Jawa Tengah

Jawa Tengah (260)

Semarang, Sulutnews.com - Sebanyak 300 Dosen dari seluruh Universitas di Indonesia mengikuti Konferensi Nasional Hukum Perdata VII yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK) di Kampus Fakultas Hukum (FH) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Bendan Duwur Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/9/2022).

Kegiatan ini merupakan konferensi nasional yang ketujuh dengan  mengangkat tema: "Perkembangan Hukum Perdata Indonesia di Era Digital". Konferensi ini sendiri diikuti oleh sekitar 300 peserta dan terdapat 50 guru besar serta doktor yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Konferensi ini akan berlangsung selama dua hari yakni dari tanggal 16-17 September 2022.

Dalam Konferensi  Nasional Hukum Perdata VII ini, hadir memberikan sambutan sekaligus  membuka secara langsung Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang di dampingi Ketua Panitia pusat (APHK) Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, SH, MS dan  Ketua Panitia Lokal dari Universitas 17 Agustus 1945 Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH. M. Hum. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di sela acara Konferensi Nasional Hukum Perdata VII, Kepada awak media ketua Panitia pusat (APHK) Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, SH.MS mengatakan, "Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK) adalah merupakan suatu Wadah berkumpulnya akademisi  seluruh indonesia, kami berdiri tahun 2013 meliputi para dosen perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta, anggotanya  saat ini kurang lebih 500 orang dan diantaranya ada 50 guru besar.

Agenda dari APHK itu sendiri adalah membantu pemerintah  dalam rangka pembaharuan hukum perdata indonesia, khususnya yang terkait perikatan.

Forum kita di Semarang ini sebagai momentum penting, karena akan kita sampaikan naskah akademik dalam rangka penyusunan  RUU perikatan yang bersifat nasional, terang Prof. Sogar Simamora

Ditempat yang sama ketua Panitia Lokal dari Universitas 17 Agustus 1945 yang juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Untag Semarang Prof. Dr Edy Lisdiyono, SH.M.Hum, Saat di wawancarai awak media mengatakan, "Sebagai tuan rumah yang di tunjuk selaku penyelenggara Konferensi Nasional Hukum Perdata ke VII ini, tentunya kami menyambut gembira karena, dalam konfrensi ini akan ada penyerahan dari panitia kepada pemerintah, yang mana KUHperdata ini sudah 174 tahun belum ada perubahan, ini momen penting.

Nanti akan di bahas hal-hal yang sangat penting selama dua hari ini, karena ada tema-tema besar yang akan di bahas oleh para Guru besar dan para Doktor, yakni membahas bagaimana hukum perdata ditetapkan di seluruh indonesia, Ungkap Prof Edy Lisdiyono

Pelaksanaan Konferensi ini dibagi dua session dengan pembicara di session pertama Prof. Dr. Liliana Tetjosaputro, SH.MH, Prof. Dr. Mas Rahmah, SH. MH,LL.M, Prof.Dr. Joni Emirzon, SH. M.Hum, FCBArb  Prof. Dr. Syefan Koos.

Untuk pembicara session ke dua adalah, Prof. Dr. Rosnindar Sembiring, SH, M. Hum, Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH.M.Hum, Prof. Dr. Merry Tjoanda, SH. MH,  Prof. Dr.M.Hadi Shubhan, SH, MH, CN., Prof. Dr. Endang Purwaningsih, SH, M.Hum.

Ahmad Nasirin

Cilacap,Sulutnews.com - Tingkatkan kinerja Satuannya, Komandan Kodim (Dandim) 0703/Cilacap Letkol Inf. Andi Afandi, S.I.P memberikan Jam Komandan kepada seluruh Perwira di ruang data Markas Kodim yang dipimpinnya, di Jln. Jend. Sudirman No. D-1 Cilacap, Selasa (13/09/2022).

Jam Komandan ini dilakukan sebagai evaluasi program kerja yang telah dan akan dilaksanakan baik oleh Staf, Satuan Kodim dan Jajarannya. Melalui evaluasi ini diharapkan akan diketahui segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu kegiatan dan hal yang perlu segera diperbaiki, sehingga hasil evaluasi ini dapat di jadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan kedepan.

Dalam Jam Komandannya, Dandim mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilaksanakan namun ada beberapa perhatian dan penekanan kebijakannya yang harus segera dilaksanakan terutama oleh seluruh Perwiranya.

Dandim menjelaskan bahwa dalam rangka meningkatkan Kemanunggalannya dengan Rakyat, banyak program yang bisa dilaksanakan oleh Satuan TNI AD di wilayah. Salah satu programnya adalah program unggulan dimana didalamnya terdapat program ketahanan pangan dan program lainnya yang dapat diperuntukan bagi kemakmuran rakyat di sekelilingnya.

"Keberadaan TNI AD agar lebih dekat dengan rakyat dan membantu rakyat adalah salah satunya melalui program unggulan. Dalam program ini TNI AD akan terus berupaya dalam meningkatkan ketahanan pangan untuk membantu masyarakat karena masalah pangan merupakan suatu kebutuhan, di samping ada perintah untuk penanaman Jagung dan padi," Jelasnya.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan, program lainnya yang telah dilaksanakan adalah program Manunggal Air bersih yang telah dilaksanakan dan telah banyak memberikan manfaat dan membantu warga yang membutuhkan. Termasuk masalah penanganan stunting yang kini terus dilaksanakan oleh Satuan TNI AD hingga ketingkat paling bawah yaitu Babinsa.

