Jakarta, Sulutnews.com - Penunjukan Komisaris Jenderal (Komjen Pol.) Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri membawa angin segar di tubuh Polri. Karena mampu melanjutkan reformasi Polri. Tentu harus siap dengan berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya. 

Komjen Listyo merupakan Akpol Angkatan 1991. Dari lima nama Jenderal yang diajukan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo, dia merupakan jenderal termuda.

Dipilihnya Listyo juga menuai sorotan, karena akan melangkahi dua angkatan setelah kapolri saat ini Jenderal Idham Azis, yang merupakan Akpol Angkatan 1988.

Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas, Gardi Gazarin mengatakan, tantangan yang harus bisa dilalui oleh Komjen Listyo ialah bukan hanya mencegah kejahatan konvensional melainkan mampu menjaga soliditas. 

"Pertama, tantangan masalah aksi teror atau kelompok radikal lainnya. Tapi yang penting kalau saya cermati masalah soliditas internal Polri dengan soliditas tinggi maka apapun tantangannya, ke depan akan lancar," katanya dalam diskusi virtual yang diadakan Beranda Ruang Diskusi dan dipandu Yophiandi dari Kompas TV, Jumat (22/1).

Apalagi selama ini pergantian Kapolri dalam kurun waktu setahun hingga dua tahun belakangan tidak pernah lepas dari soliditas. Hal itu juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19.

"Kan apalagi era pandemi dicari soliditas internal, menyusul dengan institusi terkait. Seperti TNI kemudian dari Satgas Covid-19 termasuk dengan stake holder lain," jelasnya. 

"Dari Kapolri sekarang yang dibutuhkan kekompakan. Karena dengan Kapolri ini kompak di internal maupun di luar saya yakin semua beres," tambahnya. 

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad, Prof. Muradi menyatakan, ketika Presiden sudah menunjuk satu nama menjadi Kapolri, maka di tubuh Pori semuanya akan ikut nurut.

"Ketika Presiden sudah menunjuk satu nama. Maka di internal biasanya manut jarang sekali ada dinamika yang akan membuat terbelah dan sebagainya," imbuh Prof. Muradi. 

Mengenai penunjukan Kapolri yang statusnya lebih muda dari angkatan Polri lainnya sudah pernah terjadi sebelum masa reformasi. Dia memandang hal tersebut tidak masalah.

"Penunjukan Kapolri yang lebih mudah, saya kira bukan pengalaman pertama. Kalau di era reformasi dua kali. Sebelumnya ada zaman pak Harto jauh lebih muda. Saya kira normal-normal saja," ujarnya. 

Menurutnya pembawaan calon Kapolri tunggal itu cukup supel. Apalagi ketika DPR menyetujuinya menjadi Kapolri, Listyo langsung melakukan kunjungan ke petinggi partai politik.

"Pak Sigit punya pendekatan yang mirip dengan Pak Tito. Ini memang agak lebih lentur mugkin lebih banyak bergaul juga dengan berbagai pihak. Salah satunya politisi," tuturnya.

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara menyebut salah satu tantangan ke depan Kapolri adalah menurunkan angka aduan kepolisian. Karena hampir setiap tahun angkanya peringkat pertama, sebagai institusi yang paling banyak diadukan.

"Pekerjaan rumah bersama kita. Bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tapi jadi tanggung jawab Komnas HAM. Bukan soal bicara kasus saja, tapi ada peningkatakan kapasitas," kata Beka. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Rusdi Hartono meyakini, bahwa calon Kapolri Komjen Listyo dapat membawa instutusi Polri menjadi semakin baik. Serta lebih dicintai oleh masyarakat  

"Ke depan komitmen dari Komjen Listyo ketika menjadi Kapolri nanti bagaimana membawa institusi ini lebih baik. Dipercaya dan dicintai oleh masyarakat," jelas Rusdi.

Sementara itu Ahli Pers Dewan Pers yang juga Dosen Hukum Media Universitas Atma Jaya Christiana Chelsia Chan berharap kepada Kapolri baru agar MoU antara Dewan Pers dengan Kepolisian Republik Indonesia dapat disosialisasikan hingga ke seluruh jajaran kepolisian resort agar masalah terkait pemberitaan diselesaikan di Dewan Pers sesuai dengan UU 40/1999 tentang Pers.

"Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri Nomor 2/DP/MoU/II/2017 pasal 4 ayat 1 menyebutkan para pihak berkoordinasi terkait perlindungan kemerdekaan pers dalam pelaksanaan tugas di bidang pers sesuai dengan peraturan perundang-undangan," jelas Chelsia.

