warga untuk memakai masker pelindung dari virus corona." Masker saat ini sangat dibutuhkan, tetapi sangat sulit ditemukan," kata Lumentut sambil berharap proteksi terhadap virus corona hendaknya jangan diberitakan berlebihan sehingga mendatangkan kepanikan, tetapi marilah kita melakukan kegiatan yang bisa memutus mata rantai virus dengan mencuci tangan sebelum makan, rajin berolah raga, minum air yang cukup. 

Sementara itu dengan adanya bantuan yang disampaikan oleh Anggota DPRD Sulut, BPMS GMIM memberi apresiasi dan ini kiranya menjadi motivasi bagi para pekerja gereja agar tetap semangat dalam tugas dan tanggungjawab guna menjalankan misi gereja ditengah-tengah dunia."Kami berterima kasih dan memberi apresiasi yang tinggi kepada Anggota DPRD yang sudah peduli dengan kondisi saat ini, ini patut menjadi contoh," ungkap Daud Kaunang. 

Bantuan masker sebanyak 500 Dos ini diserahkan langsung oleh Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut di kantor Sinode GMIM Kota Tomohon. (josh tinungki) 

 

 

 

Minut, Sulutnews. Com - Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) mengambil langkah positif untuk memproteksi WARGA masyarakat agar terhindar dari virus corona yang saat ini lagi menggejala dan menyerang.

Terbukti pada Jumat (20/03/2020) kemarin, Politisi Partai Solidaritas Indonesia ini melakukan pembagian masker bagi masyarakat.

Pada kegiatan yang dipusatkan di ruas jalan raya Manado - Bitung tepatnya di areal terminal Airmadidi, mendapat apresiasi warga. "Kami memberi apresiasi kepada Anggota Dewan yang peka dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi melakukan pembagian masker ditengah wabah virus corona yang saat ini terinformasih sudah ada diwilayah Sulut," kata Paul Masinambo sopir angkot Airmadidi. 

Senada dikatakan Usman Tumundo warga Kaasar saat menerina masker berterima kasih dengan kepedulian dari Anggota DPR yang peduli terhadap masyarakat." Makase banyak Bapak Anggota Dewan, so berbage masker, karna masker skarang susah mo dapa kong kalau ada depe harga mahal," ungkap Usman Tumundo dengan senyum.

Terkait kegiatan bagi-bagi masker tersebut MJP mengatakan ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab kepada Masyarakat,“Kita harus melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, karena saat ini ditengah informasih wabah virus corona masyarakat sangat membutuhkan proteksi dan langkah bagi-bagi Masker Ini adalah bagian dari rasa solidaritas kita bagi warga yang saat ini dalam masa sulit, "kata MJP. 

MJP berharap dalam menghadapi virus corona seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar disiplin menerapkan pola hidup sehat dan mengikuti setiap himbauan Pemerintah.“Kita turuti himbauan pemerintah dengan menerapkan social distancing untuk mencegah penularan Covid-19.Jauhi kerumunan, aktivitas di rumah saja baik belajar, kerja dan ibadah. Minimalisir berdekatan dengan orang lain, berusaha berjemur matahari di pagi hari dan tunda dulu setiap kegiatan massal,”kata MJP.

Kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian Hand Sanitizer yang diproduksi oleh salah satu warga. (josh tinungki) 

Akan Bagikan 6.000 Masker 

Manado, Sulutnews. Com - Perang terhadap serangan Virus Corona (Covid 19) diwilayah Kota Tomohon terus dilakukan. Dan untuk merealisasikan hal ini Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut Wenny Lumentut bersama OD- SK, pada Senin (23/03/202) pekan depan akan melakukan kegiatan bagi-bagi masker sebanyak 6.000 kepada masyarakat Kota Tomohon secara gratis. 

Terkait rencana tersebut Wenny Lumentut yang merupakan penggagas sekaligus donatur, mengatakan ini adalah bentuk kepedulian sekaligus gerakan melawan penyebaran virus corona. "Masyarakat Kota Tomohon perlu diproteksi dengan alat pelindung (masker) guna menghindari terinfeksi virus corona," kata Lumentut. 

Juga politisi yang selalu peduli dengan Masyarakst ini mengatakan, pembagian masker gratis bagi warga Kota Tomohon adalah untuk menindak lanjuti anjuran tenaga medis dan juga seruan pemerintah OD-SK." Diharapkan masyarakat tetap waspada tapi jangan panik dan terus melakukan pola hidup sehat, mencuci tangan, mengkonsumsi makanan berisi, mengkonsumsi air yang cukup, serta rajin berolahraga ," kata Lumentut. 

