Olah Raga

Olah Raga (16)

Manado,Sulutnews.com - Tim Atlet Paralayang Fasida Sulawesi Utara melaksanakan peninjauan lokasi untuk safety training (SIV) di bukit Selena, Palu, Selasa (31/08/2021).

Instruktur paralayang Sulut, Nixon Andries Ray menjelaskan, bentuk kegiatan ini berupa simulasi untuk menghadapi keadaan darurat atau jika terjadi situasi ekstrim terhadap profil glider Paralayang.

“Bisa berbentuk full stall, negative spin, asymmetric collapse, symmetric collapse, spiral dives dan lain-lain. Sehingga peserta dilatih untuk bisa menangani kondisi-kondisi tersebut agar tetap aman. Semua manuver akan dilakukan diatas air (laut) dan utk safety akan disiapkan dua buah Speedboat Rescue, life jacket untuk seluruh peserta, paramedis dan ambulance”, jelas Nixon Andries Ray.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peninjauan dan persiapan kegiatan latihan bersama dalam bentuk SIV (Simulation d'Incident en Vol) atau Safety training. Rencana kegiatan SIV akan digelar pada tanggal 9 September sampai 13 September 2021 di Bukit Selena, Palu.

FASI Sulteng menginisiasi kegiatan pelatihan SIV ini. Peserta awalnya hanya dikhususkan bagi komunitas Paralayang Sulteng dan Sulawesi Utara saja. Namun peminat datang dari berbagai daerah diluar pulau Sulawesi. Sehingga, peserta dibatasi hanya dua puluh Atlet, demi menjaga kualitas program SIV.

Sementara itu, Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., selaku Pembina FASIDA Sulut memastikan akan mendukung secara penuh peningkatan keamanan, keselamatan dan prestasi atlet Paralayang Sulut. Hal ini sejalan dengan program FASI Pusat yang diketuai oleh Kepala Staf Angkatan Udara agar Lanud dapat mensupervisi dan mensupport berkembangnya olahraga FASI di daerah-daerah.

Turut mendampingi Instruktur sebagai satu tim, adalah Aji Natanael Pinto, Richardo Polii, Steven Wohon, serta drone pilot Daniel.(*/Sus).

Tokyo,Sulutnews.com - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Paralimpiade Tokyo 2020 dari cabang para angkat berat. Pada cabang ini lifter kebanggaan merah putih Ni Nengah Widiasih akhirnya memastikan medali perak untuk Indonesia dari kelas 41 kg putri.

Prestasi Ini merupakan hasil terbaik yang diraih lifter Ni Nengah Widiasih yang akrab disapa Widi, setelah melewati perjuangan panjang latihan yang tidak pernah lelah.

Lifter asal Bali itu, Kamis (26/8) hari ini, membuktikan kepantasannya bersaing dengan sembilan lifter dunia lainnya hingga akhirnya mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Foto:  Ni Nengah Widiasih bersama Ibu Ruthy Bambang Waskito 

Berlomba di Tokyo International Forum, Widi berhasil melakukan dua kali angkatan 98 kg yang menjadi angkatan terbaiknya. Peraih medali perunggu Paralimpiade Rio 2016 itu unggul tipis atas lifter Venezuela, yang meraih medali perunggu Fuentes Monasterio yang mencatat angkatan terbaik 97 kg.

“Puji Tuhan, Widi berhasil meraih medali perak bagi Indonesia. Inilah penampilan dan hasil terbaik yang diberikan Widi kepada bangsa dan negara,” ucap Senny Marbun, Ketua NPC Indonesia.

Harapan lain diutarakan Senny atas keberhasilan Widi menyumbangkan medali perak. “Saya berharap medali perak ini menjadi pembuka jalan dan motivasi bagi atlet lain,” tambah Senny.

Sementara itu untuk medali emas, dipastikan menjadi miliki lifter Tiongkok, Guo Lingling. Guo Lingling bahkan berhasil memecahkan rekor dunia dengan mencatat angkatan terbaik 108 kg.

Widi sendiri sebelumnya ditargetkan bisa kembali membawa pulang medali perunggu dari Tokyo seperti yang dilakukannya di Rio 2016 silam. Namun, dengan raihan medali perak itu, Ni Nengah Widiasih tidak hanya mewujudkan tekad dan harapannya untuk menjadi lebih baik dari prestasi sebelumnya di Rio, dia bahkan juga berhasil melewati beban target yang diberikan pemerintah.

