Jakarta,sulutnews.com - Mabes Polri menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit bertajuk 'Semar M'bangun Kahyangan' di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Sabtu 2 Juli 2022 malam. Acara ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan elemen bangsa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, kegiatan wayang kulit satu layar tiga dalang yang masih satu rangkaian dalam momentum HUT Bhayangkara ke-76 ini, juga wujud dari komitmen Polri untuk terus bisa dekat dan melebur bersama dengan masyarakat Indonesia.

"Dan yang paling penting adalah kegiatan kali ini menjadi bagian ikhtiar kita melaksanakan ulang tahun bersama-sama dengan masyarakat, dengan menonton wayang kulit lakonnya Semar m'bangun khayangan," kata Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menekankan, pentas pewayangan ini merupakan salah satu warisan budaya dari sekian banyak yang ada di Indonesia yang harus terus dilestarikan. Karena didalamnya, banyak nasihat dan pesan-pesan positif yang disampaikan.

"Dimana kegiatan wayang kulit ini kita selenggarakan sebagai bagian dari upaya institusi Polri untuk terus mendorong kebudayaan-kebudayaan khususnya wayang kulit. Dan tentunya kita juga tetap mendorong kebudayaan lainnya yang ada di seluruh Indonesia," ujar eks Kabareskrim Polri tersebut.

Sigit menekankan, kegiatan pelestarian budaya juga diharapkan semakin meningkatkan sinergitas dan soliditas antara, Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat dalam menghadapi segala bentuk tantangan, permasalahan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.

Mengingat, dikatakan Sigit, untuk saat ini, seluruh negara maupun Indonesia sedang menghadapi situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Untuk di tingkat dunia, permasalahan yang dihadapi oleh seluruh negara yakni, mulai dari Pandemi Covid-19 hingga konflik Rusia dan Ukraina.

Tak hanya itu, Sigit menyebut, sinergitas dan soliditas lintas elemen juga dibutuhkan untuk menghadapi agenda di tingkat nasional, seperti Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Menurut Sigit, untuk menghadapi semua hal tersebut diperlukan kerjasama dari seluruh elemen. Tujuannya, agar dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta dapat melakukan perbaikan dari pengalaman yang sudah ada sebelumnya.

"Karena kita ingin bisa melewati situasi sulit ini dengan baik dan itu butuh soliditas, sinergitas antara Pemerintah, TNI, Polri dan seluruh masyarakat. Pada saat kita bersatu, maka kita bisa melalui seluruh masalah-masalah tersebut. Dan harapan kita, bisa menuju masyarakat yang unggul, ekonomi tumbuh dan kita terus menyongsong menuju visi Indonesia Emas 2045," ujar eks Kapolda Banten ini.

Disisi lain, Sigit menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang selama ini telah berjuang bersama-sama di garis terdepan dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan di Indonesia. Ia berharap, kedepannya sinergitas dan soliditas yang sudah terbangun akan terus dioptimalkan.

"Sehingga semuanya bisa kita lalui dan Indonesia menjadi lebih baik, masyarakatnya sejahtera. Persatuan dan kesatuan kita jaga sebagai bagian dari kekayaan kita, menjaga keberagaman yang ada di Indonesia menjadi satu kekuatan. Dan itu adalah modal kita untuk bisa melompat maju bersama-sama menghadapi kompetisi kita dengan negara-negara lain," tutup Sigit.

Penulis: ARP

Cilacap,Sulutnews.com - Menindaklanjuti perintah Komandan Kodim 0703/Cilacap, Danramil 09 Kawunganten Kapten Chb Sutarman, S.H., beserta anggota melaksanakan kegiatan kerja bakti pembuatan jembatan darurat yang menghubungkan 6 Dusun di Desa Ujunggagak Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Sabtu (2/7/22).

6 Dusun diantaranya Dusun Cibeureum, Dusun Pelindukan, Dusun Karanganyar, Dusun Karangsari, Dusun Karangjaya dan Dusun Karangmulya. Kegiatan tersebut dilaksanakan dikarenakan jembatan sebelumnya mengalami kerusakan akibat terdampak meluapnya Sungai Cimeneng beberapa waktu yang lalu.

Kegiatan diikuti oleh anggota TNI Jajaran Kodim 0703/Cilacap, BPBD, Pemuda Karang Taruna, Linmas dan Warga Desa Ujunggagak. Dalam kegiatan ini juga mendatangkan alat berat excavator dari BBWS Citanduy guna kelancaran pembuatan jembatan tersebut.

