Sulutnews

Sulutnews

Palu, Sulutnews.com - Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara buka suara terkait kasus yang menimpa Gencar Djarot,Wartawan dan juga pengelola media online Koranindigo.online yang telah resmi ditetapkan tersangka Oleh Penyidik Polres Parimo terkait laporan Mantan Direktur RS Anuntaloko Parimo,,Nurlaela Harate.

Menurut wartawan senior disulteng ini,kasus yang disangkakan polisi kepada Genjar Djarot murni delik pers,semua unsur dalam kode etik jurnalistik dalam penyajian berita sudah terpenuhi saat menulis kasus yang mengkritisi kebijakan RS Anuntaloko dalam pelayanan terhadap orang miskin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Sulawesi tengah (Sulteng), Mahmud Matagara SH.MH, saat ditemui sejumlah diruang kerjanya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil telaahnya terkait kasus yang dijerat kepada wartawan KoranIndigo.online, murni delik pers.

“Saya telah bertemu dengan yang bersangkutan dan mendengar penjelasannya. Menurut saya, kasus ini lebih berat pada delik pers, sehingga dalam penanganannya mestinya merujuk pada UU nomor 40 tahun 1999,” ujarnya.

Berdasarkan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers kata dia, pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan control sosial, yang kemerdekaannya dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Selain itu lanjut dia, merujuk pada nota kesepahaman antara Dewan Pers dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang salah satu isi kesepakatan menjelaskan koordinasi dibidang penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.

“Seharusnya, pihak penyidik tidak mengesampingkan hal ini. Dalam nota kesepahaman tersebut sangat jelas menyebutkan adanya koordinasi antar Dewan Pers dengan Polri untuk menyimpulkan sebuah perbuatan apakah murni tindak pidana atau pelangaran kode etik,” jelasnya.

Mahmud juga menyayangkan langkah yang diambil bekas direktur BLUD RSUD Anuntaloko Parigi, Nurlaela Harate, yang nota bene pejabat publik mengabaikan UU nomor 40 tahun 1999.

Padahal sebagai bagian dari empat pilar Negara demokrasi tuturnya, pers mempunyai andil dalam melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

“Inikan negara demokrasi, empat pilar yaitu Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, dan Pers harusnya saling bahu membahu dalam membangun negeri ini,” terangnya.

Dia menghimbau, agar pihak Polri khususnya wilayah Sulawesi tengah, dapat melakukan sosialisasi tentang nota kesepahaman antara Polri dan Dewan Pers yang ditandatangani Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian tahun 2017.

Sebelumnya diketahui, setelah dilakukan dua pemeriksaan atas laporan bekas Direktur BLUD RSUD Anuntaloko, Nurlaela Harate, pada tanggal 25 Juni 2019, Gencar Djarot ditetapkan sebagai tersangka oleh Sat Reskrim Parimo. 

Gencar Djarot disangkakan dengan dugaan pelanggaran Pasal 45 Ayat (3) Jo Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Hal ini juga menjadi perhatian sejumlah media di seluruh Indonesia. Sementara itu, berdasarkan surat berkop Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Resor Parigi Moutong. Bernomor B / 142 / VI / 2019 / Reskrim, prihal pemberitahuan penetapan status tersangka.

Dari bukti permulaan dan keterangan saksi, Gencar Djarot terbukti telah melakukan tindak pidana mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan pencemaran nama baik. Dengan cara menulis status di media sosial facebook dan media cetak online Koran Indigo.online.

Penyidik Polres Parimo kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gencar Djarot Pada Jumad (19/07/2019), dipastikan Pengurus SMSI Sulteng dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng akan mendampinginya dalam menghadapi Proses hukum.(*/SMSI)

Melonguane, Sulutnews.com - Personil Polsek Melonguane Polres Kepulauan Talaud membagikan masker secara cuma-cuma kepada warga yang melintas di Jalan Trans Melonguane Timur, Selasa (17/7/2019).

Hal tersebut disebabkan kondisi jalanan yang cukup berdebu karena sepanjang jalan masih ditimbun dengan bahan bangunan sirtu dan belum diperbaiki karena masih dalam tahap pembangunan.

“Satu persatu pengemudi serta pengendara sepeda motor kita bagikan masker di lokasi jalan Desa Mala Kecamatan Melonguane timur sebelum memasuki jalan rusak tersebut,” ucap Kapolsek Melonguane Ipda Dedi Matahari, SH.

Aksi ini menurutnya berguna untuk melindungi pernapasan saat melintas di jalan rusak tersebut. “Setidaknya masker ini bisa mencegah timbulnya infeksi saluran pernapasan,” singkatnya.(/SD)

Tomohon, Sulutnews.com - Polres Tomohon menerima kedatangan Tim Asistensi Divisi Propam Mabes Polri, Selasa (17/7/2019).

