NTT

NTT (168)

Rote Ndao, Sulutnews.com -  Bahan Bahan Minyak (BBM) Jenis Minyak Tanah menjelang hari raya natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023,terjadi kelangkaan diwilayah Kabupaten Rote Ndao,Pulau terselatan NKRI, padahal memasuki hari raya umat Kristen ini konsumsi rumah tangga tinggi.

pantauan media ini disejumlah pengecer di kota Ba’a kosong, sebagian jual terselubung namun harga yang dipatok perliter Rp.11 Ribu rupiah. Namun warga terpaksa harus membeli untuk memenuhi kebutahan rumah tangga.

ditemui di lokasi penjualan, Senin (28/11/2022) Afliana Seseli warga RT.1 Kel Mokdale Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao,berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), mengaku sebelumnya ia membeli Mitan dengan harga Per liter Rp.7 Ribu Rupiah, sebagian Rp. 9 Ribu bahkan di tingkat kecamatan ada yang menjual Rp. 11 Ribu.

Namun sejak awal November 2022, harga Mitan sudah naik, sehingga sebagai usaha Home industry berjualan keripik harus merugi.

Namun tidak bisa berbuat banyak. oleh karena itu, ia berharap kepada dinas Perindag Kabupaten Rote Ndao untuk melakukan sidak bagi pengecer harga tidak menaikan harga seenaknya.

“saya ada usaha, kalau harga naik, saya jualan bagaimana mau untung, apalagi sudah mau natal, kebutuhan konsumsi minyak tinggi,” katanya dengan dialeg Rote.

Terpisah kepala disperindag Kabupaten Rote Ndao, Joni Manafe dihubungi media ini via telepon seluler Selasa 29 November 2022 pagi, merespon namun beralasan lagi gelar sidang di DPRD sehingga belum bisa memberikan keterangan kepad media ini terkait kelangkaan BBM jenis Minyak tanah di Kabupaten Rote Ndao.

Marthen Malelak, salah seorang penjual Mitan di bilangan Nusaklain Desa Persiapan Loman,Kecamatan Lobalaian, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Mengaku dirinya tidak mendapat pasokan Mintan dari distributor sehingga tidak bisa berbuat banyak, walau ada dia harus membeli lagi dari pengecer dengan harga 8 ribu  ,sehingga system ekonomi dirinya harus menaikan harga per liter Rp.9 Ribu katanya singkat.

Reporter : Dance henukh

Kupang,Sulutnews.coom - Hingga saat ini Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), belum melaksanakan perintah hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang untuk menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Kepala Dinas PUPR Kota Kupang non aktif, Benyamin Hengky Ndapamerang.

Berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, untuk menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus itu diantarahya Ketua REI NTT, Bobby Pitoby, Frits Besi (anggota REI NTT), dan Manotona Laia (anggota REI NTT).

Kuasa hukum terdakwa Benyamin H. Ndapamerang, DR. Yanto MP. Ekon kepada wartawan, Kamis (24/11/2022) menegaskan bahwa terlihat jelas Kejati NTT tebang pilih dalam menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kadis PUPR Kota Kupang non aktif  Benyamin Hengky Ndapamerang.

Yanto kembali menegaskan perintah majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang telah jelas berdasarkan amar putusan yang telah dibacakan untuk terdakwa beberapa waktu yang lalu.

Namun, kata dia, anehnya Kejati NTT hingga saat ini belum juga melaksanakan perintah majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang yang telah dibacakan dalam sidang putusan yang digelar secara terbuka untuk umum.

"Saya selaku kuasa hukum terdakwa melihat bahwa Kejati NTT tebang pilih dalam menetapkan tersangka dalam kasus penyuapan yang mana hingga saat ini perintah hakim tidak dieksekusi oleh penyidik untuk menetapkan Frits Besi, Manotona Laia dan Ketua REI NTT, Bobby Pitoby sebagai tersangka," ungkap Yanto.

Menurut Yanto, dalam kasus yang mana terbukti pasal penyuapan Ketua REI NTT dan dua orang anggota REI NTT lainnya telah selesaikan melakukan perbuatannya dengan menawarkan dan memberikan uang kepada terdakwa Benyamin H. Ndapamerang tanpa diminta oleh terdakwa.

