Religi

Religi (58)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengapresiasi sinergitas gereja dan pemerintah untuk melayani dan mensejahterakan masyarakat. “Partisipasi aktif lembaga keagamaan termasuk gereja serta para pelayan Tuhan dalam masa pandemi covid 19 sudah teruji. Oleh karena itu, Pemprov Sulut menghargai sinergitas, kerja sama lembaga gereja, para tokoh agama dalam menghadapi masa pandemi dan bersama – sama menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang adalah warga gereja,”kata Olly Dondokambey pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke – 69 Sinode Am Gereja – gereja di Sulawesi Bagian Utara dan Tengah (SAG - Suluteng) di Rumah Dinas Gubernur, Bumi Beringin Manado, Senin (21/9).

Perayaan HUT Ke-69 SAG – Sulutteng dirangkaikan juga dengan acara Tatap Muka Pemerintah Provinsi Sulut dengan pimpinan gereja – gereja dalam lingkup pelayanan SAG serta perangkat pelayanan SAG. Hadir dalam perayaan dan tatap muka tersebut Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Raimel Jesaya, Bupati Minahasa Royke Roring, Sekretaris Jenderal SAG – Sulutteng Pendeta Zakharias Widodo, para ketua dan pimpinan sinode dari 13 gereja anggota SAG – Sulutteng, perangkat pelayanan SAG – Sulutteng, para mantan pimpinan SAG – Sulutteng, dan sejumlah mitra lainnya. Perayaan HUT dan Tatap Muka Pemprov Sulut didahului dengan ibadah yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal SAG – Sulutteng Pendeta Dina Werat.

Dondokambey yang juga Ketua Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia (MPH PGI) dan Ketua Forum Pria Kaum Bapa PGI menyampaikan terima kasih kepada SAG – Sulutteng yang telah berperan penting dalam menciptakan kerukunan umat beragama di daerah wilayah pelayanan SAG di Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Dalam perayaan tersebut para pimpinan sinode dan para pendeta yang hadir secara bersama – sama mendoakan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang senantiasa dituntun Tuhan dalam melaksanakan tugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan pada saat ini mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur untuk periode kedua. Doa pengutusan itu dipimpin Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Pendeta Patras Madonsa.

Sekjen SAG – Sulutteng, Pendeta Zakharias Widodo yang didampingi Wakil Sekjen Pendeta Dina Werat dan Bendahara Pendeta Fanny Wurangian mengapresiasi penghargaan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey kepada gereja – gereja anggota SAG – Sulutteng. “Bapak Olly Dondokambey yang adalah tokoh bangsa dan tokoh nasional tidak hanya memberikan perhatian kepada gereja – gereja di Sulut, tetapi juga kepada gereja – gereja di SAG Sulutteng, bahkan gereja – gereja di Indonesia. Tuhan Yesus kiranya selalu menolong dan menyertai Bapak Gubernur dan keluarga,”tambahnya.(/MFL)

Manado, Sulutnews.com - Acara talkshow dibuka music oleh divisi band Manado Catholic Orchestra dan dilanjutkan oleh Host Pastor Hendro Kandowangko Pr yang juga ketua komisi kepemudaan Keuskupan Manado. setelah itu, Moderator pada malam hari itu Pastor Kris Ludong, Pr langsung memberikan kata pembukaan dan memberikan pertanyaan kepada para pembicara.

Pastor Revi Rafael Henrico Mario Tanod Pr, Ph.D, mantan Rektor Unika De La Salle Manado yang sekarang menjabat sebagai sekarang Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado mengawali Talkshow dengan menjawab pertanyaan host mengenai sejarah Mgr. Albertus Soegijapranata S.J seorang pahlawan nasional sekaligus uskup. Ditahbiskan sebagai uskup pribumi pertama 1940 oleh keputusan Paus Pius XII, 5 tahun sebelum Indonesia merdeka. Sebagai uskup, dia juga akan membawahi pastor- pastor belanda pada saat itu. Untuk menunjukkan keindonesiaannya, Mg. Soegiopranoto menyebutkan semboyan “100% Katolik 100% Indonesia”

“Kiprah mgr Soegijapranata tidak lepas dari kedatangan misionaris Jesuit bernama Van Lith, seorang imam Belanda. Di Indonesia, SJ. Van Lith membangun sekolah seminari menengah di Muntilan yang merupakan sekolah Mgr Soegijapranata Bersama dengan Romo Mangun dan Yos Sudarso. Sekolah ini juga merupakan sekolah dari L.B Manik pencipta lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan Cornel simanjuntak pencipta Maju Tak Gentar. Juga merupakan lulusan seminari menengah Muntilan. Di tempat ini Mgr. Soegijapranata mengasimilasikan budaya Indonesia kedalam gereja Katolik. Mgr Soegijapranata juga memiliki semboyan lain yaitu: Talenta pro patria et humanitate (talenta terbaik dipersembahkan demi bangsa-negara serta kemanusiaan). Semboyan dan semangat ini diteruskan hingga saat ini dan di abadikan sebagai motto dari Universitas Katolik Soegijapranata yang berlokasi di Kota semarang Jawa tengah dibawah naungan Yayasan Sandjojo yang terafiliasi dengan keuskupan Agung Semarang.” Kata pastor Revi

Ibu Dra. Joula P. Makarawung, MM sebagai pembimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Utara juga menambahkan “pada waktu kekacauan terjadi di semarang, Mgr. Soegijapranata menengahi konflik. Ketika ibukota negara RI. Dipindahkan ke Yogyakarta, saat itu juga Mgr. Soegijapranata memindahkan pusat administrasinya dari Semarang ke Yogyakarta. Sebagai wujud kesatuan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Kekatolikan tidak setuju dengan penjajahan. Salah satu dukungan Gereja terhadap kemerdekaan Indonesia juga dapat dilihat dari dukungan Negara Vatikan yang merupakan negara Eropa yang paling pertama mengakui kemerdekaan Indonesia.”

Pastor Kris menambahkan daftar pahlawan nasional yang beragama katolik dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia antara lain:

Agustinus Adi Sucipto, pilot pertama yang berasal dari orang Indonesia. 5 oktober 1945 dibentuk tentara keamanan rakyat yang di kepalai oleh Surya Dharma. Atas perintah Surya Dharma, Adi Sucipto mengecat pesawat Jepang dengan warna merah putih dan menerbangkan pesawat ini kesana kemari untuk membakar semangat para pejuang yang melihat untuk tetap mempertahankan kemerdekaan. Adi Sucipto juga menjemput bantuan obat – obatan di Hindia dan Malaya dengan menerobos blokade Belanda untuk di bawa ke Yogyakarta. Disaat pesawat yang di kendarai Adi Sucipto tiba di Yogyakarta di tembak dua pesawat belanda. Adi Sucipto juga mendirikan sekolah penerbangan pertama di Indonesia yang berlokasi di Jogyakarta.