Tim dipimpin oleh Kabagyanduan Div Propam Polri Kombes Pol Drs. Edy Ciptianto M.Si serta Pemeriksa Utama Biro Provos Div Propam Polri  Kombes Pol Ni Ketut Swastika S.Ik serta 4 personil lainnya di dampingi Bid Propam Polda Sulut.

Tim disambut oleh Kapolres Tomohon Akbp Raswin B Sirait S.Ik, SH, M.Si, Waka Polres Tomohon Kompol Deessy Bolang S.Pd, Waka Polres Minahasa Kompol Alkat Karouw S.Sos serta para Kabag dan Kapolsek jajaran Polres Tomohon.

Kedatangan Tim untuk memberikan asistensi dan berdiskusi terkait tugas dan fungsi Propam yang adalah ujung tombak Kapolres dalam rangka tujuan pelayanan masyarakat.

“Didalamnya Unit Provos harus proaktif dalam penegakan disiplin, sehingga dalam melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat juga tidak meninggalkan penegakan hukum,” ucap Ketua Tim

Ditambahkannya, tugas pokok Provos juga untuk membina dan menyelenggarakan fungsi pengamanan internal termasuk gaktibplin di lingkungan Polri serta pelayanan masyarakat agar tidak ada penyimpangan tindakan personil termasuk PNS Polri.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Polres Kepulauan Sangihe meraih predikat terbaik pertama, Satker dengan kategori Pagu diatas Rp. 50 Milyar berdasarkan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) lingkup Provinsi Sulawesi Utara.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Gedung Keuangan Negara Manado, Selasa (16/7/2019) dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2019.

Piagam terbaik pertama tersebut diserahkan oleh Kakanwil Perbendaharaan Provinsi Sulut Muhdi, SE, SIP, MIS, PhD, yang diterima langsung oleh Kapolres Kepl Sangihe AKBP Sudung F. Napitu, SIK.

“Hal ini  merupakan pengakuan dan apresiasi dari lembaga keuangan Provinsi Sulut atas pertanggungjawaban penggunaan anggaran seluruh personil Polres Kepulauan Sangihe. Semoga hal ini menjadi motivasi kinerja ke depan dan mampu mempertahankannya," ujar Kapolres.

Untuk penghargan terbaik kedua diraih Satker Distrik Navigasi Manado/Bitung sedangkan terbaik ketiga diraih Satker Makodam XIII/Merdeka.(/SD)

Manado, Sulutnews.com - Kepolisian Resor Kepulauan Talaud meraih award terbaik pertama dalam IKPA (Indikator Kinerja Dalam Pelaksanaan Anggaran) Award semester 1 tahun 2019 KPPN Manado.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Aula Serba Guna Gedung Keuangan Manado, Selasa (16/7/2019). Award tersebut diterima langsung oleh Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati, SIK.

“Ini merupakan  jerih payah dan hasil kerja personil Polres Kepulauan Talaud secara keseluruhan, dan sebagai motivasi kami untuk lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas kita ke depan di wilayah bumi porodisa Talaud tercinta," ujar Kapolres Talaud.

Dikatakannya bahwa KPPN Manado menyelengarakan pelaksanaan anggaran award semester 1, berdasarkan  beberapa Kategori.

Untuk kategori Pagu sedang (16- 50 miliar) berdasar IKPA indikator kinerja pelaksanaan anggaran, Polres Talaud mendapat predikat terbaik pertama.(/SD)

Manado, Sulutnews.com – Polda Sulut menggelar pelatihan dan uji kompetensi fungsi identifikasi jajaran Polda Sulut Tahun 2019 yang dilaksanakan tanggal 16 sampai 18 Juli 2019.

Pelatihan dibuka oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto, dihadiri oleh Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto, Program Manager JICA, para Pejabat Utama Polda Sulut, Tim Instruktur dari JICA dan Pusinafis Bareskrim Polri serta para peserta dari Polres jajaran, di aula Tribrata Mapolda, Selasa (16/7/2019).

“Pelatihan dan uji kompetensi di Polda Sulut adalah untuk polda ke-27, yang  merupakan rangkaian dari rencana kerja Pusinafis Bareskrim  Polri  bekerja  sama dengan  Japan International Cooperation Agency (JICA),” ujar Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Pol. Drs. Hudi Suryanto.

Menurutnya, materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini dititik beratkan pada pencarian, pengambilan, pengembangan sidik jari laten dan pemeriksaan perbandingan sidik jari guna mendukung pengungkapan tindak pidana dan kasus-kasus lainnya.

