Jakarta

Jakarta (1169)

Jakarta,Sulutnews.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi terus menyiapkan pengamanan dalam pergelaran presidensi G20 yang akan digelar di Bali. Operasi pengamanan ini nantinya akan menjadi operasi terpusat yang akan melibatkan banyak stakeholders.

"Bapak Kapolri sudah memberikan arahan, bahwa operasi ini sifatnya adalah operasi kewilayahan sekarang ditarik menjadi demokrasi terpusat. Artinya beliau melihat satu potensi kesiapan yang jauh lebih besar yang harus kita laksanakan sehingga dapat mengangkat struktur organisasi ini menjadi operasi terpusat," kata Firman dalam keterangannya, Selasa, (27/9/2022).

Firman menuturkan, operasi ini disiapkan dari mulai kegiatan yang bersifat preventif seperti penjagaan-penjagaan, pengaturan, mencadangkan kegiatan yang bersifat kontingensi sampai dengan penanggulangan bencana. Semuanya akan dijaga sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan, keamanan tanpa adanya ketakutan di masyarakat.

Selain itu, dalam pengamanan ini Polri akan memanfaatkan teknologi yaitu kendaraan listrik baik roda 2 maupun roda 4. Pemanfaatan ETLE secara koordinatif dan kolaboratif menggunakan kamera-kamera di Bali juga dilakukan untuk bisa memantau setiap wilayah.

"Ini satu langkah besar menangani satu lalu lintas, bisa memanfaatkan kamera-kamera ini dengan banyak hal dengan pemantauan perjalanan bisa melihat kondisi traffic terdampak dari adanya rekayasa dari kegiatan yang dilaksanankan," ujarnya.

Untuk jumlah personel pengamanan, lanjut Firman, sudah ada standar operasional prosedur (SOP) baik pengamanan biasa hingga tamu VVIP. Bahkan, pihaknya sudah mulai melakukan pelatihan bersama dengan Paspampres (pasukan pengamanan presiden) untuk mengetahui bagaimana cara bertindak dalam melakukan pengawalan.

"Kami sudah melakukan survei seperti pada kegiatan sebelumnya yang sudah dilakukan, berapa personel yang harus di libatkan di titik-titik tadi dan seluruhnya dioptimalkan untuk kelancaran lalu lintas bersama, agar masyarakat tidak merasa terganggu," katanya.

Ia pun menjelaskan, beberapa hal yang menonjol yang mungkin dihadapi yaitu ada beberapa ruas jalan yang tidak cukup lebar di Bali. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat sekitar untuk tidak memarkirkan kendaraan di pinggi jalan pada saat tanggal-tanggal tertentu.

"Ruas jalan yang tidak mungkin dilakukan secara dua lajur berlawanan langsung akan di tutup sementara jadi sifatnya buka tutup di jalan-jalan tertentu," ucapnya.

Lebih lanjut, dalam pengamanan pihaknya akan melibatkan masyarakat dan Pemda guna melancarkan lalu lintas selama kegiatan KTT G20 mulai dari bandara, venue hingga tempat kepala atau pimpinan negara menginap.

"Dalam hal ini kami memberikan prioritas dan bukan mengorbankan masyarakat tetapi mempersilahkan tamu G20  agar nyaman dalam melaksanakan kegiatan tersebut," katanya.

Terakhir ia pun menyampaikan keberhasilan suatu operasi karena keterlibatan aktif seluruh stakeholder, termasuk masyarakat. Berbicara tentang lalu lintas, menurutnya masyarakat yang terlibat di dalamnya tentunya akan memberikan peran yang sangat besar ketika jalan itu menjadi jalan yang nyaman untuk dilalui.

"Bagaimana masyarakat ikut menyiapkan kegiatan ini dengan para pemilik kendaraan tidak memarkirkan kendaraan yang ada di pinggir jalan," katanya. (**/ARP)

Jakarta,Sulutnews.com- Penyesuaian harga BBM yang telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi suatu momentum penting untuk bisa lebih jauh mendorong adanya penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan dengan pemanfaatan sebaik-baiknya pada energi baru terbarukan (EBT).