Chelsia menyatakan agar tidak ada lagi kekerasan terhadap wartawan dalam melaksanakan tugasnya, dan juga agar Polri tidak melakukan kriminalisasi wartawan melalui UU ITE, seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

"Pasal 8 UU Pers memberikan wartawan dalam melaksanakan tugas profesi nya mendapat perlindungan hukum" pungkas nya.(*/PS)

Jakarta, Sulutnews.com - Calon Kapolri tunggal Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyoroti soal cara anggotanya menangani pelanggaran lalu lintas (lalin). Listyo akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau elektronik tilang (ETLE) yang akan diterapkan bertahap.

 “Kemudian, khusus lalu lintas. Penindakan pelanggaran lalin, secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektoronik atau biasa disebut ETLE,” kata Listyo Sigit Prabowo dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Listyo menjelaskan, ETLE ini bertujuan untuk mengurangi interaksi dalam proses penilangan, guna menghindari terjadinya penyimpangan saat anggota melaksanakan proses tersebut. Karena itu, dia menegaskan bahwa saat polisi lalin turun ke lapangan, mereka hanya mengatur lalin yang macet dan tidak perlu lakukan tilang.

 “Ke depan, saya harapkan anggota lalin turun ke lapangan, kemudian mengatur lalin yang sedang macet, tidak perlu melakukan tilang,” tegas Kabareskrim itu.

Menurut Listyo, dengan cara ini diharapkan bisa menjadi ikon dan membantu perubahan perilaku Polri, khususnya di sektor pelayanan masyarakat.

 “Ini kita harapkan menjadi icon perubahan prilaku polri, khususnya di sektor pelayanan lini terdepan yaitu anggota kita di lalin,” ucapnya.

Selain itu, mantan Kapolda Banten ini menegaskan bahwa Polri mendukung inovasi dan industri kreatif yang memberikan kontribusi kepada perubahan dan kemajuan kehidupan masyarakat. Jadi, apa yang dilakukan kepolisian harus dapat mendorong kemajuan, bukan mengganggu hadirnya inovasi dan kreativitas yang hidup di masyarakat.

 “Contohnya, bila masyarakat memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi, berkreativitas dan menciptakan suatu produk, atau inovasi,” urai Listyo.

Namun, lanjut dia, jika masyarakat belum sempat mengajukan izin atas buah inovasi dan kreativitasnya, Polri tidak akan langsung tangkap, tapi akan lebih dulu memberikan edukasi dan membantu bila diperlukan agar orang tersebut mendapatkan izin.

Tapi, Listyo menegaskan, apabila inovasi atau kreativitasnya membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat, Polri akan tetap lakukan penegakan hukum.

 “Polri juga tidak boleh jadi alat kekuasaan, karena sejatinya Polri alat negara, oleh karena itu setiap tindakan Polri harus mendukung kemajuan Indonesia dalam bingkai NKRI,” tegasnya.(/Dyah)

Jakarta, Sulutnews.com -- Tahapan penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 memasuki babak akhir dan melahirkan sejumlah pemenang. 

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari,  mengumumkan pemenang anugerah jurnalistik tertinggi dan paling bergengsi di Indonesia ini, dalam acara Indonesia Bicara di TVRI, 20 Februari 2021 malam. 

Atal S. Depari memandang para peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 membuktikan bahwa masih banyak wartawan yang menulis berkualitas.

"Karya-karya berkualitas yang bisa jadi juara. Jadi Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang paling tinggi di pers nasional. Di Hari Pers Nasional selalu kita menyerahkan hadiah di depan presiden, cukup membanggakan kan. Ada enam kategori," ucap Atal S. Depari yang juga penanggung jawab HPN 2021. Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2020 secara virtual mengingat situasi masih pandemi COVID-19.

Terdapat enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman  untuk media cetak; liputan berkedalaman  untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; foto berita untuk media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

  • Untuk Media Cetak dan Siber

Kategori Media Cetak dimenangi Devy Ernis bersama timnya Aisha Saidra dan Dini Pramita dari Majalah Tempo bertajuk "Jalan Pedang Dai Kampung" yang diterbitkan 27 Juli 2020.

"Isu kekinian, dekat dengan kita, tulisan memberi pemahaman yang lebih baik mengenai masalah," komentar Ketua Dewan Juri Media Cetak wartawan senior Maria D. Andriana. Dua juri lainnya, wartawan kawakan Asro Kamal Rokan dan Ahmed Kurnia S.

Kategori Media Siber dimenangi Jonathan Pandapotan Purba dan Windi Wicaksono dari Liputan6.com berjudul "Vaksinasi, Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi COVID-19" yang diterbitkan 23 Oktober 2020.

Untuk pemenang kategori ini, Priyambodo RH selaku ketua dewan juri, memberi komentar singkatnya. "Reportase aktual, mendalam, multimedia-konvergensi," ujarnya. Namun, ia juga memberi catatan penjurian, terutama bagaimana membedakan antara konten web dan konten cetak.

"Konten cetak naratif dan santai, konten web harus langsung ke intinya," jelas Priyambodo. Wartawan senior Antara ini mengingatkan, pembaca web selalu terburu-buru, berbeda dengan pembaca media cetak.