"Yang memiliki inisiatif dan menawarkan uang senilai Rp. 15. 000. 000, juta itu ada Bobby Pitoby, Frits Besi dan Manotona Laia. Nah, mereka sudah selesai perbuatannya dengan memberikan uang sedangkan terdakwa belum karena belum mengambil uang tersebut. Justru jaksa yang melakukan OTT yang menyuruh terdakwa untuk mengambil uang tersebut yang mana uang tersebut masih berada diatas meja," kata Yanto.

Sebagai kuasa hukum, kata Yanto, kuat dugaan OTT yang dilakukan oleh Kejati NTT karena jebakan kepada Kadis PUPR Kota Kupang non aktif, Benyamin H. Ndapamerang.

"Mengapa saya duga jebakan yang dibuat oleh REI NTT dan Jaksa, karena bagaimana mungkin waktunya hanya 30 detik setelah diserahkan uang oleh anggota REI NTT, jaksa masuk langsung amankan terdakwa. Bagaimana mau melapor kalau dirinya disuap sedangkan waktunya hanya 30 detik," terang Yanto.

Ditegaskan Yanto, jika Kejati NTT tidak melaksanakan perintah hakim berdasarkan putusan yang dibacakan secara terbuka untuk umum, maka secara tidak langsung Kejati NTT telah melakukan perlawanan terhadap perintah hakim yang nilainya sejajar dengan perintah undang - undang.

"Jika tidak dilaksanakan maka jaksa telah melawan perintah hakim dan jaksa tebang pilih dalam menetapkan tersangka untuk kasus penyuapan," tutup Yanto.

Reporter : Dance henukh

Rote Ndao, Sulutnews.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rote Ndao melalui Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) gelar seminar yang bertemakan Perlindungan Hukum Bagi Guru di Auditorium Bumi Tii Langa Permai, Rabu (23/11/2022)

Seminar ini diikuti sedikitnya 500 anggota PGRI yang terdiri dari kepala sekolah serta guru pengajar se Kabupaten Rote Ndao, Tingkat TK Hingga Tingkat SMA/SMK dengan thema “Perlindungan Hukum Profesi Guru dan Dosen” salah satu pemateri yakni  Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra Sandita, SH,S.IK,MH dalam materinya , dibidang  materi Hukum  dengan topik Perlindungan Hukum Terhadap Profesi Guru dan Dosen"

mengatakan  Hukum tertinggi di Negara Republik Indonesia adalah UUD 1945 yang kemudian ada tingkatan Perundang-udangan sampai kepada Peraturan Daerah.

oleh karena itu,  Setiap warga negara Republik Indonesia memiliki hak dan kesamaan di hadapan hukum dan oleh karena itu setiap warga negara memiliki profesi yang berbeda dan saling beririsan dan diatur oleh Negara melalui regulasi.

menurutnya, Profesi Guru adalah profesi mulia dan merupakan pilar utama penentu yang melahirkan SDM generasi bangsa.

Bahkan pentingnya peranan guru adanya  MOU antara Polri dengan PGRI sebagai wujud perlindungan hukum terhadap Profesi Guru yang mana isi MoU tersebut sejalan dengan program Polri saat ini yakni Rertoratif Justice maka Polres Rote memberikan ruang kepada Bapak/Ibu Guru yang berhadapan dengan hukum karena permasalahan dengan peserta didik untuk adanya Restoratif Justice.

Ia berharap  Guru dan tenaga pendidik agar tidak melakukan kekerasan fisik maupun ferbal terhadap peserta didik tapi lebih mengedepankan pendekatan emosional dan kultur serta penerapan aturan dan tata tertib sekolah.

dalam kesempatan itu pula digelar  sesi tanya jawab dan diskusi dalam kesempatan itu, salah seorang  guru  Kornelis Talan , PGRI cabang  Rote Tengah, Program perkunjungan masuk sekolah harapannya menyentuh semua sekolah di kabupaten Rote Ndao, selain itu sesuai dengan pegamatannya,  KDRT lebih banyak korbannya perempuan kekerasan seksual terhadap anak.

menangapi pertanyaan tersebut, Kapolres  mengatakan  Program Polisi masuk sekolah merupakan program dalam rangka memberikan support kepada murid-murid tapi saat ini terhambat karena situasi Covid-19 sehingga fokus Polri membantu pemerintah dalam upaya penanganannya.