Ignatius Slamet Riyadi lahir di kota Surakarta (solo). Pada usia 17 tahun membawa kabur kapal jepang, mengumpulkan para pejuang kemerdekaan untuk merebut Kembali kota Surakarta yang telah diduduki oleh belanda. Slamet Riyadi juga berperan menumpas pemberontakan pada saat itu antara lain DI TII, Ratu adil dan Andi Asis. Ia juga di utus untuk menumpas Republik Maluku Selatan (ambon) dan disanalah dia wafat. Slamet Riyadi juga bekerjasama dengan EA kawilarang untuk cita – cita Bersama membentuk Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat RPKAD yang sekarang di sebut Komando Pasukan Khusus (KOPASUS)

Robert Wolter Mongisidi, dilahirkan di  Malalayang, alumni sekolah Frater Don Bosco Manado yang pertama kali di kenal dengan nama AMS (Algemene Middelbar School) pada tahun 1950. “Setia hingga akhir dalam keyakinan”, catatan itulah yang menjadi pesan terakhir Robert Wolter Mongisidi sebelum di eksekusi mati dihadapan regu tembak. Keyakinan sebagai anak muda yang beriman dan keyakinan akan perjuangannya untuk rela mati bagi kemerdekaan Indonesia.

Kepala staff TNI Pertama: Jendral Urip Sumiharjo lahir 22 Februari 1893 – meninggal 17 November 1948 pada umur 55 tahun) adalah seorang jenderal dan kepala staf umum Tentara Nasional Indonesia pertama pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Lahir di Purworejo, Hindia Belanda. Oerip menerima sejumlah tanda kehormatan dari pemerintah secara anumerta, termasuk Bintang Sakti (1959), Bintang Mahaputra (1960), Bintang Republik Indonesia Adipurna (1967), dan Bintang Kartika Eka Pakçi Utama (1968). Jenderal Urip Sumiharjo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 314 Tahun 1964 pada tanggal 10 Desember 1964.

Wilhelmus Zakaria Yohannes (lahir di Pulau Rote, 1895 – meninggal di Den Haag, Belanda, 4 September 1952 pada umur 57 tahun) adalah ahli radiologi pertama di Indonesia, guru besar Radiologi dan pernah menjabat Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan Wakil Ketua Senat Universitas Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kupang, Nusa Tenggara Timur yakni RSU WZ Johannes dan nama sebuah kapal perang TNI-AL yakni KRI Wilhelmus Zakaria Johannes.

Marsekal Pertama TNI Tjilik Riwut: penerjun payung pertama dari Kalimantan yang mempersatukan 142 suku Dayak untuk bergabung dengan Indonesia. Tjilik Riwut juga memimpin Operasi Penerjunan Pasukan Payung Pertama dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 1947 oleh pasukan MN 1001 yang kini di kenal sebagai pasukan Khas TNI-AU.

Ibu Joula menceritakan kiprah dan tujuan dari Bimas katolik yang dibawahi oleh kementerian agama Republik Indonesia ini:  “bimas katolik ada sejak munculnya kementerian agama sejak 3 januari 1946. Pelayanan bimas katolik merupakan representasi peran negara kepada masyarakat katolik. Kerja bimas katolik: memberdayakan masyarakat katolik, meningkatkan paham iman dan agama di tengah kehidupan masyarakat indonesia yang beraneka ragam. Berusaha merajut kebhinekaan yang pancasilais, Bimas Katolik juga membangun jembatan dan fasilitator masyarakat dan pemerintah. Bimas Katolik memberdayakan pemuka agama dan tokoh agama. “

“Program Bimas Katolik tentang moderasi agama, agar masyarakat tidak menjurus kepada ekstrimisme. “ tambahnya

Para pembicara, host dan moderator saling menambahkan menjawab pertanyaan dari para pemirsa mengenai sosok Ignatius Joseph Kasimo yang berperang bukan dengan senjata api tetapi dengan pena:

“Ignatius Joseph Kasimo, lahir di Yogyakarta, Hindia Belanda, 10 April 1900 – meninggal di Jakarta, 1 Agustus 1986 pada umur 86 tahun) adalah salah seorang pelopor kemerdekaan Indonesia. Ia juga merupakan salah seorang pendiri Partai Katolik Indonesia. Selain itu, beberapa kali ia menjabat sebagai Menteri setelah Indonesia merdeka. ia adalah salah satu tokoh yang menjunjung tinggi moto salus populi suprema lex, yang berarti kepentingan rakyat adalah hukum tertinggi,”

Host pada acara talkshow ini, Ketua Komisi Kepemudaan, Pastor Hendro Kandowangko, Pr. menjawab pertanyaan dari penonton yang ditujukan kepada kaum muda. Ia mengatakan bahwa “pahlawan bukan cuman ada di masa lalu tapi juga ada di masa kini. Jadilah kaum muda yang kreatif sehingga bisa mengisi kemerdekaan indonesia yang sudah 75 tahun supaya sesuai dengan cerdas, tangguh, militan, misioner. Bukan menjadi orang muda yang eksklusif tapi terbuka. Jangan hanya berada dalam zona nyaman tetapi berkarya. Melebur dengan orang muda yang lain menyebarkan sukacita injil.” 

Pastor Revi menjawab pertanyaan dari pemirsa akan perginya gerjea katolik di tanah minahasa ratusan tahun lalu ternyata ini berhubungan dengan kiprah belanda di negara indonesia “Gereja Katolik Keuskupan Manado pernah ada sekitar tahun 1563 tetapi sejak kehadiran VOC yang awalnya berdagang kemudian menjajah, Belanda menolak keberadaan Gereja Katolik.”

Selain itu Pastor Revi juga mengingatkan kita

“Tetapi hal ini juga mengingatkan kita bahwa bisa saja iman itu lenyap. Contohnya dulu ketika para imam Belanda datang ke Indonesia. Tetapi sekarang di sana sudah sulit mendapatkan calon iman, sekularisme terjadi disana. Tetapi sebaliknya di Indonesia, iman itu tumbuh. Kita berada di Indonesia bukan kebetulan, kita hidup disini merupakan anugerah Tuhan. Maka dimanapun kita ditabur, kita di tanam, maka harus berbuah.”

Ternyata pastor Revi yang notabene pastor katolik juga ikut dalam Jemaat GMIM. Dalam talkshow, pastor revi mengungkapkan “Saya ikut dengan kolom 23 jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Getsemani berdasarkan wilayah tampat tinggal pastor di daerah Sario. Pastor juga ikut dengan pria kaum bapa GMIM.” 

Moderator mengakhiri komentarnya dengan memberikan harapan dari komisi katekteik dan kerasulan awam  “Diharapkan dengan talkshow ini menggugah kekatolikan ini untuk menerjemahkan iman kita menjadi 100% Indonesia”

Pastor Kris menjelaskan kegiatan komisi kateketik dan kerasulan awam Keuskupan Manado sedang giat - giatnya membentuk rasul - rasul berjenjang. Kerasulan ini dibuat dalam 3 jenjang yaitu anak, orang muda, dan dewasa. Anak dibagi 3 rasul cilik, ekaristi dan rosario. Rasul orang muda : rasul anak alam, lingkugan hidup laudato si, rasul ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi kerasulan di mulai sejak dini. Ada juga rasul sosial yang berisi dokter, sarjana. Rasul doa yang terdiri dari lansia. Rasul penolong jiwa - jiwa  yang bertugas untuk membantu orang yang meninggal. 