Dr.Artini dan Prof.Rajab Ritonga sebagai anggota Dewan Juri Media Siber sependapat. Secara umum karya Jonathan Pandapotan dan Windi tersebut berhasil menyampaikan pesan sesuai karakter media siber.

"Ada kebaharuan dan kekinian yang masih menjadi fenomena yang belum terselesaikan," ujar Artini. Meski diakuinya, keterbatasan masih pada bahasa. "Media siber masih belum bisa lepas dari karakter media cetak," katanya.

  • Kategori Televisi dan Radio

Diraih Rivo Pahlevi Akbarsyah dan Eko Hamzah dari Trans 7, bertajuk "Bencana Alam di Tengah Pandemi" yang tayang pada 30 November 2020.

Dewan juri yang terdiri wartawan senior di bidang televisi (Nurjaman Mochtar, Imam Wahyudi, dan Immas Sunarya) sepakat bahwa topik yang dipilih Rivo bersama timnya betul-betul mempunyai nilai jurnalistik yang tinggi. Rivo seakan menyatu dengan venue dan suasana batin para korban bencana alam.

Ketiga juri memuji atmosfer venue tayangan itu terasa sangat kuat. Dari segi presentasi, meski di lokasi gelap dan sulit pun mampu disajikan prima. Begitu pula angle-angle gambarnya detail.

"Tidak ada rangkaian visual yang "jumping". Pemilihan dan penempatan "sound bite" juga tepat. Saling mendukung antara script dan reportase lapangan. Salut buat editor, keren," komentar tim juri Kategori Media Televisi.

Untuk kategori Radio dimenangkan Muhammad Aulia Rahman dari RRI Banjarmasin berjudul " Nasalis Larvatus di Antara Konflik dan Kepunahan" yang disiarkan pada 30 November 2020. Tim juri kategori ini terdiri dari para tokoh radio, yaitu Errol Jonathans, Fachry Mohamad, dan Cahyono Adi.

“Peliputan bekantan ini sarat dengan informasi auditif yang dihimpun dari berbagai sumber dan investigasi lapangan,” komentar Ketua Dewan Juri Radio Errol Jonathans. “Efek theatre of mind bertambah kuat setelah tim produksi memasukkan beragam ambience, seperti suara bekantan, suara para narsumber utama, hingga deru mesin perahu klotok,” tambah Errol.

  • Foto dan Karikatur

Oscar Motulo, Tagor Siagian, Reno Esnir – ketiganya fotografer andal di Indonesia – menjadi juri Kategori Foto Berita. Ketiganya memilih karya Totok Wijayanto dari Kompas bertajuk "Pemakaman Jenazah Korban Covid" sebagai pemenang kategori Foto Berita. Karya ini telah diterbitkan pada 28 Juli 2020.

“Tahun 2020 adalah tahun pandemi. Secara global Corona telah mencengkeram bahkan hingga di antartika. Foto pemakaman jenasah pasien Covid-19 yang dipetik malam 27 Juli 2020 ini adalah suatu imaji foto jurnalistik yang luar biasa,” komentar Oscar Motuloh, Ketua Dewan Juri Foto Berita.

 

Untuk Kategori Karikatur Opini, tim juri yang diketuai karikaturis senior Gatot Eko Cahyono memutuskan pemenangnya Muhammad Syaifuddin Ifoed dari Harian Indopos dengan tajuk "Dari Dulu Juga Sudah WFH" yang terbit 28 Maret 2020.

"Karya satir ini, tidak hanya bicara soal pandemi, tapi juga bicara persoalan kemiskinan yang melilit bangsa ini, yang belum juga bisa diberesin dari satu pesiden ke presiden berikutnya," ujar anggota Dewan Juri Karikatur Opini, Yusuf Susilo Hartono.

Karya karikatur ini dalam penampilan visualnya, menurut Yusuf, sangat terasa kontrasnya. "Hasil permainan, dua bidang yang berlawanan," sebutnya.

Anggota Dewan Juri Karikatur lain, Wina Armada – wartawan senior dan kolektor karya seni – menekankan bahwa kekuatan karikatur pemenang ini terletak pada tiga faktor utama. Pertama, mengandung ironi dengan humorostik tinggi, yakni antara kaum jelata dan kaum berpunya.

"Bagi kaum jelata sudah sejak awal selalu bekerja di rumah, dan bukan sejak adanya pandemi COVID-19. Anjuran untuk bekerja di rumah buat mereka menjadi sesuatu yang tak berarti apa-apa," kata Wina.

Kedua, sebut Wina, karikatur ini mampu mengangkat tema yang sedang aktual di tengah masyarakat. "Dan ketiga, dari segi  komposisi garis dan letak memiliki kekuatan menonjol," urainya.

