Hukum

Hukum (433)

Manado,Sulutnews.com - Tim Resmob Polres Bitung mengamankan terduga pelaku tindak pidana pencurian sebuah laptop merk Axio milik Henny Nusalawo (42), yang terjadi di Kelurahan Aertembaga, pada hari Senin (15/8/2022) sekitar pukul 22.00 Wita.

Perihal tindak pidana pencurian tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat dihubungi Selasa (16/8/2022) siang.

"Polisi sudah mengamankan terduga pelaku, yaitu seorang pria berinisial AU (23), di Pusat Kota Bitung, beberapa saat setelah kejadian," ungkapnya.

Terduga pelaku nekat melakukan pencurian disaat para penghuni rumah sedang tidak berada di dalam rumah.

"Terduga pelaku nekat masuk ke rumah korban yang dalam keadaan kosong melalui pintu depan. Terduga pelaku kemudian mengambil laptop yang berada di rak bawah sebuah lemari dan bergegas pergi meninggalkan rumah menuju Pusat Kota," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Mendapat laporan korban, Tim Resmob Polres Bitung segera melakukan penyelidikan malam itu juga.

"Setelah menerima laporan korban, polisi segera ke TKP. Namun di tengah perjalanan, polisi mendapat informasi ada seorang warga dicurigai membawa laptop dan akan menjualnya di Pusat Kota Bitung. Tim pun segera ke Pusat Kota dan mengamankan terduga pelaku," lanjutnya.

Saat diamankan, terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian di rumah korban. Kini terduga pelaku sudah diamankan di Polres Bitung untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Polisi kembali mengamankan ratusan liter minuman beralkohol jenis captikus tanpa izin edar yang diduga akan dijual ke wilayah Gorontalo.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Minuman beralkohol jenis captikus yang diamankan sebanyak 750 liter. Barang bukti diamankan pada hari Senin (15/8/2022) sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Trans Desa Uuwan Kecamatan Dumbar Kabupaten Bolmong. Captikus ini diduga akan diedarkan di wilayah Gorontalo," ujarnya, Selasa (16/8/2022).

Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, informasi peredaran minuman beralkohol ini berasal dari laporan warga. Petugas yang standby kemudian langsung bergerak merespon laporan tersebut.

"Mendapat info warga, personel Polres Bolmong langsung bergerak melakukan pencegatan terhadap mobil yang dicurigai. Dan benar saat digeledah, terdapat 30 kantong plastik bening ukuran besar, masing-masing kantong berisikan 25 liter captikus," terangnya.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan sopir dan pemilik minuman berlakohol.

"Polisi juga mengamankan sang sopir, pria berinisial JS (38) serta pemilik minuman, pria berinisial MW (32). Keduanya warga Minahasa Selatan," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Polisi kemudian membawa kedua warga tersebut bersama barang bukti ke Mako Polres Bolmong, untuk diminta keterangan lebih lanjut. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Diduga mencuri sebuah handphone, seorang pria berinisial FP (24), warga Kotamobagu, diamankan Tim Anti Bandit Polres Tomohon pada Senin (15/8/2022) siang.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, tak menampik hal tersebut.

"Pelaku ditangkap disalah satu rumah kost di wilayah Aertembaga, Bitung, sekitar pukul 14:30 WITA," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (16/8) pagi, di Mapolda Sulut.

Pelaku beraksi di warung milik Febe (53), warga Lingkungan II Kakaskasen, Tomohon Utara, pada Sabtu (6/8) lalu. Sore itu warung dijaga oleh keponakan korban.

"Awalnya, sore itu pelaku membeli makanan ringan. Saat penjaga warung sedang melayani, pelaku melihat handphone milik korban yang diletakkan di atas meja. Seketika itu juga pelaku langsung mengambil handphone tersebut," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Beberapa saat kemudian, korban dan keponakannya baru menyadari terjadinya pencurian setelah mendapati handphone tersebut raib dari meja. Korban lalu melapor ke Polres Tomohon, yang direspons Tim Anti Bandit dengan melakukan penyelidikan.

