BKSN Keuskupan Manado, Selenggarakan Pendalaman Dan Lomba Sharing Kitab Suci

Written by  Merson Simbolon Oct 05, 2020

Manado, Sulutnews.com - Sejak konsili vatikan II tahun 1962, bulan kitab suci nasional (BKSN) di peringati oleh gereja Katolik hingga saat ini. Keuskupan Manado sendiri memaknai BKSN 2020 dengan mengadakan pendalaman kitab suci dan lomba sharing kitab suci. Acara ini di selenggarakan oleh Manado Catholic Orchestra (MCO) bekerjasama dengan Komisi Kateketik, Komisi Kepemudaan, Komisi Kerasulan Awam, Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik, dan Catholic Family Ministry. BKSN keuskupan manado ini di selenggarakan dengan mengambil tema nasional “Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Iman dan Identitas”.

Acara pendalaman Kitab Suci (KS) diadakan setiap minggu selama bulan September 2020 dan disiarkan secara langsung di halaman Facebook Manado Catholic Orchestra. Pendalaman KS diikuti dengan tantangan untuk melakukan aksi nyata sebagai penerapan bacaan kitab suci yang telah di dengarkan bersama yang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Aksi nyata ini di lakukan oleh beberapa umat dan beberapa di antaranya di posting di berbagai media sosial. 

Pendalaman kitab suci (KS) I pada hari Minggu 5 September 2020 dengan tema “Allah adalah Sumber Cinta Kasihku” (1 Yohanes 4: 7 -21). Pendalaman KS I ini dibuka oleh Pastor Hendro Kandowangko, Pr sebagai Ketua Komisi Kepemudaan dan pendalaman kitab suci yang dibawakan oleh Pastor Kris sebagai Ketua Komisi Kateketik.

Dalam pendalaman KS I ini, Pastor Kris menjelaskan makna bacaan kitab suci dimana Allah menunjukkan kasih nya melalui rangkaian peristiwa-peristiwa kehidupan, termasuk di situasi pandemi ini. Dalam krisis seperti ini, orang bisa merasakan krisis iman dan identitas, tetapi Allah tidak tinggal diam. Ia tetap mengasihi kita.Dan karena Allah sudah menunjukkan kasihNya kepada kita, maka tanda bahwa kita adalah anak Allah adalah dengan kita saling mengasihi satu sama lain, khususnya yang ada di sekitar kita.

Pendalaman KS I di tutup dengan tantangan kepada umat dalam bentuk aksi nyata Mewartakan kabar gembira dengan virtual dan aktual, misalnya dengan menyatakan cinta kepada orang tua.

Pendalaman KS II pada hari Minggu 12 September 2020 dengan tema “Yesus Rajaku” (Matius 25: 31-46). Pendalaman KS II ini dibuka oleh Gracia Kelana dari Komisi Kepemudaan  dan pendalaman kitab suci yang dibawakan oleh Iwan Lalamentik, SS sebagai Katekis dari Komisi Kateketik Keuskupan Manado. Pak Iwan menjelaskan bahwa Yesus akan datang kedua kali nya sebagai hakim yang akan mengadili orang yang hidup dan yang mati. Anak manusia akan menjadi raja yang kekal. Ia memegang kuasa atas kerajaan yang abadi. Walaupun Dia berkuasa atas kerajaan surga, tapi Tuhan hadir dalam diri orang-orang yang menderita. Dia memberikan panduan tentang sikap dan perilaku yang berguna bagi keselamatan. patokannya adalah hukum cinta kasih. Karena itu, kebaikan yang dilakukan kepada orang yang miskin dan menderita, dilakukan juga bagiNya. Tidak jarang terjadi bahwa “wajah-wajah Yesus” itu telah menghampiri kita dan mengatakan kebutuhannya. Dengan belajar menjadi lebih peka,  kita dapat memaksimalkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, mengulurkan kasih kita kepada siapapun yang lebih membutuhkan, dan memerangi setiap egoisme dan ketamakan dalam diri kita.

Pendalaman KS II ditutup dengan aksi nyata oleh umat dalam bentuk memberi perhatian lebih kepada orang yang menderita, mis : memberi makanan, minuman, baju bekas yang masih layak pakai, uang. Dan juga, mengerakkan hati teman-teman di sosial media untuk bersama-sama memberikan donasi kepada mereka.

