Religi

Religi (63)

Jakartas,Sulutnews.com - Aktris, Sophia Latjuba kembali menjadi perbincangan netizen soal agama yang dianutnya. Seperti menjawab keingin tahuan netizen, Sophia mengunggah sebuah video yang menegaskan soal agama yang dianutnya.

Di halaman Instagramnya, Sabtu, 18 September 2021, Sophia mengunggah video reels. Perempuan berusia 51 tahun ini memamerkan warna rambut barunya. “Hazelnut head,” tulisnya soal warna rambut barunya.

Dalam videonya, Sophia terlihat tersenyum dan memainkan rambutnya yang bergelombang. Sophia melengkapi gayanya dengan mengenakan aksesoris dua kalung, di mana salah satunya adalah kalung emas dengan liontin salib. Yang menjadi fokus dari netizen adalah kalung salib yang digunakan oleh ibu beranak dua ini.

“Fokus ku ke kalungnya mba Sophi,” tulis akun @uncu**. “Happy sunday kakak sayang, senang sekali liat kalung salibnya sudah balik lagi,” tulis akun @mary**. “Salib itu ya, semoga menjadi jawaban,” tulis akun @vma*. "Semoga beneran, mbak Sofi ingat. Jalan pulang kepada Tuhan Yesus Kristus, masih ada pengampunan dariNya," tulis @paul*.

Pada April 2014, Sophia Latjuba dikabarkan telah menjadi mualaf. Ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Sophia mengakui sudah mualaf. "Sudahlah (menjadi mualaf). Sangat menikmati. Saya terus belajar. Sangat nyaman," kata mantan kekasih Ariel Noah itu.

Kemudian tahun 2018,  Sophia mengunggah foto saat berada di sebuah gereja tepatnya di Katedral Köln, Jerman. Dalam foto yang diunggahnya pada 18 April 2018, Sophia terlihat menyalakan lilin untuk berdoa. "Untuk mereka yang aku simpan di hatiku," tulis mantan istri Indra Lesmana pada keterangan foto.

Belakangan unggahan Sophia Latjuba lebih banyak soal yoga dan kegiatan lainnya. Ia tetap mengucapkan hari raya Islam maupun Kristen. Seperti Idul Fitri tahun 2020 lalu, Sophia mengunggah fotonya yang menggunakan hijab.

"Jangan sampai jarak memisahkan silaturahmi, namun biarkan hati tetap menyatu. Dengan kerendahan hati, mohon dimaafkan segala kekhilafan dan mari kita buka lembaran baru dengan membasuh segala kesalahan. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” tulis Sophia menyertai,unggahannya pada 24 Mei 2020. (*/Adrian/Sumber: Tempo.co)

Minahasa,Sulutnews.com - Perayaan Paskah dan Hari Anak se-Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Anak Sekolah Minggu (ASM) Jemaat GMIM Sion Taraitak Wilayah Langowan Dua melaksanakan Ibadah, Serta Melaksanakan  Kegiatan Pembagian Masker dan Telur Paskah Bagi Seluruh ASM, Minggu (04/4).

Penatua ASM Jemaat GMIM Sion Taraitak Inna liju mengatakan, perayaan Paskah tahun ini berbeda dari tahun yang lalu. Walau begitu, makna Paskah masih bisa kita rasakan sampai saat ini.

"Kami sangat bersyukur kepada Tuhan ketika kami komisi ASM boleh melakukan perayaan Paskah dan hari anak se-GMIM di tahun 2021, meskipun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya."

Dia juga mengungkapkan, tahun ini tidak lagi ada pencarian telur paskah bagi anak-anak, tetapi juga anak-anak tidak lagi membawa telur paskah dari rumah, karena guru-guru sekolah minggu yang menyiapkan dan membagikan kepada semua anak-anak sekolah minggu yang hadir.

"Tidak hanya perayaan Paskah, kami dari komisi ASM juga  membagikan masker kepada semua yang hadir dan mematuhi protokol kesehatan," tukasnya.

Di ketahui bahwa pelaksanaan ibadah perayaan Paskah dan hari anak se-GMIM di Jemaat Sion Taraitak dibagi dalam tiga tempat pelaksanaan atau tiga kelompok. (Adrian)

Tangel: SMSI ke -80 Siap Digelar

Tomohon,Sulutnews.com - Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa  (BPMS GMIM), diketahui telah melaksanakan Sosialisasi Draft Perubahan Tata Gereja GMIM Tahun 2016 bagi peserta Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-80 GMIM, pada tanggal 15 -20 Maret 2021 bertempat di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI) Tomohon.

Kepada awak media, Senin (22/03), Sekretaris BPMS GMIM Pdt. Dr. Evert A.A. Tangel, M.Pd.K,

Menjelaskan, bahwa maksut kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian tahapan persiapan pelaksanaan Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-80 GMIM.

Ditegaskan Tangel, SMSI ini adalah  amanat Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST)ke-32 GMIM Tahun 2019 di Wilayah Bitung VII dan SMS ke- 33 Tahun 2021 di Wilayah Lembean Kora-Kora.

SMSI seharusnya dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Tapi karena  tahun 2020 terhalang dengan adanya COVID-19, maka ditunda pelaksanaannya di tahun 2021 ini. SMSI ini akan membahas agenda khusus yaitu Perubahan Tata Gereja GMIM Tahun 2016, ujar Tangel.

Diterangkan Tangel,  Dalam sosialisasi ini telah di bahas beberapa hal pokok  yang merupakan tanggapan para peserta SMSI di sekitar Draft Perubahan Tata Gereja GMIM Tahun 2016 yang sebelumnya telah dikirim melalui aplikasi persidangan bagi setiap peserta sidang.

Lanjut, untuk Perserta SMSI yang hadir dalam sosialisasi diatur kehadiranya sesuai jadwal. Peserta yang dimaksud terang Tangel,  adalah perutusan jemaat maupun wilayah dari unsur Syamas, Penatua, Guru Agama dan Pendeta baik yang ada di tanah Minahasa maupun dari luar tanah Minahasa seperti dari Makassar, Luwu Timur, Wilayah Jabodetabek, Bandung dan sekitarnya.

Dan dari Luar Negeri seperti dari Jepang, Hongkong, Australia dan Amerika, sedangkan untuk Para peserta dari luar daerah tanah Minahasa dan Luar Negeri mengkuti secara daring. Jumlah kehadiran adalah 1450 orang peserta SMSI, urai Tangel.

Untuk Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah dari BPMS dan Tim Kerja Perubahan Tata Gereja GMIM 2016.  Dari BPMS dibawakan langsung oleh Ketua BPMS GMIM Pdt. Dr. Hein Arina dan dari Tim Kerja Perubahan Tata Gereja GMIM 2016 oleh Ketua dan Sekretaris Tim Kerja Pdt. Joke Mangare, M.Th. dan Pdt. Christian Luwuk, M.Th.

Dikatakan Tangel, dari hasil sosialisasi ini akan dibahas oleh BPMS dan kemudian akan dikirim kembali kepada semua peserta SMSI melalui aplikasi persidangan untuk ditanggapi lagi, kemudian akan di bawa dalam SMSI Ke-80 GMIM tanggal 29 Maret 2021.

