Shalat Iedul Adha Di Kalimas Manado Penuh Haru

Written by  Merson Simbolon Aug 11, 2019

Manado, SulutNews - Shalat Hari Idul Adha tahun 1440 Hijiriah bertepatan 11 Agustus 2019 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) berjalan lancar dan sukses.

Pantauan Sulutnews, Minggu disejumlah lokasi shalat ied, meliputi lapangan Sparta Tikala, halaman Mapolda Sulut, halaman Korem 131 Santiago, lapangan Ketang dan Ternate Baru serta halaman bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, umumnya dihadiri ribuan jamaah umat Islam, laki-laki dan perempuan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sementara di halaman Kalimas, Pelabuhan Manado, suasana penuh haru dan sedih saat khatib Idul Adha membawakan kisah tentang peristiwa kurban yang terjadi antara dua orang anak, yaitu Nabi Ibrahim dan putra kesayangannya, Ismail.

“Hati siapa yang tak sedih, anak yang puluhan tahun dinanti-natikan kehadirannya oleh Nabi Ibrahim dan isterinya, Sitti Hajar, diminta  oleh Allah untuk dikurbankan”, kata khatib Ust. Guntur Bilulu pada saat bertindak sebagai khatin.

Guntur Bilulu mengatakan, peristiwa haru tersebut terjadi setelah Nabi Ibrahim mendapat wahyu dari Allah berupa mimpi yang datang tiga kali berturut-turut, yaitu tanggal 7,8 dan 9 Dzhulhijjah dan pada keesokan harinya di tanggal 10 Dzhulhijjah Nabi Ibrahim membawa putranya ke Kota Mina untuk disembelih.

“Allah bukannya tidak tau keberadaan hati nabiNya, Ibrahim, tetapi, Allah ingin mencoba sejauh mana keimanan Nabi Ibrahim, apakah dia sayang kepada anaknya atau kepada Allah”, tegas Ustad Guntur ditengah-tengah ribuan jamaah yang memadati lapangan kalimas Manado.

Para jamaah terlihat meneteskan air mata sedih, manakala khatib membacakan doa terakhir yang meminta Allah dapat mengampui dosa-dosa dan kesalahan para orang tua yang telah melahirkan anak-anaknya kedunia ini.

“Allah akan mengijabah doanya anak-anak shaleh manakala mereka meminta kepada Allah, kapan dan dimana saja”, ujar ustad Guntur yang jebolan salah satu pesantren di Jawa itu.

Suasana haru berlangsung hingga usai shalat ied dan para jamaah langsung berpelukan satu sama lain untuk saling meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan.(/Merson Simbolon)