Keenam pemenang akan menerima hadiah @Rp20 juta, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021 yang diserahkan di depan Presiden Joko Widodo pada acara puncak HPN 9 Februari 2021.(*/PS)

Serang, Sulutnews.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Rabu (20/1/2021) membangun jalan dan sanitasi berupa bangunan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) untuk warga kota Serang, Provinsi Banten.

Pembangunam jalan tersebut merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021, yang digelar SMSI sebagai organsasi wadah berhimpunnya 1.224 perusahaan media pers siber.

Sebagai organisasi konstituen Dewan Pers, SMSI ingin membawa angin baru dalam  Hari Pers Nasional (HPN) 2021 sehingga tak lagi terfokus pada acara serimonial namun bersama-sama melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat.

Jalan yang dibangun merupakan jalan baru dengan panjang 750 meter dan lebar 2,5 meter.

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, mengatakan, pembangunan jalan tersebut selesai sesuai target yaitu sebelum puncak acara HPN 9 Februari 2021.

“Ini sumbangan SMSI untuk warga, ini merupakan bantuan masyarakat pers untuk masyarakat dalam rangka memperingati HPN. Hari ini pembangunan jalan telah selesai dan kita pastikan peresmiannya dapat diwujudkan sebelum acara puncak HPN,” kata Firdaus saat memantau pembangunan jalan di Kampung Jaha, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu (20/1/2021).

Dikatakan, pembangunan jalan tersebut sudah dimulai  beberapa pekan lalu yang diawali dengan pembebasan lahan, perataan tanah dan penebangan pohon.

“Pelaksanaan pembangunan kedua proyek sosial itu ditangani SMSI Pusat dengan melibatkan SMSI Provinsi Banten yang paling dekat dengan lokasi  proyek tersebut serta didukung sepenuhnya oleh PT Dwi Ratna Putra,” katanya.

Firdaus saat meninjau lokasi bhakti sosial tersebut didampingi Sekretaris Jenderal SMSI M Nasir, Ketua Departemen Organisasi dan Daerah SMSI Pusat Andi Setiadi sekaligus sebagai Koordinator Bhakti Sosial Pembangunan Jalan Panitia HPN 2021, Humas SMSI Pusat Izaac M Tulalessy, Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun dan Ketua Bidang Organisasi SMSI Provinsi Banten Sahatma Refindo.

Selain pembangunan jalan, SMSI di lokasi yang sama juga sementara membangun 16 unit MCK.

Sementara itu, jajaran Muspika Walantaka, Kota Serang, Banten, sangat mengapresiasi program pembangunan jalan dan MCK warga yang dilakukan SMSI.

Mereka berharap, program SMSI yang dilakukan dalam rangka Hari Pers Nasional 2021 tersebut bisa bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, serta memperlancar program kamtibmas.

“Kami sangat berterimakasih kepada SMSI yang tahun ini mengadakan kegiatan, dalam rangka menyambut ulang tahun pers yang lokasinya berada di wilayah kami ini, dengan mengadakan pembangunan jalan yang tentu sangat bermanfaat bagi kami, masyarakat kami,” ujar Camat Walantaka, Karsono, saat meninjau pengaspalan jalan tersebut, Rabu (20/1/2021).

Apalagi, kata Karsono, saat ini anggaran pemerintah daerah masih sangat terbatas. “Mengingat anggaran kami sangat terbatas, pemerintah kota, kelurahan juga sangat terbatas anggarannya. Dengan adanya ini, kami tentu saja merasa sangat senang dan ini bisa membantu masyarakat kami dalam memperlanjar mobilitas masyarakat sehari-hari,” katanya.

Karsono menjelaskan saat ini masih banyak permasalahan infrastruktur di Kecamatan Walantaka yang masih belum dibangun.

“Tidak hanya jalan,  MCK juga bagi masyarakat kami masih menjadi malasah karena masih ada banyak yang belum mempunyai MCK, jadi saat ini kami dengar tadi ada pembuatan MCK buat 16 KK, jadi itu tentu kami sangat menyambut gembira. Dan mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat kami,” jelasnya.

Menurut Karsono, program bakti sosial yang dilakukan SMSI sudah pasti disambut baik masyarakat karena bisa memperlancar aktivitas masyarakat, yang sebagian besar petani

“Kalau saya melihat, saya yakin masyarakat sangat gembira dan menyambut baik. Kalau jalan bagus tentu saja kegiatan masyarakat semakin lancar, kegiatan sehari-hari, kegiatan ekonomi juga makin tambah lancer,” ungkapnya.

Ia berharap SMSI ke depan bisa melakukan program yang lebih meluas. “Harapan ke depan mudah-mudahan kegiatan ini lebih luas lagi cakupannya dan mudah-mudahan media, rekan-rekan wartawan semakin jaya, makin bisa membantu masyarakt kami, untuk membantu mereka semakin sejahtera dengan membangun jalan seperti ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Kapolsek Walantaka AKP Sudibyo mengaku sangat mendukung program SMSI karena sangat menunjang program keamanan dan ketertiban. “Program SMSI sangat menunjang dan membantu keamanan dan ketertiban, terutama di wilayah Walantaka,” ujarnya.