Acara di tutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara yang diserahkan langsung oleh ketua Manado Catholic Orchestra, Revan Umbas, SH. 

Direktur MCO dr Ade John Nursalim mengucapkan terima kasih kepada partisipan/peserta, penanya dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini.Juga kepada para pembicara, host dan moderator, kepada Pastor Made Pantyasa Pr dan Radio Montini 106 FM yang telah menyediakan tempat dan menyiarkan acara ini secara langsung melalui radio.

John juga berterima kasih kepada pihak Komisi Kateketik, Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial yang telah bersama - sama bekerjasama untuk kesuksesan acara ini.

Kepada Team dari divisi band Manado Catholic Orchestra: Alfian Kobis ketua divisi Band yang juga memainkan electric guitar pada acara ini, Revan Umbas sebagai bassist, Glen Amiri, Keyboardist, Reza Mercyano Tulong Drummer, Frisky tangapo sebagai guitarist, Angelia Veronika Menggana dan Glayrio sebagai Vocalist.Ia juga berterima kasih kepada tim broadcasting, yaitu Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Gabriella Kalalo, Yoan Karapa dan Melisa Saisab.Tim broadcast yang bertugas pada malam hari ini, Brigita Carmelia wowor dan  Felicia Pangerapan. Dan manaager acara sekaligus audio engineer Victor ZY Mongi, ST.

“Kami juga berterima kasih kepada sahabat - sahabat media yang telah berkenan membantu dalam mensosialisasikan dan mewartakan kegiatan kami melalui media massa. Semoga Tuhan memberkati kita semua dan kepada beberapa donatur kita pada acara talkshow ini, Susan L, Immanuel Tular,. Novita Simbala, dan Jumbo pasar swalayan” kata dia

John juga mengajak penonton dan masyarakat untuk mengikuti acara cerdas cermat kitab suci (CCKS) yang akan di selenggarakan pada tangal 29 Agustus 2020 pukul 19:00 di halaman Facebook yang sama. Pertanyaan CCKS akan di ambil dari materi talkshow minggu ini.(/MCO)

Manado, Sulutnews.com - Manado adalah kota wisata yang memiliki tempat-tempak bersejarah, salah satunya Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM). Gedung gereja ini pun menjadi adalah saksi bisu berakhirnya Perang Dunia II dan kemerdekaan Indonesia.

Gereja yang sering disebut juga Gereja Sentrum Manado ini merupakan Gereja tertua di Kota Manado.

Berdiri tahun 1677, usianya telah mencapai ratusan tahun dan kini menjadi salah satu situs sejarah religi di Manado.

Bangunan GMIM Sentrum terletak 200 meter dari Pasar 45.

Pada tahun 1944 Gereja Sentrum  pernah beralih fungsi (yaitu masa pendudukan Jepang),  Gereja tua ini menjadi markas Manado Syuu Kiri Sutokyop Kyookai (MSKK) yang dipimpin Pdt. Hamasaki yang berkebangsaan Jepang.

Saat terjadi perlawanan terhadap penjajahan dikala itu, Indonesia berhasil memproklamirkan Kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945 di Betavia.

Setelah Jepang kalah pada sekutu, tahun 1946 Belanda pun akhirnya mundur dan mengakui kemerdekaan RI. Kemudian Belanda membangun

Monumen Perang Dunia II tepat di samping Gedung Gereja Sentrum. Monumen ini konon dibangun pada tahun 1946 s.d 1947 oleh orang Belanda bernama Van de Bosch.

Dibangun untuk meninggalkan bukti  atas Perang Dunia II antar pihak Sekutu dan Jepang serta rakyat semasa Perang Dunia II.

Sayang Monumen yang dibangun di kawasan Jalan Sarapung No.1, Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, tidak sempat diresmikan sehingga tidak ada prasasti penamaannya. Selanjutnya direnovasi oleh Pemprof Sulut menjadi salah satu wisata religius karena letaknya bersebelahan dengan Gereja Sentrum.

Seiring berjalannya waktu, kedua situs bersejarah ini menjadi objek wisata religius yang menjadi incaran widatawan dan para akademisi dari dalam dan luar negeri. Karena monumen ini sebagai bukti orang Manado pernah berjuang mengusir penjajah sama seperti saudara-saudarinya di pulau Jawa.  (*/Yayuk)

Manado, Sulutnews.com - Sabtu 1 agustus 2020 barusan, manado catholic orchestra mengadakan talkshow. acara ini terselenggara atas kerjasama Manado Catholic Orchestra dengan komisi – komisi di keuskupan manado yatiu komisi kateketik, komisi kerasulan awam, komisi kepemudaan, komisi komunikasi sosial dan radio montini 106 FM. Acara talkshow kali ini mengendorse gerakan orang tua asuh untuk seminari (GOTAUS) keuskupan manado. Acara ini bertemakan Tahbisan dan suksesi apostolik Gereja.  Acara ini di siarkan langsung di halaman Facebook Manado Catholic Orchestra yang di relay di akun Komisi – komisi yang bekerjasama. Acara ini juga di siarkan secara langsung di radio montini 106 FM.

Talkshow ini melibatkan empat orang pembicara antara lain :

- Pastor Julius Salettia, Pr

- Pastor Malvin Anthonius Karundeng, Pr

- Pastor Andreas Buarlele, MSC dan

- Ibu Maria Heny Pratiknjo.

Acara dibuka dengan lagu khas Katolik berjudul ave maria yang diciptakan oleh Ade John Nursalim oleh divisi Band Manado Catholic orchestra yaitu Reza Mercyano Tulong pada drum, Revan Umbas pada bass, Alfian Kobis dan Ronel Rompas yang memainkan instrument guitar akustik pada malam ini, Glen Amiri pada keyboard  beserta 2 orang dari strings section Victor ZY Mongi pada biola 1 dan Giovanni Poluan pada Cello. Penyanyi pada malam ini ialah Angelia Veronika Menggana yang bernyanyi solo mengisi keseluruhan acara. 

Talkshow dilanjutkan dengan perkenalan dan kesaksian iman dari keempat pembicara dan langsung di sambung oleh pertanyaan oleh para penonton di kolom komentar halaman Facebook Manado Catholic Orchestra. Pertanyaan pertama yang di jawab ialah bagaimana penentuan seseorang yang ingin menjadi imam itu pantas menjadi imam.