CEO sekaligus Founder Baran Energy, Victor Wirawan menyatakan dalam sebuah keterangan tertulisnya pada bahwa pihaknya bahkan sudah bersedia untuk menjalin kerja sama, entah itu dengan swasta ataupun pemerintah dalam pengembangan energi alternatif berbasis EBT yang terkenal ramah lingkungan ini.

Diharapkannya, pemerintah ataupun swasta mampu memberikan edukasi yang sangat luas kepada seluruh masyarakat mengenai betapa pentingnya kesadaran akan lingkungan dan sangat menguntungkannya penggunaan energi alternatif, supaya ke depan masyarakat tidak lagi terlalu tergantung kepada penggunaan energi berbasis fosil saja karena memang persediaannya terbatas, selain itu juga sangat berpotensi merusak lingkungan.

Sementara itu, Kmenurut adishub Bali, Wayan Gede Samsi Gunarta,  penyesuaian harga BBM bisa mendorong perlahan agar masyarakat segera melakukan migrasi kendaraan pribadi berbasis BBM menuju ke kendaraan berbasis listrik yang jauh lebih ramah lingkungan.

Samsi Gunarta menambahkan bahwa Pemprov Bali tengah melakukan upaya untuk bekerja sama dengan Bank BPD Bali supaya bisa memberikan bantuan pembiayaan kepada masyarakat ketika hendak memiliki kendaraan listrik, sehingga migrasi ke transportasi ramah lingkungan benar-benar didukung sepenuhnya.

Menurutnya, ke depan, akan ada proyek kereta listrik yang saat ini tengah terus digodok wacananya dengan berbagai macam proses kajian yang komprehensif agar arahnya menjadi sangat jelas. Pasalnya, dia mengaku bahwa urgensi dari peralihan transportasi ramah lingkungan itu belakangan menjadi sangat terlihat nyata.

Pada kesempatan lain, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Harya S Dillon menyampaikan bahwa memang momentum untuk mulai beralih dan memperbesar penggunaan energi non-BBM menjadi lebih jelas setelah penyesuaian harga BBM dilakukan oleh pemerintah. Untuk bisa mencapai transisi tersebut maka harus disertai dengan kemauan politik yang sangat kuat.

Dirinya berharap supaya ke depan penggunaan energi non-fosil bisa benar-benar menekan subsidi energi yang selama ini dilakukan oleh pemerintah, termasuk juga mampu mengurangi impor BBM.

Harya menyatakan bahwa untuk tahap awal transisi energi alternatif, bisa dilakukan dengan migrasi ke Bahan Bakar Gas (BBG) berjenis Compressed Natural Gas (CNG). Pasalnya. Pembiayaan untuk menggunakan BBG ternyata jauh lebih murah apabila dibandingkan dengan pembiayaan kendaraan yang masih menggunakan BBM. (**)


[Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara]

Jakarta, Sulutnews.com – Dalam rangka mendukung upaya penanganan dan pengelolaan sampah organik di wilayah Siantan Hulu Pontianak, PT Elnusa Petrofin (EPN) anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) gulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Kegiatan CSR ini merupakan implementasi dari pilar Petrofin Pintar yang memiliki fokus pada pendidikan melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat.

Kegiatan ini digelar pada Senin, 19 September 2022 di Siantan Hulu yang merupakan wilayah ring 1 kantor operasional Elnusa Petrofin unit Integrated Terminal Pontianak. Pelaksanaan program CSR Budidaya Maggot BSF atau lalat hitam merupakan salah upaya dalam menjawab kebutuhan warga, dimana setiap bulannya warga Siantan Hulu menghasilkan sampah organik dan belum adanya penanganan khusus mengenai hal tersebut. Budidaya Maggot merupakan upaya alternatif untuk menjawab isu penanganan sampah secara cepat dan sebagai pendorong peningkatan ekonomi warga melalui hasil pengelolaan Maggot yang dapat dijual. Maggot adalah salah satu serangga yang dalam perkembangannya membutuhkan sampah untuk berkembang. Serangga ini mampu mengurangi sampah organik sebanyak 800 kg per bulan di Siahan Hulu.

