Olah Raga

Olah Raga (19)

Sport,Sulutnews.com - Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti menulis ulang buku sejarah Liga Champions saat gol babak kedua Vinicius Junior memastikan kemenangan 1-0 melawan Liverpool di Paris untuk mengamankan rekor kesuksesan ke-14 bagi Real dan menjadikan Ancelotti pelatih pertama yang memenangkan empat Piala Eropa.

Namun meski gol Vinicius menjadi momen yang menentukan, Real berutang kemenangan kepada kiper Thibaut Courtois, yang melakukan serangkaian penyelamatan penting sepanjang pertandingan. Mantan penjaga gawang Chelsea itu menggagalkan upaya Mohamed Salah dan Sadio Mane selama tahap awal, mendorong tembakan Mane ke tiang saat Liverpool berusaha memanfaatkan awal yang cerah untuk permainan. Courtois melanjutkan penampilan heroiknya di babak kedua,

Kiper timnas Belgia itu jatuh bangun menjaga kesucian gawang Los Blancos untuk meraih trofi UCL ke-14 merela

Thibaut Courtois menjadi protagonis kemenangan 1-0 Real Madrid atas Liverpool, Minggu (29/5) dini hari WIB, dan mencetak rekor baru di final Liga Champions Eropa.

Kiper timnas Belgia tersebut sukses menjaga kesucian gawang Los Blancos dari serangan bertubi-tubi The Reds sepanjang 90 menit ketika menghadapi pasukan Jurgen Klopp.

Berkat penampilan gemilang Courtois di belakang, sebiji sumbangan dari Vinicius Junior di menit ke-59 pun sudah cukup untuk mempersembahkan trofi UCL ke-14 buat Real Madrid.

Liverpool memang memdominasi jalannya pertandingan sejak menit pertama, melimitasi pergerakan sang lawan sampai-sampai Los Blancos tidak mampu menciptakan satu tembakan pun di babak pertama.

Meski demikian, satu momen brilian hasil kerja sama Federico Valverde dan Vinicius Junior mampu melahirkan satu gol buat pasukan Ancelotti di babak kedua.

Tertinggal, Mohamed Salah cs terus menggempur dan menggempur, hingga mencatatkan sembilan tembakan akurat. Namun semua usaha tersebut mentah di hadapan Courtois, yang kini menjadi kiper dengan penyelamatan terbanyak di final Liga Champions (sembilan) sejak pengambilan data pada 2003/04, menyalip Alisson di final 2019 dan Edwin van der Sar di final 2011 (keduanya delapan).

Meski Real Madrid keluar sebagai juara Liga Champions lima kali dalam sembilan tahun terakhir (2014, 2016, 2017, 2018, 2022) ini adalah Si Kuping Besar pertama Courtois sepanjang kariernya.

Pasalnya, kiper 30 tahun itu baru bergabung dengan Madrid di awal musim 2018/19 ketika dibeli dari Chelsea, semusim setelah Los Blancos juga mengalahkan Liverpool di final Liga Champions 2017/18.

Selain merengkuh trofi paling bergengsi untuk klub Eropa, Courtois juga telah menjuarai dua La Liga, satu Supercopa de Espana, serta satu trofi Piala Dunia Antarklub. 

Dengan memenangkan pertandingan ini, Real membalas kekalahan mereka di final Piala Eropa 1981 melawan Liverpool di ibukota Prancis dan juga memperpanjang rekor kemenangan luar biasa mereka dalam kompetisi tersebut. 14 Piala Eropa Real sekarang dua kali lebih banyak dari AC Milan, yang berada di peringkat kedua dengan tujuh gelar. Liverpool tetap berada di urutan enam setelah terakhir kali memenangkan kompetisi pada 2019. Dan Ancelotti sekarang mengungguli Bob Paisley dari Liverpool dan Zinedine Zidane dari Real sebagai pelatih paling sukses dengan memenangkannya untuk keempat kalinya. Pelatih asal Italia itu memenangkan dua gelar bersama AC Milan, pada 2003 dan 2007, sebelum menambah dua lagi bersama Real pada 2014 dan sekarang 2022.

Penulis: ARP

Sport,Sulutnews.com - Hasil final Liga Champion tadi malam antara Real Madrid vs Liverpool berakhir dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Vinicius Jr. pada Minggu, 29 Mei 2022 di Stade de France, Perancis. Kemenangan ini membuat Los Blancos mengukuhkan diri sebagai tim dengan gelar UCL terbanyak, sejumlah 14 kali.