Untuk Pelaksanaan Sosialisai ini telah menerapkan prokes secara ketat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

 

Dimana setiap peserta wajib mengikuti swab antigen, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir/membawa hand sanitizer, mengatur jarak duduk (250-300 kursi dari kapasitas ruangan ABI secara normal 3000 kursi) serta telah mendapatkan ijin dari gugus tugas Kota Tomohon, tutup Tangel. (Adrian)

RIYADH, Sulutnews.com -  Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad SAW Jusuf Kalla dan Sekjen Liga Dunia Islam Syaikh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Isa menyaksikan penandatanganan perjanjian pembangunan dan operasional museum sejarah Nabi Muhammad SAW, 24/10.

Acara juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Sejarah Nabi Dr. Syafruddin, Duta Besar RI di Riyadh Agus Maftuh Abegabriel, Mantan Menteri Hukum dan HAM Prof. Dr. Hamid Awaluddin, Deputi Eksekutif Liga Dunia Islam Syaikh Abdurrahman Al-Mator, Kepala Kantor Kantor Liga Jakarta (Mantan Duta Besar Saudi di Jakarta) Abdurrahman Al-Khoyyat, Wakil Ketua Yayasan Wakaf Assalam Makkah Al-Mukarromah Prof. Dr. Abdullah Al-Qorni, Pimpinan Pondok Modern Tazakka/Sekretaris Yayasan Sejarah Nabi Anizar Masyhadi, Ali Hassan Bahar dan Direktur Tawaf TV Buyung Wijaya.

Jusuf Kalla menyampaikan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui jalur dagang yang dilakukan oleh orang Arab.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa museum adalah cara kita untuk melihat ke belakang, namun dengan hal tersebut menjadi hikmah dan nilai-nilai yang dapat dipetik untuk kemajuan peradaban manusia di masa depan.

Jusuf Kalla menggarisbawahi, bahwa di dalam museum nantinya akan ditampilkan sejarah tentang masuknya Islam di Indonesia dan perkembangannya, hal ini sangat penting karena Indonesia merupakan negara terbesar dengan jumlah penduduk beragama Islam.

"Museum ini akan menampilkan islam yang moderat, Islam yang mengajarkan kedamaian, toleransi dan kasih sayang terhadap seluruh umat manusia", tegas Jusuf Kalla

Sementara itu, Sekjen Liga Dunia Islam kembali menegaskan bahwa museum yang akan segera dibangun di Jakarta Indonesia adalah museum pertama (setelah museum utama di Madinah al-Munawwaroh) yang terbesar dan terlengkap.

"Museum akan menampilkan seluruh nilai-nilai, kehidupan dan visualisasi dari Rosulullah Muhammad SAW, seakan akan kita melihat dan merasakan langsung pada zamannya".

Museum akan menjadi pusat sejarah Nabi Muhammad SAW dan nabi-nabi lainnya. Museum akan dipenuhi dengan "At-Tahiyyatu Lillah" nilai-nilai yang mencerminkan keagungan Allah SWT.

"Lebih dari 200 tema karya ilmiah dan insklopedia tentang berbagai hal yang berkenaan dengan sejarah dan peradaban Islam akan ditampilkan dengan  menggunakan teknologi terkini", imbuh Al-Isa.

Duta Besar Agus Maftuh Abegabriel dalam kesempatan tersebut kepada tim media menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan kemajuan penting dalam hubungan kerjasama bilateral khususnya melalui second track diplomacy (people to people).

Sementara itu hadir secara virtual dari Indonesia bergabung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai tuan rumah akan dibangunnya museum.

Anies menegaskan bahwa masyarakat Jakarta dan Indonesia pada umumnya telah siap menyambut museum terbesar di dunia.(*/Dyah)

Manado, Sulutnews.com - Sejak konsili vatikan II tahun 1962, bulan kitab suci nasional (BKSN) di peringati oleh gereja Katolik hingga saat ini. Keuskupan Manado sendiri memaknai BKSN 2020 dengan mengadakan pendalaman kitab suci dan lomba sharing kitab suci. Acara ini di selenggarakan oleh Manado Catholic Orchestra (MCO) bekerjasama dengan Komisi Kateketik, Komisi Kepemudaan, Komisi Kerasulan Awam, Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik, dan Catholic Family Ministry. BKSN keuskupan manado ini di selenggarakan dengan mengambil tema nasional “Mewartakan Kabar Gembira dalam Krisis Iman dan Identitas”.

Acara pendalaman Kitab Suci (KS) diadakan setiap minggu selama bulan September 2020 dan disiarkan secara langsung di halaman Facebook Manado Catholic Orchestra. Pendalaman KS diikuti dengan tantangan untuk melakukan aksi nyata sebagai penerapan bacaan kitab suci yang telah di dengarkan bersama yang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Aksi nyata ini di lakukan oleh beberapa umat dan beberapa di antaranya di posting di berbagai media sosial. 

Pendalaman kitab suci (KS) I pada hari Minggu 5 September 2020 dengan tema “Allah adalah Sumber Cinta Kasihku” (1 Yohanes 4: 7 -21). Pendalaman KS I ini dibuka oleh Pastor Hendro Kandowangko, Pr sebagai Ketua Komisi Kepemudaan dan pendalaman kitab suci yang dibawakan oleh Pastor Kris sebagai Ketua Komisi Kateketik.

Dalam pendalaman KS I ini, Pastor Kris menjelaskan makna bacaan kitab suci dimana Allah menunjukkan kasih nya melalui rangkaian peristiwa-peristiwa kehidupan, termasuk di situasi pandemi ini. Dalam krisis seperti ini, orang bisa merasakan krisis iman dan identitas, tetapi Allah tidak tinggal diam. Ia tetap mengasihi kita.Dan karena Allah sudah menunjukkan kasihNya kepada kita, maka tanda bahwa kita adalah anak Allah adalah dengan kita saling mengasihi satu sama lain, khususnya yang ada di sekitar kita.

Pendalaman KS I di tutup dengan tantangan kepada umat dalam bentuk aksi nyata Mewartakan kabar gembira dengan virtual dan aktual, misalnya dengan menyatakan cinta kepada orang tua.

Pendalaman KS II pada hari Minggu 12 September 2020 dengan tema “Yesus Rajaku” (Matius 25: 31-46). Pendalaman KS II ini dibuka oleh Gracia Kelana dari Komisi Kepemudaan  dan pendalaman kitab suci yang dibawakan oleh Iwan Lalamentik, SS sebagai Katekis dari Komisi Kateketik Keuskupan Manado. Pak Iwan menjelaskan bahwa Yesus akan datang kedua kali nya sebagai hakim yang akan mengadili orang yang hidup dan yang mati. Anak manusia akan menjadi raja yang kekal. Ia memegang kuasa atas kerajaan yang abadi. Walaupun Dia berkuasa atas kerajaan surga, tapi Tuhan hadir dalam diri orang-orang yang menderita. Dia memberikan panduan tentang sikap dan perilaku yang berguna bagi keselamatan. patokannya adalah hukum cinta kasih. Karena itu, kebaikan yang dilakukan kepada orang yang miskin dan menderita, dilakukan juga bagiNya. Tidak jarang terjadi bahwa “wajah-wajah Yesus” itu telah menghampiri kita dan mengatakan kebutuhannya. Dengan belajar menjadi lebih peka,  kita dapat memaksimalkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, mengulurkan kasih kita kepada siapapun yang lebih membutuhkan, dan memerangi setiap egoisme dan ketamakan dalam diri kita.