"Masalah Stunting sangat memprihatinkan karena berdampak kepada IQ atau kecerdasan otak serta pertumbuhan generasi muda, sehingga sebenarnya adalah tugas dari BKKBN namun kita perintahkan seluruh Babinsa di wilayah agar mengawasi dan menjadi orang tua asuh agar dapat saling membantu dan mengurangi masalah stunting di Kabupaten Cilacap," Ujar Dandim.

Terkait cuaca yang saat ini tidak menentu, Dandim juga menekankan kepada seluruh Danramil Jajarannya agar selalu berkoordinasi dengan BPBD di wilayah dan melaksanakan latihan Penanggulangan Bencana alam, sehingga tidak terdadak jika mengalami kejadian Bencana alam dan dapat meminimalisir korban yang terdampak. Termasuk menyikapi perkembangan situasi politik yang saat ini sedang berkembang.

"Situasi nuansa politik yang saat ini berkembang sudah kita rasakan, kepada prajurit Kodim 0703/Cilacap saya perintahkan  agar tidak terpancing, jangan terpengaruh terhadap suatu Parpol. Politik TNI adalah Politik Negara, loyal kepada Pancasila, UUD 1945 dan Patriot NKRI," Tegasnya.

Hindari pelanggaran seperti pelanggaran Asusila, Narkoba dan lainnya, jangan sampai terjadi di Kodim 0703/Cilacap. Soliditas TNI adalah yang utama, dengan loyalitas tegak lurus kepada pimpinan dengan berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI, kita bisa menjalankan perintah sesuai azas kesatuan Komando," Tandasnya.

 (*/Sugeng)

Semarang,Sulutnews.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah hari ini menggelar puluhan kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsdidi dari berbagai wilayah. Ada 66 orang yang tersangka yang diamankan dari 50 jumlah kasus.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, dari pengungkapan ini setidaknya 11 miliar rupiah lebih potensi kerugian negara diselamatkan.

"Adapun barang bukti yang diamankan yakni solar bersubsidi sebanyak 81,9 ton, pertalite sebanyak 3,2 ton, mobil 38 unit, motor 6 unit, alat komunikasi 9 unit dan tandon kapasitas 1.000 liter sebanyak 40 buah," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/8/2022).

Adapun beberapa kasus yang menonjol yakni berada di Kudus. Polres setempat mengungkap adanya sebuah perusahaan membeli bio solar subsidi di sejumlah SPBU menggunakan beberapa mobil. Lalu solar dikumpulkan dan ditimbun untuk kemudian dijual ke industri.

Dalam kasus ini, dua tersangka diamankan salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, 12 ton solar bersubsidi juga diamankan menjadi barang bukti.

Kasus lainnya yang menarik perhatian adalah penyelewengan yang dilakukan oleh oknum ASN di Pekalongan. Oknum tersebut bolak balik mengisi penuh tangki mobilnya solar. Polisi yang mengawasi lalu mengikuti oknum tersebut dan mendapati ternyata oknum tersebut memindahkan solar ke jerigen untuk dijual lebih mahal memanfaatkan kenaikan harga.

"Rata-rata motif para pelaku melakukan penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi untuk mendapatkan keuntungan karena disparitas harga dan lemahnya pengawasan," katanya.

Dedi menuturkan, Polri akan terus melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu terkait penyalahgunaan dan penimbunan BBM bersubsidi. Kemudian melakukan pengawalan dan monitoring terhadap pendistribusian BBM.

"Menempatkan personel Polri di pom bensin dengan tujuan agar masyarakat dapat diberikan pencerahan serta menyikapi secara positif dampak kenaikan harga BBM tersebut selain melakukan pengamanan objek," katanya. (**/ARP)

Semarang,Sulutnews.com – Komitmen Polda Jawa Tengah untuk memberantas perjudian di wilayahnya dibuktikan dengan menangkap ratusan pelaku judi. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin ungkap kasus perjudian yang digelar di Loby Mapolda Jateng pada Senin, 22/8.

Dalam ungkap kasus yang turut dihadiri seluruh Kapolres di jajaran Polda Jateng, Kapolda menyebut selama kurun waktu Januari s/d Juli 2022 jajaran Polda Jateng telah berhasil mengungkap 224 kasus judi dan mengamankan 381 tersangka.

"Hari ini yang digelar adalah hasil ungkap kasus oleh Polda Jateng dan jajaran, dalam sehari kami telah ungkap 112 Kasus perjudian dengan 256 tersangka. Jumlah ini hasil penindakan di 35 Polres di wilayah Jateng," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat jumpa pers, Senin (22/8).

Dari ratusan tersangka yang berhasil ditangkap terdapat 24 yang berperan sebagai Bandar. Adapun total uang hasil perjudian yang turut diamankan mencapai sekitar Rp 72 Juta.

"Itu Wujud komitmen Polda Jateng dalam berantas  judi tidak hanya pemain saja tetapi Bandar juga tangkap," tegas Kapolda

Secara rinci Kapolda menjelaskan bentuk perjudian yang diungkap yakni Judi Online 18 kasus, Togel 43 kasus, dan Gelanggang permainan 51 kasus. Diungkapkan pula 2 kasus judi online yang diungkap dari Purbalingga dan Pemalang merupakan jaringan judi internasional.

"Dari kasus ini ada yang jaringan internasional yakni Purbalingga dan Pemalang, keduanya mempunyai server di Thailand dan Kamboja. Di pemalang bahkan menggunakan jasa endorse Selebgram sebagai sarana promosinya," terang dia

Berdasarkan analisis yang dilakukan Polda Jateng, maraknya kasus perjudian akhir-akhir ini dikarenakan adanya oknum masyarakat yang mencari solusi instan dari kesulitan ekonomi yang dialaminya selama masa pandemi.