Kepada Awak Media, Kapten Chb Sutarman menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan ini menindaklanjuti arahan dan petunjuk pimpinan yang mana kegiatan TNI di wilayah harus menyentuh sendi sendi kehidupan masyarakat sehingga dengan adanya kegiatan perbaikan jembatan darurat, TNI harus turun langsung untuk membantu kesulitan Rakyatnya.

"Ini perintah dari pimpinan. Harapannya tentu setelah jembatan ini dibangun, nantinya bisa digunakan dengan sebaik baiknya oleh masyarakat, kemudian bisa mempererat tali silaturahmi khususnya warga Kampung Laut dan mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat," Jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ujunggagak Juwandi mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakatnya sering keluh kesah akibat rusaknya jembatan sungai Cibeureum sehingga akhirnya pemerintah desa bersama Pemerintahan Kecamatan, TNI dan berbagai pihak bersama sama menyengkuyung kegiatan kerja bakti ini untuk membuat jalan penghubung 6 dusun yang ada di desanya.

"Saat ini kita bersama TNI, Kecamatan Kampunglaut kerja bakti membuat jembatan darurat. Diantara 6 dusun itu, akses penghubung adalah jembatan yang kita bangun saat ini. Maka dari pemerintahan desa Ujunggagak mengupayakan dan mengajukan kepada pemerintah daerah supaya kedepannya bisa mewujudkan harapan masyarakat yaitu dibangunnya jembatan permanen," Ungkapnya.

Terkait anggaran, Kepala Desa Ujunggagak ini menjelaskan bahwa kegiatan ini atas swadaya dari masyarakat dan semua pihak yang telah menyumbang. Dan terkait keterlibatan TNI, Kepala Desa Ujunggagak ini juga mengapresiasi keterlibatan anggota TNI dari Jajaran Kodim 0703/Cilacap yang telah mendukung adanya kegiatan pembuatan jembatan darurat di Dusun Cibeureum Desa Ujunggagak.

"Pemerintah Desa Ujunggagak mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari TNI yang telah membantu menyengkuyung kegiatan ini,"Ucap Juwandi.

Camat Kampung Laut Heru Kurniawan, S. STP. MM, yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak yang telah datang membantu. Atas nama Pemerintahan Kecamatan Kampung Laut mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga dan semua pihak yang sudah terlibat dari kegiatan ini.

"Juga kepada Danramil 09 Kawunganten, BBWS Citanduy, Karangtaruna, Linmas. Terima kasih atas partisipasi kegiatan kerja bakti dalam perbaikan jembatan sungai Cibeureum ini," Ucapnya.

Dia mengungkapkan, akibat banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu, jembatan yang setiap hari dilalui oleh masyarakat ini, rusak dan roboh. Atas koordinasi BPBD dan semua elemen, saat ini bisa terlaksana dan bersama sama kerja bakti membuat jembatan darurat yang mana jalan ini satu satunya akses mempermudah masyarakat Dusun Cibeureum Desa Ujunggagak.

"Karena kalau tidak segera diperbaiki, warga harus memutar sekitar 14 Km. Untuk itu, kita patut bersyukur hari ini kita melaksanakan kerja bakti dengan harapan transportasi dan aktivitas bisa berjalan seperti biasa," Pungkasnya.(Sugeng)

Semarang,sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pendidikan taruna Akademi Kepolisian angkatan ke-53 'Arkana Satriadharma' di Semarang, Jawa Tengah. Mereka yang dinyatakan lulus tahun ini sebanyak 246 orang, yang terdiri dari 215 taruna dan 31 taruni.

Dalam sambutannya, Sigit menyampaikan, bagi yang meraih penghargaan dan prestasi, kedepan harus dipertahankan serta mengasah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya bagi yang belum mendapat kesempatan itu, prestasi akan bisa diukir ketika sudah bertugas sebagai prajurit Korps Bhayangkara.

"Saya harapkan prestasi terbaik selanjutnya bisa diukir dimanapun anda bertugas, selama anda melaksanakan dinas," kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta kepada taruna dan taruni, untuk terus mengembangkan potensi diri melalui Lifelong Learning dan Learning Under Pressure. Pasalnya, hal itu dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang dengan cepat dan tak menentu.

"Karena dua hal tersebut, Lifelong Learning dan Learning Under Pressure harus terus diasah dan dilakukan untuk membentuk diri menjadi pimpinan Polri yang tangguh, di masa yang akan datang," ujar mantan Kapolda Banten ini.

Lebih dalam, Sigit menekankan, para taruna-taruni, nantinya akan menjadi calon pemimpin yang harus selalu siap dalam keadaan apapun. Serta mampu mengawal visi untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.

