Banten

Banten (14)

Tanggerang, Sulutnews.com - Kasdam Jaya Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun, melaksanakan gowes dari Cijantung menuju Gereja Katolik Santo Laurensius Tangerang, guna meninjau langsung kegiatan vaksinasi tahap 2 yang dilaksanakan Kodim 0506/Tgr,

Sabtu (02/10/2021).

Kasdam Jaya/Jayakarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur yang sudah turut membantu dalam pelaksanaan Vaksinasi ini hingga lancar dan sukses semua.

Tak lupa pula ucapan terima kasih kepada semua masyarakat dan pelajar yang telah ter vaksinasi,guna mencegah tertularnya dari virus covid -19.

Sehingga tidak mudah dapat terserang virus covid - 19, dan agar segera dapat melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dengan cara bertatap muka secara langsung, ungkap Kasdam Jaya.

Kapendam Jaya Kolonel  Arh Herwin Budi Saputra menyampaikan, bahwa Kodam Jaya mendukung penuh program pemerintah pusat untuk pelaksanaan vaksinasi Nasional, ungkap Kapendam.

"Saat ini berbagai elemen bangsa berkolaborasi dengan pihak Kodam Jaya dalam mewujudkan herd immunity, dengan harapan yang sama agar bangsa kita segera terlepas dari Pandemi Covid-19," ujarnya.

Dalam kegiatan vaksinasi ini Kasdam Jaya di dampingi Danrem 052/Wkr, Aslog Kasdam Jaya,Aslog Kasdam Jaya, Wakahub Dam Jaya dan Dandim 0506/TGR. (Mercys)

Tangerang,Sulutnews.com - Kasdam Jaya/ Jayakarta Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun, S.I.P., dengan didampingi Aslog Kasdam Jaya, Aspers Kasdam Jaya, Kakumdam Jaya dan Dandim 0510/Trs meninjau pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal bagi warga Balaraja, bertempat di Kampung Pakuhaji RT 02/RW 06 Desa Tobat Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/9/2021).

Kehadiran Kasdam Jaya di lokasi sentra Vaksinasi tersebut disambut Kasiter Korem 052/Wkr Kol Inf M. Situmorang, Dandim 0510/Trs Letnan Kolonel Inf Bangun Siregar. SH. MI,Pol, Danramil 05/Balaraja Kapten Inf Asep Rusmawan, Kapolsek Balaraja yang diwakili AKP Parman, Camat Sukamulya Dra.Yati Nurulhayat, Msi serta Sekcam Sukamulya Budi Muhdi. SE

Kegiatan Vaksinasi hari ini menyiapkan 1000 dosis untuk pelaksanaan serbuan vaksinasi massal bagi warga masyarakat di Kp Pakuhaji Balaraja serta Tim tenaga kesehatan yang merupakan Nakes Gabungan dari Wisma Atlit dan Nakes dari Puskesmas Sukamulya.

Pada kesempatan tersebut Kasdam  mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang sudah  membantu dalam pelaksanaan Vaksinasi ini hingga lancar dan sukses semua.

Di sela kunjungannya, Kasdam Jaya sempat menyapa warga masyarakat di Kp Pakuhaji yang hendak melaksanakan vaksin, sambil meyakinkan bahwa Vaksin itu sangat bermanfaat dan bahkan  akan menaikan Imun di dalam tubuh.

Kapendam Jaya dalam keterangan Persnya mengatakan, "Kegiatan serbuan vaksinasi kali ini merupakan kolaborasi TNI Polri dengan Forkopimda, bertujuan untuk mewujudkan Herd Imunity sesuai dengan anjuran dari Pemerintah Pusat," ujarnya.

"Kegiatan vaksinasi massal ini merupakan kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat dalam mendukung Pemerintah Daerah, dengan target 1000 dosis vaksin untuk orang dewasa," tambah Kapendam Jaya. (Mercys)

Tangerang,Sulutnews.com - Dalam mendukung program pemerintah, dalam rangka mencapai Herd immunity di wilayah Jabodetabek Mayjen TNI Mulyo Aji M.A selaku Panglima Kodam Jaya / Jayakarta bersama Danrem 052/WKR berikan semangat kepada tenaga medis, panitia dan relawan saat serbuan vaksinasi di X'treme Park BSD City Kp. Sampora  RT. 03/02 Ds. Sampora Kecamatan. Cisauk Kabupaten Tangerang, Banten. Sabtu, (4/9/2021).