Serangan balik yang luar biasa dari Real Madrid membuat mereka menang 1-0, termasuk performa bersejarah dari Courtois dengan sembilan penyelamatan sepanjang pertandingan.

Awalnya Liverpool mendominasi wilayah dan tembakan sangat jelas selama babak pertama, mengalahkan Los Blancos dengan sepuluh tembakan berbanding satu.  Mereka menekan dalam 4-3-3 yang biasanya terkoordinasi dengan baik, dan mencegah Real menyelesaikan bola panjang atau berhasil membangun dari belakang.

Sementara itu, Real sama sekali tidak bisa menjebol permainan penguasaan bola.  Upaya menekan yang lemah lembut dengan mudah diatasi oleh bek tengah Liverpool, yang bisa lolos ke Thiago dengan mudah.  Thiago kemudian dapat menemukan penyerang—Díaz, Mané, Salah—dengan operan-operan menegangkan yang mampu menembus garis-garis tekanan terbuka Real.

Namun, Real masih memiliki beberapa situasi di mana mereka bisa melewati lini depan Liverpool, dengan Valverde dan Vinicius berada di belakang bek sayap Liverpool. 

Saat situasi seperti itu menghasilkan peluang paling nyata bagi Real di babak pertama menjelang akhir: umpan ke Benzema menyebabkan kesalahan antara Konaté dan Alisson yang berujung pada gol yang dianulir oleh VAR.

Di awal babak kedua, tempo permainan melambat namun Liverpool terus mendominasi dan menghasilkan tembakan.  Namun, Mendy, Carvajal, Militão, dan Casemiro terus menjauhkan bahaya dari kotak penalti.

Pada menit ke-58, semua penderitaan Real akhirnya digantikan dengan momen serangan besar: rangkaian serangan yang hebat antara Modri ​​dan Carvajal menghasilkan laju Fede yang luar biasa ke sepertiga akhir lapangan.  Apakah Fede ingin melakukan operan atau tembakan, hanya dia yang tahu, tetapi yang terpenting adalah bola berhasil melewati semua pemain bertahan Liverpool dan masuk ke kaki Vinicius untuk mencetak gol.

Setengah jam berikutnya melihat lebih banyak serangan Liverpool, termasuk peluang besar dari Salah dan Jota yang dihentikan dengan brilian oleh Courtois.  Namun, Real Madrid bisa dibilang memiliki penampilan terbaik mereka musim ini dalam mempertahankan kotak, membersihkan sebagian besar bahaya yang masuk ke dalam kotak.  Real Madrid bisa saja mencetak gol kedua dalam beberapa situasi, termasuk serangan balik besar dari Ceballos, dan bola mati di mana Casemiro melewatkan umpan terakhir.

Secara keseluruhan, performa bertahan Real Madrid, tendangan Courtois, dan permainan serangan balik mereka telah membawa tim meraih trofi Liga Champions ke-14. 

Uniknya, dalam konteks laga di Perancis, ini adalah pembalasan Los Blancos atas The Reds.

Pasalnya, pada 1981, Madrid kalah 1-0 dari Liverpool dalam laga di Parc des Princes.

Real Madrid yang merasakan final UCL pertama mereka sejak 2018, turun dengan formasi 4-3-3. Pelatih Carlo Ancelotti mengandalkan kombinasi Karim Benzema dan Vinicius Junior, dengan Fede Valverde menempati posisi sayap kanan, bertarung dengan Andy Robertson.

Sementara itu, Liverpool juga memakai pola 4-3-3. Pilihan Jurgen Klopp untuk trisula di depan adalah Mo Salah, Sadio Mane, dan Luis Diaz. The Reds terbukti tampil lebih dominan daripada Real Madrid sepanjang babak pertama. Bukan cuma karena mereka unggul penguasaan bola hingga 51,7 persen. Liverpool juga mampu melepaskan 10 percobaan, berbanding 1 milik Madrid.

Namun, peluang yang banyak terhambur percuma. Ini termasuk aksi Mo Salah menyambut bola silang Trent Alexander-Arnold (15'). Berselang 6 menit, Sadio Mane melepaskan tembakan yang diblok Courtois, lantas membentur tiang gawang. Los Blancos selamat dari tekanan.