Pendalaman KS II ditutup dengan aksi nyata oleh umat dalam bentuk memberi perhatian lebih kepada orang yang menderita, mis : memberi makanan, minuman, baju bekas yang masih layak pakai, uang. Dan juga, mengerakkan hati teman-teman di sosial media untuk bersama-sama memberikan donasi kepada mereka.

Pendalaman KS III pada hari Minggu 19 September 2020 dengan tema “Aku utusan Yesus” (Lukas 5: 1-11) Pendalaman KS III ini dibuka oleh  Meggy Lolong dan Pastor Hendro Kandowangko, Pr dari Komisi Kepemudaan  dan pendalaman kitab suci yang dibawakan bapak Leo Wurangian sebagai Katekis dari Komisi Kateketik Keuskupan Manado. Dalam pendalaman kita suci ini  Bapak Leo menjelaskan bahwa Mukjizat penangkapan ikan yang dialami oleh Simon Petrus menunjukkan bahwa Yesus yang menyuruhnya menebarkan jala itu adalah Tuhan yang Mahakuasa. Ia berkuasa untuk “memerintahkan” alam dan alam pun taat kepada-Nya. Dialah Tuhan yang kita percaya dan kita sembah. Walaupun demikian, Ia datang dalam kehidupan manusia di dunia dan menyatakan diri kepada kita. Di hadapan Tuhan yang Mahakuasa itu, Simon menyadari siapa dirinya. Di hadapan Tuhan, kita hanyalah manusia yang berdosa. Walaupun demikian, Tuhan meminta Simon untuk mengikuti Dia dan menjadikannya penjala manusia. Ia mempercayakan tugas kepada Simon untuk memberitakan karya keselamatan yang dikerjakan-Nya untuk manusia. Hal yang sama berlaku untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Sekalipun kita adalah orang yang berdosa, Tuhan telah memanggil kita untuk mengikuti-Nya dan mempercayakan tugas untuk memberitakan kasih Allah yang menghendaki keselamatan manusia.

Pendalaman kitab suci III ini di tutup dengan aksi nyata oleh umat dalam bentuk mem-posting kata kata yang memberikan inspirasi, mis : ayat yang menyentuh atau kata-kata dari Santo/Santa, dan juga mem-posting perbuatan baik, mis : menolong orang menyebrang jalan, membagikan sembako, menolong adik belajar dll.

Pendalaman KS IV pada hari Minggu 19 September 2020 dengan tema “Aku Bersaudara seperti Jemaat Perdana: (Kis: 2: 37: 47). Pendalaman KS IV ini dibuka oleh  Gracia Kelana dan Pastor Hendro Kandowangko, Pr dari Komisi Kepemudaan  dan pendalaman kitab suci yang dibawakan oleh Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC - Uskup Keuskupan Manado. Dalam pendalaman KS IV, Yang Mulia Bp. Uskup menjelaskan bahwa kita dibaptis karena percaya kepada Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus. Kita mempercayakan diri kepada Allah yang adalah Kasih dan mengikuti Yesus Kristus, Raja Kerajaan Surga. Dengan menerima baptisan itu, kita pun menjadi anggota Gereja Katolik, persekutuan orang yang percaya kepada Kristus. Selayaknya kita bangga mempunyai Allah yang mengasihi kita melalui Yesus Kristus. Pertemuan I-III kita telah melihat identitas orang beriman dalam kaitannya dengan Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus: (1) Kita adalah orang yang percaya bahwa Allah adalah Kasih, (2) Kita adalah pengikut Yesus, Anak Manusia adalah Raja Kerajaan Surga, dan (3) Kita adalah orang berdosa namun dipercaya oleh Tuhan. Dalam Pertemuan IV ini kita melihat identitas kita sebagai anggota Gereja Katolik, persekutuan orang yang percaya kepada Yesus yang merupakan pernyataan kasih Allah. Kita akan belajar untuk “Bangga Menjadi Orang Katolik.” Dengan hidup bersama dalam persekutuan orang beriman, kita mendapatkan kekuatan dan peneguhan iman. Sebagai anggota Gereja kita perlu memahami cara hidup Gereja Perdana untuk belajar bagaimana hidup menurut identitas sebagai anggota Gereja.

BKSN Keuskupan manado 2020 di akhiri dengan Lomba Sharing Kitab Suci. Lomba sharing kitab suci ini merupakan puncak acara dari kegiatan ini. Dari lomba sharing kitab suci ini, umat diajak untuk ikut berpartisipasi nyata dalam menjadi contoh aksi nyata untuk pewartaan kitab suci, berani mewartakan kitab suci ditengah masyarakat. Lomba ini di ikuti oleh 8 orang partisipan yaitu Natalie S, Aneke Ogi, Gracia Kelana, Lizzy Regina Kalalo, Caren Mantiri, Jasmine Diana Martinu, Estevania Maspaitela, dan David Manewus.  Video lomba sharing kitab suci ini di posting di media sosial masing – masing peserta sehingga dapat di nikmati oleh banyak orang.

Pemenang lomba sharing kitab suci dalam rangka BKSN keuskupan manado 2020 ini ialah

  • Pemenang favorit atas nama Gracia kelana
  • Pemenang pilihan Komisi kateketik atas nama Aneke Ogi
  • Pemenang pilihan Komisi Kepemudaan atas nama Jasmine Diana Martinu

Dalam Euforia yang sama, kata Pastor John Montolalu, Pr Pastor Moderator MCO sekaligus sekertaris keuskupan Manado memberikan selamat kepada para pemenang yang di tayangkan dalam bentuk video pengumuman, langsung dari Facebook Manado Catholic Orchestra ini.

“Proficiat untuk para pemenang, semoga kitab suci semakin dicintai dan kabar baik kian tersebar sehingga semakin banyak orang yang menikmati karya kasihNya, Tuhan memberkati,” katanya.

Di akhir acara ini, dr. Ade John Nursalim, Direktur Manado Catholic Orchestra (MCO) mengucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC (Uskup Keuskupan Manado) yang telah mempercayakan kepada kami segenap tim untuk menyelenggarakan acara ini. kepada Pastor Moderator MCO Pastor John Montolalu, Pr yang juga Sekretaris Keuskupan Manado. Kepada segenap kolaborator yang telah bekerjasama menyukseskan acara ini: Pst Kris Ludong, Pr (Ketua Komisi Kateketik) dan Pst Hendro Kandowangko, Pr (Ketua Komisi Kepemudaan), Bapak Hanny Yohanes Palar sebagai Koordinator Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Manado dan Bapak Harizal Anthonius Gani sebagai Ketua Catholic Family Ministry (CFM) Manado.

Kepada segenap tim kerja Livia Faustine Wangsa sebagai Chief Video & Graphic Design, Joudy Rumbajan sebagai Video dan Audio Editor, Victor Mongi sebagai Video Editor, James Boond Dalige sebagai Video Editor, Giovanni Poluan sebagai Copyist, Revan Umbas sebagai ketua MCO yang mengkoordinasikan tim MCO, Meify Polii (bendahara MCO) Brigita Carmelia Wowor (sekertaris MCO) Audrey Bather MCO, Alfian Kobis (coordinator divisi band MCO) Victor Bella (Talent management BKSN), Bapak Iwan Lalamentik, Bapak Deffy Rasu, Bapak Leo Wurangian tim dari komisi Kateketik, Gracia Kelana dan Meggy Lolong tim dari komisi kepemudaan, Tim broadcaster MCO Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Yoan Karapa dan Gabriella Kalalo.