"Adik-adik taruna, menjadi seorang polisi adalah tugas yang sangat mulia, namun disisi lain kalian harus terus ikuti dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi lingkungan strategis yang terus berubah dan akan berdampak terhadap situasi kamtibmas," ucap Sigit.

Sigit menekankan, Indonesia dan negara lainnya sedang dihadapkan dengan dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian. Sehingga, Sigit berharap, calon perwira muda Polri ini mampu mengasah jiwa kepemimpinannya untuk bisa menjalankan tugas pokok ataupun lainnya.

"Jadi inilah gambaran tugas yang rekan-rekan akan hadapi, disamping anda semua melaksanakan tugas pokok kepolisian melindungi, mengayomi, melayani serta melakukan penegakan hukum," tutur Sigit.

Dalam menghadapi dinamika tersebut, kata Sigit, Pemerintah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Didalamnya, ada tujuh program prioritas nasional yang diharapkan bisa merubah pondasi ekonomi indonesia dari negara konsumen jadi negara produsen.

"Diharapkan dengan program yang ada, akan menjadi langkah bukan hanya out of the box tapi jump out of the box," imbuh Sigit.

Sigit mengungkapkan ada target capaian yang harus dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen, sehingga terlepas dari middle income trap.

"Ini adalah program kebijakan pemerintah dari hulu sampai hilir. Dan saya harapkan adik-adik belajar memahami hal-hal bersifat makro dan mikro," ungkap Sigit.

Kemudian dalam rangka mendukung RKP 2022, Polri memiliki konsep transformasi menuju Polri Presisi. Ia berharap gagasan tersebut benar-benar dilaksanakan, mengingat hal itu menjadi dasar dalam mengimplementasikan predictive policing

"Kita harus terapkan responsibilitas, bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab serta tuntaskan itu semua. Tentu responnya juga harus dilaksanakan dengan cepat sehingga masalah tidak menjadi besar. Begitu juga transparan, berkeadilan dan akuntabel. Terutama masalah hukum yang ciderai rasa keadilan masyarakat kecil. Ini tentunya menjadi tugas kita semua untuk bisa melaksanakan dengan baik, sehingga rekan-rekan semua dekat dan dicintai masyarakat," papar Sigit.

Sigit melanjutkan, salah satu hal yang kemudian bisa dilaksanakan adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan memanfaatkannya, diharapkan saluran pengaduan masyarakat bisa terlayani dengan lebih cepat. Karena teknologi memberikan ruang untuk itu. Disatu sisi dengan manfaatkan teknologi tersebut mengurangi interaksi sehingga bisa memperkecil risiko terjadinya penyimpangan.

"Para taruna atau perwira remaja terus kembangkan kompetensi diri sehingga nanti jadi polisi muda unggul profesional dan dapat diandalkan," jelas Sigit.

Mantan Kadiv Propam itu lalu menekankan tiga kompetensi. Kompetensi teknis, etika dan leadership. Kompetensi teknis menjadi hal yang harus dimiliki karena terkait pelaksanaan tugas pokok.

Misalnya di era teknologi informasi ini muncul kejahatan baru. Seperti robot trading, pinjol ilegal, cyber terorism dan tentunya ini membutuhkan kemampuan yang terus diasah. "Jadi bagaimana kedepan kalian miliki kemampuan tersebut. Kemampuan digital, bangun talent digital Polri dalam berbagai giat," ucapnya.

Selanjutnya kompetensi kepemimpinan, Sigit meminta untuk memahami dan melaksanakan bagaimana menjadi first line supervisor yang akan berhadapan dengan anggota dan masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Jadilah pemimpin yang bisa melindungi dan mengayomi.

"Turun langsung ke lapangan jangan biasakan memerintah. Mendengar apa yang terjadi dilapangan, dengar aspirasi masyarakat," kata Sigit.

Sementara terkait kompetensi etika, Sigit menyebut, hal ini juga sangat penting bagi personel kepolisian untuk dijadikan personal security system, atau melindungi serta mencegah dari perilaku menyimpang. Dengan adanya hal tersebut, taruna-taruni akan mampu membentengi diri dari segala bentuk godaan ataupun hasutan dari manapun untuk melakukan hal yang melanggar.

