Sulutnews

Sulutnews

Manado, Sulutnews.com – BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

"Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," kata Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Cabang Manado BPJS Kesehatan Angla Pelealu, Selasa (16/04).

Menurut Angla, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh Kantor kabupaten/Kota, sehingga masing-masing Kantor Kabupaten/Kota bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Angla.

Angla mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Angla juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ucap Angla.

Angla juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Ia mengatakan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, semoga pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," imbuh Anga.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang 6 Kabupaten/Kota (Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepl. Sangihe, Kabupaten Kepl. Sitaro, Kabupaten Kepl. Talaud) terdapat 233 FKTP untuk kapitasi dan 39 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Manado adalah sebesar Rp.198.035.302.527.00 sepanjang bulan April 2019.(/Stevanus)

Informasi lebih lanjut hubungi:  Twitter      : @BPJSKesehatanRI

Humas BPJS Kesehatan  Instagram     : @bpjskesehatan_ri 

BPJS Kesehatan Kantor Pusat  Facebook     : BPJS Kesehatan 

+62 21 424 6063  Youtube     : BPJS Kesehatan

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  Kompasiana  : BPJS Kesehatan

Website :www.bpjs-kesehatan.go.id  Kaskus      : bpjskesehatan

Bintan, Sulutnews.com - Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338 hektar ini mempu menyedot wisatawan mencapai 180 ribu wisatawan asing dan wisatawan lokal.

Menurut CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay, wisatawan lokal yang berkunjung ke Treasure Bay, tidak hanya dari wilayah kepri saja, namun banyak dari Jawa Barat, Jawa Timur dan sejumlah provinsi di Indonesia.

"Sekitar 25 persen dari pengunjung Treasure Bay ini merupkan wistawan asing. Jumlah kunjungan pada 2018, naik cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Untuk satu kawasan wisata, pertumbuhan pengunjung Treasure Bay cukup fantastis, apalagi usia Treasure Bay ini baru 2015 lalu dibuka. Kami optimis angka kunjungan akan terus meningkat pada tahun ini dan tahun depan," sebut CK Fong di sela-sela berkunjung ke Rumah Bahagia Lansia di Kelurahan Kawal, Bintan, Kamis (18/4/2019).

Saat ini, kata CK Fong, objek wisata Treasure Bay sudah dilengkapi dengan 200 kamar hotel. "Awalnya kita bangun 40 kamar dan hingga saat ini sudah 200 kamar yang beroperasi. Sampai saat ini, nilai investasi kita untuk sektor witasa treasure bay sudah sekitar 50 juta Dolar Singapura (setara Rp519 miliar dengan kurs Rp10.380)," kata CK Fong di sela-sela penyerahan program CSR bersama komunitas CB motor.

Karena potensi wisata yang cukup baik, lanjut CK Fong, tahun ini kita akan bangun 200 kamar hotel lagi serta sarana pendukung lainnya dengan tambahan investasi 50 juta Dolar Singapura. "Target kita 200 kamar penambahan ini sudah beroperasi pada 2020 mendatang," sebutnya.

Ketika disinggung tentang alasannya berinvestasi di Pulau Bintan, CK Fong menyebutkan, selain Bintan lokasinya sangat straregis karena berbatasan dengan sejumlah negara tetangga, juga proses perizinannya yang sederhana serta kondisi keamanannya yang cukup baik.

CK Fong juga menceritakan program pihak Treasure Bay terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan yang sangat mendukung terhadap keberadaan Treasure Bay. "Sebagai tanggungjawab kami membina lingkungan melalui Corporate Social Responsibility (CSR), kami rutin melakukan penanaman mangrove bekerjasama dengan berbagai komunitas kepemudaan dan masyarakat setempat, serta membantu membagun sejumlah masjid sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dan sekarang, saya datang ke Rumah Bahagia Lansia ini bersama komunitas CB Motor. Program ini kami namai ride for life, untuk berbagi rasa dengan orang tua-orang tua kita yang tinggal di Rumah bahagia lansia ini," ucap CK Fong.

