Minsel, SulutNews.com -- Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengapresiasi keputusan yang telah diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Apresiasi diberikan karena DPP Partai Golkar telah menetapkan dr. Michaela Elsiana Paruntu MARS dan Drs. Venjte Tuela sebagai Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tahun 2020.

Kepada wartawan SulutNews.com, Ketua Fraksi Golkar DPRD Minsel, Rommy Poli mengatakan bahwa pasangan ini mendapat sambutan yang sangat baik di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan hangat atau 'tranding topic' dimana-mana.

"Pasangan Michaela Paruntu dan Ventje Tuela merupakan perwakilan Gender 'Wewene' dan 'Tuama' Minsel. Ini kolaborasi antara Milenial dan Senior dalam kepemimpinan," ujar Poli.

Menurutnya, Michaela Paruntu yang merupakan lulusan S2 Universitas Indonesia, saat ini sebagai Ketua Pelayanan Remaja Sinode GMIM (KPRS), Ketua PMI Minsel dan beberapa organisasi sosial lainnya.

"Michaela Paruntu sosok pemimpin pelayan generasi Milenial yang berintegritas yang telah terbukti berpengalaman, berpengetahuan serta sangat peduli dan mau berbagi pada masyarakat," tuturnya.

"Michaela Paruntu yang adalah seorang dokter begitu paham akan masalah kesehatan, apalagi kita sementara berusaha memutus mata rantai COVID-19. Beliau terus bekerja untuk kemanusiaan membantu Kesehatan masyarakat Minsel," katanya.

Sedangkan sosok Venjte Tuela dalam penilaiannya merupakan pasangan yang berpengalaman, birokrat dan politisi yang baik, rendah hati juga bijaksana, serta dekat dengan masyarakat.

"Beliau pernah menjadi ketua PDIP Minsel yang tentu saja mempunyai kedekatan emosional dengan akar rumput," ucap anggota DPRD Minsel dari daerah Tompasobaru ini.

Untuk saat ini, Poli menilai Kabupaten Minahasa Selatan butuh figur pemimpin dengan mobilitas tinggi dan kemampuan lebih dalam dunia kesehatan untuk mempercepat pemberantasan pandemi COVID-19.

"Juga Minsel butuh pemimpin yang bisa melanjutkan pembangunan yang sudah ada, agar Kabupaten Minsel akan lebih maju dan sejahtera. Dan ini ada pada pasangan Michaela Paruntu dan Ventje Tuela," pungkasnya.

(TamuraWatung)

Tetap Lakukan Work From Hom di Kondisi New Normal

MANADO,Sulutnews.Com - Meski pemerintah telah memberlakukan New Normal, namun Anggota DPRD Sulut masih menerapkan sistim Work From Home (bekerja dari rumah, guna menerima aduan dan aspirasi publik yang disampaikan.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Sulut Melky Jakhin Pangemanan (MJP) Kamis (9/7/2020) politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menerima aspirasi masyarakat baik yang disampaikan langsung atau lewat sosial media."Work from home akan tetap dilakukan, karena masyarakat lebih mudah menyampaikan."Kerja politik untuk rakyat adalah kewajiban bagi setiap Anggota DPRD, dan agar lebih efektif, koordinasi bersama rekan-rekan anggota DPRD dan Mitra kerja Komisi IV terkait urusan internal dan kerja pelayanan kepada publik, juga penting dilakukan." tegas MJP

Adapun aspirasi dan aduan yang disampaikan melalui akun sosial media MJP yakni terkait perhatian terhadap tenaga kesehatan khususnya dokter residen yang mengurus pasien Covid 19, berupa dampak paparan virus Covid 19 terhadap peserta program Pendidikan Dokter Spesialis di RSUD Prof. R.D Kandou Manado yang terkendala soal pelayanan, juga permohonan dan tindak lanjut terkait penundaan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) dalam masa pandemic Corona Virus Desease." Kami akan segera menindaklanjuti aspirasi ini, dan berkoordinasi dengan beberapa pihak guna mendapatkan solusi bagi para tenaga kesehatan dan dokter residen.(josh tinungki)

Manado, Sulutnews.com – Ditengah pandemic covid-19 saat ini, Manado Catholic Orchestra Laksanakan Live Talkshow, Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci Berhadiah, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2020, mulai pukul 19:00 Wita.

