Jawa Barat

Jawa Barat (29)

Bekasi, Sulutnews.com - Vaksinasi Guru saat ini sedang gencar dilakukan, baik di tingkat Pusat, Provinsi, bahkan sampai ke tingkat Kabupaten.

Seluruh daerah  melaksanakan vaksinasi untuk guru baik secara reguler maupun secara massal, sebagai persiapan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Keterlibatan semua pihak, terutama pemerintah daerah sebagai ujung tombak dalam proses pembukaan sekolah, penyiapan sekolah diperlukan. Demikian peran lembaga-lembaga non pemerintah dan orang tua murid juga tak kalah penting.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Inayatullah memastikan 95 persen guru yang mengajar saat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mengikuti program vaksinasi COVID-19 dari pemerintah.

Mereka telah divaksin dan dipastikan siap menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas.

"Alhamdulillah berdasarkat data 95 persen guru, dan tenaga pendidik sudah tervaksinasi, adapun yang sebagian mereka comorbid,”kata Inayatullah, di Bekasi, Rabu (6/10/2021).

Selain guru yang sudah divaksin, Kadisdik memastikan pegawai dilingkungan Dinas Pendidikan juga dipastikan telah tervaksinasi.

“ Pegawai di Dinas Pendidikan Kota Belasi juga telah mengikuti vaksinasi,” tambahnya

Bukan hanya itu saja, Dinas Pendidikan Kota Bekasi juga telah melakukan verifikasi terhadap 611 Sekolah Dasar (SD) dan 139 Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta telah dinyatakan lolos verifikasi oleh Dinas  Pendidikan.

“Pada tahap pertama ada 611 untuk SD dan 139 SMP yang telah kami verifikasi dan lolos,” jelasnya.

Meski telah dinyatakan lolos oleh Dinas Pendidikan, pihaknya menyatakan melakukan evaluasi berjenjang dan pengawasan yang sangat ketat.

“Kami melakukan evaluasi berjenjang dan pengawasan sangat ketat, sekolah juga wajib membuat laporan serta bekerjasama dengan unsur 4 pilar, supaya PTM terbatas ini dapat berjalan dengan baik,” paparnya.

Ia berharap PTM yang sedang berlangsung bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.

"Maksimal kapasitasnya per kelas adalah 50 persen, Mengangkat juga dibatasi,  kemudian durasi belajar juga di batasi, begitu pula siswa juga mendapatkan persetujuan dari orang tua,” tambahnya. (Mercys)

Bekasi, Sulutnews.com - Percepatan herd immunity atau kekebalan imunitas, pemerintah Kota Bekasi terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 ke seluruh warganya.

Maka hasilnya yang di dapat, sebanyak 258.390 warga di Pondokgede sudah tervaksinasi.

Sementara itu berdasarkan data rincian warga yang sudah tervaksin pada dosis satu, sebanyak 141.431 dan dosis kedua sebanyak 116.959.

Data tersebut berdasarkan rekapitulasi data hingga 4 Oktober 2021.

Koordinator Administrasi Wilayah Kecamatan Pondokgede, pada Tim Wilayah B (Patriot), Sajekti menyebutkan capaian tersebuthasil kerja sama yang baik antara masyarakat.

“Ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara masyarakat, tenaga kesehatan, unsur tiga pilar, relawan dan berbagai pihak yang berkontribusi di dalamnya,” kata Sajekti Rubiah, di Bekasi, Selasa (05/10/2021).

Pemerintah Kota Bekasi fokus melakukan vaksinasi diberbagai wilayah hingga melakukan metode vaksinasi door to door atau vaksinasi keliling. Selain itu pemkot Bekasi juga telah menerbitkan Nomor : 443.1/1553/SET.COVID19 Tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi COVID-19 Pada Gerai Vaksinasi di Pusat Perbelanjaan/MALL di Kota Bekasi.

Selain menggencarkan vaksinasi, Pemkot Bekasi juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat agar disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Diketahui juga Kota Bekasi termasuk wilayah yang pengendalian kasus Covid-19 terbaik se-Jawa Barat. (Mercys)

Sukabumi, Sulutnews.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Pimpinan Erman Umar, SH, bentuk DPC KAI untuk wilayah Sukabumi dan Bogor berlangsung di Pelabuhan Ratu Sukabumi, Sabtu (02/10/2021).

