Liputan Khusus

Liputan Khusus (8)

Manado, Sulutnews.com –  Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila melalui video conference di kediaman Walikota, Senin (01/06/2020). Bertindak selaku Inspektur Upacara Presiden Joko Widodo.

 

Pada kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo menegaskan saat ini bangsa Indonesia tengah mengarungi masa-masa sulit karena pandemi global, kita patut bersyukur bahwa Indonesia memiliki dasar negara Pancasila yang menguatkan dan mempersatukan.

 

Dengan berpegang teguh pada Pancasila, kita bergotong-royong untuk bersama keluar dari berbagai tantangan dan kesulitan.

 

Selain itu, Walikota GSVL sesudah mengikuti upacara, menyampaikan selamat Hari Lahir Pancasila dan mengajak rakyat kota Manado untuk bersatu, gotong-royong dan fokus untuk masuk dan menyesuaikan dengan tatanan normal baru.

 

“Jadikan life style protokol kesehatan supaya torang bisa terhindar dari covid-19. Salam Sehat,” ucap Walikota GSVL. (*/Liputan Khusus)

Manado, Sulutnews.com – Walikota, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, bersama jajaran pemerintahan dan semua stakeholder terus bergerak dalam usaha mengedukasi masyarakat sehubungan dengan pencegahan dan penanggulangan virus Corona di Kota Manado,  guna memastikan semua kegiatan masyarakat berjalan aman dan normal, termasuk hari ini, Rabu (18/03/2020).

Walikota Manado memantau langsung aktifitas jual beli dan kebutuhan pokok masyarakat di pasar Bersehati Manado, sambil membagikan masker secara gratis

Walikota GSVL mengatakan, ini dilakukan untuk membantu warga yang setiap hari harus berada di pasar yaitu salah satu tempat ramai karena tuntutan pekerjaan ataupun keharusan untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari. Begitupun juga sebagai pemerintah kami tetap memantau ketersedian bahan pokok baik di swalayan maupun di pasar tradisional.

“Dan dari pemantauan kami baik di swalayan dan pasar tradisional ketersedian bahan kebutuhan pokok banyak tersedia, ” ucap Walikota GSVL.

Lanjut, Walikota GSVL untuk masker, apa yang ada, itu dulu yang kami bagikan. Kami pun akan terus melanjutkan ini (bagi masker gratis) karena memang sedang jadi kebutuhan masyarakat yang perlu kami sebagai pemerintah perhatikan, mengingat stoknya yang terbatas.

Walikota pun berharap, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat, rajin cuci tangan dengan sabun, sebisa mungkin menghindari keramaian dan sebagainya.

“Mari kita sama-sama lawan virus corona ini, patuhi apa yang sudah dianjurkan, terutama pola hidup sehat, cuci tangan dengan sabun,” tutup Walikota GSVL.(*/Liputan Khusus)

Manado, Sulutnews.com - Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut bersama unsur Forkopimda Kota Manado mengikuti video conference dengan Gubernur Olly membahas pandemi Covid, Selasa sore (31/3), video conference diikuti para Walikota dan Bupati dari 15 Kota Kabuaten se Sulawesi Utara.

Turut mendampingi Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL), Jubir Satgas COVID-19 dr Sanil Marentek.

GSVL telah melaporkan penanganan virud Corona di Kota Manado mengutamakan keselamatan tenaga kesehatan, pengamanan jaring sosial dan dampak ekonomi, selain tahapan pencegahan yang sudah dilakukan sesuai dengan protokol pencegahan penularan covid-19.

Kepada media GSVL menjelaskan pertama kali menemukan COVID-19, yang terinfeksi virus corona pada tanggal 14 Maret 2020, saat itu juga langsung dilakukan penanganan dan pencegahan meluasnya kasus, kata Wali Kota secara singkat. Ia tampil menggunakan masker tertutup warna biru muda.