"Jadi hati-hati, empat tahun kalian laksanakan pendidikan dan kemudian terpeleset hal-hal seperti ini. Tanamkan, dimana pun bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang kita lakukan adalah bagaimana kalian, dimanapun bertugas bisa tunjukkan kalian adalah anggota terbaik. Calon pemimpin muda terbaik, dimanapun kalian berada. Sehingga kalian betul-betul bisa diterima oleh masyarakat," pesan Sigit

Ditengah situasi yang lebih kompleks saat ini, Sigit meminta, kepada taruna-taruni untuk berusaha menjadi pendengar yang baik. Pasalnya, Sigit menegaskan, Polri dewasa ini, bukanlah institusi yang anti-kritik. Perwira muda harus mampu mendengar dan menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Bahkan demi menyerap aspirasi masyarakat saat ini, dijelaskan Sigit, Polri melakukan pendekatan soft approach dan restorative justice khususnya untuk menangani permasalahan yang menciderai rasa keadilan masyarakat. Meski begitu, disatu sisi, Sigit menekankan, kepolisian tetap menindak tegas atau tidak kompromi terkait permasalahan yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Namun jangan ragu-ragu lakukan tindakan tegas terukur terhadap hal yang sifatnya menimbulkan potensi memecah belah bangsa, meresahkan masyarakat, menimbulkan korban masyarakat. Terkait peristiwa tersebut rekan-rekan harus lakukan tindakan tegas. Kita tetap harus junjung tinggi HAM, ikuti aturan yang ada secaea terukur. Karena memang diberikan kewenangan oleh negara. Namun demikian kewenangan tersebut harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan," papar Sigit.

Dengan melakukan hal tersebut, Sigit berharap, taruna-taruni Akpol akan menjadi pemimpin yang matang ketika visi Indonesia Emas 2045 tercapai. Sigit pun menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk mengabdi'.

"Artinya harapan besar dari pak Presiden tolong diterjemahkan dengan baik. Kalau anda bisa laksanakan tugas polisi dengan baik, yakinlah bahwa kalian juga tentunya akan mendapatkan posisi, akan mendapatkan kehormatan," tegas Sigit.

Disisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh taruna-taruni agar selalu siap ditempatkan dimanapun dalam bertugas. Hal ini sejalan dengan semangat ingin mewujudkan Indonesia sentris. Dimanapun ditugaskan, Sigit berpesan, untuk tidak mengeluh melainkan terus meraih prestasi untuk negara, institusi dan diri sendiri.

"Carilah tempat paling sulit karena disitu akan mendapatkan mutiara-mutiara. Kalian dapatkan pengalaman yang mungkin tidak semua mendapatkan dan itu bisa jadi fondasi bagi kalian. Dan kalian kumpulkan sehingga kalian siap pada saat nanti menjadi seorang pemimpin," imbau Sigit.

Tak lupa, Sigit mengingatkan kepada taruna-taruni untuk selalu menanamkan di dalam sanubari untuk selalu setia terhadap negara atau Satya Haprabu. Dalam hal ini, polisi siap mengawal seluruh kebijakan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya bangga kalau kalian bisa melakukan hal tersebut. Saya bangga apabila kalian bisa jawab tegas saya adalah anak negara, dan siap ditempatkan dimana saja. Jadi anda sudah siap untuk menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang," ujar Sigit.

Lebih jauh, Sigit berpesan kepada taruni Akpol, untuk terus mengukir prestasi. Mengingat, Polri saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi Polwan dalam menjalankan tugas, sebagaimana semangat kesetaraan gender di institusi Polri.

"Banyak Polwan yang sudah berpangkat jenderal kalian juga akan diberikan kesempatan jadi kepala satuan wilayah atau kapolsek, kapolres bahkan suatu saat kapolda. Ini tergantung bagaimana kalian bisa menemukan potensi kalian. Karena ada kelebihan dari polwan kita harapkan dapat melaksanakan tugas khusus terkait masalah kekerasan perempuan dan anak, posisi yang haruskan sentuhan humanis. Dan itu tentunya rekan-rekan taruni polwan miliki kemampuan lebih dibandingkan laki. Jadi terus kembangkan kemampuan kalian karena kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan prestasi," tutup Sigit.

Penulis: ARP

Karawang,sulutnews.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E, M.M., mendukung sepenuhnya program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah dengan menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis nasional untuk mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bentuk dukungan Kasad tersebut berupa kebijakan yang disampaikan kepada satuan jajaran TNI AD agar menciptakan lahan kosong menjadi lahan produktif yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian untuk meningkatkan produksi pangan, sekaligus mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi krisis pangan.

Kebijakan Kasad tersebut telah diimplementasikan Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak melalui pengolahan lahan kosong milik Kostrad seluas 37 hektar yang berlokasi di Dusun Sadariwan, Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang melalui kerja sama penggarapan lahan pertanian padi dengan warga masyarakat setempat.

