Jakarta

Jakarta (966)

Jakarta,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin pelepasan kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) bersepeda sejauh 508 Kilometer dari Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan hingga Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan pemecahan rekor MURI bersepeda ini masih dalam satu rangkaian dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-76 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2022 mendatang.

"Kegiatan ini untuk memecahkan rekor MURI dengan bersepeda sepanjang 508 Km, yang dimana titik start dimulai dari Lapangan Bhayangkara Polri dan akan berakhir finish di Akpol Semarang," kata Sigit di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini memaparkan, kegiatan pemecahan rekor bersepeda ini diikuti sebanyak 144 peserta, mulai dari Atlet sepeda nasional, anggota Polri, Bhayangkari hingga komunitas gowes di Indonesia. Dari ratusan pesepeda itu dibagi menjadi empat tim.

Diantaranya, terdapat tim Garuda dan Arjuna yang menjadi tim utama untuk menargetkan pemecahan rekor MURI. Ada juga tim Srikandi yang ikut bergabung dalam acara ini.

"Karena memang kegiatan ini diikuti oleh Atlet nasional dan juga gabungan dengan anggota Polri dan juga teman-teman komunitas yang hobi bersepeda," ujar eks Kapolda Banten tersebut.

Kegiatan yang menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-76 ini, diharapkan Sigit, juga dapat dijadikan kesempatan dan wadah bagi Atlet sepeda nasional untuk terus mempersiapkan diri guna menghadapi event-event kejuaraan nasional maupun internasional kedepannya.

Sehingga, kata Sigit, Atlet sepeda dapat melanjutkan ukiran prestasi yang bisa mengharumkan serta membanggakan nama Bangsa Indonesia di kancah internasional.

"Harapan kita kegiatan hari ini semakin menyemarakkan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara. Dan utamanya bagaimana ini kita gabungkan dengan program dari Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) sebagai bagian upaya kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mempersiapkan dan juga melatih terus-menerus Atlet kita, agar siap di dalam kejuaraan-kejuaran berikutnya," papar Sigit.

Tak lupa, Sigit menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut meramaikan kegiatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-76. Ia berharap, kegiatan ini sesuai dengan tujuannya, salah satunya, yakni memecahkan rekor MURI bersepeda.

"Terima kasih, atas seluruh peserta yang terlibat dari berbagai komunitas dan mudah-mudahan seluruh peserta bisa capai garis finish sesuai rencana yang sudah kita persiapkan," tutup Sigit.

Penulis: ARP

Jakarta,Sulutnews.com - Polri menggelar kegiatan malam apresiasi kreasi 'Setapak Perubahan Polri' di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli mendatang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, dalam kegiatan malam apresiasi tersebut, masyarakat dipersilahkan membuat kreasi dalam platform apapun.

Isinya, kata Dedi, peserta atau masyarakat diperbolehkan memuat konten kritik, saran ataupun aspirasi terhadap Polri.

"Kegiatan tersebut telah memberikan kesempatan dan ruang bagi seluruh masyarakat menuangkan kreasinya. Apapun isinya dipersilahkan, kritik, saran dan aspirasi ini akan dijadikan bahan evaluasi demi wujudkan Polri yang jadi lebih baik lagi," kata Dedi kepada awak media, Jakarta, Kamis (23/6).

Adapun dalam malam apresiasi kreasi 'Setapak Perubahan Polri' tersebut masyarakat dapat menyalurkan kreasinya melalui, film pendek, Vlog, TikTok, Blog, Infografis, fotografi kategori umum.

"Ada juga fotografi kategori jurnalis, menulis surat untuk Kapolri kategori SD, SMP, dan SMA," ujar Dedi.

Menurut Dedi, semua kreasi dan aspirasi peserta ditampung dan dinilai oleh dewan juri yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidangnya masing-masing.

Dedi berharap, dengan adanya acara ini, kedepannya dapat dijadikan bahan refleksi bagi organisasi Polri untuk semakin menjadi institusi yang didambakan serta diharapkan oleh masyarakat luas.

"Sebagaimana instruksi Pak Kapolri, Polri saat ini terus berkomitmen untuk menerima dan menyerap seluruh masukan dari masyarakat. Semua itu dilakukan demi menciptakan Polri yang dicintai dan diharapkan masyarakat," ucap Dedi.