Putiarsa Bagus Wibowo, selaku Head of Corporate Communication & BoD Support yang bertanggungjawab atas kegiatan CSR dan Sustainability Elnusa Petrofin menyampaikan bahwa “Pemilihan program CSR Budidaya Maggot BSF ini merupakan upaya Elnusa Petrofin dalam mendukung kebersihan di wilayah sekitar operasional dan juga dapat menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat Siantan Hulu. Selain itu, CSR Budidaya Maggot ini sebagai bentuk dukungan Elnusa Petrofin kepada PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya telah memulai kegiatan CSR terintegrasi melalui program Katana Pangeran (Kampung Tanggap Bencana, Penggerak Kesadaran Lingkungan) 27 di wilayah tersebut”, ungkap Putiarsa.

Program CSR Budidaya Maggot ini diperuntukkan untuk 40 kelompok warga yang telah terbentuk. Dengan memberikan bantuan berupa bibit, rumah produksi, hingga pemdampingan sampai warga Siantan Hulu mampu menjalankan Budidaya tersebut secara mandiri.

Bapak Wis Hardianto selaku Ketua RW 27 Siahan Hulu yang juga sebagai ketua Kampung Tangguh 27 mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Elnusa Petrofin atas bantuan yang telah diberikan. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga Kampung Tangguh 27, karena memang sampah menjadi salah satu permasalahan selama ini. Selain itu, program CSR ini pun menjadi kolaborasi antara Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga. Jadi kami bisa menjalankan langsung karena masih berkesinambungan”, ujar bapak Wis.

Dari sisi ekonomi, Budidaya Maggot ini diproyeksi mampu menghasilkan profit untuk kelompok masyarakat hingga Rp5.000.000,- (lima juta rupiah) per bulan. Untuk pangsa pasarnya sendiri telah tersedia, dengan hasil Budidaya Maggot akan dijual langsung ke pengepul. Maggot ini memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai pakan ayam, ikan maupun bahan komsumsi hewani lainnya.

Program CSR ini pun mendukung Sustainable Development Goal’s (SDG’s) khususnya poin 8 tentang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua. Juga poin 11 tentang membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

Dengan adanya kegiatan CSR Budidaya Maggot ini, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Dengan menghadirkan kelompok binaan perusahaan yang strategis, program ini menjadi bagian dalam pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.(*/Merson)

Jakarta, Sulutnews.com - Pencegahan korupsi dapat diperkuat dengan teknologi. Menyadari hal ini, PT Fatiha Sakti yang selama ini dikenal sebagai penyedia aplikasi pengelolaan SDM berpengalaman meluncurkan aplikasi Baktiku (baktiku.id) untuk meningkatkan disiplin sekaligus mencegah korupsi sedini mungkin di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia. Inisiatif ini disambut baik oleh berbagai instansi pemerintahan, antara lain Pemerintah Kota Ambon yang telah mengumumkan penggunaan aplikasi Baktiku pada HUT Kota Ambon ke-447 pada 7 September lalu.

“Korupsi dapat dicegah mulai dari hal-hal kecil, misalnya korupsi waktu,” kata Afia Fitriati, CEO PT Fatiha Sakti, “Dengan hadirnya aplikasi Baktiku kami ingin menunjukan bakti kami kepada Indonesia dengan menyediakan teknologi yang mampu mencegah korupsi sekaligus meningkatkan kinerja di kalangan ASN,” tukas Afia.

Inisiatif ini disambut baik oleh beberapa instansi pemerintah Indonesia, salah satunya adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon. Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-447, Pemkot Ambon mengumumkan penerapan aplikasi Baktiku untuk membangun disiplin kerja pegawai ASN di Kota Ambon.

Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan, “Kita mencoba membangun disiplin kerja ASN di lingkup Pemkot Ambon dengan kerjasama antara aplikasi Baktiku, Pemkot Ambon dan Korsup (Koordinasi & Supervisi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).”

Bodewin Wattimena melanjutkan, “Jika ada pegawai yang tidak masuk kerja, maka tunjangan langsung dipotong, karena terdata lengkap dalam aplikasi absen online (Baktiku). Sehingga disiplin ASN akan kita benahi, supaya insentif dapat kita berikan kepada pegawai sesuai kinerja mereka”.