Pangdam Jaya memberikan apresiasi kepada semua yang terlibat dalam serbuan vaksinasi ini, sebagai Pahlawan karena memfasilitasi masyarakat untuk bisa melaksanakan vaksinasi, sehingga bisa terbentuk kekebalan tubuh dan terhindar dari virus yang melanda saat ini, ujar Pangdam Jaya.

"Kita mendatangkan 93 Nakes , untuk memfasilitasi terus di wilayah Tangerang, Bekasi dan Depok, karena kota ini merupakan tiga sentra ekonomi di Jakarta," ujar Panglima.

Kolaborasi dari semua unsur dari Elevate Indonesia, GK, Trisakti dan yang lain merupakan Kesatuan yang luar biasa, kita dukung dan Support, ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Brigjen TNI Purwito Hadi Wardhono S. E. M ,Hum ., Danrem 052/WKR menambahkan kita berusaha untuk secepatnya memfasilitasi masyarakat agar bisa di vaksin, supaya  bisa bekerja kembali, sehingga perekonomian di wilayah ini bisa normal kembali, ungkapnya.

Central vaksinasi Gamer Indonesia menargetkan vaksinasi sejumlah 5000 akseptor, sebagai sasaran remaja usia 12 tahun ke atas, kaum marjinal, penyandang disabilitas, pengidap auto immune, penghuni panti asuhan dan sosial.

Rencana pelaksanaan selama 2 hari tanggal 4 sampai dengan 5 September 2021dari jam 08.00  hingga 18.00 Wib.

Pelaksanaan serbuan vaksinasi Dosis 1 ini di laksanakan dengan Protokol kesehatan yang ketat, disiapkan tempat cuci tangan, Hansanitizer, tempat antrian, pendaftaran di sediakan dengan baik. (Mercys)

Tangsel,Sulutnews.com - Relawan Muhaimin Peduli (RMP) Kota Tangerang Selatan sejak Selasa (30/08/2021) mengelar kegiatan berbagi bersama di tengah pandemic dengan masyarakat terdampak Covid-19, menyusul aksi terdahulu yang telah bergerak serentak secara nasional di 10 kota kabupaten di Indonesia, usai deklarasi awal Agustus 2021.

Sepuluh kota yang sudah melaksanakan berbagi bersama sebagai rasa solidaritas dan keprihatinan, masing-masing Manado, Minahasa, Tasik dan Jakarta serentak 9 – 13 Agustus 2021. Selanjutnya Kota Jepara, Ciamis dan Medan, dilaksanakan 16 – 20 Agustus 2021. Kemudian Kota Padang, Banjar dan Blitar pada 23 -27 Agustus 2021.

Tiga kota berikutnya, yakni Bekasi, NTT serta Tangerang Selatan bergerak ditahap keempat yang dijadwalkan berlangsung hingga 3 September 2021 mendatang. Khusus Kota Tangerang Selatan, RMP yang terdiri dari generasi para milenial tersebut, hari ini menyusuri beberapa titik di wilayah Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Setu.

“Hari ini kita berbagi di Ciputat dan Setu. Sementara untuk wilayah Pamulang dan Serpong, dijadwalkan akan dikunjungi Kamis dan Jumat (1-2 Agustus 2021),” ujar Ketua Umum RMP, Nandiyo Aditya Iskandar didampingi Pembina RMP Greity Tielman dan Rachel Tuerah, di Ciputat, Rabu (31/08/2021).

Ditambahkannya, sebagaimana pesan moral RMP bahwa aksi ini harus simultan dilakukan sebagai jawaban atas keprihatinan kita melihat situasi dan kondiri pandemic saat ini. “Banyak sekali yang menjerit karena terdampak pandemic Covid-19. Butuh solidaritas kita bersama untuk menghadapi situasi ini,” ujar Nandiyo Aditya.

Tim berbagi di tengah pandemic Kota Tangerang Selatan yang dipimpin langsung Koordinatornya, Desendro RS Kumaunang Selasa kemarin (30/08/2021) telah melayani warga di wilayah Situ Gintung, Ciputat Selatan. Sejumlah nasi kotak dibagikan kepada warga kurang beruntung juga kepada masyarakat yang sedang isolasi mandiri (ISOMAN).