Dalam kunjungan ke rumah bahagia itu, sejumlah petinggi Treasure Bay grub juga hadir.

"Selain Treasure Bay, ada juga dari pihak pengelola Hotel The Canopi dan Diamont yang juga masih satu grub dengan Treasure Bay dan lokasi kami berdampingan di Kawasan Wisata Lagoi," beber CK Fonk.(/SMSI)

FER: Mustahil Satu Partai Rebut Empat Kursi

Manado, Sulutnews.com - Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Utara, Felly Estelita Runtuwene (FER) kian optimis dengan hasil akhir perolehan suara partainya pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Kepada wartawan, FER yakin partainya akan meraih dua kursi untuk DPR RI. Apalagi dengan kondisi politik di daerah kabupaten/kota. Dimana Nasdem memiliki lima kepala daerah, yakni Minut, Bitung, Manado, Bolmong dan KK, plus satu daerah, Kabupaten Talaud yang sedang menunggu pelantikkan.

“Sebagai politisi, menyikapi kondisi yang ada, tak ada satu partai pun yang dapat meraih empat kursi. Sehebat apapun partai itu, tak akan mampu meraih kursi sebanyak itu. Tapi kami optimis, Partai Nasdem akan bisa meraih dua kursi,” tambah dia.

Ia mengatakan, bahwa partai-partai lain di luar partai besar juga akan meraih suara. Seperti Demokrat, Partai Hanura, PKPI, PKB, PPP, PKS dan PBB. Pun dengan partai-partai baru, seperti Perindo, PSI, Berkarya dan Garuda.

“Pasti partai-partai di luar partai-partai besar atau partai yang akan meraih suara terbanyak, juga akan meraih puluhan ribu suara. Jadi kalau nanti ada partai yang mengklaim empat kursi, itu sangat tidak mungkin,” tanda FER.

Menurut dia, pihaknya siapapun bisa meng-klaim, tapi harus ada dasar yang kuat. Karena kata FER, akan sangat mudah bagi siapapun untuk menghitung perolehan suara dan kursi untuk DPR RI.

FER juga mengapresiasi masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya.

“Saya bangga kepada masyarakat Sulut yang sangat antusias datang ke TPS untuk memilih. Ini tandanya masyarakat kita menginginkan perubahan terjadi untuk negeri ini,” kata FER, seraya menambahkan agar masyarakat ikut mengawal hasil Pemiluagar Pemilu ini benar-benar bersih dan sesuai dengan aturan yang ada.

Partai Nasdem sendiri, kata FER sangat all out dalam melakukan pengawasan dengan menyertakan saksi-saksi di setiap TPS.

“Kami ingin mengawal Pemilu legislatif dan presiden, agar berlangsung aman dan damai serta bersih. Semua kami pantau, agar tidak ada kecurangan saat perhitungan suara plano C1,” tegas dia lagi.(/Josh Tinungki)

CIMAHI, Sulutnews.com - Hutomo Mandala Putra (HMP), ketua umum Partai Berkarya, berjanji secepatnya mewujudkan program gerobak sembako secara nasional. Program tersebut merupakan program Partai Berkarya  bekerja sama dengan Toko GORO sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan usaha kecil dan menengah.

"Gerobak seharusnya tidak sekadar jual gorengan, tapi sembako," kata putra bungsu almarhum Presiden Soeharto yang akrab dipanggil Tommy Soeharto saat penyerahan seratus gerobak kepada pedagang sembako di Cimahi, Jawa Barat, Senin 1 April 2019.

Tommy Soeharto berharap gerobak bermanfaat banyak bagi peningkatan pendapatan pedagang. Gerobak tidak lagi digunakan menjual gorengan, tapi sembako yang dipasok PT Goro.

Pemberian gerobak adalah bagian dari komitmen Partai Berkarya membantu usaha kecil dan menengah. Program lain Partai Berkarya adalah membangun ekonomi rakyat dengan kearifan lokal dan membangun ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal di desa-desa.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke desa-desa di Jawa Barat, Tommy Soeharto bersama masyarakat menggelar panen raya di petak sawah yang diberi bantuan pupuk bregandium teknologi hypernano. Hasil panen di petak sawah percontohan memperlihatkan produksi padi meningkat 30 sampai persen.