Dikatakanya, pada  Tahun 2023 akan dimaksimalkan program Police Goes to school, dimana Kekerasan seksual yang melaporkan adalah korban saksi yang mengetahui.

Perntanyaan yang sama dari  Tarsisius Sani / PGRI cabang Pantai Baru Yang paling rill perlindungan hukum terhadap guru  terutama dalam menjalankan profesi pendidik terutama memberikan kedisiplinan terhadap peserta didik.

Menurut kapolres,  Semua warga negara memiliki hak dan dilindungi oleh undang-undang, UU memberikan perlindungan yang secara teknis diatur dalam MoU antara Polri dengan PGRI.

Perlindungan hukum terhadap Profesi guru melalui tahapan dan SOP kemudian komunikasi dengan orang tua dan jika sudah tidak dapat dibina maka dikomunikasikan dengan pihak Kepolisian.

Pada sesi Tanya jawab  Kapolres Rote Ndao berjalan  lancar dan didampingi oleh Kasat Binmas Polres Rote Ndao, Iptu  Bambang Hartoyo.

Reporter Dance henukh

Rote Ndao, Sulutnews.com - Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita bertugas  di Kabupaten terselatan NKRI, dan menginjak kaki pada, Minggu 14 November 2021 didampingi istri tercintanya, Tuah Dewi Triangga tiba sekira pukul 16.00 Wita disambut dengan pedang pora oleh para perwira Polres Rote Ndao.

Senin 15 November 2021 melaksanakan rutinitas sebagai kapolres termasuk mendatangi sejumlah tempat wisata dan menyaksikan panorama alamnya.

Kepada media ini, dalam diskusi lepas, senin (21/11/2022) mengaku Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata memiliki obyek wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Diantaranya adalah obyek wisata “Oeseli” di bilangan Desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya. Meski terbilang asing bagi masyarakat di luar wilayah tersebut, akan tetapi wisata alam laut ini setidaknya dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang hobi traveling.

Namun sayang, obyek wisata  tersebut selama ini belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat. Padahal, bila lokasi tersebut dikelola dan alam laut dengan baik akan mendatangkan keuntungan bagi warga di lokasi obyek Pantai wisata dan juga menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Rote Ndao melalui kita menjaga karang laut dan penyu,hiu dan pari.

Untuk itu, guna terwujudnya semua itu, perlu adanya kerjasama semua stakeholder dalam berperan aktif mempromosikan wisata di pulau Rote, termasuk keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Menyikapi adanya potensi wisata yang ada di wilayah hukumnya, Kapolres Rote Ndao AKBP I Nyoman Putra mengatakan, setelah dirinya bertugas satu tahun satu bulan di Kabupaten Rote Ndao dirinya melakukan melakukan aktivitas snorkeling di beberapa lokasi wisata di pulau terselatan NKRI ini , diri nya kagum dengan keindahan karang laut dan alamnya.

Kita seakan berdiri di depan pintu untuk memasuki  surga  melihat dari beberapa pulau di wilayah Pulau Rote,  contohnya nya di pulau Do'o. Pulau Ndao dan di pantai Oeseli kata I Nyoman Putra dengan senyum membahana. saat melakukan kunjungan perdana ke obyek wisata tersebut, baru-baru ini.

Pihaknya pun sangat mendukung pengembangan wisata di pulau Rote dengan julukan pulau sejuta lontar, bahkan menurutnya, pulau ini jika ditata dengan baik akan menjadi Bali kedua di wilayah paling selatan NKRI.

Dalam rangka mendukung pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao untuk memajukan 14 destinasi wisata, maka kita melakukan kunjungan ke pantai Oeseli, pantai Do'o,dan Ndao sebagai salah satu obyek wisata yang pemandangannya sangat menarik seperti Bali ketika di tahun 1980 silam. Kami melihat Pulau Rote wilayahnya masih alami dan elok untuk dijadikan destinasi wisata, ucapnya.

Pada kesempatan tersebut I Nyoman Putra menegaskan, personel Polres Rote Ndao sampai di Polsek polsek dan Bhabinkamtibmas “siap” menjamin keamanan dan memberikan perlindungan bagi para pengunjung atau wisatawan yang mengunjungi setiap objek wisata di kabupaten paling selatan di Indonesia ini.