“Untuk hari ini kami berbagi, dengan sejumlah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing juga sejumlah masyarakat sekitar yang terdampak pandemic Covid-19,” kata Desendro RS Kumaunang.

Menurutnya, aksi sosial yang dilakukan beberapa kaum milenial ini yang tergabung dalam komunitas RPM, berangkat dari kegelisahan terhadap situasi yang terjadi saat ini.

Sebagaimana diketahui, RMP yang digerakkan beberapa anak muda milenial yang mengidolakan sosok Muhaimin, telah dideklarasikan di Jalan Prapanca IV no 46, Kebayoran Baru, Jakart Selatan, Sabtu (7/8/21).

Dikatakannya, bantuan yang diberikan berupa makanan untuk Nakes, warga Isoman dan warga yang kurang beruntung berupa sembako maupun kebutuhan lainnya merupakan sumbangan dari para relawan RMP.

“RMP akan terus bergerak membantu meringankan masyarakat terdampak pandemi yang hingga kini belum bisa diprediksikan sampai kapan akan berakhir. Untuk itu, kami mengajak anak milenial untuk turut serta membantu dan meringankan beban masyarakat,” kunci Desendro. (/Mercys)

Banten,Sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal yang berkolaborasi bersama dengan Konfederasi Serikat Buruh

Seluruh Indonesia (KSBSI) di PT. Elite, Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2021).

Dalam sambutannya, Sigit menyebut akan melakukan penguatan akselerasi atau percepatan vaksinasi di wilayah-wilayah aglomerasi, dan salah satunya adalah di Banten. Mengingat, kata Sigit, TNI, Polri, relawan dan seluruh elemen masyarakat saling bahu-membahu mewujudkan target Pemerintah Indonesia terkait vaksinasi. Hasil kerja keras itu terwujud di DKI Jakarta yang dosis pertama sudah mencapai 100 persen.

"Alhamdulillah kemarin di wilayah DKI sudah tembus 100 persen. Dan saya minta untuk seluruh jajaran untuk tingkatkan di wilayah aglomerasi. Banten termasuk wilayah aglomerasi yang memang harus kami garap," kata Sigit dalam sambutannya.

Untuk wilayah Banten, menurut Sigit, jajarannya dengan dibantu seluruh elemen bakal melakukan percepatan untuk mengejar target dari Pemerintah. Sehingga, kedepan diharapkan suntikan dosis pertama dan kedua akan segera meningkat.

"Sehingga vaksinasi segera ditingkatkan pencapaiannya. Karena wilayah Banten saya lihat masih di angka 28 persen vaksin dosis pertama, dan vaksin dosis kedua kurang lebih 13 persen. Ini akan terus dipacu sehingga dalam waktu dekat harapan kami yang dapatkan vaksin pertama dan kemudian kedua bisa makin bertambah," ujar Sigit.

Sementara itu, mantan Kapolda Banten ini juga mengapresiasi buruh yang tergabung dalam KSBSI, karena telah berperan aktif untuk membantu mewujudkan target vaksinasi Pemerintah untuk segera menciptakan Herd Immunity terhadap Covid-19.

"Kami tahu dan kami akui bahwa rekan-rekan buruh ini pahlawan-pahlawan devisa bagi kami semua. Dari rekan-rekan buruh inilah maka salah satu kebijakan terkait eksport. Karena itu tentunya kami terus mendorong," ucap mantan Kabareskrim Polri ini.

Sigit menjelaskan, jika kelompok buruh sudah divaksin, maka aktivitas perekonomian dapat berjalan. Namun, kata Sigit, tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Sehingga buruh bisa divaksin bisa bekerja walaupun harus melaksanakan prokes dengan baik. Sehingga kegiatan industri bisa berjalan dan buruh tetap terjaga kesehatannya," tutur Sigit.

Selain itu, Sigit mengimbau, kepada seluruh kelompok buruh yang sudah divaksin untuk tetap menerapkan prokes secara disiplin. Mengingat, hal itu masih menjadi salah satu upaya untuk menekan laju pertumbuhan virus corona.