Pendalaman KS III pada hari Minggu 19 September 2020 dengan tema “Aku utusan Yesus” (Lukas 5: 1-11) Pendalaman KS III ini dibuka oleh  Meggy Lolong dan Pastor Hendro Kandowangko, Pr dari Komisi Kepemudaan  dan pendalaman kitab suci yang dibawakan bapak Leo Wurangian sebagai Katekis dari Komisi Kateketik Keuskupan Manado. Dalam pendalaman kita suci ini  Bapak Leo menjelaskan bahwa Mukjizat penangkapan ikan yang dialami oleh Simon Petrus menunjukkan bahwa Yesus yang menyuruhnya menebarkan jala itu adalah Tuhan yang Mahakuasa. Ia berkuasa untuk “memerintahkan” alam dan alam pun taat kepada-Nya. Dialah Tuhan yang kita percaya dan kita sembah. Walaupun demikian, Ia datang dalam kehidupan manusia di dunia dan menyatakan diri kepada kita. Di hadapan Tuhan yang Mahakuasa itu, Simon menyadari siapa dirinya. Di hadapan Tuhan, kita hanyalah manusia yang berdosa. Walaupun demikian, Tuhan meminta Simon untuk mengikuti Dia dan menjadikannya penjala manusia. Ia mempercayakan tugas kepada Simon untuk memberitakan karya keselamatan yang dikerjakan-Nya untuk manusia. Hal yang sama berlaku untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Sekalipun kita adalah orang yang berdosa, Tuhan telah memanggil kita untuk mengikuti-Nya dan mempercayakan tugas untuk memberitakan kasih Allah yang menghendaki keselamatan manusia.

Pendalaman kitab suci III ini di tutup dengan aksi nyata oleh umat dalam bentuk mem-posting kata kata yang memberikan inspirasi, mis : ayat yang menyentuh atau kata-kata dari Santo/Santa, dan juga mem-posting perbuatan baik, mis : menolong orang menyebrang jalan, membagikan sembako, menolong adik belajar dll.

Pendalaman KS IV pada hari Minggu 19 September 2020 dengan tema “Aku Bersaudara seperti Jemaat Perdana: (Kis: 2: 37: 47). Pendalaman KS IV ini dibuka oleh  Gracia Kelana dan Pastor Hendro Kandowangko, Pr dari Komisi Kepemudaan  dan pendalaman kitab suci yang dibawakan oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC - Uskup Keuskupan Manado. Dalam pendalaman KS IV, Yang Mulia Bp. Uskup menjelaskan bahwa kita dibaptis karena percaya kepada Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Kita mempercayakan diri kepada Allah yang adalah Kasih dan mengikuti Yesus Kristus, Raja Kerajaan Surga. Dengan menerima baptisan itu, kita pun menjadi anggota Gereja Katolik, persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Selayaknya kita bangga mempunyai Allah yang mengasihi kita melalui Yesus Kristus. Pertemuan I-III kita telah melihat identitas orang beriman dalam kaitannya dengan Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus: (1) Kita adalah orang yang percaya bahwa Allah adalah Kasih, (2) Kita adalah pengikut Yesus, Anak Manusia adalah Raja Kerajaan Surga, dan (3) Kita adalah orang berdosa namun dipercaya oleh Tuhan. Dalam Pertemuan IV ini kita melihat identitas kita sebagai anggota Gereja Katolik, persekutuan orang yang percaya kepada Yesus yang merupakan pernyataan kasih Allah. Kita akan belajar untuk “Bangga Menjadi Orang Katolik.” Dengan hidup bersama dalam persekutuan orang beriman, kita mendapatkan kekuatan dan peneguhan iman. Sebagai anggota Gereja kita perlu memahami cara hidup Gereja Perdana untuk belajar bagaimana hidup menurut identitas sebagai anggota Gereja.

BKSN Keuskupan manado 2020 di akhiri dengan Lomba Sharing Kitab Suci. Lomba sharing kitab suci ini merupakan puncak acara dari kegiatan ini. Dari lomba sharing kitab suci ini, umat diajak untuk ikut berpartisipasi nyata dalam menjadi contoh aksi nyata untuk pewartaan kitab suci, berani mewartakan kitab suci ditengah masyarakat. Lomba ini di ikuti oleh 8 orang partisipan yaitu Natalie S, Aneke Ogi, Gracia Kelana, Lizzy Regina Kalalo, Caren Mantiri, Jasmine Diana Martinu, Estevania Maspaitela, dan David Manewus.  Video lomba sharing kitab suci ini di posting di media sosial masing – masing peserta sehingga dapat di nikmati oleh banyak orang.

Pemenang lomba sharing kitab suci dalam rangka BKSN keuskupan manado 2020 ini ialah

  • Pemenang favorit atas nama Gracia kelana
  • Pemenang pilihan Komisi kateketik atas nama Aneke Ogi
  • Pemenang pilihan Komisi Kepemudaan atas nama Jasmine Diana Martinu

Dalam Euforia yang sama, kata Pastor John Montolalu, Pr Pastor Moderator MCO sekaligus sekertaris keuskupan Manado memberikan selamat kepada para pemenang yang di tayangkan dalam bentuk video pengumuman, langsung dari Facebook Manado Catholic Orchestra ini.