Disiplin merupakan satu dari 9 nilai anti korupsi yang dirilis oleh KPK baru-baru ini. Dalam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dirilis oleh lembaga Transparency International di 2021, Indonesia masih menempati ranking bawah, yaitu rangking 96 dari 180 negara di dunia

“Kami berharap aplikasi Baktiku dapat membantu upaya pencegahan korupsi di lebih banyak lagi instansi pemerintahan dan dapat menjadi salah satu perangkat pencegahan korupsi di Indonesia,” kata Afia.(*/Merson)

Jakarta,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan penganugerahan juara lomba vocal group dan solo lagu rohani kristiani di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2022.

"Baru saja kita melaksanakan puncak penyerahan piala terkait dengan lomba untuk vocal group dan juga lagu solo dengan tema rohani untuk Indonesia," kata Sigit kepada awak media.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri pula oleh seluruh tokoh lintas agama. Menurut Sigit, acara tersebut juga merupakan wujud untuk menjaga dan mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

Sigit menegaskan, Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama dan adat istiadat. Keberagaman tersebut, ditekankan Sigit, merupakan satu kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam menghadapi segala bentuk tantangan serta rintangan bangsa yang ada.

"Ini merupakan bagian, dari upaya kita untuk terus membangun nilai-nilai persatuan, toleransi, keberagaman. Karena acara ini juga dihadiri seluruh elemen lintas agama sebagai bukti Indonesia ini beragam, namun kita selalu tetap satu dan ini jadi satu kekuatan kita," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan bahwa, kegiatan kerohanian seperti ini juga dijadikan momentum dalam rangka semangat perbaikan internal serta melakukan reformasi kultural di dalam institusi Korps Bhayangkara.

Sigit menjelaskan, dalam reformasi kultural, sisi rohani menjadi salah satu hal fundamental yang harus selalu tertanam di dalam jiwa dan sanubari seluruh personel Kepolisian maupun setiap insan manusia.

Dengan begitu, Sigit berharap, setiap anggota kepolisian yang menjalankan tugasnya, dapat menjadi sosok-sosok yang diharapkan maupun dicintai oleh masyarakat Indonesia.

"Dan ini juga merupakan bagian dari upaya kami untuk terus memperbaiki organisasi dalam bentuk reformasi kultural, kegiatan-kegiatan hari ini tentunya menjadi bagian upaya kita untuk memperbaiki. Mereformasi baik personel Polri, nilai-nilai yang terus harus kita tanamkan, sehingga semakin hari tentunya kita bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat," papar Sigit.

Lebih dalam, mantan Kapolda Banten ini mengungkapkan, kedepannya Polri akan terus menggelar kegiatan-kegiatan kerohanian lainnya demi terus menjaga persatuan, kesatuan serta keberagaman yang ada.

"Kami semua mohon doa dan dukungan kegiatan seperti ini akan kita laksanakan di waktu lain tentunya dari unsur religi dan agama yang ada di Indonesia sebagai wujud keberagaman, persatuan dan toleransi yang selama ini kita jaga dalam menjaga negara kita tercinta. Nilai Pancasila yang tertanam di hati kita semua," tutur Sigit.

Sebelumnya diketahui, Polri juga telah menggelar kegiatan penganugerahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) anggota Polri, pada Kamis 18 Agustus 2022. Acara itu diikuti 796 personel Polri dari 34 Polda.

Ketika itu, Sigit menyebut dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan terbentuk anggota Polri yang memiliki karakter akhlak dan bisa mewujudkan harapan menjadi anggota Polri yang presisi dan bisa dekat dengan masyarakat.

"Harapan kita dengan acara ini, tentunya akan terbentuk dan terpilih khususnya kader-kader SDM unggul yang memiliki karakter dan akhlak, yang tentunya kita harapkan bisa mewujudkan harapan kita menjadi Polri yang Presisi dan bisa dekat dengan masyarakat," kata Sigit. (**/ARP)

Jakarta,Sulutnews.com - Dalam rangka mendukung Latihan Praktek Pusat Pendidikan Kavaleri Komando Pendidikan Marinir (Pusdikkav Kodikmar) TA. 2022, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir (Yontankfib 2 Mar) mengerahkan Ranpur Tank  BMP-3F di Kolam Rampa Kesatrian Marinir Soetedi Senaputra, Karangpilang, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Kamis (22/09/2022).