Ketua KAI Jawa Barat Asep Mulyana, SH mengungkapkan, selaku ketua DPD KAI Jawa Barat, sangat bergembira dan antusias anggota atas pembentukan DPC Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi serta Bogor Raya.

"Dengan komposisi kepengurusan yang sangat kuat dan kompeten. Harapan kami dengan terbentuknya DPC Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Bogor Raya ini, diharapkan bisa megibarkan bendera KAI, di tanah Pasundan ini," ujarnya.

Asep meminta bagaimana KAI ini dicintai oleh masyarakat, terutama bisa membantu masyarakat kaum lemah, kaum yang dimarginalkan secara ekonomi,  mereka yang sulit akan proses penegakan hukum dan keadilan.

"Semoga dengan adanya KAI ini, minimal  kita bisa meringankan beban masyarakat yang sulit dan tidak mengerti hukum, jadi mengerti dan tahu tentang hukum," ujarnya.

Sementara Wakil Sekjend DPP KAI Arman Suparman mengatakan, hasil pembentukan pengurus DPC ini, untuk pelantikannya akan dilaksanakan di Bandung 22 Oktober 2021 mendatang, bertepatan dengan pelaksanakan Rapimnas dan Rakernas KAI.

Arman juga menyinggung mengenai program KAI di Jawa Barat agar dapat di realisasikan sehingga kegiatan yang menyangkut KAI ini terlihat nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wasekjen KAI juga mengajak para advokat yang belum diangkat sebagai advokat, dapat direalisasikan dan dilakukan penyumpahan setelah kelengkapan persyaratan dipenuhi, sebagaimana ketentuan didalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

Ia juga meminta kekompakan dan rasa  kebersamaan (Brotherhood) selalu tertanamkan dalam kepengurusan DPD KAI Jawa Barat. "Saya berharap kepengurusan bisa aktif dalam menjalankan roda organisasi, sehingga  besinergi dalam menjalankan berbagai kegiatan yang ada," pintanya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan patakan KAI untuk kepengurusan masing-masing DPC, oleh Ketua DPD KAI Jawa Barat kepada Advokat Noer Ali, SH selaku Ketua DPC KAI Bogor Raya dan Advokat DR. Ali Suage, SH.MM.Ph.D selaku Ketua DPC KAI Kabupaten Sukabumi.

Pembentukan DPC KAI Sukabumi dan Bogor ini dihadiri Bendahara Umum DPP KAI, Advokat Maya Darwis P, SH.,MH., Wasekjend Arman Suparman, SH.,MH., Wasekjend Lina Julianty, SH., Sekretariatan Advokat Nur  Rezeki Abd Kadir, SH., Debbby, Ketua DPD KAI Jawa Barat Asep Mulyana, SH , Wakil Ketua A. Haikal, SH., Wahyudi S.,SH serta pengurus lainnya.(/Mercys)

Bekasi, Sulutnews.com – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto memberian arahan bagi para Kepala Sekolah se-Kota Bekasi di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (28/09/2021).

Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan rapat koordinasi dengan menghadirkan seluruh pemangku jabatan dan Kepala Sekolah se-Kota Bekasi untuk mendengarkan Intruksi langsung dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Dalam instruksinya, Wali Kota Bekasi menyampaikan Pemerintah Kota Bekasi memiliki Stok dosis vaksin sebanyak 751.000 yang sudah siap didistribusikan kepada warga masyarakat Kota Bekasi yang belum melakukan vaksin.

Dari kuota vaksin yang ada, Wali Kota Bekasi juga mengintruksikan seandainya target vaksinasi di breakdown ke 24.000 pegawai, maka target dosis yang siap didistribusikan hanya sejumlah 32 dosis per-orang.

“Seandainya kita siasati dengan breakdown 751 ribu dosis vaksin ke setiap pegawai Pemerintah Kota Bekasi, maka akan menghasilkan target pencapaian sekitar 31 dosis setiap orangnya,” ujar Rahmat Effendi.

Jika herd Immunity telah terbentuk, tidak akan ada lagi kecemasan warga masyarakat akan penyebaran wabah covid-19 di Kota Bekasi.

