Nasional

Nasional (99)

Bali, Sulutnews.com -  Bupati Bangli I Made Gianyar berharap Delegasi Wartawan Korea ikut mempromosikan pariwisata Bangli di Negeri Ginseng. Hal itu disampaikan  terkait kesiapannya menerima kedatangan rombongan wartawan Korea  yang ingin berkunjung dan melihat secara langsung sejumlah obyek wisata yang ada di Kabupaten Bangli pada Sabtu (1/11/2019) mendatang

Bupati Made Gianyar menyampaikan hal itu saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesdia (PWI) Provinsi Bali yang dipimpin ketuanya, IGMB Dwikora Putra, di Caldera Restaurant Kintamani, Bangli, Senin (21/10/2019) sore.

Bupati yang didampingi Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra, Kadis Pariwisata  I Wayan Ardana dan  Kabag Humas dan Protokol  Cokorda Bagus Gaya Dirga, berharap kunjungan wartawan dari Negeri Ginseng itu nantinya dapat lebih mempopulerkan potensi pariwisata Kabupaten Bangli di Korea Selatan.

“Melalui kunjungan wartawan Korea Selatan ini kita harapkan nama Kabupaten Bangli bisa lebih dikenal di mancanegara, terutama di Korea Selatan. Dengan demikian, kunjungan turis Korea Selatan ke Bali khususnya ke Kabupaten Bangli bisa meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Sementara Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra menjelaskan,  kunjungan Delegasi  Wartawan Korea Selatan yang tergabung dalam Journalist  Association of Korea (JAK) ke sejumlah obyek wisata di Bali kali ini adalah keepat kalinya. Selain ingin mengunjungi langsung obyek-obyek wisata yang ada di Pulau Dewata, wartawan Korea Selatan juga ingin studi banding tentang pers di Indonesia.

Dwikora mengatakan, pers Indonesia dan Korea Selatan memiliki peran strategis untuk memberitakan hubungan baik kedua negara. “Peran media baik di Korsel maupun Indonesia sangat strategus dalam memberitakan tentang hubungan baik kedua negara,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, sebelum berkunjung ke Pulau Dewata, rombongan JAK terlebih dahulu akan berkunjung ke Jakarta selama dua hari, 30-31 Oktober 2019. Sementara kunjungan ke Bali akan dilakukan selama tiga hari,  1- 3 November 2019.

“Sepulang kunjungan dari Bali nanti para wartawan Korsel itu akan menuliskan artikel tentang Bali dan kesan-kesan mereka selama di Indonesia. Kami harapkan mereka menulis dan mempublikasin hal-hal positif tetang Bali dan kepariwisataan Bali khususnya. Bahwa berbeda sekali antara membaca di buku atau media lainnya  dengan setelahdatang  dan melihat langsung obyek wisata yang ada di Bali serta berbicara dengan orang Bali sendiri,” terang Dwikora yang juga Pemimpin Redaksi Harian Warta Bali.

Dijelaskan pula, PWI setiap tahun juga melakukan kunjungan balasan  ke Korea Selatan. Pertukaran wartawan dengan Korea Selatan sebagai salah satu upaya pengkayaan wawasan dan pengetahun tetang pers.

Delegasi JAK  yang akan berkunjung ke Bali berjumlah 11 orang. Yakni Mr.  Jung Kyu Sung (President of JAK), Mr. Moon Kwanhyun (Vice President Yonhap News Agency), Mr. Jang Taeyeoup (VP Jellaibo), Mr. Chioi Sukhwan (VP Money Today), Mr. Lee Juhyung (President of Daegu-Gyeongbuk Journalist Association, Daego Ilbo), Mr. Park Jikyoung (The Kwangju Ilbo), Mr. Park Sang Joun (The Maeil Shinmun), Mr. Kwon Ki Taek (Busan Ibo), Mr. Lim Jinsu (President of CBS Branch), Mr. Kim Soo Han (President of The Herald Business Branch), dan Mr. Lee Won Hee (/Mercys)

Jakarta, Sulutnews.com - Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari didampingi Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga, Jumat sore, 18/10,  melayat jenazah wartawan senior Agus Parengkuan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Mantan Duta Besar RI untuk Italia August Parengkuan meninggal dunia pada Kamis pagi, (16/10) dalam usia 76 tahun. Mantan wartawan Kompas itu menjadi dubes pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilantik pada 3 September 2012.