Sejumlah lokasi yang akan menjadi tempat pembagian masker yakni RS Gunung Maria, RS Bethesda, Pasar Tomohon,Terminal Tomohon, Karmel, Panti Samadi, Walterus, Pertamina, Tugu maani, Grapari telkomsel, Cafe Kanzo dan Taman Kota. Selain itu, kegiatan yang sama juga akan dilakukan di sejumlah Gereja setelah misa selesai/ pulang gereja. (josh tinungki) 

Hanya Ketua DPRD Yang Berani Masuk Kantor

Manado, Sulutnews. Com - Ketakutan berlebihan serta untuk mengikuti anjuran tidak melaksanakan aktifitas yang melibatkan banyak orang, DPRD Sulut sementara waktu belum menjadwalkan berbagai agenda politik. Sebagaimana penjelasan pihak Sekertariat DPRD Sulut melalui Kepala Bagian Persidangan Ronny Geruh mengatakan berbagai kegiatan dewan seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) ataupun agenda rapat Pansus, juga pertemuan dengan berbagai pihak untuk sementara waktu tidak diagendakan. 

"Sampai batas waktu yang ditetapkan, DPRD Sulut belum mengagendakan kegiatan politik," kata Geruh. 

Langkah antisipasi penyebaran virus Corona, diakui menjadi alasan sehingga sudah ada agenda yang seharusnya harus dilaksanakan tetapi dibatalkan." Untuk urusan administrasi kantor berjalan normal, tapi khusus agenda Pimpinan dan Anggota Dewan yang ada sudah beberapa yang dibatalkan," ungkap Geruh. 

Sebagaimana pantauan, Kamis (19/03/2020) hanya Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw yang datang ke kantor dan beraktifitas seperti biasa, sementara tiga Pimpinan dan 41 Anggota Dewan tidak terlihat masuk kantor. (josh tinungki) 

Hanya Ketua DPRD Yang Berani Masuk Kantor

Manado, Sulutnews. Com - Ketakutan berlebihan serta untuk mengikuti anjuran tidak melaksanakan aktifitas yang melibatkan banyak orang, DPRD Sulut sementara waktu belum menjadwalkan berbagai agenda politik. Sebagaimana penjelasan pihak Sekertariat DPRD Sulut melalui Kepala Bagian Persidangan Ronny Geruh mengatakan berbagai kegiatan dewan seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) ataupun agenda rapat Pansus, juga pertemuan dengan berbagai pihak untuk sementara waktu tidak diagendakan. 

"Sampai batas waktu yang ditetapkan, DPRD Sulut belum mengagendakan kegiatan politik," kata Geruh. 

Langkah antisipasi penyebaran virus Corona, diakui menjadi alasan sehingga sudah ada agenda yang seharusnya harus dilaksanakan tetapi dibatalkan." Untuk urusan administrasi kantor berjalan normal, tapi khusus agenda Pimpinan dan Anggota Dewan yang ada sudah beberapa yang dibatalkan," ungkap Geruh. 

Sebagaimana pantauan, Kamis (19/03/2020) hanya Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw yang datang ke kantor dan beraktifitas seperti biasa, sementara tiga Pimpinan dan 41 Anggota Dewan tidak terlihat masuk kantor. (josh tinungki) 

.Manado, Sulutnews. Com - Wabah virus Corona yang diberitakan terus bertambah di wilayah Sulawesi Utara membuat Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) harus menerapkan sistim Work From Home. Tetap melaksanakan rutinitas sebagai wakil rakyat namun dilakukan dari rumah. 

"Saya tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat, namun tidak lagi dikantor melainkan dilakukan di rumah," kata MJP sebutan politisi PSI ini. 

Juga kata dia, meski aktifitas dilaksanakan dari rumah namun aspirasi berupa aduan warga terkait berbagai persoalan tetap diterima." Aspirasi tetap disampaikan oleh warga seperti dugaan perusakan mangrove di Desa Sarawet Likupang Timur. Juga soal kelangkaan masker dan hand sanitizer baik di apotek maupun supermarket, menjadi topik yang paling banyak disampaikan,”ungkap MJP,

Menyikapi aspirasi dan aduan warga yang sudah disampaikan ini, MJP mengatakan akan menindaklanjutnya.“Berbagai persoalan yang disampaikan akan dibawa dalam rapat komisi IV untuk ditindaklanjuti, termasuk soal tindakan menimbun masker dan hand sanitizer agar mendapatkan perhatian aparat keamanan untuk menindak oknum yang sengaja melakukan penimbunan dan menjual dengan harga mahal,” tegas MJP. .

Meski Wilayah Sulut kini menjadi daerah yang Pandemic Virus Corona, namun diharapkan tidak panik namun tetap waspada. “Mari sama-sama menerapkan social distancing (jarak sosial) untuk mencegah penularan virus corona atau Covid-19 yang saat ini Sementara mewabah. (josh tinungki)