Ini merupakan medali pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Tentunya diharapkan keberhasilan Widi meraih medali perak akan menular dan menjadi pelecut semangat bagi rekannya yang lain untuk berjuang memberikan kemampuan terbaik mereka. (**/Adrian)

Mitra,Sulutnews.com - Tonny Hendrik Lasit (THL) Selaku Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Off Road (IOF) Sulawesi Utara (SULUT) Resmi Mengukuhkan Pengurus Cabang (Pengcab) IOF Minahasa Selatan Periode 2021-2025, di Wisma Laurens Lindangan, (17/7/2021).

Kali ini THL berkesempatan melantik langsung Claudio Lumowa sebagai ketua IOF Minsel ditandai dengan penyerahan Pataka IOF dengan penerapan Protokol kesehatan ketat.

“Selamat kepada pengurus yang baru, semoga apa yang sudah menjadi visi misi dan aturan yang ada di IOF bisa kita jalankan dengan baik dengan selalu mengutamakan protokol kesehatan dan mari kita tunjang seluruh program pemerintah dimasa pandemi Covid 19 ini”, sambut Tonny Lasut.

sementara, Ketua terpilih berharap agar supaya dimasa kepemimpinannya para anggota dan senior bisa menunjang serta mengarahkan selalu untuk menjalankan visi misi IOF Minsel kedepan.

“Terima kasih atas kepercayaan ini, semoga kedepan dalam menjalankan visi misi serta kegiatan IOF Minsel mendapat tuntunan serta masukan dan suport yang positif dari para senior terlebih seluruh pengurus dan anggota agar supaya apa yang sudah direncanakan itu bisa terwujud dengan baik”, harap Lumowa.

Lumowa juga menambahkan, “dimasa pandemi ini sebagai warga negara yang baik kita harus taat dengan selalu menjalankan protokol kesehatan agar supaya terhindar dari wabah Covid 19 yang belum tahu kapan berakhir. Semoga pandemi ini cepat berakhir agar supaya kita bebas untuk melaksanakan agenda kerja dan kegiatan serta even IOF kedepan.”

Lanjut Lumowa, mengingat situasi pandemi serta cuaca ekstrim sekarang ini, seluruh kegiatan kita fokus dalam bhakti sosial dan penghijauan sekaligus menunjang program dari pemerintah, tutup Lumowa.

Turut hadir dalam pelantikan IOF Pengcab Minsel, perutusan yang mewakili mengingat masa pandemi Covid 19, pengurus Pengda Sulut, Sekretaris Dirk Lengkong, Bendahara, Kabid Organisasi Rilly Lihu, Dewan Pengawas Pengda Sulut Jimmy Wongkar (Opa), Ketua Pengcab Manado dan ditandai dengan penanaman Pohon (Rilis IOF/Indri).

Jonathan Wongkar, 14 petenis meja muda putra asal Manado, berhasil menumbangkan rekan seniornya Audy Sangor, dalam pertarungan persahabatan.

Pertarungan yang berlangsung di Kelurahan Banjer Lingkungan IV, Kecamatan Tikala, Manado, baru-baru ini, menyita perhatian puluhan penonton yang menyaksikan.

Jonathan yang didampingi orang tuanya, Erwin Wongkar dan Audy Sangor menunjukkan permainan yang spektakuler.

Kedua pemain Sulut jebolan Ragunan berupaya memenangkan lima game. Jonathan menang pada game pertama, game kedua dimenangkan Audy Sangor.

Pada pertarungan yg berlangsung alot game ketiga dimenangkan Jonathan, pada game ke empat dibalas Audy Sangor.

Sedangkan pada game ke lima Jonathan sempat tertinggal 4 point. Namun dengan kegigihan dan mentalnya Jonathan berhasil mengejar dan memenangkan pertarungan dengan skor akhir 3 - 2.

"Pertarungan sangat ketat, baik Jonathan maupun Audy sama sama pemain Sulut. Audy bahkan pernah meraih juara Sulut pada kelompok umurnya. Tapi, pada pertarungan Jonathan memang tampil prima dan bisa mengalahkan lawannya," kata

Coah Chen Rambi yg juga petenis meja senior jebolan Ragunan.(/MS)

LAMPUNG, Sulutnews.com - Keinginan Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2020, akhirnya terwujud setelah terpilih secara aklamasi pada Rapat Kerja Nasional luar biasa (Rakernaslub), Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI, Jumat (25/10/2019) di Tegal Mas Island, Lampung. 