Adapun daftar pemenang di masing-masing kategori lomba itu adalah;

A.Film pendek

Juara Pertama: Candra Bayu

Juara Kedua: Daffa Maulana Muhammad

Juara ketiga: Riki Khoerun

B.Vlog

Juara Pertama: Sefin Anggi

Juara Kedua: Try Sutrisno

Juara ketiga: M. Khairul

C.TikTok

Juara Pertama: Nidia Arestia

Juara Kedua: Yenti Winataria

Juara ketiga: Akbar Fahrezha

D.Blog

Juara Pertama: Nurul Mutiara

Juara Kedua: Citra Maulida

Juara ketiga: Aliyyah Mawaddah

E.Infografis

Juara Pertama: Faisal Yusuf

Juara Kedua: Lalu Renaldi

Juara ketiga: I Putu Hendra

F.Fotografi kategori umum

Juara Pertama: Erwin Kurniawan

Juara Kedua: Irhan Khoirul

Juara ketiga: Andi Suryanto

G.Fotografi kategori jurnalis

Juara Pertama: Denar

Juara Kedua: Agus Supratman

Juara ketiga: Suharto

H.Menulis surat Kapolri kategori SD

Juara Pertama: Siti Nabila

Juara Kedua: Andini Faiqah

Juara ketiga: Alvierro Burju

I.Menulis surat Kapolri kategori SMP

Juara Pertama: Carlo Benito

Juara Kedua: Gennaro

Juara ketiga: Alfiyatul Hana

J.Menulis surat Kapolri kategori SMA

Juara Pertama: Karel Dadimu

Juara Kedua: Arik Swardini

Juara ketiga: Hafizah Anjeli.

Penulis: ARP

Jakarta,sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri malam apresiasi kreasi 'Setapak Perubahan Polri' di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022) malam. Kegiatan ini masih dalam rangkaian memperingati Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli mendatang.

"Malam ini saya tentunya sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya teman-teman dan adik-adik, yang dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76, mau berpartisipasi untuk ikut di dalam berbagai kegiatan. Salah satunya komitmen kami melakukan perubahan, dengan tema setapak perubahan Polri," kata Sigit.

Dalam hal ini, Sigit menekankan, Polri selalu berkomitmen membuka dan memberikan ruang kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan ekspresinya baik itu kritik maupun saran.

Menurut Sigit, masukan, kritik dan saran dari masyarakat sangat bermanfaat untuk dijadikan bahan evaluasi demi mewujudkan Polri yang semakin dicintai dan diharapkan oleh seluruh masyarakat.

"Komitmen kami untuk membuka ruang, mendapatkan masukan dan kritik, mendengar aspirasi masyarakat. Supaya kita memiliki masukan untuk memperbaiki dan mengevaluasi institusi Polri. Kami yakin tidak bisa memperbaiki dan berbenah tanpa masukan dari masyarakat," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Adanya kritik dan saran hingga pujian dari masyarakat, dikatakan Sigit, hal itu akan diserap dan dijadikan energi positif untuk institusi Bhayangkara terus melakukan pembenahan serta perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga, semangat Polri Presisi dapat terwujud dengan sempurna.

Bahkan, Sigit menekankan, hasil karya dari peserta kreasi Setapak Perubahan Polri, agar dipasang dan dibaca. Sehingga seluruh personel Kepolisian dapat terus menyerap aspirasi dari apa yang diharapkan oleh masyarakat terhadap Polri.

"Hasil karya semua peserta tentunya dihimpun kita perbanyak, ditempel dan dibaca seluruh anggota Polri. Bahwa itu menjadi harapan, kritik, dan apresiasi masyarakat dan saya minta terhadap hal itu kita selalu komitmen untuk berubah menjadi lebih baik," ucap mantan Kapolda Banten ini.

Diakhir pernyataannya, Sigit menekankan, seluruh jajaran Kepolisian saat ini harus mendengar dan memperhatikan harapan masyarakat demi kemajuan dan kebaikan dari institusi Polri.

"Komitmen kita bersama adalah membenahi institusi dan insan Polri. Terima kasih, atas kerja sama dari dewan juri yang mau meluangkan waktunya, karena pesertanya ribuan, lumayan capek dan lelah. Bagi kami, ini merupakan apresiasi untuk mendukung Polri. Kami komitmen terus berbenah dan memperbaiki diri," tutup Sigit.