Kasad hadir ke Dusun Sadariwan, Desa Kedungjaya disamping untuk melaksanakan panen bersama di lahan pertanian milik Kostrad yang sebelumnya merupakan lahan tidur, sekaligus untuk melihat sejauh mana respons satuan jajaran TNI AD yang sudah mendapat perintah untuk mengimplementasikan Tujuh Perintah Harian Kasad khususnya pada butir kelima, dimana TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat, apaun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi, Sabtu (2/7/2022).

“Saya ingin melihat bagaimana satuan-satuan mengimplementasikan perintah saya untuk membantu masyarakat yang terdampak masalah ekonominya paska Covid-19,” ujar Jenderal Dudung.

Kegiatan panen padi bersama Kasad tersebut menggambarkan adanya peran serta TNI AD dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi melalui pengawalan dan pendampingan kepada para petani dalam penggarapan lahan.

“Kegiatan panen padi bersama ini telah menunjukkan adanya kebersamaan rakyat dengan TNI AD dalam upaya menyukseskan salah satu program Pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan nasional. Karenanya TNI AD akan selalu hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun kesulitan itu dan bisa memberikan solusi,” ujar Dudung.

Untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayahnya, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana mengatakan, bahwa Pemda Karawang menghapuskan pajak 100 persen kepada petani lokal agar bisa membantu petani memperoleh kesejahteraannya, serta perbaikan infrastruktur seperti irigasi dan jalan untuk meningkatkan perekonomian petani, termasuk perbaikan traktor bajak sawah dibebaskan dari biaya.

Pada kesempatan panen bersama ini, Kasad didampingi Bupati Karawang dan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana menyerahkan tali asih berupa beras hasil panen lahan setempat kepada masyarakat Dusun Sadariwan, Desa Kedungjaya dan anggota Kostrad yang penyerahannya dilakukan secara simbolis.

Penulis: ARP

Jakarta,sulutnews.com- Negara Anggota ASEAN perlu meningkatkan komitmen dan implementasinya dalam kerjasama mengatasi kejahatan transnasional, perlunya AMMTC (ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime) mengkaji ulang tentang ASEAN Declaration on Transnational Crime (1997).

Demikian disampaikan Kepala Pusjianstralitbang TNI, Mayjen TNI Jhonny Djamaris, S.I.P., M.I.P. pada kegiatan lokakarya Track II Network of ASEAN Defence and Security Institutions (NADI) Workshop Thailand secara virtual bertempat di Ruang rapat Pusjianstralitbang TNI, Jalan Kebon Sirih No. 42, Jakarta Pusat, Kamis (30/06/2022).

Kepala Pusjianstralitbang TNI juga menjelaskan bahwa negara anggota ASEAN perlu meningkatkan kerjasama penanganan kejahatan transnasional dengan mempermudah kebijakan ekstradisi serta perlunya meningkatkan kerjasama dalam menolak barang-barang ilegal yang masuk ke negaranya seperti hasil tambang illegal.

Pada kesempatan tersebut Mayjen TNI Jhonny Djamaris, S.I.P., M.I.P memaparkan makalah dengan judul "Tantangan Keamanan Bersama ASEAN dalam Menghadapi Kejahatan Transnasional Lima Tahun Mendatang" sebagai upaya menghadapi berbagai tantangan keamanan global dan regional dalam rangka penciptaan keamanan, yang saat ini tidak hanya sebatas tradisional dengan dimensi militer, namun juga di dalam masyarakat secara kolektif.

Dalam kesempatan kali ini pula, Mayjen TNI Jhonny Djamaris, S.I.P., M.I.P. selaku Kapusjianstralitbang TNI menyampaikan permohonan undur diri dari forum Track II NADI sehubungan dengan berakhirnya jabatan sebagai Kapusjianstralitbang TNI.

Rangkaian kegiatan NADI digelar secara virtual dilaksanakan selama tiga hari (28 - 30 Juni 2022) dengan host pemandu dari Thailand, diikuti oleh perwakilan Angkatan Bersenjata/Departemen Pertahanan negara-negara ASEAN dengan tajuk "Asean Security Challenges in the Nex Fife Year 2023 – 2027.

Penulis: ARP

Jakarta,Sulutnews.com- Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara menggelar simulasi Force Down atau pendaratan secara paksa satu pesawat asing yang melintas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bertempat di Apron Charlie Lanud Soewondo, Kamis, (30/6/2022).