10 cabang olahraga akan dipertandingkan pada Porwanas yang dijadwalkan bakal digelar pertengahan Agustus hingga awal September 2020 mendatang.

Rakernaslub yang diikuti 27 pengurus Siwo se-Indonesia dari 35 provinsi mayoritas menghendaki Jatim sebagai pengganti Provinsi Papua yang sebelumnya menyatakan tidak siap menjadi tuan rumah. 

Selain Jawa Timur, Provinsi Sumatra Selatan, juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun sayangnya, dari tata tertib Rakernaslub, calon rumah Porwanas sebelumnya harus mengajukan Surat permohonan kepada Siwo PWI Pusat dan PWI Pusat. Termasuk surat dukungan dari Pemerintah Provinsi. 

Pimpinan sidang Rakernaslub, Janu Riyanto dari Siwo PWI DI Yogyakarta mengatakan sesuai Tatib Rakernaslub,  Sumsel dinyatakan gugur.  Berarti hanya Jatim Yang layak sebagai tuan rumah Rakernaslub.  Meski begitu Janu tetap memberikan apresiasi kepada Sumsel yang meminta waktu untuk memberikan pemaparan. 

“Setelah semua SIWO menyatakan mendukung Jatim sebagai tuan rumah, maka secara aklamasi, Jatim menjadi tuan rumah Porwanas 2020. Sedangkan Papua, dinyatakan batal Sebagai tuan rumah. Bagi Provinsi Sumsel, kita mengapresiasi ikut meramaikan sebagai calon tuan rumah Porwanas, namun belum memenuhi tatib,” ujar Janu, yang juga didampingi ketua SIWO PWI Pusat, Ariwangsa. 

Usai penetapan Jatim sebagai tuan rumah Porwanas 2020, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada Ketua PWI Jatim dan Ketua SIWO Jatim untuk menyampaikan, persiapan Jatim sebagai tuan rumah. 

"Saya berterima kasih kepada teman-teman atas dukungannya. Kami sudah menyiapkan segalanya baik bersifat teknis maupun non teknis pelaksnaan nanti. Kota Malang dan Kota Batu, Jatm jadi lokasi oertandingan,” kata Erwin Muhamad, Ketua Siwo PWI Jatim.

Ke-10 cabang yang akan dipertandingkan,

atletik,  biliar, bulu tangkid,  catur,  futsal,  sepak bola,  tenis meja,  tenis lapangan, bridge dan bowling. Juga akan dilombahkan dua lomba karya jurnalistik dan lomba foto jurnalistik.  Ketua SIWO PWI Sulut Wolter Rumapar yang ikut dalam rakernas tersebut mengatakan, meski sempat panas saat persidangan karna muncul Sumsel yang ikut mencalonkan diri, rakernas dapat berlangsung sukses dan penuh kekeluargaan.(/Wolter)

Manado, Sulutnews.com - Tiga rekor dunia selam akhirnya terpecahkan di Manado, Sulawesi Utara. Rekor pertama pecah pada 1 Agustus 2019, yaitu rangkaian penyelaman massal terpanjang dengan bergandengan tangan.

Kemudian rekor kedua dan ketiga yaitu masing-masing penyelaman massal terbanyak dan rekor pembentangan bendera merah putih terbesar di bawah air, pecah pada 3 Agustus 2019.

Kepastian pecahnya rekor untuk dua kategori terakhir tersebut, diumumkan oleh official Guinness World Records beberapa saat usai pelaksanaan penyelaman, Sabtu pagi (3/8/2019).

Tiga rekor dunia penyelaman yang diprakarsai oleh Wanita Selam Indonesia (WASI) ini, keseluruhannya dipusatkan di Pantai Manado, Kawasan Mega Mas.

"Bukti sudah dilihat dan sesuai dengan aturan 3131 orang, dan untuk pembentangan bendera, sebelumnya 166, 62 meter persegi menjadi 1014 meter persegi," ucap Solvej Malouf, Guinness World Records Adjudicator saat membacakan pengumuman.

Iapun akhirnya memberikan piagam sertifikat kepada Ketua WASI, Ny. Tri Tito Karnavian selaku Penasihat kegiatan pemecahan rekor dunia selam, di depan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Forkopimda Sulut dan seluruh peserta selam massal.

"Hari ini saya mengalami banyak sekali pengalaman yang luar biasa karena hari ini adalah puncaknya dari kerja keras panitia, yang bekerja selama satu tahun dalam mempersiapkan untuk menciptakan tiga rekor dunia yang tercatat sebagai kebanggaan Indonesia di dunia internasional," ucap Ketua WASI.

