Advertorial

Advertorial (4)

HEBAT DAN SUKSES,  Itulah kalimat yang tepat diberikan pada sosok Bupati Mitra James Sumendap SH.

Mengapa?  Sebab berbagai prestasi terus diukir. Kali ini torehan gemilang kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dibawah pimpinan Sumendap, seorang Bupati yang dikenal cerdas dan peduli rakyat.

Daerah yang dikenal baru seumur jagung,  sebab lahir dari pemekaran Kabupaten Minahasa Selatan, berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama Tahun 2018 dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak ini,  diterima langsung James Sumendap SH yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof DR Yohana Susana Yembesi Dip. Apling, MA pada puncak perayaan Hari Anak Nasional di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/07/2018).

Kabupaten Minahasa Tenggara dinyatakan berhak menyandang status sebagai Kabupaten Layak Anak (lihat grafis), karena mampu memenuhi semua indikator penilaian dengan variabel yang terukur pelaksanaannya, terkait penerapan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Apa yang kita raih ini adalah pembuktian atas kerja keras, kerja nyata dan kerjasama tim. Semua telah bekerja dengan sangat maksimal untuk mendapat prestasi Kabupaten Layak Anak ini. Dan dengan raihan ini, saya yakin Mitra semakin maju dan terus berprestasi,” tutur Sumendap didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Minahasa Tenggara Phebe Punuindong SH,  usai menerima penghargaan itu. (Adv/reagen)

====== Grafis ======

Indikator Kabupaten Layak Anak:

Secara Kelembagaan:

  1. Jumlah peraturan Perundang-undangan dan kebijakan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA)
  2. Persentase Anggaran PHPA Meningkat setiap tahun
  3. SDM terlatih Konvensi Hak Anak (KHA) Meningkat setiap tahun, terutama tenaga layanan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan penegak hokum
  4. Keterlibatan lembaga masyarakat dan media massa dalam PHPA
  5. Keterlibatan dunia usaha dalam PHPA
  6. Jumlah kegiatan inovatif

Indikator Substansi (5 Klaster Hak Anak):

  1. Hak Sipil dan Kebebasan
  2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan Dasar
  4. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya
  5. Perlindungan khusus

Ratahan, Sulutnews.com – “LUAR BIASA” Itulah kalimat yang tepat diberikan pada sistem pemerintahan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).  Mengapa? Karena, kembali lagi Pemkab Mitra dibawah kendali Bupati James Sumendap SH,  menorehkan sistem pemerintahan yang baik.

Dimana tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Mitra selang tahun 2017 mendapatkan penghargaan predikat Baik (B) dalam Laporan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2017 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Penghargaan ini pun,  langsung diserahkan MenPAN-RB Abnan Abnur kepada Bupati James Sumendap SH di Jogjakarta, Selasa, (13/02) kemarin.

Hasil ini juga merupakan kado manis bagi jajaran Pemerintahan Kabupaten Mitra, termasuk bagi Bupati James Sumendap di tahun terakhir kepemimpinan.

Keberhasilan ini tak lepas dari komitmen Pemkab Mitra pada percepatan implementasi reformasi birokrasi, memberi perhatian terhadap terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang profesional hingga pencapaian progran kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan, hasil kali ini dengan predikat B, menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya yang hanya mendapatkan CC.

“Ini adalah bagian dari kedisiplinan hingga kerja keras dan dukungan semua jajaran Pemkab Mitra, termasuk dukungan masyarakat hingga stakeholder dan wajib untuk kita syukuri. Saya persembahkan ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mitra,” ujar Sumendap.

Ia pun berharap, hasil ini akan menjadi pelecut semangat bagi jajarannya untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan dan memaksimalkan pelayanan publik.

“Kita tidak akan berpuas. Tapi ini momentum bagi kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Tata kelola pemerintahan yang baik, dampaknya juga bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur, memberikan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang telah melakukan upaya-upaya perbaikan nyata bagi peningkatan efisiensi birokrasi.

“Saya berterima kasih kepada bupati, walikota, dan sekretaris daerah yang telah fokus dan lebih serius lagi dalam memberikan perhatian guna terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan sekaligus berorientasi hasil,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Abnur, saat ini efisiensi dalam birokrasi juga menjadi salah satu kriteria. Hal tersebut hanya dapat terjadi apabila akuntabilitas dapat diwujudkan oleh birokrasi itu sendiri.

“Akuntabilitas yang berorientasi pada hasil atau kinerja hanya akan tercapai apabila birokrasi dapat menerapkan manajemen berbasis kinerja dengan baik atau SAKIP,” jelasnya.(Advetorial)

Mitra, Sulutnews.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) untuk terus meningkatkan fasilitas publik di semua pelosok daerah, sungguh sangat luar biasa. Tekad untuk menjadikan Mitra semakin sejahrera terus ditunjukkan Pemkab Mitra dibawah pimpinan Bupati James Sumendap SH.

Lihat saja,  secara beruntun ecara dalam beberapa hari terakhir ini, fasilitas publik berupa sejumlah puskesmas diresmikan guna memperluas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Yang terbaru, Sumrndap meresmikan Resting Area di kawasan puncak Gunung Potong, Desa Pangu, Kecamatan Ratahan Timur, pada, Kamis (8/2) kemarin.

Bangunan ini menjadi ikon baru destinasi wisata, dan kini sebagai salah satu Resting Area termegah ditambah berada di kawasan hutan pinus dengan pemandangan menakjubkan.

   

“Ini sebetulnya bukan hanya sekedar resting area. Sebab dibangun melebih bangunan resting area. Tapi tak masalah untuk sebutannya. Ini ibarat resting area bintang lima,” ujar bupati dalam sambutannya disambut tepuk tangan para tamu undangan yang hadir.