Kepala Sekolah se-Kota Bekasi yang hadir juga di instruksikan untuk dapat membantu merealisasikan program Pemerintah Pusat untuk vaksinasi, khususnya siswa siswi sekolah yang memenuhi syarat standard menerima vaksinasi.

Para guru yang telah tervaksin dosis 1 dan dosis 2, Wali Kota akan menegaskan untuk menambah dosis ketiga sebagai booster dengan jenis dosis berbeda dari sebelumnya, sehingga guru saat sedang memulai tatap muka dipastikan dalam keadaan prima. (Mercys)

Depok,Sulutnews.com -  Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan pandemi virus corona di Indonesia.

Selain melakukan pengetatan dan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment), pemerintah juga terus mengejar target herd immunity atau kekebalan kelompok dengan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Sementara itu, Vaksinasi Merdeka Aglomerasi sedang berlangsung di 914 gerai yang tersebar di wilayah aglomerasi Jakarta (Depok, Tangerang Kota, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota dan Kabupaten Bekasi) yang berlangsung sejak tanggal 22 September-1 Oktober 2021.

Target Vaksinasi Merdeka ini, untuk melakukan percepatan vaksinasi di wilayah aglomerasi Jakarta. Seperti halnya, Vaksinasi Merdeka Aglomerasi yang diselenggarakan Polsek Cinere Polres Metro Depok, salah satunya yang ada di Gerai 411, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Kamis (24/09/2021).

Gerai 411 ini berada di Mall Cinere Jl.Raya Cinere RT 01/RW 05 Kelurahan Pangkalan Jati, disiapkan bagi warga yang belum mendapatkan vaksinasi, dengan target sebanyak 150 orang.

Di Gerai ini juga disiapkan sebanyak dua tenaga kesehatan dan tiga relawan untuk membantu jalannya vaksinasi tersebut.

Sejak pagi Gerai 411 dari 16 Gerai yang disiapkan oleh Polsek Cinere sudah di datangi warga yang akan mendapatkan pelayanan vaksinasi.

Sementara itu salah satu warga di Kelurahan Pangkalan Jati, Rita menyebutkan dirinya merupakan orang yang pernah terpapar Covid 19.

Rita bercerita, setelah terpapar dan sudah tiga bulan ia baru mendatangi Mall Cinere ini untuk mendapatkan suntikan vaksinasi.

Namun  baginya yang takut disuntik harus memberanikan diri. Akhirnya ia melaksanakan vaksin di Gerai 411 Mall Cinere ini.

Sebelumnya Rita terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tentang keluhan yang pernah di alaminya, akhirnya Dokter menyetujui dan tidak ada masalah dengan penyakitnya tersebut.

"Mendingan segera aja ikut vaksin, saya juga orangnya yang menunda-nunda, karena, saya pribadi males untuk antri, takut disuntik juga, tapi itu semuanya saya lawan, saya harus di vaksin apalagi vaksin ini gratis," papar Rita, yang senang setelah mendapatkan vaksinasi. (Mercys)

Bekasi,Sulutnews.com - Dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi terus menggelar vaksinasi di beberapa mall/pusat perbelanjaan.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Nomor : 443.1/1906/SET.COVID19 tentang Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19 pada Gerai Vaksinasi di Pusat Perbelanjaan/Mal di Kota Bekasi.

Salah satu Gerai Vaksin tersedia di Plaza Cibubur, tepatnya di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna yang letaknya berbatasan dengan Jakarta Timur, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor.

Kegiatan vaksin tersebut dilaksanakan atas kerjasama antara Pemerintah Kota Bekasi dengan tim manajemen Plaza Cibubur beserta Tenaga Kesehatan dari Puskemas Jatisampurna.

Menurut Sulatifah, Lurah Jatikarya, di sana menyediakan 2 jenis vaksin, yaitu Astra Zeneca dan Pfizer. "Ada 2 jenis vaksin, Astra Zeneca dan Pfizer. Kedua vaksin tersebut tersedia untuk dosis 1 dan 2 dengan persediaan sekitar 300-600 dosis per-harinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, Gerai Vaksin tersebut masih akan berlangsung sampai tanggal 30 September 2021 untuk warga Jatikarya dan sekitarnya, tentunya peserta di atas 12 tahun, serta dibuka kesempatan vaksin bagi warga dengan KTP luar Kota Bekasi yang notabene-nya Plaza Cibubur merupakan lokasi strategis bagi warga tinggal di daerah perbatasan DKI Jakarta, Kota Depok, maupun Kabupaten Bogor. 