"Tim lalu mengetahui identitas dan keberadaan pelaku, kemudian menangkapnya tanpa perlawanan. Pelaku saat ditangkap sedang bermain handphone milik korban. Pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses lanjut," tutup Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**/ARP)

Minahasa,Sulutnews.com- Dugaan Kasus tindak pidana asusila terhadap seorang guru honorer di salah satu SMP di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang diduga dilakukan oleh JS (56) oknum ASN, yang pada waktu itu masi menjabat salah satu Kepala Seksi di Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kabupaten Minahasa, Yang di laporkan ke Mapolres Minahasa, Senin (15/8/2022) langsung diseriusi oleh Polres Minahasa.

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souisaa melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto kepada Wartawan saat dikonfirmasi membenarkan laporan Tersebut.

"Iya, sudah masuk pengaduan, saat ini sementara ditangani oleh Unit PPA," kata Susanto, Minggu (14/8/2022) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas PPA Minahasa Ria Suwarno mengatakan akan tetap mengawal kasus tindak pidana asusila ini.

"Kita sudah berkomunikasi dengan korban, dan akan melalukan pendampingan, kita juga sudah menyediakan Pengacara untuk mengawal kasus ini," Tegas Kepala Dinas PPA Minahasa, Senin (15/8).

Sayangnya terlapor yang kini diketahui sudah berpindah Tugas di Dinas Sosial Kabupaten Minahasa, saat dilakukan upaya konfirmasi oleh media ini belum berhasil ditemui, dan saat dihubungi lewat Nomor Seluler Handphone dan Whatssap (081289083***) juga tidak aktif.

Terpisah kepada Sulutnews.com Mawar yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah SMP kejuruan ini, sebelumnya pernah mengungkapkan peristiwa pahit yang dialaminya pada Waktu.

Sekitar awal bulan Juni 2022 peristiwa ini pernah di sampaikan Mawar kepada Sulutnews.com Dengan harapan masi menunggu tanggung jawab dari terlapor.
“Namun karena pria tersebut diduga lepas tangan, dan muncul isyu lain yang berkembang di masyarakat dan dilingkungan sekolah terus membully serta menyudutkan Posisi Mawar, Dia pun akhirnya menempuh jalur hukum.


Berikut ini Hasil Wawancara khusus Wartawan Sulutnews.com dengan Mawar selaku Pelapor, Senin (15/8/2022) Sekira Pukul 10:00 Wita.


Wartawan:
Bisakah Anda menceritakan sedikit peristiwa yang Anda alami pada Waktu itu?


Mawar:
"Saya dengan ini menyatakan kejadian yang menimpa kehancuran reputasi sebagai guru muda, saya terpanggil sebagai pendidik untuk mencerdaskan anak-anak bangsa sesuai dengan besik yang saya raih miliki. Tapi ruang yang saya tempati tidak memberikan kenyamanan bagi saya untuk mendapatkan Perlindungan.


Wartawan:
Kapan Anda mengenal pria tersebut, dan ada kepentingan apa sehingga Anda harus berurusan dengan lelaki tersebut.


Mawar :
"Terima kasih, awalnya saya harus melengkapi administrasi Dapodik untuk mendapatkan NUPTK , saya melihat ada nomor Handphone dari JS dan berteman di Platform Facebook. Bermula dari sinilah dia membangun komunikasi yang akur dengan saya.
Awalnya saya pikir, dia sudah duda karena di facebook tidak ada keluarga yang di ekspos selama ini.


Wartawan :
Dimana dan Kapan Peristiwa Pemerkosaan itu terjadi?