Menurutnya, 14 objek wisata yang ada di Rote Ndao, jika dikelola dengan maksimal dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Polres Rote Ndao mendukung pemerintah daerah untuk memajukan pariwisata dan penataan objek wisata,ungkap Kapolres.

Selain itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata untuk membenahi infrastruktur di lokasi tersebut.

Kami siap mendukung pemerintah dan akan kami koordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata untuk membenahi infrastruktur, katanya.

Saya berharap pemerintah daerah menata setiap tempat wisata di Pulau Rote Ndao agar sejajar dengan tempat wisata lain, ibarat dimana bumi dipijak disitu langit dijujung, dirinya menargetkan di tahun 2022  melakukan berbagai terobosan yaitu Bagaimana polisi bisa merubah  Mindset masyarakat agar tidak ada lagi pembunuhan dan pikiran tentang hal-hal mistis, Kita mengurangi angka kekerasan dalam  rumah tangga,Mengurangi kekerasan seksual terhadap  anak, Mengurangi penambangan pasir ilegal Potensi daerah wisata yaitu dengan cara daerah mendorong para warga agar melakukan  aktivitas  Diving, karena daerah ini memiliki  17  titik penyelaman cetusnya.

Reporter: Dance Henukh.

Rote Ndao,Sulutnews.com --- Kepolisian sector Rote tengah, Polres Rote Ndao, Polda NTT.  belum lama ini melakukan penertiban penambangan pasir diduga ilegal, dalam penertiban tersebut sejumlah kendaraan truck pengangkut material pasir diamankan.

Kapolres Rote Ndao, Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita dikonfirmasi media diruang kerjanya, senin (21/11/2022)   mengakui adanya penertiban, menurutnya  secara bertahap hari pertama 2 truck, kedua 3 truck dan ketiga ada 5 truck jadi ada 10 unit truck dan 10 unit ini mengajukan pinjam pakai kalau Polres taruh di polres juga tidak cukup.

Polres melihat kondisi masyarakat pemilik truck juga belum paham jadi Polres kembalikan masyarakat mereka mengajukan pinjam pakai.

Mereka siap menghadirkan kendaraan tersebut ketika tahap penyelidikan kita ambil sebagai bahan bukti dan lakukan penyidikan setelah itu Polres proses hukum.

Polres masih memberikan tahap preventif saat ini Polres mengedukasi tentu orangnya harus buat surat pernyataan, kalau orang tersebut melakukan hal tersebut selama 3 kali maka akan Polres proses hukum.

Di tahap ini ketika dia berulang-ulang maka akan di proses hukum artinya dia tidak mengindahka apa yang di sampaikan oleh petugas di lapangan.

Kalau dia beretika baik Polres sudah lakukan langkah penyidikan yaitu penyidik mengamankan barang bukti dan sebagainya maka Polres akan berikan waktu.

Itu kebijakan yang di ambil oleh penyidik Polres rasa tidak bijak juga jika tidak memberikan pemahaman lalu langsung berikan proses hukum itu tidak bijak.

Dan dari hasil temuan di lapangan memang benar mereka ini tidak paham dengan namanya tambang terutama pembeli yang mereka tau hanya lahan.

Di satu sisi hukum ada yang mengatur terkait dengan kepemilikan personal atau pribadi namun setelah sudah di eksplorasi setelah di eksploitasi.

Kemudian memiliki nilai ekonomis tentu sudah berubah nilai kepemilikan , maka di sini perlu di berikan pembelajaran edukasi secara formal maupun informal.

Secara formal pasti tidak akan ada cukup waktu untuk menyentuh masyarakat seluruhnya dan mengumpulkan mereka semua untuk menyampaikan materi.

Secara informal Polsek, Babin, anggota Polres ke lapangan ketika bertemu di berikan pencerahan kalau memang tidak mau ikut maka terpaksa Polres bawa ke polres.

Penyidik masih memberikan waktu saat ini tahap preventif inilah ketidakpahaman masyarakat mereka menganggap bahwa ;

  1. Ini lahan Kami, suka-suka Kami mau ambil pasir untuk di jual bisa menghasilkan uang.
  2. Namanya jual beli pasti menggunakan nota itu bukti bahwa pasir itu dibeli dari seseorang atau pihak tertentu dengan harga sekian sebagai pertanggungjawaban administrasi dan mereka beranggapan bahwa ini bukti ijin Polres sudah membeli bukan mencuri.