“Proficiat untuk para pemenang, semoga kitab suci semakin dicintai dan kabar baik kian tersebar sehingga semakin banyak orang yang menikmati karya kasihNya, Tuhan memberkati,” katanya.

Di akhir acara ini, dr. Ade John Nursalim, Direktur Manado Catholic Orchestra (MCO) mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC (Uskup Keuskupan Manado) yang telah mempercayakan kepada kami segenap tim untuk menyelenggarakan acara ini. kepada Pastor Moderator MCO Pastor John Montolalu, Pr yang juga Sekretaris Keuskupan Manado. Kepada segenap kolaborator yang telah bekerjasama menyukseskan acara ini: Pst Kris Ludong, Pr (Ketua Komisi Kateketik) dan Pst Hendro Kandowangko, Pr (Ketua Komisi Kepemudaan), Bapak Hanny Yohanes Palar sebagai Koordinator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Manado dan Bapak Harizal Anthonius Gani sebagai Ketua Catholic Family Ministry (CFM) Manado.

Kepada segenap tim kerja Livia Faustine Wangsa sebagai Chief Video & Graphic Design, Joudy Rumbajan sebagai Video dan Audio Editor, Victor Mongi sebagai Video Editor, James Boond Dalige sebagai Video Editor, Giovanni Poluan sebagai Copyist, Revan Umbas sebagai ketua MCO yang mengkoordinasikan tim MCO, Meify Polii (bendahara MCO) Brigita Carmelia Wowor (sekertaris MCO) Audrey Bather MCO, Alfian Kobis (coordinator divisi band MCO) Victor Bella (Talent management BKSN), Bapak Iwan Lalamentik, Bapak Deffy Rasu, Bapak Leo Wurangian tim dari komisi Kateketik, Gracia Kelana dan Meggy Lolong tim dari komisi kepemudaan, Tim broadcaster MCO Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Yoan Karapa dan Gabriella Kalalo.

Tim dari BPK PKK Pingkan Keleyan - PDPKK Paroki Santo Paulus Lembean,  Claudya Sondakh - PDPKK Paroki Stela Maris Bitung, Jane Jacobus - PDPKK Ratu Rosari Suci Tuminting, Aldo Koagouw - PDPKK Hati Kudus Yesus Karombasan, Claudia Wijaya - Stasi Luman Christi Paroki Santa Ursula Watutumou, Gilbert Pangaila - PDPKK Paroki Sto. Fransiskus Xaverius Pineleng.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 1  - Stasi Lumen Christi Paroki Santa Ursula Watutumou :

Hendrik Mantiri, Lucia Yosep, Kharren Mumu, Angel Runtu, Nancy Polii, Wenda Malingkas, Stefeni Ponamon, Prof.dr. Linda Rotty, Sherly Sanebu, Maria Holeo, Reza Pomantow, tive Holeo, Billy Akay, Jimmy Mondow.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 1 :

Aldo Koagouw - PDPKK Hati Kudus Yesus Karombasan,Claudia Wijaya - Stasi Luman Christi Paroki Santa Ursula Watutumou

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 2 - Paduan Suara Komsos Paroki Santo Johanis Penginjil Laikit

Christi Natalia Pinontoan, Erna Sigarlaki, Guntur Barnabas Rarun, Angeli Kandowangko, James Boond Dalige.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 2 - Paduan Suara Keluarga Katolik RSUP Kandou Manado

Prof. dr. Linda Rotty, SpPD-KHOM, Dr. dr. Vera Sumual, Sp.M(K), dr. Lidwina Sengkey, Sp.KFR(K), dr Julianti Nemba,  Agnes Lomban, S.Sos, MM, Novi Rapar.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 2 - Paduan suara GOOD SHEPRED CHOIR (OMK Paroki Yesus Gembala Yang Baik, RIKE)

Piter, Glen, Ariel ,Lea, Gabby, Vinica, Andre, Prince, Marcel, Joseph.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 3 - Virtual Quartet :

Raisa Massie, Marcella Mumbunan, Julio Luntungan, Mario Tombuku,

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 4 - MCO Choir Section :

Gabriela Bella Senduk, Angelia Veronica Menggana, Cornella Tombuku, James Boond Dalige, Reynaldi Ignatius Subekthy, Fabiola Lengkong, Mario Tombuku.

Tim Donatur BKSN Keuskupan manado 2020

Komisi Kateketik Keuskupan Manado,Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manado,Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado,Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik dan Dr. dr. Vera Sumual, Sp.M(K).

“Semoga upaya pewartaan kita bersama ini mempertegas identitas kita dengan semakin mengenal Allah sebagai umat Kristiani. Harapannya pengenalan akan Allah itu berbuah manis dan berguna bagi orang banyak khususnya bagi umat katolik di keuskupan Manado. “- dr John.

#BKSNKeuskupanManado2020
#BulanKitabSuciNasional
#ManadoCatholicOrchestra