Tema  Talks Show : Media Daring dan Iman Katolik: Okay Kah?

Acara ini akan membahas seputar aplikasi media daring dan hubungannya dengan iman katolik.

Perubahan selalu terjadi. Perubahan itu tak terkecuali terjadi pada tubuh gereja. Perubahan itu bisa menjadi tantangan bagi gereja tetapi juga bisa menjadi keuntungan. Perubahan harus dilakukan berdasarkan landasan iman gereja. Media daring merupakan perubahan yang sudah menjangkiti tubuh gereja.

Sejauh apakah media daring ini menjadi keuntungan bagi gereja? Atau seperti apakah yang boleh dan tidak boleh dalam penggunaan media ini? Bagaimanakah caranya agar kita dapat menggunakan media ini untuk perkembangan iman katolik? Jika kita memperhatikan gaya hidup jemaat mula – mula tentu media daring blm ada pada zaman itu. Apakah media daring ini relevan di saat sekarang? Dan masih banyak hal lain yang akan di bahas dalam acara ini.

Acara ini menghadirkan 2 orang pembicara untuk dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan yang ada dengan sebaik mungkin. Kedua pembicara ini merupakan cendekiawan sekaligus rohaniawan yang ahli dibidangnya. Mereka adalah :

  • Stenly Vianny Pondaag S.S., M. Th., M.S.C
  • Hermas Asumbi S.S., S.S.L., M.S.C.

Adapun acara ini secara langsung di pandu oleh host Pastor Hendro Kandowangko, Pr yang juga sebagai ketua komisi kepemudaan Keuskupan manado dan pastor Kris Ludong, Pr yang juga sebagai ketua komisi Kateketik dan komisi kerasulan awam Keuskupan Manado. Acara juga akan dimeriahkan dengan Live music dari divisi Band Manado Catholic Orchestra.

Agar lebih mengenal para pembicara, berikut kami lampirkan daftar Riwayat hidup singkat dari kedua pembicara.

Nama Pemateri : P. Stenly Vianny Pondaag MSC

Tempat/Tanggal Lahir : Woloan, 29 Mei 1977

Alamat : Skolastikat MSC Pineleng

Pekerjaan : Pengajar di STF Seminari Pineleng  dan Pembina di Skolastikat MSC Pineleng

Motto Hidup : Ad astra per aspera (menuju bintang dengan jerih paya)

Riwayat Pendidikan :

  1. SD Katolik 1 Woloan (lulus tahun 1990)
  2. SMP Katolik Woloan (Lulus 1993)
  3. SMA Negeri 1 Tomohon (Lulus 1996)
  4. Seminarium Agustinianum Tomohon (Lulus 1997)
  5. Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (Lulus 2003)
  6. Kursus Teologi Lanjutan di STF Seminari Pineleng (Lulus 2006)
  7. Program Magister Teologi (S 2) di Universitas Innbruck, Austria (2014)
  8. Program Doktoral Teologi (S 3) di Universitas Innsbruck, Austria (2018)

Riwayat Pekerjaan :

  1. Staf Pengajar dan Pembina di Seminari Kakaskasen Tomohon (2007-2010)
  2. Staf Pembina di Skolastikat MSC Pineleng (2018 sampai sekarang)
  3. Dosen di STF Seminari Pineleng (2018 sampai sekarang)

Pengalaman Berorganisasi :

  1. Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado (mulai Juni 2020)

Nama Pemateri : P. Hermas Asumbi S.S., S.S.L., MSC

Tempat/Tanggal Lahir : Nulion, 29 September 1976

Alamat : Skolastikat MSC Pineleng

Pekerjaan : Dosen (Kitab Suci) di STF-SP

Motto Hidup : “ut vitam abundantius habeant”

Riwayat Pendidikan :

  1. SD Katolik II ‘Sta. Lucia’ Nulion
  2. SMP Katolik Maris Stella Sambiut
  3. Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen (1992-1996)
  4. STF-SP (1997-2004)
  5. Nanzan University, Nagoya – Japan (2005-2007)
  6. Pontificio Istituto Biblico, Roma - Italia [secara popular dikenal dengan nama ‘Biblicum’] (2015-2019)

Riwayat Pekerjaan :

  1. Misionaris di Jepang 2005-2015
  2. Dosen (Kitab Suci) di STF-SP (mulai Januari 2020)

Acara ini terbuka untuk umum dan bisa di saksikan Bersama melalui halaman Manado Catholic Orchestra dan di relay di beberapa akun komisi di keuskupan manado antara lain:

  • Komisi kateketik,
  • Komisi kepemudaan,
  • Komisi liturgi,
  • Komisi komunikasi sosial,
  • Komisi kerasulan awam dan Komsos paroki St. Ignatius, Mando.