Penulis: ARP

Jakarta,Sulutnews.com - Polri menggelar kegiatan Nusantara Gemilang dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli 2022 mendatang.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, acara ini menggelar perlombaan pentas seni budaya yang multikultural menjadi ajang untuk membangun kebersamaan, keberbauran dan keakraban.

"Untuk menunjukan kebersamaan, keberbauran dan keakraban ini kepada masyarakat Indonesia dan dunia," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Menurut Dedi, kegiatan ini bermakna, lahirnya sebuah paduan kebersamaan dengan saling menghormati dan meyayangi serta menyelaraskan segala macam keberagaman lingkungan sosial budaya.

"Kehidupan masyarakat Indonsia yang berasal dari beragam latar belakang suku, budaya, agama, tradisi, pendidikan, ekonomi merupakan kodrat yang harus diterima oleh Bangsa Indonesia," ujar Dedi.

Pada hal ini, menekankan kepada karya dan kreatifitas yang berbasis seni dan budaya Indonesia yang menjadi ciri khas daerah masing-masing, seperti tarian nusantara, grup vocal atau grup musik nusantara, performing Art Nusantara dan unsur kreatifitas lain yang menarik, dibawakan ke atas panggung.

Dedi menuturkan, setelah melakukan seleksi tiap wilayah, 16 tim terpilih diterbangkan ke Jakarta untuk melakukan proses karantina atau pembekalan persiapan menuju Semi Final & Grand Final.

Kemudian, melakukan pembekalan/workshop pelajaran etika, olah tubuh, olah vocal, olah gerak, manajemen seni pertunjukan dan sebagainya. Dari hasil workshop tersebut akan digarap langsung oleh Denny Malik sebagai Creative Director untuk perform malam Grand Final (Kolaborasi Karya 30 Menit).

"Pada saat malam Semi Final & Grand Final peserta diharapkan membawa garapan kreatifitas yang baru selain proses seleksi wilayah, ditampilkan selama 3 sampai 5 menit Instrument musik dan pakaian dianjurkan untuk menunjukkan unsur keindahan dan kebudayaan tanpa menghilangkan asas kesopanan. Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaianbacara dari kegiatan Nusantara Gemilang," papar Dedi.

Selama karantina peserta akan dinilai prosesnya, akan ada juara tambahan untuk perorangan dalam etika dan kepribadian atau Juara Terbaik Peserta untuk Persahabatan dan Kepribadian.

"Kreasi 16 Tim Terpilih akan diunggah di channel youtube untuk bisa disubscript dan dilike oleh masyarakat, keluarga, kerabat, teman, penggemar peserta," tutup Dedi.

Penulis: ARP

Jakarta,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan audiensi dengan Dewan Pers Indonesia. Pertemuan ini dilakukan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

Dalam pertemuan ini, Polri bersama Dewan Pers Indonesia sepakat membuat Memorandum of Understanding (MoU) dan kerja sama program-program pertukaran informasi, sosialisasi dan edukasi mencegah polarisasi saat pemilu.

"Kita juga tadi membahas beberapa tantangan ke depan yang akan kita hadapi sehingga kemudian dibutuhkan kesepahaman terkait dengan pemberitaan, terkait juga dengan hal-hal yang saat ini dilaksanakan oleh Polri dan biasa dikenal dengan cooling system untuk mencegah terjadinya Polarisasi yang akan memecah belah persatuan anak-anak bangsa, yang biasanya muncul karena penggunaan politik identitas pada saat pemilu," kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan, dalam pertemuan ini antara Polri dan Dewan Pers sepakat untuk memberikan pendidikan literasi tentang bagaimana bersama-sama menjaga politik yang sehat.

"Karena ke depan tantangan kita akan menjadi semakin besar, kita butuh untuk mengurangi potensi-potensi perpecahan, dan ini selalu saya sampaikan setiap saat kita bertemu dengan seluruh elemen masyarakat, seluruh tokoh, khusus kali ini hal-hal tersebut jadi konsen kita," ujar Sigit.

Persatuan dan kesatuan, kata Sigit, sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi ketidakpastian akibat dampak global. Dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, maka Indonesia bisa menghadap situasi perkembangan global dan mempertahankan posisi dan eksistensi Indonesia di kancah dunia.