AKP Sudibyo berharap agar program SMSI bisa dilanjutkan oleh banyak pihak.

“Mudah-mudahan Pemkot Serang juga bisa membantu kegiatan masyarakat sehingga terasa lebih nyaman. Karena kalau jalan-jalan sudah bagus tentu saja ekonomi juga  menunjang. Yang penting pihak kepolisian sangat mendukung kegiatan yang dilakukan SMSI,” ungkapnya,

Apresiasi terhadap program SMSI juga diutarakan Danramil Walantaka Kapten Inf Tumiran.

Ia mengaku program pembangunan jalan dan MCK yang dilakukan SMSI sangat menunjang aktivitas masyarakat dan ia berharap agar hal ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memperlancar peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (*/Melvin)

Jakarta, SulutNews.com - Hingga hari Rabu (20/01/2021) tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 40 korban atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Tim DVI melakukan rekonsiliasi terhadap data ante mortem dan post mortem korban. Selanjutnya korban akan diserahkan kepada pihak maskapai dan keluarga.

Daftar Korban Teridentifikasi Insiden Sriwijaya Air SJ-182:

  1. Okky Bisma (29), Laki-laki, warga Jakarta, teridentifikasi melalui sidik jari pada 11 Januari 2021
  2. Asyhabul Yamin (37), Laki-laki, warga Jakarta, teridentifikasi melalui sidik jari pada 12 Januari 2021
  3. Fadly Satrianto (39), Laki-laki, warga Jatim, teridentifikasi melalui sidik jari pada 12 Januari 2021
  4. Khasanah (51), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi melalui sidik jari pada 12 Januari 2021
  5. Indah Halimah Puteri (27), Perempuan, warga Sumsel, teridentifikasi melalui sidik jari pada 13 Januari 2021
  6. Agus Munarni (48), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi melalui sidik jari pada 13 Januari 2021
  7. Rico Mahulette (32), Laki-laki, warga Sulsel, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  8. Ihsan Adlan Hakim (33), Laki-laki, warga Pekanbaru, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  9. Supianto (37), Laki-laki, warga Pinrang, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  10. Pipit Piyono (23), Laki-laki, warga Lampung, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  11. Mia Terestiani Wadu (23), Perempuan, warga Bali, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  12. Yohanes Suherdi (37), Laki-laki, teridentifikasi melalui sidik jari dan pencocokan DNA pada 14 Januari 2021
  13. Toni Ismail (59), Laki-laki, warga Kalbar, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  14. Dinda Amelia (16), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  15. Isti Yudha Prastika (34), Perempuan, warga Tangerang Selatan, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  16. Putri Wahyuni (25), Perempuan, warga Pekanbaru, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  17. Rahmawati (59), Perempuan, warga Kalbar, teridentifikasi pada 15 Januari 2021
  18. Rosi Wahyuni (51), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  19. Rizky Wahyudi (26), Laki-laki, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  20. Neli (49), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  21. Beben Sofian (58), Laki-laki, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  22. Mahrufatul Yeti Sriyaningsih (30), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  23. Arifin Ilyas (26), Laki-laki, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  24. Arneta Fuzia (38), Perempuan, teridentifikasi pada 16 Januari 2021
  25. Fau Nuntius Zai (11 bulan), Laki-laki, Warga Banten, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  26. Yuni Dwi Saputri (34), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  27. Iskandar (52), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  28. Okke Durotul Zanah (24), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 17 Januari 2021
  29. Keluarga tidak bersedia identitas korban disampaikan.
  30. Didi Gunardi (49), Laki-laki, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  31. Atharizky Riawan (8), Laki-laki, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  32. Dita Lestari Dewi (36), Perempuan, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  33. Fatimah Asalina Marhen (2), Perempuan, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  34. Rahmania Eka Nanda (39), Perempuan, teridentifikasi pada 18 Januari 2021
  35. Kolisun (37), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  36. Grislend Gloria Natalies (28), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  37. Faisal Rahman (30), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  38. Andi Syifa Kamila (26), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  39. Shinta (23), Perempuan, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021
  40. Mulyadi (39), Laki-laki, teridentifikasi melalui pencocokan DNA pada 19 Januari 2021

(M.Alghifari)

Jakarta, Sulutnews.com - Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2021 di Jakarta, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat segera mengumumkan pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020.

Pengumuman pemenang akan dibacakan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari dalam program acara "Dialog Indonesia Bicara" yang tayang di stasiun TVRI, Rabu (20/1/2021) mulai pukul 20.00 WIB.

"Penghargaan Adinegoro merupakan penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik Indonesia, " ujar Atal yang juga penanggung jawab Hari Pers Nasional 2021.