Wali Kota menegaskan tindakan pencegahan corona dilakukan sosialisasi, diantaranya menjalankan instruksi Kementrian berupa edukasi tinggal di rumah dan social distancing, cuci tangan, pengunaan masker, dilanjutkan dengan membatasi jumlah kerumunan orang, menutup pusat keramaian mall,  meliburkan sekolah, kantor dan ibadah melalui program home study, home work dan ibadah di rumah melalui live steaming.

"Kita berusaha mencegah tidak terjadi kenaikan jumlah korban terinfeksi disaat itu juga," ujarnya dengan suara optimis.

Ia menambahkan ada dua hal lain yaitu kepada masyarakat diberi pemaparan kondisi antara orang yang sudah terinfeksi sebagai PDP (pasien Dalam Pengawasan) dan orang sudah memerika diri menjurus corona sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan).

Telah dilakukan pula penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat yang diduga sebagai daerah rentan berkembangnya virus, juga untuk menjaga agar arus orang yang keluar masuk Kota Manado tidak membawa dan terpapar Corona. "Karena setiap hari sebelum terpapar ada pasien Corona, sekitar 3000 lebih jumlah pendatang ke kota kita ini," jelas Walikota GS Vicky Lumentut.

Wali Kota berkenan pula menjelaskan tentang rencana pergeseran pos-pos anggaran APBD Kota Manado untuk disumbang bagi kepentingan biaya pencegahan Corona di Kota Manado. "Berkaitan hal dampak ekonomi, kita telah menghadiri Rapat Online yang dihadiri utusan berbagai instansi OJK, BRI, Imigrasi dan lain-lain, guna membahas pengesahan bantuan kepada warga terdampak pendemi corona," ujarnya.

Diantaranya gratis uang kredit motor, Perumahan, Pajak, hingga rencana pembagian bantuan pangan atau beras kepada warga tak mampu. "Kita Pemkot Manado dalam dua tiga hari ke depan berkenan memberi bantuan pangan beras bagi warga masyarakat yang terdampak pendemi corona," paparnya.

Acara tatap muka Wali Kota bersama media didampingi Kadis Kominfo Erwin Kontu serta Kabag Humas Sonny Tamengkeng.

Diwarnai pula dengan tanya jawab, semua pertanyaan wartawan langsung dijawab Wali Kota didampingi Direktur RSU  Manado dr Sanil Marentek seputar pengobat pasien Corona dan kemungkinan kesembuhan.

"Yang perlu dikonsumsi orang yang sehat adalah vitamin C dan E, terutama untuk menangkal penularan corona," jawab dr Sanil Marentek secara singkat usai tatap muka dengan media.(*/Yuk/Liputan Khusus).

Manado, Sulutnews.com – Puncak Perayaan Cap Go Meh 2020 (GOAN SIAU 2571), di Kota Manado,  setelah 14 hari dari perayaan Tahun Baru China, berlangsung spektakuler, ribuan warga Kota Manado dan sekitarnya tumpah ruah di jalan protokol dan didepan Klenteng Ban Hing Kiong kompleks Pecinan.Sabtu (08/02).

Dalam perayaan keagamaan tersebut, dijuga ditampilkan pawai non ritual, diantaranya tarian kebesaran, paskibraka Kota Manado, marchin band Satpol PP Kota Manado, Musik Bambu, BKSAUA, FKUB/Duta Harmoni, Masamper mobil hias, dan atraksi lainnya dari siswa SD dan SMP di Kota Manado.

Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, dalam sambutannya menyampaikan selamat Tahun Baru China, dan selamat kita merayakan Cap Go Meh disaat ini, dimana ritual keagamaan umat Budha di Kota Manado yang dirangkaikan dengan kegiatan Pemerintah Kota Manado, semakin memperkuat kerukunan yang ada di Kota Manado ini, yang kita kenal dengan Rumah Besar dari keberagaman, suku, agama, ras dan budaya.

