Jakarta, Sulutnews.com - PWI Turut Jaga Rasa Nyaman meskipun petugas event organizer (EO) sopan dan ramah terhadap para calon penerima vaksin Covid-19 yang hadir di Hal A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,  pendampingan tetap perlu dilakukan oleh petugas yang dikenal oleh peserta vaksinasi massal corona virus disease (covid-19) khusus untuk awak media.

Vaksinasi masal insan pers berlangsung tiga hari mulai tanggal 25 hingga hari terakhir 27 Februari 2021. Jumlah peserta 5.512 orang, sebanyak 1.989 orang di antaranya mendaftar melalui Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Pusat, dan panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2021. 

Lainnya mendaftar melalui 9 konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred yang dikoordinasikan oleh Dewan Pers. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Kementarian Komunikasi dan Informatika RI, serta bantuan instansi kesehatan lainnya, seperti sejumlah rumah sakit, puskesmas, TNI dan Polri.

Semua dapat dilayani, kecuali mereka yang tidak hadir dan punya penyakit yang tidak memungkinkan menerima vaksin.  “Proses pelaksanaanya sangat tertib dan lancar,” kata tokoh pers Wina Armada yang turut hadir menerima vaksin.

Kedatangan peserta mulai pintu masuk, pendaftaran, screening, dan penyuntikan vaksin, hingga ruang observasi diatur tertib oleh EO. Semua sudah diarahkan petugas.

Untuk lebih memastikan kelancaran PWI Pusat bersama PWI Peduli menurunkan tim untuk mendampingi peserta yang mendaftar melalui PWI. 

“Pendampingan perlu dilakukan, mana kala ada masalah dengan pendaftaran. Kami menjaga di pintu masuk, seperti penerima tamu. Tugas kami bukan hanya mengarahkan, tetapi juga menyambut sehingga membuat pikiran peserta merasa nyaman dan aman,” kata Ketua PWI Peduli Pusat yang juga Ketua panitia Bakti Sosial HPN 2021 Mohammad Nasir yang turut menemui peserta yang baru tiba

PWI Peduli adalah sayap sosial PWI yang telah menyebar luas hampir terbentuk di seluruh provinsi di Tanah Air. PWI Peduli hadir di GBK Senayan mendapat tugas dari Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari untuk membantu kelancaran vaksinasi massal bersama organisasi pers lainnya, mulai proses pendaftaran hingga pelaksanaan vaksinasi.

Menurut pemantauan, sebagian peserta memang harus diyakinkan bahwa semua dapat dijalani dengan mudah dan semua akan kebagian vaksin. Bahkan sebagian perlu dikawal dan dipersilakan duduk layaknya tamu VIP.

Tanpa panduan khusus, banyak peserta yang sempat “blank” pikiran mereka begitu masuk tenda besar, tidak tahu arah harus kemana, meskipun sudah dipandu oleh para petugas EO yang santun dan ramah.

Namun begitu ada rekannya yang dikenal bertugas di sana, dan melambaikan tangan dari jarak jauh, langsung peserta bereaksi dengan senyum mekar, penuh keyakinan tidak akan ada kesulitan di dalam antrean besar yang tertib itu.

Di sinilah diperlukan pendampingan peserta supaya pikirannya tidak kacau memikirkan harus kemana. Kekacauan pikiran bisa menjadi penyumbang tekanan darah naik ketika diperiksa kesehatannya menjelang divaksin.

Pendampingan seperti itu juga dilakukan perwakilan organisasi pers konstituen Dewan Pers lainnya juga tampak sibuk menjemput para anggotanya yang baru masuk.

Terlihat di seputar pendaftaran tim Dewan Pers yang dikomandani oleh Dr Agus Sudibyo, anggota Dewan Pers, kemudian telihat Delianur perwakilan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Elly Pujianti Sekretaris PWI Peduli Pusat yang duduk di sudut Help Desk dengan laptopnya yang selalu terbuka untuk memantau pergerakan para pendaftar yang melalui PWI.