Apabila laju pertumbuhan Covid-19 ditekan, Sigit menyatakan, kedepannya akan ada kelonggaran-kelonggaran yang disesuaikan, agar sektor industri bisa berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Sehingga kemudian kesehatan masyarakat jadi makin baik, laju pertumbuhan Covid-19 bisa dikendalikan dan semakin turun.  Sementara ekonomi bisa kami dorong untuk tumbuh makin baik," tutup Sigit. (Adrian)

Serang,Sulutnews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelontorkan 458 ton beras dan 15.000 paket sembako untuk masyarakat Banten yang terdampak PPKM darurat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta Bhabinkamtibmas, Babinsa, kapolsek dan danramil memapping kebutuhan masyarakat jangan sampai ada yang kesulitan dan belum tersentuh bantuan sosial. "Silahkan dicek apabila kurang, ajukan lagi maka dari pusat nanti akan didistribusikan lagi," kata Sigit di Serang, Banten, Minggu (18/7/2021).

Jenderal bintang empat itu  juga terjun langsung membagikan paket sembako kepada warga lingkungan Kaujon Singandaru RT01/22.

Rumah yang pertama didatangi adalah Eneng rahmah, 70 tahun seorang janda. Kemudian rumah Syantiah Rahmawat. Selanjutnya rumah Multi Ningsih, penjual ketoprak dan Ayuni, penjualan bakso.

Selain membagikan paket sembako, Kapolri juga meninjau Posko PPKM Mikro di Kelurahan Serang. Wilayah ini terdiri dari 27 RW dan 118 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 26.914 jiwa.

Sigit sempat berdialog dengan salah seorang warga yang melakukan isolasi mandiri secara virtual.

Sigit juga meninjau vaksinasi di Universitas Sultan Agung Tirtyasa (Untirta) Serang. Dia mengaku akan mempercepat vaksinasi di Provinsi Banten. Pasalnya meskipun berdekatan dengan Ibu Kota namun akselerasinya masih diangka 14%. "Minggu depan TNI-Polri akan mengeroyok Banten untuk melaksanakan vaksinasi massal," terangnya.

Mantan Kapolda Banten itu mengajak seluruh elemen masyarakat baik relawan, aktivis, mahasiswa, OKP dan ormas yang memiliki kemampuan untuk gabung jadi petugas vaksinator dipersilahkan. "Mari kita sama-sama bersinergi sehingga akselerasi vaksinasi bisa segera tercapai. Dan herd immunity yang kita harapkan bersama segera terwujud," ungkapnya.

Sigit mengungkapkan laju pertumbuhan Covid-19 secara nasional diatas 50.000 sehingga perlu upaya keras yang terus dilakukan untuk segera menurunkan laju pertumbuhannya.

"Dari evaluasi, tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dibeberapa wilayah Banten angkanya ada di 90%. Namun ada tiga wilayah itu angkanya masih di bawah 90% sehingga saya harapkan perlu ditingkatkan," terangnya. (Adrian)

Tangerang,Sulutnews.com - Pengurus Persatuan Wartawan Indomesia (PWI) Kota Tangsel, Malik Abdul Aziz, terkonfirmasi positif Coronavirus Disease atau Covid-19. Ihwal pria berumur 24 tahun itu positif Covid, setelah pada Kamis kemarin (15/4/2021), dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) di Puskesmas kawasan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Untuk diketahui, sebelumnya Malik sudah mengikuti dua kali program vaksinasi Covid-19 di RSUD Kota Tangsel pada 2 dan 16 Maret 2021 lalu.

"Pada hari Kamis (15/04) kemarin, saya harus mengikuti swab PCR di Puskesmas yang berada di Jalan Emas, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dikarena Keluarga ada yang positif Covid-19 dan dirawat di RSU Kabupaten Tangerang," kata Malik melalui pesan WhatsApp di Grup Pengurus PWI Kota Tangsel, Jumat (16/4/2021).

Sambil menunggu informasi mengenai hasil tes PCR tersebut, Malik mengaku harus membatasi aktifitasnya. Bahkan, Pimred jurnalistika.id itu pun tak berani ngantor. Bahkan, niat untuk pergi ke kantor PWI Tangsel yang berada di Nusa Loka, BSD, Serpong itu pun terpaksa di batalkan.

"Secara resmi, saya mendapat pengumuman bahwa saya positif Covid-19 melalui pesan WhatsApp yang saya terima pada Jum'at (16/04/2021) ini. Saya diharuskan menjalankan isolasi mandiri dirumah," terang Malik.