Meski begitu, Sumendap sendiri mengaku belum puas dengan hasil ini. Dia mengatakan ini baru 60 persen dari hasil yang diharapkan. Pasalnya, masih akan dilanjutkan dengan penataan halaman hingga pembangunan tangga raksasa.

“Kawasan ini tidak saja indah, tapi juga memiliki nilai historis sebab kawasan Gunung Potong adalah lokasi pertahanan di zaman perang Permesta. Jadi, sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu,” terang Sumendap.

Dalam kesempatan tersebut bulati juga mengajak sejumlah tamu undangan diantaranya Forkompimda untuk menikmati keindahan alam dari lantai dua resting area.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mitra Drs Desten Katiandago, mengungkapkan, bangunan resting area yang dibangun dengan anggaran Rp1,6 miliar atas prakarsa Bupati James Sumendap, dipersembahkan untuk warga Mitra.

   

"Lokasi ini kami bangun untuk bisa dimanfaatkan saat warga Mitra sudah lelah melakukan perjalanan,  ataupun warga luar Mitra yang akan melewati jalur ini,  untuk bisa beristirahat sejenak. Tetapi juga resting area ini akan memberikan informasi soal Mitra," ucap Katiandagho.

Dia menambahkan,  ini bagian komitmen bupati untuk menopang pariwisata di Mitra.

"Pak bupati meminta ini dilakukan secara bertahap sampai nantinya lokasi ini tertata dengan baik," jelasnya, sembari mengatakan kegiatan ini juga ikut ditandatangani prasasti sejumlah sarana pariwisata berupa rest room Pantai Lakban dan kios cendra mata.

PERESMIAN RESTING AREA KAWASAN GUNUNG POTONG, DESA PANGU, KECAMATAN RATAHAN: PAGU 1,6 MILIAR

Peresmian 12 Bangunan PKM

Rehabilitasi Bangunan:

  1. Rehabilitasi Puskesmas Touluaan, DAK 2016 Rp511.003.000
  2. Rehabilitasi Puskesmas Molompar Tombatu, DAK 2016 Rp505.900.000
  3. Rehabilitasi UPT Instalasi Farmasi, DAK 2016 Rp411.164.000

Pembangunan Rumah Dinas Dokter Puskesmas:

  1. Pusomaen, DAU 2016 Rp412.500.000
  2. Basaan, DAU 2016 Rp416.500.000
  3. Molompar Belang, DAU 2016 Rp416.656.000
  4. Tambelang, DAU 2016 Rp416.000.000
  5. Touluaan, DAU 2016 Rp417.021.000

Pembangunan Puskesmas:

  1. Ratahan Timur, DAK 2016 Rp1.463.379.000
  2. Ratahan, DAU 2017 Rp2.500.000.000
  3. Tombatu, DAU 2017 Rp1.000.000.000
  4. Ratatotok, DAK 2017 Rp878.000.000

(advetorial)

 

Ratahan, Sulutnews.com - KOMITMEN Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat kepemimpinan Bupati James Sumendap SH untuk menghadirkan berbagai fasilitas publik yang memadai bagi masyarakat sepertinya tak pernah berhenti.

Langkah untuk menjadikan warga Mitra sehat dan sejahtera,  terus dipacu Pemkab Mitra.

Lihat saja,  pembangunan pasar Belang yang selama ini menjadi harapan warga. Dulunya sangat sembrawut dan tak memunkingkan,  kini menjadi megah dan nyaman.

Kini pasar yang diberi nama Pasar Rakyat Belang diresmikan oleh Bupati Mitra James Sumendap SH.


 
 

Pasar Belang yang sekira sudah puluhan tahun ditempati ini,  kini tampil dengan sangat representatif atau sangat layak untuk dihuni oleh warga pedagang sejak Senin, (5/2/2018).

Hadirnya dua bangunan ini sekaligus menjawab kerinduan masyarakat untuk menikmati fasilitas yang layak. Bahkan dinilai sebagai maha karya memasuki akhir periode pertama selama kepemimpinan empat tahun terakhir.

Di waktu yang sama,  bupati juga meresmikan Puskesmas Belang.  Puskesmas ini juga terbilang sudah representatif. Dan menjadi harapan warga dalam pelayanan kesehatan.

“Saya ingin masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan secara mudah dan gratis. Semua warga tanpa terkecuali harus menikmati ini,” kata bupati, sembari ikut membagikan Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) secara simbolis bagi warga.

Sumendap berharap,  bangunan pasar yang terletak strategis dipusat Kecamatan Belang, dan berdiri kokoh dapat menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

"Bangunan ini akan menjadi ikon Kecamatan Belang, setelah sebelumnya di Ratahan juga ada Pasar Rakyat Plaza Ratahan yang sudah terlebih dahulu dibangun.

Selain itu,  bangunan pasar rakyat ini hadir untuk menjawab kerinduan masyarakat terkait keberadaan pasar yang nyaman bersih. Tidak tanggung-tanggung kita bangun lengkap dengan bangunannya yang megah. Pasar ini nantinya akan menopang perekonomian masyarakat. inilah wujud dari komitmen saya bagi masyarakat,” ujar Sumendap.

Pasar Rakyat di Kecamatan Belang ini dibangun dengan gelontoran anggaran Rp9,8 miliar, dengan dua lantai ditambah fasilitas 33 kios hingga pasar basah pada bagian belakang yang tertata rapi.

Sekedar diketahui,  bagi para pedagang yang nantinya akan menempati pasar Rakyat Belang ini,  pemerintah menggratiskan retribusi selama 6 bulan kedepan. (Advetorial).