"Plaza Cibubur yang lokasinya strategis di tengah-tengah perbatasan, sehingga selain warga Kota Bekasi, khususnya Jatikarya, banyak warga dari daerah tetangga perbatasan yang butuh divaksin, kami pun akan siap memfasilitasinya dan gerai ini akan dibuka sampai dengan tanggal 30 September 2021," ungkap Sulatifah.

Persyaratannya cukup datang dengan membawa fotocopy KTP dan KK lalu dimulai dari mengambil nomor antrian yang kemudian diarahkan untuk mendaftar terlebih dahulu di meja pendaftaran. Kemudian, peserta melakukan screening untuk mengecek kesehatan dan baru setelah itu boleh untuk melaksanakan vaksin jika lolos nantinya.

Antusias peserta yang tinggi dan panitia yang mengkoordinir dengan baik menjadikan pelaksanaan vaksin berjalan dengan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak.

"Alur pendaftarannya mudah dan panitia nya ramah dan juga taat prokes yang ada. Untuk efek setelah vaksin blum ada, tapi semoga aja ngga ada" ujar salah satu peserta vaksin. (Mercys)

Bekasi, Sulutnews.com - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengumpulkan para HRD tiap Perusahaan yang berdiri di Kota Bekasi, dalam upaya pencapaian herd immunity di Kota Bekasi, belum lama ini.

Perusahaan tersebut diharapkan mengajak para karyawan yang bekerja untuk yang belum melaksanakan vaksinasi.

Bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Ika Yarti, Kepala Dinas Kesehatan, Tanti Rohilawaty, Kepala Dinas Pariwisata Budaya, M. Ridwan dan segenap kepala HRD se Kota Bekasi dalam gebrakan vaksinasi di Kota Bekasi.

Wali Kota dalam pengarahannya menegaskan bahwa pekerja atau pegawai harus diwajibkan untuk pelaksanaan vaksin, penegasan kembali bahwa vaksin ini adalah upaya pencegahan dalam wabah Covid 19 sebagai antibodi jika terserang virus, akan tetapi jangan menjadi jumawa jika sudah divaksin tetap melakukan penegakan protokol kesehatan seperti pemakaian masker.

Kota Bekasi dalam waktu ini melakukan gebrakan vaksin yang tersebar di tiap 10 titik wilayah per kelurahan, tidak hanya itu melalui perbatasan perbatasan juga juga di tentukan lokasi penempatan titik vaksinasi agar para warga memastikan dirinya sudah melaksanakan vaksin. Selain itu, herd immunity di Kota Bekasi harus mencapai target sesuai arahannya.

"Kami siapkan dosisnya, Tenaga Kesehatannya, hanya kami minta tempat untuk pelaksanaannya di perusahaan, kami akan terus melakukan gebrakan ini dalam peningkatan herd immunity, dipastikan juga ajak keluarga dan kerabat yang ingin vaksin" ujar Rahmat Effendi.

Ketersediaan dosis baik dosis Sinovac, Aztrazeneca, Moderna dan Pfizer telah disediakan untuk warga di Kota Bekasi, tugas nya peran Pemerintah baik dari elemen elemen untuk melakukan sosialisasi pentingnya vaksin bagi tubuh kita dalam upaya pencegahan wabah virus Covid 19.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan pendongkrakan nilai tambah herd immunity dari target 70 persen menjadi 100 persen.

Kadis Tenaga Kerja Kota Bekasi mengutarakan akan mendata dari tiap tiap perusahaan untuk melakukan gebrakan vaksinasi yang terutama untuk para pekerja karena produksi selalu menjadi prioritas perusahaan jika perusahaan penghasil barang, jika perusahaan yang bergerak di bidang jasa perdagangan para pekerja juga sangat diutamakan agar terhindar dari virus.