Pastor Julius menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan : “ ingin saja tidak cukup menjadi imam, karena menjadi imam itu bukan soal cocok dan mau atau keinginan beberapa kekelompok. Jadi imam itu adalah panggilan, pilihan dan penetapan dari yang punya imamat itu sendiri yaitu Tuhan Yesus sendiri. Jati diri imam adalah saksi Tuhan Yesus. Baik pun belum cukup, karena harus setia, terdidik, baik, bijaksana, benar dan bermanfaat. Orang benar berarti mengetahui kehendak Tuhan sehingga dia menjadi pelaku kehendak Tuhan. Fungsi saksi dalam tahbisan imam juga untuk menunjang kelayakan imam itu. “

“seleksi imam yang ketat untuk mencegah munculnya imam lebih banyak berdosa daripada berdoa. Ada juga yang lebih banyak berkarir daripada berkarya.” lanjutnya

Pastor Kris juga menjawab beberapa pertanyaan secara langsung pada kolom komentar Halaman Facebook Manado Catholic Orchestra seperti pertanyaan mengenai berapa lama minimal seorang dapat menjadi imam katolik “Untuk kuliah di Seminari dg pembinaan rohani Dan pastoral paling cepat 8 sampai 9 thn... Kalau dari SMA maka ditambah 4 thn jadi sekitar 13 thn....jika lancar.” Kata dia

Ibu Maria Heny Pratikjno sebagai perwakilan GOTAUS KUSUMA mengatakan: “ tim GOTAUS berkomitment untuk menopang para seminaris sehingga dapat menjadi Imam yang berkualitas. Pembiayaan di seminari juga termasuk dengan makan dan minum, supply gizi yang baik diharapkan menghasilkan pastor-pastor yang baik dan berkualitas. Selain itu ada biaya – biaya lain yang di diperlukan seminari. Selain donator tidak tetap GOTAUS juga membuka kesempatan bagi umat untuk menjadi donator tetap yang bersedia memberikan donasi yang bernilai konstan setiap bulan.”

Menyambung program kegiatan GOTAUS, Ibu Heny juga menyampaikan informasi penting mengenai penundaan penarikan kupon undian sesuai dengan surat dari GOTAUS KUSUMA no 002/GK-KM/07/2020 bahwa penarikan kupon undian berhadiah GOTAUS KUSUMA yang salah satunya berhadiah rumah di GPI di tunda menjadi 24 April 2021. Surat ini juga di tandatangani oleh ketua GOTAUS KUSUMA, bapak Welly Ferdinand Pesoth dan Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus E. Rolly Untu, MSC.

Menjawab pertanyaan mengenai berapa gaji pastor, pastor Julius memberikan jawabannya:

“Pastor bekerja karena dia adalah orang yang dipilih untuk tugas dan perutusannya. Pastor tidak di gaji. Pastor harus siap 24 jam, jika di panggil harus mau. Dana cinta kasih dapat diberikan umat buat pastor tetapi itu bukan gaji melainkan cinta kasih umat kepada pastor.

Menjawab pertanyaan ini, Pastor Kris menambahkan quote dari St. Paulus “Upahku ialah kerja tanpa upah”

Pastor Andre menjawab pertanyaan mengapa seorang pastor bisa di tugaskan bukan di tempat kelahirannya atau tempat pentahbisannya “idealnya jika seorang imam di tahbiskan di keuskupan setempat, dia melayani di keuskupan itu. Tetapi dalam diskusi dan perjalanan panggilan, imam tidak hanya di keuskupannya saja, misalnya tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) di utus menjadi misionaris, memperkenalkan Yesus”

Moderator talkshow memberikan Data dari Vatikan, 50 tahun lalu 1970, umat katolik di seluruh dunia 650 juta jiwa dan dilayani 420.000 imam. Tahun 2020. Umat katolik di seluruh dunia 1.33 milliyard 415.000 imam. Di keuskupan manado sendiri jumlah umat katolik sebanyak 142.000 jiwa dan dilayani 167 pastor. Padahal pada Yeremia 3:15 dikatakan Aku akan memberimu gembala-gembala sesuai dengan hati-Ku.

 

Pastor Julius “Yeremia berbicara begitu bukan berbicara jumlah. Itu karena banyak imam yang tidak bekerja. Soal jumlah memang bisa mencemaskan tetapi Tuhan berjanji akan memberikan imam sesuai Dengan hatiNya. Tuhan tidak pernah tidur, maka imam juga jangan banyak tidur. Zaman bangsa Israel, imamnya hanya Harun dan musa saja untuk seluruh bangsa.  Tetapi mereka lebih banyak bekerja daripada tidur. Turunnya jumlah imam dapat dijadikan indicator kualitas iman umat.”

Menyikapi jumlah Imam masih kurang dibanding jumlah umat, pastor Julius juga memberikan pencerahan kepada para pemirsa “sejarah mengajarkan, meski tinggal 1 orang, keselamatan akan terjadi jika orang itulah yang benar, setia, bijaksana , mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap kekuatan maka kekuatannya melebihi 1.000 pasukan.  Jumlah imam sedikit atau banyak, jika dia sesuai dengan kehendak Tuhan itu sangat bagus” pastor Julius.

Acara talkshow kali ini juga di siarkan langsung melalui Radio Montini. Mewakili pihak radio montini, Pastor Made Pantyasa Pr mengatakan : “menarik di tengah masa pandemi ini, dengan tetap tinggal di rumah bisa sekaligus Menarik bisa diadakan talkshow setiap dua pekan ini. Apalagi di tengah masa pandemi ini, dengan tetap tinggal di rumah bisa sekaligus memperdalam pengetahuan akan iman Kristiani. Lebih special lagi di tengah pandemi ini tetap diadakan tahbisan imam. Agaknya terasa kurang meriah karena tidak dihadiri oleh umat beriman. Tetapi apakah kemeriahan itu yang penting? Talkshow kali ini mengangkat tema “Tahbisan dan Suksesi Apostolik”. Hal ini penting untuk dimengerti bersama hubungan antara tahbisan dan suksesi apostolik itu. Secara sederhana dapat dimengerti sebagai pelayanan Gereja yang diturunkan dari para rasul secara berkesinambungan. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Baiklah dikuti dengan cermat talkshow ini. Disamping itu perkembangan pembinaan calon imam tentu tidak lepas dari peran banyak umat. Salah satu yang mengambil peran penting adalah Gerakan Orang Tua Asuh. Para calon imam bisa dengan tenang dengan fasilitas yang memadai karena adanya orang-orang yang peduli dengan pembinaan calon imam. Karena itu pentinglah jika tahbisan yang diterima merupakan anugerah terbesar dari Tuhan. Tuhan mengutus orang-orang yang mau peduli dengan pembinaan calon imam. Karena itu imamat yang diterima bukanlah untuk diri sendiri, tetapi untuk banyak orang.” Katanya

Sekertaris keuskupan manado sekaligus Pastor moderator Manado Catholic Orchestra pastor DR John Montolalu, Pr mengatakan : “acara ini merupakan ungkapan iman kita dimana kita baru saja menyambut kehadiran 10 imam baru yg ditahbiskan oleh Mgr Rolly Untu tgl 26 juli yg lalu dengan ungkapan iman yang sama: syukur padaMu Tuhan. Imam tambah banyak, karya pelayanan semakin banyak yg dapat dijangkau, iman umat semakin diperkuat dan diperdalam. Kehadiran para imam baru memperkuat barisan para imam untuk melanjutkan pelaksanaan tri tugas Kristus, yg pada awal mula sudah dipercayakan kpd para rasul. Proficiat kepada para imam baru, selamat bergabung dlm lingkungan para imam, dan selamat melayani umat Allah.”

