Gorontalo

Gorontalo (1)

Gorontalo, Sulutnews.com Patut di Syukuri "polemik omnibus law" membangkitkan kepedulian elemen masyarakat/mahasiswa terhadap norma ketenagakerjaan.

Karena selama ini khususnya di daerah kita, banyak oknum pengusaha, oknum pejabat, politisi, yang bertahun tahun memiliki usaha, mempekerjakan buruh, tapi membayar upah di bawah UMP, tidak mendaftarkan pekerjanya di BPJS, PHK sepihak pekerja tanpa pesangon, sudah dibina, ditindaki namun kerap berlindung pada "kekuatan penguasa" dan tak pernah di demo layaknya RUU ini...

Semoga "gerakan" penolakan omnibus law ini benar benar didasarkan atas kepedulian terhadap perlindungan hak pekerja / buruh, kajian yang matang dan bersumber pada draft UU yang resmi, bukan pada hoaks hoaks yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Salut untuk teman teman Serikat Pekerja Gorontalo yang menolak omnibus law namun memilih mematuhi instruksi Gubernur tentang pengendalian penularan COVID 19 dengan tidak melakukan aksi turun ke jalan serta mengambil langkah taktis dan smart, mempersiapkan materi gugatan judicial review di MK. tutup Korwil Ketenagakerjaan Mohammad Yodi Panto Biludi atau yang sering disapa bang Yodi.(Muhmmad AZN)