Sementara itu Kapolda mengatakan peran identifikasi dalam mendukung tugas Kepolisian semakin nyata, hal tersebut seperti terlihat dalam back up kasus penembakan dan peledakan bom dengan peralatan yang dimiliki Pusinafis dapat mengidentifikasi  korban maupun pelaku sehingga dapat dikenali secara cepat dan akurat.

“Maka dengan pelatihan dan uji kompetensi ini diharapkan dapat menciptakan personel identifikasi yang handal dan dapat dibanggakan,” katanya.

Kapolda berharap pelatihan bisa diikuti dengan serius dan saksama agar bisa mengoperasikan peralatan secara profesional. “Karena kelancaran pengoperasian peralatan tersebut nantinya akan sangat tergantung pada kemampuan personel,” ujar Kapolda.(/SD)

Tomohon, Sulutnews.com - Kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan anggaran keuangan di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon Tahun Anggaran 2016, masuk ke tahap penyerahan tersangka. Senin 15/7/2019.

Bertempat di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, penyerahan (Tahap ll) tersangka Theo alias TP (54) dilakukan oleh jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum Kejari Tomohon.

Tersangka TP yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Tomohon ditahan karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana PD Pasar Tomohon tahun anggaran 2016.

Dalam kasus ini dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon Edy Winarko SH MH melalui Kasi Intel Wilke Rabeta SH. tersangka TP pada saat menjabat sebagai Plt (Pelaksana tugas) Direktur Utama PD Pasar Beriman Kota Tomohon, telah melakukan peminjaman dari Kas PD Pasar Beriman Kota Tomohon Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp175 juta.

“Jadi, tersangka TP melakukan peminjaman uang kas PD Pasar sebesar Rp 175 juta untuk keperluan pribadinya.” ucap Kasi intel.

Dari perbuatannya tersebut, tersangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Subsidiair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dimana perbuatan tersangka  melakukan peminjaman tidak sesuai ketentuan dari Kas PD Pasar Beriman Kota Tomohon Tahun Anggaran 2016 dipergunakan oleh Tersangka TP. untuk kebutuhan pribadinya dan bukan untuk kebutuhan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon.

“Dari perbuatan tersangka menyebabkan kerugian keuangan Negara/Kerugian Keuangan Daerah/Kerugian Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon sebesar Rp175 juta.” Pungkas Rabeta.

Selanjutnya tersangka TP ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Klas IIA (Rutan) Malendeng, Manado.(/Prise)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang pemecahan Guinness World Records (GWR) atau rekor dunia menyelam di Pantai Manado, Kawasan Megamas, 1-3 Agustus mendatang yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), Polda Sulawesi Utara (Sulut) beserta Panitia Daerah Sulut menggelar Official Attempt, Kamis (11/07/2019) malam, di Lotus Grand Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Manado.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan registrasi ribuan peserta pria dan wanita dari Kota Manado dan sekitarnya. Terpantau, ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai profesi, di antaranya mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, TNI dan Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, kegiatan malam ini bertujuan untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan. “Sekaligus untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan kegiatan yang spektakuler ini agar diketahui oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Kapolda, peserta dari Sulut khususnya Manado dan sekitarnya yang melakukan registrasi saat ini, sebanyak 1.040 orang. “Sebagai tuan rumah yang baik tentunya semua pihak dapat memotivasi diri dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti fisik dan mental serta perlengkapan yang akan digunakan,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta se-Sulut untuk bersyukur dan bangga karena akan turut menjadi pelaku sejarah dalam pemecahan rekor dunia menyelam. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita mampu memberikan yang terbaik dengan mengikuti seluruh ketentuan yang sudah dibuat. Kita berharap acara spektakuler ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar,” pungkasnya berharap.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang menyatakan, Pemerintah beserta masyarakat Sulut mengapresiasi sekaligus sangat mendukung kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam ini. “Karena melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Sulut,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi technical meeting yang disampaikan oleh Divisi Penyelaman, Frans Rattu. Dijelaskannya, hari pertama, 1 Agustus, rangkaian penyelam terpanjang di bawah air (570 divers most human chain). “Kemudian hari kedua, tanggal 3 Agustus, ada beberapa sesi yaitu penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter),” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta Pengurus, serta panitia. Di akhir acara, dilakukan pengundian kupon doorprice dengan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Menjelang pemecahan Guinness World Records (GWR) atau rekor dunia menyelam di Pantai Manado, Kawasan Megamas, 1-3 Agustus mendatang yang diselenggarakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI), Polda Sulawesi Utara (Sulut) beserta Panitia Daerah Sulut menggelar Official Attempt, Kamis (11/07/2019) malam, di Lotus Grand Ballroom Sintesa Peninsula Hotel, Manado.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan registrasi ribuan peserta pria dan wanita dari Kota Manado dan sekitarnya. Terpantau, ribuan peserta tersebut berasal dari berbagai profesi, di antaranya mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, karyawan swasta, ASN, TNI dan Polri.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto mengatakan, kegiatan malam ini bertujuan untuk mengecek sampai sejauh mana persiapan yang dilakukan. “Sekaligus untuk terus menggaungkan dan mensosialisasikan kegiatan yang spektakuler ini agar diketahui oleh masyarakat,” katanya.