August Parengkuan memulai karirnya sebagai wartawan Harian Kompas (1965-1981), lalu menjadi Redaktur Bidang Politik, Wakil Redaktur Pelaksana (1989-1990), Redaktur Pelaksana (1990-1992), Wakil Pemimpin Redaksi Kompas (1992-1993), Redaktur Eksekutif merangkap Wakil Pemimpin Redaksi Kompas (1993-2000).

Saat menjadi Dubes Berkuasa Penuh RI untuk Italia, August juga bertugas merangkap sebagai Dubes untuk Malta, Siprus, dan organisasi PBB yang berbasis di Roma (ibu kota Italia), antara lain Organisasi Pangan FAO.

Meski marganya berasal dari Sulawesi Utara namun August lahir di Surabaya, kemudian dia bersekolah di Parepare, Sulawesi Selatan. Dan dia dibesarkan dalam kultur masyarakat Bugis Makassar.

Di organisasi PWI, August aktif sejak lama. Terakhir di periode 2018 - 2023 sebagai penasihat. Dalam rapat-rapat di PWI itu juga kami sering berdiskusi, bertukar pikiran. Setelah purna tugas sebagai Dubes RI di Italia, kantor yang sering disambangi adalah PWI. " Beberapa waktu lalu, Almarhum sempat datang ikit juga saat Rapat di PWI,dan ternyata itulah kunjungan terakhirnya ke sini "Ujar Depari seusai memimpin Doa bersama di sela2 Rapat Panitia HPN 2020.

Menurut rencana, almarhum Augus Parengkuan akan dimakamkan pada hari Minggu, 20/10, di Sandiego Hill Karawang, Jawa Barat.(Mercys/Humas PWI)

JAKARTA, Sulutnews.com - Apa yang Anda bayangkan tentang Indonesia 100 tahun? Semua cita-cita kebangsaan yang dicanangkan para pendiri bangsa seharusnya sudah tertuntaskan di satu abad berdirinya republik ini.

Tentunya, semua tujuan besar dalam hidup bernegara dan berbangsa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 akan lebih mudah Indonesia capai dengan kepemimpinan yang bisa menyatukan cita-cita dan gerak seluruh rakyatnya. Dimulai dengan persatuan pikiran, persatuan pengolahan, dan persatuan tindakan. Tujuan utamanya terpusat pada pemulihan keseluruhan Indonesia, untuk mencapai kesejahteran dan kemakmuran bersama tanpa melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia, jiwa Proklamasi, dan UUD 1945.

Dalam masa 26 tahun ke depan, atau pada tahun 2045 yang merupakan tahun istimewa bagi bangsa Indonesia karena merupakan tahun keseratus sejak lahirnya NKRI, segala daya upaya menyejahterakan bangsa tidak boleh tertenti. Apalagi, pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia 45-54 tahun, yang disebut usia emas atau usia matang.

Sayangnya, potensi tersebut ini hanya terjadi sekali saja dalam siklus jumlah penduduk suatu negara. Jika kondisi ini dikelola dengan baik, maka dapat menjadi sebuah berkah untuk Indonesia. Namun, jika dikelola dengan buruk, maka bonus demografi tersebut akan terlewati

dengan sia-sia, dan setelah itu jumlah orang tua lebih banyak dari pada pemudanya sehingga Indonesia tidak mendapatkan apapun dari masa itu.

Sekali lagi, semua cita-cita besar berdirinya NKRI akan tercapai bila rakyat Indonesia berada di bawah kepemimpinan yang tepat, yang bisa menyatukan dan menggerakkan seluruh potensi yang ada secara maksimal. Pertanyaan besar saat ini adalah, siapkah anak-anak bangsa di masa kini memimpin negara ini menuju tahun Indonesia Emas 2045? Apa saja tantangan yang akan dihadapi di tahun 2045 dan strategi apa yang harus disiapkan untuk Indonesia Emas 2045?