Acara ini di tutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara yang di serakan oleh sekertaris Manado Catholic Orchestra, Brigita Carmelia Wowor.

Para Pemenang pada talkshow kali ini ialah:

  1. Paulus Adam
  2. Decinta
  3. Cicilia Tedjasaputra

Direktur Manado Catholic Orchestra, Ade John Nursalim mengucapkan terima kasih kepada partisipan/peserta dan semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini .Selain kepada para pembicara, host dan moderator, ia juga berterima kasih kepada Pastor Made Pantyasa Pr dan Radio Montini 106 FM yang telah menyediakan tempat dan menyiarkan acara ini secara langsung melalui radio.

Ia juga berterima kasih kepada tim broadcasting yaitu Caren Mainsiouw, Fransis Lasut, Andreas Wawolangi, Gabriella Kalalo, Yoan Karapa.

“mulai dari komisi kateketik, komisi kerasulan awam, komisi kepemudaan, komisi komunikasi social, Radio Montini 106 FM dan Gerakan Orang Tua Asuh Untuk Seminari (GOTAUS). kami juga berterima kasih kepada Ibu Agnes Lomban yang telah membantu dalam memfasilitasi perlengkapan video dan kepada sponsor tunggal kita pada acara talkshow kita kali ini dari Jumbo Pasar Swalayan” kata dia.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Talkshow Manado Catholic Orchestra sabtu ini mengendorse Gerakan orang tua asuh seminari (GOTAUS) acara ini akan diadakan pada hari Sabtu, 1 agustus 2020 pukul 19.00 WITA, Manado Catholic Orchestra akan mengadakan Talkshow berhadiah. Acara ini merupakan hasil Kerjasama antara Manado Catholic Orchestra dengan beberapa komisi di keuskupan manado antara lain: komisi kateketik, komisi kepemudaan, komisi kerasulan awam dan komisi komunikasi social dan radio montini 106 FM. Ada yang spesial pada acara talkshow kali ini yaitu talkshow ini mengendorse Gerakan orang tua asuh untuk seminari (GOTAUS) keuskupan Manado.

Talkshow ini akan mengangkat tema Tahbisan dan suksesi apostolik. Dalam talkshow ini akan di jelaskan mengenai seputaran imam katolik, imam pertama dari st. Petrus hingga sekarang ini yang di teruskan oleh Gereja Katolik. Bagaimana Imam ini dapat disebut sebagai suksesi apostolik sebagai gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus sendiri. Para penonton pun dapat berinteraksi dengan memberikan pertanyaan di kolom komentar pada saat live di Facebook Manado Catholic Orchestra.

“Imam merupakan urat nadi Gereja Katolik. Pengertian akan peran imam dan hakekatnya penting untuk di ketahui agar fungsi dan jati diri imam dapat lebih dimengerti oleh umat. Acara ini juga bekerjasama dengan Gotaus, sebuah Gerakan yang sangat baik mendukung pembentukan calon imam. Calon imam yang baik dihasilkan oleh pembinaan yang baik oleh karena itu dukungan umat juga sangat diperlukan untuk proses pembinaan imam yang berkualitas ini” kata Ade John Nursalim Direktur Manado Catholic Orchestra menanggapi acara Talkshow kali ini.

Gotaus  merupakan Gerakan yang bertujuan untuk menggalang dana bertujuan menggalang dana Bersama umat untuk membantu pembinaan calon imam di seminari yang ada di keuskupan Manado.  seminari yang berada dalam naungan pembiayaan dari GOTAUS keuskupan manado terdiri dari 4 seminari yaitu :

  1. Seminari menengah st. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Tomohon,
  2. Seminari augustinianum Tomohon
  3. Seminari tahun rohani pondok emaus tateli
  4. Sekolah tinggi filsafat seminari pineleng

Pembiayaan GOTAUS meliputi:

  1. Makan dan minum para frater, pastor dan para pekerja.
  2. Kebutuhan studi dan prasarana pembelajaran
  3. Pemeliharaan sarana dan prasarana
  4. Pembiayaan tagihan rutin seperti listrik , telepon, air dsb
  5. Biaya pengobatan bagi pastor ataupun frater yang sakit.

Melalui talkshow ini, Umat diajak untuk ikut membantu pendanaan untuk pembinaan calon imam di seminari.

Ibu Maria Heny Pratiknjo atau yang akrab di sapa ibu Heny, sekertaris GOTAUS Keuskupan manado memberikan tanggapannya dalam wawancaranya mengenai acara ini.  "Berangkat dari pemikiran bahwasanya Seminari adalah Jantung Keuskupan,  maka  Gerakan Orang Asuh Untuk Seminari Keuskupan Manado  membantu bapak Uskup dari aspek pembiayaan  dalam rangka  pembinaan calon Imam di Seminari. Dengan tujuan bisa menghasilkan output yg mumpuni (pastor yang berkualitas) dimana bantuan dari Roma untuk keuskupan semakin menurun”

Ibu Heny pun akan menjadi salah satu pembicara dalam talkshow kali ini . dalam kesehariannya, ibu Heny juga bekerja sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di universitas Sam Ratulangi, Manado.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Acara ini bekerjasama dengan beberapa komisi di keuskupan manado antara lain: komisi kateketik, komisi kepemudaan, komisi kerasulan awam dan komisi komunikasi sosial dan radio montini 106 FM. Talkshow ini akan diisi dengan dialog mengenai seputaran tahbisan imam dalam gereja katolik dan suksesi apostolik mulai dari didirikannya Gereja oleh Yesus Kristus. Para penonton dapat memberikan pertanyaan pada kolom komentar pada acara ini. Selain itu, talkhow ini juga akan membagi  - bagikan hadiah kepada para penonton sesuai syarat dan ketentuan yang akan di bacakan.

Talkshow ini akan melibatkan empat orang pembicara antara lain :

- Pastor Julius Salettia, Pr

- Pastor Malvin Anthonius Karundeng, Pr

- Pastor Andreas Buarlele, MSC dan

- Ibu Maria Heny Pratiknjo.

 

Talkshow akan di selenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 1 Agustus 2020

Pukul : 19:00 WITA

Talkshow ini akan menghadirkan 2 orang dari total 10 pastor yang baru saja ditahbiskan pada tanggal 26 Juli 2020 barusan dari Kapel Seminari Hati Kudus Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara.

Acara ini disiarkan secara langsung di Facebook Manado Catholic Orchestra ini dan di Facebook komisi – komisi keuskupan manado yang bekerjasama dlama acara ini antara lain Komisi kateketik, komisi kepemudaan, komisi kerasulan awam, komisi komunikasi sosial keuskupan Manado.

Acara ini juga akan di siarkan secara langsung di Radio Montini 106 FM. Acara ini juga bekerjasama dengan Gerakan orang tua asuh untuk seminari Keuskupan Manado.