Real Madrid sempat memberikan kejutan pada menit 44, ketika dari sebuah kemelut, Karim Benzema sang top skor UCL musim ini bisa membobol gawang Liverpool. Namun, berdasarkan intervensi VAR, terbukti Benzema terlebih dahulu offside saat menerima bola dari Fede Valverde.

Setelah babak pertama yang tidak ideal, Real Madrid justru mampu lebih berkembang pada paruh berikutnya. Menit 59, Valverde mengirimkan umpan silang datar yang membelah pertahanan Liverpool. Vinicius Junior mencuri kesempatan untuk mencetak gol ke-22-nya di semua kompetisi musim ini.

Jurgen Klopp bereaksi dengan masuknya Diogo Jota. Ini disusul dengan Roberto Firmino dan Naby Keita. Namun, kombinasi Salah-Firmino yang dilanjutkan aksi Robertson (81') dihentikan Courtois. Madrid bermain sangat efektif, sedangkan Liverpool seperti menemui jalan buntu.

Kesempatan lain diperoleh Mo Salah ketika ia bisa mengungguli Ferland Mendy. Namun, tembakannya digagalkan Courtois (83'). The Reds melakukan segala cara untuk mencari gol balasan, hanya lawan mereka kali ini adalah Real Madrid. Pertahanan baja Los Blancos tidak dapat ditembus kubu Anfield hingga laga berakhir.

Berdasarkan statistik Whoscored, sepanjang laga Liverpool melepaskan 24 tembakan (9 tepat sasaran), sedangkan Real Madrid hanya 4 percobaan (2 tepat sasaran).

"Namun, yang istimewa dari Los Blancos adalah penampilan Thibaut Courtois yang diberi rapor 9,2. Ia juga dinobatkan sebagai man of the match dalam final UCL kali ini. Courtois tercatat melakukan 9 penyelamatan.

Keberhasilan Real Madrid mengalahkan Liverpool menunjukkan betapa ajaibnya Los Blancos di UCL musim ini. Hal tersebut dapat terlihat dari cara pasukan Carlo Ancelotti menaklukkan lawan demi lawan, terutama di fase gugur. Selain itu, sejak 8 besar, Madrid selalu menyingkirkan wakil Liga Inggris, dimulai dari Chelsea, Manchester City, dan terakhir Liverpool.

Kemenangan Real Madrid 1-0 atas Liverpool ini membuat Los Blancos berhak merasakan 3 gelar pada tahun 2022. Pasalnya, Los Blancos sebelumnya memenangi Liga Spanyol 2021/2022 dan Supercopa de Espana ke-38.

Sebaliknya, bagi Liverpool, mimpi mereka untuk mencicipi 3 gelar harus berakhir. The Reds sebelumnya punya kesempatan menjadi quadruple winners usai memenangi Piala Liga Inggris (Carabao Cup) dan Piala FA. Namun, kubu Anfield lantas kehilangan gelar juara EPL dan Liga Champions.

Penulis: ARP

Mitra, Sulutnews.com - Gelaran Trail Adventure di Sulawesi Utara ditahun 2022 kembali berlangsung dan diawali dengan ajang jelajah lereng manimporok persembahan GMIM Musoma Tosuraya Barat, Kecamatan Ratahan (19/2/2022).

Ratusan peserta langsung membanjiri ivent perdana kali ini, salah satunya gadis cantik asal Wioi bernama lengkap CHARIN Chantika Wagiu yang berhasil menaklukan jalur yang dipersiapkan panitia penyelenggara. 

Gadis cantik berusia 16 tahun dan sementara duduk di bangku kelas XI SMA 1 Ratahan,Putri tercinta pasangan Christian Wagiu dan Charla Tangkuman memang dikenal sudah malang melintang di arena Trail Adventure Sulut dibeberapa tahun belakangan. Mengendarai kendaraan Honda CRF, tidak membuat gadis cantik ini untuk kalah bersaing dengan para lelaki untuk menaklukan jalur yang dipersiapkan.

Sesuai data yang diterima CHARIN Chantika Wagiu menjadi salah satu dari tiga wanita yang menjadi peserta kali ini dan dewi fortuna masih memihak kepadanya dengan berhasil meraih undian peserta Wanita. 