Untuk itu dibutuhkan karakter pemimpin yang memiliki kompetensi masa depan yang harus dipersiapkan dari sekarang.

Tergerak oleh visi tersebut, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyelenggarakan Seminar 100 Tahun Indonesia Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045. Seminar ini akan diselenggarakan pada Rabu 16 Oktober 2019, di Mezzanine Ballroom, Hotel Aryaduta, Kwitang, Jakarta Pusat. 

Mirza Zuhaldi Sekjen PWI Pusat yang juga Ketua Panitia Seminar mengatakan, ," Kegiatanya akan dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kekinian mengenai permasalahan dalam kepemimpinan bangsa saat ini serta dapat menentukan langkah untuk memperbaiki masalah yang akan kita hadapi bersama." Ujarnya

" Acara ini pun bertujuan untuk memberi gambaran kepada publik soal kriteria calon pemimpin untuk mencapai Indonesia Emas 2045, sekaligus dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2019." Kata Mirza

Akan bertindak sebagai Keynote Speaker adalah Tokoh Pers Nasional yang juga mantan Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang.

Para tokoh nasional yang akan hadir sekaligus menjadi nara sumber antara lain Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Dodi Reza Alex Noerdin (Bupati Musi Banyuasin), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Herry Ario Naap (Bupati Biak Numfor), dan Indah Putri Indriani (Bupati Luwu Utara).

Sementara itu peserta yang akan hadir antara lain dari pengurus PWI Pusat, Tokoh Pers, Wartawan, Organisasi Pemuda, Partai Politik, Mahasiswa, Pengusaha, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, dan masyarakat umum. [Mercys/PWI]

Jakarta, Sulutnews.com - Pengacara terkenal Henry Yosodiningrat Kamis (10/10) pagi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti.

Didepan para penguji dan promotornya antaranya, Prof DR Eryantouw  Wahid, DR Anas Yusuf,DR Endiyk M Asror, Henry berhasil mempertahankan disertasinya “ Politik Hukum Pencegahan Korupsi : Optimalisasi Legislasi Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia”.

Acara penganugerahan gelar pendidikan tertinggi itu dilangsungkan di ruang serbaguna Universitas Trisakti Pasca Sarjana di Menara Anugrah, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Hadir juga dan menyaksikan acara itu selain keluarga Henry, kalangan lawyer dan sahabat dekat, tampak antaranya  Ketua KPU Arif Budiman, Ketua Ombudsman Prof Amzulian Rivai, Peter Gontha,  Ilham Bintang, Vivick Tjangkung, Hanna Wijaya, Indro Warkop,  dan Fryda Lucyana. Gelar Doktor yang diraih Henry dengan predikat Cumlaude.

Belum Optimal

Dalam disertasinya Henry berkesimpulan politik hukum pencegahan korupsi di Indonesia belum mengarah sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat ke arah penguatan norma pencegahan dalam peraturan perundang-undangan. Adapun norma pencegahan yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku sekarang, hanya menitikberatkan kepada  sosialisasi tindak pidana korupsi dan partisipasi publik atau masyarakat melalui pemberian informasi tindak pidana korupsi.

Henry juga memaparkan proses legislasi pencegahan korupsi belum optimal dikarenakan belum melibatkan berbagai pihak khususnya pemangku kepentingan, seperti partai politik dan pemangku sistem peradilan pidana di Indonesia ( KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung.

DR Henry  Yosodiningrat lahir di Krui Pesisir Barat 1 April 1954. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sedangkan gelar S2 dari  Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Sejak 1978 Henry menekuni profesi sebagai Advokad/ Penasehat Hukum.

“ Alhamdulillah, selesai juga. Waktu itu kadang saya hanya merekam buah pikiran untuk diketik oleh staf, “ ungkapnya.

Penelitian Henry untuk menyusun disertasinya dilakukan disela-sela kesibukannya sebagai anggota parlemen (2014-2019) dari Fraksi PDI-P. (/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari didampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga dan Ketua Panitia Pelaksana Hari Pers Nasional Auri Jaya beserta Humas HPN Mercys Charles Loho melakukan kunjungan ke Sekertaris Jenderal Kominfo Rosarita Niken Widiastuti, di lantai 7 Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Pertemuan ini selain membahas rencana pelaksanaan Hari Pers Nasional di Banjarmasin juga dalam rangka mengundang Menteri Kominfo untuk hadir dalam acara Seminar PWI dengan tema "Mimpi Tokoh Muda Indonesia 2045" yang akan digelar 16 Oktober mendatang. 

