Manado Catholic Orchestra Sukses Selenggarakan Talkshow Daring

Written by  Jul 13, 2020

Manado, Sulutnews.com - Acara talkshow daring diselenggarakan oleh Manado Catholic Orchestra (MCO) ini membahas seputar fenomena penggunaan media daring dan persepsi iman Katolik, Sabtu 11 Juli 2020. Acara ini disiarkan secara langsung melalui Facebook Manado Catholic Orchestra dan di relay di akun Komisi – komisi yang ikut bekerjasama dalam acara ini. Acara ini menjangkau 8.227 orang dengan jumlah penayangan 2.400.

Acara ini menghadirkan dua orang pastor dan cendekiawan P. Stenly Vianny Pondaag S.S., M. Th., M.S.C yang juga merupakan ketua komisi liturgi keuskupan Manado. dan P. Hermas Asumbi S.S., S.S.L., M.S.C. ahli kitab suci yang menempuh pendidikannya di Pontificio Istituto Biblico, Roma - Italia (Biblicum).

Acara tersebut dibuka dengan performance Divisi band  MCO dengan lagunya Ya Yesus Hamba Sedia dari buku lagu puji syukur no 688 yang dibawakan dengan irama Blues. Divisi Band MCO  kali ini diisi oleh pemimpin divisi band Manado Catholic orchestra Alfian Kobis sebagai guitarist, Revan Umbas Ketua MCO sebagai bassist, Glen Amiri sebagai Keyboardist. Frisky Tangpao sebagai Drummer. Billy Abuthan sebagai soundman. Divisi Band MCO melanjutkan acara dengan menyanyikan lagu kedua yang berjudul “hatiku” yang di ciptakan oleh Erestu. Lagu yang sering di bawakan dalam peribadatan dalam bentuk paduan suara campuran SATB ini di arransemen ulang oleh divisi Band MCO dalam bentuk music pop.

Setelah menyanyikan band membawakan 3 lagu acara kemudian di buka oleh sapaan dari Host pada malam hari ini: Pastor Hendro Kandowangko, Pr yang juga sebagai ketua komisi kepemudaan Keuskupan manado. pastor Hendro menyapa para pemirsa dari sabang sampai Merauke dari miangas sampai pulau rote. Teristimewa umat – umat di keuskupan Manado, SEKAMI bintang misioner, Orang Muda Katolik (OMK) Kusuma yang cerdas, Tangguh, militant dan misioner, ibu bapak dan lansia yang menonton siaran ini. Setelah Host menjelaskan mengenai acara ini dan membawakan doa pembukaan. Acara dilanjutkan oleh Moderator pada acara malam hari ini.

Moderator talkshow pada acara malam hari ini ialah ketua komisi Kateketik dan komisi kerasulan awam Keuskupan Manado, Pastor Kris Ludong, Pr. Pastor Kris menceritakan kepada kita pemanfaatan media daring di saat pandemic ini. Moderator juga mengingatkan Kembali kepada kita semua bahwa Bapak Uskup telah mengeluarkan 3 surat gembala tertanggal 21 Maret, 1 april, 22 april 2020. dengan 5 inti pemberitaan yaitu:

  1. Hendaklah Umat tetap memelihara iman harap dan kasih sehingga tetap subur bertumbuh, melimpah berbuah
  2. Imam – imam tetap merayakan ekaristi kendati tanpa kehadiran umat
  3. Umat di harapkan mengembangkan ecclesia domestica
  4. Perayaan perayaan liturgi dapat diikuti secara live streaming Komuni diterima dalam kerinduan.
  5. Umat mengikuti protocol pemerintah.

Pastor stenly mengatakan misa online benar – benar menjembatani kerinduan umat merayakan ekaristi dalam masa pandemic ini . begitu banyak orang yang terbantu dengan adanya misa online ini. Paus benediktus dalam Sacramentum Caritatis ada kemungkinan umat menggunakan teknologi dalam merayakan ekaristi tetapi umat yang mengikuti harus menyadari bahwa partisipasi secara virtual tersebut tidak bisa menggantikan kewajiban umat untuk mengikuti perayaan ekaristi secara langsung.

Moderator menambahkan “misa baru sah diikuti Ketika kita datang langsung. Tetapi sesuai anjuran gembala, kita mengikuti misa secara daring saja”

Pastor stenly dalam menjawab pertanyaan yang di lontarkan secara langsung menginformasikan bahwa kebijakan untuk hadir dalam misa secara langsung sangat tergantung dari situasi dan penilaian kongkrit dari pastor paroki. Pastor Stenly juga menambahkan bahwa “misa online itu kemungkinan saja. Untuk daerah yang tidak ada signal atau tidak bisa mengikuti streaming, bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan eklesia domestica.”  “Ecclesia domestica tidak perlu kepala keluarga yang sangat hebat dalam membawakan ibadah. Tetapi bisa saja di lakukan dalam bentuk doa Bersama seperti doa rosario.” “mengikuti misa online memerlukan partisipasi intentional, bukan hanya sebuah Shopping windows. Tetapi benar- benar memiliki intensi seperti misa seperti biasa mengambil bagian secara aktif.”