Tim dari BPK PKK Pingkan Keleyan - PDPKK Paroki Santo Paulus Lembean,  Claudya Sondakh - PDPKK Paroki Stela Maris Bitung, Jane Jacobus - PDPKK Ratu Rosari Suci Tuminting, Aldo Koagouw - PDPKK Hati Kudus Yesus Karombasan, Claudia Wijaya - Stasi Luman Christi Paroki Santa Ursula Watutumou, Gilbert Pangaila - PDPKK Paroki Sto. Fransiskus Xaverius Pineleng.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 1  - Stasi Lumen Christi Paroki Santa Ursula Watutumou :

Hendrik Mantiri, Lucia Yosep, Kharren Mumu, Angel Runtu, Nancy Polii, Wenda Malingkas, Stefeni Ponamon, Prof.dr. Linda Rotty, Sherly Sanebu, Maria Holeo, Reza Pomantow, tive Holeo, Billy Akay, Jimmy Mondow.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 1 :

Aldo Koagouw - PDPKK Hati Kudus Yesus Karombasan,Claudia Wijaya - Stasi Luman Christi Paroki Santa Ursula Watutumou

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 2 - Paduan Suara Komsos Paroki Santo Johanis Penginjil Laikit

Christi Natalia Pinontoan, Erna Sigarlaki, Guntur Barnabas Rarun, Angeli Kandowangko, James Boond Dalige.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 2 - Paduan Suara Keluarga Katolik RSUP Kandou Manado

Prof. dr. Linda Rotty, SpPD-KHOM, Dr. dr. Vera Sumual, Sp.M(K), dr. Lidwina Sengkey, Sp.KFR(K), dr Julianti Nemba,  Agnes Lomban, S.Sos, MM, Novi Rapar.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 2 - Paduan suara GOOD SHEPRED CHOIR (OMK Paroki Yesus Gembala Yang Baik, RIKE)

Piter, Glen, Ariel ,Lea, Gabby, Vinica, Andre, Prince, Marcel, Joseph.

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 3 - Virtual Quartet :

Raisa Massie, Marcella Mumbunan, Julio Luntungan, Mario Tombuku,

Tim musik Pengisi Lagu BKSN 4 - MCO Choir Section :

Gabriela Bella Senduk, Angelia Veronica Menggana, Cornella Tombuku, James Boond Dalige, Reynaldi Ignatius Subekthy, Fabiola Lengkong, Mario Tombuku.

Tim Donatur BKSN Keuskupan manado 2020

Komisi Kateketik Keuskupan Manado,Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Manado,Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado,Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik dan Dr. dr. Vera Sumual, Sp.M(K).

“Semoga upaya pewartaan kita bersama ini mempertegas identitas kita dengan semakin mengenal Allah sebagai umat Kristiani. Harapannya pengenalan akan Allah itu berbuah manis dan berguna bagi orang banyak khususnya bagi umat katolik di keuskupan Manado. “- dr John.

#BKSNKeuskupanManado2020
#BulanKitabSuciNasional
#ManadoCatholicOrchestra

 

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengapresiasi sinergitas gereja dan pemerintah untuk melayani dan mensejahterakan masyarakat. “Partisipasi aktif lembaga keagamaan termasuk gereja serta para pelayan Tuhan dalam masa pandemi covid 19 sudah teruji. Oleh karena itu, Pemprov Sulut menghargai sinergitas, kerja sama lembaga gereja, para tokoh agama dalam menghadapi masa pandemi dan bersama – sama menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang adalah warga gereja,”kata Olly Dondokambey pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke – 69 Sinode Am Gereja – gereja di Sulawesi Bagian Utara dan Tengah (SAG - Suluteng) di Rumah Dinas Gubernur, Bumi Beringin Manado, Senin (21/9).

Perayaan HUT Ke-69 SAG – Sulutteng dirangkaikan juga dengan acara Tatap Muka Pemerintah Provinsi Sulut dengan pimpinan gereja – gereja dalam lingkup pelayanan SAG serta perangkat pelayanan SAG. Hadir dalam perayaan dan tatap muka tersebut Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Raimel Jesaya, Bupati Minahasa Royke Roring, Sekretaris Jenderal SAG – Sulutteng Pendeta Zakharias Widodo, para ketua dan pimpinan sinode dari 13 gereja anggota SAG – Sulutteng, perangkat pelayanan SAG – Sulutteng, para mantan pimpinan SAG – Sulutteng, dan sejumlah mitra lainnya. Perayaan HUT dan Tatap Muka Pemprov Sulut didahului dengan ibadah yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal SAG – Sulutteng Pendeta Dina Werat.

Dondokambey yang juga Ketua Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia (MPH PGI) dan Ketua Forum Pria Kaum Bapa PGI menyampaikan terima kasih kepada SAG – Sulutteng yang telah berperan penting dalam menciptakan kerukunan umat beragama di daerah wilayah pelayanan SAG di Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Dalam perayaan tersebut para pimpinan sinode dan para pendeta yang hadir secara bersama – sama mendoakan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang senantiasa dituntun Tuhan dalam melaksanakan tugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan pada saat ini mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur untuk periode kedua. Doa pengutusan itu dipimpin Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Pendeta Patras Madonsa.

Sekjen SAG – Sulutteng, Pendeta Zakharias Widodo yang didampingi Wakil Sekjen Pendeta Dina Werat dan Bendahara Pendeta Fanny Wurangian mengapresiasi penghargaan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey kepada gereja – gereja anggota SAG – Sulutteng. “Bapak Olly Dondokambey yang adalah tokoh bangsa dan tokoh nasional tidak hanya memberikan perhatian kepada gereja – gereja di Sulut, tetapi juga kepada gereja – gereja di SAG Sulutteng, bahkan gereja – gereja di Indonesia. Tuhan Yesus kiranya selalu menolong dan menyertai Bapak Gubernur dan keluarga,”tambahnya.(/MFL)

Manado, Sulutnews.com - Acara talkshow dibuka music oleh divisi band Manado Catholic Orchestra dan dilanjutkan oleh Host Pastor Hendro Kandowangko Pr yang juga ketua komisi kepemudaan Keuskupan Manado. setelah itu, Moderator pada malam hari itu Pastor Kris Ludong, Pr langsung memberikan kata pembukaan dan memberikan pertanyaan kepada para pembicara.