Dipaksanya pesawat asing itu mendarat setelah terdeteksi radar melintas di langit Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa izin. melihat situasi itu dua pesawat F-16 milik TNI AU dikerahkan untuk memaksa mendarat pesawat asing tersebut ke Lanud Soewondo Medan.

Usai dipaksa mendarat, tim penyidik dan unsur pengamanan terpadu TNI AU (Pomau, Intelijen, dan Kopasgat) segera bergerak untuk mengamankan pesawat asing beserta crew didalamnya.

Setelah berada di areal steril, petugas gabungan dari 12 institusi kementerian dan lembaga yang terdiri dari Polisi Militer Angkatan Udara, Petugas Bea Cukai, Petugas Imigrasi dan Karantina, serta dari Kementerian Perhubungan, secara bergantian melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan fisik dari awak kabin, penumpang serba barang bawaan mereka.

Dalam pemeriksaan itu didapati penumpang pesawat asing dalam kondisi sakit serta Tim Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan barang bukti narkotika yang dibawa salah seorang penumpang. Penumpang yang sakit langsung dievakuasi ke RS Abdul Malik Lanud Soewondo sementara penumpang yang kedapatan membawa narkoba dibawa untuk mengikuti proses hukum lanjutan. Awak kabin yang terlibat dalam penerbangan itu juga menjalani pemeriksaan karena melanggar ketentuan penerbangan di Indonesia.

Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional (Kas Koopsudnas) Marsekal Muda (Marsda) TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., mengatakan simulasi ini merupakan latihan bagi seluruh petugas dari 12 instansi kementerian dan lembaga yang terlibat apabila ke depannya terjadi situasi yang menuntut dilakukannya pemaksaan mendarat atas pesawat asing yang memasuki wilayah NKRI.

“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan TNI AU dalam latihan penanganan pesawat udara asing setelah pemaksaan mendarat (Force Down). Jadi jika ke depan terjadi lagi, kita dari masing-masing instansi tidak lagi khawatir dan sudah tahu apa yang harus kita buat masing-masing. Masing-masing sudah tahu Prosedur Standar Operasi (SOP) nya” kata Kas Koopsudnas, Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M.

Kas Koopsudnas juga menegaskan, pemaksaan mendarat terhadap pesawat asing, merupakan salah satu opsi yang bisa diambil terhadap pesawat asing yang tidak memiliki izin terbang dan dianggap membahayakan. Opsi lain adalah pengusiran hingga penghancuran terhadap pesawat asing itu juga bisa dilakukan.

Tampak hadir dalam kegiatan simulasi Force Down di Lanud Soewondo diantara, Deputi Bidkoor Pertahanan Negara Mayjen TNI Hilman Hadi, S.I.P, M.B.A, M.Han., Kas Koopsudnas Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE, MSi, Waasops Panglima TNI Marsma TNI Kustono, Waasops Kasau Marsma TNI Fahtizet, S.Sos, Dirjian Kodiklatau Marsma TNI Esron Sahat B. Sinaga S.Sos, M.A, Komandan Lanud Soewondo Kolonel Reka Budiarsa, Danwingko III Kopasgat, Para Asisten Kosek I Medan, Para Kadis Lanud Soewondo serta pejabat dari 12 Kementrian/Lembaga Terkait Penanganan Pasca Force Down.

Penulis: ARP

Jakarta,sulutnews.com - Mabes Polri menggelar kegiatan doa bersama lintas agama ditengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76. Acara ini merupakan upaya ikhtiar batiniah untuk kebaikan Bangsa Indonesia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, doa bersama seluruh umat beragama di Indonesia ini menjadi pendukung dari setiap langkah dan upaya lahiriah demi membawa Indonesia menjadi lebih maju.

"Tentunya doa lintas agama, malam ini, menjadi sesuatu yang sangat penting. Karena memang, doa ini menjadi salah satu ikhtiar batiniah dari apa yang kita lakukan, selain upaya lahiriah yang selama ini mungkin sudah kita laksanakan bersama," kata Sigit di Lapangan Bhayangkara Polri, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).

Upaya ikhtiar batiniah dan lahiriah ini, ditegaskan Sigit harus terus berjalan beriringan ditengah terjadinya dinamika situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Setelah terjadinya Pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, kini lingkungan global dihadapkan dengan terjadinya konflik dua negara, yakni Rusia dan Ukraina.

"Kita tahu, saat ini kita sedang menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. Baru saja kita tangani Pandemi Covid-19, kita jaga, kawal kebijakan Pemerintah untuk kembalikan pemulihan ekonomi. Namun muncul masalah baru terkait situasi global yaitu, konflik Rusia dan Ukraina. Sehingga, mau tidak mau ini berdampak juga terhadap situasi yang akan berdampak terhadap krisis pangan dan energi," ujar Sigit.

