Mengenal lebih dekat Desa Godo Kecamatan winong, Pati Jawa

Written by  Syaiful May 03, 2018

Pati, Sulutnews.com - Desa Godo Kecamatan Winong Kabupaten Pati adalah desa yang letak geografisnya di sepanjang lereng pegunungan Kendeng yang memiliki luas wilayah 951,417 Hektar terdiri dari tanah pertanian seluas 221 Hektar, tegalan 176 Hektar, pekarangan 32 Hektar, hutan 518 Hektar, 27 RT, 3 RW. Desa yang berada di sebelah selatan Kabupaten Pati ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwodadi, sebelah utara berbatasan dengan Desa Kropak, sebelah barat dengan Desa Gunung Panti, dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Karang Sumber.

Kehidupan Masyarakat Desa godo mayoritas penduduknya berprofesi sebagai Petani namun banyak juga sebagai perantauan antar pulau dan menjadi TKI di luar Negeri, sedangkan Jumlah Kepala Keluarga (KK) 1.163 dengan jumlah penduduk 3.307 orang pada tahun 2018 sekarang ini.

Ternyata kalau ditelisik lebih dalam, banyak cerita yang sangat menarik yang berhubungan dengan Desa Godo ini yang konon dahulu merupakan cikal bakal Kabupaten Pati, menurut keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat bernama Suwito (65) yang menjabat Sekretaris Desa (Carik) yang kami temui (30/04/2018), menurut cerita para sesepuh Desa dulu Pada sekitar abad ke- XII terdapat pemerintahan Kadipaten yang bernama Paranggarudo yang sekarang menjadi Desa Godo Kecamatan Winong.

Di desa godo ini juga terdapat peninggalan kuno berupa yoni (umpak) serta batu-batu dalam ukuran besar (batu bata kuno), selain itu terdapat pula bekas peninggalan yang dikeramatkan berupa petilasan dan tiga pohon besar, pada tempat tersebut  terdapat pasar desa.

Desa godo ini juga memiliki panorama yang indah diantaranya karena dilintasi oleh sebuah sungai yang bernama sungai “Tambar Godo” yang bermata air sangat jernih dari bukit kendeng utara sebelah selatan desa Godo yang mengalir ke utara bergabung dengan sungai–sungai yang ahirnya bermuara ke arah sungai Juwana.

Namun dibalik semua cerita bersejarah tentang Desa Godo ini, terdapat salah satu Dukuh yang bernama Selowire yang letaknya terpencil dan terisolir dengan kondisi jalan yang sangat buruk sehingga untuk menuju kesana membutuhkan perjuangan yang lumayan karena harum menempuh jarak sekitar 2 KM menembus hutan jati dengan kondisi jalan berlumpur.

Untuk itulah Program TMMD Reguler ke-101 Kodim Pati hadir di Desa Godo dengan sasaran utama betonisasi sepanjang 1700 meter X 2,5 meter X 12cm  sehingga dapat memberikan solusi dan juga untuk membantu tugas pemerintahan di daerah karena program ini juga merupakan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(/Syaiful)