 “Berlatar karena kesulitan ekonomi selama masa pandemi dan tergiur iming-iming hasil lebih sebagai bandar judi, akhirnya mencari jalan pintas dengan berjudi, untung-untungan dan berharap kaya mendadak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kapolda menyebutkan bahwa penindakan kasus judi tersebut merupakan bentuk pembinaan kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk kegiatan perjudian.

“Kita tidak bangga menindak masyarakat, tapi lebih kepada memberikan pembinaan bahwa judi adalah perbuatan yang melanggar hukum serta dilarang dalam agama. Segala bentuk perjudian pasti akan kami tindak,” tuturnya.

Guna memberantas seluruh aktivitas perjudian di masyarakat, Polda Jateng telah melakukan beberapa upaya diantaranya menggunakan cara preventif dan preemtif yang melibatkan pihak internal dan eksternal.

“Kami melibatkan internal oleh seluruh satker dan jajaran serta dari pihak eksternal baik tokoh masyarakat, agama dan sebagainya untuk memberikan berbagai himbauan kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk aktifitas perjudian,” ujar Kapolda.

Adapun cara represif disebutkan Kapolda merupakan langkah terakhir yang ditempuh untuk memberikan efek jera pada masyarakat. Dirinya juga menegaskan bahwa Polda Jateng dan Jajarannya tidak akan mentolerir segala bentuk perjudian serta wujud polri hadir dalam menjaga Harkamtibmas

Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan jeratan pasal 303 KUHP, pasal 303 bis. KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp. 25 juta. Sedangkan bagi Bandar Judi Online akan dikenakan tambahan berupa pasal 27 ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp. 25 milyar. (**/ARP)

Kendal,Sulutnews.com - Semarak dan kemeriahan pawai agustusan masyarakat desa Kalirejo, diharapkan bisa membangkitkan jiwa nasionalisme warga.  Moment ini sangat dinantikan setelah beberapa tahun tidak diadakan karena masa pandemi Covid 19. Semarak agustusan ini bertemakan "Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat", seperti yang digaungkan pemerintah pusat. Hal ini karena dukungan dari seluruh warga masyarakat dan Pemdes Kalirejo, Kecamatan Kangkung. Pawai yang dimulai dari lapangan sepak bola ini kemudi dilanjutkan keliling desa. Minggu, 21 Agustus 2022.

"Kegiatan ini bertemakan  "Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat" seperti yang digaungkan pemerintah pusat dan diharapkan bisa menumbuhkan rasa nasionalisme kita semua," tutur Teguh Sumaryanto selaku Kades Kalirejo dihadapan  awak media.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti anak SD, lanjut Teguh, juga seluruh elemen masyarakat, dan seluruh Ormas yang diperkirakan ada 1200 peserta, bahkan membludak dua kali lipat, diharapkan agar selalu bisa diselenggarakan disetiap tahunnya.

Sementara itu peserta pawai dari pemuda Karang Taruna desa Kalirejo, Nur Kholis, menuturkan agar moment ini bisa memunculkan kreatifitas dan semangat baru, yang sudah lama tidak tercurahkan karena masa pandemi Covid 19.

Teguh juga menuturkan, selain pawai juga diadakan lomba-lomba di tingkat RT, seperti  balap karung, sepak bola,  dan panjat pinang. Dirinya sangat senang karena acara ini terlaksana dengan meriah, setelah perjuangan masa pandemi Covid 19. Berharap agar kegiatan ini bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dengan rasa terimakasih pada para pahlawan dan pejuang kemerdekaan.

"Alhamdulillah acara ini terlaksana dengan meriah setelah perjuangan masa pandemi Covid 19 dan berharap bisa menumbuhkan rasa nasionalisme kita semua," pungkasnya.

Ahmad Nasirin

Cilacap,Sulutnews.com - Dukung Kedaulatan Pangan Nasional, Kodim 0703 Cilacap melaksanakan kegiatan Pencanangan Ketahanan Pangan di lahan TNI AD Cq Kodam IV Diponegoro tepatnya berada di Dusun Karangjambu RT 04 RW 05 Desa Caruy, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Selasa (2/8/2022).

Dengan tema "Pemanfaatan Lahan TNI Untuk Masyarakat", kegiatan ini dihadiri langsung Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf Andi Afandi, S.I.P, Bupati Cilacap yang dalam hal ini diwakili Kadispertan Ir. Susilan, Wakil Ketua DPRD Saiful Mustain beserta 1 orang anggota, unsur Forkompimcam Cipari, Kasdim beserta seluruh Staf dan Danramil Jajaran Kodim 0703/Cilacap, Kepala Desa Caruy beserta para perangkatnya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Ormas, Pelajar serta warga masyarakat.

Dijelaskan Dandim, pencanangan ketahanan pangan Kodim 0703 Cilacap yang saat ini dilaksanakan di Desa Caruy, telah melibatkan semua unsur sehingga kegiatan ini sifatnya menguatkan Cilacap yang memang saat ini sudah memiliki ketahanan pangan.

"Akan tetapi peran serta TNI AD dalam hal ini mulai TNI AD, Kodam, Korem dan kami Kodim 0703 Cilacap bersama sama memberdayakan sumber daya alam yang ada agar tetap terjaga melalui program agraris. Saat ini kita sudah melaksanakan penanaman jagung hibrida di lahan seluas 5 hektar," jelasnya.

Dandim berharap kedepan kegiatan ketahanan pangan bukan hanya di Desa Caruy saja namun di tiap tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap. Sehingga diharapkan tiap kecamatan ada lumbung lumbung ketahanan pangan, harapannya dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah sehingga mampu mendukung kedaulatan pangan nasional.

