Nasional

Nasional (212)

Jakarta,Sulutnews.com - Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin menilai, tokoh intel legendaris tiga zaman Suripto adalah seorang intel pemikir, karena dia piawai dalam menganalisis data dan informasi terkait berbagai isu yang menyangkut kepentingan publik.  

Dalam bedah buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” di Jakarta, Rabu, (15/08) Aminuddin mengemukakan, Suripto yang kini menginjak usia 82 tahun masih rajin menuangkan gagasan dan pemikirannya secara cerdas dan lugas di media massa, baik di bidang politik dan ekonomi maupun sosial-budaya. 

Selain Aminuddin, acara bedah buku Suripto itu juga menghadirkan narasumber Ekonom Senior Dr Ichsanuddin Noorsy dan Direktur Pasca Sarjana Universitas As-Syafiiyah Jakarta Prof Dr Zainal Arifin Hoesien dengan moderator wartawan senior LKBN ANTARA, Theo Yusuf MS.

Dalam bedah buku yang didahului dengan peluncuran buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” itu Direktur ISDS juga mengapresiasi terbitnya buku yang dinilainya mencerahkan di bidang politik, ekonomi, dan sosial-budaya itu.

 “Buku ini sebagian berangkat dari pengalaman pribadi Suripto tentang apa yang dilihat dan dirasakannya secara langsung selaku seorang intel di era Orde Lama dan Orde Baru serta era Reformasi,” katanya.

Buku itu juga dinilainya banyak menyajikan informasi langka bagi publik Indonesia seperti menyangkut konspirasi dan gerakan rahasia  Zionisme dan Freemasonry yang ternyata telah lama berkembang di Indonesia.

Sementara itu Ekonom Ichsanuddin Noorsy mengemukakan, buku Suripto itu juga menyoroti peristiwa-peristiwa konspiratif dan besar terkait perang ekonomi-politik Internasional seperti soal Arab Spring dan  mengapa pemimpin Libia Muammar Khadafi jatuh.

Kendati mengapresiasi, Ichsanuddin juga mengkritisi sistimatika buku tersebut. “Beberapa ulasan senada sebaiknya cukup dijadikan satu bab bahasan saja. "Misalnya bahasan Zionisme dan Freemasonry cukup disatukan dalam satu bab," ujarnya.

Sementara itu Prof Dr Zainal Arifin Hoesien berpendapat bahwa buku tersebut bukan diperuntukkan sebagai buku ilmiah, tetapi merupakan buku refleksi Suripto sebagai seorang intel yang kini menjadi pengamat intelijen itu terkait aneka peristiwa besar nasional dan kebijakan pemerintahan.

"Karena bersifat reflektif, buku ini didapat dari apa yang dia rasakan, diamati dan disimpulkan. Misalnya soal penerapan sistem demokrasi yang sudah mapan. Dalam refleksi Suripto ternyata demokrasi yang berjalan adalah demokrasi transaksional yang dipertontonkan elit politik dan para saudagar,” katanya.

Zainal juga mengapresiasi sikap Suripto yang mengkritisi penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya masih lemah dan terkesan tebang pilih, padahal penegakan hukum sangat penting untuk menghindari adanya “public distrust” (ketidakpercayaan publik).(/SMSI)

Jakarta, Sulutnews.com - Suripto, mantan intel di era Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang kini dikenal sebagai pengamat intelijen akan meluncurkan buku berjudul “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” pada 15 Agustus 2018 di Jakarta.

Ketua Panitia Peluncuran Buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” yang juga Ketua Tim Editor buku tersebut, Aat Surya Safaat, Selasa di Jakarta mengemukakan, peluncuran buku pengamat intelijen itu akan dilanjutkan dengan acara bedah buku. 

Bedah buku itu sendiri akan menghadirkan tiga narasumber, yakni Ekonom Senior Dr Ichsanuddin Noorsy, Direktur Pasca Sarjana Universitas As-Syafiiyah Jakarta Prof Dr Zainal Arifin Hoesien, dan Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin.

Aat juga menjelaskan, buku “Gagasan dan Pemikiran Suripto, Intel Tiga Zaman” itu berisi gagasan dan pemikiran Suripto terkait isu-isu aktual dan relevan di bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan internasional.