"Terima kasih atas kunjungan dari rekan-rekan dewan pers, dan kami akan terus bersinergi untuk melakukan hal-hal yang terbaik untuk dukungan kemitraan antara pers, rekan-rekan media dan kepolisian, karena kita sama-sama selalu berada di lapangan, bersama baik dalam situasi yang tentunya butuh keberadaan kita," ucap Sigit.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra menekankan, bahwa, dalam menghadapi Pemilu 2024, Dewan Pers dan Polri memiliki keinginan yang sama, yakni, menjaga kohesi sosial atau keutuhan sosial.

"Kita ingin masyarakat kita tidak terpecah belah, dan oleh karena itu kita di Dewan Pers berharap agar kawan-kawan media tidak memakai diksi-diksi yang memecah belah anak bangsa yang selama ini masih dipakai, kita harapkan itu tidak dipakai lagi," ucapnya dikesempatan yang sama.

Selain itu, Azyumardi berharap, adanya peningkatan kualitas jurnalistik dalam rangka menjaga dan mencegah terjadinya penyebaran berita hoaks atau informasi bohong yang dapat menyebabkan perpecahan bangsa.

"Oleh karena iitu, Dewan Pers bersama-sama dengan Polri ingin meningkatkan kualitas jurnalistik itu dan kita berharap pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang berdasarkan pada jurnalisme yang terverifikasi jadi bukan dilakukan oleh orang-orang yang menggunakan jurnalistik untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan ekonomi dan lainnya," tutupnya.

Penulis: ARP

Jakarta, Sulutnews.com - Dewan Pers berencana akan membuat Media Index Dewan Pers (MIND) sebagai bentuk meningkatkan kualitas literasi dan referensi media di Indonesia. Sehingga media-media akan bersaing sehat untuk membuat kontens yang berkualitas sesuai dengan nilai-nilai media.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro dalam Sosialisasi Pemeringkatan Dewan Pers sekaligus rencana pendirian MIND, yang dilaksanakan secara hybrid, Senin, 20 Juni 2022.

Sosialisasi Rencana pendirian MIND ini sendiri, dihadiri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan konstituen dewan pers lainnya.

“Manfaat MIND ini sendiri dapat memberikan penghargaan pada media yang bersusah payah mengurus verifikasi medianya, mengurus sertifikasi wartawan atau Uji Kompetesi Wartawan (UKW). Selain itu juga bisa menyampaikan data secara terbuka pada publik, termasuk pemasangan iklan, agency advertising, instansi sipil seperti pemerintah daerah dan instasi lembaga dan militer,” ucap Sapto.

“Keberadaan MIND ini nantinya akan sangat membantu media-media yang sudah terverifikasi maupun menghargai produktivitas media dan profesionalisme. Untuk memberikan informasi yang cepat sesaui konstektual, informasi yang banyak dan memiliki impresif di dalam produk literasi intelektual yang bisa meningkatkan kualitas demokrastisasi bangsa” urainya.

Beberapa pengurus SMSI yang hadir sangat mengapresiasi langkah Dewan Pers untuk pembentukan MIND ini. Karena penting bagi media-media yang terverifikasi dan memiliki literasi yang baik di dalam ekosistem dan produktivitas media di daerah. Karena media di daerah sangat kompleks permasalahannya. Serta dengan kehadiran Dewan Pers ini menegaskan bahwa verifikasi media menjadi penting bagi pemerintah daerah di dalam menjalankan kerjasama media.

“Media-media yang bekerjasama dengan pemerintah daerah harus memiliki kualitas serta berkontribusi terhadap penyebarluasan informasi daerah tersebut. Karena informasi yang disebarluaskan harus menjadi rujukan dan dipercaya oleh publik. dengan adanya MIND ini harus ada pengaruh terhadap media terverifikasi di daerah. Karena percuma media terverifikasi, kemudian memiliki kualitas yang baik dan analitik yang bagus, namun tidak mendapatkan tempat di pemerintah daerah. Yang kerjasama hanyalah media yang tidak hanya analitiknya sedikit, tidak terverifikasi, bahkan tidak terindeks di google” ujar Andi Aulia Arifuddin, Sekretaris SMSI Provinsi Gorontalo.

Para peserta berharap MIND ini segara direalisasikan dalam waktu dekat. Dan pastinya media-media yang menjadi konstituen dewan pers akan mendukung penuh regulasi dan inovasi terbaru dari kepengurusan Dewan Pers yang mau memecahkan masalah tentang media-media di Indonesia.(/Parmin)

Jakarta,Sulutnews.com - Polri menggelar kegiatan bakti sosial religi dan bantuan sosial (bansos) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76. Kegiatan tersebut digelar serentak di seluruh Provinsi Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, bakti sosial religi dilaksanakan pada tempat ibadah dan bantuan sosial diserahkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.