Latihan ini diikuti oleh para siswa, Instruktur dan anggota tetap Pusdikkav Kodikmar dengan materi latihan mengemudi darat, mengemudi laut, embarkasi dan debarkasi dengan melibatkan pengawak Ranpur Yontankfib 2 Mar.

Hal ini selaras dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono agar senantiasa membangun Sumber Daya Manusia yang unggul dan profesional, serta untuk meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir (Danyontankfib 2 Mar) Letkol Marinir M. Isarisnawan, S.H., M.Tr.Opsla. menyampaikan, agar mendukung secara optimal dan berikan ilmu pengetahuan yang dimiliki agar bermanfaat guna meningkatkan profesionalisme prajurit. (**/ARP)

Jakarta,Sulutnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan pada beberapa pihak yang diduga sedang melakukan tindak pidana penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 10 tersangka dalam OTT Hakim Mahkamah Agung. Penetapan tersangka tersebut setelah KPK melakukan penyelidikan dan menemukan adanya peristiwa pidana sehingga mengantongi bukti permulaan yang cukup.

Ketua KPK Firli Bahuri menuturkan kronologi OTT terhadap hakim Mahkamah Agung tersebut. Menurutnya, penangkapan ini sebagai tindak lanjuti pengaduan dan laporan masyarakat, yang diterima KPK terkait dugaan adanya penyerahan sejumlah uang kepada Hakim atau yang mewakilinya terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung.

"Rabu, 21 September 2022 sekitar pukul 16.00 Wib, Tim KPK mendapat informasi adanya penyerahan sejumlah uang dalam bentuk tunai dari ES kepada DY sebagai representasi SD di salah satu hotel di Bekasi," kata dia dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Firli menambahkan, selang beberapa waktu, Kamis sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Tim KPK kemudian bergerak dan mengamankan DY di rumahnya. Dalam operasi itu, tim mengamankan uang tunai sejumlah sekitar SGD 205.000.

Adapun pegawai yang bersedia dan bersepakat ialah Desy Yustria (PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung) dengan imbalan pemberian sejumlah uang. Desy kemudian diduga mengajak Elly Tri Pangestu (Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung) dan Muhajir Habibie (PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung) sebagai penghubung penyerahan uang kepada hakim.

"DS (Desy Yustria) dkk. diduga sebagai representasi dari SD (Sudrajad Dimyati) dan beberapa pihak di Mahkamah Agung Agung untuk menerima uang dari pihak-pihak yang mengurus perkara di Mahkamah Agung," kata Firli.

Total uang yang diserahkan tunai oleh Yosep Parera dan Eko Suparno ialah sekitar SGD 202 ribu atau setara Rp 2,2 miliar. Uang kemudian dibagi-bagi:

  1. Desy Yustria menerima Rp 250 juta
  2. Muhajir Habibie menerima Rp 850 juta
  3. Elly Tri Pangestu menerima Rp 100 juta
  4. Sudrajad Dimyati menerima Rp 800 juta

"Dengan penyerahan uang tersebut, putusan yang diharapkan YP dan ES pastinya dikabulkan dengan menguatkan putusan kasasi sebelumnya yang menyatakan KSP ID pailit," kata Firli.

Merujuk situs MA, kasasi itu tercatat dengan nomor perkara 874 K/Pdt.Sus-Pailit/2022. Sudrajad Dimyati duduk sebagai anggota majelis bersama dengan Hakim Agung Ibrahim. Sementara Ketua Majelis dipimpin Hakim Agung Syamsul Ma'arif.

Dalam putusan pada 31 Mei 2022, kasasi atas kepailitan itu dikabulkan oleh majelis.

Lanjut Ketua KPK Firli, Kasus dugaan suap ini terungkap dalam OTT KPK sejak Rabu (21/9). Total ada 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni:

Penerima Suap

  1. Sudrajad Dimyati (Hakim Agung pada Mahkamah Agung)
  2. Elly Tri Pangestu (Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung)
  3. Desy Yustria (PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung)
  4. Muhajir Habibie (PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung)
  5. Redi (PNS Mahkamah Agung)
  6. Albasri (PNS Mahkamah Agung)

Para penerima suap dijerat Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP

Pemberi Suap

  1. Yosep Parera (Pengacara)
  2. Eko Suparno (Pengacara)
  3. Heryanto Tanaka (Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana)
  4. Ivan Dwi Kusuma Sujanto (Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana)

Adapun 6 tersangka yang ditangkap langsung ditahan penyidik. KPK meminta 4 tersangka yang belum ditahan untuk segera kooperatif dengan proses hukum, termasuk Sudrajad Dimyati. Keempatnya tidak termasuk yang diamankan dalam OTT, Kata Ketua KPK Firli Bahuri.

