Liputan Khusus

Liputan Khusus (3)

Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado secara resmi mengelar launching pakaian khas Manado di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (07/11).

 Peluncuran pakaian khas Manado tersebut merupakan ide brilian Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA umtuk menambah kekayaan aset budaya dan kekayaan intelektual orang Manado.

 

Acara yang dihadiri langsung Walikota GSVL, Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Sekretaris Daerah Micler CS Lakat SH MH beserta jajaran Pemkot Manado, juga Coreta Kapojos, designer nasional asal Sulawesi Utara Hengky Kawilarang serta para budayawan dan seniman di kota ini.

 

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Manado itu berterima kasih kepada semua pihak termasuk tim perumus dari Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado.

“Puji Tuhan, terima kasih ibu Coreta L Kapojos, desainer Hengki Kawilarang, tim perumus, kadis Pariwisata dan kadis Dikbud, para budayawan dan seniman Manado yang sudah selesaikan tugas membuat Pakaian Khas Manado,”ujar Walikota GSVL.

Setelah diluncurkan, Walikota pilihan rakyat Manado itu berharap pakaian khas Manado dapat diperkenalkan kepada publik sebagai salah satu karya dan inovasi orang Manado setelah Kaeng Manado yang telah mendapat lisensi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

Walikota GSVL juga berharap tahun depan pakaian khas Manado sudah digunakan bersama dalam Manado Fiesta ke-4 tahun 2020 bersamaan dengan diterimanya Manado Fiesta dalam 100 kalender event pariwisata Indonesia

 

“Sekarang torang sosialisasikan ke Publik tentang satu lagi inovasi untuk menambah kekayaan asset Kota Manado, setelah Kaeng Manado yang sudah ada HAKI dari Kemenkumham,”pungkas Walikota GSVL. (/Liputan Khusus)

 

Jakarta, Sulutnews.com – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan kepada 45 inovasi terbaik yang telah mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019. Penghargaan diberikan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Wapres JK didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin. Penyerahan itu akan diberikan Wapres JK kepada para kepala lembaga atau kepala daerah. Direncanakan, seluruh pimpinan instansi hadir dalam acara bergengsi ini.

Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA, meneriman penghargaan untuk inovasi PANADA Portal Analisis Data Berbasis Peta.

Diketahui, Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019 ini terdiri dari 8 kementerian dengan 9 inovasi, 4 lembaga sebanyak 4 inovasi, 5 provinsi dengan 5 inovasi, 16 kabupaten dengan 17 inovasi, 9 kota sebanyak 9 inovasi, dan 1 BUMN dengan 1 inovasi.

Proses kompetisi ini dimulai dari pendaftaran proposal inovasi, tahun 2019 terekam sebanyak 3.156 proposal yang mendaftar dari hasil desk evalution, diperoleh Top 99 Inovasi.

Setelah tahap Top 99, dilakukan evaluasi lapangan oleh tim evaluator dan tim panel independen. dari hasil penilaian lapangan, ditentukan 45 inovasi terbaik yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri PANRB nomor 18/2019.

Satu diantara Top 45 inovasi terbaik yakni inovasi PANADA Portal Analisis Data Berbasis Peta Pemerintah Kota Manado. (Liputan Khusus)

 

Manado, Sulutnews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, menggelar kegiatan pelatihan dan ujicoba aplikasi penyusunan Rencana dan Anggaran Sekolah (RKAS) dan bimbingan teknis pengelolaan dana BOS. Bertempat di Aula Serbaguna Kantor Walikota, Selasa (10/09).

 

Walikota Manado Vicky Lumentut, dalam kesempatan mengajak kepada peserta yang terdiri para kepala sekolah SD dan SMP, operator sekolah, Se-Kota Manado, agar mengikuti kegiatan ini dengan tekun dan serius tentunya, karena pendidikan yang berkualitas, ada indikator-indikator yang harus dicapai, ada standard-standar yang harus kita penuhi, sebagai ukuran atas kualitas penyelenggaran pendidikan.

 

Walikota juga meminta agar segenap jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado dapat mempedomani SPM pendidikan, untuk selanjutnya diintegrasikan dengan dokumen perencanaan Pemerintah Kota Manado, baik, RPJMD, Renstra Perangkat Daerah, hingga Renja Perangkat Daerah.

“Sangat jelas Amanat Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang standard pelayanan minimal bahwa pemenuhan pelayanan dasar perlu ditetapkan dalam dokumen perencanaan dan pengangaran pembangunan daerah sebagai prioritas belanja daerah,”ujar Walikota.

 

Ditambahkan Walikota, kita tidak akan pernah malu untuk belajar dari tempat lain yang guru-gurunya memiliki kualitas lebih baik, ini perlu kita belajar untuk dibawah ke Manado agar kita dapat maju seperti daerah lain dalam hal meningkatkan mutu pendidikan, seperti cerdas command center.

“Kita belajar dari Jakarta dan Surabaya serta daerah lainnya, dari proses belajar ini cerdas command center lewat aplikasi 112 kita meraih juara dunia tahun 2018 lalu di Praha,” tutup Walikota.

 

Turut hadir mendampingi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Daglan Walangitan, para Pejabat Eselon II dan III di lingkup Pemkot Manado. (Liputan Khusus)