 

Acara ini akan di pandu oleh moderator talkshow kali ini pastor Kris Ludong, Pr yang juga merupakan Ketua komis kerasulan awam dan komisi kateketik. Pastor Hendro Kandowangko, Pr yang juga merupakan ketua komisi kepemudaan Keuskupan Manado mengambil peran sebagai host pada acara talkshow kali ini.

Pastor Andreas Buarlele, MSC juga merupakan salah satu pembicara pada acara talkshow kali ini  menekankan pentingnya Imam dan pentingnya juga Kerjasama umat dalam mendukung para calon imam.

“Imam adalah persembahan dari keluarga dan umat utk Tuhan dan imam ada demi pelayanannya kpd umat.  Seminari adalah jantung keuskupan. Umat yg ikut ambil bagian dalam Gotaus memberikan kehidupan dan semangat bagi calon imam. Talkshow ini memberikan pemahaman akan perlu jejaring kerja sama antar umat beriman utk ikut mendukung para calon imam” kata Pastor Andre

Menghayati pentahbisannya pada tanggal 26 Juli 2020 lalu. Pastor Malvin Anthonius Karundeng, Pr, bersyukur atas rahmat yang diterima dan memberikan motivasi kepada calon imam untuk merasakan rahmat yang sama.

“Tahbisan merupakan rahmat yang amat luar biasa. Luar biasa karena seseorang  yg penuh dg kekurangan bahkan dosa  dipanggil dan  dikuduskan untuk menjadi penyalur berkat bagi banyak orang. Panggilan menjadi seorang imam itu ibarat tanah di tangan tukang periuk. Seringkali periuk yg dia buat itu tidak sesuai dg apa yg diharapkan. Mungkin ia membayangkan untuk membuat periuk yg besar dan megah. Tetapi karena tanah itu bercampur dg batu-batu kecil sehingga membuat periuk itu retak bahkan hancur. Sang tukang periuk itu tidak langsung membuang tanah itu. Ia mengambil tanah itu dan membersihkan tanah itu dari batu-batu. Kemudian ia bekerja lagi dan jadilah periuk yg tetap indah. Begitu juga dengan menapaki jalan panggilan menjadi seorang imam. Ada banyak lika-liku dan kelekatan-kelekatan yang harus dilalui dan dibersihkan. Oleh karena itu seorang calon imam harus benar-benar mengenal dirinya sendiri dan siapa yg memanggil dia agar supaya ia dapat memikul salib, menyangkal diri dan mengikuti Dia yg memanggilnya dgn setia dan penuh ketaatan.”- kata Pastor Malvin juga menjadi salah satu pembicara pada acara talkshow kali ini.

“Imam merupakan urat nadi Gereja Katolik  maka mari kita saksikan dan ikuti Bersama talkshow MCO pada hari sabtu tanggal 1 Agustus ini. Live disiarkan secara langsung dari Facebook Manado Catholic Orchestra yang di relay di Facebook komisi – komisi di keuskupan Manado Komisi kateketik, komisi kepemudaan, komisi kerasulan awam, komisi komunikasi social keuskupan Manado. atau. Stay tuned di Radio montini 106 FM. Para penonton juga bisa memberikan pertanyaan dan komentar di kolom komentar. Talkshow ini juga berhadiah” kata Ade John Nursalim Direktur Manado Catholic Orchestra menanggapi acara Talkshow kali ini.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Acara talkshow daring diselenggarakan oleh Manado Catholic Orchestra (MCO) ini membahas seputar fenomena penggunaan media daring dan persepsi iman Katolik, Sabtu 11 Juli 2020. Acara ini disiarkan secara langsung melalui Facebook Manado Catholic Orchestra dan di relay di akun Komisi – komisi yang ikut bekerjasama dalam acara ini. Acara ini menjangkau 8.227 orang dengan jumlah penayangan 2.400.

Acara ini menghadirkan dua orang pastor dan cendekiawan P. Stenly Vianny Pondaag S.S., M. Th., M.S.C yang juga merupakan ketua komisi liturgi keuskupan Manado. dan P. Hermas Asumbi S.S., S.S.L., M.S.C. ahli kitab suci yang menempuh pendidikannya di Pontificio Istituto Biblico, Roma - Italia (Biblicum).

Acara tersebut dibuka dengan performance Divisi band  MCO dengan lagunya Ya Yesus Hamba Sedia dari buku lagu puji syukur no 688 yang dibawakan dengan irama Blues. Divisi Band MCO  kali ini diisi oleh pemimpin divisi band Manado Catholic orchestra Alfian Kobis sebagai guitarist, Revan Umbas Ketua MCO sebagai bassist, Glen Amiri sebagai Keyboardist. Frisky Tangpao sebagai Drummer. Billy Abuthan sebagai soundman. Divisi Band MCO melanjutkan acara dengan menyanyikan lagu kedua yang berjudul “hatiku” yang di ciptakan oleh Erestu. Lagu yang sering di bawakan dalam peribadatan dalam bentuk paduan suara campuran SATB ini di arransemen ulang oleh divisi Band MCO dalam bentuk music pop.

Setelah menyanyikan band membawakan 3 lagu acara kemudian di buka oleh sapaan dari Host pada malam hari ini: Pastor Hendro Kandowangko, Pr yang juga sebagai ketua komisi kepemudaan Keuskupan manado. pastor Hendro menyapa para pemirsa dari sabang sampai Merauke dari miangas sampai pulau rote. Teristimewa umat – umat di keuskupan Manado, SEKAMI bintang misioner, Orang Muda Katolik (OMK) Kusuma yang cerdas, Tangguh, militant dan misioner, ibu bapak dan lansia yang menonton siaran ini. Setelah Host menjelaskan mengenai acara ini dan membawakan doa pembukaan. Acara dilanjutkan oleh Moderator pada acara malam hari ini.

Moderator talkshow pada acara malam hari ini ialah ketua komisi Kateketik dan komisi kerasulan awam Keuskupan Manado, Pastor Kris Ludong, Pr. Pastor Kris menceritakan kepada kita pemanfaatan media daring di saat pandemic ini. Moderator juga mengingatkan Kembali kepada kita semua bahwa Bapak Uskup telah mengeluarkan 3 surat gembala tertanggal 21 Maret, 1 april, 22 april 2020. dengan 5 inti pemberitaan yaitu:

  1. Hendaklah Umat tetap memelihara iman harap dan kasih sehingga tetap subur bertumbuh, melimpah berbuah
  2. Imam – imam tetap merayakan ekaristi kendati tanpa kehadiran umat
  3. Umat di harapkan mengembangkan ecclesia domestica
  4. Perayaan perayaan liturgi dapat diikuti secara live streaming Komuni diterima dalam kerinduan.
  5. Umat mengikuti protocol pemerintah.

Pastor stenly mengatakan misa online benar – benar menjembatani kerinduan umat merayakan ekaristi dalam masa pandemic ini . begitu banyak orang yang terbantu dengan adanya misa online ini. Paus benediktus dalam Sacramentum Caritatis ada kemungkinan umat menggunakan teknologi dalam merayakan ekaristi tetapi umat yang mengikuti harus menyadari bahwa partisipasi secara virtual tersebut tidak bisa menggantikan kewajiban umat untuk mengikuti perayaan ekaristi secara langsung.