Buku dengan isi lebih dari 300 halaman itu juga berisi testimoni tentang figur dan kiprah Suripto dari tokoh nasional, yakni dari mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Hilmi Aminuddin dan dari pengusaha dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, H Anif.

Tokoh lain yang memberikan kesaksian yaitu salah satu tokoh buruh Arif Minardi dan mantan Menteri Kehutanan di era Presiden Abdurrahman Wahid yang juga pernah menjadi Walikota Depok dua periode (2006-2011 dan 2011-2016), Nurmahmudi Ismail. 

Salah satu kesan menarik disampaikan oleh Ustadz Hilmi Aminuddin, yakni bahwa Suripto adalah tokoh pemberani dan intel sejati. Betapa tidak, Suripto dengan berani mengantarkan bantuan senjata secara langsung kepada para pejuang Muslim Bosnia yang tengah dikepung tentara Serbia di tahun1990-an.

Mengutip Suripto, Aat juga menjelaskan, pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam buku tersebut dapat mengkristal berkat bimbingan, gemblengan, dan interaksi yang intensif antara Suripto dengan guru, begawan, tokoh, ustadz, dan ayahandanya sendiri.

Oleh karena itu buku tersebut dipersembahkan Suripto untuk orang-orang yang dikagumi dan dihormatinya itu sebagai kenang-kenangan dalam perjalanan hidupnya yang sudah mencapai lebih dari delapan dekade.

Dalam buku tersebut juga ada kata pengantar dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Anies berkenalan dengan Suripto di tahun 1992 saat ia kuliah dan aktif di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Anies baru tahu belakangan bahwa Suripto adalah seorang intel. Keduanya sering berdiskusi selama berjam-jam, dan mereka mempunyai kesamaan dalam pemikiran, termasuk dalam melihat bagaimana Indonesia ke depan.

Kesan Anies, Suripto adalah figur pemberani yang penuh dengan pengalaman dalam pergerakan. Bila ditengok perjalanan hidupnya, Suripto sudah memimpin gerakan mahasiswa sejak awal 1960-an, jauh sebelum Anies lahir.(*SMSI)

Salatiga, Sulutnews.com - Peltu Tukani selaku Bati Tuud Koramil 08 Suruh menyambangi warga sekitar desa Bonomerto untuk menjalin silaturrohmi sekaligus mengecek hasil dari program TMMD Reg 102 di desa Bonomerto,Kamis (09/08/2018)

Selaku Bati Tuud Koramil 08 Suruh,Peltu Tukani mempunyai tanggung jawab besar membantu tugas Dan Ramil 08 Suruh Kapten Infanteri Tarimo dalam melaksanakan tugas kewilayahan yang diembannya dibawah komando dari Komandan kodim 0714/Salatiga Letkol Infanteri Prayoga erawan.Dalam pelaksanaan tugas wilayah tidak terlepas dari komunikasi sosial yang harus selalu dijalin dengan seluruh masyarakat di wilayah kecamatan Suruh.Apalagi dengan berakhirnya TMMD Reg 102 di desa Bonomerto yang baru saja ditutup oleh Danrem 073/Makutarama Kolonel Infanteri Joni pardede rabu silam 08/08/2018,banyak yang harus dikerjakan oleh Koramil 08 Suruh mengenai hasil TMMD dan tentang tanggapan masyarakat sekitar desa Bonomerto dengan adanya hasil program TMMD.

Peltu Tukani selaku Bati Tuud Koramil Suruh,menyambangi bapak kades Bonomerto bapak Ahmad Nurmanto untuk menjalin silaturrohmi,sekaligus berkomunikasi tentang hasil dari program TMMD Reg 102 desa Bonomerto.Bapak Ahmad nurmanto menyampaikan terima kasih atas semua yang sudah diberikan Kodim 0714/salatiga kepada seluruh masyarakatnya melalui program TMMD Reg 102 yang semakin mensejahterakan seluruh masyarakat desa Bonomerto pada umumnya dan secara pribadi meningkatkan kesejahteraan bagi warganya yang ikut terkena program jambanisasi dan RTLH.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Juru kamera lebih sering membidik obyek untuk dijadikan bahan berita,hal ini tak lepas dari perhatian tamu undangan dan masyarakat yang hadir pada Upacara penutupan TMMD Reg 102 desa Bonomerto,Rabu (08/08/2018).