"Khususnya yang saat ini masih terdampak Pandemi Covid-19 dan ekonomi global akibat beberapa peristiwa global yang tentunya berdampak kepada terhadap situasi dalam negeri. Dan ini memang memerlukan sentuhan dari kita semua," kata Sigit saat melepas bantuan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2022).

Sigit memaparkan, bentuk bakti sosial religi tersebut dilakukan oleh seluruh personel kepolisian di Indonesia terhadap 11.000 rumah ibadah lintas agama, dengan melakukan bersih-bersih, pengecatan, hingga renovasi.

"Ini sebagai wujud komitmen kami untuk menjaga nilai-nilai toleransi, dan kebersamaan yang tentunya ini semua sudah tertuang di dalam pembukaan UUD 1945, di dalam dasar negara Pancasila dan di dalam Pasal 29 UUD 1945 tentang kemerdekaan beribadah bagi para pemeluk agama di Indonesia," ujar Sigit.

Dalam hal ini, Sigit menegaskan, Korps Bhayangkara terus berkomitmen akan selalu hadir untuk memberikan rasa aman dan tenang kepada seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadahnya.

"Tentunya Polri juga harus hadir untuk memberikan keamanan terhadap kegiatan ibadah, dan hari ini juga sebagai bukti wujud kecintaan kami kepada seluruh umat yang ada di Indonesia, Polri hadir bersama-sama dengan seluruh umat dari masing-masing agama," ucap Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri tersebut menekankan, dengan adanya bakti sosial religi ini diharapkan dapat menjaga nilai toleransi, rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan yang menjadi modal utama mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

"Kita jaga dan pertahankan sebagai modal dasar untuk membawa Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik, negara yang mampu mewujudkan misi Indonesia Emas di tahun 2045," ucap eks Kapolda Banten ini.

Sementara terkait dengan bantuan sosial, Sigit menyebut, pihaknya menyalurkan kurang lebih 200 ribu bansos dan masker ke seluruh Indonesia. Ia menekankan, kegiatan ini murni bentuk kepedulian dari Polri kepada masyarakat, sebagaimana semangat dari konsep Presisi.

"Dan kami ingin terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan Polri yang dekat dengan masyarakat, Polri yang melayani masyarakat dan Polri yang dicintai masyarakat. Kami selalu mohon doa apa yang menjadi cita-cita kami betul-betul kita laksanakan dengan sebaik-baiknya," tutup Sigit.

Penulis: ARP

Jakarta, Sulutnews.com - Dengan tegap Wanita berparas menawan ini berdiri dan berbicara di depan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahatir Mohamad.

Tak banyak kata pertanyaan singkat dengan sedikit diplomasi Bunda Julie mempromosikan Pariwisata NTT khususnya Komodo yang kini mendunia.

“Ijin Tun Mahatir. Saya dari Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan Komodonya. Saya ingin bertanya karena program Pak Gubernur adalah pariwisata, apakah ada tips-tips supaya Nusa Tenggara Timur bisa ada banyak kunjungan. Kunjungan bukan hanya ke Indonesia tapi ke Nusa Tenggara Timur,” tanya Julie Laiskodat ke Tun Mahatir.

Ini tidak ada urusannya dengan politik, tetapi ini urusan kesejahteraan. Politik menuju kesejahteraan masyarakat. Program Pak Gubernur (NTT) adalah pariwisata untuk mensejahterakan masyarakat. Sehingga kami minta tipsnya atau jaringan/koneksi yang bisa dibuka dari Nusa Tenggara Timur ke Malaysia,” sambung Julie.

Beberapa penggal kalimat ini terdengsr sederhana.Namun, jika disimak  punya makna  mendalam.

Karena   ia mempromosikan Provinsi NTT di depat publik. Dan yang ia lakukan tentunya murni dari hati seperti kalimat yang ia sampaikan kalau itu tidak ada hubungannya dengan politik.

Tentilinya karena dasar Kecintaan Bunda Julie Sutrisno Laiskodat terhadap Nusa Tenggara Timur tiada berkesudahan.

Istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini selalu mencari terobosan dan inovasi mengenalkan budaya dan pariwisata NTT ke seluruh pelosok daerah hingga mancanegara.