Tak hanya diperlukan untuk situasi global, upaya ikhtiar batiniah dan lahiriah ini, menurut Sigit, harus dilakukan guna menghadapi perkembangan situasi di dalam negeri. Pasalnya, Sigit menekankan, untuk terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan, diperlukan Sinergisitas seluruh elemen masyarakat.

Sigit menegaskan, untuk menghadapi segala bentuk potensi ancaman, gangguan maupun permasalahan di Indonesia, akan dapat dicegah ataupun diselesaikan dengan seluruh elemen bergandengan tangan.

"Saat ini kita sedang menghadapi Pemilu, baik Pilpres, Pileg, dan Pilkada, dan juga meningkatnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Ini semua tentu butuh suatu suasana kebatinan untuk sama-sama kita bisa jaga agar seluruh elemen bangsa, tokoh lintas agama, seluruh umat anak bangsa di Indonesia, bersatu untuk hadapi situasi yang ada," ucap Sigit.

Dengan adanya seluruh upaya tersebut, Sigit meyakini bahwa, Negara Indonesia akan tetap berjalan on the track.

Lebih dalam, Sigit meyakini bahwa, Indonesia mampu berjalan on the track dan menghadapi segala tantangan dengan mempersatukan dan mempererat kekuatan keberagaman agama, etnis dan budaya.

Menurut Sigit, kekuatan Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki bangsa ini, akan membawa Indonesia tumbuh dan mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.

"Menjadi satu kekuatan bersama untuk menghadapi segala macam masalah dalam rangka mewujudkan Indonesia agar bisa kembali tumbuh, dan kita jaga untuk Indonesia bisa terus berjalan menuju visi Indonesia tumbuh dan kedepan, menuju Indonesia emas di tahun 2045," tegas Sigit.

"Tentunya, terhadap hal-hal yang berdampak terhadap polarisasi, tadi kita minta untuk dihilangkan, kita harus bersatu hadapi dan menyongsong Indonesia yang lebih baik," tambah Sigit.

Dalam kegiatan itu, para tokoh agama masing-masing membacakan doa sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Diantaranya adalah;

1. Perwakilan Agama Islam dibacakan oleh, Wakil Ketua PBNU K.H. Zulfa Musthafa.

2. Perwakilan Agama Protestan dibacakan oleh, Pendeta Robert Hutapea.

3. Perwakilan Agama Khatolik dibacakan oleh, Romo David Lerebulan.

4. Perwakilan Agama Hindu dibacakan oleh, Krht Astono Chandra Dana.

5. Perwakilan Agama Buddha dibacakan oleh Bhikku Dhammasubbho Mahthera.

6. Perwakilan Agama Konghucu dibacakan oleh, WS. Sunarta Hidayat.

7. Serta, tokoh lintas agama lainnya yang turut hadir dalam kegiatan doa bersama Mabes Polri ini.

Penulis: ARP

Jakarta,sulutnews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi masyarakat dalam memberikan kritik guna menjadikan institusi Polri yang terus melakukan perbaikan kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri acara Hoegeng Awards 2022 di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2022).

"Disitulah kami tentunya mencoba untuk memperbaiki diri, membuka ruang untuk di kritik. Sehingga, kita tahu posisi kita dimana dan apa yang harus kita perbaiki," kata Sigit.

Menurut Sigit, kritik, saran ataupun masukan dari masyarakat dijadikan sebagai suatu energi untuk terus melakukan perbaikan. Ia mengibaratkan, kritik tersebut selayaknya obat berupa pil pahit yang harus ditelan.

"Pil itu pahit, tapi, harus kita makan sehingga kemudian kita bisa menjadi sehat untuk membuat organisasi atau institusi ini menjadi baik, jadi dipercaya dan kemudian masyarakat bisa menerima dan puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kepolisian," ujar Sigit.

Terkait Hoegeng Awards, mantan Kabareskrim Polri ini mengakui bahwa sosok mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso harus dijadikan panutan dan teladan oleh seluruh personel Kepolisian di Indonesia.

"Pak Hoegeng sebagai contoh teladan. Saya dan kita semua setuju, bahwa Pak Hoegeng bagi kami adalah salah satu teladan, salah satu aset Polri yang kita miliki sampai saat ini. Yang tentunya beliau sangat melegenda sebagai panutan, sebagai teladan di masanya," ucap eks Kapolda Banten.