Ketua PWI Kota Tangsel, Ahmad Eko Nursanto mengaku terkejut setelah mengetahui ada seorang pengurusnya yang membidangi Advokasi dan Pembelaan Wartawan di PWI Tangsel itu terkonfirmasi positif Covid.

Menurut Eko, meski pengurusnya itu sudah menjalani program vaksinasi sebanyak 2 kali, hal itu bukan berarti yang bersangkutan aman dari virus Corona. Untuk itu, Eko pun mengimbau agar wartawan yang biasa bertugas di lapangan tetap mematuhi Prokes yang berlaku.

"Kita cukup terkejut dengan adanya kabar seperti ini. Karena empat hari ini yang bersangkutan tidak terlihat di kantor PWI. Untuk itu kami mengimbau agar teman-teman wartawan yang bertugas dilapangan tetap mematuhi Prokes, karena ini penting untuk kesehatan kita bersama," singkat Eko. (Dra/Melvin)

Tangerang, Sulutnews.com -  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka rapat kerja teknis (rakernis) fungsi lalu lintas (lantas) tahun 2021 di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (10/3/2021).

Dalam arahannya, Jenderal Sigit mengapresiasi jajaran lantas atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas)  di tengah pandemi Covid-19.

"Diibaratkan film marvel bahwa polantas seperti manusia baja karena dalam situasi apapun, hujan, panas, gelap, bencana selalu hadir," kata Listyo.

Mantan Kabarerskrim Polri ini menyebut polisi lalu lintas (polantas) merupakan perwakilan Polri yang selalu berada di garis depan dalam melayani masyarakat.

"Tentunya ada risiko yang melekat. Kegiatan positif akan berdampak positif organisasi polri dan sebaliknya. Maka harus kita jaga perform dengan baik dan prima," ucapnya.

Tak lupa, jenderal bintang empat ini meminta jajaran Polantas harus mampu melakukan transformasi yang presisi, baik dalam organisasi, operasional, pelayanan publik dan pengawasan. Selain itu, jajaran Polantas diminta memanfaatkan teknologi agar pelayanan ke masyarakat bisa maksimal.

"Saya minta kepada lantas mempunyai performance yang bagus dan hal-hal yang berisiko diganti dengan teknologi, dan tugas difokuskan pada pengaturan lantas, mengurai kemacetan," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Banten ini mengatakan, jajaran Polantas harus memikirkan bagaimana memberikan pelayanan masyarakat, tanpa kehadiran masyarakat. Salah satu contohnya yakni bagaimana pembuatan pelayanan SIM ke depan bisa melaksanakan ujian sim dengan aplikasi.

"Baru praktik ke gerai-gerai yang telah disiapkan. Mungkin dikasih gerai simulasi praktik SIM," katanya. (Adrian)

Banten, Sulutnews.com - Pujian Menteri Sosial RI Tri Rismaharini yang sekarang kerap disapa Bunda Risma membuat suasana gembira menghiasi raut wajah para pengurus dan anggota Serikat Media Siber Indonesia yang terkenal dengan nama SMSI.

Tidak salah memang menyebut SMSI, karena singkatan resmi organisasi konstituen Dewan Pers ini adalah SMSI yang sekarang menjadi rumah para pengusaha pers siber (online) di seluruh Indonesia yang sementara ini berjumlah 1224 orang.

Pujian bunda Risma dialamatkan pada SMSI dalam acara peresmian Jalan Bakti SMSI dan sanitasi berupa 16 tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK), sebagai hadiah untuk masyarakat setempat, yakni Kampung Jaha, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten.

 “Jalan sepanjang 750 meter dan lebar 2,5 meter serta 16 MCK ini sebagai hadiah dari SMSI untuk masyarakat dalam memperingati Hari Pers Nasional 2021,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus dalam sambutan rangkaian acara menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan SMSI, 7 Februari 2021 di Kampung Jaha.

Acara HPN yang ditandai dengan peresmian jalan dan MCK juga dihadiri segenap warga masyarakat yang menunggu kehadiran Bunda Risma sejak pagi, para Ketua RT, RW, lurah, dan camat, serta Sekretaris Wilayah Daerah Provinsi Banten Dr Al Muktabar, M.Sc, serta Wali Kota Serang H. Safrudin.