Moderator menambahkan “misa baru sah diikuti Ketika kita datang langsung. Tetapi sesuai anjuran gembala, kita mengikuti misa secara daring saja”

Pastor stenly dalam menjawab pertanyaan yang di lontarkan secara langsung menginformasikan bahwa kebijakan untuk hadir dalam misa secara langsung sangat tergantung dari situasi dan penilaian kongkrit dari pastor paroki. Pastor Stenly juga menambahkan bahwa “misa online itu kemungkinan saja. Untuk daerah yang tidak ada signal atau tidak bisa mengikuti streaming, bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan eklesia domestica.”  “Ecclesia domestica tidak perlu kepala keluarga yang sangat hebat dalam membawakan ibadah. Tetapi bisa saja di lakukan dalam bentuk doa Bersama seperti doa rosario.” “mengikuti misa online memerlukan partisipasi intentional, bukan hanya sebuah Shopping windows. Tetapi benar- benar memiliki intensi seperti misa seperti biasa mengambil bagian secara aktif.”

 Pastor Hermas menambahkan bahwa “Ketika kitab suci ditulis, belum ada media daring. Tetapi satu hal yang prinsip dalam kitab suci itu ada . yaitu kitab suci mengatakan bahwa tuhan kit aitu Adonai atau ellohim adalah Allah yang berbicara kepada umatnya. Supaya umat mengenal siapa Dia dan apa kehendakNya. Bukan secara langsung tetapi lewat malaikat. Dalam kitab ulangan dan keluaran, Musa diperintahkan untuk menulis Firman Tuhan dan dibacakan di hadapan orang Israel. Jadi ada media yang dipakai yaitu tulisan, seni music, seni rupa. Penggunaan media ini bertujuan agar kehendak Tuhan di wartakan media itu juga yang kita gunakan di zaman sekarang dalam bentuk media online. Kita bisa mengikuti misa oleh Paus dari vatikan di rumah masing – masing. Kita bisa menikmati komunitas jaringan. Lewat komunitas jaringan (Network community). dengan ini, kita bisa membangun keluarga manusia.” “di masa seperti ini kita harus pintar dan beriman agar dapat menembus angin dan gelombang”

Acara di lanjutkan dengan sesi tanya jawab berhadiah yang di pandu oleh Host Pastor Hendro Kandowangko sembari mengumumkan acara Cerdas Cermat Kitab Suci minggu depan dengan tema “Penyelenggaraan ilahi di masa pandemi” yang akan di selenggarakan sabtu 18 Juli 2020 pukul 19:00 langsung dari halaman facebook Manado Catholic Orchestra.  Nama – nama pemenang dalam sesi tanya jawab berhadiah dalam acara ini ialah:

  1. Silvester Rondonuwu
  2. Paulus adam
  3. Reza Mercyano Tulong

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara, host dan moderator yang di serahkan oleh ibu Meify Polii wakil ketua Manado Catholic Orchestra.

Pastor Dr John Montolalu, Pr. sekertaris keuskupan sekaligus pastor moderator Manado Catholic Orchestra menanggapi acara ini memberikan himbauan kepada umat: “Mari kira gunakan media daring dengan sebaik-baiknya untuk mendalami iman kita dan mendaratkannya dalam perjumpaan dgn sesama. Kita wujudkan iman dalam hidup dalam rupa kesaksian iman tidak terhalang oleh keadaan luarbiasa seperti di masa pandemic ini.”

Director Manado Catholic Orchestra, dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp. M. Berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik.“Manado Catholic Orchestra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama untuk mewujudkan acara talkshow yang bertajuk media daring dan iman Katolik: okay kah?. Ucapan terima kasih ini di tujukan kepada Pastor paroki Pastor Damianus Yangko Alo., Pr, Pastor Terry Ponomban., Pr, Dewan pastoral dan pengurus paroki Gereja St. Ignatius, Manado Para partisipan, tim pembagi halaman. Tim penyelenggara yang terdiri dari Manado Catholic Orchestra, Komisi Kateketik, komisi liturgi, Komisi Kerasulan Awam, Komisi Kepemudaan, Komisi Komunikasi Sosial dan Komisi Komunikasi Sosial Paroki st Ignatius. Terima kasih juga kepada Livia Faustine Wangsa yang telah membantu dalam bidang design komunikasi visual dalam acara ini, Victor Mongi, ST sebagai IT support dan manajer acara pada talkshow kali ini, ibu Agnes Lomban SSos, MM yang telah mengusahakan perlengkapan video dan tentunya kepada sponsor tunggal kita pada malam ini Jumbo pasar swalayan.”

Dr John juga menambahkan “dalam acara ini juga kami mengumumkan jika ada pertanyaan mengenai materi yang dibawakan dalam acara ini dipersilahkan untuk menghubungi halamaan website www.komlitkusuma.org atau halaman facebook forum liturgi keuskupan Manado. informasi dan saran juga dapat disampaikan melalui halaman Facebook Manado Catholic Orchestra.”

Jangan lupa kita ikuti Cerdas Cermat Kitab Suci edisi ketiga dengan tema “Penyelenggaraan ilahi di masa pandemic” pada sabtu 18 Juli 2020 pukul 19:00 dengan total hadiah jutaan rupiah.(/MS)

Manado, Sulutnews.com – Ditengah pandemic covid-19 saat ini, Manado Catholic Orchestra Laksanakan Live Talkshow, Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci Berhadiah, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Juli 2020, mulai pukul 19:00 Wita.

Tema  Talks Show : Media Daring dan Iman Katolik: Okay Kah?

Acara ini akan membahas seputar aplikasi media daring dan hubungannya dengan iman katolik.

Perubahan selalu terjadi. Perubahan itu tak terkecuali terjadi pada tubuh gereja. Perubahan itu bisa menjadi tantangan bagi gereja tetapi juga bisa menjadi keuntungan. Perubahan harus dilakukan berdasarkan landasan iman gereja. Media daring merupakan perubahan yang sudah menjangkiti tubuh gereja.

Sejauh apakah media daring ini menjadi keuntungan bagi gereja? Atau seperti apakah yang boleh dan tidak boleh dalam penggunaan media ini? Bagaimanakah caranya agar kita dapat menggunakan media ini untuk perkembangan iman katolik? Jika kita memperhatikan gaya hidup jemaat mula – mula tentu media daring blm ada pada zaman itu. Apakah media daring ini relevan di saat sekarang? Dan masih banyak hal lain yang akan di bahas dalam acara ini.

Acara ini menghadirkan 2 orang pembicara untuk dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan yang ada dengan sebaik mungkin. Kedua pembicara ini merupakan cendekiawan sekaligus rohaniawan yang ahli dibidangnya. Mereka adalah :

  • Stenly Vianny Pondaag S.S., M. Th., M.S.C
  • Hermas Asumbi S.S., S.S.L., M.S.C.