Terkait lokasi ketahanan pangan, Dandim mengatakan ada di 3 titik (desa) dimana lahan tersebut lahan merupakan Cq TNI AD. Untuk itu pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk sama sama bahu membahu memanfaatkan dan memberdayakan lahan yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kita ketahui untuk padi di Kabupaten Cilacap sudah mencapai kedaulatan pangan. Kita lihat potensi lain selain padi adalah jagung, dan penanaman jagung sangat cocok atau dominan dihadapkan anomali cuaca 3 bulan kedepan yang cenderung extrim. Hal ini dilakukan agar program ketahanan pangan dapat berdaya guna dan tepat sasaran," tandasnya.

Terkait pencanangan ketahanan pangan, Kadispertan Ir. Susilan menyambut baik dan terima kasih kepada Kodim 0703/Cilacap karena pihaknya merasa terbantu. Dia juga menjelaskan, bahwa untuk Cilacap ini memang untuk jagung sudah memenuhi target, namun di Kecamatan Cipari ini masih kurang sehingga kedepan direncanakan akan ditanami jagung di lahan sekitar 150 hektar, kedelai 130 hektar, yang harapannya dapat meningkatkan pendapatan para petani agar semakin baik.

"Untuk padi kita sudah surplus, kita sudah ketahanan pangan, sementara untuk kedelai kita masih banyak dari wilayah luar sehingga untuk jagung dan kedelai menjadi prioritas untuk dikembangkan di Cilacap," Jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Saiful Mustain. Pihaknya mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan oleh Kodim 0703/Cilacap dengan kegiatan ketahanan pangannya karena menurutnya, hal ini membantu kinerja teman teman di Pemerintah Daerah. "Kapasitas DPRD adalah mendorong agar ini betul betul terealisasi baik keamanan dari sisi anggaran dan programnya berjalan," Ungkapnya.

Terkait program stunting, Saiful juga mengatakan bahwa Cipari umumnya dan Caruy khususnya memang menjadi lokus stunting sehingga menurutnya, jagung bisa menjadi alternatif, agar anak anak bisa mengkonsumsi makan makanan yang sehat. Dia melihat, lahan lahan yang tersedia di Caruy masih banyak yang tidak produktif dan hal ini bisa dimanfaatkan sehingga kerjasama antara Kodim, semua unsur di bawahnya dengan perangkat desa, akan sangat membantu memanfaatkan lahan ini.

"Desa ini juga punya regulasi, punya anggaran dan salah satu isu yang harus dilakukan oleh teman teman pemerintahan desa adalah ketahanan pangan dan kemudian bisa dialokasikan dengan baik. Pak Dandim sudah memberikan contoh dan selanjutnya Camat mendorong semua pemerintah desa agar bersama sama menuju agar kedaulatan pangan betul betul bisa terealisasi," Katanya.

Terkait akses jalan, pihaknya juga telah berbincang bincang dengan Komandan Kodim bahwa untuk 2023 ini, ada satu program yaitu TMMD dan kerjasama dengan pemerintah daerah, yang akan mengalokasikan salah satu anggarannya untuk membangun infrastruktur termasuk didalamnya jalan yang menghubungkan Caruy dengan Cibulu.

"Kita dengan Pak Dandim dan teman teman Pemerintah Daerah akan mengajak teman teman lainnya dan perusahan perusahaan yang ada di Cilacap untuk sengkuyung bareng bareng. Dan insya allah di 2023 ini jalan yang menghubungkan Caruy dengan Cibulu bisa terealisasi. Termasuk isu tentang stunting, isu tentang kekerasan anak, harus kita selesaikan bareng bareng," Pungkasnya.

(PendimClp)

Cilacap,Sulutnews.com - Kodim 0703 Cilacap menggelar Upacara Pembukaan TNI Manungggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2022, berlokasi di Lapangan Desa Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, dengan mengusung tema "TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI, " Selasa (26/07).

Bertindak selaku Inpektur Upacara (Irup) Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, S.STP,.M.Si, Komandan Upacara (Danup) Kapten Cba M.Isa Saefudin yang sehari hari menjabat sebagai Danramil 07/Maos dan Perwira Upacara Kapten Cpm Agus Santoso selaku pejabat Perwira Personel.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf Andi Afandi, S.I.P , Kasdim Mayor Inf Saeroji, Palaksa Lanal Cilacap Mayor Laut (P) Subandi, Ketua Pengadilan Negeri Cilacap Hendri Tobing, S.H.M.H, Ketua DPRD Cilacap Taufik Nur Hidayat, Kepala Dispermades Bintang Dwi Cahyono AP.MM, para Kepala Bagian Pemkab Cilacap terkait, Kepala  BPNPT Ferry Adhi Dharma, S.STP,.M.Si, Danramil 17/Dayeuluhur Kapten Inf Suwanto, Camat Dayeuhluhur Aji Pramono, S.STP, Kapolsek Dayeuhluhur AKP Widiantoro, SH, Kades Hanum Drs. Ruswadianto serta para Kades, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat se - Kecamatan Dayeuhluhur.

Adapun pasukan upacara terdiri dari 1 SSK Barisan Korsik, 1 SSK gabungan anggota Kodim 0703/Cilacap, Lanal Cilacap dan Polres Cilacap. 1 SSK II Gabungan Satpol PP dan Linmas, 1 SST Gabungan FKPPI, PPM dan Hipakad, 1 SST Pemuda Pancasila Kecamatan Dayeuhluhur, 1 SST HIPKAD dan 1 SST Mahasiswa IPB Bogor serta 1 SSK siswa siswi SMK, SMA dan SMP.