 “Bagi saya ini menarik karena jarang sekali ada inisiatif dari luar selain pemerintah untuk membangun jalan. Saya baru tahu setelah 20 tahun jadi PNS (pegawai negeri sipil, Red) dan 10 tahun jadi wali kota, itu ada pihak lain di luar pemerintah bangun jalan lalu diserahkan kepada pemerintah. Saya jadi Wali Kota Surabaya 10 tahun itu bangun jalan sepanjang 350 km. SMSI sekali tepuk bangun jalan 750 meter. Saya tertarik dengan konsep SMSI dalam memberikan sumbangan yang berbeda. Bangun jalan itu sama dengan kita membangun peradaban Jika jalan dibangun maka peradaban berubah,” tutur Risma yang kemudian berterima kasih kepada SMSI yang telah membantu warga.

 “Saya berterima kasih yang sebesar- besarnya untuk SMSI yang telah bantu masyarakat. Dulu sewaktu saya jadi wali kota itu saya dahulukan bangun infrastruktur di kampung-kampung,” katanya.

Apresiasi ini membuat para anggota dan pengurus SMSI yang hadir merasa mendapat penguatan bahwa bakti sosial membangun jalan dan MCK itu sesuatu yang baik dan luar biasa.

Pujian itu memberi semangat jajaran pengurus SMSI, dan kalangan pers yang hadir, antara lain Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan SMSI Pusat Dr Retno Intani, Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun, Penasihat SMSI Pusat Ervik Ari Susanto, Sekretaris Jenderal SMSI Mohammad Nasir, Ketua Bidang Organisasi Cahyonoadi RS, dan pengurus lainnya Andi Setiadi, serta Sahatma Refindo.

“Saya datang kemari, memenuhi undangan, sama sekali tidak melihat siapa yang mengundang. Saya hanya melihat kegiatannya yang baik sekali, untuk kemanusiaan,” kata Risma.

Semakin jelas, program yang luar biasa lah yang diapresiasi oleh Bunda Risma. Bunda Risma memandang kegiatan yang bermanfaat untuk manusia dan kemanusiaan menempati posisi yang sangat tinggi, untuk semua orang, universal, melampaui identitas kelompok atau golongan.

Bahkan membangun jalan dan MCK, kata Risma, berarti membangun peradaban.

Masyarakat yang semula tidak punya akses jalan, menjadi punya akses. Perjalanan lancar kemana-mana lancar, memperlancar jalur usaha warga.

Begitu pula dengan kehadiran MCK, akan mengubah pola hidup masyarakat dalam kebersihan dan kesehatan. Ini sangat penting.

Program bangun jalan dan MCK itu dirancang dan dijalankan oleh SMSI dengan mendapat dukungan dari para anggota, serta banyak pihak terutama PT Dwi Ratna Putra.

SMSI hadir di Kampung Jaha dengan program kemanusiaan juga tidak melihat siapa masyarakat yang tinggal di kampung itu, tidak melihat suku dan agama yang dianut warga setempat.

“Kami di sini hanya bekerja untuk membantu masyarakat. Kami tidak kenal si A atau si B yang akan menggunakan jalan ini. Kami hanya tahu mereka butuh bantuan,” tutur Nasir, Ketua HPN SMSI 2021.(*/Melvin)

Serang, Sulutnews.com – “Dulu kalau mau buang air di sawah, pulang kalau mau ‘cebok’,” ujar Artanti sambil tertawa malu saat ditanya tempatnya dan keluarga buang air besar ketika rumah mereka di Kampung Jaha, Desa Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten belum memiliki MCK (mandi, cuci, kakus).

Artanti yang mengaku lahir dan dibesarkan di Kampung Jaha tersebut mengakui jika masyarakat di daerahnya memang banyak yang belum memiliki MCK, terutama kakus. Sehingga tak heran, setiap mau buang air besar mereka selalu mengungsi mencari tempat pembuangan ke sawah terdekat.

Menurut Artanti, kondisi perekonomian keluarga mereka yang saat itu belum memungkinkan membuat MCK harus diterimanya dengan lapang dada.

Karena itu, rutinitas BAB ke sawah sudah bukan menjadi hal yang aneh. “Nggak bau kalau sudah biasa,” ujarnya tersenyum.

Menurut Artanti, saat hamil tua ia bahkan pernah BAB tengah malam ke sawah.

 “Untuk penerangan, ya bawa senter lah sambil ditemani emak,” ujarnya. Agar tidak merasa takut, Artanti mengaku selalu membawa telepon genggam setiap BAB ke sawah sebagai hiburan selama BAB.