Berbicara di depan kader, calon legislatif (caleg), simpatisan, dan relawan Partai Berkarya di Cihami, Tommy Soeharto meminta masyarakat menempatkan caleg partai yang dikomandaninya di DPR RI periode lima tahun ke depan. Caranya, pilih caleg Partai Berkarya.

"Kami mohon doa dan dukungan agar Partai Berkarya bisa lebih maju. Cimahi menjadi kota lebih maju, dengan rakyat lebih makmur," ujar Tommy Soeharto, yang disambut antusias massa di kota Cimahi.(/SMSI)

JAKARTA, Sulutnews.com – Hafiz Nuraldin Benjamin, calon legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) Bangka Belitung, mengatakan program transmigrasi harus kembali digalakkan agar pemerataan pembangunan berkelanjutan.

“Di era almarhum Presiden Soeharto, transmigrasi membuat pembangunan tidak terpusat di Pulau Jawa dan kota-kota besar,” kata caleg milenial Partai Berkarya ini.

Transmigrasi, masih menurut Hafiz, sangat penting karena banyak sumber daya alam di daerah terpencil tak tergarap. Situasi itu, lanjutnya, terlihat di kampung halaman orang tuanya di Bangka Belitung.

“Sumber daya alam Bangka Belitung luar biasa tapi lambat berkembang, salah satu potensi yang lambat berkembang adalah pariwisata,” Ujarnya

Hafiz — yang akan bertarung di Bangka Induk, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung Timur, dan Kota Pangkal Pinang — memutuskan bergabung dengan Partai Berkarya karena visi dan misi partai besutan Tommy Soeharto itu sesuai dengan dirinya.

“Partai Berkarya mengusung cita-cita luhur almarhum Presiden Soeharto yaitu membangun Indonesia sebagai negara mandiri dan dihormati,” ujar pria kelahiran 1987 itu.

Menurut Hafiz, Pak Harto — telah berjuang untuk negara indonesia dan hal itu yang menhadi semangat Partai Berkarya dengan meneruskan cita-cita Pak Harto membangun Indonesia lewat ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal.

“Perhatian Partai Berkarya terhadap petani juga patut diapresiasi,” kata Hafiz.

Sedangkan kritiknya terhadap pemerintahan saat ini, Hafiz melihat pembangunan dalam lima tahun terakhir tanpa perencanaan matang. Di era Soeharto, pembangunan lima tahun terencana dengan baik dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Menjawab pertanyaan wartawan soal politik uang, Hafiz berjanji akan membuktikan bahwa politik tidak selalu uang. Ia yakin akan terpilih tanpa harus menebar uang ke masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk kritis melihat program yang ditawarkan partai, sebelum menentukan pilihan.(/SMSI)

JAKARTA, Sulutnews.com - Mardiana Indraswati, calon legislatif Partai Berkarya daerah pemilihan Jawa Timur VII nomor urut satu, mengatakan masyarakat berharap program-program kerakyatan Pak Harto kembali dimunculkan.

"Saat sosialisasi ke masyarakat Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, saya merasakan hal itu," kata perempuan berusia 58 tahun ini saat ditemui di markas Partai Berkarya di Jalan H Agus Salim 98, Jakarta, Senin 25 Maret 2019.

Sebelum bergabung dengan Partai Berkarya, Mardiana adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan dua periode duduk di Komisi VI DPR RI. Di dua Pemilu sebelumnya, Mardiana mengoleksi 76.618 suara.

"Masyarakat Trenggalek, Magetan, Pacitan, dan Ponorogo, telah mengenal saya," kata Dosen Universitas Islam Bandung (Unisba) yang aktif membina usaha kecil dan menengah (UKM).

Mardiana punya alasan kuat untuk bergabung dengan Partai Berkarya. Tahun 1997 ia diundang Presiden Soeharto ke Istana Bogor untuk menerima penghargaan sebagai Penggerak UKM Teladan. Menurutnya, Presiden Soeharto sangat peduli terhadap pengembangan UKM dan pertanian.

