Kabupaten Mitra Raih Award Kabupaten Layak Anak Kabupaten Mitra Raih Award Kabupaten Layak Anak

James Sumendap Kembali Torehkan Prestasi, Mitra Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

Written by  Reagen Pantow Jul 25, 2018

HEBAT DAN SUKSES,  Itulah kalimat yang tepat diberikan pada sosok Bupati Mitra James Sumendap SH.

Mengapa?  Sebab berbagai prestasi terus diukir. Kali ini torehan gemilang kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dibawah pimpinan Sumendap, seorang Bupati yang dikenal cerdas dan peduli rakyat.

Daerah yang dikenal baru seumur jagung,  sebab lahir dari pemekaran Kabupaten Minahasa Selatan, berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama Tahun 2018 dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak ini,  diterima langsung James Sumendap SH yang diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof DR Yohana Susana Yembesi Dip. Apling, MA pada puncak perayaan Hari Anak Nasional di Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/07/2018).

Kabupaten Minahasa Tenggara dinyatakan berhak menyandang status sebagai Kabupaten Layak Anak (lihat grafis), karena mampu memenuhi semua indikator penilaian dengan variabel yang terukur pelaksanaannya, terkait penerapan sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Apa yang kita raih ini adalah pembuktian atas kerja keras, kerja nyata dan kerjasama tim. Semua telah bekerja dengan sangat maksimal untuk mendapat prestasi Kabupaten Layak Anak ini. Dan dengan raihan ini, saya yakin Mitra semakin maju dan terus berprestasi,” tutur Sumendap didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Minahasa Tenggara Phebe Punuindong SH,  usai menerima penghargaan itu. (Adv/reagen)

====== Grafis ======

Indikator Kabupaten Layak Anak:

Secara Kelembagaan:

  1. Jumlah peraturan Perundang-undangan dan kebijakan Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak (PHPA)
  2. Persentase Anggaran PHPA Meningkat setiap tahun
  3. SDM terlatih Konvensi Hak Anak (KHA) Meningkat setiap tahun, terutama tenaga layanan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan penegak hokum
  4. Keterlibatan lembaga masyarakat dan media massa dalam PHPA
  5. Keterlibatan dunia usaha dalam PHPA
  6. Jumlah kegiatan inovatif

Indikator Substansi (5 Klaster Hak Anak):

  1. Hak Sipil dan Kebebasan
  2. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan Dasar
  4. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya
  5. Perlindungan khusus
Last modified on Thursday, 08 November 2018 04:18