Ketua Dekranasda NTT yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem belum lama ini jadi perhatian khusus di arena Rakernas Partai Nasdem yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Saat itu, sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini menampilkan kekayaan budaya NTT. Bahkan yang paling anyar adalah Ia melakukan “diplomasi” kepada Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahatir Mohamad.

Tun Mahatir hadir pada Rakernas yang dihelat partai Nasdem sebagai pembicara kehormatan dihadapan puluhan ribu kader Nasdem Yang memadati Jakarta Convention Center. Ia secara khusus hadir pada Rakernas itu atas undangan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Dengan gaya khasnya, Julie Sutrisno Laiskodat meminta waktu untuk berdialog dengan mantan orang nomor 1 negeri Jiran itu. Disaksikan puluhan ribu kader Nasdem se-Indonesia, Julie Sutrisno Laiskodat memperkenalkan kekayaan wisata yang ada di NTT. Salah satu yang diangkat adalah Komodo.

Komodo merupakan hewan langka yang hanya ada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Kini, Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai destinasi wisata Super Premium oleh Pemerintah Pusat. Penetaan itu pun diikuti dengan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung dan dikawal langsung Presiden Jokowi.

Dari pertanyaan itu, Tun Mahatir pun kemudian menjawab pertanyaan Julie Sutrisno Laiskodat. Menurut Tun Mahatir, penduduk Pulau Komodo sudah sangat bijak. Bahkan saat ini ada yang sudah jadi Menteri. Sudah pasti Menteri akan memberi perhatian kepada Pulau Komodo. Pulau Komodo memiliki aset yang tidak dapat ditemukan di seluruh dunia.

“Aset itu saja bisa menarik pelancong (pengunjung) datang ke Pulau Komodo. Malaysia pada suatu ketika tidak ada apapun yang dapat menarik pelancong negara lain ke Malaysia. Kami (Malaysia) bukan seperti negara lain yang mempunyai barang atau bangunan lama. Malaysia tidak mempunyai apapun. Dan tidak ada sebab pelancong datang ke Malaysia,” kata Tun Mahatir.

Tetapi menurut Tun Mahatir, apabila diberin tugas kepada seorang Menteri untuk mengurusi kunjungan wisata. Menteri tersebut akan membangun konsep di mana-mana. Karena menurutnya, sesuatu yang dilihat oleh orang Malaysia adalah hal biasa, tetapi bagi orang lain adalah hal yang luar biasa.

“Contohnya orang Arab duduk di padang pasir dan tak ada hujan. Bila hujan, kalau orang Malaysia masuk ke dalam rumah, tapi orang di Arab bahkan keluar rumah. Malaysia banyak hujan. Malaysia begitu hijau, di Eropa bahkan Arab tidak ada tumbuhan hijau. Bahkan masih ada hutan,” kata Tun Mahatir.

“Jadi aset kita adalah keadaan di sekeliling kita. Orang-orang datang ke negara kita untuk lihat air laut yang jernih, hutan yang hijau. Kalau dikaji aset kita sangat banyak yang bagi kita adalah biasa, tetapi bagi pelancong dari negara lain adalah luar biasa. Kita gunakan aset itu,” tandas Tun Mahatir.

Bagi Bunda Julie, adalah sebuah kehormatan baginya yang didaulat memberikan pengalungan kain tenun khas NTT kepada sosok yang sangat berpengaruh di negeri Jiran Malaysia, Tun Mahatir Mohamad. Apalagi bisa melakukan dialog secara langsung dengan mengutarakan pertanyaan.

Pecinta sekaligus salah satu sosok yang ikut memperjuangkan tenun ikat NTT dikenal luas ke mancanegara ini merasa sangat bangga dengan kehormatan yang diberikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, serta seluruh kader Nasdem di arena Rakernas saat itu. Tak henti-hentinya dia mengutarakan rasa syukurnya.

“Puji Tuhan ini pengalaman sekaligus kado yang luar bisa,” Jelas Bunda Julie.

Reporter : Dance henukh

Jakarta,SulutNews.com - Kakorlantas Polri, Irjen Firman Shantyabudi baru saja memberlakukan larangan penggunaan sandal jepit saat berkendara sepeda motor.

Mengenai hal itu, Operasi Patuh 2022 mulai dilaksanakan pada hari senin yang lalu. Perilaku tersebut memang terlihat sepele, namun itu justru berdampak pada keselamatan bagi pengendara motor.