Dalam amanat Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman, S.STP,.M.Si, menyatakan bahwa program TMMD adalah wujud nyata Sinergitas dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah yang menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi.

Setelah membuka secara resmi kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Hanum, mewakili Bupati Cilacap, Syamsul mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0703/Cilacap yang melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Hanum Kecamatan Dayeuhluhur. Menurutnya, ini adalah wujud Kemanunggalan dan kebersamaan antara TNI dan Masyarakat. Harapannya adalah antara TNI dan Masyarakat bisa membantu percepatan pembangunan serta membantu percepatan mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita sadar Pemerintah Daerah tidak bisa serta merta menyelesaikan semua permasalahan karena memiliki keterbatasan anggaran ataupun keterbatasan  regulasi aturan yang kadang tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan masyarakat. Oleh karena itu adanya kegiatan TMMD ini salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalah yang tadi disebutkan," Ucapnya.

Wakil Bupati juga melihat,  masyarakat menyambut dengan baik dalam kegiatan TMMD ini. Hal ini adalah wujud bahwa ternyata kegotongroyongan itu masih banyak dan masih perlu bisa didorong lagi di masyarakat. "Melalui kegiatan TMMD, kita menggugah kembali semangat kegotongroyongan masyarakat dan secara bersama sama ikut membangun desa dan yang terpenting adalah percepatan pembangunan," Ungkapnya.

Demikian halnya yang disampaikan Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Afandi, S.I.P. Kepada awak media, Dandim menjelaskan bahwa untuk sasaran fisik dan non fisik di semua wilayah khususnya di Jawa Tengah beragam. Namun menurutnya yang paling penting adalah akselerasinya. Akselerasinya luar biasa karena untuk mencapai semua sasaran ini tidak bisa satu komponen saja.

"Pesan moral yang terbaik adalah kegotongroyongan dari mulai Pemda, Provinsi dan tidak lupa elemen lain juga ikut serta dan sangat banyak yang mendukung dalam hal ini BUMN, BUMD, Swasta, CSR dari semua Bank yang ada di Kabupaten Cilacap. Dan hal ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 1980 sehingga penyempurnaan tiap tahun ini sangat penting. Termasuk yang disampaikan oleh Wakil Bupati bahwa yang paling penting dalam kegiatan TMMD ini ada evaluasi dan pembelajaran," Jelasnya.

Dandim juga mengungkapkan bahwa setelah kegiatan TMMD Sengkuyung di desa Hanum ini adalah TMMD Reguler mewakili Kodam IV Diponegoro yang akan dilaksanakan di bulan Oktober-November di wilayah Kecamatan Bantarsari dan ini menurut Dandim artinya lebih besar karena menjadi episentrum yang akan ditinjau langsung baik oleh TNI AD, Pusterad maupun dari Mabes TNI.

"Hasil kerja nyata itu sudah pasti kita laksanakan bersama, kerja ikhlas, kerja terbaik pasti kita laksanakan. Tapi peran Media itu sangat penting untuk menyampaikan pesan baik itu pesan tujuan sasaran yang akan kita capai maupun nilai nilai non fisik yang harus kita blasting bersama di sini, jadi sangat penting kerjasama," Ungkapnya.

Pesan moral yang disampaikan Dandim dalam kegiatan TMMD di Dayeuluhur ini adalah setiap wilayah wilayah terluar itu adalah etalasenya Cilacap. Dan Dayeuhluhur itu menjadi etalase Cilacap dan hal ini harus kita kedepankan. Harapannya dalam kegiatan TMMD, selain tepat waktu, juga harus seimbang dan evaluasi kedepannya harus ditingkatkan ditahun berikutnya.

"Kita berdiskusi banyak bersama Bupati, Wakil Bupati dan teman teman dari DPRD, untuk pengadaan TMMD Sengkuyung yang kita laksanakan di Cilacap sistemnya harus sistem blok, jadi 3 tahun atau 4 tahun sebelum kita laksanakan, kita harus memploting daerah daerah atau kecamatan, desa yang ada di Cilacap ini yang mana yang harus kita kedepankan. Karena TMMD ini adalah bagian dari akselerasi pembangunan," Pungkas Dandim.

(/Sugeng)

Semarang,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pihaknya siap untuk terus mengawal seluruh kebijakan dari Pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang. Ia juga berkomitmen untuk memegang teguh amanat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dijadikan pedoman pelaksanaan tugas kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menyampaikan sambutan dalam Upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-76 di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/7/2022).

"Polri juga akan mendukung dan mengawal seluruh kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045," kata Sigit.

Dihadapan Presiden Jokowi, pejabat negara dan tamu undangan lainnya, Sigit pun mengungkap makna tersembunyi dibalik penentuan Tema HUT Bhayangkara ke-76 tahun ini. Adapun tema yang diusung adalah 'Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh'.

Semangat dari tema itu, dikatakan Sigit, yakni sebagai wujud dukungan dari Polri terhadap fokus kebijakan Pemerintah dalam melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan dukungan reformasi struktural untuk mewujudkan transformasi ekonomi.

"Sebagai upaya pemulihan ekonomi tersebut maka pemerintah harus menjaga kondisi perekonomian, dengan menerapkan strategi pemulihan ekonomi melalui kegiatan antara lain, hilirisasi industri, penyiapan 18 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, melanjutkan pembangunan infrastruktur serta program food estate yang tersebar di seluruh Indonesia untuk meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi, menciptakan ketahanan pangan dan energi," ujar Sigit.