Urus ijinnya, ada batas waktu, di tentukan wilayah, tingkatkan usaha pertambangan jadi ijin eksplorasi setelah eksplorasinya keluar di berikan ijin lagi yaitu ijin operasi barulah yang bersangkutan dapat mengkomersilkan pasir tersebut.

Maka Polres meluruskan pemahaman masyarakat agar jangan terbiasa dengan hal yang bertentangan dengan hukum, jadi harus Polres luruskan agar dapat berjalan sesuai dengan hukum.

Hal ini akan Polres dorong lagi ke Pemda yaitu dinas pertambangan untuk mengakomodir dan mengundang perwakilan masyarakat untuk memberikan sosialisasi.

Di tahun 2022 target Polres yaitu :

  1. Bagaimana polisi bisa merubah mindset masyarakat agar tidak ada lagi pembunuhan dan pikiran tentang hal-hal mistis.
  2. Kita mengurangi angka kekerasan dalam rumah tangga,
  3. Mengurangi kekerasan seksual terhadap anak,
  4. Mengurangi penambangan pasir ilegal

 

Reporter : Dance henukh

Rote Ndao,Sulutnews.com --- Kasus Tambang Pasir ilegal diwilayah Kabupaten Rote Ndao tidak bisa dituntaskan, para penambang ilegal masih terus melakukan aksinya, walau demikian Polres Rote Ndao tidak berdiam diri.

Kapolres Rote Ndao, Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita dikonfirmasi media dirung kerjanya, senin (21/11/2022)  mengaku tambang ilegal menjadi atensi polisi, buktinya dirinya memperintahkan Kasat reskrim untuk melakukan penertiban, bahkan telah memangil para saksi guna proses selanjutnya.

“Terkait dengan adanya informasi aturan masyarakat dengan adanya tambang ilegal di kabupaten Rote Ndao ini terutama tambang pasir, Polres sudah perintahkan kasat Reskrim menindaklanjuti mulai dari tahap pengumpulan keterangan kemudian memeriksa saksi-saksi, Jadi dari tahap penyelidikan kemudian ada juga beberapa upaya hukum yang sudah di lakukan dan di laksanakan yaitu berupa mengamankan kendaraan yaitu truk yang memuat pasir-pasir ilegal in”, katanya tegas

menurutnya, Pihaknya Penegak hukum (Polisi), Tentu ini masih berproses karena pengumpulan data tersebut dari tahap penyelidikan ke depannya akan di lakukan gelar awal terkait dengan alat bukti yang di miliki, kalau sudah cukup akan di tingkatkan ke tahap penyidikan.

dengan demikian kata Putra Dewata ini, pihanya akan  proses penyidikan tentu akan kita lakukan langkah tegas,  namun sebelum kita ambil ada upaya-upaya soft atau sifatnya itu himbauan kepada seluruh masyarakat maupun yang bergerak di bidang kegiatan tambang pasir ilegal.

dikatakanya, imbauan yang akan diseruhkan kepada para penambangan yakni , Menghentikan kegiatan jika tidak memiliki ijin yang sah,  Karena ini terkait dengan kehidupan masyarakat dalam hal ini mata pencaharian , silahkan mengurus perizinan itu masalah teknis tentu yang  mengeluarkan ijin mulai dari tahap baik  pihak pemerintahan maupun provinsi, silahkan di komunikasikan dengan  pemerintahan daerah yang  mengakomodir terkait perizinan tersebut.

bahkan, ia berharap  dari keamanan tentunya banyak sekali keluhan masyarakat yaitu ketika truck-truck  itu membawa pasir terdapat ceceran pasir yang jatuh di jalanan dan hal itu sangat di keluhkan oleh masyarakat.

dengan demikian, pihaknya telah melakukan langkah preventif  baik itu melalui anggota reskrim ataupun anggota lantas setiap Truck  yang lewat itu menggunakan penutup terpal .

Hal ini tanpa di sadari ketika pasir berceceran di jalan bisa menyebabkan bahaya bagi pengendara lain , apalagi pada musim hujan seperti ini , badan  jalan licin  karena ada material pasir  menyebabkan kecelakaan.

masih menurut kapolres, pihak lantas mencegah sebelum terjadinya kecelakaan tersebut dan membahayakan orang lain , hal ini ada keterkaitannya mulai dari aktifitas galian C , lingkungan setempat , dan yang paling penting menjaga kondisi lingkungan setempat agar dalam melakukan aktifitas tidak menggangu dan tidak merugikan  lingkungan setempat.