Nadia, Steffi, dan rekan-rekannya dari Dewan Pers juga laptopnya selalu terbuka untuk memantau perubahan daftar peserta secara online dengan jaringan komputer yang digunakan untuk seluruh pelayanan di GBK tempat vaksinasi insan pers. Mereka turut memberi solusi pendaftar, yang secara tidak langsung meredakan ketegangan pikiran peserta.

Apalagi pada hari kedua kelancaran pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digoyang oleh kabar bohong yang beredar di media sosial bahwa ada puluhan wartawan terkapar setelah disuntik vaksin Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit. Kabar hoax ini membuat kaget banyak orang.

Ketua Umum PWI Pusat yang juga penanggung jawab HPN 21, Atal S Depari langsung menilpun Ketua PWI Peduli M. Nasir yang berada di dalam GBK. “Bagaimana kabar itu katanya ada puluhan wartawan terkapar setelah divaksin. Kalau itu hoax, segera dibantah,” kata Atal.

Atal khawatir kabar bohong itu mempengaruhi niat ribuan wartawan yang sedang dan akan menerima suntikan vaksin.

Tidak lama dr Nadia Wiweko, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI langsung menyampaikan penjelasan melalui video singkatnya yang kemudian menyebar luas kemana-mana. Menurut Nadia hanya ada lima wartawan yang mengalami efek samping setelah menerima vaksin Covid-19. Kabar mengenai puluhan wartawan terkapar setelah divaksin itu hoax.

Setelah diobservasi kelima awak media tersebut diketahui tidak sarapan dan makan siang sebelum menerima vaksin. Dan, diketahui pula mereka kurang tidur pada malam hari sebelum divaksin. “Mereka sudah pulang semua,” kata Nadia. 

Ini sekaligus menjadi peringatan bagi siapa saja yang akan disuntik vaksin Covid-19 harus sarapan terlebih dulu dan jangan begadang. “Ini penting, harus diperhatikan,” kata dr Nadia. 

Meskipun digoyang hoax, minat para peserta untuk ikut vaksinasi tidak menyurut. Bahkan bertambah hingga menjelang tutup pelayanan pukul 16.00 hari Sabtu, 27 Februari.

Target dapat dibilang tercapai meskipun ada yang tidak hadir, sebagian tidak dapat disuntik vaksin karena peserta punya riwayat penyakit yang tidak memungkinkan disuntik vaksin.

Dari total jumlah peserta terdaftar 5.512 orang yang diberi vaksin 5.227 orang. Pada 25 Februari (registrasi 1.566, divaksinasi 1.506), 26 Februari (registrasi 1.870, divaksinasi 1.824), dan hari terakhir 27 Februari (registrasi 1.921, divaksinasi 1.897). Dari total yang registrasi 5.357 orang, sebanyak 5.227 orang disuntik vaksin.

Para peserta imunisasi ini adalah para awak media yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, yakni Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Vaksinasi massal ini bagaikan reuni akbar insan pers. Mereka saling menyapa, berbagi kenangan masa lalu.

Mereka berharap untuk vaksinasi lanjutan tahap dua, mereka bisa bertemu lagi. Jadwalnya akan diumumkan oleh Dewan Pers belakangan (*/PS)

Minahasa,SulutNews.com - Panitia Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke 80 tentang perubahan tata Gereja GMIM tahun 2016, resmi dilantik usai ibadah Minggu (28/02) pagi, di Jemaat GMIM Imanuel Leilem, Wilayah Sonder oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt Hein Arina.

Bupati Minahasa Dr Ir Royke Octavian Roring MSi, terpilih sebagai Ketua Umum  (Ketum) SMSI  GMIM ke-80 tahun 2021, Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi MM (RD), Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw SE (GK), dipilih sebagai Wakil Ketua Umum Panitia.

Sedangkan untuk Ketua Panitia Harian sendiri dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Frits R Muntu SSos, didampingi Kapolres Minahasa AKBP Henzly Moningkey SIK MSi dan Asisten I Bidang Pemerintahan, Kesra Sekdakab Minahasa Dr Denny Mangala MSi sebagai Wakil Ketua Harian.

Untuk Sekretaris Umum dipercayakan kepada Pdt Janny Rende bersama Pdt Richard Supit sebagai Wakil Sekretaris.

 “Dalam surat keputusan, kami ditugaskan untuk mengkoordinasikan dengan BPMS GMIM untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan SMSI ke-80 tahun 2021 ini,” kata Bupati.