Bercita cita menjadi seorang Tentara, Charin mengatakan ikut trail adventure hanya sekedar menyalurkan hobby dikarenakan menyukai tantangan dan bersyukur mendapat suport penuh orang tua dan keluarga

" cita cita jadi tentara, ikut begini hanya untuk fun dan menyalurkan hobby, memang awal orang tua tidak setuju tapi akhirnya diperbolehkan, " ungkap Cucu Jehezkiel Tangkuman,yang dikenal orang sebagai pribadi penurut dan berbakti kepada orang tua.

Manado,Sulutnews.com - Tim Atlet Paralayang Fasida Sulawesi Utara melaksanakan peninjauan lokasi untuk safety training (SIV) di bukit Selena, Palu, Selasa (31/08/2021).

Instruktur paralayang Sulut, Nixon Andries Ray menjelaskan, bentuk kegiatan ini berupa simulasi untuk menghadapi keadaan darurat atau jika terjadi situasi ekstrim terhadap profil glider Paralayang.

“Bisa berbentuk full stall, negative spin, asymmetric collapse, symmetric collapse, spiral dives dan lain-lain. Sehingga peserta dilatih untuk bisa menangani kondisi-kondisi tersebut agar tetap aman. Semua manuver akan dilakukan diatas air (laut) dan utk safety akan disiapkan dua buah Speedboat Rescue, life jacket untuk seluruh peserta, paramedis dan ambulance”, jelas Nixon Andries Ray.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peninjauan dan persiapan kegiatan latihan bersama dalam bentuk SIV (Simulation d'Incident en Vol) atau Safety training. Rencana kegiatan SIV akan digelar pada tanggal 9 September sampai 13 September 2021 di Bukit Selena, Palu.

FASI Sulteng menginisiasi kegiatan pelatihan SIV ini. Peserta awalnya hanya dikhususkan bagi komunitas Paralayang Sulteng dan Sulawesi Utara saja. Namun peminat datang dari berbagai daerah diluar pulau Sulawesi. Sehingga, peserta dibatasi hanya dua puluh Atlet, demi menjaga kualitas program SIV.

Sementara itu, Komandan Lanud Sam Ratulangi Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., selaku Pembina FASIDA Sulut memastikan akan mendukung secara penuh peningkatan keamanan, keselamatan dan prestasi atlet Paralayang Sulut. Hal ini sejalan dengan program FASI Pusat yang diketuai oleh Kepala Staf Angkatan Udara agar Lanud dapat mensupervisi dan mensupport berkembangnya olahraga FASI di daerah-daerah.

Turut mendampingi Instruktur sebagai satu tim, adalah Aji Natanael Pinto, Richardo Polii, Steven Wohon, serta drone pilot Daniel.(*/Sus).

Tokyo,Sulutnews.com - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Paralimpiade Tokyo 2020 dari cabang para angkat berat. Pada cabang ini lifter kebanggaan merah putih Ni Nengah Widiasih akhirnya memastikan medali perak untuk Indonesia dari kelas 41 kg putri.

Prestasi Ini merupakan hasil terbaik yang diraih lifter Ni Nengah Widiasih yang akrab disapa Widi, setelah melewati perjuangan panjang latihan yang tidak pernah lelah.

Lifter asal Bali itu, Kamis (26/8) hari ini, membuktikan kepantasannya bersaing dengan sembilan lifter dunia lainnya hingga akhirnya mempersembahkan medali perak untuk Indonesia.

Foto:  Ni Nengah Widiasih bersama Ibu Ruthy Bambang Waskito 

Berlomba di Tokyo International Forum, Widi berhasil melakukan dua kali angkatan 98 kg yang menjadi angkatan terbaiknya. Peraih medali perunggu Paralimpiade Rio 2016 itu unggul tipis atas lifter Venezuela, yang meraih medali perunggu Fuentes Monasterio yang mencatat angkatan terbaik 97 kg.

“Puji Tuhan, Widi berhasil meraih medali perak bagi Indonesia. Inilah penampilan dan hasil terbaik yang diberikan Widi kepada bangsa dan negara,” ucap Senny Marbun, Ketua NPC Indonesia.

Harapan lain diutarakan Senny atas keberhasilan Widi menyumbangkan medali perak. “Saya berharap medali perak ini menjadi pembuka jalan dan motivasi bagi atlet lain,” tambah Senny.