"Selain memperkenalkan Ketua Panitia Pelaksana HPN 2020, kami bermaksud mengundang Menkominfo Rudiantara untuk membuka Seminar PWI tanggal 16 Oktober 2019 di Hotel Aryaduta Jakarta dalam rangka hari Sumpah Pemuda," terang Atal S Depari.

Menurut Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, pemilihan Auri Jaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana karena dinilai berpengalaman dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan besar seperti di HPN 2019 lalu di Surabaya, dimana Auri juga bertindak sebagai pelaksana beberapa kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekertaris Jenderal Kominfo Rosarita Niken Widiastuti yang didampingi Bambang Sigit Nugroho mengatakan bahwa pihaknya selalu mendukung penuh berbagai kegiatan yang akan diadakan PWI Pusat demi kemajuan pers di tanah air, dan saat ini Kominfo tengah merancang Peraturan Menteri  tentang aturan main di medsos termasuk sanksi-sanksinya seperti yang akan dibahas dalam konvesi media massa di Hari Pers Nasional yang diselenggarakan masyarakat pers nasional di awal Februari 2020 mendatang.

Sementara itu Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi Yoga melaporkan juga tentang rencana kedatangan 11 wartawan dari Korea yang dipimpin langsung Ketua Persatuan Wartawan Korea JUNG KYU SUNG yang akan berkunjung ke Jakarta dan Bali dari tanggal 30 Oktober hingga 4 November 2019. (Mercys/Humas PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Untuk meningkatkan kerja sama antar kedua lembaga, Pengurus PWI Pusat bersilaturahmi dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU)

Marsekal TNI Yuyu Sutisna di ruang kerjanya, di Markas Besar Angkatan Udara di Cilangkap,Jakarta Timur, Selasa (08/10/2019).

Rombongan PWI Pusat dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Sekertaris Jenderal Mirza Zuhaldi, Dar Edi Yoga Direktur Wartawan ASEAN (CAJ),Zulkifli Gani Otto,Ketua Bidang Kerja Sama & kemitraan dan Nurjaman Mokhtar Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat.

“Atas nama TNI AU saya mengapresiasi dan terima kasih atas waktu dan kesempatan Pak Kepala Staf Angkatan Pengurus PWI Pusat, yang sudàh bersilahturahmi ke Mabes Angkatan Udara. Momentum seperti ini tentu sangat diharapkan agar kedepan ada kerja sama yang positif dan bermanfaat antara TNI AU dan PWI," Kata Sutisna.

Kasau dalam pertemuan ini di dampingi oleh Asisten Pengamanan Kasau,Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari Malik,Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Fajar Adriyanto dan Kasubdispenum Dispen AU Kolonel Muhammad Yurid. 

Kasau juga menambahkan akan bersinergi terus dengan PWI dan memberi suport dan  dukungan penuh untuk kepengurusan PWI  Pusat periode 2018 - 2023. Dan tentu akan berkontribusi juga di Hari Pers Nasional Tahun 2020, yang akan dilaksanakan oleh insan Pers Indonesia yang dimotori oleh PWI.

Sementara itu Ketum PWI Pusat Atal S Depari sendiri merasa terhormat dengan diterimanya Rombongan Pengurus PWI Pusat oleh Kasau.

" TNI AU merupakan lembaga yang pertama yang dikunjungi kepengurusan PWI Pusat secara resmi. Dan tentu  PWI siap membangun hubungan baik yang positif sehingga tak ada lagi jarak antara TNI AU dan pekerja pers.  Depari mengatakan PWI yang didalamnya ada berbagai media massa tentu memiliki nilai strategis, sebagai sumber informasi juga sebagai edukasi untuk masyarakat luas.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia menjadi betul-betul berdaulat,aman hebat, adil dan makmur, tentunya tidak bisa hanya berharap kepada TNI Sebagai komponen paling depan.  tetapi hal ini harus juga dikerjakan oleh berbagai komponen bangsa termasuk didalamnya PWI dan TNI, AU” ucap Atal Depari.