Pelantikan Panitia ini sendiri turut disaksikan Ketua TP-PKK Minahasa Dra Fenny Ch M Roring-Lumanauw SIP dan Wakil ketua TP-PKK Martina Dondokambey-Lengkong SE. (Adrian)

Tomohon, Sulutnews.com - Usainya dilantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon,Kini Istri tercinta  Syanet Karundeng dilantik Ketua TP PKK provinsi Sulawesi Utara Ny. Rita Dondokambey Tamuntuan sebagai ketua TP PKK Kota Tomohon,Yang bertempat di Graha Gubernuran Provinsi Sulut Bumi Beringin, Jumat 26 Febuari 2021.

Usainya  pelantikan tersebut selaku Ketua TP PKK provinsi Sulawesi Utara Ny. Rita Dondokambey Tamuntuan menyampaikan dalam sambutannya dengan mengatakan TP PKK ini merupakan pemimpin pergerakan dan pemberdayaan serta mensejahterakan keluarga.

Dan dengan dilantiknya sebagai TP PKK harus mempunyai komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam menghadapi permasalahan di daerah masing – masing."harap Rita"

Dengan rasa bersyukur atas dilantiknya sebagai ketua TP PKK Kota Tomohon,Syanet Karundeng di dampingi Ellen Sangi selaku Wakil mengatakan "Tentu keduanya  siap menjalankan tupoksinya sebagai ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kota Tomohon untuk menjadikan Kota Tomohon semakin maju."ucap Syanet ".

Syanet juga menambahkan "Ya kami akan selalu berkoordinasi dengan PKK Pusat dan Provinsi agar tejalin komunikasi yang baik, untuk kemajuan Kota Tomohon, dan kami siap menjalankan dan menjabarkan 10 program PKK sekaligus mendukung program pemerintah pusat, salah satunya pengendalian penyebaran Covid – 19 di Kota Tomohon ” ucap Syanet di dampingi Ellen. (Prise)

Tomohon, Sulutnews.com - Lagi dan lagi terjadi keributan yang bertepatan didepan Adira Finance Kel. Matani Satu Kec. Tomohon Tengah,Minggu,28 Febuari 2021.

Saat Team URC Totosik yang dipimpin Yanny Watung mendatangi lokasi mendapati dua pemuda yang berada di TKP terlihat mencurigakan.

Team Totosik segera lakukan pemeriksaan badan maupun terhadap R2 yang mereka kendarai. Hasil pemeriksaan Team mendapati sebilah pisau badik bersama sarungnya yang di sembunyikan oleh AG nama samaran (28 ).

Diketahui sesuai dengan informasi yang ada Yanny menjelaskan AG yang mengendarai R2 dari Kota Manado langsung menuju Kantor Adira Finance Kota Tomohon yang hendak menjemput SS (28 ) dan seketika itu AG dan SS setiba nya di kantor  bertemu dengan SK (36) dengan maksud membicarakan permasalahan R2 yang hendak di tarik karena menunggak.

Dengan kesadaran yang tidak bisa terkontrol emosi dan AG sudah dalam  keadaan pengaruh miras, terjadilah adu mulut antara AG dan SK.

Lanjut Yanni, Karena tidak puas ber adu mulut AG mengajak keluar SK sambil berteriak-teriak di parkiran kantor Adira Finance Kota Tomohon."kata Yanni".

"Memang saat itu sebelum menuju ke Kota Tomohon, AG sempat mengirimkan Video di Group Whats Up dimana berisikan bahwa AG akan membunuh SK "ucap Yanni

Team URC pun langsung mengamankan AG bersama SS berserta barang bukti seperti Sebilah Pisau Badik bersama sarungnya dan R2 Honda Beat Pop Warna Putih TNKB DB3136BS. Perkara tersebut dibenarkan Kapolres Tomohon AKBP Bambang Ashari Gatot,S.IK.MH dan segera di tindak lanjuti. (Prise)

Tomohon, Sulutnews.com - Keributan dan Penganiayaan terjadi di Walian Satu Lingk. III Kec. Tomohon Selatan, Minggu 28 Febuari 2021.