Pastor Revi Rafael Henrico Mario Tanod Pr, Ph.D, mantan Rektor Unika De La Salle Manado yang sekarang menjabat sebagai sekarang Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado mengawali Talkshow dengan menjawab pertanyaan host mengenai sejarah Mgr. Albertus Soegijapranata S.J seorang pahlawan nasional sekaligus uskup. Ditahbiskan sebagai uskup pribumi pertama 1940 oleh keputusan Paus Pius XII, 5 tahun sebelum Indonesia merdeka. Sebagai uskup, dia juga akan membawahi pastor- pastor belanda pada saat itu. Untuk menunjukkan keindonesiaannya, Mg. Soegiopranoto menyebutkan semboyan “100% Katolik 100% Indonesia”

“Kiprah mgr Soegijapranata tidak lepas dari kedatangan misionaris Jesuit bernama Van Lith, seorang imam Belanda. Di Indonesia, SJ. Van Lith membangun sekolah seminari menengah di Muntilan yang merupakan sekolah Mgr Soegijapranata Bersama dengan Romo Mangun dan Yos Sudarso. Sekolah ini juga merupakan sekolah dari L.B Manik pencipta lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan Cornel simanjuntak pencipta Maju Tak Gentar. Juga merupakan lulusan seminari menengah Muntilan. Di tempat ini Mgr. Soegijapranata mengasimilasikan budaya Indonesia kedalam gereja Katolik. Mgr Soegijapranata juga memiliki semboyan lain yaitu: Talenta pro patria et humanitate (talenta terbaik dipersembahkan demi bangsa-negara serta kemanusiaan). Semboyan dan semangat ini diteruskan hingga saat ini dan di abadikan sebagai motto dari Universitas Katolik Soegijapranata yang berlokasi di Kota semarang Jawa tengah dibawah naungan Yayasan Sandjojo yang terafiliasi dengan keuskupan Agung Semarang.” Kata pastor Revi

Ibu Dra. Joula P. Makarawung, MM sebagai pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara juga menambahkan “pada waktu kekacauan terjadi di semarang, Mgr. Soegijapranata menengahi konflik. Ketika ibukota negara RI. Dipindahkan ke Yogyakarta, saat itu juga Mgr. Soegijapranata memindahkan pusat administrasinya dari Semarang ke Yogyakarta. Sebagai wujud kesatuan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Kekatolikan tidak setuju dengan penjajahan. Salah satu dukungan Gereja terhadap kemerdekaan Indonesia juga dapat dilihat dari dukungan Negara Vatikan yang merupakan negara Eropa yang paling pertama mengakui kemerdekaan Indonesia.”

Pastor Kris menambahkan daftar pahlawan nasional yang beragama katolik dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia antara lain:

Agustinus Adi Sucipto, pilot pertama yang berasal dari orang Indonesia. 5 oktober 1945 dibentuk tentara keamanan rakyat yang di kepalai oleh Surya Dharma. Atas perintah Surya Dharma, Adi Sucipto mengecat pesawat Jepang dengan warna merah putih dan menerbangkan pesawat ini kesana kemari untuk membakar semangat para pejuang yang melihat untuk tetap mempertahankan kemerdekaan. Adi Sucipto juga menjemput bantuan obat – obatan di Hindia dan Malaya dengan menerobos blokade Belanda untuk di bawa ke Yogyakarta. Disaat pesawat yang di kendarai Adi Sucipto tiba di Yogyakarta di tembak dua pesawat belanda. Adi Sucipto juga mendirikan sekolah penerbangan pertama di Indonesia yang berlokasi di Jogyakarta.

Ignatius Slamet Riyadi lahir di kota Surakarta (solo). Pada usia 17 tahun membawa kabur kapal jepang, mengumpulkan para pejuang kemerdekaan untuk merebut Kembali kota Surakarta yang telah diduduki oleh belanda. Slamet Riyadi juga berperan menumpas pemberontakan pada saat itu antara lain DI TII, Ratu adil dan Andi Asis. Ia juga di utus untuk menumpas Republik Maluku Selatan (ambon) dan disanalah dia wafat. Slamet Riyadi juga bekerjasama dengan EA kawilarang untuk cita – cita Bersama membentuk Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat RPKAD yang sekarang di sebut Komando Pasukan Khusus (KOPASUS)

Robert Wolter Mongisidi, dilahirkan di  Malalayang, alumni sekolah Frater Don Bosco Manado yang pertama kali di kenal dengan nama AMS (Algemene Middelbar School) pada tahun 1950. “Setia hingga akhir dalam keyakinan”, catatan itulah yang menjadi pesan terakhir Robert Wolter Mongisidi sebelum di eksekusi mati dihadapan regu tembak. Keyakinan sebagai anak muda yang beriman dan keyakinan akan perjuangannya untuk rela mati bagi kemerdekaan Indonesia.

Kepala staff TNI Pertama: Jendral Urip Sumiharjo lahir 22 Februari 1893 – meninggal 17 November 1948 pada umur 55 tahun) adalah seorang jenderal dan kepala staf umum Tentara Nasional Indonesia pertama pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Lahir di Purworejo, Hindia Belanda. Oerip menerima sejumlah tanda kehormatan dari pemerintah secara anumerta, termasuk Bintang Sakti (1959), Bintang Mahaputra (1960), Bintang Republik Indonesia Adipurna (1967), dan Bintang Kartika Eka Pakçi Utama (1968). Jenderal Urip Sumiharjo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 314 Tahun 1964 pada tanggal 10 Desember 1964.

Wilhelmus Zakaria Yohannes (lahir di Pulau Rote, 1895 – meninggal di Den Haag, Belanda, 4 September 1952 pada umur 57 tahun) adalah ahli radiologi pertama di Indonesia, guru besar Radiologi dan pernah menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan Wakil Ketua Senat Universitas Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kupang, Nusa Tenggara Timur yakni RSU WZ Johannes dan nama sebuah kapal perang TNI-AL yakni KRI Wilhelmus Zakaria Johannes.

Marsekal Pertama TNI Tjilik Riwut: penerjun payung pertama dari Kalimantan yang mempersatukan 142 suku Dayak untuk bergabung dengan Indonesia. Tjilik Riwut juga memimpin Operasi Penerjunan Pasukan Payung Pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 1947 oleh pasukan MN 1001 yang kini di kenal sebagai pasukan Khas TNI-AU.

Ibu Joula menceritakan kiprah dan tujuan dari Bimas katolik yang dibawahi oleh kementerian agama Republik Indonesia ini:  “bimas katolik ada sejak munculnya kementerian agama sejak 3 januari 1946. Pelayanan bimas katolik merupakan representasi peran negara kepada masyarakat katolik. Kerja bimas katolik: memberdayakan masyarakat katolik, meningkatkan paham iman dan agama di tengah kehidupan masyarakat indonesia yang beraneka ragam. Berusaha merajut kebhinekaan yang pancasilais, Bimas Katolik juga membangun jembatan dan fasilitator masyarakat dan pemerintah. Bimas Katolik memberdayakan pemuka agama dan tokoh agama. “

“Program Bimas Katolik tentang moderasi agama, agar masyarakat tidak menjurus kepada ekstrimisme. “ tambahnya

Para pembicara, host dan moderator saling menambahkan menjawab pertanyaan dari para pemirsa mengenai sosok Ignatius Joseph Kasimo yang berperang bukan dengan senjata api tetapi dengan pena:

“Ignatius Joseph Kasimo, lahir di Yogyakarta, Hindia Belanda, 10 April 1900 – meninggal di Jakarta, 1 Agustus 1986 pada umur 86 tahun) adalah salah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Partai Katolik Indonesia. Selain itu, beberapa kali ia menjabat sebagai Menteri setelah Indonesia merdeka. ia adalah salah satu tokoh yang menjunjung tinggi moto salus populi suprema lex, yang berarti kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi,”

Host pada acara talkshow ini, Ketua Komisi Kepemudaan, Pastor Hendro Kandowangko, Pr. menjawab pertanyaan dari penonton yang ditujukan kepada kaum muda. Ia mengatakan bahwa “pahlawan bukan cuman ada di masa lalu tapi juga ada di masa kini. Jadilah kaum muda yang kreatif sehingga bisa mengisi kemerdekaan indonesia yang sudah 75 tahun supaya sesuai dengan cerdas, tangguh, militan, misioner. Bukan menjadi orang muda yang eksklusif tapi terbuka. Jangan hanya berada dalam zona nyaman tetapi berkarya. Melebur dengan orang muda yang lain menyebarkan sukacita injil.” 