Sementara itu untuk medali emas, dipastikan menjadi miliki lifter Tiongkok, Guo Lingling. Guo Lingling bahkan berhasil memecahkan rekor dunia dengan mencatat angkatan terbaik 108 kg.

Widi sendiri sebelumnya ditargetkan bisa kembali membawa pulang medali perunggu dari Tokyo seperti yang dilakukannya di Rio 2016 silam. Namun, dengan raihan medali perak itu, Ni Nengah Widiasih tidak hanya mewujudkan tekad dan harapannya untuk menjadi lebih baik dari prestasi sebelumnya di Rio, dia bahkan juga berhasil melewati beban target yang diberikan pemerintah.

Ini merupakan medali pertama Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020. Tentunya diharapkan keberhasilan Widi meraih medali perak akan menular dan menjadi pelecut semangat bagi rekannya yang lain untuk berjuang memberikan kemampuan terbaik mereka. (**/Adrian)

Mitra,Sulutnews.com - Tonny Hendrik Lasit (THL) Selaku Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Indonesia Off Road (IOF) Sulawesi Utara (SULUT) Resmi Mengukuhkan Pengurus Cabang (Pengcab) IOF Minahasa Selatan Periode 2021-2025, di Wisma Laurens Lindangan, (17/7/2021).

Kali ini THL berkesempatan melantik langsung Claudio Lumowa sebagai ketua IOF Minsel ditandai dengan penyerahan Pataka IOF dengan penerapan Protokol kesehatan ketat.

“Selamat kepada pengurus yang baru, semoga apa yang sudah menjadi visi misi dan aturan yang ada di IOF bisa kita jalankan dengan baik dengan selalu mengutamakan protokol kesehatan dan mari kita tunjang seluruh program pemerintah dimasa pandemi Covid 19 ini”, sambut Tonny Lasut.

sementara, Ketua terpilih berharap agar supaya dimasa kepemimpinannya para anggota dan senior bisa menunjang serta mengarahkan selalu untuk menjalankan visi misi IOF Minsel kedepan.

“Terima kasih atas kepercayaan ini, semoga kedepan dalam menjalankan visi misi serta kegiatan IOF Minsel mendapat tuntunan serta masukan dan suport yang positif dari para senior terlebih seluruh pengurus dan anggota agar supaya apa yang sudah direncanakan itu bisa terwujud dengan baik”, harap Lumowa.

Lumowa juga menambahkan, “dimasa pandemi ini sebagai warga negara yang baik kita harus taat dengan selalu menjalankan protokol kesehatan agar supaya terhindar dari wabah Covid 19 yang belum tahu kapan berakhir. Semoga pandemi ini cepat berakhir agar supaya kita bebas untuk melaksanakan agenda kerja dan kegiatan serta even IOF kedepan.”

Lanjut Lumowa, mengingat situasi pandemi serta cuaca ekstrim sekarang ini, seluruh kegiatan kita fokus dalam bhakti sosial dan penghijauan sekaligus menunjang program dari pemerintah, tutup Lumowa.

Turut hadir dalam pelantikan IOF Pengcab Minsel, perutusan yang mewakili mengingat masa pandemi Covid 19, pengurus Pengda Sulut, Sekretaris Dirk Lengkong, Bendahara, Kabid Organisasi Rilly Lihu, Dewan Pengawas Pengda Sulut Jimmy Wongkar (Opa), Ketua Pengcab Manado dan ditandai dengan penanaman Pohon (Rilis IOF/Indri).

Jonathan Wongkar, 14 petenis meja muda putra asal Manado, berhasil menumbangkan rekan seniornya Audy Sangor, dalam pertarungan persahabatan.

Pertarungan yang berlangsung di Kelurahan Banjer Lingkungan IV, Kecamatan Tikala, Manado, baru-baru ini, menyita perhatian puluhan penonton yang menyaksikan.

Jonathan yang didampingi orang tuanya, Erwin Wongkar dan Audy Sangor menunjukkan permainan yang spektakuler.

Kedua pemain Sulut jebolan Ragunan berupaya memenangkan lima game. Jonathan menang pada game pertama, game kedua dimenangkan Audy Sangor.

Pada pertarungan yg berlangsung alot game ketiga dimenangkan Jonathan, pada game ke empat dibalas Audy Sangor.