Demi semakin mengoptimalkan dukungan tersebut, Sigit memaparkan bahwa, Polri juga juga telah membentuk satgasus, mulai dari pencegahan korupsi, satgas kawal investasi, satgas anti-mafia tanah. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memastikan pencegahan terjadinya potensi kebocoran pendapatan negara, serta mendorong iklim kemudahan dan kepastian berinvestasi. Bahkan, terkait kebijakan ketahanan pangan, polisi telah membentuk satgas pangan.

Selanjutnya, Sigit menyampaikan, Polri juga terus mengawal kebijakan Pemerintah soal gerakan nasional bangga buatan Indonesia. Yang dimana hal itu, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Terkait hal ini, Korps Bhayangkara menempati di urutan ketiga soal realisasi tertinggi Pemanfaatan dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Lebih dalam, Sigit juga menyatakan, saat ini, Polri terus melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi Indonesia dalam rangka memberikan pelayanan terbaik serta prima terhadap masyarakat Indonesia hingga titik terjauh. Penggunaan teknologi itu untuk mengurangi proses interaksi yang berpotensi penyimpangan serta meningkatkan PNBP melalui Polri.

Terkait pelayanan, kata Sigit, kini kepolisian juga fokus terhadap kelompok rentan seperti perempuan, orang tua, anak, lansia, dan kelompok disabilitas. Bahkan, Pusdokkes Polri juga telah dikembangkan untuk semakin mendukung peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat dan anggota Polri.

Dari segala upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Sigit menuturkan bahwa, berdasarkan survei Litbang Kompas pada akhir Juni menunjukkan bahwa 83,8 persen masyarakat menilai pelayanan kepolisian kepada masyarakat sudah baik.

"Polri juga berupaya mewujudkan satu data Polri untuk membangun sistem yang terintegrasi melalui pemanfaatan Artificial Inteligence dan big data kepolisian untuk mewujudkan pemolisian prediktif dan pelayanan kepolisian berbasis teknologi," ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Selanjutnya, dari segi reformasi birokrasi, Sigit mengungkapkan, Polri pada tahun ini masih mampu mempertahankan capaian positif soal laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama sembilan kali berturut-turut.

Dalam hal pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, Sigit menegaskan, Polri saat ini terus mengedepankan upaya pencegahan sesuai dengan pola pemolisian prediktif. Dalam hal ini, penegakan hukum dilakukan dengan prinsip-prinsip keadilan restoratif utamanya terhadap hal-hal yang mencederai rasa keadilan masyarakat kecil atau pencari keadilan lainnya.

Meski begitu, Sigit menekankan, Polri tidak akan ragu ataupun segan melakukan tindakan tegas terhadap seluruh tindak pidana kejahatan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia serta terhadap kejahatan yang meresahkan dan merugikan masyarakat.

"Dengan tetap melakukan penegakan hukum yang tegas sebagai ultimum remedium dengan berpedoman pada keadilan dan kemanfaatan hukum serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM)," tutup mantan Kapolda Banten tersebut.

Penulis: ARP

Cilacap,Sulutnews.com - Menindaklanjuti perintah Komandan Kodim 0703/Cilacap, Danramil 09 Kawunganten Kapten Chb Sutarman, S.H., beserta anggota melaksanakan kegiatan kerja bakti pembuatan jembatan darurat yang menghubungkan 6 Dusun di Desa Ujunggagak Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Sabtu (2/7/22).

6 Dusun diantaranya Dusun Cibeureum, Dusun Pelindukan, Dusun Karanganyar, Dusun Karangsari, Dusun Karangjaya dan Dusun Karangmulya. Kegiatan tersebut dilaksanakan dikarenakan jembatan sebelumnya mengalami kerusakan akibat terdampak meluapnya Sungai Cimeneng beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan diikuti oleh anggota TNI Jajaran Kodim 0703/Cilacap, BPBD, Pemuda Karang Taruna, Linmas dan Warga Desa Ujunggagak. Dalam kegiatan ini juga mendatangkan alat berat excavator dari BBWS Citanduy guna kelancaran pembuatan jembatan tersebut.

Kepada Awak Media, Kapten Chb Sutarman menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan ini menindaklanjuti arahan dan petunjuk pimpinan yang mana kegiatan TNI di wilayah harus menyentuh sendi sendi kehidupan masyarakat sehingga dengan adanya kegiatan perbaikan jembatan darurat, TNI harus turun langsung untuk membantu kesulitan Rakyatnya.

"Ini perintah dari pimpinan. Harapannya tentu setelah jembatan ini dibangun, nantinya bisa digunakan dengan sebaik baiknya oleh masyarakat, kemudian bisa mempererat tali silaturahmi khususnya warga Kampung Laut dan mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat," Jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ujunggagak Juwandi mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakatnya sering keluh kesah akibat rusaknya jembatan sungai Cibeureum sehingga akhirnya pemerintah desa bersama Pemerintahan Kecamatan, TNI dan berbagai pihak bersama sama menyengkuyung kegiatan kerja bakti ini untuk membuat jalan penghubung 6 dusun yang ada di desanya.

"Saat ini kita bersama TNI, Kecamatan Kampunglaut kerja bakti membuat jembatan darurat. Diantara 6 dusun itu, akses penghubung adalah jembatan yang kita bangun saat ini. Maka dari pemerintahan desa Ujunggagak mengupayakan dan mengajukan kepada pemerintah daerah supaya kedepannya bisa mewujudkan harapan masyarakat yaitu dibangunnya jembatan permanen," Ungkapnya.

Terkait anggaran, Kepala Desa Ujunggagak ini menjelaskan bahwa kegiatan ini atas swadaya dari masyarakat dan semua pihak yang telah menyumbang. Dan terkait keterlibatan TNI, Kepala Desa Ujunggagak ini juga mengapresiasi keterlibatan anggota TNI dari Jajaran Kodim 0703/Cilacap yang telah mendukung adanya kegiatan pembuatan jembatan darurat di Dusun Cibeureum Desa Ujunggagak.