Karena itulah, begitu keluarganya mendapatkan informasi mendapatkan bantuan MCK, Artanti mengaku keluarganya sangat bersyukur dan gembira.

“Waktu dengar dapat bantuan Alhamdulillah, udah gak harus ke sawah lagi.”

Hal serupa juga disampaikan penerima bantuan MCK lainnya, Subika. Wanita berusia 50 tahun ini mengaku ia dan suaminya memang harus ke sawah setiap hendak buang air besar. “Di sawah sana buang air besarnya, jauh,” ujarnya.

Tapi, lokasi tempat pembuangan hajat yang dimaksud ternyata tempat yang terbuka, tanpa ada bilik pembatas. Karena itu, Subika mengaku harus mencari pohon sebagai tempat buang hajat agar tidak terlihat orang lain yang lewat. “Di balik pohon pinggir sawah kalau beraknya,” ujarnya sambil tertawa.

Kalau hajatnya tersebut hendak dilakukan malam hari, ia terpaksa harus membangunkan suaminya untuk menemani sambil bawa senter untuk penerangan. “Kalau lagi berak malam, bawa senter biar terang.”

Menurut Subika, ia dan suaminya sebenarnya berniat membuat WC sendiri, tapi karena tidak mempunyai uang rencana itu harus mereka kubur dalam-dalam. “Wong Bapa gak kerja, cuma ngangon kerbau kakaknya makanya ga ada uang buat kakus. Kalau ngangon kerbau, kalau kerbaunya beranak dua nanti yang satu buat kami,” ujarnya.

Subika mengaku saat ini ia hanya tinggal bersama suaminya, sedangkan anak mereka sudah memisahkan diri di rumah lain karena sudah menikah.

Pekerjaan suaminya sebagai pengangon kerbau yang hasilnya baru didapat jika kerbaunya melahirkan membuat dirinya harus membantu perekonomian keluarga. “Bapak ngangon kerbau, nanti kalau melahirkan kerbau dua, yang satu buat kami. Untuk sehari-hari, bapak bantu ‘nandur’ upahnya lima puluh ribu. Sawah juga bantu di sawah,” ujarnya.

”Karena itulah ia mengaku sangat gembira, rumahnya dibantu dibuatkan MCK. “Terimakasih sudah dibantu. Kalau dulu kan harus ke sawah, sekarang sudah bisa di rumah aja,” ujar Subika ditemui di teras rumahnya, Sabtu (06/02).

Kegembiraan adanya bantuan MCK buat warga Kampung Jaha ternyata bukan hanya dirasakan para penerima bantuan saja. Markani, warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan tidak mendapatkan bantuan juga mengaku ikut gembira karena sawahnya yang biasa dijadikan tempat pembuangan hajat warga sekarang jadi bersih.

“Alhamdulillah sawah saya bersih jadinya, gak kotor kena ‘ini’ warga,” ujarnya tertawa.

Markani mengaku prihatin terhadap kondisi para tetangganya yang tidak mempunyai MCK sehingga harus buang air besar sembarangan. “Sebenarnya kasihan melihat tetangga kalau belum punya WC, kalau buang ‘ini’ (red. BAB) sembarangan, jadi kelihatannya kagak enak, tapi gimana gitu,” ujarya.

Sebagai pemilik sawah, Markani mengaku setiap hari harus melapangkan dada setiap kali melihat kotoran manusia di sawahnya. “Saya pernah negor karena setiap hari ngeliat ada aja. Tapi gimana ya mau ngomong gak enak. Saya pernah kaki saya kena kotoran di galangan sawah saya,” ujarnya tertawa lepas.

Markani mengaku berusaha memaklumi kondisi tersebut. “Mau ngomong gimana, tapi gimana orang gak punya ya, kalau punya gak sampai ke sawah buang ininya,” ujar Markani sambil tertawa lagi.

Markani mengaku sangat bersyukur pada Hari Pers Nasional (HPN) 2021, SMSI membantu para warga dengan program bakti sosial. Apalagi, selain MCK, ruas jalan kampung mereka juga ikut dibangun.

“Lumayan jalan jadi bagus, enggak becek, enggak licin karena sudah diaspal. Dulu jalannya keliatan kumuh, sekarang sudah bagus. Terimakasih sudah bantu jalan kami,” ujarnya. (*/Melvin)