Saat Team URC Totosik yang dipimpin Yanny Watung menyatakan setelah mendapat informasi dari warga pelaku MP (34) Walian Satu  kec.Tomohon Selatan,Pelaku sudah dalam keadaan di pengaruhi minuman alkohol sehingga membuat keributan dalam rumahnya sendiri dan saat itu pun terjadi penganiayaan terhadap korban EP (55) sebagai ayahnya kandungnya  sendiri.

Selain dari laporan yang ada, pelaku MP  sempat berteriak - teriak saat itupun sempat berkelahi dan melayangkan tangannya memukul ayah kandungnya."jelas Yanni"

“Sesampainya di TKP, pelaku MP langsung kami amankan ke Mapolsek Tomohon Selatan”, tegas Yanny.(Prise)

Tomohon, Sulutnews,com - Ibadah Pengutusan Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, SH dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tomohon  drg. Jeand'arc Karundeng, S.H.Yang bertempat diGMIM Pniel Kakaskasen,Minggu,28 Februari 2021.

Ibadah tersebut dipimpin langsung Khadim Pdt. Dr. H. W. B. Sumakul, Th.M. yang juga selaku Majelis Pertimbangan Sinode GMIM.Dengan memberi khotbah dalam alkitab Yesaya 6 : 8,melalui ayat ini memberikan tuntunan dan kekuatan kepada setiap orang yang memangku jabatan dan setiap hamba Tuhan yang mengabdi bagi pemerintahan, gereja dan masyarakat."jelas Pdt.Sumakul".

Turut di hadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tomohon Jemmy Ringkuangan, A.P., M.Si. bersama Jajaran Pemerintah Kota Tomohon, Ketua Jemaat Pniel Kakaskasen, Para Pendeta Jemaat, BPMJ, Pelayan Khusus dan Jemaat GMIM Pniel Kakaskasen. (Prise)

Minahasa,SulutNews.com -  Tindakan pencabutan meteran listrik Badan Kepegawaian Pengembangan dan SDM (BKPSDM) Kabupaten Minahasa yang dilakukan oleh PLN ULP Tondano di Sasaran Tondano di putus pada hari Jumat, (26/2) dibenarkan oleh Manager PLN ULP Tondano Reagen Jacobis.

Kepada sulutnews.com saat di konfirmasi Minggu (28/02), Jakobis megatakan bahwa  penertipan yang dilakukan oleh pihaknya itu sudah sesuai prosedur.

Jadi sebelum melakukan penertipan kami tidak boleh sepihak, apa lagi bersikap arogan.

Ada beberapa langkah yang harus kami tempuh, baru  dilakukan penertipan dengan mencabut meteran. "Dan ini berlaku di seluruh indonesia, dan tidak pandang buluh", tegas Jakobis.

Untuk kantor  BKPSDM, itu dilakukan penertipan karna sudah 2 bulan menunggak.Dari infomasi mereka bermohon akan membayar pada esok hari, senin (29/02)

"Tapi kalau dibayar besok itu berati tunggakan mereka sudah kena 3 bulan", Sebelum pemutusan meteran di lakukan, kami sudah menyurat terlebih dahulu, itu pada 11 Februari 2021, ada surat dan foto dokumentasinya terang jakobis.

Bahkan kami sudah menggelar  dalam pertemuan dengan Pemkab Minahasa yang dihadiri oleh Frits R. Muntu,S. Sos. Dan sejumlah pejabat pemkab,  Pada tanggal (11/02) bertempat di RM PonKan's.

"Salah satu poin dari hasil pertemuan tersebut yakni,  "Pemutusan listrik di kantor - kantor pemerintah dipersilakan oleh Pemda yang diwakili sekda jika ada tunggakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pungkas Jakobis.

Sebelumnya Kepala BKPSDM Moudy Pangerapan kepada media masa, menyesalkan tindakan pemutusan aliran listrik di kantornya.

Menurut Pangerapan, Pemutusan aliran listrik ini sangat merugikan dan akan menghambat pekerjaan stafnya, apalagi saat ini staf di BKPSDM sementara mengerjakan pengusulan kenaikan kenaikan pangkat TMT 1 April 2021 secara elektronik/ekenpa ke BKN yang akan berakhir 28 Februari 2021.