"Pemerintah Desa Ujunggagak mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari TNI yang telah membantu menyengkuyung kegiatan ini,"Ucap Juwandi.

Camat Kampung Laut Heru Kurniawan, S. STP. MM, yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak yang telah datang membantu. Atas nama Pemerintahan Kecamatan Kampung Laut mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga dan semua pihak yang sudah terlibat dari kegiatan ini.

"Juga kepada Danramil 09 Kawunganten, BBWS Citanduy, Karangtaruna, Linmas. Terima kasih atas partisipasi kegiatan kerja bakti dalam perbaikan jembatan sungai Cibeureum ini," Ucapnya.

Dia mengungkapkan, akibat banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu, jembatan yang setiap hari dilalui oleh masyarakat ini, rusak dan roboh. Atas koordinasi BPBD dan semua elemen, saat ini bisa terlaksana dan bersama sama kerja bakti membuat jembatan darurat yang mana jalan ini satu satunya akses mempermudah masyarakat Dusun Cibeureum Desa Ujunggagak.

"Karena kalau tidak segera diperbaiki, warga harus memutar sekitar 14 Km. Untuk itu, kita patut bersyukur hari ini kita melaksanakan kerja bakti dengan harapan transportasi dan aktivitas bisa berjalan seperti biasa," Pungkasnya.(Sugeng)

Semarang,sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pendidikan taruna Akademi Kepolisian angkatan ke-53 'Arkana Satriadharma' di Semarang, Jawa Tengah. Mereka yang dinyatakan lulus tahun ini sebanyak 246 orang, yang terdiri dari 215 taruna dan 31 taruni.

Dalam sambutannya, Sigit menyampaikan, bagi yang meraih penghargaan dan prestasi, kedepan harus dipertahankan serta mengasah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya bagi yang belum mendapat kesempatan itu, prestasi akan bisa diukir ketika sudah bertugas sebagai prajurit Korps Bhayangkara.

"Saya harapkan prestasi terbaik selanjutnya bisa diukir dimanapun anda bertugas, selama anda melaksanakan dinas," kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta kepada taruna dan taruni, untuk terus mengembangkan potensi diri melalui Lifelong Learning dan Learning Under Pressure. Pasalnya, hal itu dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang dengan cepat dan tak menentu.

"Karena dua hal tersebut, Lifelong Learning dan Learning Under Pressure harus terus diasah dan dilakukan untuk membentuk diri menjadi pimpinan Polri yang tangguh, di masa yang akan datang," ujar mantan Kapolda Banten ini.

Lebih dalam, Sigit menekankan, para taruna-taruni, nantinya akan menjadi calon pemimpin yang harus selalu siap dalam keadaan apapun. Serta mampu mengawal visi untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

"Adik-adik taruna, menjadi seorang polisi adalah tugas yang sangat mulia, namun disisi lain kalian harus terus ikuti dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi lingkungan strategis yang terus berubah dan akan berdampak terhadap situasi kamtibmas," ucap Sigit.

Sigit menekankan, Indonesia dan negara lainnya sedang dihadapkan dengan dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian. Sehingga, Sigit berharap, calon perwira muda Polri ini mampu mengasah jiwa kepemimpinannya untuk bisa menjalankan tugas pokok ataupun lainnya.

"Jadi inilah gambaran tugas yang rekan-rekan akan hadapi, disamping anda semua melaksanakan tugas pokok kepolisian melindungi, mengayomi, melayani serta melakukan penegakan hukum," tutur Sigit.

Dalam menghadapi dinamika tersebut, kata Sigit, Pemerintah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Didalamnya, ada tujuh program prioritas nasional yang diharapkan bisa merubah pondasi ekonomi indonesia dari negara konsumen jadi negara produsen.

"Diharapkan dengan program yang ada, akan menjadi langkah bukan hanya out of the box tapi jump out of the box," imbuh Sigit.

Sigit mengungkapkan ada target capaian yang harus dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen, sehingga terlepas dari middle income trap.

"Ini adalah program kebijakan pemerintah dari hulu sampai hilir. Dan saya harapkan adik-adik belajar memahami hal-hal bersifat makro dan mikro," ungkap Sigit.

Kemudian dalam rangka mendukung RKP 2022, Polri memiliki konsep transformasi menuju Polri Presisi. Ia berharap gagasan tersebut benar-benar dilaksanakan, mengingat hal itu menjadi dasar dalam mengimplementasikan predictive policing

"Kita harus terapkan responsibilitas, bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab serta tuntaskan itu semua. Tentu responnya juga harus dilaksanakan dengan cepat sehingga masalah tidak menjadi besar. Begitu juga transparan, berkeadilan dan akuntabel. Terutama masalah hukum yang ciderai rasa keadilan masyarakat kecil. Ini tentunya menjadi tugas kita semua untuk bisa melaksanakan dengan baik, sehingga rekan-rekan semua dekat dan dicintai masyarakat," papar Sigit.

Sigit melanjutkan, salah satu hal yang kemudian bisa dilaksanakan adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan memanfaatkannya, diharapkan saluran pengaduan masyarakat bisa terlayani dengan lebih cepat. Karena teknologi memberikan ruang untuk itu. Disatu sisi dengan manfaatkan teknologi tersebut mengurangi interaksi sehingga bisa memperkecil risiko terjadinya penyimpangan.

"Para taruna atau perwira remaja terus kembangkan kompetensi diri sehingga nanti jadi polisi muda unggul profesional dan dapat diandalkan," jelas Sigit.