Anugerah Jurnalistik Adinegoro diberikan kepada wartawan yang telah terseleksi melalui karya-karya jurnalistik yang sudah dimuat, ditayangkan, atau disiarkan di media massa .

Terdapat enam kategori Anugerah Jurnalistik Adinegoro:

  1. Indepth reporting untuk media cetak
  2. Indepth reporting untuk media siber
  3. Indepth reporting untuk media televisi
  4. Indepth reporting untuk media radio
  5. Foto berita untuk media cetak dan media siber
  6. Karikatur opini untuk media cetak dan media siber

Pemenang tiap kategori berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021.

Para peserta dinilai berdasarkan karya-karya yang sudah dipublikasikan, ditayangkan, atau disiarkan pada media cetak, media siber, media televisi, atau media radio periode 1 Desember 2019 hingga 30 November 2020.

Para pemenang tersebut  selanjutnya akan dihadirkan dalam Webinar Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang dijadwalkan pada tanggal 6 Februari 2021 di Jakarta.

Webinar ini terbuka untuk  wartawan, mahasiswa dan masyarakat umum.

Enam pemenang bersama Dewan Juri yang diwakili satu orang dari masing-masing kategori akan hadir sebagai pembicara dalam webinar Anugerah Jurnalistik Adinegoro nanti.(*/PS)

Palembang, Sulutnews.com - Sebanyak 130 anggota Peradi dilantik dan diambil sumpah, bertempat di Hotel Aston Palembang. Selasa, 19/1/2020. Acara pelantikan dihadiri langsung  pejabat Peradi Pusat dan Pengurus DPC Peradi  Kota Palembang yang saat ini di bawah komando Hj Nurmalah SH MH dan Sekretaris DPC Peradi Kota Palembang MR. Soki SH MH.

Hj Nurmalah SH MH yang saat ini juga sudah dipercaya DPN Peradi Pusat sebagai  Wakil Sekjen DPN Peradi Pusat  juga Managing kantor Hukum Hj.Nurmalah SH.MH yang berkantor  di Ruko Citra Grand London c 15 mengatakan," Pelantikan dan  Penyumpahan Advokad Peradi sebanyak 130 peserta, dengan demikian jumlah anggota Peradi Sumsel sebanyak 1.438 anggota termasuk

anggota baru ini. Ini setelah dikurangi ada juga anggota yang meninggal dunia dan lain-lain,” kata wanita yang memiliki seabrek aktivitas ini.

Dia bersyukur di tengah saat ini yang marak bermunculan organisasi advokad, Peradi tetap menunjukkan kualitas diri dengan penerapan berbagai aturan yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

”Di tengah situasi banyaknya organisasi advokat, Peradi tetap The Best. Banyak yang ingin masuk tapi kita punya standar tersendiri di antaranya harus ada keterangan magang, sarjana hukum, harus pendidikan dulu baru ikut tes dan pengangkatan advokad benar-benar ikuti prosedur dan standar UU Advokat No 18 Tahun 2003.

Selain itu, usia ijazah sarjana hukumnya minimal 2 tahun, kurang satu hari pun tidak bisa ikut ujian kita. Selain itu, usia minimal 25 tahun baru bisa di￾lantik,” tambah advokat perempuan Sumsel yang saat ini tengah menempuh Pendidikan S3 di Kota Semarang dan baru saja meresmikan Kantor Advokad Hj Nurmalah SH MH di Ruko Citra Grand London c 15  kota Semarang.

Saat dimintai keterangan media melalui selular Rabu, 20/1/2021 Hj. Nurmalah SH. MH menyampaikan,"  Dengan adanya pelantikan sebanyak 130 orang Advokat Peradi ini, menunjukan peradi masih yang terbaik dan provesi Advokat masih menjadi pilihan.  Semoga mereka yang dilantik amanah Dalam menjalankan profesi tentunya tetap harus patuh pada kode etik dan UU Advokat no.18 th 2003," pungkas beliau.(/Dyah)

Kendal, Sulutnews.com - Polres Kendal berhasil Ungkap Kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada tanggal 7 januari 2021 , di Conter ANAYA CELL di Jalan  Sukodono Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal.

Konter tersebut milik saudara Achid Abdjl Rahman, atas kejadian tersebut pemilik counter mengalami kerugian beberapa HP berbagai merk diantaranya merk Oppo , Vivo, Evercroos dan lain atas dasar laporan tersebut team gab Opsnal Polres dan Polsek Kota dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres kendal melaksanakan penyelidikan , dari hasil lidik tersebut  diketahui tersangka  berada di wilayah Semarang.