Dalam acara ini juga akan di lemparkan pertanyaan dengan hadiah bagi para peserta yang bisa menjawab dengan benar. Selain menjawab pertanyaan, para peserta juga boleh memberikan pertanyaan.

Jangan lupa saksikan Talkshow “Media Daring dan iman katolik: okaykah?” pada hari Sabtu tanggal 11 juni 2020 pukul 19:00 WITA.

LIVE dari halaman Facebook Manado Catholic Orchestra

(*/MS)

MANADO, Sulutnews.Com - Bakal calon Walikota Manado, Andrei Angouw mengatakan nama calon Wakil Walikota yang akan dipilih mendampingi dirinya untuk maju pada Pilwako Kota Manado, akan melirik calon wakil yang bisa menciptakan kemenangan. Menurutnya dalam politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi, sehingga untuk nama calon wakil walikota sampai hari ini belum ditetapkan.

" Yang pasti, pasangan calon wakil walikota yang akan dipilih adalah figur yang turut menciptakan kemenangan," tegas Angouw.

Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulut ini juga mengatakan, sampai saat ini dirinya belum tau siapa nantinya yang akan dipilih, karena semua berproses sesuai dengan mekanisme internal Partai." Politik sangat dinamis, dan bisa saja berubah, sehingga untuk penetapan wakil semuanya dilakukan lewat mekanisme partai," jelas Angouw tanpa menyebut nama bakal calon yang akan mendampingi dirinya untuk maju di pilwako 9 Desember 2020 me datang.

Untuk dikètahui, DPD PDIP Sulut saat ini sementara melakukan survei terhadap sejumlah nama yang nantinya akan dipilih menjadi pasangan calon wakil walikota diantaranya Richard Sualang, James Karinda, Mahmud Turuis dan saat ini sementara berproses.(josh tinungki)

Boltim, Sulutnews.com -Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bolaang Mogondow Timur (Boltim) menggelar rapat konsultasi dan koordinasi dengan TP PKK Desa dan Kecamatan se-Kabupaten Boltim. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman rumah dinas (rudis) Bupati Boltim, pada Kamis (9/07).

Rapat tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Boltim Sehan Landjar. Dalam sambutanya, ia mengungkapkan, saat ini Boltim dalam kondisi ‘New Normal’.

"Mewabahnya Covid-19 ini membuat semua daerah mengambil langkah penanggulangan dan kita patut bersyukur Boltim bisa mempertahankan Zona Hijau. Oleh karena itu rakor hari ini menjadi sarana konsolidasi organisasi sehingga nantinya seluruh pengurus PKK di semua tingkatkan mampu merumuskan program yang strategis. Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini," ungkap eyang sapaan akrab Bupati Boltim.

Ketua TP PKK Boltim, Nursiwin Dunggio mengatakan, rapat tersebut merupakan rapat tahunan yang perlu dilakukan oleh pengurus TP PKK, mulai dari jenjang TP PKK Pusat sampai dengan tingkat kabupaten. Sehingga diperoleh persamaan persepsi dan keterpaduan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program gerakan PKK sekaligus mengoptimalkan pelaksanaan 10 program pokok PKK, terutama program rutin yang menjadi prioritas PKK, ujar Nursiwin.

"Untuk itu, saya minta kepada pengurus TP PKK kecamatan dan desa, sebagai bagian dari komponen pembangunan daerah harus proaktif, inisiatif, dan mampu menjaga konsistensi, terutama dalam penaganan Covid-19. Dalam kurun waktu 9 tahun 7 bulan saya berkiprah sebagai Ketua Tim Pengerak PKK Bolaang Mogondow Timur, selalu memberikan kontribusi nyata yang positif dalam setiap pergerakan,” terang Nursiwin yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini.

Rapat konsultasi dan koordinasi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah dan jajarannya, Wakil Ketua Tim Pengerak PKK Titiek Mamonto, TP PKK Kecamatan, Desa, dan seluruh Kepala Desa.(Iki)

Tahap berikutnya dari bulan Juli sampai dengan Desember 2020; tersisa Rp.300.000.00 per keluarga.