Mawar:
"Awalnya dia menghubungi saya bahwa dia akan mengantar saya ke rumah Kepsek karena dia yang akan menangani berkas NUPTK . "Selesai urusan tersebut, dia mengajak saya pergi ke satu tempat untuk berbicara mengenai berkas ini, tapi ternyata dia membawa saya ke Pantai Kora-Kora kecamatan Kombi. "Ternyata dia sudah merencanakan ini dengan menghubungi Kepsek SD Atep Oki (berinisial I) untuk menyiapkan makanan dan penginapan.

"Setelah makan saya terpaksa di masukan ke dalam penginapan dan dia melakukan Pemerkosaan kepada saya. Saya menangis takut, "Saya tidak tahu di punya keluarga karena Tidak ada Nada Dering dari keluarga.


Wartawan:
Usai melakukan memperkosa kepada Anda, apa yang dia lakukan atau sampaikan kepada Anda, dan kenapa Anda tidak langsung melaporkan masalah ini ke Polisi, pada saat itu juga?


Mawar:
“Selesai melakukan itu dia kemudian meminta maaf sambil menangis ,berlutut karena dia sudah punya keluarga. Dia bilang dirinya sudah tidak diperhatikan sama keluarganya.

Sehingga dia berjanji dan menekan saya Harus mempercayainya, agar saya berada dalam Naungannya dan mengikuti semua aturan yang dia berikan. Terpaksa saya harus merasakan jebakan dan tipuan dari nya. Sehingga, saya hamil dan dia tidak mau bertanggung jawab kepada saya karena punya Jabatan, malah dia terus mendesak saya agar menggugurkan kandungan saya dengan meminum obat – obat keras yang di beli dari sejumlah Apotek, bahkan dia pernah membawa saya ke salah satu Apotek di Kota Manado untuk menggugurkan kandungan saya, semuanya ada bukti


Wartawan:
Lantas bagaimana sikap orang Tua Anda setelah mengetahui peristiwa ini?


Mawar:
"Bentuk tidak bertanggung jawab yang dia sampaikan, saya teruskan ke orang tua, dan saya malah disiksa di maki karena dia tidak mau bertanggung jawab. Sehingga saya depresi, menimun obat anti depresi akhirnya agak pendarahan.

Dia hanya memperburuk keadaan saya, saya dijajah harus bekerja disaat harus istirahat. Saya masih trauma, saya masih butuh pendampingan, saya masih butuh biaya kesehatan, tapi Dia malah pergi tanpa komunikasi.


Wartawan:
Setelah Membawa Persoalan ini ke Rana Hukum, Apa Harapan Anda kepada Pihak Kepolisian?


Mawar:
"Saya berharap kasus yang menimpa saya ini harus di usut sampai Tuntas. Saya percaya Penyidik Polres Minahasa akan bekerja dengan cara yang Profesional dan Proporsional untuk membantu masalah saya sebagai Pelapor.
“Apa yang saya sampaikan dan Laporkan semuanya bisa saya buktikan. Dan saya percaya Tuhan pasti akan membela perjuangan saya, “Sedangkan untuk proses hukumnya saya serahkan sepenuhnya kepada Pihak Kepolisian, apa lagi saat ini sudah ada kuasa hukum yang mendampingi saya, “kunci Mawar.

Penulis: Adrianus R Pusungunuang (ARP)

Manado,Sulutnews.com - Seorang pria berinisial HL (47) warga Kecamatan Sonder terpaksa dijemput petugas Kepolisian Sektor Sonder. Pasalnya HL diduga telah melakukan penganiayaan dan pencabulan terhadap anak kandung perempuannya sendiri berusia 17 tahun.

Dihubungi terpisah pada Senin (15/8/2022) siang, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Terduga pelaku berinisial HL akhirnya dijemput oleh personel Polsek Sonder dipimpin Aipda Petrix Mantiri, di rumah pelaku pada hari Minggu (14/8/2022)," ujarnya.

Terungkapnya kasus pencabulan ini berawal dari peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku terhadap korban.