Kemudian pd tgl 15 jan 2021, team gabungan dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP GINIUNG PRATIDINA S.I.K menuju ke Polrestabes Semarang untuk berkoordinasi dan bekerja bersama mencari keberadaan para pelaku dan pada pkl .14.30 team berhasil mengamankan saudara W J, dari hasil pengembangan team berangkat ke Kabupaten Demak fan mengamankan saudara DS,  dan pada hari berikutnya team kembali berhasil mengamankan saudra PM di daerah Bangsri , Jepara, team juga mengamankan beberapa Barang bukti diantaranya beberapa HP berbagai merk yang belum sempat terjual oleh pelaku , dan sebuah spm Mio yg digunakan para pelaku utk melancarkan aksinya.

Saat diminta keterangan oleh media, Selasa 19 /1/2021, Kasat Reskrim AKP Giniung PratidinaSH. S.I.K melalui KBO Reskrim menjelaskan " Pada tanggal 7 januari 2021 di Conter ANAYA CELL beralamat Jalan  Sukodono terjadi kasus pencurian dengan pemberatan. Konter tersebut milik saudara Achid Abdjl Rahman, berdasarkan laporan tersebut team gabungan Opsnal melaksanakan penyelidikan, dari hasil penyelidikan  tersebut  diketahui tersangka  berada di wilayah Semarang. Kemudian pada tanggal 15 Januari 2021, team gabungan berhasil mengamankan saudara W J , saudara DS, saudra PM, team juga mengamankan beberapa Barang bukti diantaranya beberapa HP berbagai merk yang belum sempat terjual oleh pelaku dan sebuah spm Mio yang digunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya,

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan di rutan Polres Kendal untuk proses selanjutnya, ” jelasnya.(/Dyah)

Jakarta, Sulutnews.com - Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang diketuai oleh​ akademisi, pelaku seni-budaya Nungki Kusumastuti, akhirnya berhasil menetapkan 10 penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021, dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Jakarta.

Nungki bersama anggota juri yang lain, yakni wartawan senior Ninok Leksono, pengamat seni budaya/penulis Agus Dermawan T, Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, wartawan senior kebudayaan/ pelaku seni Yusuf Susilo Hartono, terlibat sejak dalam tahap awal kegiatan ini, mulai perencanaan, hingga pembacaan dan penilaian berkas proposal dari berbagai daerah yang masuk ke panitia lebih dari 500 halaman, belum termasuk berbagai link yang ada. Menyimak video penyerta yang berdurasi total ratusan menit, melakukan verifikasi, hingga wawancara langsung via daring. Dalam rentang waktu Oktober 2020 hingga Januari 2021.

" Masing-masing bupati walikota yang kami pilih ini memiliki strategi jitu, dalam memajukan kebudayaan daerahnya. Misalnya, dalam menghadapi gejala umum bahwa kaum milenial kurang menyukai kebudayaan daerah. Bagian pelik ini, kemudian dijawab oleh para bupati walikota dengan strategi berbeda-beda, dalam mengolah kekuatan dan warisan kekayaan masa lalu dengan cara-cara masa kini, termasuk  penggunaan teknologi dunia maya. Dengan begitu, daerah tidak menerima pengaruh global begitu saja, tetapi turut mewarnainya," ujar Nungki mewakili suara juri yang lain.

Ke-10 penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021 tersebut berdasar alfabet:

  1. Bupati Banggai, Sulawesi Tengah, Herwin Yatim, dengan proposal yang diajukan berjudul : Pinasa: Gaya Hidup Kabupaten Banggai.
  2. Walikota Bogor, Jawa Barat, Bima Arya Sugiarto : Sahitya Raksa Baraya : Solidaritas Saling Menjaga Antar Sesama Warga.
  3. Walikota Denpasar, Bali, IB Rai Dharma Wijaya Mantra : Denpasar Kreatif dan Berbudaya Derap Langkah Menuju Orange Economy.
  4. Bupati Majalengka, Jawa Barat, Karna Sobahi : Ngamumule Budaya, Ngawangun Majalengka Raharja.
  5. Walikota Mojokerto, Jawa Timur, Hj.Ika Puspitasari : Terwujudnya Kota Mojokerto yang Berdaya Saing, Mandiri, Adil Makmur, Sejahtera dan Bermartabat.
  6. Walikota Parepare, Sulawesi Selatan, M.Taufan Pawe : Parepare Kota Industri Tanpa Cerobong Asap Melalui Gerak Kebudayaan.
  7. Walikota Tegal, Jawa Tengah; H. Dedy Yon Supriyono: Kota Tegal dengan Jitak Jakwir Menuju Masyarakat Yang Berdedikasi dan Bermartabat.
  8. Walikota Singkawang, Kalimantan Barat , Tjhai Chui Mie : Budaya Leluhur: Kearifan Lokal dalam Melawan Pandemi Covid-19 di Kota Singkawang.
  9. Bupati Sumedang, Jawa Barat H. Dony Ahmad Munir: Memelihara Nilai-nilai Lama yang Baik, dan Menggali Nilai-nilai Baru yang Lebih Baik, dan
  10. Walikota Semarang, Jawa Tengah , Hendrar Prihadi : Semarang Kota Perdagangan dan Jasa yang Hebat Menuju Masyarakat Makin Sejahtera.