Sedangkan pada game ke lima Jonathan sempat tertinggal 4 point. Namun dengan kegigihan dan mentalnya Jonathan berhasil mengejar dan memenangkan pertarungan dengan skor akhir 3 - 2.

"Pertarungan sangat ketat, baik Jonathan maupun Audy sama sama pemain Sulut. Audy bahkan pernah meraih juara Sulut pada kelompok umurnya. Tapi, pada pertarungan Jonathan memang tampil prima dan bisa mengalahkan lawannya," kata

Coah Chen Rambi yg juga petenis meja senior jebolan Ragunan.(/MS)

LAMPUNG, Sulutnews.com - Keinginan Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2020, akhirnya terwujud setelah terpilih secara aklamasi pada Rapat Kerja Nasional luar biasa (Rakernaslub), Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI, Jumat (25/10/2019) di Tegal Mas Island, Lampung. 

10 cabang olahraga akan dipertandingkan pada Porwanas yang dijadwalkan bakal digelar pertengahan Agustus hingga awal September 2020 mendatang.

Rakernaslub yang diikuti 27 pengurus Siwo se-Indonesia dari 35 provinsi mayoritas menghendaki Jatim sebagai pengganti Provinsi Papua yang sebelumnya menyatakan tidak siap menjadi tuan rumah. 

Selain Jawa Timur, Provinsi Sumatra Selatan, juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Namun sayangnya, dari tata tertib Rakernaslub, calon rumah Porwanas sebelumnya harus mengajukan Surat permohonan kepada Siwo PWI Pusat dan PWI Pusat. Termasuk surat dukungan dari Pemerintah Provinsi. 

Pimpinan sidang Rakernaslub, Janu Riyanto dari Siwo PWI DI Yogyakarta mengatakan sesuai Tatib Rakernaslub,  Sumsel dinyatakan gugur.  Berarti hanya Jatim Yang layak sebagai tuan rumah Rakernaslub.  Meski begitu Janu tetap memberikan apresiasi kepada Sumsel yang meminta waktu untuk memberikan pemaparan. 

“Setelah semua SIWO menyatakan mendukung Jatim sebagai tuan rumah, maka secara aklamasi, Jatim menjadi tuan rumah Porwanas 2020. Sedangkan Papua, dinyatakan batal Sebagai tuan rumah. Bagi Provinsi Sumsel, kita mengapresiasi ikut meramaikan sebagai calon tuan rumah Porwanas, namun belum memenuhi tatib,” ujar Janu, yang juga didampingi ketua SIWO PWI Pusat, Ariwangsa. 

Usai penetapan Jatim sebagai tuan rumah Porwanas 2020, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada Ketua PWI Jatim dan Ketua SIWO Jatim untuk menyampaikan, persiapan Jatim sebagai tuan rumah. 

"Saya berterima kasih kepada teman-teman atas dukungannya. Kami sudah menyiapkan segalanya baik bersifat teknis maupun non teknis pelaksnaan nanti. Kota Malang dan Kota Batu, Jatm jadi lokasi oertandingan,” kata Erwin Muhamad, Ketua Siwo PWI Jatim.

Ke-10 cabang yang akan dipertandingkan,

atletik,  biliar, bulu tangkid,  catur,  futsal,  sepak bola,  tenis meja,  tenis lapangan, bridge dan bowling. Juga akan dilombahkan dua lomba karya jurnalistik dan lomba foto jurnalistik.  Ketua SIWO PWI Sulut Wolter Rumapar yang ikut dalam rakernas tersebut mengatakan, meski sempat panas saat persidangan karna muncul Sumsel yang ikut mencalonkan diri, rakernas dapat berlangsung sukses dan penuh kekeluargaan.(/Wolter)

Manado, Sulutnews.com - Tiga rekor dunia selam akhirnya terpecahkan di Manado, Sulawesi Utara. Rekor pertama pecah pada 1 Agustus 2019, yaitu rangkaian penyelaman massal terpanjang dengan bergandengan tangan.

Kemudian rekor kedua dan ketiga yaitu masing-masing penyelaman massal terbanyak dan rekor pembentangan bendera merah putih terbesar di bawah air, pecah pada 3 Agustus 2019.