Bolangitang, Sulutnews.com - Masyarakat adat penerima Bantuan Sosial Tunai Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) sejumlah 745 orang telah menerima langsung tunai dari Kantor Pos Bolangitang berlangsung di aula  Kantor Kecamatan Bolangitang Barat. Kamis (09/07/2020).

Kepala Kantor Pos Bolangitang Barat Kurniawan Bareng dalam keterangan pers telah menyerahkan Bantuan Sosial Tunai langsung kepada penerima per keluarga sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, diawali mengisi daftar antri setiap desa, pencegahan Covid-19 dengan memakai masker dan setiap penerima membawa identitas diri berupa KTP-el atau Kartu Keluarga Asli dan Surat Pemberitahuan dari PT Pos Indonesia (Persero).

"Bantuan Sosial Tunai Tahap I, Tahap II, dan Tahap III telah kita penuhi senilai Rp. 600.000.00 (enam ratus ribu rupiah). Dari Kementerian Sosial RI Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin, ada perubahan besaran nilai tunai sejumlah Rp.300.000.00 (tiga ratus ribu rupiah) untuk tahapan selanjutnya bulan Juli, sampai dengan Desember 2020."

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Kabupaten Bolmong Utara Masitha Humokor, SE menyampaikan informasi dari surat keputusan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama Nomor : 22/6/SK/HK.02.02/4/2020 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease (Covid-19) tertanggal 9 Juni 2020.

"Besaran nilai bantuan sosial tunai sebagaimana dimaksud sejumlah Rp.600.000.00 (enam ratus ribu rupiah) per keluarga untuk tahap I, tahap II, tahap III dan sejumlah Rp.300.000.00 (tiga ratus ribu rupiah) per keluarga untuk tahap IV, tahap V, tahap VII, tahap VII, tahap VIII, dan tahap IX" ungkap Masitha Humokor.

Koordinator Daerah Bantuan Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Arlan Blongkod, SE menambahkan jangka waktu pemberian bantuan sosial tunai sebagaimana dimaksud sudah kita laksanakan pembayaran sejak bulan April 2020 sampai dengan bulan Juni 2020. Untuk tahap bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November, sampai Desember 2020 menunggu surat perintah membayar melalui Kantor Pos setempat.

Pendamping Bantuan Sosial Kecamatan Bolangitang Barat Pusnawir Razak merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Sosial dengan bantuan sosial tunai ini langsung ke masyarakat dalam menghadapi dampak Covid-19, namun di era new normal ini kegiatan ekonomi kerakyatan mulai bergerak;

"Terlihat disetiap desa anak-anak mulai menjual kue di jalan, penjual ikan terlihat senang dengan bantuan sosial tunai untuk fakir miskin. Mereka mulai bersemangat mencari rejeki di era new normal. Semoga perhatian dari pemerintah pusat terhadap dampak Covid-19 dengan memberikan bantuan sosial tunai, tetapi bisa juga menggerakkan ekonomi kerakyatan untuk tahap berikutnya... ujar Pusnawir Razak dengan harap. (/Gandhi Goma)

DPRD Sulut Telah Sampaikan Surat Penolakan ke Pemerintah Pusat

MANADO, Sulutnewa.Com - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw mengatakan, usulan penolakan terhadap kebijakan dua Mentri yakni Mentri Perdagangan dan Mentri Keuangan yang akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi produksi Pertanian termasuk Cengkih, Pala dan Kopra yang menjadi komoditi andalan rakyat Sulut, telah disampaikan ke Pemerintah Pusat, dan saat ini masih menunggu, karena draf Undang- undang atas kebijakan tersebut sementara digodok oleh DPR-RI.

Menurutnya jika PPN diberlakukan terhadap hasil komoditi pertanian, maka untuk transaksi diatas 4,8 ton, Pengusaha akan Kena Pajak dan itu wajib pungut." Tidak akan ada pengusaha yang berani mengambil resiko dan ini jelas menjadikan harga komoditi seperti Cengkih, Pala dan Kopra akan terus merosot turun dan tentunya merugikan petani," kata Angouw.