Lain ceritanya, bila para juru kamera terekam oleh sesama rekan media dan humas. Beragam gaya yang terlihat alami, pada saat beberapa juru kamera sedang melakukan aksi pada upacara penutupan TMMD Reguler ke 102 TA 2018 di Lapangan Desa Bonomerto.Sekedar berkeliling lokasi untuk mencari obyek foto yang bagus, hingga saat berkerumun melihat hasil jepretan kamera mereka sendiri.Sebuah event sangat berpengaruh sekali dengan hadirnya wartawan untuk meliput berita dan mengunggahnya menjadi berita baik media cetak,televise,maupun media online.

Upacara penutupan TMMD Reg 102 menarik banyak wartawan maupun reporter televise,karena moment TMMD sangat menarik untuk dijadikan berita sebab merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Kekompakan dua korps kesatuan antara TNI dan Polri dalam melaksanakan karya bakti TMMD Reguler ke 102 TA 2018 di Desa Bonomerto sangat kental bersinergi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat’

Setelah acara penutupan Komandan Koramil 08/Suruh Kapten Inf Tarimo beserta Kapolsek Suruh AKP Slamet, berfoto bersama didampingi Kapten Fatkhan dan Pasilog Kodim 0714/Salatiga Kapten Sugito di depan kantor Desa Bonomerto,Rabu (08/08/2018).Para perwira menengah TNI dan Polri tersebut adalah bagian penting dari suksesnya pelaksanaan TMMD Reguler ke 102 TA 2018 di Desa Bonomerto.

Koordinasi dan komunikasi selalu mereka adakan dalam rangka menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat di wilayah Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke-102 yang digelar di Desa Bonomerto Kec. Suruh, Kab. Semarang selain kegiatan fisik maupun non fisik membangkitkan rasa nasionalisme anak-anak dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bela negara. Kamis, (09/08/18).

”Salah satu cara mudah dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bela negara di lokasi TMMD adalah melalui kegiatan bersama pelajar SD N Bonomerto 1, Dijelaskan Serda Dirman, selain melatih dan menumbuh kembangkan  melatih anak untuk berdisiplin, solid dan kompak, dimana dalam saling hormat menghormati (tepa selira) dan bekerjasama (gotong royong) yang digambarkan saat ini melaksanakan kerja bakti pembersihan di lingkungan Sekolah,

Bukankah ini merupakan budaya bangsa kita yang wajib kita junjung tinggi dan kita lestarikan,begitu ucap Serda Dirman kepada anak-anak SDN Bonomerto 1.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Jelang perpisahan satgas TMMD reguler yang ke 102 Kodim 0714/ lSalatiga dan warga, tampak Nuansa haru mulai terasa menyelimuti, saat menggelar acara makan bersama yang di laksanakan di Balai Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh kabupaten Semarang 08 Agustus 2018.

Jelang detik-detik perpisahan atau pergeseran personil Satgas program TMMD reg yang ke 102 Kodim 0714 Salatiga, kecamatan Suruh pada tanggal 08/08/2018 berbagai ungkapan-ungkapan kesedihan dituturkan oleh masyarakat setempat saat makan bersama.

Meski hanya 1 bulan lamanya prajurit Satgas TMMD 102 bertugas di Desa Binomerto ,  Kecamatan Suruh ini, tak bisa dipungkiri kedekatan Prajurit dan Masyarakat terbangun erat dan telah banyak memberikan warna pada penduduk Desa, Ungkap Suyanto warga dusun Mesu yang rumahnya di jadikan anggota satgas TMMD untuk istirahat  .

“Bagaimana tidak selama ini masyarakat selalu bersama-sama dengan Satgas TMMD bercengkrama, dan bertukar fikiran dan setiap malam desa selalu ramai dengan keberadaan satgas TMMD di rumah warga”, Tutur Suyanto.

Tampak pula warga Dusun Karang dawungSubekti (47) Matanya berkaca kaca ketika berbincang -bincang bersama dengan prajurit TNI selama bertugas dan tinggal menetap di rumahnya.