Kedepan PWI dan TNI AU juga bisa bekerja sama misalnya untuk peningkatan kapasitas serta pengetahuan tentang media menuju era 4,0. Tentu juga bersama PWI, kita bisa berdiskusi, berdialog, serta bekerja sama untuk menambah wawasan terkait hubungan antara Pers dan TNI AU masyarakat umum serta lebih khusus lagi ada pelatihan2 media di lingkup TNI AU ,” Tutupnya. (Mercys/PWI)

Jakarta, Sulutnews.com - Jelang Ulang Tahun TNI ke-74 yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2019, Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Indonesia. Ucapan itu disampaikan dalam sebuah tayangan video Kapolri bersama para pejabat Mabes Polri.

"Saya Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian beserta keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia mengucapkan selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-74," kata Tito dalam video tersebut.

Mantan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Papua ini berharap TNI di usianya yang ke-74 tahun semakin profesional, modern, dan menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. "Dirgahayu TNI, TNI profesional kebanggaan rakyat," ujar Kapolri.

TNI dijadwalkan memperingati hari jadi ke-74 tahun pada Sabtu 5 Oktober 2019. Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan upacara parade dan defile yang akan digelar di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tersebut.

Pada peringatan tahun ini diusung tema 'TNI Profesional Kebanggaan Rakyat'. Kemarin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan jajaran pun ikut melakukan gladi bersih di Lanud Halim Perdanakusuma.(*/ML)

Jakarta, Sulutnews.com - Sebanyak 49 prajurit Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Papua menyandang pangkat baru satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2019. 

Upacara kenaikan pangkat diawali dengan laporan resmi kenaikan pangkat yang dipimpin Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan ) X Jayapura Letkol Marinir Rian Malfi, M.Tr.Opsla., kepada Wadan Lantamal X Kolonel Laut (P) Eko Wahyono, S. E. kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh prajurit Marinir yang telah naik pangkat satu tingkat lebih tinggi bertempat di Lapangan Apel Lantamal X Jayapura, Selasa, (1/10/19).

Dalam kesempatan itu, Komandan Satgas Letkol Marinir Romanimbun Butarbutar M.Tr.Hanla, mewakili personel Satgas yang naik pangkat mengatakan bahwa momentum kenaikan pangkat ini adalah sebagai pemacu semangat dalam menyongsong tugas-tugas kedepan.

"Janganlah kalian berpuas diri dengan apa yang telah kalian capai karena sesungguhnya sifat berpuas diri dari apa yang telah kalian capai adalah suatu kegagalan yang telah kalian persiapkan," tegas Komandan Satgas Letkol Marinir Romanimbun Butarbutar M.Tr.Hanla.

Dalam periode kenaikan pangkat ini, prajurit Marinir Satgas Pengamana Papua yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi terdiri dari 2 orang personel perwira dan 47 orang personel tamtama.(/Mercys Loho)

Jakarta, Sulutnews.com - Atal S Depari Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mengikuti Forum jurnalis "Belt and Road Initiative" 2019, Acara ini sendiri disponsori oleh Asosiasi Jurnalis China, yang diadakan di Beijing 28 September. Sebanyak 60 Pimpinan Asosiasi Jurnalis dari kurang lebih 50 Negara di Dunia ikut Berpartisipasi dalam Forum ini. Forum ini juga diselengarakan bersamaan dengan HUT Republik Rakyat Tiongkok (RRT)

"Seringkali kita larut membicarakan kemajuan teknologi komunikasi informasi dan mengagumi kemampuan kita menembus hal-hal yang selama ini membatasi arus informasi. Namun kita sering tanpa menyadari dan kita melupakan bahwa sebenarnya yang paling penting dari praktik kewartawanan adalah itikad baik," kata Atal ketika diberi kesempatan memberikan sambutan dalam sesi Integrated Development of Media, Building New Channels for Communication.

"Mengabaikan itikad baik membuat ruang publik dipenuhi ujaran kebencian, dan berita yang diwarnai kebohongan," tambahnya.