Pastor Revi menjawab pertanyaan dari pemirsa akan perginya gerjea katolik di tanah minahasa ratusan tahun lalu ternyata ini berhubungan dengan kiprah belanda di negara indonesia “Gereja Katolik Keuskupan Manado pernah ada sekitar tahun 1563 tetapi sejak kehadiran VOC yang awalnya berdagang kemudian menjajah, Belanda menolak keberadaan Gereja Katolik.”

Selain itu Pastor Revi juga mengingatkan kita

“Tetapi hal ini juga mengingatkan kita bahwa bisa saja iman itu lenyap. Contohnya dulu ketika para imam Belanda datang ke Indonesia. Tetapi sekarang di sana sudah sulit mendapatkan calon iman, sekularisme terjadi disana. Tetapi sebaliknya di Indonesia, iman itu tumbuh. Kita berada di Indonesia bukan kebetulan, kita hidup disini merupakan anugerah Tuhan. Maka dimanapun kita ditabur, kita di tanam, maka harus berbuah.”

Ternyata pastor Revi yang notabene pastor katolik juga ikut dalam Jemaat GMIM. Dalam talkshow, pastor revi mengungkapkan “Saya ikut dengan kolom 23 jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Getsemani berdasarkan wilayah tampat tinggal pastor di daerah Sario. Pastor juga ikut dengan pria kaum bapa GMIM.” 

Moderator mengakhiri komentarnya dengan memberikan harapan dari komisi katekteik dan kerasulan awam  “Diharapkan dengan talkshow ini menggugah kekatolikan ini untuk menerjemahkan iman kita menjadi 100% Indonesia”

Pastor Kris menjelaskan kegiatan komisi kateketik dan kerasulan awam Keuskupan Manado sedang giat - giatnya membentuk rasul - rasul berjenjang. Kerasulan ini dibuat dalam 3 jenjang yaitu anak, orang muda, dan dewasa. Anak dibagi 3 rasul cilik, ekaristi dan rosario. Rasul orang muda : rasul anak alam, lingkugan hidup laudato si, rasul ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi kerasulan di mulai sejak dini. Ada juga rasul sosial yang berisi dokter, sarjana. Rasul doa yang terdiri dari lansia. Rasul penolong jiwa - jiwa  yang bertugas untuk membantu orang yang meninggal. 

Acara di tutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara yang diserahkan langsung oleh ketua Manado Catholic Orchestra, Revan Umbas, SH. 

Direktur MCO dr Ade John Nursalim mengucapkan terima kasih kepada partisipan/peserta, penanya dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini.Juga kepada para pembicara, host dan moderator, kepada Pastor Made Pantyasa Pr dan Radio Montini 106 FM yang telah menyediakan tempat dan menyiarkan acara ini secara langsung melalui radio.

John juga berterima kasih kepada pihak Komisi Kateketik, Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial yang telah bersama - sama bekerjasama untuk kesuksesan acara ini.

Kepada Team dari divisi band Manado Catholic Orchestra: Alfian Kobis ketua divisi Band yang juga memainkan electric guitar pada acara ini, Revan Umbas sebagai bassist, Glen Amiri, Keyboardist, Reza Mercyano Tulong Drummer, Frisky tangapo sebagai guitarist, Angelia Veronika Menggana dan Glayrio sebagai Vocalist.Ia juga berterima kasih kepada tim broadcasting, yaitu Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Gabriella Kalalo, Yoan Karapa dan Melisa Saisab.Tim broadcast yang bertugas pada malam hari ini, Brigita Carmelia wowor dan  Felicia Pangerapan. Dan manaager acara sekaligus audio engineer Victor ZY Mongi, ST.

“Kami juga berterima kasih kepada sahabat - sahabat media yang telah berkenan membantu dalam mensosialisasikan dan mewartakan kegiatan kami melalui media massa. Semoga Tuhan memberkati kita semua dan kepada beberapa donatur kita pada acara talkshow ini, Susan L, Immanuel Tular,. Novita Simbala, dan Jumbo pasar swalayan” kata dia

John juga mengajak penonton dan masyarakat untuk mengikuti acara cerdas cermat kitab suci (CCKS) yang akan di selenggarakan pada tangal 29 Agustus 2020 pukul 19:00 di halaman Facebook yang sama. Pertanyaan CCKS akan di ambil dari materi talkshow minggu ini.(/MCO)

Manado, Sulutnews.com - Manado adalah kota wisata yang memiliki tempat-tempak bersejarah, salah satunya Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM). Gedung gereja ini pun menjadi adalah saksi bisu berakhirnya Perang Dunia II dan kemerdekaan Indonesia.

Gereja yang sering disebut juga Gereja Sentrum Manado ini merupakan Gereja tertua di Kota Manado.

Berdiri tahun 1677, usianya telah mencapai ratusan tahun dan kini menjadi salah satu situs sejarah religi di Manado.

Bangunan GMIM Sentrum terletak 200 meter dari Pasar 45.

Pada tahun 1944 Gereja Sentrum  pernah beralih fungsi (yaitu masa pendudukan Jepang),  Gereja tua ini menjadi markas Manado Syuu Kiri Sutokyop Kyookai (MSKK) yang dipimpin Pdt. Hamasaki yang berkebangsaan Jepang.

Saat terjadi perlawanan terhadap penjajahan dikala itu, Indonesia berhasil memproklamirkan Kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945 di Betavia.

Setelah Jepang kalah pada sekutu, tahun 1946 Belanda pun akhirnya mundur dan mengakui kemerdekaan RI. Kemudian Belanda membangun

Monumen Perang Dunia II tepat di samping Gedung Gereja Sentrum. Monumen ini konon dibangun pada tahun 1946 s.d 1947 oleh orang Belanda bernama Van de Bosch.

Dibangun untuk meninggalkan bukti  atas Perang Dunia II antar pihak Sekutu dan Jepang serta rakyat semasa Perang Dunia II.

Sayang Monumen yang dibangun di kawasan Jalan Sarapung No.1, Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, tidak sempat diresmikan sehingga tidak ada prasasti penamaannya. Selanjutnya direnovasi oleh Pemprof Sulut menjadi salah satu wisata religius karena letaknya bersebelahan dengan Gereja Sentrum.