Kini, lanjutnya, Partai Berkarya menawarkan konsep baru pengembangan UKM. "Ada bukti nyata yang diperlihatkan, yaitu dengan membuka usaha Goro Dayung," ujarnya. "Sudah lama saya menginginkan pengembangan usaha seperti ini."

Nama Goro Dayung terinspirasi dari usaha pemenuhan kebutuhan sembako di rumahnya Jl. Dayung,  Kecamatan Arcamanik, Bandung. Usaha ini dirintis Mardiana sejak tahun 1990-an. Ia berencana mengembangkan Goro Dayung di berbagai daerah termasuk dua di Jawa Timur.

"Usaha retail Goro Dayung ini 75 persen merupakan posko UKM yang di dalamnya menyajikan sembako dengan melibatkan puluhan pemasok di tingkat petani, dan peternak di level ekonomi mikro," kata Mardiana.

Melalui Goro Dayung, Mardiana juga rutin mengikuti pameran ke Eropa. Dia membawa sejumlah pengusaha UKM yang di Dapilnya, tanpa membebani pemerintah daerah. 

Salah satunya adalah makanan sehat alami Cincao Hitam Powder yang berasal dari daun cincao atau Janggelan (Messona Palustris)

"Saya akan bikin pabrik cincao sama mbak Mamiek dan menciptakan peluang lapangan kerja  di daerah pemilihan saya," Mardiana mengakhiri.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Hence Carlos Kaparang, calon legislatif (caleg) Partai Berkarya daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta I, mengatakan caleg partai bentukan Tommy Soeharto harus bisa membuat dan menjalankan program untuk membantu masyarakat, dan tidak hanya saat kampanye. Ia juga mengkampanyekan hukuman mati untuk para koruptor.

“Bikin saja program sederhana, tapi dijalankan,” ujar pria Manado kelahiran Banda Aceh, 5 Desember 1975, saat ditemui di kediamannya di Jl Rasamala, tidak jauh dari rumah Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut.

Carlos, panggilan akrab orang dekat Keluarga Pak Harto ini, menawarkan program sederhana kepada calon pemilihnya di Jakarta Timur. Yaitu, bantuan bergulir untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti modal usaha kecil, biaya rumah sakit, bayar uang sekolah, biaya nikah, dan khitanan.

“Saya akan jalankan program ini jika saya terpilih nanti, dananya berasal dari 50 persen gaji saya setiap bulan,” ujar lelaki yang pernah tergabung dalam Partai Pemuda Indonesia (PPI) dan menjadi partisipan Partai Karya Republik (Pakar) besutan Arie Sigit.

Sejak masuk Partai Berkarya dan menjadi caleg untuk Dapil DKI Jakarta I, Carlos mendirikan Rumah Aspirasi di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Carlos selalu hadir di sini, untuk berbincang dan menyerap aspirasi masyarakat.

Kebiasaan yang dimulai jauh hari sebelum kampanye membuatnya mantap melangkah bersama Partai Berkaya untuk melayani masyarakat. Terlebih, dia tahu tidak seluruh masyarakat terlayani oleh pemerintah.

“Jika saya terpilih dan pemerintahan mendatang tidak berpihak ke masyarakat, saya siap menjadi oposisi,” tegas Carlos

Carlos, yang notabene anak tentara yang memilih menjadi pengusaha bengkel mobil dan terjun kedunia politik.

Carlos menambahkan yang sangat penting bagi pembangunan bangsa adalah penegakan hukum dan perlunya hukuman maksimal bagi para koruptor. Ia akan mengkampanyekan perlunya hukuman mati bagi para koruptor.

“Jika masyarakat tidak setuju dengan hukuman mati untuk para koruptor, jangan pilih saya,” Tukas ayah tiga anak dari perkawinannya dengan Louise Sari Herianty.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com – Nurfitria Farhana, calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Berkarya, berharap ada wakil majelis taklim di parlemen hasil Pemilu 2019.