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar, negara kelautan terbesar di dunia dengan kepulauan yang sangat banyak dengan suku, agama, ras dan kekayaan alam yang tidak ternilai.

Kegiatan ini dilakukan di bulan Agustus, bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yang berusia 74 tahun.

"Semoga ini adalah hadiah yang paling indah yang kita persembahkan kepada negara Indonesia yang kita cintai. Semoga kegiatan kami ini tidak hanya berakhir di sini namun terus memotivasi kepada kita semua untuk berbuat apa yang terbaik bagi bangsa dan negara kita," tutur Ketua WASI.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaam kepada semua pihak. "Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak, kepada teman-teman saya yang sudah berjuang selama satu tahun ini, semua divers yang ada di Sulut dan seluruh Indonesia dan semua rekan-rekan dari Polri dan TNI juga dari komunitas selam seluruh Indonesia," ujarnya.

Ketua WASI juga mengajak warga agar terus menjaga lingkungannya masing-masing. "Mari kita bersama-sama untuk tidak membuang sampah sembarangan sehingga sampah bisa mengalir ke laut. Gunakanlah bahan plastik dengan bijaksana dan jangan buang sampah sembarangan," tandasnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sabtu (3/8/2019) tampak ramai. Pasalnya, hari ini di pantai yang memiliki air berwarna biru itu, akan ditorehkan kembali sejarah di dunia selam.

Bukan hanya satu, tapi dua rekor dunia selam atau Guinness World Record (GWR) yang akan dicatatkan untuk sejarah baru Indonesia. Yaitu memecahkan rekor penyelaman massal terbanyak (Most People Scuba Diving) dan pembentangan bendera terbesar di bawah air (Largest Unfurled Flag Underwater).

Panitia menyebut bahwa untuk hari ini, lebih dari 3000 penyelam yang berpartisipasi. Mereka terdiri dari berbagai usia dan gender.

Di lokasi, ribuan penyelam yang sudah dikelompokkan telah bersiap untuk memecahkan dua rekor sekaligus. Pengunjung pun tampak antusias.

Sebab berbeda dengan Kamis (1/8/2019), pengunjung yang ingin menyaksikan pemecahan rekor dunia hari ini tampak lebih ramai. Bahkan ada yang membawa seluruh keluarganya untuk menyaksikan aksi tersebut.

Kebetulan pada Sabtu-Minggu Kawasan Megamas menjadi lokasi yang biasa digunakan warga Manado untuk berolahraga. Sebab pemerintah menetapkan hari itu adalah hari bebas kendaraan atau car free day.

Sebelumnya pada Kamis (1/8/2019) Wanita Selam Indonesia (WASI) dan ratusan penyelam berhasil memecahkan rekor rangkaian manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chains Underwater). Mereka berhasil bergandengan tangan tanpa terputus selama lebih dari 7 menit di laut biru itu.(/SD)

Manado, Sulutnews.Com - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut mendukung target pemecahan rekor Dunia selam yang akan dilaksanakan pada 1-3 Agustus di Kawasan Mega Mas Manado.

Ketua Eksekutif LMND Wilayah Sulut Septian Paat mengatakan, pelaksanaan kegiatan yang digagas oLeh WASI dengan gelar selam untuk rekor Dunia ini diharapkan akan menjadikan Sulawesi Utara semakin terkenal dan dapat memberi nilai positif bagi kegiatan selam. " Berharap pelaksanaan kegiatan ini sukses dan dapat memberi nilai tambah untuk peningkatan ekonomi serta dapat berdampak positif bagi dunia Pariwisata Sulawesi Utara," kata Paat.

Kegiatan selam kali ini tidak hanya menarik untuk disaksikan karena ada target memecahkan Rekor Dunia, tetapi ini memiliki manfaat bagi pelestarian lingkungan di wilayah Sulut, mengingat nantinya akan diketahui sejauh mana tingkat kebersihan wilayah pesisir pantai Kota Manado dari pencemaran lingkungan, sebab bukan tidak mungkin sampah yang dibuang kelaut berdampak buruk bagi ekosistim terumbu karang yang ada dipesisir laut Kota Manado."Pesan dari kegiatan selam ini adalah untuk memberikan pemahaman bagi kita masyarakat untuk bagaimana menjaga pelestarian lingkungan khususnya laut yang juga butuh perhatian," ungkap Paat.