"Pada hari Minggu (14/8/2022) pagi, terduga pelaku mengajak korban dan kakak perempuannya (22) pergi ke kebun. Ajakan sang ayah ditolak oleh korban karena korban tahu dirinya hanya akan dijadikan pelampiasan oleh ayah kandungnya. Karena tidak mau menuruti ajakan tersebut, korban akhirnya dipukul berulang kali menggunakan batang kelapa di bagian kaki dan tangan sehingga korban mengalami luka memar," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Karena tidak tahan dengan perlakuan ayah kandung, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Hukum Tua setempat, kemudian membeberkan perilaku sang ayah di Mako Polsek Sonder.

"Korban mengaku jika ia sudah dianiaya oleh ayah kandung karena menolak permintaan sang ayah. Korban juga mengaku ayahnya sudah melakukan pencabulan terhadap dirinya sejak tahun 2018. Ia takut melapor karena diancam oleh ayahnya," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Saat ini terduga pelaku bersama korban dan kakak korban sudah diserahkan dari Polsek Sonder ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polres Tomohon untuk diperiksa lebih lanjut. (**/ARP)

Minahasa,Sulutnews.com - Dugaan Kasus tindak pidana asusila terungkap di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Adalah Gadis cantik asal Langowan inisial EP (26) Sebut saja namanya Mawar, yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah kejuruan di Kecamatan Langowan diduga berkali-kali disetubuhi JS (56) oknum ASN di Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kabupaten Minahasa hingga hamil.

"Terduga Pelaku yang dilaporkan kini diketahui sudah berpindah Tugas di Dinas Sosial Kabupaten Minahasa. Sebelumnya terduga Pelaku sempat  menjabat salah satu Kepala Seksi di Dikda Minahasa.

Saat melaporkan terduga Pelaku, Korban mengaku, pertemuannya dengan pelaku JS terjadi pada bulan Mei tahun 2020. Ketika itu, dia ditugaskan sekolahnya membawa Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ke Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa.

Setelah pertemuan itu, pelaku mendatangi rumah korban dan menjemput. Motif pelaku mempercepat pengurusan data Dapodik. Sempat berbincang sebentar di depan rumah korban, pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam mobil dan jalan-jalan ke lokasi wisata pantai Kora-Kora.

Sesampai di lokasi, pelaku JS mengajak korban masuk ke penginapan (Cottage). Tanpa rasa curiga, korban menuruti permintaan pelaku. Selanjutnya pelaku membujuk korban untuk melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Meski sempat ditolak korban, dan menangis namun pelaku makin bernafsu setubuhi korban.

"Saat itu pelaku memeluk dan mencium bibir saya. Dia juga berusaha membuka baju saya. Tapi saya merasa takut dan menolak. Saya bilang jangan, sambil menangis tapi dia tetap memaksa," terang Mawar, Minggu (14/8/2022).

Kata korban, tiga bulan kemudian, pelaku kembali melancarkan aksi bejatnya. Saat itu, ia kembali ke Dinas Pendidikan Minahasa untuk mengurus berkas P3K dan bertemu pelaku. Saat itu, pelaku mengancam korban mengikuti permintaan untuk melayaninya. Pelaku JS juga mengancam, jika tidak, ia tidak akan meloloskan berkas P3K korban.

"Mendapat ancaman, saya merasa takut sekaligus terjebak karena di intimidasi. Akhirnya dia mengantar saya pulang. Tapi bukannya diantar ke rumah melainkan membawa saya di salah satu penginapan di Langowan dan kembali merudapaksa saya, “ucapnya sedih.

Satu bulan kemudian, korban hamil. Ia berusaha meminta pertanggung jawaban pelaku, tapi justru pelaku memaksa korban agar menggugurkan kandungannya dengan meminum obat-obatan yang pelaku kasih. Korban sempat mengalami pendarahan selama satu minggu.

"Waktu itu dia membawa saya ke Manado, dia mau menggugurkan kandungan saya. Dia beri saya obat-obatan supaya saya konsumsi, “ucapnya lagi.