Disisi lain, Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedih harus menangkap hakim agung atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

"KPK bersedih harus menangkap hakim agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/9) kemarin.

KPK mengharapkan penangkapan tersebut menjadi yang terakhir terhadap insan hukum. "KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti, tetapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa, ternyata menjualnya dengan uang," ujar Ghufron.

Padahal, kata Ghufron, KPK sebelumnya juga telah memberikan penguatan integritas di lingkungan MA. Baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya.

"Harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar, jangan hanya 'kucing-kucingan'. Berhenti sejenak ketika ada penangkapan, namun kembali kambuh setelah agak lama," tambah Ghufron.

Sampai berita ini diturunkan, Belum ada pernyataan dari MA atau Sudrajad Dimyati mengenai kasus ini. Sebelumnya, juru bicara MA Andi Samsan mengaku masih menunggu keterangan resmi dari KPK.

(**/ARP)

Jakarta,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri syukuran perayaan Hari Ulang Tahun ke-67 lalu lintas bhayangkara (HUT Lantas) di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Dalam momentum tersebut, Sigit juga sekaligus meresmikan  salah satu program prioritas Presisi, yakni peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik nasional di 34 Polda jajaran Indonesia.

"Alhamdulillah bersamaan dengan HUT Lantas ke-67, kita selesaikan program prioritas kita yaitu ETLE nasional yang hari ini diresmikan di delapan Polda. Sehingga totalnya saat ini, sudah selesai di 34 Polda," kata Sigit.

Meski begitu, Sigit tetap meminta kepada seluruh jajaran Korps Lalu Lintas Polri untuk terus mengembangkan serta meningkatkan ETLE tersebut. Sehingga, kata Sigit, tilang elektronik tidak hanya berlaku di tingkat provinsi, namun juga harus diterapkan di wilayah kabupaten dan kota.

"Oleh karena itu, tentunya kita dorong para Kapolda dan Kapolres, untuk terus melaksanakan koordinasi. Sehingga, program ini betul-betul bisa tergelar sampai jajaran paling bawah," ujar mantan Kabareskrim Polri tersebut.

Tak hanya itu, pada kesempatan ini, Sigit turut meresmikan inovasi ETLE dalam bentuk Device atau Mobile Apps. Sehingga tilang elektronik tidak hanya bersifat diam atau statis, melainkan dapat bergerak secara dinamis di lapangan.

Menurut Sigit, terobosan inovasi tersebut sangat bermanfaat dalam memberikan pelayanan prima dan terbaik untuk masyarakat. Diharapkan dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi itu, angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir sekecil mungkin.

"Dan kemudian ini bisa dilaksanakan dalam kegiatan patroli. Khususnya di tempat-tempat yang rawan kecelakaan. Sehingga, kemudian harapan kita dengan peningkatan dan pergelaran ETLE ini angka kecelakaan lalu lintas, semakin hari atau dari tahun ke tahun kita harapkan makin turun. Karena kepatuhan, ketaatan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas makin baik dan ini tentunya akan menurunkan potensi kecelakaan lalu lintas," ucap Sigit.

Tak hanya dari sisi tersebut, Sigit menekankan, pengembangan basis teknologi informasi ini, diharapkan mampu menghindari terjadinya potensi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh jajaran Polantas.

Mantan Kapolda Banten ini memaparkan, polisi sabuk putih merupakan salah satu personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga, harus mampu memberikan pelayanan dan kinerja yang optimal bagi seluruh warga Indonesia.