 “Akibat pemutusan listrik, ratusan ASN bakal tidak bisa naik pangkat,” ujarnya. (Adrian)

Klaten, Sulutnews.com – Satuan Reskrim Polres Klaten berhasil melakukan pengungkapan tindak pidana penculikan anak laki laki dibawah umur bernama RS (9tahun), yang masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar, yang terjadi di wilayah Kecamatan Jogonalan.

Diketahui, kejadian ini berdasarkan laporan Polisi dari orang tua korban bernama SY, pada tanggal 24 Februari 2021 kemarin. Kemudian, Polisi bergerak cepat berhasil mengamankan I-R, seorang perempuan warga Catur sakti, Rt.01, Rw.01, desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, yang berdomisili di Wilayah Kelurahan Nanggewer Mekar, Cibinong, Bogor, Jawa Barat dan anaknya berinsial, R-A-R, seorang perempuan.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu saat pers rilis di Mapolres Klaten, mengatakan, Pelaku melakukan penculikan terhadap korban tersebut dengan tujuan untuk menuntut kepada orang tua korban agar mengembalikan perhiasan yang disangka pelaku di ambil oleh orang tua korban.

 “Menurut Pelaku, dia membujuk rayu korban untuk di ajak makan bakso serta jalan-jalan di Yogyakarta, selanjutnya korban di bawa ke tempat kontrakan pelaku di Bogor,” Jelas Kapolres, Jum’at (26/02).

Kapolres juga menjelaskan Kronologis kejadian, pada hari Selasa (23/02) kemarin, sekitar pukul 09.30 Wib, Korban RS bersama dengan anak dari MW sedang bermain di halaman rumah milik MW yang berada di Tegal Mampir, Joton, Jogonalan, Klaten kemudian sekitar pukul 09.30 wib, MW melihat dan sempat berbicara dengan pelaku R-A-R dan I-R yang saat itu hendak mengajak/membawa pergi korban untuk diajak jalan-jalan ke jogja.

Lanjut Edy, sekitar pukul 12.00 wib anak korban belum pulang kerumah, sehingga ibunya berusaha mencari kerumah MW dan diberitahu oleh MW jika korban (RS) ikut pelaku yang bernama R-A-R. Dan sekitar pukul 18.00 wib ibu korban menunggu di rumah sampai malam anaknya belum pulang kerumah dan mencoba menghubungi R-A-R melalui Hp mengatakan bahwa tidak bersama dengan anaknya, sehingga ibunya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

 “Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 1 Unit Mobil Honda Brio warna putih tahun 2019 dengan Nopol AD 8523 XS, Beserta STNK dan BPKB atas nama IDA IRAWATI. 2 (dua) stel pakaian yang digunakan para pelaku pada saat melakukan tindakan penculikan terhadap korban, 1 (satu) stel pakaian milik korban dan 1 (satu) buah handphone merk oppo A83, serta Data Rekaman CCTV sekitar TKP, ” imbuh Kapolres Klaten.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 76 F UURI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Jo pasal 83 UURI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit Rp. 60 juta dan paling banyak Rp. 300 juta. (Dyah)

Minahasa, SulutNews.com - Tindakan pencabutan meteran listrik Badan Kepegawaian Pengembangan dan SDM (BKPSDM) Kabupaten Minahasa secara tiba-tiba lantaran pelanggan telat melakukan pembayaran di keluhkan oleh Kepala BKPSDM Moudy Pangerapan. “Benar diputus,  meteran listrik kantor  BPKPSDM   di Sasaran Tondano di putus pada hari Jumat, (26/2) ujar Pangerapan kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskan Pangerapan, pemutusan meteran di kantor nya itu dia ketahui setelah dilaporkan oleh stafnya,  katanya listrik kantor dicabut oleh PLN, "tapi kondisi seperti ini jarang terjadi biasa menunggak tapi kenapa baru tahun ini listriknya dicabut,” tutur  Pangerapan kepada sejumlah Wartawan, Sabtu (27/2) kemarin.