 

“Saya Titipkan, Manado semakin maju, Manado semakin baik dan Manado tetap rukun, selamat menyaksikan perayaan Cap Go Meh, rakyatku Kota Manado dan Sekitarnya, juga selamat datang para turis mancanegara untuk menyaksikan atraksi budaya ini,” ujar Walikota Vicky Lumentut.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Manado, Mor D. Bastiaan, SE, Kadis Pariwisata Provinsi Sulut, mewakili Gubernur Sulut, Forkopimda Kota Manado, Kadis Pariwisata Kota Manado, Dra. Lenda Pelealu, M.Si, serta para pejabat eselon II dan III dilingkungan Pemerintahan Kota Manado. (Liputan Khusus)

 

 

Manado, Sulutnews.com – Wakil Walikota Manado MOR Dominus Bastiaan menghadiri sekaligus membuka acara pesta tutup tahun 2019 dan sukacita memasuki tahun 2020 yang dirangkaikan dengan Keakraban dan kebersamaan yang dirangkaikan dengan kegiatan Figura, Dance, Disco dan Cha-cha bersama masyarakat Kampung Kakas dan Tokambene yang berlokasi di Kelurahan Wenang Selatan, Lingkungan I, Kota Manado, Jumat (24/01/2020) sore.

Dalam kesempatan itu, Wawali Mor terlihat akrab bersama warga dalam memeriahkan kegiatan tersebut. Dipenuhi canda dan tawa, Wawali Mor tampak bersukacita melihat masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, ramai-ramai mengikuti serangkaian acara. Terlebih, saat menyampaikan sambutan yang diawali dengan Kuis dan memberikan hadiah kepada masyarakat yang bisa menjawab setiap pertanyaan.

Dengan canda tawa yang sudah menjadi ciri khasnya ketika bertemu masyarakat Manado, Wawali Mor pada acara yang sudah menjadi tradisi setiap tahun dari masyarakat tersebut kali ini terlihat begitu meriah dengan kebersaman, dimana hal itu terbukti saat ia menyampaikan sambutan yang diawali dengan Kuis dan memberikan hadiah kepada masyarakat yang bisa menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkannya.

“Saya mengapresiasikan kepada masyarakat kampung kakas yang sudah berupaya menyelenggarakan serta melestarikan salah satu budaya yang ada di kampung ini”,Ucapnya.

Ini merupakan suatu kreativitas yang baik yang telah ditunjukan. Saya mengajak kepada kita semua untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan terus tujukan kebersamaan ini serta mempertahankan tali persaudaraan yang selama ini kita bangun demi kerukunan dalam keberagaman.”, Ujar Wawali Mor

 

 “Saya mengapresiasikan kepada masyarakat kampung kakas yang sudah berupaya menyelenggarakan serta melestarikan salah satu budaya yang ada di kampung ini. Ini merupakan suatu kreativitas yang baik yang telah ditunjukan. Saya mengajak kepada kita semua untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan terus tujukan kebersamaan serta mempertahankan tali persaudaraan yang selama ini kita bangun demi kerukunan dalam keberagaman,” ujar Wawali Mor.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Panitia Tomy Tarima, Para Pembina Kegiatan diantaranya Pnt. Vera Lukas, SE, Pnt Novrie Komaling, ST, Vera Inkiriwang, Donny Muskita, SH, Sekcam Wenang Steven Mongkau, SIP, Seluruh Masyarakat Kampung Kakas.(*/Liputan Khusus)

Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado secara resmi mengelar launching pakaian khas Manado di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (07/11).

 Peluncuran pakaian khas Manado tersebut merupakan ide brilian Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA umtuk menambah kekayaan aset budaya dan kekayaan intelektual orang Manado.

 

Acara yang dihadiri langsung Walikota GSVL, Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Sekretaris Daerah Micler CS Lakat SH MH beserta jajaran Pemkot Manado, juga Coreta Kapojos, designer nasional asal Sulawesi Utara Hengky Kawilarang serta para budayawan dan seniman di kota ini.

 

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Manado itu berterima kasih kepada semua pihak termasuk tim perumus dari Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado.