Kepastian pecahnya rekor untuk dua kategori terakhir tersebut, diumumkan oleh official Guinness World Records beberapa saat usai pelaksanaan penyelaman, Sabtu pagi (3/8/2019).

Tiga rekor dunia penyelaman yang diprakarsai oleh Wanita Selam Indonesia (WASI) ini, keseluruhannya dipusatkan di Pantai Manado, Kawasan Mega Mas.

"Bukti sudah dilihat dan sesuai dengan aturan 3131 orang, dan untuk pembentangan bendera, sebelumnya 166, 62 meter persegi menjadi 1014 meter persegi," ucap Solvej Malouf, Guinness World Records Adjudicator saat membacakan pengumuman.

Iapun akhirnya memberikan piagam sertifikat kepada Ketua WASI, Ny. Tri Tito Karnavian selaku Penasihat kegiatan pemecahan rekor dunia selam, di depan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian, Forkopimda Sulut dan seluruh peserta selam massal.

"Hari ini saya mengalami banyak sekali pengalaman yang luar biasa karena hari ini adalah puncaknya dari kerja keras panitia, yang bekerja selama satu tahun dalam mempersiapkan untuk menciptakan tiga rekor dunia yang tercatat sebagai kebanggaan Indonesia di dunia internasional," ucap Ketua WASI.

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar, negara kelautan terbesar di dunia dengan kepulauan yang sangat banyak dengan suku, agama, ras dan kekayaan alam yang tidak ternilai.

Kegiatan ini dilakukan di bulan Agustus, bulan Kemerdekaan Republik Indonesia yang berusia 74 tahun.

"Semoga ini adalah hadiah yang paling indah yang kita persembahkan kepada negara Indonesia yang kita cintai. Semoga kegiatan kami ini tidak hanya berakhir di sini namun terus memotivasi kepada kita semua untuk berbuat apa yang terbaik bagi bangsa dan negara kita," tutur Ketua WASI.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaam kepada semua pihak. "Sekali lagi terima kasih kepada semua pihak, kepada teman-teman saya yang sudah berjuang selama satu tahun ini, semua divers yang ada di Sulut dan seluruh Indonesia dan semua rekan-rekan dari Polri dan TNI juga dari komunitas selam seluruh Indonesia," ujarnya.

Ketua WASI juga mengajak warga agar terus menjaga lingkungannya masing-masing. "Mari kita bersama-sama untuk tidak membuang sampah sembarangan sehingga sampah bisa mengalir ke laut. Gunakanlah bahan plastik dengan bijaksana dan jangan buang sampah sembarangan," tandasnya.(/MS)

Manado, Sulutnews.com - Pantai Kawasan Megamas, Manado, Sabtu (3/8/2019) tampak ramai. Pasalnya, hari ini di pantai yang memiliki air berwarna biru itu, akan ditorehkan kembali sejarah di dunia selam.

Bukan hanya satu, tapi dua rekor dunia selam atau Guinness World Record (GWR) yang akan dicatatkan untuk sejarah baru Indonesia. Yaitu memecahkan rekor penyelaman massal terbanyak (Most People Scuba Diving) dan pembentangan bendera terbesar di bawah air (Largest Unfurled Flag Underwater).

Panitia menyebut bahwa untuk hari ini, lebih dari 3000 penyelam yang berpartisipasi. Mereka terdiri dari berbagai usia dan gender.

Di lokasi, ribuan penyelam yang sudah dikelompokkan telah bersiap untuk memecahkan dua rekor sekaligus. Pengunjung pun tampak antusias.

Sebab berbeda dengan Kamis (1/8/2019), pengunjung yang ingin menyaksikan pemecahan rekor dunia hari ini tampak lebih ramai. Bahkan ada yang membawa seluruh keluarganya untuk menyaksikan aksi tersebut.

Kebetulan pada Sabtu-Minggu Kawasan Megamas menjadi lokasi yang biasa digunakan warga Manado untuk berolahraga. Sebab pemerintah menetapkan hari itu adalah hari bebas kendaraan atau car free day.

Sebelumnya pada Kamis (1/8/2019) Wanita Selam Indonesia (WASI) dan ratusan penyelam berhasil memecahkan rekor rangkaian manusia terpanjang di bawah air (Longest Human Chains Underwater). Mereka berhasil bergandengan tangan tanpa terputus selama lebih dari 7 menit di laut biru itu.(/SD)