“Saya melihat majelis taklim dirangkul oleh partai-partai politik hanya saat event politik saja, tidak ada jaminan dari partai-partai, terutama yang merangkul, mengangkat aspirasi majelis taklim,” ujar perempuan Betawi putri almarhum Prof. Hj. Tutty Alawiyah ini

Nurfitria, demikian perempuan kelahiran Jakarta 18 Januari 1968 dipanggil rekan-rekan dekatnya, tercatat sebagai caleg daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri. Ia akan bertarung dengan politisi senior Hidayat Nur Wahid, Biem Benjamin — putra seniman Betawi Benjamin S, dan sejumlah nama dari partai lain.

Sehari-hari, Nurfitria bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial Ia aktif sebagai ketua di organisasi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) DKI Jakarta. Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) didirikan Hj. Tutty Alawiyah tahun 1981. Tahun 2016, BKMT memiliki 15 juta anggota se Indonesia, yang 90 persen wanita.

“Majelis taklim, dan kelompok-kelompok pengajian, terkadang dianggap sebelah mata,” kata ibu tiga anak yang belum pernah terjun ke politik ini.

Lebih lanjut Nurfitria mengatakan bahwa Majelis Taklim adalah kelompok masyarakat akar rumput, kelompok inilah yang ada di hampir semua permukiman di kota maupun desa. Namun selama ini majelis taklim tak punya sosok yang memperjuangan aspirasinya di parlemen.

“Saya akan buktikan majelis taklim dan kelompok pengajian adalah kekuatan politik yang patut untuk diperhitungkan,” tegas Nurfitria

Keinginan lain Nurfitria adalah memperjuangkan peningkatan porsi perempuan di parlemen. Menurutnya, yang bisa memperjuangkan kepentingan perempuan, ya perempuan.

Selama empat kali Pemilu di era reformasi, jumlah perempuan di parlemen tidak pernah menyentuh angka 30 persen. Tahun 1999, usai pemilu pertama era reformasi, jumlah perempuan di parleman hanya 8,80 persen dari 560 anggota DPR RI. Tahun 2004 meningkat jadi 11,82 persen. Tahun 2009 menjadi 17,86 persen, dan turun sedikit ke angka 17,32 persen pada Pemilu 2014.

Sebagai wajah baru di pertarungan memperebutkan kursi DPR RI dari ibu kota, Nurfitria memiliki modal sosial yang luar biasa besar. Ia dikenal seluruh anggota BKMT DKI, dan mengasuh 300 anak yatim. Ia aktif di sekolah dan universitas yang diwariskan orang tuanya, dan mengenal banyak mahasiswanya.(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Artis Sultan Pasha Djorghi terjun ke dunia politik dengan visi sederhana; berjuang bersama Partai Berkarya menyejahterakan generasi bangsa saat ini dan masa depan.

“Saya hanya ingin kehidupan anak cucu dan cicit kita lebih baik, makmur, dan sejahtera,” ujar Sultan Djorghi dalam pembicaraan telepon, Jumat (22/3/2019).

Aktor Love in Bombay ini tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI, partai yang dikomandani Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII. Sejak ditetapkan sebagai caleg, Sultan Djorgi aktif menyambangi desa-desa di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, untuk berbicara dengan pemilihnya.

"Setiap kali bertemu calon pemilih, saya tidak berjanji," ujar suami Annisa Trihapsari ini. "Saya khawatir tidak bisa memenuhi janji, dan mengecewakan mereka. Saya hanya menyerap aspirasi mereka."

Sultan Djorghi punya alasan di balik keputusannya bergabung dengan Partai Berkarya. Menurutnya, program Partai Berkarya sederhana, yaitu meneruskan dan menjalankan Trilogi Pembangunan warisan Presiden Soeharto. Trilogi Pembangunan adalah stabilitas pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.

"Tidak ada salahnya yang bagus di era kepemimpinan Pak Harto kita angkat kembali," ucap Sultan Djorghi. "Kita harus mengakui kepemimpinan Pak Harto, yang mengubah Indonesia menjadi negara swasembada pangan."