Seiring berjalannya waktu, kedua situs bersejarah ini menjadi objek wisata religius yang menjadi incaran widatawan dan para akademisi dari dalam dan luar negeri. Karena monumen ini sebagai bukti orang Manado pernah berjuang mengusir penjajah sama seperti saudara-saudarinya di pulau Jawa.  (*/Yayuk)

Manado, Sulutnews.com - Sabtu 1 agustus 2020 barusan, manado catholic orchestra mengadakan talkshow. acara ini terselenggara atas kerjasama Manado Catholic Orchestra dengan komisi – komisi di keuskupan manado yatiu komisi kateketik, komisi kerasulan awam, komisi kepemudaan, komisi komunikasi sosial dan radio montini 106 FM. Acara talkshow kali ini mengendorse gerakan orang tua asuh untuk seminari (GOTAUS) keuskupan manado. Acara ini bertemakan Tahbisan dan suksesi apostolik Gereja.  Acara ini di siarkan langsung di halaman Facebook Manado Catholic Orchestra yang di relay di akun Komisi – komisi yang bekerjasama. Acara ini juga di siarkan secara langsung di radio montini 106 FM.

Talkshow ini melibatkan empat orang pembicara antara lain :

- Pastor Julius Salettia, Pr

- Pastor Malvin Anthonius Karundeng, Pr

- Pastor Andreas Buarlele, MSC dan

- Ibu Maria Heny Pratiknjo.

Acara dibuka dengan lagu khas Katolik berjudul ave maria yang diciptakan oleh Ade John Nursalim oleh divisi Band Manado Catholic orchestra yaitu Reza Mercyano Tulong pada drum, Revan Umbas pada bass, Alfian Kobis dan Ronel Rompas yang memainkan instrument guitar akustik pada malam ini, Glen Amiri pada keyboard  beserta 2 orang dari strings section Victor ZY Mongi pada biola 1 dan Giovanni Poluan pada Cello. Penyanyi pada malam ini ialah Angelia Veronika Menggana yang bernyanyi solo mengisi keseluruhan acara. 

Talkshow dilanjutkan dengan perkenalan dan kesaksian iman dari keempat pembicara dan langsung di sambung oleh pertanyaan oleh para penonton di kolom komentar halaman Facebook Manado Catholic Orchestra. Pertanyaan pertama yang di jawab ialah bagaimana penentuan seseorang yang ingin menjadi imam itu pantas menjadi imam.

Pastor Julius menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan : “ ingin saja tidak cukup menjadi imam, karena menjadi imam itu bukan soal cocok dan mau atau keinginan beberapa kekelompok. Jadi imam itu adalah panggilan, pilihan dan penetapan dari yang punya imamat itu sendiri yaitu Tuhan Yesus sendiri. Jati diri imam adalah saksi Tuhan Yesus. Baik pun belum cukup, karena harus setia, terdidik, baik, bijaksana, benar dan bermanfaat. Orang benar berarti mengetahui kehendak Tuhan sehingga dia menjadi pelaku kehendak Tuhan. Fungsi saksi dalam tahbisan imam juga untuk menunjang kelayakan imam itu. “

“seleksi imam yang ketat untuk mencegah munculnya imam lebih banyak berdosa daripada berdoa. Ada juga yang lebih banyak berkarir daripada berkarya.” lanjutnya

Pastor Kris juga menjawab beberapa pertanyaan secara langsung pada kolom komentar Halaman Facebook Manado Catholic Orchestra seperti pertanyaan mengenai berapa lama minimal seorang dapat menjadi imam katolik “Untuk kuliah di Seminari dg pembinaan rohani Dan pastoral paling cepat 8 sampai 9 thn... Kalau dari SMA maka ditambah 4 thn jadi sekitar 13 thn....jika lancar.” Kata dia

Ibu Maria Heny Pratikjno sebagai perwakilan GOTAUS KUSUMA mengatakan: “ tim GOTAUS berkomitment untuk menopang para seminaris sehingga dapat menjadi Imam yang berkualitas. Pembiayaan di seminari juga termasuk dengan makan dan minum, supply gizi yang baik diharapkan menghasilkan pastor-pastor yang baik dan berkualitas. Selain itu ada biaya – biaya lain yang di diperlukan seminari. Selain donator tidak tetap GOTAUS juga membuka kesempatan bagi umat untuk menjadi donator tetap yang bersedia memberikan donasi yang bernilai konstan setiap bulan.”

Menyambung program kegiatan GOTAUS, Ibu Heny juga menyampaikan informasi penting mengenai penundaan penarikan kupon undian sesuai dengan surat dari GOTAUS KUSUMA no 002/GK-KM/07/2020 bahwa penarikan kupon undian berhadiah GOTAUS KUSUMA yang salah satunya berhadiah rumah di GPI di tunda menjadi 24 April 2021. Surat ini juga di tandatangani oleh ketua GOTAUS KUSUMA, bapak Welly Ferdinand Pesoth dan Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus E. Rolly Untu, MSC.

Menjawab pertanyaan mengenai berapa gaji pastor, pastor Julius memberikan jawabannya:

“Pastor bekerja karena dia adalah orang yang dipilih untuk tugas dan perutusannya. Pastor tidak di gaji. Pastor harus siap 24 jam, jika di panggil harus mau. Dana cinta kasih dapat diberikan umat buat pastor tetapi itu bukan gaji melainkan cinta kasih umat kepada pastor.

Menjawab pertanyaan ini, Pastor Kris menambahkan quote dari St. Paulus “Upahku ialah kerja tanpa upah”

Pastor Andre menjawab pertanyaan mengapa seorang pastor bisa di tugaskan bukan di tempat kelahirannya atau tempat pentahbisannya “idealnya jika seorang imam di tahbiskan di keuskupan setempat, dia melayani di keuskupan itu. Tetapi dalam diskusi dan perjalanan panggilan, imam tidak hanya di keuskupannya saja, misalnya tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) di utus menjadi misionaris, memperkenalkan Yesus”

Moderator talkshow memberikan Data dari Vatikan, 50 tahun lalu 1970, umat katolik di seluruh dunia 650 juta jiwa dan dilayani 420.000 imam. Tahun 2020. Umat katolik di seluruh dunia 1.33 milliyard 415.000 imam. Di keuskupan manado sendiri jumlah umat katolik sebanyak 142.000 jiwa dan dilayani 167 pastor. Padahal pada Yeremia 3:15 dikatakan Aku akan memberimu gembala-gembala sesuai dengan hati-Ku.

 

Pastor Julius “Yeremia berbicara begitu bukan berbicara jumlah. Itu karena banyak imam yang tidak bekerja. Soal jumlah memang bisa mencemaskan tetapi Tuhan berjanji akan memberikan imam sesuai Dengan hatiNya. Tuhan tidak pernah tidur, maka imam juga jangan banyak tidur. Zaman bangsa Israel, imamnya hanya Harun dan musa saja untuk seluruh bangsa.  Tetapi mereka lebih banyak bekerja daripada tidur. Turunnya jumlah imam dapat dijadikan indicator kualitas iman umat.”

Menyikapi jumlah Imam masih kurang dibanding jumlah umat, pastor Julius juga memberikan pencerahan kepada para pemirsa “sejarah mengajarkan, meski tinggal 1 orang, keselamatan akan terjadi jika orang itulah yang benar, setia, bijaksana , mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap kekuatan maka kekuatannya melebihi 1.000 pasukan.  Jumlah imam sedikit atau banyak, jika dia sesuai dengan kehendak Tuhan itu sangat bagus” pastor Julius.