Adapun acara ini secara langsung di pandu oleh host Pastor Hendro Kandowangko, Pr yang juga sebagai ketua komisi kepemudaan Keuskupan manado dan pastor Kris Ludong, Pr yang juga sebagai ketua komisi Kateketik dan komisi kerasulan awam Keuskupan Manado. Acara juga akan dimeriahkan dengan Live music dari divisi Band Manado Catholic Orchestra.

Agar lebih mengenal para pembicara, berikut kami lampirkan daftar Riwayat hidup singkat dari kedua pembicara.

Nama Pemateri : P. Stenly Vianny Pondaag MSC

Tempat/Tanggal Lahir : Woloan, 29 Mei 1977

Alamat : Skolastikat MSC Pineleng

Pekerjaan : Pengajar di STF Seminari Pineleng  dan Pembina di Skolastikat MSC Pineleng

Motto Hidup : Ad astra per aspera (menuju bintang dengan jerih paya)

Riwayat Pendidikan :

  1. SD Katolik 1 Woloan (lulus tahun 1990)
  2. SMP Katolik Woloan (Lulus 1993)
  3. SMA Negeri 1 Tomohon (Lulus 1996)
  4. Seminarium Agustinianum Tomohon (Lulus 1997)
  5. Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (Lulus 2003)
  6. Kursus Teologi Lanjutan di STF Seminari Pineleng (Lulus 2006)
  7. Program Magister Teologi (S 2) di Universitas Innbruck, Austria (2014)
  8. Program Doktoral Teologi (S 3) di Universitas Innsbruck, Austria (2018)

Riwayat Pekerjaan :

  1. Staf Pengajar dan Pembina di Seminari Kakaskasen Tomohon (2007-2010)
  2. Staf Pembina di Skolastikat MSC Pineleng (2018 sampai sekarang)
  3. Dosen di STF Seminari Pineleng (2018 sampai sekarang)

Pengalaman Berorganisasi :

  1. Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Manado (mulai Juni 2020)

Nama Pemateri : P. Hermas Asumbi S.S., S.S.L., MSC

Tempat/Tanggal Lahir : Nulion, 29 September 1976

Alamat : Skolastikat MSC Pineleng

Pekerjaan : Dosen (Kitab Suci) di STF-SP

Motto Hidup : “ut vitam abundantius habeant”

Riwayat Pendidikan :

  1. SD Katolik II ‘Sta. Lucia’ Nulion
  2. SMP Katolik Maris Stella Sambiut
  3. Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen (1992-1996)
  4. STF-SP (1997-2004)
  5. Nanzan University, Nagoya – Japan (2005-2007)
  6. Pontificio Istituto Biblico, Roma - Italia [secara popular dikenal dengan nama ‘Biblicum’] (2015-2019)

Riwayat Pekerjaan :

  1. Misionaris di Jepang 2005-2015
  2. Dosen (Kitab Suci) di STF-SP (mulai Januari 2020)

Acara ini terbuka untuk umum dan bisa di saksikan Bersama melalui halaman Manado Catholic Orchestra dan di relay di beberapa akun komisi di keuskupan manado antara lain:

  • Komisi kateketik,
  • Komisi kepemudaan,
  • Komisi liturgi,
  • Komisi komunikasi sosial,
  • Komisi kerasulan awam dan Komsos paroki St. Ignatius, Mando.

Dalam acara ini juga akan di lemparkan pertanyaan dengan hadiah bagi para peserta yang bisa menjawab dengan benar. Selain menjawab pertanyaan, para peserta juga boleh memberikan pertanyaan.

Jangan lupa saksikan Talkshow “Media Daring dan iman katolik: okaykah?” pada hari Sabtu tanggal 11 juni 2020 pukul 19:00 WITA.

LIVE dari halaman Facebook Manado Catholic Orchestra

(*/MS)

Tondano, Sulutnews.com - Pengurus Lansia Sinode GMIM yang dipimpin Dra. Roosje Kalangi, M.Si sebagai ketua, pekan lalu mengadakan aksi sosial berbagi kasih di dua panti werdha di Tondano, Minahasa yakni Panti Werdha Debora dan Ina 1.

Kalangi didampingi sejumlah pengurus lainnya yaitu Wakil Ketua Decky Pinontoan, Wakil Ketua Pdt. Regah, Sekretaris Marthen Sumual, SE, Bendahara Hesky Montong, serta Meiske Tanor, Popy Rangian, dan Fertje Pantouw.

Dikatakan, kegiatan anjangsana ini merupakan implementasi dari salah satu keputusan Rapat Kerja Kelompok Fungsional Lansia tingkat Sinode GMIM yang dilaksanakan 14 Februari 2020 di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Manado.

"Kami pengurus langsung bergerak melaksanakan keputusan rapat kerja dengan mengunjungi rekan-rekan kami penghuni Panti Werdha. Kami berbagi kasih, berbagi cerita dan kebahagiaan bersama sebagai sebuah persekutuan yang indah,"kata Kalangi yang juga mantan Direktur Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara dan Mantan Pembantu Rektor II Bidang Adminstrasi dan Keuangan IPDN Jatinangor.

Lebih lanjut dijelaskan, perkunjungan anjangsana berbagi kasih ini sekaligus melihat langsung kehidupan para lansia di panti werdha dan program pelayanan di panti werdha dengan mensosialisasikan semangat lansia yang bertajuk "Lansia Sehat, Kuat, dan Diberkati".

"Kami mengapresiasi komitmen dan kerja keras pengelola panti werdha dan kami berharap pelayanan ini akan terus berkelanjutan,"tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pengurus Lansia Sinode GMIM, Decky Pinontoan. "Pelayanan lansia di panti werdha - panti werdha adalah kepedulian yang luar biasa yang perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Pengurus Lansia Sinode GMIM akan proaktif melakukan pendampingan di panti-panti werdha yang merupakan kediaman para lansia,"kata Pinontoan.

Bendahara Pengurus Lansia Sinode GMIM, Hesky Montong menambahkan, dalam kegiatan anjangsana berbagi kasih ke dua panti werdha, pengurus lansia menyerahkan sejumlah kebutuhan pokok berupa makanan kepada pengurus dan penghuni panti werdha. (/Feybe)

Minut, Sulutnews.com - Ribuan lansia Se -GMIM atau dari Gereja Masehi Injili di Minahasa Sabtu pekan lalu menghadiri Ibadah Pranatal di Kediaman  Gubernur Sulut.

Rosye Kalangi Ketua Lansia Sinode GMIM mengatakan Ibadah Pra Natal ini sebagai wujud kebersamaan. Natal untuk membawa kedamaian sesama termasuk sesama lansia GMIM.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam Sambutannya mengatakan banga dengan lansia GMIM yang tetap bersemangan. Natal akan membawa sukacita bagi kita umat Kristen termasuk warga lansia GMIM. Gubernur mengajak agar kita semua bersatu bekerja sama membangun daerah ini. Karena sangat penting agar maju. Khotbah dipimpin Pdt Sompe Mth dari Sinode GMIM.(/Fanny)