Untuk simulasi pengadaan vaksinasi akan segera diinformasikan melalui titik dan sesuai dengan zona wilayah yang ada, ditegaskan kepada pihak perusahaan agar tidak ada yang tidak mau untuk di vaksin dan akan di sebarkan juga untuk keluarga si pekerja. (Mercys)

Sukabumi,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian gedung baru asrama putri Pondok Pesantren Assalam sekaligus melakukan peninjauan vaksinasi massal dalam serangkaian kunjungan kerjannya di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Kapolri mengaku bangga dengan capaian vaksinasi di Pondok Pesantren Modern Assalam yang saat ini telah memasuki vaksinasi tahap kedua.

"Ini tentunya menjadi optimisme. Karena pemerintah saat ini sudah melakukan pelonggaran untuk pembelajaran tatap muka (PTM)," kata Kapolri di Ponpes Modern Assalam.

Kapolri berharap, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) baik tenaga pengajar maupun seluruh siswa telah melaksanakan vaksinasi.

Dalam tinjauannya itu, Kapolri juga melakukan video conference, terhubung kepada seluruh jajaran Polda Jawa Barat yang melakukan kegiatan vaksinasi massal serentak. Kapolri menargetkan dalam vaksinasi massal serentak di wilayah Jawa Barat hari ini mencapai 40 ribu dosis vaksin yang ada di 22 titik vaksinasi massal.

Mantan Kapolda Banten ini mengapresiasi, jajaran Polda Jawa Barat mampu melebihi target vaksinasi yang diberikan. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada seluruh Polres pada wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Kapolri sendiri menyapa langsung secara virtual kegiatan itu, diantaranya di gerai vaksinasi Masjid Amaliah Ciawi, di

Kabupaten Bogor, gerai vaksinasi SMA 1 Jamblang, Kabupaten

Cirebon, dan gerai vaksinasi Ponpes Darul Maarif Desa Kaplongan, Karangampel, Kabupaten Indramayu.

"Seluruh Wilayah Jawa Barat yang saat ini melaksanakan kegiatan vaksinasi targetnya hari ini kurang lebih 40 ribuan. Saya lihat untuk target yang diberikan beberapa hari ini sudah bisa melampaui. Sehingga target gabungan untuk nasional untuk mencapai 2 juta, kurang lebih 380 ribu. Tentunya ini menjadi tantangan kita bisa terlampaui dengan cepat," tekan Kapolri.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan pengorganisasian dengan sinergi yang sangat baik antara TNI-Polri, Pemda, Dinkes dan seluruh para relawan, Listyo Sigit yakin akselerasi percepatan vaksinasi di wilayah Jawa Barat segera dapat mewujudkan kekebalan komunal atau herd immunity.

"Khususnya di wilayah-wilayah wisata yang saat ini sudah mulai dilonggarkan. Tentunya saya harapkan masyarakat yang ada disekitar area tersebut juga semuanya sudah divaksinasi, sehingga kita bisa menjaga masyarakat karena telah memiliki kekebalan terhadap Covid-19," beber Listyo Sigit.

Pada bagian akhir, Kapolri mengingatkan wilayah Sukabumi yang PPKM-nya berada pada level 2 agar jangan terlena dengan capaian bagus tersebut. Mengingat, dengan diturunkannya level PPKM maka akan ada pelonggaran-pelonggaran di beberapa sektor.

"Bagaimana kita jangan kemudian lalai, kurang waspada, terlalu euforia, lalu kepatuhan terhadap protokol kesehatan kita tinggalkan, jadi saya ingatkan tetap dipegang penegakan prokes," ujar Sigit menekankan.

Salah satu titik vaksinasi massal serentak ini dilakukan di Pondok Pesantren Assalam, Sukabumi. Kolaborasi antara Polri dengan Dinkes Sukabumi ini menyediakan sebanyak 1.000 dosis vaksin sinovac untuk santri, santriawti, dewan pengurus dan masyarakat umum yang berada di sekitar Ponpes.

Sementara titik vaksin lainya yakni di Masjid Amaliah, Ciawi, Jawa Barat dengan terget 2.000 dosis vaksin. Gerai Vaksinasi SMA 1 Jamblang,  dengan sasaran 1.800 orang dan gerai Vaksinasi Ponpes Darul Maarif Desa Kaplongan, Karangampel, Indramayu, dengan sasaran 1.500 orang. (Adrian)

Pangandaran, Sulutnews.com - Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi TNI-Polri di wilayah Kabupaten Pangandaran,  Minggu (12/09/2021).