Merasa malu dan tertekan atas perbuatan pelaku, EP memberanikan diri untuk melaporkan kasus ini ke Dinas PPA dan Polres Minahasa.

"Apalagi, keluarga saya dan masyarakat sekitar sering membully saya, sehingga saya melaporkan kasus ini di Polres Minahasa agar pelaku dapat hukuman yang setimpal,"Harap Mawar.

Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souisaa melalui Kasat Reskrim AKP Edi Susanto kepada Wartawan saat dikonfirmasi membenarkan laporan Tersebut.

"Iya, sudah masuk pengaduan, saat ini sementara ditangani oleh Unit PPA," kata Susanto, Minggu (14/8/2022)

Sementara itu, Kepala Dinas PPA Minahasa Ria Suwarno mengatakan akan tetap mengawal kasus tindak pidana asusila ini.

"Kita sudah berkomunikasi dengan korban, dan akan melalukan pendampingan, kita juga sudah menyediakan Pengacara untuk mengawal kasus ini," pungkas Kepala Dinas PPA Minahasa. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Tim Anti Bandit Polres Tomohon mengamankan seorang pria berinisial WW (36), warga Tomohon Tengah. Pria yang berprofesi sebagai seorang buruh ini diduga telah menganiaya seorang perempuan, yang merupakan pasangan diluar nikahnya, di rumahnya, Sabtu (13/8/2022) sekitar pukul 10.30 Wita.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Mendapatkan laporan korban, polisi langsung bergerak dan mengamankan pelaku di rumahnya, beberapa saat setelah kejadian," ujarnya, Minggu (14/8/2022) pagi.

Penganiayaan dipicu oleh hal sepele, dimana korban dianggap oleh pelaku terlalu lama melaksanakan perintahnya.

"Saat itu pelaku menyuruh korban membuatkan mie instan untuk anak mereka. Karena stok di rumah habis, korban pergi ke warung untuk membelinya. Pelaku pun akhirnya marah karena korban terlalu lama dan anak mereka sudah menangis minta mie instan. Saat itu juga korban dimaki-maki oleh pelaku dan dipukul berulang kali dengan tangan ke arah wajah dan kepala," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban langsung melaporkan kejadian tersebut. Ia juga mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pelaku.

"Sebelumnya korban juga mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pelaku, namun kali ini karena sudah tidak tahan, korban akhirnya melaporkan hal tersebut ke petugas kepolisian," pungkasnya.

Saat ini pelaku sudah berada di Mako Polsek Tomohon Tengah untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com – Diduga menganiaya kemudian mencekoki korbannya dengan minuman keras (miras) oplosan, lima orang remaja diamankan Tim Resmob Polres Minahasa, pada Sabtu (13/8/2022) siang.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, para terduga pelaku dan korban adalah sesama remaja pria, warga Kabupaten Minahasa, dan berstatus sebagai pelajar.

“Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial J (13), R (13), V (16), A (15), dan N (15). Sedangkan korbannya berinisial I (12),” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Minggu (14/8) pagi.

Penganiayaan terjadi pada Jumat (12/8) siang. Awalnya sekitar pukul 12:30 WITA, korban usai pulang sekolah lalu berjalan kaki sambil mencari ojek di Jalan Raya Kaayuran, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa.

“Korban dipukul punggungnya menggunakan batang kayu hingga pingsan. Lalu dibawa ke pekuburan di Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur dan dicekoki miras jenis cap tikus yang dicampur dengan obat batuk cair dan pil berwarna kuning yang belum diketahui jenisnya,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Korban yang dalam kondisi tak berdaya selanjutnya dibawa ke pekuburan lain di Desa Kaayuran, Kecamatan Langowan Selatan, lalu ditinggalkan begitu saja hingga beberapa waktu kemudian ditemukan oleh warga masyarakat. Hal ini lalu diberitahukan kepada keluarga korban dan dilaporkan ke Polres Minahasa.