“Kalau tersangka sudah masuk tahap penyidikan , saat ini adalah tahap 1 yaitu penyelidikan tahap penyelidikan ini tentu di ikuti juga dengan tahap preventif itu adalah edukasi,” ungkapnya

Apalah gunanya melakukan penegakan hukum akan menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat ini adalah ruang sebelum penegakan hukum itu tentu ada preemtif dan preventif.

Nah! Setidaknya masyarakat memahami bahwa silahkan mengambil pasir namun kita semua di sini berbangsa dan bernegara maka ada hukum yang mengatur secara SOP silahkan di komunikasikan dengan instansi-instansi yang berkerja di bidang itu.

Kalau dari sisi keamanan penegakan hukum pihaknya pandang hitam dan putih antara benar dan salah namun untuk kabupaten Rote Ndao kita baru selesai melewati masa Pandemi.

Kalau di saat seperti ini Polres sebagai penegak hukum memandang hukum itu hitam dan putih apa yang terjadi jadi dengan masyarakat.

Akan ada dampak-dampak sosial yang terjadi , inilah yang Polres antisipasikan dengan tekankan kepada penyidik maupun Kapolsek.

“Polres memberikan edukasi kepada masyarakat dan edukasi ini silahkan lengkapi perizinan , komunikasi dengan instansi-instansi yang terkait dengan perizinan tersebut,Tentu ada batas waktu yang Polres berikan ketika batas waktu tersebut kita anggap cukup kita akan melakukan penindakan tugas.,” tandasnya.

oleh karena itu ia berharap  seperti itu tentu jangan lagi berpolemik karena Polres anggap masih ada kesempatan segera lengkapi perizinan kalau ada paguyuban tentu semua itu di keluarkan oleh perizinan,Sedangkan Polres penegak hukum Polres akan memeriksa perizinan sesuai dengan undang-undang yang di miliki.

Reporter : Dance henukh

Oeleu, Sulutnews.com - Kepolisian Resor Amanatun Utara Polres TTS telah mengamankan 1 orang terduga pelaku pemerkosa dan pembunuhan atas UN Siswa SMP Oeleu, pada 17/11/22. Polisi menangkap pelaku pada hari Sabtu, 19/11/2022.

"Diduga diperkosa kemudian dibunuh UN dan dibuang ke kali, Siswa SMP Negeri Satap Oeleu ditemukan oleh keluarganya dalam keadaan tergeletak telanjang dan berlumuran darah ," jelas Kapolsek.

Tim gerak cepat Kepolisian Sektor (Polsek) Amanatun Utara berhasil mengamankan salah satu pelaku berinisial AL yang turut membantu pelaku lain mengangkat dan memindahkan korban kurang lebih 10 meter dari sumur ke dalam kali di mana korban terletak pada saat Ayahnya menemukan, jelasnya.

Kapolsek Amanatun Utara,  IPTU DJEMI SOLEMAN DOMINGGUS kepada Wartawan  bahwa Polsek Amanatun Utara telah mengamankan salah satu pelaku AL yang turut membantu pelaku lain mengangkat korban dari sumur dan dipindahkan kurang lebih 10 meter. 

Menurut Kapolsek Amanatun Utara bahwa diduga kuat pelaku lebih dari satu orang. Jadi pasti akan melakukan pendalaman terus terkait kasus pembunuhan ini, jelasnya.

Lanjut Kapolsek Amanatun Utara akan dilimpahkan kasus pembunuhan pemerkosa ke Polres TTS untuk di proses lebih lanjut, tuturnya.

Reporter : Dance henukh

Rote Ndao,Sulutnews.com - Akreditasi Sekolah Menegah Atas  Negeri 1 Lobalain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, terus menerus membenahi diri untuk akreditasi dari status semula C menjadi B.

“Saat ini  telah melakukan penilaian selama dua hari oleh tim akreditasi Provinsi NTT, tahap penilaian baik  administrasi, sarana prasarana, SDM Pengajar telah dilakukan penilaian,” demikian diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Jermias Manafe,S.PD saat dikonfirmasi media ini, senin (14/11/2022) siang.