Politisi PDIP ini juga mengatakan, kebijakan PPN kalau diberlakukan harusnya ditujukan untuk kelompok pengusaha besar yang mengelola Sawit dan Karet, karena dilakukan oleh perusahaan yang memiliki modal besar." Selain tidak diproduksi dalam skala kecil, Sawit dan Karet juga tidak dikelolah langsung oleh petani sehingga tidak mempengaruhi ekonomi masyarakat," tegas Angouw.

Seperti diketahui, jika PPN jadi diberlakukan maka dampaknya akan dirasakan oleh petani, karena harga jual hasil produksi pertanian terutama Cengkih, Pala, Kopra dan Fanili akan anjlok dan merugikan petsni kecil.(josh tinungki)

Tulungagung,Sulutnews.com - Demi kemajuan suatu desa diperlukan niat dan tindakan yang nyata dalam mewujudkan cita-cita yang diinginkan agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan nyata.

Terlebih lagi dengan adanya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 108 yang saat ini dikerjakan di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung ini, untuk menuju kesuksesan dalam pengerjaan diperlukan kerjasama yang baik antara satgas TMMD dengan warga.

Inilah yang menjadi kunci sukses dari keberhasilan karena hanya ditangan para anggota satgas dan warga TMMD ini dapat diselesaikan dengan baik.

“Kesuksesan dalam pengerjaan TMMD ini ditangan rakyat dan juga anggota satgas TMMD karena dengan kebersamaan dan kegotong royongan mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik seperti yang sudah kita lihat saat ini,” kata kepeal Desa Ngepoh, Sunaryo, Kamis (9/7/20).

Ia juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan TNI, karena dengan adanya program TMMD ini, semua impian warga yang selama ini dinantikan sudah di depan mata.(*)

Tulungagung,Sulutnews.com - Mungkin ini adalah salah satu dari pepatah Bahasa jawa yang berbunyi Sayuk Rukun Agawe Santoso. Hal ini sering kita dengar di telinga khususnya orang jawa dimana kebersamaan akan menjadikan kebahagiaan.

Inilah kata-kata yang pas dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa 108 Kodim 0807/Tulungagung, dimana pada pelaksanaan pengerjaannya selalu dialkukan dengan cara bergotong royong bersama-sama dalam mewujudkan satu impian yakni desa yang lebih maju dari sebelumnya.

Bahkan dengan kerukunan tersebut selalu menjadi visi dan misi dalam pelaksanaan TMMD karena di setiap saat dan setiap waktu anatara anggota satgas TMMD dengan warga selalu manunggal.

“Ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi warga dan TNI dalam meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan kebahagiaan,” kata Kepala Desa Ngepoh, Sunaryo, Kamis (9/7/20).

Dengan adanya kerukunan dan kebersamaan ini tentu tidak hanya di dalam pelaksanaan TMMD saja namun di lluar itu ketenteraman warga akan selalu tercipta demi cita-cita bangsa. (*)

Tulungagung,Sulutnews.com - TMMD 108 di Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung yang menitikberatkan pembangunan dalam berbagai aspek demi kemajuan desa merupakan keberuntungan karena dalam pelaksanaan TMMD 108 ini tidak hanya mengerjakan kegiatan fisik, namun juga dilakukan kegiatan non fisik.

Oleh karena itu, warga desa yang mendapatkan program tersebut berbondong-bondong untuk ikut serta membantu dalam pengerjaannya agar dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Seperti halnya yang dilakukan oleh anggota satgas TMMD dengan warga ini dalam mengerjakan mushola di Dusun Ngepoh, saat ini, Kamis (9/7/20). Dalam pengerjaannya sudah mencapai 50 persen, sehingga nanti dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

Inilah yang menjadi unggulan dari pelaksanaan TMMD dimana antara anggota satgas TMMD bersama warga saling bergotong royong untuk kemajuan desa yang mendapatkan program tersebut.

“Ini merupakan keberuntungan bagi desa kami karena telah mendapatkan program TMMD. Saya yakin nanti selesai pelaksanaan TMMD ini dapat bermanfaat bagi warga desa ini,” kata Kade Ngepoh, Sunaryo.

Ia juga berharap, nanti setelah semua jadi pengerjaannya warga selalu untuk menjaga dan merawatnya sehingga pembangunan mushola ini dapat sebagai tempat ibadah yang tahan lama dan tetap terjaga dengan baik. (*)