Sejauh ini, Partai Berkarya memperlihatkan komitmen menyejahterakan petani. Jumat 22 Maret 2019 lalu di Banyumas, misalnya, Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto berdialog dengan petani binaan, memberikan bantuan mesin-mesin pertanian, melihat hasil uji coba pupuk bregadium teknologi hypernano.

Kepada masyarakat di dapil Jabar VIII, Sultan Djorghi mengiformasikan semua yang dilakukan Partai Berkarya untuk masyarakat. Visi yang ditawarkan kepada masyarakat juga sederhana; Mau Maju, Mau Berubah, Mari Berkarya Bersama.

"Saya juga siap memperjuangkan hak-hak rakyat," tuturya. "Partai Berkarya ingin bersama masyarakat berkarya agar anak cucu kita memiliki kehidupan lebih baik.

#IndonesiaBerkarya
#PartaiBerkarya
#Berkarya
#SaungBerkarya
#EkonomiKerakyatan
#HutomoMandalaPutra

Tasikmalaya, Sulutnews.com - Sarimaya, calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat XI, memberikan bukti bahwa Partai Berkarya tidak sekadar janji membangun ekonomi kerakyatan dengan Koperasi Mustika Galunggung.

“Ini wujud nyata ekonomi kerakyatan,” kata caleg yang akan bertarung di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.

Mengutip ketua umum Partai Berkarya Tommy Soeharto, Sarimaya mengatakan ekonomi kerakyatan adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Ekonomi kerakyatan harus dibangun dengan kearifan lokal.

Koperasi, masih menurut Sarimaya, adalah bentuk ekonomi kerakyatan. Di era Presiden Soeharto, koperasi di bangun sampai ke tingkat desa, dan menggerakan perekonomian rakyat.

“Koperasi Mustika Galunggung didirikan tahun 2017, tapi mulai berjalan Agustus 2018 dengan jumlah anggota seratus ribu orang,” kata Sarimaya dalam wawancara telepon, Sabtu 23 Maret 2019.

Koperasi bekerjasama dengan petani, memberi petani sarana produksi, benih, pupuk pestisida dan ongkos keraja. Saat panen tiba, koperasi dan para petani berbagi hasil.

“Enam puluh persen hasil panen dimiliki petani, 40 persen untuk koperasi,” kata wanita kelahiran 19 Januari 1959 itu.

Lainnya, masih menurut Sarimaya, petani mendapatkan asuranti. Jika gagal panen, asuransi akan membayar nilai pertanggungan. Sarimaya mengatakan asuransi ini merupakan bentuk perlindungan kepada petani.

Sejak Januari 2018, Koperasi Mustika Galunggung bekerjasama dengan GORO untuk membangun usaha penjualan sembako. GORO menyediakan sembako, yang dijual ke masyarakat di bawah harga mini market.

Masyarakat pemilik toko eceran kecil akan dimanja oleh Koperasi Mustika Galunggung, karena bisa mengambil semua komoditas dengan pembayaran belakangan.

“Kami meringankan masyarakat dan usaha kecil dan menengah (UKM),” kata Sarimaya.

Mengenai keputusan berkarier di politik bersama Partai Berkarya, Sarimaya mengatakan; “Saya ingin berperan serta membangun bangsa, menyejahterakan rakyat, dan terlibat dalam pembuatan undang-undang untuk kepentingan rakyat.”

Sejak mengenakan rompi Partai Berkarya, Sarimaya aktif menyambangi masyarakat desa di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasik, serta berdialog dengan warga Kota Tasikmalaya. Ia menyampaikan visi Partai Berkarya; membangun ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal.

“Saya katakan kepada setiap orang betapa Partai Berkarya menawarkan solusi bagi masa depan bangsa,” katanya. “Partai Berkarya peduli terhadai kaum lemah, dan menawarkan program yang menyentuh semua lapisan.”

Sebagai penutup, Sarimaya mengatakan pembangunan ekonomi kerakyatan adalah segalanya. Ekonomi yang kuat dan merata, lanjutnya, menciptakan stabilitas sosial. (/SMSI))