"Ini sudah komitmen kita mengajak masyarakat tentunya harus tertib dari diri kita terlebih dulu. Masyarakat membantu dengan memunculkan kesadaran, mengajarkan hal-hal yang baik untuk anaknya dan yang paling gampang itu (dari) orang terdekat" tutur Firman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 13 Juni 2022.

"Jadi jangan kasih contoh dikira anaknya nggak ngerti bapaknya bilang 'Deket aja Pak di situ, biar nggak pakai helm', naik motor pakai sandal jepit," sambungnya.

Menurut Kakorlantas tersebut, kebiasaan itu harus mulai dihilangkan. Karena sandal jepit tak dapat melindungi bagian kaki pengendara motor.

"Mohon maaf saya bukan me-stressing pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas," jelas Firman.

Selain itu, Firman juga mengatakan bahwa ia ingin kepolisian menciptakan rasa kesadaran bagi masyarakat agar meneladani perihal tertib dan keamanan dalam berkendara. Salah satunya dengan tidak menggunakan sandal jepit saat berkendara sepeda motor.

"Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada" ucapnya.

"Ini gunanya helm standar, pakai sepatu. Masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja. Itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas," terang Firman.

Operasi Patuh Tak Ada Tilang di Tempat

Operasi Patuh 2022 dimulai hari ini, Senin, 13 Juni 2022, hingga 26 Juni 2022. Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menyebut tak ada tilang di tempat selama pelaksanaan Operasi Patuh.

"Bahwa kita tidak menitikberatkan kepada operasi yang dilaksanakan secara stasioner di Jalan maupun mengejar target, menangkap tanda kutip, melakukan penindakan kepada para pelanggar sebanyak-banyaknya, tidak. Kita akan dieksistensi pada kegiatan operasi tahun ini dengan menggunakan teknologi E-TLE," kata Firman di Polda Metro Jaya.

Firman menambahkan kegiatan operasi tersebut akan menitikberatkan pada kegiatan edukasi dan juga preventif.

"Jadi kepada seluruh jajaran yang melaksanakan kegiatan operasi ini, kita menitikberatkan pada kegiatan edukasi dan preventif, kegiatan penegakan hukum akan kita laksanakan melalui kegiatan elektronik dan kegiatan teguran simpatik selama melakukan operasi di lapangan," tambahnya.

Selain itu, operasi ini digelar untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada para pengguna jalan. Selain itu, tujuan ini nantinya diharapkan bisa membentuk budaya tertib berlalu lintas dari masyarakat.

"Tujuan utama operasi patuh yang dilakukan tahun 2022 ini adalah untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan kita tidak ingin terjadi aset aset bangsa harus kehilangan nyawa di tengah jalan," kata dia.

"Dan tujuannya itu terbentuknya budaya tertib lalin dan sekaligus perlindungan penyelamatan terhadap aset anak bangsa. Cukup sudah korban yang ada di Jalan, hanya karena dimulai dengan ketidaktertiban itu sendiri," pungkasnya.

 (M. Alghifari)

Jakarta, Sulutnews.com - Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Joko.P. Putranto secara resmi membuka latihan penanggulangan teror yang dilaksanakan oleh Koopssus TNI serta melibatkan Satuan Gultor TNI dari Satuan 81 Kopassus, Denjaka TNI AL dan Satbravo Kopasgat.

Acara pembukaan latihan dipusatkan di Lapangan GOR A. Yani Denma Mabes TNI Cilangkap, Selasa (14/6/2022).

Latihan Satgultor TNI akan berlangsung dari tanggal 15 s.d 17 Juni 2022 dalam bentuk Gladi Posko dan pada tanggal 21 Juni 2022 dilanjutkan Gladi Lapang yang akan berlangsung di Kawasan Ancol Jakarta Utara dan Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Mayjen Joko Putranto dalam amanatnya menyampaikan, agar peserta latihan memanfaatkan kesempatan latihan bersama ini untuk memantapkan koordinasi, kolaborasi dan kerjasama antar satuan sehingga saat ada panggilan negara untuk tugas-tugas penanggulangan terorisme dengan segera dapat menjawab tantangan tugas tersebut dengan cepat dan berhasil.

Latihan Satgultor TNI tahun 2022 ini sekaligus menjadi ajang Latihan bersama Satgultor TNI sebelum digelarnya pertemuan KTT G 20 di Bali pada bulan Nopember 2022 mendatang.

Penulis: ARP