"Tentunya dengan pengembangan teknologi informasi yang ada, layanan kepolisian akan semakin cepat, semakin baik. Tentu bagaimana upaya kita untuk semakin hari menghindari pelanggaran dan menampilkan jajaran lalu lintas yang menjadi salah satu etalase Polri yang selalu berinteraksi bersama-sama dan berhadapan dengan masyarakat. Sehingga, kedepan kita harapkan postur lalu lintas, yang mewakili etalase Polri, menampilkan sosok Polri yang tegas, wibawa, humanis, dan bersih. Namun di dalam pelayanannya tentunya semakin dekat dan dicintai masyarakat," papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit meminta kepada jajaran Korlantas Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Apalagi, saat ini Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan event internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Peran polisi lalu lintas menjadi salah satu yang paling sentral dalam memberikan pengamanan dan penjagaan kegiatan itu sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Dalam mengamankan dan memastikan Presidensi G20 berjalan lancar dan aman, Polri juga menyiapkan 91 Command Center. Pada pusat komando itu terdapat fitur-fitur yang terintegrasi posko pembantu Polda Bali dan BNDCC sebagai pusat kendali koordinasi, komunikasi, dan informasi.

Command Center itu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan fitur terdiri dari, monitoring CCTV, monitoring Drone, monitoring Body Worn, monitoring GPS Ranmor Patroli, sub monitoring center, Dashboard Polisiku, Dashboard 110, SOT Presisi, info BMKG dan Cuaca.

Lalu, Inarisk BNPB, monitoring kecepatan angin, prakiraan cuaca di Pelabuhan, pasang surut air dan tinggi gelombang, flight radar dan traffic marine.

"Body Worn Camera, saat ini terus kita kembangkan khususnya dalam kegiatan KTT G20. Ini untuk melengkapi pengawasan dan pengamanan, terkait dengan rangkaian proses pengamanan yang dilaksanakan oleh Polri. Disamping, tentunya ini bisa membantu melengkapi Mobile Apps yang disiapkan. Namun Body Worn tentunya kita lakukan untuk membantu tingkatkan pengawasan serta hal-hal lain yang dibutuhkan untuk pengamanan dan keselamatan," tutup Sigit. (**/ARP)

Jakarta,Sulutnews.com - Seminar Sekolah Sespimti Dikreg ke-31 dan Sespimmen Dikreg ke-62 Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/9).

Seminar kali ini mengangkat Tema “Penguatan Integritas Kepemimpinan Polri Guna Mendukung Reformasi Budaya Organisasi Dalam Rangka Membangun Kepercayaan Masyarakat”.

Seminar dilaksanakan usai peserta didik melaksanakan pendidikannya selama 7 bulan dengan diikuti peserta didik Sespimti sebanyak 121 orang terdiri dari 76 anggota Polri, 43 prajurit TNI, 1 peserta didik Kejaksaan Agung dan 1 peserta didik Kemenkumham RI.

Sedangkan Peserta didik Sespimmen sebanyak 225 orang terdiri dari 193 anggota Polri, 30 prajurit TNI dan 2 peserta didik mancanegara (Malaysia dan Filipina).

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa kinerja Kepolisian mendapatlam pengawasan berlapis, ditengah perbincangan publik. Butuh profesionalisme dan integritas harus ditanamkan sejak proses rekruitmen, hingga dalam menangani kasus secara efektif.

Peran pemimpin sangat penting, sebagai teladan dan memberikan semangat serta penanaman nilai sehingga menjadi berintegritas, profesional dan reformis.

"Perkuat pola pendekatan kultural, literasi hukum dan teritorial agar terbangun emosi persaudaraan, bangun agenda kebangsaan dalam semangat pluralisme," ungkapnya.

Perlunya Reformasi pada aspek kapabilitas dan kapasitas digital, tidak hanya untuk antisipasi dan menangkal serangan atau kejahatan siber.

"Menjadi duta-duta pembaharuan di tubuh Kepolisian, utamakan prinsip moralitas, kepatutan dan profesionalitas. Sehingga Polri mendapatkan legitimasi dari pihak yang dilayani, semakin dekat dengan publik," jelasnya.

Bukan hanya menjadi pengawas Polri, namun juga menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam amanahnya yang disampaikan oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, kehadiran Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma'ruf Amin dan pejabat negara lainnnya dalam seminar ini merupakan wujud dukungan pemerintah kepada Polri untuk semakin menguatkan integritas kepemimpinan, mendorong budaya organisasi serta membangun soliditas internal dan sinergitas eksternal, sehingga Polri makin mampu berkembang dan adaptif dalam mengatasi tantangan keamanan, mengawal kebijakan dan program pemerintah serta menguatkan kepercayaan masyarakat.