Sementara itu Prajurit Satgas TMMD yang ke 102 Kodim 0714/Salatiga tak henti-hentinya ungkapkan terima kasihnya kepada seluruh warga, dimana selama sebulan ini bersama-sama dan berbagi suka duka, dan juga permintaan maaf apabila ada sikap teman-teman satgas TMMD yang membuat warga kurang berkenang selama kami melaksanakan tugas di Desa ini, Ucap Danton satgas Satgas TMMD Lettu Arh Dian saat bincang-bincang bersama warga.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com -  Satgas TMMD tetap bersosialisasi dengan warga meskipun   pengerjaan  program TMMD Reg 102 Kodim 0714 /Salatiga di Desa Bonomerto Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang telah resmi ditutup kemarin.

Begitu pula yang Serda Muslih lakukan, Serda Muslih bersosialisasi dengan warga.

Seperti yang terlihat siang ini ini Serda Muslih Anggota Satgas TMMD menjalin keakraban dengan   mentraktir membelikan makanan anak-anak SMP yang selesai berolahraga. Serda Muslih menikmati makanan sambil mengobrol dan bercanda. Serda Muslih mengatakan ini sebagai sarana mengakrabkan diri pada anak-anak dan mengajarkan pada mereka untuk menyukai makanan tradisional.

"Saya senang bisa menikmati makanan sambil mengobrol dan bercanda dengan anak-anak ini, hal ini juga dapat mempererat keakraban kami dengan anak-anak,” papar Serda Muslih.

Hal ini dilakukan Serda Muslih supaya anak-anak  menyukai makanan trsdisional Indonesia, tidak makanan siap saji melulu, dan agar Satgas TMMD dapat berbaur dengan anak-anak, sehingga  kemanunggalan TNI dengan warga semakin terjalin dengan akrab.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Bazar barang kebutuhan sehari - hari khususnya atribut pada upacara penutupan TMMD Reguler ke 102 TA 2018, diserbu pembeli,Rabu (08/08/2018).

Stand, atribut TNI kedatangan pembeli istimewa disela - sela upacara penutupan. Seorang anggota DPRD Kabupaten Semarang didampingi Kepala Dispermasdes berbelanja atribut TNI, berupa kaos dan training TNI sebagai kenang-kenangan tanda cintanya kepada Institusi TNI-AD yang selama ini sangat dekat dengan masyarakat dalam menjalankan tugasnya,baik itu itu tugas pokok maupun tugas tambahan.

Bapak Rudi selaku Anggota DPRD kabupaten Semarang tertarik untuk membeli kaos dan training di stan basar murah milik koperasi kodim 0714/Salatiga dalam penutupan upacara TMMD ke 102 di lapangan Desa Bonomerto.(/Narto)

Salatiga, Sulutnews.com - Kol. Inf. Jhoni Pardede, S.Sos, M.M. Danrem 073/Makutarama resmi menutup program TMMD Reguler ke 102 tahun 2018.hari Rabu 08 kemarin.

Upacara diikuti segenap jajaran TNI, POLRI, Linmas, Mahasiswa KKN UNDIP, Pramuka, Anak sekolah dasar,sampai anak anak teka..dan sejumlah elemen masyarakat berlangsung di lapangan Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang pada  Rabu (8/8).

Dalam sambutannya, Kol. Inf. Jhoni Pardede, S.Sos, M.M.  selaku Danrem 073/Makutarama menyampaikan keberhasilan program – program yang telah dicanangkan  baik pembangunan fisik infrastruktur dan pembangunan fisik personal maupun program  non fisik . 

 “TMMD sebagai bentuk pengabdian demi terwujudnya pertahanan negara di daerah tangguh, juga merupakan upaya TNI untuk berkontribusi melestarikan sejarah terutama nilai kemanunggalan TNI dan rakyat," ucap Kol. Inf. Jhoni Pardede, S.Sos, M.M.

Tentara Manunggal  Masuk Desa (TMMD)  adalah program  pengejawantahan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena pada dasarnya TNI dengan rakyat tidak ada pemisahan. TNI itu bagian dari rakyat,  dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Selain mengadakan bhakti sosial kemasyarakatan seperti donor darah, khitanan masal, dan pengobatan gratis bagi masyarakat, acara tersebut juga diramaikan adanya stand-stand pameran/penjualan dari TNI, KKN UNDIP.  Dan sebagai hiburan, acara dimeriahkan dengan adanya tari Maumere, seni Barongsai dari Yon Arhanud, dan Drum blek  remaja  Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.(/Narto)