Menurut Pangerapan, Pemutusan aliran listrik ini sangat merugikan dan akan menghambat pekerjaan stafnya, apalagi saat ini staf di BKPSDM sementara mengerjakan pengusulan kenaikan kenaikan pangkat TMT 1 April 2021 secara elektronik/ekenpa ke BKN yang akan berakhir 28 Februari 2021.

 “Akibat pemutusan listrik, ratusan ASN bakal tidak bisa naik pangkat,” imbuhnya.

Pangerapan mengakui, tagihan listrik di kantor yang ia pimpin memang belum dibayar dua bulan lantaran anggaran untuk pembayaran listrik masih dalam proses pencairan.

 “Saya sudah menjamin kepada petugas PLN bahwa kami akan membayar tagihan pada hari Senin, tapi karena mengingat sangat penting jadi kami sudah melunasi tagihan tersebut Sabtu 27/2 kenarin” ungkapnya.

Setelah tagihan listrik dibayar oleh staf saya, dia langsung ke kantor PLN dan menurut petugas PLN akan segera di pasang, tapi sampai jam 12 siang belum juga dipasang sehingga staf saya untuk ketiga kalinya kembali lagi ke kantor PLN sekitar jam 4 sore, Lanjut Pangerapan, meraka juga sampaikan akang segera dipasang, tapi sampai jam 9 malam, menurut pegawai yang menunggu di kantor belum juga disambung," ujarnya.

Dia juga berharap ada keseriusan dari petugas PLN, karena mengingat banyak hal penting pekerjaan yang harus diselesaikan.

 “Saya mohon petugas PLN untuk menindaklanjuti hal ini agar proses pemerintahan kembali berjalan,” harapnya.

Manager PLN ULP Tondano Reagen Jacobis kepada sulutnews.com saat di konfirmasi Minggu (28/02) siang tadi, membenarkan Pemutusan Listrik di BKPSDM Minahasa, yah bernar pemutusan meteran di Kantor BKPSDM itu kami lakukan karna sudah menunggak sehingga di lakukan penertipan,  "terimakasih sudah melakukan konfirmasi kepada kami, tukasnya (Adrian)

Jakarta, SulutNews.com -  Masi ingat Aksi Satpam bernama Nasruddin yang sempat viral di media sosial lantaran melarang sejumlah oknum LSM masuk ke kantor BRI Sentral Makassar.  Dimana Oknum LSM tersebut marah-marah dan mengomeli sikap Nasruddin yang tegas.

Baru - baru ini aksi Nasruddin ini mendapat perhatian dari mabes polri,  Baharkam Mabes Polri melalui Kakorbinmas Polri memberikan penghargaan kepada Satuan Pengamanan (Satpam) yang bekerja di Bank BRI unit KCP Pasar Sentral Makassar, Sulawesi Selatan.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penghargaan diberikan kepada Satpam bernama Nasruddin karena ketegasan ke pelanggar protokol kesehatan (prokes).

"Penghargaan yang diberikan berupa piagam dan uang pembinaan. Polri mengapresiasi kinerja Satpam tersebut karena ketegasan ke pelanggar protokol kesehatan," kata Argo dalam keterangannya di Jakarta, kamis  (25/02) belum lama ini.

Diletahui, Aksi Satpam bernama Nasruddin sempat viral di media sosial lantaran melarang sejumlah oknum LSM masuk ke kantor BRI Sentral Makassar.

Meskipun begitu, Nasruddin tetap tegas meminta oknum LSM untuk disiplin prokes. Usai viral, pihak oknum LSM tersebut meminta maaf atas kesalahannya karena tak patuhi prokes.

Permohonan maaf pun dilakukan usai proses mediasi yang dilakukan Polsek Wajo Polres Pelabuhan Makassar.

Atas permasalahan yang diselesaikan secara musyawarah ini, Kakorbinmas Baharkam Polri Inspektur Jenderal Suwondo Nainggolan pun mengapresiasi.

"Kakorbinmas memberikan apresiasi terhadap hal ini karena masalah ini dapat dimusyawarahkan dan dimediasi oleh Kapolsek. Dan kepada pihak oknum LSM mengucapkan terima kasih karena telah legowo dan meminta maaf. Intinya kita harus mengedepankan mediasi secara kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah," katanya. (Adrian)