Peninjauan dimulai dari Shane Jose Resort Batukaras. Setelah itu rombongan bertolak ke SMPN 1 Cijulang, dan terakhir meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Kalipucang.

Selama peninjauan, Pangdam dan Kapolda Jabar beserta rombongan didampingi oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Danrem 062/TN Kolonel Inf Muhammad Mochidin, S.Sos., Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., M.A.P., Wakil Bupati Pangandaran H. Ujang Endin dan sejumlah Kepala SKPD terkait.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, SE., M.Si., menyampaikan, pihaknya hari ini melaksanakan vaksinasi di wilayah Batukaras. Disini merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Barat.

"Dari kemarin saya sudah melaksanakan kegiatan vaksinasi dari wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar. Ada beberapa wilayah yang sudah 50 persen keatas, seperti di Kota Banjar sudah mencapai 58 persen," kata Pangdam.

Selain vaksinasi yang dilaksanakan secara sentral di sebuah titik keramaian, kata Pangdam, pihaknya juga melaksanakan door to door vaksinasi. Ini melibatkan seluruh personel Babinsa berkolaborasi bersama dengan dinas kesehatan melakukan vaksinasi ke masyarakat secara langsung.

"Selain vaksinasi disini, kita juga melakukan door to door kepada masyarakat di kawasan obyek wisata. Babinsa di setiap daerah kita maksimalkan. Bahkan DKM serta Dinas Kesehatan kita kolaborasi door to door dari rumah ke rumah melaksanakan vaksinasi," kata Pangdam.

Pangdam menekankan kepada personel yang memiliki wilayah obyek wisata untuk memaksimalkan masyarakat di kawasan obyek wisata. Seperti di kawasan obyek wisata Pantai Batukaras agar para wisatawan merasa nyaman ketika datang.

"Kita lakukan vaksinasi kepada masyarakat di kawasan obyek wisata sehingga wisatawan akan merasa nyaman ketika berkunjung dan mengetahui masyarakat di wilayah obyek wisata sudah di vaksinasi semua. Serta untuk wisatawan diminta bisa menunjukan bahwa sudah di vaksin sehingga kesehatan di kawasan wisata bisa terjaga," pungkasnya.(/Parmin)

Banjar,Sulutnews.com - Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., mengapresiasi program vaksinasi di Kota Banjar. Sampai dengan saat ini, Kota Banjar berada di posisi tertinggi di wilayah Jawa Barat dalam upaya percepatan vaksinasi.

"Vaksinasi di Kota Banjar luar biasa tertinggi di Jawa Barat. Sudah diatas 50 persen," kata Gubernur Jawa Barat Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., saat Safari Forkopimda Jabar Tinjau Vaksinasi dan Pemberian Bantuan di SMAN 1 Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (11 September 2021).

Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menyebut akan lebih luar biasa ketika pencapaian herd immunity di Kota Banjar bisa tercapai sebelum bulan Desember.

"Mudah-mudahan beres sebelum Desember. Kalau itu terjadi, Banjar Luar Biasa," kata Emil menyudahi safarinya di Kota Banjar.

Safari Forkopimda Jabar tinjau pelaksanaan vaksinasi dan pemberian bantuan sosial di wilayah selatan menggunakan sepeda motor. Tampak terlihat Gubernur Jabar hadir bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, Kapolda Jabar Irjen Pol. Ahmad Dofiri, Kepala Kejati Jabar Nana Asep Mulyana, dan Kepala BIN Daerah Jawa Barat.

Kehadiran Gubernur beserta rombongan di Kota Banjar disambut langsung oleh Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih, Dandim 0613/Ciamis Letkol Czi Dadan Ramdani, S.Sos., M.A.P., Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K., M.Si., Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana, Kepala Kejari Kota Banjar Ade Hermawan dan sejumlah Kepala SKPD Kota Banjar.

Seusai bertolak dari Kota Banjar, Gubernur beserta rombongana Forkopimda Jabar akan kembali singgah ke wilayah Kabupaten Ciamis yakni Leuwi aArit di Kecamatan Banjarsari. Kemudian melanjutkan safarinya di wilayah Kabupaten Pangandaran. (/Parmin)