Kesehatan

Kesehatan (5)

Jakarta, Sulutnews.com - Indonesia merupakan salah satu negara dimana tren skincare dan perawatan diri berkembang dengan sangat pesat. Perawatan diri dan per-skincare-ran tidak hanya dilakukan oleh wanita saja, namun kini pria pun mulai mengikuti tren perawatan diri untuk menunjang penampilan yang baik, menambah nilai menarik, dan menjadi tren masa kini.

Memiliki kulit yang lebih kasar dan keras dibandingkan wanita, tentu membuat pria menghadapi serangkaian tantangan berbeda dalam merawat diri dan memerlukan perawatan ekstra. 

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir tren perawatan pria atau yang biasa disebut Men's Grooming meningkat lantaran tingginya pengaruh Korea yang menunjukan hasil nyata dan sempurna pada kulit dan wajah pria dimedia sosial. Karena hal ini perawatan diri pada pria semakin diperhatikan dan industri perawatan diri pria makin berkembang. 

Dewasa ini, merawat diri menjadi hal penting, jika tidak dirawat baik kulit dan wajah akan menjadi kusam dan cepat mengalami keriput. Berikut ini perawatan yang sebaiknya dilakukan oleh pria, yaitu perawatan kulit cerah. Perawatan kulit cerah dapat dilakukan dengan menggunakan skincare harian seperti menggunakan facial wash, toner, pelembab, sunscreen, serum, maupun shaving cream.

Perawatan rambut rontok juga menjadi concern bagi pria. Selain karena faktor usia, masalah rambut rontok terus menerus akan menyebabkan seseorang mengalami kepitakan. Perawatan yang bisa dilakukan adalah memenuhi kebutuhan nutrisi rambut maupun melakukan transplantasi rambut. 

Penting bagi pria memperhatikan masalah mata panda. Mata panda dapat membuat penampilan terlihat tidak fresh dan dapat mengurangi rasa percaya diri. Perawatan menghilangkan mata panda bisa dilakukan dengan menggunakan masker mentimun diarea mata sebagai relaksasi atau menggunakan produk eye cream dari berbagai brand. 

Menurut data hasil riset Euromonitor yang dilakukan ditahun 2020 menunjukan bahwa kesadaran pada perawatan kulit dan wajah pada pria akan terus meningkat, hal ini terlihat dari meningkatnya pembelian produk skincare.

Bahkan data statista menunjukkan ditahun 2020 industri perawatan pria Indonesia telah mencapai Rp 7,9 triliun. 

Secara global, pasar perawatan pria diperkirakan akan mencapai $70,5 miliar pada tahun 2021 naik dari $60,1 miliar pada tahun 2018 dan pada tahun 2024 diperkirakan akan bernilai $81,2 miliar. 

Feriani Chung, selaku Chief Marketing Officer mengatakan, “Apa yang ditemukan oleh Euromonitor juga sejalan dengan hasil riset ZAP Beauty Index 2021 bahwa hampir 100% wanita sangat mendukung pria melakukan perawatan ketampanan dan menggunakan skincare.”

Dari hasil data tersebut menunjukkan bahwa banyak pria yang mencari produk perawatan pribadi untuk merawat diri mereka. Seiring bertambahnya kebutuhan akan produk perawatan pribadi memicu banyak layanan jasa perawatan untuk pria, salah satunya MEN/O/LOGY by ZAP Clinic, merupakan klinik perawatan khusus pria yang pertama di Indonesia.

“Saat ini memang perawatan diri tidak kenal gender. Sudah banyak pria yang aware dengan diri mereka demi menjaga penampilan mereka dan kesehatan kulit. Meningkatnya tren perawatan pria juga memicu inovasi menology untuk mengeluarkan berbagai produk dan treatment-treament khusus pria yang berkualitas” ucap Feriani Chung, Chief Marketing Officer ZAP Clinic.(Parmin)

Jakarta, Sulutnews.com – Alodokter resmi raih sertifikasi ISO 27001, bukti bahwa Alodokter serius dalam mengedepankan implementasi konsep keamanan informasi serta data pada platform ekosistem pelayanan kesehatan digital miliknya. ISO 27001 merupakan penilaian standar internasional terhadap sistem tata kelola keamanan informasi dan perlindungan data. Sertifikat ini diterbitkan oleh lembaga International Organization for Standardization (ISO) bekerja sama dengan International Electrotechnical Commision (IEC).

Melindungi data konsumen merupakan hal yang prioritas dalam menjalan bisnis di era digital ini. Konsumen sudah semakin pintar dan awas dalam memperhatikan bagaimana perusahaan menggunakan data mereka terutama yang diberikan melalui smartphone. Pemerintah juga melihat pentingnya penerapan regulasi keamanan data konsumen terutama perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan digital. Alodokter sebagai platform kesehatan digital nomor satu di Indonesia dengan lebih dari 30 juta pengguna aktif setiap bulannya, berkomitmen penuh untuk memastikan sistem tata kelola keamanan informasi dan perlindungan data konsumen dijalankan dengan standar tinggi dari pemerintah, seperti sertifikasi ISO 27001.

