Fabian Kaloh Pimpin Brigade Manguni Indonesia Sulut

Written by  Jul 26, 2020

MANADO, Sulutnews.Com - Organisasi Adat Masyarakat Sulawesi Utara Brigade Manguni Indonesia, menetapkan Fabian Kaloh, Sip, M.Si sebagai Tonaas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Utara. Fabian Kaloh sendiri ditetapkan lewat Rapat Pleno diperluas Dewan Pimpinan Tonaas (DPT) yang dipimpin langsung Tonaas Wangko Lendy Wangke, disaksikan Tonaas Harian Umbanua Fentje Rumambi, Sekjen DPT BMI Sonny Kentjem, Bendahara Corneles Mononimbar, Panglima Utama DPT Freddy Tusalaki serta pata Ketua DPD BMI se Sulut.

’Saya akan mengemban tugas ini dengan sebaik baiknya seusai amanat AD ART, dan kepercayaan dari Tonaas Wangko Lendy Wangke," ujar Tonaas Fabian Kaloh saat menerima Surat Keputusan No 027/SK-PDPW/s/DPT NMI/VII-2020, tentang kedudukan sebagai Tonaas BMI Sulut.

Sebagaimana amanat organisasi sejak ditetapkan, menjadi Pimpinan DPW juga diberikan mandat untuk melengkapi struktur kepengurusan. Kemudian melakukan koordinasi untuk persiapan pelantikan dan kepertaan DPW BMI Sulut dalam MuswangNas yang akan berlangsung akhir Agustus 2020. ‘’Kami siap untuk menjabarkan program program BMI ke depan,’’ tegas Kaloh.

Kaloh yang juga sebagai Anggota DPRD Sulut dari Fraksi PDI akan mengemban tugas untuk mampu membenahi secara menyeluruh DPW BMI Sulut yang ada banyak programnya yang tidak terlaksanakan secara optimal. ‘’Kali ini kami akan optimalkan semua program dan akan bersinergi dengan semua pihak, teruama yang berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawab kami sebagai Ormas Adat,’’ kata Putra Tonsea ini.

Sosok Tonaas Fabian yang juga aktif di kegiatan kerohian lewat Kaum Bapa Katolik baik Kevikepan Tonsea dan Keuskupan Manado ini, menegaskan Ormas adat BMI juga harus bersinergi dengan pemerintah, karena keberadaannya membantu pemerintah dalam rangka penjabaran budaya baik Minahasa dan sekitarnya juga yang berkaitan dengan legitimasi BMI.
‘’Kita wajib bekerkerjasama dengan pemerintah Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk pembangunan disegala bidang,"papar Tonaas Fabian.

Menyinggung soal keberadaan beberapa daerah yang belum ada kepengurusan BMI,Tonaas Fabian Kaloh yang dikenal berpenampilan Low Profile dan Samrt ini, mengakui memang program jangka pendek akan dibicarakan pada saat rapat perdana, terutama konsolidasi organisasi BMI di semua kota dan kabupaten se-Sulut.(josh tinungki)