Atal Depari juga sangat berharap Forum Wartawan Belt and Road yang didirikan oleh beberapa asosiasi jurnalis termasuk PWI Indonesia ini dapat menjadi wadah bagi semua anggota Forum untuk saling bertukar informasi yang didasarkan pada niat baik demi mencapai tujuan bersama. 

Seperti namanya, Forum Wartawan Sabuk dan Jalan didirikan untuk mendukung pelaksanaan Inisiatif One Belt One Road (OBOR) yang ditawarkan pemerintahan Xi Jinping kepada negara-negara yang terkoneksi dalam apa yang disebut sebagai jalur sutra baru dari Asia Timur hingga benua Eropa, Afrika dan Amerika. Dalam deklarasi pendirian disebutkan bahwa Forum ini akan mengerjakan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas wartawan demi memperkuat pondasi kerjasama pembangunan.

Forum Wartawan Sabuk dan Jalan ini sendiri mengadopsi empat prinsip, yakni perdamaian dan kerjasama, keterbukaan dan inklusifitas, pembelajaran bersama, serta keuntungan bersama. (/HumasPWI)

Laporan Ilham Bintang

Jakarta, Sulutnews.com - Masih ingat polwan muda, cantik,   yang berhasil membekuk Ratu Ekstasi Zarima Mirafsur lebih duapuluh tahun lalu?

Ya, dia : Vivick Tjangkung. Perempuan  kelahiran Ende-Flores 15 Maret 1971, waktu diutus ke Texas, Amerika Serikat untuk  menangkap artis Zarima. Peristiwa itu terjadi tahun 1996.

Praktis sejak itulah Vivick bersama tim ditugaskan di Direktorst Reserse Polda Metro Jaya untuk mengungkap banyak kasus narkoba. Termasuk  pengungkapqn kasus laboratorium gelap yang memproduksi narkoba di Tanah Air. Untuk urusan penanggulangan narkoba, Vivick salah satu ahlinya. Berkat itu tidak heran jika ia mengantongi banyak penghargaan dari institusi tempat dia bernaung dan Kapolri.

Vivick Tjangkung yang saat ini berpangkat Komisaris Polisi dengan jabatan Kasat Narkoba Polres di Jakarta Selatan,  tentulah memiliki segudang pengalaman. Tak heran jika peluncuran bukunya  “ Melawan Teror Narkoba 8 Penjuru” Kamis (26/9)  petang di Basque Bar De Tapas, lantai 8 Noble House,  Mega Kuningan, Jakarta, mendapat perhatian serius dari tamu undangan.

Pada kesempatan itu dua pakar penanggulangan narkoba, Irjen Pol ( Purn) Dr Benny Mamoto dan Prof Aleksius Jemady, Ph.D tampil membedah buku Vivick.

Di antara tamu undangan, tampak antara lain Komjen Pol ( Purn) Gories Mere, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, Romo Benny,  Brigjen ( Pol) Ahli BNN dr Victor Pudjiadi,  pengacara Henry Yosodiningrat, Gabriel Mahal, dan Henky Sanjaya.

Buku Vivick setebal 168 halaman yang diterbitkan oleh Grasindo  berisi berbagai pengalaman suka duka Vivick Tjangkung dalam melaksanakan tugas pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Penanganan pengguna narkoba dari kalangan artis dan selebriti dibahas satu bab khusus

“ Janji Selebritas”.  Bab lain yang tak kurang serunya kisah tentang kepungan narkoba dari luar dan dalam. Bab berikutnya penulis mengingatkan perlunya masyarakat Indonesia bersama- sama melawan kejahatan narkoba.

Dalam pengantarnya Vivick Tjangkung mengungkap kisah di tahun 2018, saat dia menangani kasus balita yang dijebloskan oleh bapaknya jadi kurir narkoba. “ Saya terenyak menghadapi fakta yang amat mengerikan, “ kata Vivick.

Turut memberi pengantar di buku itu, DR ( HC) Karni Ilyas, Benny Mamoto,  dan Aleksius Jemadu yang tampil membedah pada acara peluncuran.(/Mercys Loho)