Dinamika tantangan lingkungan strategis untuk mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri.

Berurusan kuat dengan berbagai lompatan perubahan yang penuh dengan ketidakpastian dan kompleksitas. Pada saat Pandemi Covid-19 belum bisa dikatakan usai, pemerintah berfokus pada menjaga stabilitas negara pada seluruh sektor, baik makro maupun mikro. Juga disertai dengan meredam berbagai gejolak yang terdampak oleh krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan ditingkat global.

Penyampaian materi oleh 3 narasumber, mulai dari Jendral (Purn) Drs. Da'i Bactiar, P.S.M., A.O., Komjen Pol Andap Budi Revianto, S.I.K., M.H., dan Dr. Alex Denni, M.M., Ph.D. Kemudian ditutup dengan sesi Tanya Jawab.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Ketua Harian Kompolnas Dr. Benny Josua Mamoto, S.H., M.Si., Panglima TNI yang diwakili Aspers, Kasespim Lemdiklat Polri, Sesko TNI, Sesko AD, Sesko AL, Sesko AU, Kasespimti Polri dan Para Widyaiswara Sespim. (**/ARP)

Jakarta,Sulutnews.com - Polri memaparkan upaya maksimal melakukan pengamanan untuk menyukseskan event internasional Presidensi G20 di Indonesia. Dalam hal ini, Polri melakukan pengamanan operasi terpusat.

"Artinya operasi kepolisian yang diselenggarakan mulai dari Mabes Polri sampai ke tingkat kewilayahan di tinggkat Bali, NTB yang akan dilaksanakan selama 10 hari yaitu dari tanggal 7 November-17 November," kata Asops Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi, Rabu 21 September 2022.

Agung menyatakan bahwa, kepolisian menyiapkan sebanyak 5.746 personel. Polri tetap menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang di lapangan nantinya.

"Cadangan anggota kita yang siap sekitar 1.600. Menyiapkan kendaraan khusus untuk penanganan khusus, kapal, helikopter, dan kendaraan pengawalan," ujar Agung.

Meski begitu, Agung memastikan, Polri tetap bersinergi dengan pihak TNI, Paspampres, BNPB, Basarnas dan stakeholder yang lainnya.

"Sesuai dengan arahan bahwa KTT Presidensi G20 mendorong penyelenggaraan yang ramah lingkungan sehingga semua kendaraan yang digunakan adalah kendaraan listrik," ucap Agung.

Pengamanan dan penjagaan itu, dijelaskan Agung dilakukan untuk memastikan kedatangan delegasi dan Presiden untuk menghindari potensi adanya gangguan mulai dari bandara, jalur ke hotel, di area hotel dan di lokasi kegiatan KTT Presidensi G20 berlangsung sesuai dengan protokol dan prosedur pengamanan internasional.

"Kita membaagi dan melakukan pemetaan titik yang menjadi fokus pengamanan Polri dibagi dalam 5 kawasan: Seminyak, Jimbaran, Sanur, Nusa Dua Utara, Nusa Dua Selatan. Diprioritaskan karena semua kegiatan delegasi maupun presiden akan berlangsung di sana," tutur Agung.

Lebih dalam, Polisi juga akan menyiapkan strategi rekayasa di 10 ruas jalan. Bahkan, disiapkan 4.600 CCTV yang sudah terkoneksi ditambah 1.500 body worn untuk semua petugas yang ada di lapangan.

"Kita menyiapkan perlengkapan yang kita butuhkan mulai dari secdoor, X-Ray, kendaraan, kemudian kendaraan khusus untuk penanganan-penanganan khusus demikian juga sampai ke kapal kemudian helikopter yang kita siapkan maupun kendaraan dan pengawalan," papar Agung.

Kemudian, polisi juga mengantisipasi hal-hal yang kemungkinan bisa terjadi seperti bencana alam, kemudian ancaman yang tidak nampak seperti terkait dengan serangan cyber dan sebagainya. "Ini tentu sudah siapkan satgas untuk menanggani itu sudah kita bentuk dan kita akan siap untuk menanggani," tutup Agung. (**/ARP)