Keterlibatan ratusan penyelam profesional nantinya akan sangat menarik, dan ini dapat disaksikan secara umum oleh masyarakat. (/Josh Tinungki)

Manado, Sulutnews.com - Gubernur Sulut Olly Dondokambey Selasa 25 Juni tinjau Stadion Klabat di Kelurahan Ranotana Manado. Ia mengatakan Stadion Klabat terus dibenahi sesuai syarat untuk dipakai Klub asal Sulut yakni Sulut United yang akan berlaga pada Devisi Dua PSSI pada 2 Juli nanti.

"Saya minta terus dibenahi baik rumput lapangan lampu tribun dan juga tempat ganti air serta lahan parkir. Dan juga areal pemukiman."Kata Gubernur.

Saat ini dari hasil pantauan dilapangan sudah cukup baik Stadion Klabat. Dan siap dipakai nanti. Gubernur berharap sebelum laga perdana 2 Juli sudah harus rampung 100 persen semua lokasi Stadion. Ia mengatakan masyarakat Sulut akan banga dengan Klub Sulut United. Karena memang sudah lama dinantikan para pengemar sepak bola yang cukup banyak.

Gubernur berharap dukungan masyarakat Sulut karena Kita memang ingin sepak bola di Sulut bangkit lagi.

Sejumlah warga Sulut yang diminta tangapan mengatakan banga dengan adanya Klub Sulut United. "Ini sangat baik karena sudah lama tidak ada aktifitas sepakbola. Padahal banyak pengemar."Kata Beny W salah satu pengemar Sepak Bola. Begitu juga dikatakan Rein M dan Stevi W warga Sulut yang hobi sepak bola. Mereka berharap para pemain lokal juga bisa dipakai kedepan namun berkualitas. Warga berharap Sulut United bisa meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Pantauan Sulutnews sebagian besar Stadion sudah dibenahi sehingga kelihatan cantik. Telah dicat pagar dan Tribun serta bagian dalam. Rmput lapangan sudah dibenahi juga.(/Fanny)

Jakarta,Sulutnews.com - Turnamen Piala Presiden Esports 2019 membuka 2 sistem pertandingan, yaitu kualifikasi regional di 8 wilayah, dengan kota Palembang, Bali, Makassar, Solo, Manado kualifikasi terbuka nasional, tim-tim profesional ini dibagi menjadi 2 grup, yaitu Grup A dan grup B dimana dari masing-masing grup akan mencari 4 tim profesional terbaik untuk kemudian bertanding di Final Piala Presiden Esport 2019 bersama dengan kualifikasi tim regional.

Tim Louvre.JG berhasil menduduki posisi pertama dalam klasemen Grup B dalam pertandingan dengan tim Evos yang dilaksanakan di Grand Studio Metro TV Jakarta pada hari Jumat, 22 Maret 2019.

Pertandingan tersebut merupakan pertandingan penentuan untuk tim Evos dapat maju di babak selanjutnya karena mereka masih harus menghadapi salah satu tim terkuat di grup B, yaitu tim Louvre.JG. 

Pada babak pertama, tim Louvre.JG berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 19-7 dalam waktu 13.03 menit, pada babak ini Most Valuable Player (MVP) adalah Kido yang menggunakan hero Mobile Legends Gusion dengan 10 kill, 7 assists dan 1 death.

Pada babak kedua, tim EVOS pun menyamakan pertandingan dengan skor 23-5 dalam waktu 11.33 menit, dan pada pertandingan ini MVP diraih oleh REKT yang menggunakan heronya Kimmy.

Empat tim dari grup B, yaitu tim Louvre.JG, SFI Critical, Capcorn dan Evos akan ikut bersama dengan 8 pemenang regional dan 4 pemenang tim kualifikasi tertutup dari grup A untuk bertanding di Final Piala Presiden Esports 2019.

Angky Trijaka, selaku Wakil Ketua Steering Committee Piala Presiden Esports 2019 sangat mengapresiasi semangat sportivitas grup A dan grup B. “Baik grup A dan grup B memiliki potensi yang sama besar dan pertandingan final nanti. Tentu akan sangat menarik untuk disaksikan langsung di Istora Senayan. Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk datang dan saksikan langsung Final Piala Presiden Esports 2019 tanggal 30-31 Maret 2019 nanti karena 16 tim terbaik Esports Indonesia dari total 3,572 tim akan memperebutkan Piala Presiden Esports pertama di Indonesia.”(/PS)