Acara talkshow kali ini juga di siarkan langsung melalui Radio Montini. Mewakili pihak radio montini, Pastor Made Pantyasa Pr mengatakan : “menarik di tengah masa pandemi ini, dengan tetap tinggal di rumah bisa sekaligus Menarik bisa diadakan talkshow setiap dua pekan ini. Apalagi di tengah masa pandemi ini, dengan tetap tinggal di rumah bisa sekaligus memperdalam pengetahuan akan iman Kristiani. Lebih special lagi di tengah pandemi ini tetap diadakan tahbisan imam. Agaknya terasa kurang meriah karena tidak dihadiri oleh umat beriman. Tetapi apakah kemeriahan itu yang penting? Talkshow kali ini mengangkat tema “Tahbisan dan Suksesi Apostolik”. Hal ini penting untuk dimengerti bersama hubungan antara tahbisan dan suksesi apostolik itu. Secara sederhana dapat dimengerti sebagai pelayanan Gereja yang diturunkan dari para rasul secara berkesinambungan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Baiklah dikuti dengan cermat talkshow ini. Disamping itu perkembangan pembinaan calon imam tentu tidak lepas dari peran banyak umat. Salah satu yang mengambil peran penting adalah Gerakan Orang Tua Asuh. Para calon imam bisa dengan tenang dengan fasilitas yang memadai karena adanya orang-orang yang peduli dengan pembinaan calon imam. Karena itu pentinglah jika tahbisan yang diterima merupakan anugerah terbesar dari Tuhan. Tuhan mengutus orang-orang yang mau peduli dengan pembinaan calon imam. Karena itu imamat yang diterima bukanlah untuk diri sendiri, tetapi untuk banyak orang.” Katanya

Sekertaris keuskupan manado sekaligus Pastor moderator Manado Catholic Orchestra pastor DR John Montolalu, Pr mengatakan : “acara ini merupakan ungkapan iman kita dimana kita baru saja menyambut kehadiran 10 imam baru yg ditahbiskan oleh Mgr Rolly Untu tgl 26 juli yg lalu dengan ungkapan iman yang sama: syukur padaMu Tuhan. Imam tambah banyak, karya pelayanan semakin banyak yg dapat dijangkau, iman umat semakin diperkuat dan diperdalam. Kehadiran para imam baru memperkuat barisan para imam untuk melanjutkan pelaksanaan tri tugas Kristus, yg pada awal mula sudah dipercayakan kpd para rasul. Proficiat kepada para imam baru, selamat bergabung dlm lingkungan para imam, dan selamat melayani umat Allah.”

Acara ini di tutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara yang di serakan oleh sekertaris Manado Catholic Orchestra, Brigita Carmelia Wowor.

Para Pemenang pada talkshow kali ini ialah:

  1. Paulus Adam
  2. Decinta
  3. Cicilia Tedjasaputra

Direktur Manado Catholic Orchestra, Ade John Nursalim mengucapkan terima kasih kepada partisipan/peserta dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini .Selain kepada para pembicara, host dan moderator, ia juga berterima kasih kepada Pastor Made Pantyasa Pr dan Radio Montini 106 FM yang telah menyediakan tempat dan menyiarkan acara ini secara langsung melalui radio.

Ia juga berterima kasih kepada tim broadcasting yaitu Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Gabriella Kalalo, Yoan Karapa.

“mulai dari komisi kateketik, komisi kerasulan awam, komisi kepemudaan, komisi komunikasi social, Radio Montini 106 FM dan Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari (GOTAUS). kami juga berterima kasih kepada Ibu Agnes Lomban yang telah membantu dalam memfasilitasi perlengkapan video dan kepada sponsor tunggal kita pada acara talkshow kita kali ini dari Jumbo Pasar Swalayan” kata dia.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Talkshow Manado Catholic Orchestra sabtu ini mengendorse Gerakan orang tua asuh seminari (GOTAUS) acara ini akan diadakan pada hari Sabtu, 1 agustus 2020 pukul 19.00 WITA, Manado Catholic Orchestra akan mengadakan Talkshow berhadiah. Acara ini merupakan hasil Kerjasama antara Manado Catholic Orchestra dengan beberapa komisi di keuskupan manado antara lain: komisi kateketik, komisi kepemudaan, komisi kerasulan awam dan komisi komunikasi social dan radio montini 106 FM. Ada yang spesial pada acara talkshow kali ini yaitu talkshow ini mengendorse Gerakan orang tua asuh untuk seminari (GOTAUS) keuskupan Manado.

Talkshow ini akan mengangkat tema Tahbisan dan suksesi apostolik. Dalam talkshow ini akan di jelaskan mengenai seputaran imam katolik, imam pertama dari st. Petrus hingga sekarang ini yang di teruskan oleh Gereja Katolik. Bagaimana Imam ini dapat disebut sebagai suksesi apostolik sebagai gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri. Para penonton pun dapat berinteraksi dengan memberikan pertanyaan di kolom komentar pada saat live di Facebook Manado Catholic Orchestra.

“Imam merupakan urat nadi Gereja Katolik. Pengertian akan peran imam dan hakekatnya penting untuk di ketahui agar fungsi dan jati diri imam dapat lebih dimengerti oleh umat. Acara ini juga bekerjasama dengan Gotaus, sebuah Gerakan yang sangat baik mendukung pembentukan calon imam. Calon imam yang baik dihasilkan oleh pembinaan yang baik oleh karena itu dukungan umat juga sangat diperlukan untuk proses pembinaan imam yang berkualitas ini” kata Ade John Nursalim Direktur Manado Catholic Orchestra menanggapi acara Talkshow kali ini.

Gotaus  merupakan Gerakan yang bertujuan untuk menggalang dana bertujuan menggalang dana Bersama umat untuk membantu pembinaan calon imam di seminari yang ada di keuskupan Manado.  seminari yang berada dalam naungan pembiayaan dari GOTAUS keuskupan manado terdiri dari 4 seminari yaitu :

  1. Seminari menengah st. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Tomohon,
  2. Seminari augustinianum Tomohon
  3. Seminari tahun rohani pondok emaus tateli
  4. Sekolah tinggi filsafat seminari pineleng

Pembiayaan GOTAUS meliputi:

  1. Makan dan minum para frater, pastor dan para pekerja.
  2. Kebutuhan studi dan prasarana pembelajaran
  3. Pemeliharaan sarana dan prasarana
  4. Pembiayaan tagihan rutin seperti listrik , telepon, air dsb
  5. Biaya pengobatan bagi pastor ataupun frater yang sakit.

Melalui talkshow ini, Umat diajak untuk ikut membantu pendanaan untuk pembinaan calon imam di seminari.

Ibu Maria Heny Pratiknjo atau yang akrab di sapa ibu Heny, sekertaris GOTAUS Keuskupan manado memberikan tanggapannya dalam wawancaranya mengenai acara ini.  "Berangkat dari pemikiran bahwasanya Seminari adalah Jantung Keuskupan,  maka  Gerakan Orang Asuh Untuk Seminari Keuskupan Manado  membantu bapak Uskup dari aspek pembiayaan  dalam rangka  pembinaan calon Imam di Seminari. Dengan tujuan bisa menghasilkan output yg mumpuni (pastor yang berkualitas) dimana bantuan dari Roma untuk keuskupan semakin menurun”

Ibu Heny pun akan menjadi salah satu pembicara dalam talkshow kali ini . dalam kesehariannya, ibu Heny juga bekerja sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di universitas Sam Ratulangi, Manado.(/MS)