“Puji Tuhan, terima kasih ibu Coreta L Kapojos, desainer Hengki Kawilarang, tim perumus, kadis Pariwisata dan kadis Dikbud, para budayawan dan seniman Manado yang sudah selesaikan tugas membuat Pakaian Khas Manado,”ujar Walikota GSVL.

Setelah diluncurkan, Walikota pilihan rakyat Manado itu berharap pakaian khas Manado dapat diperkenalkan kepada publik sebagai salah satu karya dan inovasi orang Manado setelah Kaeng Manado yang telah mendapat lisensi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Walikota GSVL juga berharap tahun depan pakaian khas Manado sudah digunakan bersama dalam Manado Fiesta ke-4 tahun 2020 bersamaan dengan diterimanya Manado Fiesta dalam 100 kalender event pariwisata Indonesia

 

“Sekarang torang sosialisasikan ke Publik tentang satu lagi inovasi untuk menambah kekayaan asset Kota Manado, setelah Kaeng Manado yang sudah ada HAKI dari Kemenkumham,”pungkas Walikota GSVL. (/Liputan Khusus)

 

Jakarta, Sulutnews.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan kepada 45 inovasi terbaik yang telah mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019. Penghargaan diberikan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Wapres JK didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin. Penyerahan itu akan diberikan Wapres JK kepada para kepala lembaga atau kepala daerah. Direncanakan, seluruh pimpinan instansi hadir dalam acara bergengsi ini.

Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, meneriman penghargaan untuk inovasi PANADA Portal Analisis Data Berbasis Peta.

Diketahui, Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.

Proses kompetisi ini dimulai dari pendaftaran proposal inovasi, tahun 2019 terekam sebanyak 3.156 proposal yang mendaftar dari hasil desk evalution, diperoleh Top 99 Inovasi.

Setelah tahap Top 99, dilakukan evaluasi lapangan oleh tim evaluator dan tim panel independen. dari hasil penilaian lapangan, ditentukan 45 inovasi terbaik yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri PANRB nomor 18/2019.

Satu diantara Top 45 inovasi terbaik yakni inovasi PANADA Portal Analisis Data Berbasis Peta Pemerintah Kota Manado. (Liputan Khusus)

 

Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, menggelar kegiatan pelatihan dan ujicoba aplikasi penyusunan Rencana dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan bimbingan teknis pengelolaan dana BOS. Bertempat di Aula Serbaguna Kantor Walikota, Selasa (10/09).

 

Walikota Manado Vicky Lumentut, dalam kesempatan mengajak kepada peserta yang terdiri para kepala sekolah SD dan SMP, operator sekolah, Se-Kota Manado, agar mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan serius tentunya, karena pendidikan yang berkualitas, ada indikator-indikator yang harus dicapai, ada standard-standar yang harus kita penuhi, sebagai ukuran atas kualitas penyelenggaran pendidikan.

 

Walikota juga meminta agar segenap jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado dapat mempedomani SPM pendidikan, untuk selanjutnya diintegrasikan dengan dokumen perencanaan Pemerintah Kota Manado, baik, RPJMD, Renstra Perangkat Daerah, hingga Renja Perangkat Daerah.

“Sangat jelas Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang standard pelayanan minimal bahwa pemenuhan pelayanan dasar perlu ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan pengangaran pembangunan daerah sebagai prioritas belanja daerah,”ujar Walikota.

 

Ditambahkan Walikota, kita tidak akan pernah malu untuk belajar dari tempat lain yang guru-gurunya memiliki kualitas lebih baik, ini perlu kita belajar untuk dibawah ke Manado agar kita dapat maju seperti daerah lain dalam hal meningkatkan mutu pendidikan, seperti cerdas command center.

“Kita belajar dari Jakarta dan Surabaya serta daerah lainnya, dari proses belajar ini cerdas command center lewat aplikasi 112 kita meraih juara dunia tahun 2018 lalu di Praha,” tutup Walikota.

 

Turut hadir mendampingi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Daglan Walangitan, para Pejabat Eselon II dan III di lingkup Pemkot Manado. (Liputan Khusus)