Alodokter menerapkan berbagai macam kontrol di berbagai aspek, baik teknologi serta tools yang digunakan, diikuti dengan aspek sumber daya manusia. Mengutip data Kemenkes di tengah kondisi pandemi, rata-rata konsultasi COVID-19 harian di layanan telemedisin mencapai 13.570 konsultasi, sedangkan konsultasi non COVID-19 mencapai 131.612 konsultasi per harinya. Angka ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap telemedisin semakin meningkat drastis namun harus diimbangi dengan keamanan data masyarakat terlebih berkaitan dengan data pribadi dan rekam jejak medis. Kebocoran data merupakan hal yang paling ditakutkan oleh perusahaan berbasis digital dan internet dan sudah sering masyarakat mendengar kasus kebocoran data dari perusahaan-perusahan prestisius.

“Dengan predikat certified ISO 27001 Alodokter membuktikan komitmen untuk terus menjaga keamanan dari produk dan layanan Alodokter. Langkah ini juga guna mendukung usaha pemerintah dalam memastikan privasi masyarakat tetap terjamin, terlebih untuk data sensitif seperti rekam jejak medis. Alodokter konsisten memenuhi standarisasi pemerintah dan internasional dalam proses bisnis. Seluruh framework Alodokter dibangun oleh tim internal, karena itulah Alodokter disebut digital native, dengan demikian kami dapat memastikan bahwa teknologi dan inovasi digital dibangun dengan memprioritaskan keamanan data. Kami berharap masyarakat akan merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas digital di platform Alodokter. Tidak sampai disini saja, penetapan standar keamanan dalam tata kelola sistem informasi akan terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu.” Ujar Suci Arumsari selaku President Director & Co Founder ALODOKTER.

“Selamat atas sertifikasi ISO 27001 yang telah diraih Alodokter. Tentunya diraih dengan tidak mudah, karena butuh komitmen, awareness, dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh terhadap pentingnya menjaga keamanan data pribadi pelanggannya. Saya berharap platform telemedicine lain juga melakukan hal yang sama sebagai bagian menyediakan best services kepada customer.kata Setiaji ST. M.Si selaku Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas diperolehnya sertifikasi ISO 27001 oleh Alodokter. Semoga dengan diperolehnya sertifikasi ini akan meningkatkan Alodokter dan para pelaku startup digital lain dalam implementasi sistem manajemen pengamanan informasi yang sesuai standar.” Ungkap Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng selaku Direktur Ekonomi Digital KOMINFO

Alodokter terus berkembang menjadi sebuah ekosistem digital layanan kesehatan untuk pasien maupun dokter. Pasien bisa mendapatkan pengalaman pelayanan kesehatan lengkap, telekonsultasi & diagnosa jarak jauh, janji temu medis, serta tebus resep pada aplikasi Alodokter. Sementara dari sisi dokter sendiri tersedia platform webinar, forum diskusi, serta SKP. Semua layanan dan informasi digital pada platform Alodokter melibatkan data yang tidak sedikit maka sistem keamanan harus menjadi prioritas tertinggi. (/Parmin)

Jakarta, Sulutnews.com - Selain menjaga kesehatan tubuh supaya tetap fit, kita juga perlu untuk merawat seluruh bagian tubuh supaya tetap tampil menawan. Salah satunya ialah bagian ketiak, yang mana oleh beberapa orang dianggap sebagai bagian penting lantaran dapat menunjang kepercayaan diri dalam menggunakan outfit kesayangannya. 

Berdasarkan hasil riset ZAP Beauty Index 2021, hampir 40% wanita dibawah 25 tahun mempercayakan perawatannya ke klinik kecantikan. Dengan presentase 39,0% wanita Gen Z, 43,3% wanita Gen Y, dan 49,6% wanita Gen X yang memilih melakukan perawatan ke klinik kecantikan guna melakukan perawatan kulit termasuk melakukan perawatan ketiak. 

ZAP Clinic hadir dengan Underarms Hair Removal yang dimana dapat menghilangkan rambut-rambut membandel pada area ketiak hingga ilang permanen dengan dibantu teknologi IPL, Underarms Rejuvenation yang dimana mampu membantu mencerahkan kulit area ketiak, dan Super Brightening Underarm yang merupakan perawatan premium dengan hasil signifikan dan metode khusus yang aman guna mencerahkan kulit yang menghitam sekalipun.(/Parly)

Jakarta, Sulutnews.com - Peneliti Utama Tim Vaksin Nusantara, dr Jonny Sp. PD, K.GH M.Kes, MM, CAPD membeberkan tingkat keamanan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. 

Awalnya, dr Jonny menjelaskan bagaimana proses Vaksin Nusantara dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Sebelum disuntikkan, komponen dari Vaksin Nusantara dibersihkan terlebih dahulu dan kemudian imunitas seluler di dalam tubuh dikenalkan dengan antigen. 

"Antigennya itu bukan komponen virus. Jadi di dalam Vaksin Nusantara ini tidak ada komponen virus. Beda dengan yang lain (konvensional,res) yang semuanya virus. Tidak ada virus yang dimasukkan ke dalam tubuh," jelas dr Jonny kepada tim awak media, Selasa (9/11).