Menurut Jerman biasa disapa,  untuk mewujudkan nilai akreditasi yang baik, hal-hal yang telah dipersiapkan  oleh SMA N 1 Lobalain adalah sarana dan prasarana, SDM para Pengajar, Ruang kelas dan Laboboratorium.

Persiapan administrasi telah rampung  melengkapi administrasi kepala sekolah.

Ia berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pemerintah Provinsi NTT,  serta kepada pihak-pihak yang terkait yang telah membantu mempersiapkan akreditasi

Dalam akreditasi itu, secara administrasi pihaknya berlandaskan pada Aklat para siswa didik untuk memahami  Pancasila sesuai dengan visi dan misi SMA N Lobalaian yakni

Berlandaskan pada  Visi : Terwujudnya sumberdaya nanusia yang unggul dalam prestasi dan memiliki karakter profil pancasila.

Misi

  1. Mewujudkan generasi yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Beraklat Mulia.
  2. Mewujudkan generasi berkeninekaan global
  3. Mewujudkan generasi yang bergotong royong
  4. Mewujudkan generasi yang berkreatif
  5. Mewujudkan generasi yang bernalar krotis
  6. Mewujudkan generasi yang mandiri
  7. Mewujudkan generasi yang menguasai IPTEK
  8. Mewujudkan budaya literasi
  9. Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, ramah dan tertib.

SMA N Lobalain menjadi barometer untuk mempersiapkan Generasi Lobalain dan Rote Ndao, bukan saja Ilmu, tetapi dilakukan

Profil Pelajar Pancasila yakni

  1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia
  2. Berkhebinekaan global
  3. Bergotong royong
  4. Mandiri
  5. Bernalar Kritis
  6. Kreatif

 

Reporter : Dance henukh.

Rote Ndao,Sulutnews.com – Tambang pasir illegal di Kabupaten Rote Ndao, yakni wilayah Rote Timur, Desa Faifua (Manuoen) Namoho dan di Hala Kecamatan Rote Tengah masih melakukan aktifitas jual beli pasir ilegal dengan menggunakan karcis nota belanja Dua Sopir Dam Truk tetap beli pasir ilegal dan menjual dengan menggunakan atau alasan ijin melalui karcis nota belanja

Redaksi menemukan masih adanya truk pengangkut pasir pada senin siang, 7 november 2022 di jalan Utumo Sanggoen dan Selasa 8 November 2022 Dam Truk Milik anggota polres Rote Ndao tetap mengangkut pasir ilegal.

Meski sebelumnya Wakapolres Rote Ndao Kompol I Nyoman Surya Wiryawan, saat dihubungi via gawai pada sabtu 5 november 2022, mengatakan pihaknya melalui Satuan Reskrim (Satreskrim) sedang melakukan penyelidikan soal tambang pasir tersebut.

“Masih dilakukan pendataan oleh Kasat dengan anggota tentunya yang ilegal akan dilakukan penutupan aktifitasnya, ” ucap Kompol Nyoman Surya pada 5 november 2022.

Penambangan pasir diduga ilegal di Rote Ndao, Iptu Yeni menyebutkan, laporan informasi pertama datang tanggal 21 Agustus 2022.

Namun dari keterangan dua sopir Truck pengangkut pasir yang diambil dari lokasi penambangan mengaku sudah lama diketahui pihak Polisi .?

Joel Manu bersama waldus sopir Dam Truk milik anggota polres Rote Ndao sopir truck asal Desa Oebafok, Kecamatann Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, saat ditemui Redaksi, pada senin  7 november 2022, siang di jalan Utumo Sanggoen katakan jika pihak Kepolisian Resort Rote Ndao sudah mengetahui.

“Dari tahun ke tahun tambang pasir yang beraktifitas ini sudah sekian lama  diketahui pihak Kepolisian Resort Rote Ndao,” ungkap Joel Manu.

Lebih lanjut katanya, Polisi hanya meyarankan agar saat muat material pasir harus tutup pakai terpal agar tidak menganggu para pengendara di jalan umum.

“Dari polisi yang menganjurkan kalau kami muat pasir harus tutup menggunakan terpal karena takut pasir di tiup angin dan mengenai,” kata Joel.

Menurut pengakuan Joel pasir tersebut diambil dari para pengumpul pasir di Rote Tengah.