Mantan Kadiv Propam itu lalu menekankan tiga kompetensi. Kompetensi teknis, etika dan leadership. Kompetensi teknis menjadi hal yang harus dimiliki karena terkait pelaksanaan tugas pokok.

Misalnya di era teknologi informasi ini muncul kejahatan baru. Seperti robot trading, pinjol ilegal, cyber terorism dan tentunya ini membutuhkan kemampuan yang terus diasah. "Jadi bagaimana kedepan kalian miliki kemampuan tersebut. Kemampuan digital, bangun talent digital Polri dalam berbagai giat," ucapnya.

Selanjutnya kompetensi kepemimpinan, Sigit meminta untuk memahami dan melaksanakan bagaimana menjadi first line supervisor yang akan berhadapan dengan anggota dan masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Jadilah pemimpin yang bisa melindungi dan mengayomi.

"Turun langsung ke lapangan jangan biasakan memerintah. Mendengar apa yang terjadi dilapangan, dengar aspirasi masyarakat," kata Sigit.

Sementara terkait kompetensi etika, Sigit menyebut, hal ini juga sangat penting bagi personel kepolisian untuk dijadikan personal security system, atau melindungi serta mencegah dari perilaku menyimpang. Dengan adanya hal tersebut, taruna-taruni akan mampu membentengi diri dari segala bentuk godaan ataupun hasutan dari manapun untuk melakukan hal yang melanggar.

"Jadi hati-hati, empat tahun kalian laksanakan pendidikan dan kemudian terpeleset hal-hal seperti ini. Tanamkan, dimana pun bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang kita lakukan adalah bagaimana kalian, dimanapun bertugas bisa tunjukkan kalian adalah anggota terbaik. Calon pemimpin muda terbaik, dimanapun kalian berada. Sehingga kalian betul-betul bisa diterima oleh masyarakat," pesan Sigit

Ditengah situasi yang lebih kompleks saat ini, Sigit meminta, kepada taruna-taruni untuk berusaha menjadi pendengar yang baik. Pasalnya, Sigit menegaskan, Polri dewasa ini, bukanlah institusi yang anti-kritik. Perwira muda harus mampu mendengar dan menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Bahkan demi menyerap aspirasi masyarakat saat ini, dijelaskan Sigit, Polri melakukan pendekatan soft approach dan restorative justice khususnya untuk menangani permasalahan yang menciderai rasa keadilan masyarakat. Meski begitu, disatu sisi, Sigit menekankan, kepolisian tetap menindak tegas atau tidak kompromi terkait permasalahan yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Namun jangan ragu-ragu lakukan tindakan tegas terukur terhadap hal yang sifatnya menimbulkan potensi memecah belah bangsa, meresahkan masyarakat, menimbulkan korban masyarakat. Terkait peristiwa tersebut rekan-rekan harus lakukan tindakan tegas. Kita tetap harus junjung tinggi HAM, ikuti aturan yang ada secaea terukur. Karena memang diberikan kewenangan oleh negara. Namun demikian kewenangan tersebut harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan," papar Sigit.

Dengan melakukan hal tersebut, Sigit berharap, taruna-taruni Akpol akan menjadi pemimpin yang matang ketika visi Indonesia Emas 2045 tercapai. Sigit pun menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk mengabdi'.

"Artinya harapan besar dari pak Presiden tolong diterjemahkan dengan baik. Kalau anda bisa laksanakan tugas polisi dengan baik, yakinlah bahwa kalian juga tentunya akan mendapatkan posisi, akan mendapatkan kehormatan," tegas Sigit.

Disisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh taruna-taruni agar selalu siap ditempatkan dimanapun dalam bertugas. Hal ini sejalan dengan semangat ingin mewujudkan Indonesia sentris. Dimanapun ditugaskan, Sigit berpesan, untuk tidak mengeluh melainkan terus meraih prestasi untuk negara, institusi dan diri sendiri.

"Carilah tempat paling sulit karena disitu akan mendapatkan mutiara-mutiara. Kalian dapatkan pengalaman yang mungkin tidak semua mendapatkan dan itu bisa jadi fondasi bagi kalian. Dan kalian kumpulkan sehingga kalian siap pada saat nanti menjadi seorang pemimpin," imbau Sigit.

Tak lupa, Sigit mengingatkan kepada taruna-taruni untuk selalu menanamkan di dalam sanubari untuk selalu setia terhadap negara atau Satya Haprabu. Dalam hal ini, polisi siap mengawal seluruh kebijakan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya bangga kalau kalian bisa melakukan hal tersebut. Saya bangga apabila kalian bisa jawab tegas saya adalah anak negara, dan siap ditempatkan dimana saja. Jadi anda sudah siap untuk menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang," ujar Sigit.

Lebih jauh, Sigit berpesan kepada taruni Akpol, untuk terus mengukir prestasi. Mengingat, Polri saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi Polwan dalam menjalankan tugas, sebagaimana semangat kesetaraan gender di institusi Polri.

"Banyak Polwan yang sudah berpangkat jenderal kalian juga akan diberikan kesempatan jadi kepala satuan wilayah atau kapolsek, kapolres bahkan suatu saat kapolda. Ini tergantung bagaimana kalian bisa menemukan potensi kalian. Karena ada kelebihan dari polwan kita harapkan dapat melaksanakan tugas khusus terkait masalah kekerasan perempuan dan anak, posisi yang haruskan sentuhan humanis. Dan itu tentunya rekan-rekan taruni polwan miliki kemampuan lebih dibandingkan laki. Jadi terus kembangkan kemampuan kalian karena kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan prestasi," tutup Sigit.

Penulis: ARP