Menurut Sigit, hal itu harus dijadikan semangat bagi institusi Polri untuk terus berusaha menjadi seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat.

"Menjadi pegangan bagi kita semua, menjadi arah bagi kita semua untuk menjadi institusi yang baik seperti yang diharapkan masyarakat, itu bisa terwujud," tutur Sigit.

Sigit menekankan, dengan adanya Hoegeng Awards ini, semangatnya adalah masih ada sosok polisi yang dilihat oleh masyarakat untuk layak mendapatkan label untuk meneruskan semangat perjuangan dari Jenderal (Purn) Hoegeng.

Bahkan, sebanyak 67 ribu personel kepolisian diusulkan oleh masyarakat, untuk meraih penghargaan Hoegeng Awards tersebut.

"Sehingga kemudian, kita betul-betul bisa menjadi Polri yang menjadi harapan masyarakat, karena memang kita butuh support, kita butuh kritik, kita butuh pil pahit untuk menjadi lebih baik. Terima kasih dan selamat kepada rekan-rekan. Dan saya yakin akan tumbuh Hoegeng baru dan semangat keteladanan Hoegeng akan terus kita tanamkan di dalam sanubari dan itu menjadi semangat kami untuk terus menjadi lebih baik," papar Sigit.

Diketahui, dalam acara Hoegeng Awards 2022, penghargaan tersebut diraih oleh tiga sosok polisi teladan. Yakni;

Polisi Berdedikasi

- Kanit Binmas Polsek Muara Gembong Aipda Rohimah

Polisi Inovatif

- Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto

Polisi Berintegritas

- Kapolda Gorontalo Irjen Akhmad Wiyagus

Penulis: ARP

Medan Sulutnews.com - Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, Msi Hadiri   Fashion Carnival (Pawai Budaya) dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Ke 432 Kota Medan yang di gelar di Jalan Balai Kota, Kota Medan, Jumat ( 01 Juli 2022).

Acara yang dimeriahkan dengan Pawai Budaya dari 24 Anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Wilayah Sumatera Bagian Utara yang meliputi 5 Provinsi yakni Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau tersebut berlangsung dengan sangat meriah yang menampilkan adat dan Budaya dari Daerah Masing Masing.

Peserta Pawai Budaya disambut oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution dari podium utama yang berada di Jalan Balaikota tepatnya di depan lapangan Merdeka.

“Kita apresiasi antusias dari para peserta yang ikut Pawai Budaya siang ini, dengan menampilkan keberagaman kesenian serta adat budaya yang multi etnik,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, MSi usai pelaksanaan Pawai Budaya  menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan Ucapan Selamat  dan Sukses  HUT ke – 432 kota Medan.

Wakil Bupati juga mengatakan  semoga dengan pagelaran pawai budaya ini, dapat  menjadi salah satu ajang promosi pariwisata bagi Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Sumatera Utara khususnya.

 “Kami berharap semoga  kebudayaan dan pariwisata di Sumatera Utara bisa terkenal di seluruh nusantara, bahkan sampai keluar negeri,” pungkasnya.(/Daniel)

Kisaran,Sulutnews.com - Ketua DPRD Kabupaten Asahan Baharuddin Harahap , SH, MH memimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Asahan tentang Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi DPRD Kabupaten Asahan Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2021 di Aula Rambate Rata Raya Sekretariat DPRD Kabupaten Asahan, Jum'at (01/07/2022).

Pada Rapat Paripurna ini ketujuh Fraksi DPRD Kabupaten Asahan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2021.

Dikesempatan ini Bupati Asahan H. Surya, BSc pada pidatonya mengatakan dengan disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021 ini, maka untuk tahap berikutnya Rancangan Peraturan Daerah ini akan kami sampaikan Kepada Gubernur Sumatera Utara, untuk mendapatkan Evaluasi, apakah telah sesuai dengan kepentingan umum dan Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

"Dan tak lupa juga saya mengucapkan terimakasih kepada Organisasi Perangkat Daerah yang telah melaksanakan Program dan Kegiatan pada Tahun Anggaran 2021 sebagai mana yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021. Selama dalam Pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021, kita mengharapkan untuk dimasa yang akan datang kendala dan kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar tidak terulang kembali," harap Bupati Asahan.

Selanjutnya Bupati Asahan mengatakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.91.390.001.527,39 yang akan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah setelah mendapat evaluasi dari Pemerintah yang lebih tinggi dan selanjutnya dapat ditampung pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P.APBD) Tahun anggaran 2022 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten asahan, Anggota DPRD Kabupaten Asahan, OPD dan tamu undangan lainnya.(/Daniel)