Joel katakan bahwa pasir yang dijual itu terdapat keterangan bertuliskan CV Marina yang katanya sudah mempunyai ijin tambang pasir.

Ini juga bertolak dengan pernyataan Kepala dinas ESDM provinsi Nusa Tenggara Timur provinsi NTT Jusuf Adoe.

Jusuf Adoe mengatakan kepada Redaksi penambangan pasir di wilayah kabupaten Rote Ndao itu belum ada yang memiliki ijin IUP-OP.

”Yang artinya belum ada ijin untuk menjual belikan pasir, jika itu terjadi maka sudah menyalahi aturan, ” tegasnya.

Reporter : Dance Henukh

Rote Ndao, Sulutnews.com -   Pihak Kepolisian Resort Rote Ndao, saat ini sedang mempersiapkan berkas untuk menyerahkan Berkas dan Tersangka Pengemudi Kendaraan Dumc Truck, Jhon Baidengan saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Oelunggu pelaku yang menabrak Zarlota Zacharis (67)    ke kejaksaan guna proses hukum lebih lanjut

“ kasus lakalantas ini, berkas sementara dilengkapi dan dalam waktu dekat akan diserahkan ke kejaksaan, rencana dalam 1 sampai 2 hari kedepan akan diserahkan, dan akan diinformasikan ke media, “demikian diungkapkan Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, SIP saat dihubungi media ini, Rabu (5/10/2022).

Untuk diketahui, Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa terjadi di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur akhir pekan lalu. Sebuah dump truk menabrak pejalan kaki dan sebuah sepeda motor. Pejalan kaki tewas di lokasi kejadian, sementara pengendara sepeda motor mengalami luka serius.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Jurusan Baa–Kuli, RT 001/RW 001, Desa Suelain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, tepatnya di dekat cabang Pertigaan Desa Suelain, Rote Ndao, NTT.

Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan sepeda motor Yamaha Force1 warna hitam-merah nomor polisi DH 3812 HN yang dikendarai Eston Brian Koehuan dengan mobil dump truck warna kuning nomor polisi DH 9045 GC, yang dikendarai John Baidenggan.

Eston Brian Koehuan (18), warga RT 001/RW 001, Desa Suelain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao mengalami luka pada kaki.

Pengemudi mobil dump truk, John Baidenggan, warga RT 004/RW 002, Desa Oelunggu, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao tidak mengalami luka. Demikian pula penumpang mobil dump truk Mesak Ngginak (20), tidak mengalami luka

Pejalan kaki, Sarlota Zacharias (67), ibu rumah tangga yang juga warga RT 01/RW 01, Desa Suelain, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao meninggal dunia di tempat kejadian kecelakaan.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 19.00 wita ini berawal dari mobil dump truck DH 9045 GC yang melaju dari arah Kuli hendak menuju Baa dengan kecepatan tinggi.

Saat tiba di lokasi kejadian, tiba–tiba mobil dump truk warna kuning DH 9045 GC mengalami hilang kendali dan bergerak ke arah kanan jalan (jika dilihat dari arah Kuli menuju Baa).

Dump truk langsung menabrak seorang pejalan kaki, Sarlota Zacharias serta menabrak sepeda motor Yamaha Force1 DH 3812 HN yang dikendarai Eston Brian Koehuan.

Sarlota Zacharias meninggal di tempat kejadian kecelakaan dan pengendara sepeda motor Eston Brian Koehuan mengalami luka–luka.

Atas bantuan dari warga sekitar, korban pengendara sepeda motor yang mengalami luka-luka dilarikan ke RSUD Baa, Kabupaten Rote Ndao guna mendapatkan perawatan medis.

Sementara korban pejalan kaki yang meninggal dunia dibawa oleh tenaga medis untuk divisum. "Saat ini pengendara dump truck telah diamankan di Mapolres Rote Ndao untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Sat Lantas Polres Rote Ndao," ujar Humas Polres Rote Ndao, Aiptu Anam Nurcahyo, SIP yang dikonfirmasi Senin (26/9/2022).

Kasus ini juga sudah ditangani unit Laka Satlantas Polres Rote Ndao  dengan laporan polisi nomor LP/A/23/IX/2022/ SPKT Sat Lantas/Polres Rote Ndao /Polda NTT.

Reporter : Dance Henukh