Uji klinis fase I yang sudah memasuki bulan kesepuluh mendapatkan hasil yang sangat baik. Dikatakan dr Jonny, dari segi keamanan tidak ada yang bermasalah dengan Vaksin Nusantara. 

"Tidak ada kejadian yang tidak diinginkan yang serius. Efeknya hanya ringan dan sedang saja dan kebanyakan sifatnya lokal, nyeri di penyuntikan," katanya.

Demikian juga dengan fase II yang dilakukan untuk mencari dosis penyuntikan ke dalam tubuh seseorang. 

Menurut dr Jonny, pada fase 2 juga diperhatikan dengan seksama faktor keamanan diperhatikan, termasuk pada fase 3 nantinya. 

"Seberapa besar bisa mencegah supaya pasien itu walaupun kena Covid-19 tapi dia tidak berat, tidak sampai dirawat. Itu efikasi. Karena kalau kita baca-baca efikasi itu bukan seberapa banyak orang yang nggak kena Covid-19, tapi seberapa banyak orang itu walaupun kena Covid-19 tapi tidak berat. Kan itu fungsi vaksin," tuturnya. 

Dari 135 orang yang menjadi relawan uji klinis fase II hingga bulan ke-6 diketahui sebanyak 21 orang yang positif Covid-19 dengan varian Delta. 

"Dari 21 pasien ini, yang dirawat cuma 3 orang. Jadi kalau lihat efikasi itu 97 persen. Tapi kalau lihat dia (pasien) kena atau tidak, yang tidak kena saat ini sekitar 84,6 persen (efikasi)," tandasnya.(/Mercys)

Sulutnews.com - Belum selesai dengan pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan kasus penyakit virus Marburg, yang sangat menular yang menyebabkan demam berdarah. Virus mematikan ini satu keluarga dengan Ebola dan ditularkan ke manusia melalui kelelawar buah.

Pejabat kesehatan Guinea mengkonfirmasi kasus pertama infeksi virus Marburg di Afrika Barat. Penyakit ini muncul lagi di Afrika dan diketahui merupakan penyakit yang sangat menular dan masih keluarga yang sama dengan virus penyebab Ebola.

Dilansir dari BBC, Kamis (12/8/2021),

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penyebaran virus Marburg perlu segera dihentikan.

Penyakit yang disebabkan infeksi virus Marburg ini ditularkan ke manusia dari kelelawar buah dan menyebar antar manusia melalui transmisi cairan tubuh.

Kasus virus Marburg ini sangat jarang terjadi, yang mana wabah besar yang terakhir kali terjadi di Angola pada tahun 2005.

Infeksi virus Marburg adalah penyakit yang parah, bahkan seringkali berakibat fatal. Gejala virus Marburg yang diketahui termasuk sakit kepala, demam, nyeri otot, muntah dan pendarahan.

Kasus pertama virus Marburg itu diidentifikasi di Guéckédou minggu lalu, wilayah yang sama di mana kasus Ebola baru-baru ini ditemukan dalam wabah yang sekarang sudah berakhir.

"WHO akan mencegah wabah Marburg dengan mempertahankan pengawasan dan mendukung negara-negara berisiko untuk mengembangkan rencana kesiapsiagaan," sebut WHO di laman resminya.

Kasus virus Marburg terdeteksi di Prefektur Gueckedou, Guinea. Dan, kasus itu muncul selang kurang dari dua bulan setelah negara Afrika tersebut mengumumkan berakhirnya wabah Ebola pada tahun ini yang menewaskan 12 orang.

Pasien yang terjangkit virus Marburg adalah seorang pria yang meninggal pada 2 Agustus lalu, delapan hari setelah timbul gejala. Desa tempat dia tinggal berada di dekat perbatasan Guinea dengan Sierra Leone dan Liberia.

Ini merupakan kasus pertama yang diketahui dari penyakit virus Marburg di Guinea dan Afrika Barat.

Melansir laman UN News, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Kementerian Kesehatan Guinea melaporkan kasus tersebut ke organisasinya pada Jumat (6/8) pekan lalu.

Pasien mengalami gejala pada 25 Juli. Lalu, 1 Agustus, ia mengunjungi fasilitas kesehatan kecil di dekat desa tempat tinggalnya dengan gejala demam, sakit kepala, kelelahan, sakit perut, dan pendarahan gusi. 

Tes diagnostik cepat untuk malaria dilakukan dan hasilnya negatif. Pasien lalu menjalani perawatan suportif dengan rehidrasi, antibiotik parenteral, dan pengobatan untuk mengatasi gejala.

Tingkat kematian hampir 90%

Menurut Tedros, WHO mendukung pihak berwenang Guinea dalam menyelidiki sumber wabah, melacak kontak, dan membentuk komunitas lokal tentang langkah-langkah perlindungan. "Sekitar 150 kontak telah diidentifikasi dan sedang ditindaklanjuti, termasuk tiga anggota keluarga dan seorang petugas kesehatan, yang telah diidentifikasi sebagai kontak erat berisiko tinggi,” katanya. (**/Adrian)