“Laporan direspons Tim Resmob Polres Minahasa dengan melakukan penyelidikan hingga mengetahui identitas para terduga pelaku kemudian ditangkap di rumah masing-masing. Kelima terduga pelaku lalu diamankan di Mapolres Minahasa untuk diperiksa lebih lanjut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (**ARP)

Manado,Sulutnews.com - Seorang pemuda berinisial KS (19) warga Tomohon Selatan terpaksa diamankan oleh Tim Anti Bandit Polres Tomohon. KS diduga telah melakukan pengancaman terhadap seorang perempuan bernama Tineke (63) yang tak lain adalah neneknya sendiri, di rumahnya sendiri, Jumat (12/8/2022) sekitar pukul 19.00 Wita.

Dihubungi Sabtu (13/8/2022) pagi, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan hal tersebut.

"Pemuda KS diamankan polisi di rumahnya, beberapa saat setelah mendapat laporan dari korban," ujarnya.

Kejadian ini berawal dari teguran sang nenek kepada teman-teman KS agar tidak merokok di rumah tersebut.

"Sewaktu tiba di rumahnya sehabis berjualan di pasar, neneknya KS mendapati teman-teman KS sedang merokok di rumah tersebut. Karena alergi dengan asap rokok, neneknya KS menegurnya, beberapa saat kemudian 3 pemuda ini langsung pulang ke rumahnya masing-masing," lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Mengetahui teman-temannya sudah pulang, KS pun menghubungi mereka dan bertanya kenapa sudah pulang cepat. Setelah mendengar jawaban temannya, KS marah dan mengancam neneknya.

"Setelah mendengar teman-temannya ditegur karena tidak boleh merokok di rumahnya, KS pun marah dan mengancam akan membunuh neneknya dan membakar rumah," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Peristiwa ini akhirnya dilaporkan korban ke aparat Kepolisian, dan langsung ditindaklanjuti. "Mendapatkan laporan korban, Tim Anti Bandit langsung bergerak ke TKP. Saat ini KS sudah diserahkan ke Polsek Tomohon Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya. (**/ARP)

Manado,Sulutnews.com - Lantaran menganiaya pacarnya, seorang pemuda berinisial AT (20), warga Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, diamankan Tim Anti Bandit Polres Tomohon pada Kamis (11/8/2022) malam.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan hal tersebut.

"Pelaku menganiaya pacarnya seorang perempuan berinisial GR (19), warga Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Penganiayaan terjadi pada Sabtu (6/8) malam, di kost korban yang berada di wilayah Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon," ujarnya, Sabtu (13/8) pagi.

Awalnya, pelaku menawarkan korban untuk jasa prostitusi melalui sebuah aplikasi online. Setelah korban mendapatkan seorang konsumen pria 'hidung belang', pelaku sempat melarang korban melayani pria yang sudah minum miras. Namun korban tidak menghiraukan larangan tersebut hingga membuat pelaku marah.

"Beberapa saat usai melayani pria tersebut, korban pun didatangi oleh pelaku di kamar kostnya dan terjadi adu mulut. Pelaku lalu memukul kepala bagian belakang dengan tangan kosong, kemudian mencekik leher, dan membenturkan kepala korban ke lantai," jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Setelah itu pelaku juga sempat mengancam akan menggunting rambut pacarnya tersebut. Korban lalu berteriak minta tolong hingga membuat teman-teman kostnya berdatangan ke kamarnya.

"Pelaku kemudian melarikan diri. Sedangkan korban yang mengalami luka memar dan bengkak, melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Tomohon beberapa saat usai kejadian," terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Tim Anti Bandit Polres Tomohon merespons laporan dengan melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan pelaku, kemudian menangkapnya saat bersembunyi di salah satu tempat kost di wilayah Kelurahan Matani, Kecamatan Tomohon Tengah.

"Pelaku telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

(**/ARP)