 Pastor Hermas menambahkan bahwa “Ketika kitab suci ditulis, belum ada media daring. Tetapi satu hal yang prinsip dalam kitab suci itu ada . yaitu kitab suci mengatakan bahwa tuhan kit aitu Adonai atau ellohim adalah Allah yang berbicara kepada umatnya. Supaya umat mengenal siapa Dia dan apa kehendakNya. Bukan secara langsung tetapi lewat malaikat. Dalam kitab ulangan dan keluaran, Musa diperintahkan untuk menulis Firman Tuhan dan dibacakan di hadapan orang Israel. Jadi ada media yang dipakai yaitu tulisan, seni music, seni rupa. Penggunaan media ini bertujuan agar kehendak Tuhan di wartakan media itu juga yang kita gunakan di zaman sekarang dalam bentuk media online. Kita bisa mengikuti misa oleh Paus dari vatikan di rumah masing – masing. Kita bisa menikmati komunitas jaringan. Lewat komunitas jaringan (Network community). dengan ini, kita bisa membangun keluarga manusia.” “di masa seperti ini kita harus pintar dan beriman agar dapat menembus angin dan gelombang”

Acara di lanjutkan dengan sesi tanya jawab berhadiah yang di pandu oleh Host Pastor Hendro Kandowangko sembari mengumumkan acara Cerdas Cermat Kitab Suci minggu depan dengan tema “Penyelenggaraan ilahi di masa pandemi” yang akan di selenggarakan sabtu 18 Juli 2020 pukul 19:00 langsung dari halaman facebook Manado Catholic Orchestra.  Nama – nama pemenang dalam sesi tanya jawab berhadiah dalam acara ini ialah:

  1. Silvester Rondonuwu
  2. Paulus adam
  3. Reza Mercyano Tulong

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara, host dan moderator yang di serahkan oleh ibu Meify Polii wakil ketua Manado Catholic Orchestra.

Pastor Dr John Montolalu, Pr. sekertaris keuskupan sekaligus pastor moderator Manado Catholic Orchestra menanggapi acara ini memberikan himbauan kepada umat: “Mari kira gunakan media daring dengan sebaik-baiknya untuk mendalami iman kita dan mendaratkannya dalam perjumpaan dgn sesama. Kita wujudkan iman dalam hidup dalam rupa kesaksian iman tidak terhalang oleh keadaan luarbiasa seperti di masa pandemic ini.”

Director Manado Catholic Orchestra, dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp. M. Berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.“Manado Catholic Orchestra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama untuk mewujudkan acara talkshow yang bertajuk media daring dan iman Katolik: okay kah?. Ucapan terima kasih ini di tujukan kepada Pastor paroki Pastor Damianus Yangko Alo., Pr, Pastor Terry Ponomban., Pr, Dewan pastoral dan pengurus paroki Gereja St. Ignatius, Manado Para partisipan, tim pembagi halaman. Tim penyelenggara yang terdiri dari Manado Catholic Orchestra, Komisi Kateketik, komisi liturgi, Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial dan Komisi Komunikasi Sosial Paroki st Ignatius. Terima kasih juga kepada Livia Faustine Wangsa yang telah membantu dalam bidang design komunikasi visual dalam acara ini, Victor Mongi, ST sebagai IT support dan manajer acara pada talkshow kali ini, ibu Agnes Lomban SSos, MM yang telah mengusahakan perlengkapan video dan tentunya kepada sponsor tunggal kita pada malam ini Jumbo pasar swalayan.”

Dr John juga menambahkan “dalam acara ini juga kami mengumumkan jika ada pertanyaan mengenai materi yang dibawakan dalam acara ini dipersilahkan untuk menghubungi halamaan website www.komlitkusuma.org atau halaman facebook forum liturgi keuskupan Manado. informasi dan saran juga dapat disampaikan melalui halaman Facebook Manado Catholic Orchestra.”

Jangan lupa kita ikuti Cerdas Cermat Kitab Suci edisi ketiga dengan tema “Penyelenggaraan ilahi di masa pandemic” pada sabtu 18 Juli 2020 pukul 19:00 dengan total hadiah jutaan rupiah.(/MS)