Menurut Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, sekaligus Penanggungjawab HPN 2021, ke-10 bupati walikota tersebut berhak menerima trofi dan piagam pada puncak peringatan bersama Presiden Joko Widodo, tanggal 9 Februari 2021, rencananya secara daring.

Lima Rekomendasi Penting

Belajar dari strategi dan kinerja kebudayaan para para bupati walikota ini, dengan menaruh pada konteks pemajuan kebudayaan daerah pada umumnya, menurut Ketua Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, Tim Juri memberikan lima rekomendasi kepada pemimpin daerah pada umumnya, dan pihak-pihak terkait, termasuk para milenial para pelaku seni budaya, dan para wwartawan serta para pengelola media. 

Rekomendai tersebut, pertama, masing-masing daerah (kabupaten/kota) perlu memiliki payung hukum formal yang memadai sebagai landasan formal gerak pemajuan kebudayaan berkelanjutan di tingkat lokal, sekaligus ujung tombak pemajuan kebudayaan nasional.

Kedua, dalam era kesejagatan nyata maupun maya, semua daerah harus memiliki strategi jitu dalam pewarisan dan pemasyarakatan aspek-aspek kebudayan lokal kepada generasi milenial, agar kebudayaan lokal (sebagai bagian dari kebudayaan nasional) di daerah terus berkelanjutan.

Ketiga, selain pengalokasian anggaran yang memadai, daerah perlu meningkatkan Sumber Daya Manusia Kebudayaan, infra struktur nyata maupun infra struktur maya (inovasi teknologi), program-program yang bermutu, jejaring nasional hingga internasional, agar kebudayaan lokal bisa turut mewarnai gerak laju kebudayaan global.

Keempat, penciptan baru bagi dinamika kebudayaan memang sebuah keniscayaan. Namun penciptaan baru dengan mengekspolitasi warisan budaya untuk kepentingan ekonomi, harus menghormati dan menyeimbangan dengan aspek-aspek  lain yang tidak kalah penting bagi keberlangsungan kebudayaan lokal itu sendiri, baik sebagai identitas, pemilik hak cipta, kepentingan sosio kultural,  hingga kepentingan religiusitas bagi daerah tertentu.

Kelima, sebagai pilar demokrasi keempat, media massa wajib mengawal tidak hanya bidang ekonomi dan politik, tapi juga aspek lain-lain termasuk kebudayaan. Dalam konteks Indonesia sebagai negara super power dibidang kebudayaan, maka pers/media diharapkan memberi perhatian khusus terhadap informasi kebudayaan nasional, maupun kebudayaan daerah dengan berbagai platform yang ada. Khusus di daerah, diperlukan para wartawan yang memiliki kompetensi di bidang penulisan kebudayaan. Dengan media-media yang memiliki perhatian pada berita dan opini yang bermutu tentang kebudayaan. (*/PS)

Keterangan lebih lanjut hubungi

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

Yusuf Susilo Hartono, 081283127458

Surakarta,Sulutnews.com - Jumat (15/01/2021) bertempat di RW 2, RW 5 dan RW 8 Kelurahan Jajar Kecamatan Laweyan Kota Surakarta Serka Sugiyarto dan Sertu Sodikun Babinsa Kelurahan Jajar Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surajarta beserta Satgas Jogo Tonggo melaksanakan penyemprotan disinfektan di rumah warga yang terpapar Covid 19 dan sekitarnya.

Sugiyarto menegaskan Wabah virus Corona atau Covid 19 menimbulkan keprihatinan bagi banyak orang. Maka dari itu dirinya bersama Tim Satgas Jogo Tonggo melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa rumah warga yang terpapar positif Corona dan sekitarnya di wilayah Kelurahan Jajar.

"Kegiatan penyemprotan disinfektan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya penyebaran penyakit yang mematikan itu di lingkungan kelurahan Jajar."terangnya.

Lebih lanjut Sugiyarto menambahkan penyemprotan disinfektan merupakan salah satu upaya pencegahan dari berbagai jenis organisme berbahaya baik virus maupun bakteri yang menyebabkan penularan penyakit.

"Langkah cepat yang kami lakukan bersama Tim satgas Jogo Tonggo adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien dan sekitarnya di beberapa tempat di Kelurahan Jajar seluruh jalan di seputaran rumah tersebut disemprot dengan cairan disinfektan."imbunya.

"kami berharap dukungan dan kerjasama dari warga masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid 19 dari pemerintah yaitu mulai dari hidup sehat, jaga jarak, serta memakai masker.mari kita saling memberi dukungan keluarga ataupun pasien Covid 19."

"Kemudian apabila pasien sudah sembuh janganlah di kucilkan namun harus tetap di berikan dukungan moril supaya virus Corona ini tidak ada di wilayah Kelurahan Jajar."pungkas Sugiyarto. (/Dyah)