Lanjut Kapolda, peserta dari Sulut khususnya Manado dan sekitarnya yang melakukan registrasi saat ini, sebanyak 1.040 orang. “Sebagai tuan rumah yang baik tentunya semua pihak dapat memotivasi diri dengan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, seperti fisik dan mental serta perlengkapan yang akan digunakan,” ujarnya.

Kapolda juga mengajak seluruh peserta se-Sulut untuk bersyukur dan bangga karena akan turut menjadi pelaku sejarah dalam pemecahan rekor dunia menyelam. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita mampu memberikan yang terbaik dengan mengikuti seluruh ketentuan yang sudah dibuat. Kita berharap acara spektakuler ini dapat terlaksana dengan baik, aman dan lancar,” pungkasnya berharap.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Edison Humiang menyatakan, Pemerintah beserta masyarakat Sulut mengapresiasi sekaligus sangat mendukung kegiatan pemecahan rekor dunia menyelam ini. “Karena melalui kegiatan tersebut, diharapkan juga dapat mempromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Sulut,” tuturnya.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi technical meeting yang disampaikan oleh Divisi Penyelaman, Frans Rattu. Dijelaskannya, hari pertama, 1 Agustus, rangkaian penyelam terpanjang di bawah air (570 divers most human chain). “Kemudian hari kedua, tanggal 3 Agustus, ada beberapa sesi yaitu penyelaman massal terbanyak (3000 penyelam pria/wanita), dan pembentangan bendera merah putih terbesar (26 x 39 meter),” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut, Brigjen Pol Karyoto beserta para Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Sulut, Ny. Nunuk Sigid Tri Hardjanto beserta Pengurus, serta panitia. Di akhir acara, dilakukan pengundian kupon doorprice dengan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor dan berbagai hadiah hiburan menarik lainnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Polda Sulawesi Utara menggelar syukuran Hari Bhayangkara ke-73 di halaman belakang Mapolda Sulut.

Gelaran syukuran ini dilaksanakan usai Upacara Hari Bhayangkara dimana yang bertindak sebagai Irup adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rabu (10/7/2019).

Syukuran ini dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto dan segenap Pejabat Forkopimda Sulut didampingi isteri, pejabat TNI dan Polri, pejabat pemerintahan, swasta serta tamu undangan.

“Kami bersyukur, sampai dengan saat ini Polri tetap survive melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur Undang-Undang. Polri yang saat ini memiliki anggota 446.873 personel, tersebar pada 34 Polda di 34 Provinsi, 461 Polres di 514 Kabupaten/Kota, serta 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan, bersama-sama dengan TNI dan komponen-komponen bangsa lainnya menjadi pilar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Kapolda membawakan sambutan Kapolri.

Berbagai perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri selama 3 tahun terakhir melalui Program Promoter, dititikberatkan pada 3 kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media.

Tiga tahun implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat. Polri pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, dan saat ini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel, telah berada pada 3 besar lembaga yang dipercaya publik.

“Berbagai capaian yang diraih oleh Polri tersebut, akan mendorong Polri untuk terus melaksanakan perbaikan guna mendapatkan kepercayaan publik yang amat penting di era demokrasi ini,” ujar Kapolda.

Kegiatan syukuran tersebut diawali penyerahan berbagai hadiah lomba serta penyerahan bantuan pendidikan kepada anak dari anggota Polri yang mengalami disabilitas.

Juga ada penyerahan bantuan dari Jasa Raharja yaitu 100 buah traficon dan 40 buah baricade kepada Ditlantas Polda Sulut, serta penyerahan satwa jenis helder allblack dari IGSC kepada Kapolda Sulut.

Acara syukuran tersebut juga ditandai dengan pemotongan 3 tumpeng sekaligus, yaitu Tumpeng Syukuran Hari Bhayangkara ke-73, Tumpeng HUT Kodam XIII Merdeka ke-61 dan Tumpeng Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

Khusus untuk potongan tumpeng Hari Bhayangkara diserahkan Kapolda dan Ketua Bhayangkari Sulut kepada anggota tertua Kompol Bernard Massie dan anggota termuda Bripda devcha Marselino Sanger.(/SD)