Festival Panasbumi

Written by  Tri Nur Hatiman Aug 06, 2018

Festival Panasbumi

The 4th Indonesia Geothermal Festival 2018: Pesona Panas Bumi Indonesia oleh Tim KKN-PPM 2018-SA003 Universitas Gadjah Mada

30 Juli – 3 Agustus 2018

 

Festival Panasbumi Indonesia merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh tim KKN-PPM UGM sejak tahun 2015 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Festival tahun ini adalah festival yang ke empat. Menurut Ir. Pri Utami, MSc., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, festival ini diselenggarakan sebagai perayaan atas karunia berupa energi panas bumi yang bersih dan ramah lingkungan, dan sebagai ekspresi partisipasi seluruh lapisan masyarakat di dalam mengembangkannya. Kegiatan ini terselenggara atas sinergi Universitas Gadjah Mada dengan seluruh pemangku kepentingan panas bumi di antaranya jajaran pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Tomohon, Pemerintah Kabupaten Minahasa, kalangan akademisi, industri panas bumi, industri pariwisata, serta seluruh komponen masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, walikota Tomohon, Jimmy F. Eiman, SE. Ak. Menyampaikan bahwa festival yang diselenggarakan di Kota Tomohon ini merupakan satu-satunya festival panas bumi di dunia. Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D mengharapkan agar di masa mendatang pemerintah daerah mampu melanjutkan promosi potensi panasbumi serta meningkatkan pengembangan sumber daya manusia pendukungnya.

Pada tahun ini Festival Panas Bumi diawali dengan Funtrip untuk siswa SMP dan SMA Kota Manado, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa yang sudah terlaksana pada tanggal 30 Juli 2018. Tempat-tempat strategis seperti Manifestasi Geothermal di Leilem, Pabrik Gula Aren Masarang, Pertamina Geothermal Energy di Tondangow dan Tompaso, serta PLTP di Tompaso dipilih sebagai tempat tujuan Fun Trip untuk pengenalan langsung tentang manifestasi hingga pemanfaatan energi panas bumi di Sulawesi Utara. Peserta Fun Trip tingkat SMP selanjutnya mengikuti lomba bercerita tentang energi panas bumi dan manfaat serta keunggulannya. Siswa SMA mengikuti lomba debat panas bumi dengan tema “Pemanfaatan Energi Panas Bumi untuk Pembangunan Energi Berkelanjutan” Lomba bercerita dan lomba debat dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2018 di SMA Lokon St. Nikolaus.

Puncak acara The 4th Indonesian Geothermal Festival dikemas dalam bentuk pesta rakyat yang mengusung tema Pesona Panas Bumi Indonesia. Puncak acara dihadiri oleh para petinggi pemerintahan daerah, akademisi, industri panas bumi, pelaku pariwisata, dan masyarakat luas.  Acara dimulai dengan pempilan Tari Kabasaran sebagai tarian penyambut bagi para pemangku kepentingan serta mitra-mitra The 4th  Indonesian Geothermal Festival. Penampilan selanjutnya adalah Drumband yang ditampilkan oleh para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Disusul pemaparan hasil kerja Tim KKN-PPM UGM Unit Lahendong oleh Koordinator Mahasiswa, Yosua Priambodo. Pemberian sambuatan oleh  Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Mariam Rau S.H, M.H selaku Staf Ahli Walikota Bidang Administrasi dan Sumber Daya Manusia Kota Tomohon. Dalam sambutannya, Marian Rau mengatakan “Indonesian Geothermal Festival akan menjadi wadah untuk pembelajaran terkait pengetahuan menganai panas bumi sehingga dapat mengelola dan memelihara potensi panas bumi yang ada”. Acara resmi dibuka saat penyerahan Buku Panas Bumi SMA dan Buku Panduan IGF dari UGM kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon sebagai simbol terjalinnya kerjasama antara kedua belah pihak. Rangkaian acara meliputi Talkshow Geothermal, Pementasan Seni Budaya, Pentas Kuliner Khas Sulawesi Utara, Lomba Anak-Anak, Pameran Geothermal, Pameran Foto Geothermal, serta penyerahan tanda penghargaan kepada para mitra UGM, dan hadiah bagi para pemenang lomba.

Tampil memeriahkan acara puncak ini adalah Tari Kabasaran SMP Kristen Tomohon, penampilan drumband dari praja Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN), Tari Maengket SMP 4 Tomohon, Musik Kolintang SMP 1 Tomohon, Tari Kreasi Baru SMP Lokon, ABI Band yang merupakan binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang dibantu dengan program CSR PT. PGE. Selain penampilan kesenian, dilaksanakan juga demo masak oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Lahendong, Pangolombian, Tondangow dan Desa Leilem dengan bahan utama ikan cakalang dan daun gedi serta hasil-hasil bumi khas Sulawesi Utara lainnya.